NAMA
: LAILIA FIRDAUSYAH NAVI
NIM
: 043145307
PRODI
: AKUNTANSI – S1
MATKUL : EKMA4434 - SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
1. Sistem informasi terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan
jaman. Dalam dunia bisnis kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak
selalu menjadi hal yang menguntungkan bagi perusahaan. Kasus cyber crime
yang menimpa lembaga dan organisasi di Indonesia selalu ada setiap tahunnya.
Sebutkan dan analisa mengenai kasus-kasus cyber crime yang terjadi di
Indonesia!
Cyber crime adalah perilaku kejahatan yang beroperasi di ruang maya,
dimana pelaku mengambil keuntungan secara paksa dari korban. dengan
melakukan penyadapan pada data-data yang terhubung dengan elektronik. Cyber
crime melibatkan penggunaan komputer dan jaringan internet untuk melakukan
peretasan, pencurian, penipuan, penyebaran virus, dan tindak kriminal digital
lainnya. Di dunia bisnis, serangan cyber crime dapat merugikan lembaga dan
organisasi dengan mengakibatkan kebocoran data, kerusakan sistem, atau
pencurian informasi.
Berikut adalah beberapa kasus cyber crime yang pernah terjadi di
Indonesia:
a. Informasi aneh di situs web KPU (2004)
Pada tahun 2004, situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami
insiden aneh di mana informasi yang tidak sah muncul di halaman web
mereka. Tahun 2004 merupakan kali pertama Indonesia menyelenggarakan
pemilu. Tim IT KPU juga meluncurkan website KPU senilai Rp 152 miliar dan
tidak bisa diretas. Pernyataan tersebut justru menjadi tantangan Hacker
bernama Xnuxer (Dani Firmansyah) untuk mencoba meretas situs web Komisi
Pemilihan Umum (KPU) dengan berbagai metode, termasuk Cross Site
Scripting (XSS) dan spoofing. Meskipun situs tersebut awalnya dianggap tidak
dapat diretas, Xnuxer berhasil menunjukkan kelemahan dalam sistem
keamanannya. Hacker asal Jogja ini berhasil memodifikasi website dan
mengubah informasi di website KPU. Misalnya, nama partai diubah menjadi
Partai Si Yoyo, Partai Kolor Ijo, Partai Web Pertama, dll. Bahkan, Xnuxer juga
mencoba mengubah hasil voting namun gagal. Kejadian ini menimbulkan
kekhawatiran tentang keamanan data dan kerentanan situs web pemerintah.
b. Perang Hacker antara Indonesia dan Australia (2013)
Pada tahun 2013, terjadi konflik siber antara hacker Indonesia dan
Australia. Serangan ini melibatkan defacing situs web pemerintah dan
lembaga di kedua negara. Kasus ini bermula ketika Edward Snowden, mantan
perwira intelijen AS, mengatakan bahwa Australia telah menguping Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini memicu kemarahan para hacker
Indonesia yang menyebut diri mereka sebagai “Indonesian Cyber Army”.
Komunitas ini juga telah menciptakan gerakan #StopSpyingIndonesia dengan
menyerang website Australia dengan berbagai cara. Indonesian Cyber Army
membanjiri server situs web Australia dengan permintaan palsu hingga
kelebihan beban dan situs tersebut tidak dapat diakses lagi. Tak hanya itu,
mereka juga melakukan perusakan ratusan website sipil secara acak.
Serangan tersebut menyebabkan situs belanja kelas bawah di Australia
menampilkan peringatan dari Indonesia.
Tentara siber Australia tidak tinggal diam. Mereka membalas dengan
menghapus banyak situs populer Indonesia. Seperti KPK, PLN, Garuda
Indonesia, Polri, Tempo dan lain-lain. Serangan balasan tidak terelakkan dan
menunjukkan rivalitas cyber antara kedua negara.
c. Kebocoran data Tokopedia (2020)
Pada tahun 2020, data pengguna dari platform e-commerce Tokopedia
bocor di dark web. Lebih dari 90 juta akun pengguna terdampak, termasuk
informasi pribadi seperti nama, alamat email, dan nomor telepon yang
dibocorkan oleh peretas bernama ShinyHunters. Informasi tersebut dijual ke
dunia maya dengan harga sekitar Rp 70 juta. Menurut pakar cyber security
Ruby Alamsyah, ShinyHunters mungkin mengeksploitasi kerentanan di sistem
cloud Tokopedia. Pihak Tokopedia juga menenangkan pengguna dengan
memastikan bahwa data sensitif seperti kata sandi aman dengan dienkripsi.
Artinya, informasi tersebut telah diubah menjadi kode rahasia yang tidak dapat
dibaca oleh peretas. Tentu saja masalah ini berpotensi merugikan pengguna
Tokopedia. Ini karena peretas dapat memanfaatkan profil pengguna untuk
scam (penipuan online) dan phishing (pengambilalihan akun atau sistem).
Untuk mencegahnya, Tokopedia segera menyelidiki insiden tersebut dan
menyarankan pengguna untuk mengubah kata sandi mereka secara teratur.
Sumber Referensi :
-
14 Kasus Cyber Crime di Indonesia Yang Menggemparkan (exabytes.co.id)
-
15 Contoh Kasus Cybercrime di Indonesia yang Pernah Viral (privy.id)
2. Sebutkan 2 aplikasi sistem informasi (yang berhubungan dengan dunia bisnis dan
yang tidak berhubungan dengan dunia bisnis) yang paling sering Saudara
gunakan dalam kehidupan sehari hari! Jelaskan mengenai aplikasi sistem
informasi tersebut!
Aplikasi sistem informasi digunakan di berbagai macam bidang untuk
membantu mempermudah berbagai aktivitas manusia dan penggunaan teknologi.
Dengan kecanggihan teknologi saat ini, berbagai macam hal lebih mudah
dilakukan. Sistem informasi sudah digunakan di berbagai macam bidang, salah
satunya adalah bisnis perusahaan. Jadi sistem informasi ini bisa dikatakan
sebagai sistem yang mengkombinasikan antara aktivitas manusia dan
penggunaan teknologi yang mendukung manajemen dalam kegiatan operasional.
Saat ini aplikasi sistem informasi tidak hanya digunakan pada bidang teknologi
informasi dan komunikasi saja tetapi juga dimanfaatkan dengan baik pada proses
bisnis yang membutuhkan kontrol sistem informasi.
a. Aplikasi sistem Informasi yang berhubungan dengan dunia bisnis
Shopee
Shopee merupakan salah satu platform e-commerce yang termasuk dalam
sistem informasi dan penerapan di bidang ekonomi dan bisnis. Dengan
Shopee kita bisa berbelanja berbagai merek, sekaligus menemukan took
atau penjual baru secara online. Setiap kebutuhan jual beli barang
dilakukan secara online melalui aplikasi shopee. Sebagian kebutuhan yang
saya butuhkan juga berasal dari beli di shopee, seperti baju, skincare, make
up terkadang juga makanan. Aplikasi ini juga memudahkan pengguna
untuk belanja secara online dengan mengakses smartphone tanpa harus
menggunakan perangkat computer.
b. Aplikasi sistem Informasi yang tidak berhubungan dengan dunia bisnis
Google Maps
Menurut saya, aplikasi sistem informasi yang tidak berhubungan dengan
bisnis yaitu Google Maps. Google Maps adalah salah satu layanan yang
dikembangkan oleh Google dan merupakan alat yang sangat berguna
untuk navigasi, penemuan lokasi, dan perencanaan perjalanan!. Dengan
Google Maps kita dapat mendapatakan :
a. Mendapatkan Arah : Google Maps dapat menunjukkan arah yang detail
dari suatu lokasi ke lokasi lain hanya dengan memasukkan alamat atau
nama tempat tujuan, dengan begitu Google Maps akan memberikan
petunjuk langkah demi langkah untuk mencapai tujuan.
b. Melihat Citra Satelit dan Peta Jalan : Google Maps menyediakan citra
satelit dan peta jalan di berbagai lokasi di seluruh dunia. Kita dapat
melihat tampilan dari atas (top-down) atau menggunakan mode Street
View untuk melihat lingkungan sekitar.
c. Perencanaan Rute: Jika kita ingin bepergian dengan berjalan kaki,
mobil, sepeda, atau angkutan umum, Google Maps akan membantu kita
merencanakan rute terbaik. Kita dapat memilih opsi tercepat,
terpendek, atau menghindari tol.
d. Informasi Lalu Lintas: Google Maps memberikan informasi tentang
kondisi lalu lintas, termasuk kemacetan, kecelakaan, dan konstruksi.
Kita dapat memeriksa kondisi lalu lintas sebelum memulai perjalanan.