Unit Kompetensi E.370000.001.01 WASTE WATER TREATMENT (WWT) Operasional Instalasi Pengolahan Air Limbah Mapping/Identifikasi Pengolahan Air Limbah Ahmad Habibi Process Engineer STP/WWTP Member oF FACTOR KEBERHASILAN WWTP • Unit pengolahan air limbah (IPAL) kadang menjadi kendala yang sulit di selesaikan. Ada berbagai faktor penentu keberhasilan unit WWT agar tercipta keberlanjutan bisnis perusahaan jangka panjang dan juga lingkungan yang aman…. • Komitment Management • Design System • Sistem Operasional & Chemical Pendukung • Kemampuan Personal • Regulator dan Masyarakat 2 PRINSIP DASAR INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH Mapping Baku Mutu Effluent Basic Engineering Design System IPAL 3 Waste Water Treatment Mapping • PROSES MAPPING - Identifikasi Sumber Air Limbah - Identifikasi Karakteristik Air Limbah - Identifikasi Kapasitas Air Limbah dan Fluktuasinya - Identifikasi Kemungkinan adanya material inhibitor - chemical yang digunakan - kemampuan operator ( Sertifikasi EPCM) - Identifikasi Unit Proses IPAL/STP - Pemahaman Diagram Alir, PFD/P&ID, Layout IPAL - Pemahaman Prosedur Operasional (SOP) 4 Manfaat Mapping • Memudahkan identifikasi air limbah yang dihasilkan • Memudahkan menentukan system pengolahan air limbah yang sesuai karakteristiknya • Memudahkan mengantisipasi/mencegah material toxic masuk ke sistem WWTP • Memudahkan operasional sistem WWTP • Memudahkan penanganan terhadap masalah proses (Trouble Shooting) 5 SUMBER AIR LIMBAH: Limbah domestic, Air limbah yang berasal dari kegiatan pemukiman penduduk, perhotelan, perkantoran, perdagangan, pariwisata, pasar dll. Limbah industry, merupakan buangan hasil proses produksi dan pendukungnya Limbah pertanian, berasal dari daerah pertanian atau perkebunan Limbah pertambangan, berasal dari kegiatan pertambangan SUMBER AIR LIMBAH INDUSTRI: • proses produksi; Pengecatan, pencucian bahan baku,Pencucian Mesin (CIP), pencampuran bahan kimia, dan sebagainya, • kegiatan utilitas; Menara pendingin (cooling tower), ketel uap (boiler), dan sebagainya, • kegiatan domestik; Kantin industri, pembersihan lantai, dan sebagainya Note : sumber air limbah dari PROSES PRODUKSI MENENTUKAN KARAKTERISTIK limbah cair dari suatu industri. SUMBER AIR LIMBAH DARI Kegiatan Domestik : • Black Water Toilet/Closet ( COD/BOD/TSS/E.Coli/ Amoniak) • Grey Water Restaurant/Foodcourt/dapur ( OG, Temperatur, COD/BOD) Floor Drain (MBAS) Urinoir (Amoniak) Tempat ibadah Cucian kendaraan operasional (MBAS) Loundry ( MBAS, COD, Phospat) Wastafle (MBAS) 8 Mapping Sumber Limbah Domestik Kithcen Set Closet Floordrain Mesin Cuci Pre Treatment Screen Grease Trap STP System Effluent Sisa Gorengan Pemanfaat 9 IDENTIFIKASI SUMBER AIR LIMBAH INTEGRASI PENCUCIAN COD 800 mg/lt AIR REBUSAN COD 10.000 mg/t AIR PERASAN 1.000 mg/t EQUALIZATION TANK LOUNDRY COD 1.000 mg/t DAPUR COD 2000 mg/lt ANAEROB GREASE TRAP TOILET COD 400 mg/lt EQUALIZATION DOMESTIK Max. COD 7.000 mg/lt IPAL EFFLUENT WATER (PermenLH No. 05 Tahun 2014 SLUDGE EFFLUENT WATER (PermenLH No. 68 Tahun 2016 10 Identifikasi Debit Air Limbah Debit Maksimum Debit Rata-rata Debit Minimum Volume Equalization Tank Pengaturan BOD/COD Load Pengaturan/dosing parameter inhibitor Mempertahankan Proses 11 • Nilai Q diperoleh dari Pengukuran langsung : flow meter Pengukuran tidak langsung (secara manual dengan menggunakan wadah tertentu dan stopwatch) Penentuan Jumlah Debit: • Industrial Berdasarkan Spesifikasi dari Mesin/Alat Berdasarkan Ton bahan baku atau produk Berdasarkan Benchmarking Berdasarkan kapasitas Aktual/flowmeter (jika sudah berjalan) • Domestik Berdasarkan Kebutuhan Air Karyawan, Pengunjung Berdasarkan luasan area (biasanya mall, lindi) Berdasarkan Jumlah tempat tidur/bed ( RS & Hotel) Berdasarkan kapasitas Aktual/flowmeter (jika sudah berjalan) 13 KARAKTERISTIK AIR LIMBAH a. Senyawa/material Unsoluble Unit Proses : Proses Kimia-Fisika Efisiensi : 20 – 50 % (tergantung karakteristik) Karakteristik Lumpur : Flok Relatif/sedang, dengan DAF b. Senyawa/material Soluble Unit Proses Efisiensi Anaerob Efisiensi Aerobic Resiko Fluktuasi Extended Aeration : Proses Biologi : 60-90% : 80-95% : relatif tinggi, dengan Anaerob CSTR & 14 IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK AIR LIMBAH • SUMBER & KAPASITAS AIR LIMBAH Loundry a. Sumber Air Limbah : Cucian/Loundry • Karakteristik Air Limbah COD = 700 - 1520 mg/lt , BOD = 300 - 750 mg/lt, TSS = 200 – 600 NH3 = 5 mg/lt MBAS= 20-100 mg/lt Gambar Air Limbah Inlet dan Hasil Jartest Dengan menggunakan larutan PAC Page 16 • SUMBER LIMBAH a. Air Limbah Produksi b. Air Limbah CIP IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK AIR LIMBAH FOOD /SNACK • Identifikasi Karakteristik Air Limbah COD BOD TSS Minyak lemak TN pH = 4.000 - 27.000 mg/lt = 2.500 – 15.000 mg/lt = 1.000 – 8.000 mg/lt = 50-250 mg/lt = 10 – 50 mg/lt = 3 - 4 mg/lt ≈ typical ± 9.000 mg/lt ≈ typical ±6.000 mg/lt ≈ typical ± 3.000 mg/lt ≈ typical ± 100 mg/lt ≈ typical ± 50 mg/lt ≈ typical ± 4 IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK • SUMBER LIMBAH a. Deheading & Grading b. RM Preparation c. Sanitation • Identifikasi Karakteristik Air Limbah a. Air Cucian Ikan, resiko mengandung garam b. Darah Ikan, mengandung COD cukup tinggi c. Sisa sisa daging dan kulit ikan ukuran relatif besar d. Typical Data Parameter COD BOD TSS Minyak lemak Amoniak pH = 4.000 - 90.000 mg/lt = 2500 – 4500 mg/lt = 1000 – 2000 mg/lt = 10-20 mg/lt = 5 – 20 mg/lt = 3-6 mg/lt AIR LIMBAH PENGOLAHAN IKAN • Jartest Sampel Air Limbah Srim/ikan (industri Typical) COD= ±8.000 mg/lt COD= ±5.600 mg/lt Hasil Internal Jartest & Analisa Jartest + NaOH Aduk ±1menit Limbah Awal (Equalisasi) Jartest Variasi Jenis Koagulan Jartest Variasi Dosis + PAC/Fe2Cl3 Aduk Cepat ±1menit Koagulasi Flokulan Aduk lambat ±2menit Flokulasi Hasil Sedimentasi 20 Identifikasi Parameter Inhibitor Material Dis Infectan Penol High Amoniak High Oil & Grease Garam Sulfida Pre-Treatmen atau Lokalisir/Sistem Dosing Kitin 21 Kemampuan Operator Pemahaman Proses Pemahaman SOP Pemahaman Training Troubleshooting Kemampuan Kepala WWTP Pemahaman Proses Pemahaman SOP Pemahaman EPCM/PPPA (Environment Pollution Control Manager) Troubleshooting 22 Baku Mutu Effluent Air Limbah Regulasi Estetika Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor: Kep-05/MENLH/2014 TENTANG BAKU MUTU LIMBAH CAIR KEGIATAN Target Effluent SK. GUB........ Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor: Kep-68/MENLH/2016 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK 23 Baku Mutu Air Limbah untuk Usaha yang diatur dalam PerMenLH no.05 tahun 2014 a. industri pelapisan logam dan r. industri pengolahan kedelai; s. industri pengolahan obat ll. industri cat; galvanis; mm. industri farmasi; b. industri penyamakan kulit tradisional atau jamu; nn. industri pestisida; c. industri minyak sawit; t. industri peternakan sapi dan babi; oo. industri pupuk; d. industri karet; u. industri minyak goreng dengan pp. industri tekstil; proses basah dan/atau kering; e. industri tapioka; qq. perhotelan; v. industri gula; f. industri monosodium glutamat rr. fasilitas pelayanan kesehatan; dan inosin monofosfat; w. industri rokok dan/atau cerutu; ss. rumah pemotongan hewan; dan g. industri kayu lapis; x. industri elektronika; tt. domestik, yang meliputi: h. industri pengolahan susu; y. industri pengolahan kopi; 1. kawasan pemukiman, kawasan i. industri minuman ringan; z. industri gula rafinasi; perkantoran, kawasan perniagaan, dan j. industri sabun, deterjen dan aa. industri Petrokimia Hulu; apartemen; produk-produk minyak nabati; bb. industri rayon; 2. rumah makan dengan luas k. industri bir; cc. industri keramik; bangunan lebih l. industri baterai timbal asam; dd. industri asam tereftalat; dari 1000 m2 (seribu meter m.industri pengolahan buah-buahan ee. polyethylene tereftalat; persegi); dan dan/atau sayuran; 3. asrama yang berpenghuni 100 ff. industri petrokimia hulu; (seratus) orang atau lebih n. industri pengolahan hasil gg. industri oleokimia dasar; perikanan; hh. industri soda kostik/khlor; o. industri pengolahan hasil rumput ii. industri pulp dan kertas; laut; jj. industri ethanol; p. industri pengolahan kelapa; kk. industri baterai kering; q. industri pengolahan daging; PERMEN.LHK NO. 68/2016 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH DOMESTIK Parameter 25 Satuan Kadar maksimum* pH – 6–9 BOD mg/L 30 COD mg/L 100 TSS mg/L 30 Minyak & lemak mg/L 5 Amoniak mg/L 10 Total Coliform jumlah/100mL 3000 Debit L/orang/hari 100 Basic Engineering Design BED merupakan dasar dalam perencanaan/Operasional IPAL Contoh BED NO PARAMETER UNIT INFLUENT *) EFFLUENT **) 4-5 6-9 Q = 100 m3/day 1 pH 2 COD mg/L <6.000 ≤ 100 3 BOD mg/L <3.000 ≤ 50 4 TSS mg/L <1.200 ≤ 200 4 Minyak dan Lemak mg/L <250 ≤ 5 26 System Selection No. Parameter Satuan Influent 1pH 6-7 2COD mg/L 4000-5000 3BOD mg/L 2000-2500 4TSS mg/L 300-1200 5Amoniak mg/L 20-600 6Minyak Lemak mg/L 60-100 Sistem Selection pH Adjuster COD> 2500 mg/L, Anaerobic Anaerobic /Aerobic Chemical/Physical/DAF Aerobic OWS / DAF SYSTEM YANG DIRENCANAKAN 1. 2. 3. 4. Kimia - Fisika Proses Biologi Sludge Dewatering Gas Treatment : OWS/DAF : Proses Anaerob & Proses Aerob : Beltpress : Flare 27 Contoh PBD Influent Influent Gas Treatment Stabilization Tank Flare Aeration Tank Sec. Clarifier DAF Buffer Tank Sump Pit Anaerob Tank OWS Filter Tank Screen Effluent Clarifier Equalization Tank Sludge Treatment Pengelola B3 28 Pemahaman Equipment & System Pemilihan Equipment yang sesuai Pemilihan material yang sesuai Pemahaman PBD, PFD & P&ID Pemahaman Lay Out Pemahaman SOP/WI 29 Sharing & Discussion WA – 082113044927 Email – ahmadhabibi.pii@gmail.com SELESAI
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )