Ikatan Arsitek Indonesia TALK SHOW PEMAGANGAN Ar. Rony Gunawan Sunaryo, IAI Badan Pendidikan 2024 01 PENGERTIAN Magang adalah amanah Undang - Undang Arsitek No6. tahun 2017 Magang adalah proses Pendidikan untuk menjadi Arsitek sesudah menyelesaikan Pendidikan formal Arsitektur selama 5 tahun. Magang akan dilakukan selama minimal 2 tahun atau setara dengan minimal 4000 jam kerja di bawah pengawasan Arsitek teregistrasi (memiliki SKA Madya /STRA Madya) minimum 5 tahun. ISTILAH 01 PENGERTIAN LIMITASI Magang merupakan istilah yang dilindungi undang-undang karena itu istilah Magang tidak diperkenankan dipergunakan diluar dari yang diatur oleh Undang-Undang Arsitek no. 6/2017 Magang tidak sama dengan kerja praktik yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi UU No 6 tahun 2017 Bagian Kedua tentang Registrasi, pada Pasal 7 02 DASAR HUKUM Untuk memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, seseorang harus: UNDANG-UNDANG a. mengikuti magang paling singkat 2 (dua) tahun secara terusmenerus bagi yang lulus program Pendidikan Arsitektur, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang disetarakan dan diakui oleh Pemerintah Pusat atau memiliki pengalaman kerja Praktik Arsitek paling singkat 10 (sepuluh) tahun bagi yang melalui mekanisme rekognisi pembelajaran lampau (RPL); dan b. mempunyai sertifikat kompetensi. Pendidikan Arsitektur 5 tahun dengan cara: 1. Pendidikan Arsitektur 5 tahun 2. Pendidikan Sarjana Arsitektur + Pendidikan Profesi Arsitek 3. Pendidikan Sarjana Arsitektur + Pendidikan Magister Arsitektur CATATAN: Daftar perguruan tinggi yang direkognisi memenuhi kriteria 3 poin di atas dikeluarkan melalui surat keputusan Dewan Arsitek Indonesia 03 PENDIDIKAN ARSITEKTUR PERSYARATAN Bagaimana menjadi Arsitek? Pendidikan Arsitektur (architectural education) 5 tahun Magang (internship) 2 tahun Ujian “kompetensi” Arsitek (architect exam) 03 PENDIDIKAN ARSITEK Lisensi Arsitek (dilaksanaka n negara) Surat Tanda registrasi Arsitek (STRA) ARSITEK (Registered Architect) Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Arsitek Registras i tiap 5 tahun Isi data diri Memilih mentor Magang 04 Proses magang Mengisi logbook Evaluasi komite Rekomendasi Ujian arsitek IAI SatuData Sistem big data yang dibuat untuk memudahkan proses data Arsitek termasuk proses magang. Sistem ini disediakan dan dikelola oleh IAI Nasional Peserta Magang: 1. 2. Telah lulus Pendidikan Formal Arsitektur 5 tahun. Mengisi IAI Satu Data Mentor 1. 2. 3. Telah memiliki STRA minimum 5 tahun. Aktif sebagai Arsitek dan terdaftar dalam IAI Satu Data Tidak dalam masa pembekuan dan sanksi pelanggaran kode etik. Komite Magang 1. 2. 3. Telah memiliki STRA minimum 5 tahun. Aktif sebagai Arsitek dan terdaftar dalam IAI Satu Data Bertindak objektif dan netral 04 PROSES MAGANG PIHAK YANG TERLIBAT https://iai.or.id/ Link Tampilan untuk Peserta Magang Link Tampilan untuk Mentor Hak Peserta Magang 1. 2. 3. 4. 5. Mendapatkan pendidikan arsitek dalam proses magang sesuai dengan materi dalam logbook. Mendapatkan hasil evaluasi dari logbook. Meminta daftar mentor kepada IAI provinsi. Meminta IAI provinsi bertindak selaku penengah bila terjadi dispute atau masalah. Meminta mentor pengganti. Kewajiban Peserta Magang 1. 2. 3. Mengikuti seluruh proses pekerjaan arsitek yang ditetapkan oleh mentor sesuai dengan logbooknya dengan sepenuh hati. Mengikuti peraturan dimana proses magang terjadi. Memenuhi seluruh persyaratan magang. 04 PROSES MAGANG HAK DAN KEWAJIBAN Hak Mentor 1. 2. 3. 4. 5. Menerima peserta magang maksimum tiga orang per sesi. Jumlah peserta magang pada setiap mentor akan diatur oleh IAI Provinsi. Menyeleksi peserta magang. Mendapat nilai kum (untuk peserta kedua dan ketiga), lihat matriks kum. (lihat perolehan kum bagi mentor.) Menolak dan mengeluarkan peserta magang bila tidek memenuhi kinerja yang diminta. Mendapat perhitungan KUM setiap 6 bulan, (*) Nilai kum ditentukan oleh badan keprofesian. Per sesi (CONTOH) Peserta 1 Peserta 2 Peserta 3 Nilai Kum Kewajiban = 0 15)* 15)* Kewajiban Mentor 1. 2. 3. 4. Melaksanakan proses magang. Memberikan transfer pengetahuan tentang arsitektur dan pekerjaan arsitek kepada peserta magang. Mengevaluasi kinerja peserta magang secara jujur dan adil. Memberikan laporan bila terjadi permasalahan dalam proses magang. 04 PROSES MAGANG HAK DAN KEWAJIBAN Komite Magang Komite ini tersusun dari sejumlah arsitek yang diusulkan oleh IAI Provinsi, bertugas selama 1 tahun dan dapat dipilih kembali. Keputusan rekomendasi magang diberikan berdasarkan hasil rapat komite magang yang dilakukan setiap 2 minggu sekali. Komite magang merupakan kewajiban Arsitek dan dapat diajukan sebagai nilai KUM)* )* nilai akan ditentukan oleh Badan Keprofesian Kewajiban Komite Magang 1. 2. 3. Mengevaluasi kegiatan magang melalui logbook dan data yang diberikan pada IAI SatuData. Memberi rekomendasi secara tertulis dari hasil evaluasi magang. Rekomendasi dapat berupa perpanjangan waktu magang atau rekomendasi untuk melakukan ujian arsitek. Melaksanakan penilaian setiap 1000 jam magang. 04 PROSES MAGANG HAK DAN KEWAJIBAN Tata cara magang: 1. 2. 3. 4. Peserta menghubungi calon mentor dan meminta kesediaan menjadi mentor, kemudian mengisi IAI SatuData atau Mengisi IAISatuData, menunggu persetujuan mentor. CATATAN: peserta magang harus melakukan proses melamar kerja. Bila telah diterima, peserta magang mengikuti proses magang dan mengisi logbook magang. Tata cara perpindahaan atau pergantian mentor: 1. 2. 3. Melakukan pengajuan di IAI SatuData, bila disetujui oleh mentor maka dapat meneruskan magang Kembali. Membuat laporan dan pencatatan apa yang telah dipenuhi selama magang dengan menyertakan logbook. Melakukan proses pada tata cara magang kembali dengan meneruskan logbook yang sama. 04 PROSES MAGANG ALUR PESERTA MAGANG Tata cara evaluasi peserta magang: 1. 2. 3. Peserta magang dapat dievaluasi setiap saat oleh mentor sesuai poin yang tertera di log book melalui IAI SatuData Evaluasi kinerja dilakukan oleh Komite Magang setiap 1000 jam, melalui IAI SatuData Logbook wajib diisi oleh pemagang minimal 1 (satu) minggu sekali 04 PROSES MAGANG MENTOR dan KOMITE MAGANG Ketentuan Proyek untuk Magang: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Proyek nyata berupa bangunan atau gedung. Proyek memiliki kompleksitas cukup dengan sifat multidisipliner. Proyek infrastruktur (jalan, jembatan, bendungan dsb) tidak termasuk dalam kriteria proyek untuk magang arsitek (IAI Provinsi akan melaksanakan pengkajian jika ada keraguan). Proyek terbatas pada lingkup rancang kota atau perencanaan wilayah/kota tidak termasuk kriteria proyek magang arsitek. Proyek dapat lebih dari satu dengan berbagai kompleksitas. Proyek dapat berasal dari mentor maupun peserta magang. Proyek sayembara dapat dilakukan selama memenuhi sifat multidisipliner dan hanya akan memenuhi sebagian persyaratan magang. 04 PROSES MAGANG PROYEK Logbook adalah catatan evaluasi kinerja peserta magang selama proses Magang, diisi oleh Pemagang dan dikoreksi oleh Mentor 04 PROSES MAGANG LOGBOOK IAI SatuData a. b. c. d. e. f. Logbook dapat diakses melalui IAI SatuData. Logbook berupa matrix materi magang dan tahapan pekerjaan. Progress pekerjaan diunggah setiap minggu. Progress pekerjaan berupa jumlah jam kerja. Jumlah (durasi) jam kerja adalah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tahapan pekerjaan pada sebuah proyek. Misalnya materi magang C1 pada tahapan kerja III dilakukan selama 10 jam, maka dalam matrix logbook ditulis 10 jam. File /softcopy yang dimasukkan hanya file dengan extensi Pdf. (*.Pdf) dan menggunakan satu nama file. Materi Magang meliputi: A. Perancangan arsitektural. B. Perencanaan (programming) arsitektural. C. Persyaratan bangunan gedung dan perkotaan yang meliputi keselamatan, keamanan, kenyamanan bangunan/ gedung dan perkotaan. D. Administrasi, manajemen proyek dan organisasi biro arsitek. E. Manajemen dokumentasi arsitektural (lihat bagan keperluan dokumentasi). 04 PROSES MAGANG MATERI Tahapan Pekerjaan meliputi: 1. Konsep Perancangan (design concept) 2. Pra Rancangan (preliminary design) 3. Rancangan Pelaksanaan (design development) 4. Dokumen Pelaksanaan (construction drawing) 5. Pelelangan (bidding) 6. Pengawan Berkala (supervision) 7. Proposal dan Presentasi (proposal and presentation) 8. Manajemen proyek (project management) 9. Estimasi Biaya atau RAB (budget estimation and scheduling) 10. Laporan Perancangan (project report) 04 PROSES MAGANG MATERI Contoh macam dokumentasi yang diperlukan pada setiap tahapan proses desain c. Tahap-tahap perancangan TARGET PENYERAPAN PENILAIAN Kelengkapan/ dokumen yang diperlukan Memahami dan menguasai proses dan pelaksanaan tahaptahap perancangan dari Skematik, Pra Rancangan hingga Gambar Kerja sesuai dengan penugasan proyek yang ditangani. Minimal menghasilkan 1 (satu) laporan produk rancangan yang disetujui Pemilik pada setiap tahapan dimana Mentor ikut terlibat. Dokumentasi gambar (disesuaikan dengan tingkat kebutuhannya) maupun tulisan, sketsa, gambar simulasi. Menguasai proses perancangan tahap Konsep dan Skematik Rancangan Minimal menghasilkan 1 (satu) dokumen Konsep beserta gambar-gambar Skematik Rancangannya Dokumentasi gambar-gambar konseptual 3D maupun 2D, diagram , sketsa, catatan-catatan diskusi dsb, bila diperlukan didukung dengan foto-foto maket studi 04 PROSES MAGANG MATERI Hal yang harus diperhatikan dalam mengisi logbook: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Seluruh pengisian logbook dilakukan pada IAI SatuData Perhatikan cara mengisi Logbook (jam kerja) Evaluasi sesuai dengan tahap pekerjaan. Selalu lengkapi dengan dokumentasi sebagai alat pembuktian (isi pada logbook). Membuat catatan pada setiap tahapan pekerjaan. Selalu melakukan pembaharuan (update) softcopy atau file dengan cara menambahkan (add file) Foto setiap kejadian atau hal-hal yang sulit dideskripsikan. Setiap tahap harus dibuat laporan tertulis disertai dokumentasi. Membuat laporan proyek dan laporan akhir magang 04 PROSES MAGANG EVALUASI 04 PROSES MAGANG logbook Isu Terkait Pendidikan Arsitektur 5 Tahun dan Magang Baru 9 Provinsi penyelenggara PPAr Sebaran Mentor – Jawa 600 500 479 400 300 269 200 197 160 100 78 49 0 IAI Banten IAI Jakarta IAI Jabar IAI Jateng Sebaran Mentor IAI DI Yogyakarta IAI Jatim Sebaran Mentor tidak merata antar provinsi Sebaran STRA – Jawa 900 816 800 700 600 500 450 400 335 300 236 200 100 140 71 0 IAI Banten IAI Jakarta IAI Jabar IAI Jateng Sebaran STRA IAI DI Yogyakarta IAI Jatim Baru 70% pemegang STRA bersedia menjadi mentor Perbandingan Mentor & Lulusan - Jawa Belum meratanya Lulusan Pendidikan Arsitektur 5 tahun dan Proporsinya dengan Mentor Jatim - 20 PT DI Yogyakarta - 11 PT Jateng - 13 PT Mobilisasi tinggi antar wilayah Jabar - 14 PT Jakarta - 22 PT Banten - 10 PT 0 200 400 Mentor 600 Lulus PPAr 800 1000 Lulus S1 1200 1400 1600 Sekian
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )