PENGARUH NILAI PANCASILA TERHADAP MAHASISWA SEBAGAI PENYUMBANG SUARA TERBANYAK DALAM PEMILIHAN UMUM DI UNISBA ANGKATAN 2023 KARYA TULIS ILMIAH Diajukan untuk Menempuh UAS Bahasa Indonesia pada Program Studi Psikologi Universitas Islam Bandung Tahun Akademik 2023/2024 Oleh : NAUFAL HAZZA ABHISTA 10050023221 KELAS F PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2024 i PRAKATA Assalamu’alaikum wr. Wb Puji Syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kita rahmat serta karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas karya ilmiah yang berjudul PENGARUH NILAI PANCASILA TERHADAP MAHASISWA SEBAGAI PENYUMBANG SUARA TERBANYAK DALAM PEMILIHAN UMUM DI UNISBA ANGKATAN 2023. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia pada semester 1 dengan dosen pengampu Ibu Ririn Sri Kuntorini, Dra., M, Hum. Penulis mengucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Ririn Sri Kuntorini, Dra., M,Hum, dan kepada semua pihak yang telah berjasa dalam membantu penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini, maka melalui kesempatan ini penulis sampaikan mudah-mudahan Allah Yang Maha Pemurah selalu memberikan pahala, nikmat, dan rahmat yang tiada taranya. Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, penulis sangat menerima kritik, saran, dan pemikiran yang sifatnya membangun dari pembaca. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini masih jaud dari kata sempurna dikarenakan masih banyak kekurangan. Akhir kata penulis berharap Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membacanya. Wa’alaikum Salam wr. wb Bandung, Desember 2023 Naufal Hazza Abhista ii ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai-nilai Pancasila terhadap peran mahasiswa sebagai penyumbang suara terbanyak dalam pemilihan umum di Universitas Islam Bandung (UNISBA) angkatan 2023. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, menggabungkan analisis data survey. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki dampak signifikan terhadap motivasi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan umum. Nilai-nilai seperti persatuan, keadilan, dan demokrasi yang tercermin dalam Pancasila memberikan landasan moral dan sosial yang memotivasi mahasiswa untuk menyumbangkan suaranya. Pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Pancasila juga memperkuat identitas nasional dan rasa tanggung jawab mahasiswa terhadap pembangunan negara. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila membentuk identitas dan peran mahasiswa dalam konteks pemilihan umum. Implikasi temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan strategi pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai Pancasila di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di UNISBA. Kata Kunci : Pemilihan umum, nilai-nilai Pancasila, penelitian. iii ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Pancasila values on the role of students as contributors to the most votes in general elections at the Islamic University of Bandung (UNISBA) class of 2023. The study was conducted using qualitative and quantitative approaches, combining survey data analysis. The results of the data analysis show that Pancasila values have a significant impact on students' motivation to actively participate in general elections. Values such as unity, justice, and democracy reflected in Pancasila provide a moral and social foundation that motivates students to contribute their votes. A deep understanding of Pancasila values also strengthens students' national identity and sense of responsibility towards the country's development. This research contributes to further understanding of how Pancasila values shape the identity and role of university students in the context of elections. The implications of these findings can be used as a basis for the development of character education strategies and the strengthening of Pancasila values in the university environment, especially at UNISBA. Keywords: General election, Pancasila values, research. iv v 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, dapat diartikan bahwa Pancasila merupakan ideologi yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia. Pancasila merupakan bentuk dari kepribadian bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pancasila yang menjadi dasar pedoman dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila penilaian bagi bangsa Indonesia dalam Penyelenggaraan bernegara. Pancasila dianggap sebagai pedoman yang setiap wakganya harus mengerti dan memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut. Dalam Pancasila terkandung banyak nilai yang dimana tekandung dalam 5 garis besar dalam kehidupan bangsa dan bernegara. Sebagai dasar republik Indonesia, nilai-nilai Pancasila sudah dimiliko oleh bangsa Indonesia dari sejak zaman dulu. Nilai-nilai yang dimaksud meliputi nilay budaya, adat-istiadat, dan regilius yang diimplementasikan pada kehidupaseharihari. Diri bangsa Indonesia melekat kuat dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila membuat bangsa Indonesia tetap teguh dan satu dalam keberagaman budaya. Karena itulah Pancasila menjadi gambaran bagi berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia. Mahasiswa memiliki peran penting yaitu tanggung jawab untuk memajukan bangsa dan negaranya. Mahasiswa merupakan lapisan masyarakat yang memiliki peluang terbesar untuk memajukan karena dianggap mampu berfikir secara rasional dan ilmiah. Mahasiswa juga berperan dalam pendidikan di bidang politik untuk mendapatkan informasi dan wawasan politik. Sehingga mahasiswa mampu berfikir secara objektif dan kritis dalam menghadapi masa depan yang ada. Mahasiswa memiliki peran untuk mengawal segala jenis kebijakan pemerintah yaang berhubungan dengan orang banyak. Mahasiswa juga disebut sebagai kelompok tengan. Posisi tengah ini memiliki arti mahasiswa berada pada posisi pertengahan antara penguasa dan masyarakat. Sehingga posisi mahasiswa 2 ini sangat strategis keteribatannya dalam kegiatan partisipasi politik, Yudha (2016: 47). Alasan mahasiswa memiliki posisi yang strategis karena anggapan umum bahwa mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Arti dari mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat adalah mahasiswa dianggap mampu menyampaikan pendapat para masyarakat kepada pemerintah. Masyarakat meyakini akan posisi mahasiswa karena anggapan bahwa mahasiswa merupakan sosok yang cocok dan siap untuk membela hak-hak dan kepentingan rakyat Yudha (2016: 68). Rendahnya partisipasi polititk mahasiswa dipengaruhi memerapa faktor seperti motivasi yang tumbuh dari diri mahasiswa, sosialisasi dan pengaruh tokoh dalam bidang politik tersebut. Posisi strategis mahasiswa yang lain juga datang dari kepercayaan para elit politik, mereka membutuhkan dukungan atau suara masyarakat untuk mendapatkan posisi teratas kuasa. Salah satu cara untuk masuk ketengah masyarakat para elit politik membutuhkan bantuan dari mahasiswa untuk mengkampanyekan diri mereka, untuk didukung oleh para masyarakat. Peran mahasiswa dalam mensosialisaikan kepada masyarakat agar memberikan suara saat pemilihan umum ini, karena disaat tersebut menjadi sangat penting. Indonesia adalah negara demokratis, salah satu bentuk yang menggambarkan negara demokratis adalah melaksanakan kegiatan pemilihan umum. Budiardjo (2010: 461) mengungkapkan bahwa dalam suatu negara demokrasi, pemilihan umum dianggap lambang, sekaligus tolok ukur dari demokrasi itu. Hasil dari pemilihan umum yang diadakan dengan kebebasan dan berpendapat dianggap mencerminkan dengan agak akurat partisipasi serta aspirasi masyarakat. Pemilihan umum merupakan acara demokrasi terbesar bagi masyarakat Indonesia, karena pada kesempatan inilah masyarakat emilih secara langsung pemimpin. Dengan pelaksanaan pemilihan umum juga memberi peluang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan keiingan untuk memilih pemimpin yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Pemilihan umum juga mmerupakan sarana bagi masyarakan untuk menaruh harapan kepada pemimpin harapan mereka untuk menjadikan kehidupan masyarakat yang lebih baik, adil, makmur,dan sejahtera. Pemilihan umum merupakan salah satu konsep utama dari proses kehendak masyarakat. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai salah satu Mitra Strategis dalam Pengawasan Pemilihan umum. Dalam sebuah proses pemilihan, partisipasi mahasiswa sebagai pemilih dan pengawal proses demokrasi adalah peran penting bagi demokrasi yang berkualitas. Hal inilah yang membuat 3 mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk mengawal jalannya proses pemerintahan setelah terpilihnya wakil rakyat (Komisi Pemilihan Umum). Pemilihan umum merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Hal ini membuat Nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam kelima sila, luar biasa untuk diamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum. Pancasila sebagai ediologi dan falsafah bangsa dan negara menjadi pemersatu dan pedoman motivasi bangsa untuk menggapai cita-cita guna mewujudkan kehidupan yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan (Komisi Pemilihan Umum). Pemilihan Umum merupakan suatu sarana demokrasi yang juga menjadi salah satu cita-cita dari pancasila dan bukan hanya sekedar semboyan namun harus dilaksanakan untuk menghindari perpecahan dala negara. Namun dalam keadaan asli pada tahun penyelenggaraan pemilihan umum atau tahun politik, banyak terjadi pertentangan diantara masyarakat ataupun mahasiswa yang berakibat konflik antar masyarakat maupun mahasiswa karena perbedaannya pilihan (Aspinall, 2011; Perloff, 2021) Karya tulis ilmiah ini membahas tentang nilai Pancasila terhadap mahasiswa sebagai penyumbang suara terbanyak dalam pemilihan umum. Mahasiswa sebagai agen perubahanmemiliki tanggung jawab untuk memahami nilai-nilai Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, temasuk dalam proses pemilihan umum. Dalam karya tulis ilmiah ini, saya akan membahas tentang bagaimana mahasiswa dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam proses pemilihan umum, serta bagaimana mahasiswa dapat berkonstribusi dalam pengawasan pemilihan umum. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan yang telah ditulis dalam latar belakang, maka penulis membagi rumusan masalah sebagai berikut: 1. Seberapa pengaruhkah pemahaman nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan mahasiswa Universitas Islam Bandung? 2. Seberapa penting nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam pemilihan umum? 4 3. Sejauh mana pemahaman nilai-nilai Pancasila mempengaruhi mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam pemilihan umum? 1.3 Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penulis menentukan tujuan penelitian yaitu sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh nilai-nilai Pancasila terhadap kehidupan mahasiswa Universitas Islam Bandung. 2. Untuk mengetahui pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa Universitas Islam Bandung. 3. Untuk mengetahui pemahaman nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi mahasiswa Universitas Islam Bandung dalam pemilihan umum 1.4 Manfaat Penelitian Berdasarkan pemapara yang telah ditulis dalam latar belakang, rumususan masalah dan tujuan penelitian, maka penelitian ini memberikan beberapa manfaan penelitian yang didapatkan, antara lain: 1. Dapat memebrikan pemahaman yang lebih baik mengenai peran mahasiswa dalam pemilihan umum dan bagaimana nilai Pancasila dapat membantu mahasiswa dalam menjalankan perannya. 2. Dapat memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh mahasiswa sebagai penyumbang suara terbanyak dalam pemilihan umum. 5 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Pengaruh Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pengaruh merupakan daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang. Adapun beberapa definisi pengaruh menurut para ahli diantaranya oleh Wiryanto pengaruh merupakan tokoh formal dan informal di masyarakata yang memiliki ciri-ciri inovatif, kompeten dan eksesibel dibandinkan dengan pihak yang dipengaruhi (2012). Pengaruh menurut Norman Barry, pengaruh merupakan kekuasaan untuk melakukan sesuatu dengan cara tertentu sehingga dapat mendorong untuk melakukan pergerakan (2020:1). Albert R. Roberts dan Gilbert juga mendifinisikan pengaruh merupakan wajah kekuasaan yang diperoleh oleh orang saat tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Adapun Batram Johannes Otto Schirieke yang menyatakan bahwa pengaruh merupakan bentuk dari suatu kekuasaan yang tidak dapat diukur kepastiannya. Kemudian Badudu dan Zein, mereka mengatakan pengaruh merupakan kekuatan yang menyebabkan sesuatu menjadi terjadi, sesuatu yang dapat membentuk atau mengubah sesuatu yang lain, tunduk atau mengikuti karena kuasa atu kekuatan orang lain (2001:1031). Dari beberapa pengertian pengaruhmaka dapat disimpulkan bahwa pengaruh merupakan suatu hal yang dilakukan dalam bentuk tindakan atau keadaan yang dapat mendorong untuk mengubah atau membentuk suatu keaadan baru dan berbeda. 2.2 Definisi Nilai Pancasila Nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup yang perlu diterapkan untuk meningkatkan karakter bangsa yang semakin menurun. Pancasila merupakan gambaran kritis dan rasional sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya secara mendasasar dan menyeluruh. Tetapi asumsi bahwa usaha menyeragamkan ideologi penting demi menciptakan stabilitas dan memperkuat kohesi masyarakat adalah menyesatkan (Pusat Studi Pancasila UGM, 2004:1). Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila merupakan jiwa kepribadian, dan pandangan hidup masyarakat 6 di wilayah nusantara sejak dahulu (FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2008:1-8). Oleh karena itu pendidikan karakter bertujuan mengembangkan nilai-nilai yang membentuk karakter bangsa yaitu Pancasila yang meliputi: 1. Mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia berhati baik, berpikiran baik dan berprilaku baik. 2. Membangun bangsa yang berkarakter Pancasila. 3. Mengembangkan potensi warga negara agar memiliki sikap percaya diri, bangga pada bangsa dan negaranya serta mencintai umat manusia. (Kemdiknas, Panduan Pelaksanaan Pendidikan Karakter, 2011:1). 2.2.1 Definisi Nilai Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) nilai merupakan prisip atau keyakinan yang dianggap benar dan baik oleh seseorang atau kelompok masyarakat. Adapun beberapa definisi pengaruh menurut para ahli diantaranya oleh Thames dan Thomson nilai merupakan bagian penting dair pengalama yang mempengaruhi perilaku individu. Nilai meliputi sikap individu, sebagai standar bagi tindakan dan keyakinan. Nilai dipelajari dari keluarga, budaya, dan orangorang disekitar individu (Sri Lestari, 2012:77). Nilai menurut Scheler, nilai merupakan kualitas yang tidak tergantung pada benda. Benda adalah sesuatu yang bernilai. Ketidaktergantungan ini mencakup setiap bentuk empiris (Risieri Frondizi, 2001). Kemudian Kaelan, dia mengatakan nilai adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek, sesuatu itu mengandung nilai artinya ada sifat atau kualitas yang melekat pada sesuatu (Kaelan, 2010:87). Dari beberapa pengertian nilai dapat disimpulkan bahwa nilai merupakan suatu standar atau ukuran yang kita gunakan untuk mengukur satuan, harga, dan tinggi rendahnya hal tersebut. Tidak hanya materi atau benda saja yang memiliki nilai, tetapi ide dan konsep juga dapat menjadi nilai, sama halnya seperti pendidikan, sosial, kejujuran, dan keadilan. Nilai sebagai kata benda konkret. Nilai di sini merupakan sebuah nilai atau nilai-nilai yang sering dipakai untuk merujuk kepada sesuatu yang bernilai, seperti nilainya, nilai dia, dan sistem nilai. Kemudian dipakai untuk apa-apa yang memiliki nilai atau bernilai sebagaimana berlawanan dengan apa-apa yang tidak dianggap baik atau bernilai. 7 2.2.2 Definisi Pancasila Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Pancasila merupakan dasar negara serta falsafah bangsa dan negara Republik Indonesia. Secara estimologis istilah “Pancasila” berasal dari bahasa Sansekerta. Soekarno berpendapat lebih senang disebut sebagai ‘penggali’ Pancasila karena sejatinya Pancasila merupakan rumusan untuk mewadahi nilai yang tumbuh dna berkembang di bumi Nusantara dalam rangkaian sila yang kemudian disebut sebagai Pancasila (Soekarno, 2006). Menurut Muhammad Yamin, dalam bahasa sansekerta Pancasila memiliki 2 arti yang dimana panca artinya “lima” dan syiila dengan vokal I panjang artinya “peraturan tingkah laku yang baik, yang penting atau yang senonoh”. Karena hal tersebut “Panca Syila” memiliki makna “dasar yang memiliki makna lima unsur” (Kaelan, 2010). Menurut Syamsudin, Pancasila merupakan pandahan hidup yang telah tertanan dalam kepribadian bangsa sebagai dasar negara yang mengatur hidup ketatanegaraan (2009:14). Pancasila menurut Hamid Darmadi, Pancasila sebagai dasar negara merupakan tanda Pancasila berperan sebagai landasan dan dasar bagi pelaksanaan pemerintahan dalam pembentukan peraturan, serta mengatur penyelenggaraan negara (2017:4). Moh. Mahfud MD dengan mengutip istilah Fred W. Riggs bahwa Pancasila merupakan suatu rangkaian nilai yang prismatik, yaitu suatu rangkaian nilai ‘yang terkadang’ terlihat bertentangan tetapi sejatinya merupakan satu kesatuan dan saling melengkapi (Md, 2007). Yudi Latif berpendapat bahwa Pancasila sebagai ideologi negara secara operasional tidak bergerak dalam ruang vakum, melainkan ikut bergerak dan terpengaruh dinamika perkembangan zaman (2018:176). Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan , dan keadilan (Siin, 2017). Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang memiliki kebenaran bersifat universal (Asmaroini, 2016). Pancasila sebagai dasar negara memiliki kebenaran yang diterima dan diyakini oleh para penyelenggara negara dan seluruh rakyat Indonesia. 2.3 Definisi Mahasiswa Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah mereka yang sedang belajar di perguruan tinggi (Poerwadarminta, 2005). Dalam peraturan pemerintah RI No. 30 tahun 1990 mahasiswa merupakan pererta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan 8 sifat yang cenderung melekat pada diri setiap mahasiswa, yang merupakan prinsip yang saling melengkapi (Siswoyo, 2007: 121). Mahasiswa merupakan seseorangyang sedang dalam fase pembelajaran dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu bentuk perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas (Hartaji, 2012). Mahasiswa adalah individu yang belajar dan menekuni disiplin ilmu yang ditempuhnya secara mantap, dimana didalam menjalani serangkaian kuliah itu sangat dipengaruhi oleh kemampuan mahasiswa itu sendiri, karena pada kenyataannya diantara mahasiswa ada yang sudah bekerja atau disibukan oleh kegiatan organisasi kemahasiswaan (Ganda, 2004). Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan mahasiswa merupakan seorang atau individu yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi. 2.4 Definisi Pemilihan Umum Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pemilihan umum atau yang biasa disebut pemilu merupakan pemilihan yang dilakukan serentak oleh seluruh rakyat suatu negara untuk memilih wakil rakyat. Pemilihan umum adalah syarat minimal bagi adanya demokrasi dan diselenggarakan dengan tujuan memilih wakil rakyat, wakil rakyat, dan presiden untuk membentuk pemerintahan demokratis (Soedarsono, 2005:1). Ibnu Tricahyo (2009:6), berpendapat pemilihan umum merupakan instrumen mewujudkan kedaulatan rakyat yang bermaksud memebentuk pemerintahan yang absah serta sarana mengartikulasikan aspirasi dan kepentingan rakyat. Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan pemilihan umum merupakan proses pemilihan wakil rakyat, dan sebagainya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat. Adapun Morrisan yang menyatakan bahwa pemilihan umum adalah cara atau sarana untuk mengetahui keinginan rakyat tentang arah dan kebijakan negara (2005:17). Kemudian Sarbaini menyatakan bahwa pemilihan umum merupakan arena pertarungan untuk mengisi jabatan politik di pemerintahan yang dilakukan menggunakan cara pemilihan yang dilakukan menggunakan cara pemilihan yang dilakukan oleh warga negara bersyarat (2015:107). Secara umum pemilihan umum merupakan cara yang dilakukan oleh masyarakat untuk memilih pemimpin atau wakil mereka di pemerintahan dan dapat disebut sebagai hak masyarakat sebagai warga negara untuk memilih. Dilihat dari pernyataan diatas beberapa sebab pentingnya pemilihan umum antara lain adalah aspirasi rakyat cenderung berubah, kondisi kehidupan rakyat berubah, pertambahan penduduk dan regulasi kepemimpinan. Pemilihan umum menjadi tempan untuk manyampaikan aspirasi 9 rakyat. Kondisi kehidupan rakyat cenderung berubah dan memerlukan adanya yang mewadahi dan mengatur melalui proses pemilihan umum. 2.5 Definisi Kajian Islam Kajian Islam atau Studi Islam secara bahasa merupakan gabungan dari dua kata yaitu studi dan islam. Kata studi sendiri memiliki banyak arti, salah satunya studi berasal dari bahasa Inggris yaitu Study yang memiliki arti mengkaji atau belajar. Kata Islam sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu kata salima dan aslama. Salima memiliki arti selamat, tunduk dan terserah. Aslama memiliki arti kepatuhan, ketundukan, dan berserah. Kajian Islam secara Terminologi (istilah) menurut Tim Penulis IAIN Sunan Ampel menyampaikan merupakan rumusan definisi Studi Islam sebagai “kajian secara sistematis dan terpadu untuk mengetahui, memahami dan menganalisis secara mendalam hal-hal yang berkaitan dengan agama Islam, baik yang menyangkut sumber-sumber ajaran Islam, pokok-pokok ajaran Islam, sejarah Islam, maupun realitas pelaksanaannya dalam kehidupan” (Pengantar Studi Islam, 2012:1). Syamsul Arifin, dengan merujuk Nur A. Fadhil Lubis, memberikan pengertian Studi Islam sebagai “usaha untuk mempelajari halhal yang berhubungan dengan agama Islam melalui berbagai bentuk empirisnya, serta ajaran-ajaran idealnya” (Yogyakarta: SIPRESS, 1996:85). Dalam Kajian Islam yang dijadikan rujukan atau sasaran kajian adalah agama Islam. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa Kajian Islam merupakan suatu usaha mendalami agama Islam dari berbagai aspek. Dala 10 BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN 3.1 Fenomena Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap KPU pemilihan umum pada tahun 2019 terdapat pemilih muda milenial yang biasanya berada di tingkat mahasiswa dengan jumlah terbanyak dalam sejara yaitu 34,2%. Pemilih milenial tergolong ke dalam jenis pemilih rasional dan kritis. Peran generasi muda apalagi mahasiswa saat itu penting terhadap persoalan bangsa. Saat memasuki tahun politik, mahasiswa menjadi target pasar suara oleh partai politik. Berdasarkan data Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun 2019 jumlah mahasiswa di Indonesia sekitar 7,3 juta merupakan jumlah yang signifikan secara kuantitatif. Pemilih muda dalam pemilihan umum, mereka berada dalam rasa antusiasme dan apatisme. Pada satu sisi bersemangat akan adanya pemilihan umum dan mencari informasi tentang peimilihan umum, khususnya melalui media sosial. Namun belum tentu rasa antusiasme tersebut dapat mengikuti kenyataan dengan perilaku politiknya bahkan tidak sedikit kalangan pemilih pemula, termasuk mahasiswa, lebih memilih tidak memberikan hak suaranya alias Golput. Untuk menghindari terjadinya politisasi terhadap pemilih muda, minimnya pemahaman terkain pemilihan umum, dan sebagainya yang tidak diinginkan, KPU sebagai lembaga penyelenggara harus lebih banyak melakukan literasi politik dengan cara melakukan pendidikan pemilih muda agar menjadi pemilih cerdas. Untuk menjadi pemilih yang cerdas, ini yang perlu dilakukan para pemilih muda: 1. Memastikan individu sudah terdaftar sebagai pemilih. Untuk yang tidak terdaftar bisa melapor untuk dimasukan ke daftar pemilih hasil perbaikan (DPTHP). 2. Mengetahui atau lebih mengenal para calon dengan mencari informasi dan mempelajari gerakan yang sudah dilakukan setiap calon yang akan dipilih. 3. Selalu waspada akan hoax atau informasi palsu yang tidak tahu kejelasannya. 4. Jangan mudah terprovokasi atau menerima informasi secara mentah hingga menyebarluaskan. 11 3.2 Analisis Data 3.2.1 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 1 Tabel 1. Distribusi jawaban kusioner nomer 1 Jenis Kelamin Laki-laki 58,9% Perempuan 41,1% Diagram 1. Distribusi jawaban kusioner nomer 1 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 respon. Berdsarkan data tersebut terdapat 58,9% responden merupakan laki-laki dan 41,1% responden merupakan perempuan. 3.2.2 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 2 Tabel 2. Distribusi jawaban kusioner nomer 2 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 55,6% 41,1%% 2,4% 0,8% Sangat Tidak Setuju 0% 12 Diagram 2. Distribusi jawaban kusioner nomer 2 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 55,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 41,1% responden memilih setuju, kemudian 2,4% memilih netral, sisanya 0,8% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (55,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (2,4%) memilih netral dan (2,4%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkata 2023 sudah memahami nilai-nilai Pancasila. 3.2.3 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 3 Tabel 4. Distribusi kusioner jawaban nomer 3 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 53,2% 42,7% 1,6% 2,4% Sangat Tidak Setuju 0% 13 Diagram 4. Distribusi kusioner jawaban nomer 3 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 53,2% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 42,7% responden memilih setuju, kemudian 1,6% memilih netral, sisanya 2,4% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (53%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (1,6%) memilih netral dan (2,4%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. 3.2.4 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 4 Tabel 3. Distribusi jawaban kusioner nomer 4 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 54,8% 42,7% 0,8% 1,6% Diagram 3. Distribusi jawaban kusioner nomer 4 Sangat Tidak Setuju 0% 14 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 55,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 41,1% responden memilih setuju, kemudian 2,4% memilih netral, sisanya 0,8% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (55,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila penting terhadap kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (2,4%) memilih netral dan (0,8%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilainilai Pancasila penting dalam kehidupan mahasiswa. 3.2.5 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 5 Tabel 5. Distribusi kusioner jawaban nomer 5 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 50% 33,9% 0,8% 15,3% Diagram 5. Distribusi kusioner jawaban nomer 5 Sangat Tidak Setuju 0% 15 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 50% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 33,9% responden memilih setuju, kemudian 0,8% memilih netral, sisanya 15,3% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (50%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (0,8%) memilih netral, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya partisipasi mahasiswa penting dalam pemilihan umum. 3.2.6 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 6 Tabel 6. Distribusi kusioner jawaban nomer 6 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 55,6% 39,5% 1,6% 3,2% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 6. Distribusi kusioner jawaban nomer 6 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 55,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 39,5% responden memilih setuju, kemudian 1,6% memilih netral, sisanya 3,2% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (55,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (1,6%) memilih netral dan (3,2%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya 16 mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyumbang terbanyak dalam pemilihan umum. 3.2.7 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 7 Tabel 7. Distribusi kusioner jawaban nomer 7 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 55,6% 39,5% 0,8% 4% Sangat Tidak Setuju 0% Distribusi 7. Distribusi kusioner jawaban nomer 7 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 55,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 39,5% responden memilih setuju, kemudian 0,8% memilih netral, sisanya 4% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (55,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (0,8%) memilih netral dan (4%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih calon. 17 3.2.8 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 8 Tabel 8. Distribusi jawaban kusioner nomer 8 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 54,8% 39,5% 3,2% 2,4% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 8. Distribusi kusioner jawaban nomer 8 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 54,8% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 39,5% responden memilih setuju, kemudian 3,2% memilih netral, sisanya 2,4% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (54,8%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (3,2%) memilih netral dan (2,4%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 yakin terhadap calon yang mengedepankan nilai-nilai pancasila. 3.2.9 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 9 Tabel 9. Distribusi kusioner jawaban nomer 9 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 55,6% 37,1% 5,6% 1,6% Sangat Tidak Setuju 0% 18 Tabel 9. Distribusi kusioner jawaban nomer 9 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 55,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 37,1% responden memilih setuju, kemudian 5,6% memilih netral, sisanya 1,6% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (55,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (5,8%) memilih netral dan (1,6%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 yakin akan memilih calon yang mewakili nilai-nilai Pancasila. 3.2.10 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 10 Tabel 10. Distribusi jawaban kusioner nomer 10 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 54,8% 39,5% 2,4% 3,2% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 10. Distribusi kusioner jawaban nomer 10 19 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 54,8% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 39,5% responden memilih setuju, kemudian 2,4% memilih netral, sisanya 3,2% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (54,8%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (2,4%) memilih netral dan (3,2%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 merasa nilainilai Pancasila mempengaruhi keputusan dalam memilih calon. 3.2.11 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 11 Tabel 11. Ditribusi jawaban kusioner nomer 11 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 50,8% 40,3% 4,8% 4% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 11. Distribusi kusioner jawaban nomer 11 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 50,8% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 40,3% responden memilih setuju, kemudian 4,8% memilih netral, sisanya 4% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (50,8%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (4,8%) memilih netral dan (4%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya 20 nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 merasa pemilihan umum dapat menjadi saran untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. 3.2.12 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 12 Tabel 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 12 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 50,8% 41,2% 2,4% 5,6% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 12 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 50,8% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 41,1% responden memilih setuju, kemudian 2,4% memilih netral, sisanya 5,6% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (50,8%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (2,4%) memilih netral dan (5,6%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 merasakan ada hubungan antara nilai-nilai Pancasila dan pemilihan umum. 21 3.2.13 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 13 Tabel 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 13 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 51,6% 30,6% 5,6% 12,1% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 13 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 51,6% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 30,6% responden memilih setuju, kemudian 5,6% memilih netral, sisanya 12,1% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (51,6%) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (5,6%) memilih netral dan (12,1%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya kurangnya pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon. 22 3.2.14 Tabel dan Diagram Distribusi Jawaban Kuesioner Nomor 14 Tabel 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 14 Sangat Setuju Setuju Netral Tidak Setuju 54,8% 30,6% 2,4% 12,1% Sangat Tidak Setuju 0% Diagram 12. Distribusi kusioner jawaban nomer 14 Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 124 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat 54,8% responden yang sangat setuju dengan pernyataan diatas, 30,6% responden memilih setuju, kemudian 2,4% memilih netral, sisanya 12,1% memilih tidak setuju. Dilihat dari persentasi dari data responden (54,8% %) menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan mereka sebagai mahasiswa. Meskipun ada jumlah responden yang (2,4%) memilih netral dan (12,1%) memilih tidak setuju, persentase ini relatif kecil. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilai-nilai Pancasila mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Maka dapat disimpulkan mayoritas mahasiswa UNISBA angkatan 2023 percaya nilainilai Pancasila dapa membantu dalam memilih calon. 23 3.2.15 Pertanyaan terbuka (essai) kesatu “Apakah nilai-nilai pancasila berpengaruh terhadap peran mahasiswa sebagai penyumbang terbanyak dalam pemilihan umum?Jelaskan!” Berdasarakan data yang diperoleh, dapat beberapa analisis terkait nilainilai Pancasila mempengaruhi peran mahasiswa dalam pemilihan umum. Berikut adalah beberapa hasil analisis yang muncul secara konsisten oleh para responden: 1. Hubungan nilai-nilai Pancasila dengan peran mahasiswa dalam pemilihan umum: Banyak responden menyatakan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai mahasiswa yang memiliki pola pikir kritis dan rasional dapat membuat keputusan dengan baik dan menggunakan hak memilih sebaikbaiknya. 2. Peran aktif mahasiswa sebagai penyumbang terbanyak: Banyak responden yang berpendapan mahasiswa memiliki peran penting karena memiliki potensi terhadap penyumbangan suara terbanyak dalam pemilihan umum. Dengan banyaknya mahasiswa yang berperan aktif dapat membentuk demokrasi dan kepemimpinan yang bisa mewakili dan menginterpretasikan nilai nilai pancasila ke kehidupan. 3. Pelaksanaan pemilihan: Banyak responden berpendapat mahasiswa harus memilih secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Karena mahasiswa atau kalangan muda memiliki peran sebagai penyumbang terbanyak pada pemilihan umum. 4. Hubungan pemilihan umum dengan kehidupan mahasiswa: Sebagian responden menyatakan dengan menjalankan pemilihan umum ini dengan baik dapat membantu kehidupan sebagai mahasiswa seperti bersikap juju dan memiliki keyakinan atas apa yang dipilih. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa mahasiswa UNISBA angkatan 2023 merasa nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu faktor cukup penting dalam pemilihan umum, dan juga menjadi hal yang menjadi pendirian dalam kehidupan sebagai mahasiswa. 3.3 Hasil Penelitian Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan melalui kuisioner “Pengaruh Nilai Pancasila Terhadap Mahasiswa dan Remaja Sebagai Penyumbang Terbanyak Dalam Pemilihan Umum di UNISBA angkatan 2023”. Berdasarkan data yang sudah diperoleh terdapat informasi bahwa mahasiswa 24 UNISBA angkatan 2023 sangat setuju nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi mahasiswa dalam pemilihan umum. Berdasarkan penelitian dan data yang ada menunjukan mahasiswa UNISBA angkatan 2023 mayoritas responden percaya bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran tersendiri terhadap mahasiswa dalam pemilihan umum. Responden juga mengetahui bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam membangun diri sendiri di berbagai aspek dalam kehidupan sebagai mahasiswa. Meskipun mereka mengetahui bahwa nilai-nilai Pancasila penting bagi kehidupan sebagai mahasiswa tetapi banyak dari mereka yang tidak menerapkan di kehidupan sehari-hari. 3.3.1 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 1 Berdasarkan tabel dan diagram yang terdapat pada bagian 3.2.1 hasil data jenis kelami responden yang dikumpulkan melalui kuisioner yang telah disebar, dapat disimpulkan bahwa dari 124 responden yang mengisi, terdapat perbedaan antara jumlah responden laki-laki dan perempuan. Dengan jumlah laki- laki 58,9% (73 responden) dan perempuan berjumlah 41,1% (51 responden). Dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai Pancasila berpengaruh terhadap mahasiswa dalam pemilihan umum oleh mahasiswa UNISBA angkata 2023, terutama pada populasi laki-laki yang lebih dominan. 3.3.2 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 2 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (96,7%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya merasa sudah memahami nilai-nilai Pancasila”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.2: Mayoritas responden (55,6%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden sudah memahami nilai-nilai Pancasila. Mayoritas responden dilihat dengan (96,7%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa sudah paham akan nilai-nilai Pancasila. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (2,4%) dan tidak setuju (0,8%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini 25 menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa belum memahami nilai-nilai Pancasila. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran tentang pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila. Dengan pemahaman mengenai nilainilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Namun, tidak semua mahasiswa sudah memahami nilai-nilai Pancasila tersebut. Oleh karena itu, peningkatan nilai-nilai Pancasila kepada mahasiswa mungkin dapat meningkatkan peran mahasiswa dalam pemilihan umum. 3.3.3 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 3 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (95,9%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya merasa Nilai-nilai Pancasila mempengaruhi Anda sebagai mahasiswa”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.3: Mayoritas responden (52,4%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden merasa nilai-nilai Pancasila mempengaruhi mereka sebagai mahasiswa. Mayoritas responden dilihat dengan (95,9%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa merasa nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi sebagai mahasiswa. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (2,4%) dan tidak setuju (1,6%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa nilainilai pancasila tidak mempengaruhi sebagai mahasiswa. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran tentang apakah nilainilai Pancasila mempengaruhi mereka sebagai mahasiswa. Dengan pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi kehidupan sebagai mahasiswa. Namun, tidak semua mahasiswa merasa nilai-nilai Pancasila mempengaruhi mereka sebagai mahasiswa. Oleh karena itu, perlu meningkatkan penilaian terhadap nilai-nilai Pancasila, ini dapat membantu meningkatkan penilaian kepada diri sendiri dan orang lain dalam kehidupan sebagai mahasiswa. 26 3.3.4 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 4 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (97,5%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya nilai-nilai Pancasila penting dalam kehidupan mahasiswa”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.4: Mayoritas responden (54,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya bahwa nilai-nilai Pancasila penting dalam kehidupan mahasiswa. Mayoritas responden dilihat dengan (97,5%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa percaya nilai-nilai Pancasila penting dalam kehidupan sebagai mahasiswa. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (0,8%) dan tidak setuju (1,6%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa nilainilai pancasila tidak penting bagi kehidupannya sebagai mahasiswa. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran tentang apakah nilainilai Pancasila penting bagi mereka sebagai mahasiswa. Pemahaman tentang percaya atau tidaknya nilai-nilai Pancasila bagi kehidupan mahasiswa itu memang kehendak dari individu itu sendiri. Namun, dengan percaya nilai-nilai pancasila penting dalam kehidupan mereka akan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut untuk meningkatkan diri. Oleh karena itu, perlu percaya terhadap nilai-nilai Pancasila, ini dapat membantu meningkatkan diri untuk berpikir kritis dan rasional pada pemilihan umum. 3.3.5 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 5 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (83,9%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya partisipasi mahasiswa penting dalam pemilihan umum”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.5: Mayoritas responden (50%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya partisipasi 27 mahasiswa penting dalam pemilihan umum. Mayoritas responden dilihat dengan (83,9%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa percaya nilai-nilai Pancasila penting dalam kehidupan sebagai mahasiswa. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (0,8%) dan tidak setuju (15,6%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa partisipasi mahasiwa kurang atau tidak penting dalam pemilihan umum. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden merasa partisipasi mahasiswa penting dalam pemilihan umum. Hal ini perlu diyakini oleh mahasiswa terhadap partisipasi mahasiswa dengan pemilihan umum, Supaya mahasiswa sadar bahwa mereka memiliki peran penting dalam pemilihna umum karena menjadi penyumbang terbanyak 3.3.6 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 6 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (95,1%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyumbang terbanyak dalam pemilihan umum”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.6: Mayoritas responden (55,6%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyumbang terbanyak dalam pmilihan umum. Mayoritas responden dilihat dengan (95,1%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa percaya mahasiswa memiliki peran penting sebagai penyumbang terbanyak dalam pmilihan umum. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (1,6%) dan tidak setuju (3,2%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa mahasiswa tidak memiliki peran penting dalam pemilihan umum. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya memiliki peran penting sebagai penyumbang terbanyak dalam pmilihan umum. 28 3.3.7 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 7 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (95,1%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.7: Mayoritas responden (55,6%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon. Mayoritas responden dilihat dengan (95,1%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa percaya nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (0,8%) dan tidak setuju (4%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa nilai-nilai Pancasila tidak mempengaruhi keputusan dalam memilih calon. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya bahwa nilai-nilai Pancasila dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih calon. 3.3.8 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 8 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (94,3%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya yakin terhadap calon yang mengedepankan nilainilai Pancasila dalam kampanye mereka”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.8: Mayoritas responden (54,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden yakin terhadap calon yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kampanye mereka. Mayoritas responden dilihat dengan (94,3%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa yakin terhadap calon yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kampanye mereka. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (3,2%) dan tidak setuju (2,4%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa 29 akan memilih calon yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kampanye mereka. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya bahwa yakin atau merasa bahwa akan memilih calon yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dalam kampanye mereka. 3.3.9 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 9 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (92,7%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya yakin akan memilih calon yang mewakili nilainilai Pancasila”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.9: Mayoritas responden (55,6%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden yakin akan memilih calon yang mewakili nilai-nilai Pancasila. Mayoritas responden dilihat dengan (92,7%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa yakin akan memilih calon yang mewakili nilai-nilai Pancasila. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (5,6%) dan tidak setuju (1,6%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak akan memilih calon yang mewakili nilai-nilai Pancasila. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya bahwa yakin atau merasa yakin akan memilih calon yang mewakili nilainilai Pancasila. 3.3.10 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 10 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (94,3 %) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya merasa nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.10: 30 Mayoritas responden (54,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden merasa nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon. Mayoritas responden dilihat dengan (94,3 %), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa merasa nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (2,4%) dan tidak setuju (3,2%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak merasa nilai-nilai Pancasila akan memengaruhi keputusan dalam memilih calon. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya atau merasa yakin nilai-nilai Pancasila memengaruhi keputusan dalam memilih calon. 3.3.11 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 11 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (91,1%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya melihat pemilihan umum sebagai sarana untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.11: Mayoritas responden (50,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden melihat pemilihan umum sebagai sarana untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. Mayoritas responden dilihat dengan (91,1%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa melihat pemilihan umum sebagai sarana untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (4,8%) dan tidak setuju (4%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak melihat pemilihan umum sebagai sarana untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya atau merasa melihat pemilihan umum sebagai sarana untuk meningkatkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus. 31 3.3.12 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 12 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (91,9%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya melihat hubungan antara Nilai-nilai pancasila dan pemilihan umum”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.12: Mayoritas responden (50,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden melihat hubungan antara Nilai-nilai pancasila dan pemilihan umum. Mayoritas responden dilihat dengan (91,9%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa melihat hubungan antara Nilai-nilai pancasila dan pemilihan umum. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (2,4%) dan tidak setuju (5,6%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak melihat hubungan antara Nilai-nilai pancasila dan pemilihan umum. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya atau merasa melihat hubungan antara Nilai-nilai pancasila dan pemilihan umum. 3.3.13 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 13 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (82,2%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya kurangnya pengetahuan mengenai nilainilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.13: Mayoritas responden (51,6%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya kurangnya pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon. Mayoritas responden dilihat dengan (82,2%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa percaya kurangnya pengetahuan mengenai nilainilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon. 32 Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (5,6%) dan tidak setuju (12,1%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak percaya kurangnya pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya atau merasa kurangnya pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila mempengaruhi dalam memilih calon. 3.3.14 Hasil Analisis Kuesioner Nomor 14 Berdasarkan tabel dan diagram hasil dari data yang diberikan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden (85,4%) cenderung sangat setuju atau setuju dengan pernyataan “Saya percaya nilai-niai Pancasila dapat membantu dalam memilih calon”. Berikut hasil analisis yang dihasilkan penulis berdasarkan tabel 3.2.14: Mayoritas responden (54,8%) menyatakan bahwa mereka “sangat setuju” dengan pernyataan tersebut, menunjukan responden percaya nilai-niai Pancasila dapat membantu dalam memilih calon. Mayoritas responden dilihat dengan (85,4%), responden memilih sangat setuju atau setuju menunjukan bahwa percaya nilai-niai Pancasila dapat membantu dalam memilih calon. Meskipun terdapat responden yang memilih opsi netral (2,4%) dan tidak setuju (12,1%) yang tergolong kecil, tetapi tetap perlu diperhatikan. Ini menunjukan bahwa ada sebagian responden yang tidak yakin atau merasa bahwa tidak percaya nilai-niai Pancasila dapat membantu dalam memilih calon. Hasil analisis ini memberikan informasi gambaran bahwa responden percaya atau merasa nilai-niai Pancasila dapat membantu dalam memilih calon. 3.4 Kajian Islam Pemilihan umum (Pemilu) seringkali dimaknai sebagai pesta demokrasi. Pemilihan umum menjadi bagian penting sebagai standar dan/atau kriteria awal apakah sebuah negara dikategorikan demokratis atau non-demokratis. Syarat negara demokratis, yang di dalamnya termasuk adanya pergantian pemimpin secara berkala, menuntut untuk perlu diadakan pemilihan umum secara rutin 33 dalam kurun waktu tertentu pula. Namun sebenarnya, momentum pemilihan umum dapat dimaknai lebih dari sekadar memilih dan/atau merotasi pemimpin. Pemilu adalah salah satu langkah awal dalam upaya melakukan transformasi dan perbaikan secara struktural demi tercapainya tujuan-tujuan mulia berbangsa dan bernegara menggunakan instrumen kekuasaan rakyat. Sejalan dengan hal itu, jika dikaitkan dengan konteks keumatan Islam, maka pemilihan umum harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi, sekaligus upaya pembenahan dan perbaikan, serta perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi kepentingan dan aspirasi umat Islam. Seperti yang Allah jelaskan dalam al-Quran surat Asysyura Ayat 38: ُ ص ٰلوة َ َوا َ ْم ُر ُه ْم َش ْو ٰرى بَ ْينَ ُه ْم َومِ َّما َرزَ ْق ٰن ُه ْم يُ ْن ِفقُ ْون َّ َوالَّ ِذيْنَ ا ْست َ َجاب ُْوا ل َِر ِب ِه ْم َواَقَا ُموا ال Artinya: dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka, Ada juga surat An-Nisa ayat 58: اس ا َ ْن ِ ّللاَ َيأ ْ ُم ُر ُك ْم ا َ ْن ت ُ َؤدُّوا ْاْلَمٰ ٰن ٰ ا َِّن ِ َّت ا ِٰلٰٓى ا َ ْه ِل َها َواِذَا َح َك ْمت ُ ْم َبيْنَ الن ُ ّللاَ ِن ِع َّما َي ِع صي ًْرا ٰ ظ ُك ْم ِبه ۗ ا َِّن ٰ تَحْ ُك ُم ْوا ِب ْال َع ْد ِل ۗ ا َِّن ِ س ِم ْيعًا َب َ َّللاَ َكان Artinya: Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. Tentang pemilu, terdapat beberapa pandangan dari para ulama Islam. Menurut fatwa nomor 14676 yang terdapat dalam Majmu’ Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, yang ditandatangani oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz (ketua), Syaikh Abdurrazaq ‘Afifi (wakil ketua) dan Syaikh Abdullah Ghuddayan (anggota), wajib bagi kaum Muslimin di negara yang tidak berhukum dengan syari’at Islam untuk mengerahkan usahanya dan apapun yang mereka mampu untuk berhukum dengan syariat Islam. Dan (wajib pula bagi mereka) untuk bersatu padu mendukung partai yang diketahui partai tersebut akan berhukum dengan syari’at Islam. Adapun mendukung pihak-pihak yang mengajak untuk tidak menerapkan syari’at Islam, maka ini tidak boleh. Bahkan bisa menyeret pelakunya kepada kekufuran, sebagaimana firman Allah Ta’ala : 34 َّ َوأ َ ِن احْ ُك ْم بَ ْينَ ُه ْم بِ َما أ َ ْنزَ َل ّللاُ َو َْل تَتَّبِ ْع أهواء ُه ْم َّ ُّللاُ إِلَيْكَ فَإِ ْن ت ََولَّ ْوا فَا ْعلَ ْم أَنَّ َما ي ُِريد َّ ض َما أ َ ْنزَ َل ض ِ ُصيبَ ُه ْم بِبَ ْع ِ ع ْن بَ ْع َ ََواحْ ذَ ْر ُه ْم أ َ ْن يَ ْفتِنُوك ِ ّللاُ أ َ ْن ي َاس لَفَا ِسقُون ِ َِّيرا مِ نَ الن ً ذُنُوبِ ِه ْم َوإِ َّن َكث. Pemilu bukanlah berasal dari Islam, demokrasi juga bukan berasal dari Islam, tetapi ia berasal dari falsafah Yunani. Di antara sistem demokrasi adalah yang suara terbanyak ialah yang menang. Ini tentu saja bertabrakan dengan Islam. Sistem di dalam Islam ialah musyawarah . Namun, sebagai warga negara Indonesia, kita harus merujuk kepada pendapat ulama yang tentu saja lebih mengetahui daripada kita. Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui, (Q.S. An-Nahl : 43) 35 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan Berdasarkan data yang diperoleh dna pengolahan data, dapat diambil kesimpulan bahwa nila-nilai Pancasila memiliki dampak yang cukup kuat terhadap peran mahasiswa pada pemilihan umum. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki peran yang signifikan dalam keputusan mahasiswa dalam pemilihan umum dan kehidupan sebagai mahasiswa. Selain itu, nilai-nilai Pancasila perlu diperhatikan untuk meningkatkan rasa rasional dan berpikir secara kritis. Penyusunan karya tulis ilmiah ini dilakukan dengan merumusan masalah menetapkan tujuan penelitian, dan menyusun landasan teori yang masuk akal. Penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data dan menganalisis hasil penelitian. Oleh karena itu, karya tulis ilmiah ini memberikan indormasi yang lebih mendalam tentnag pentingnya nilai-nilai Pancasila terhadap peran mahasiswa dala pemilihan umum. Karya tulis ilmiah ini juga memberikan informasi untuk memperbaiki dan meningkatkan kehiduoan sebagai mahasiswa dengan berpedoman pada nilai-nilai pancasila. 4.2 Saran Berdasarakan karya tulis ilmiah ini, beberapa saran yang dapat diberikan untuk meningkatkan pemahaman pada nilai-nilai pancasila untuk peran mahasiswa dalam konteks pendidikan maupun politik 1. Memberikan informasi dan pendidikan tentang pentingnya nilai Pancasila terhadap pemilihan umum. Hal ini dapat dilakukan melalui diskusi besar, seminar, atau melalui media yang dimiliki oleh kampus. 2. Mengadakan program tentnag gambaran pemilihan umum dari mulai cara kerja sampai aturan yang ada pada saat kegiatan pemilihan umum. 3. Membentuk komunitas mebahas tentang isu-isu politik yang sedang beredar, hal ini dimaksudkan agar mahasiswa yang baru memasuki fase dewasa dapat mengikuti perkembangan politik yang ada di Indonesia. 36 Dengan saran-saran tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap pemilihan umum dengan menganut nilai-nilai Pancasila, serta meberikan kesadaran pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam pemilihan umum dan kehidupan sebagai mahasiswa. 37 SINOPSIS Berdasarkan Karya Tulis Ilmiah ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pancasila mempengaruhi peran mahasiswa dalam pemilihan umum. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis pengaruh nilai-nilai Pancasila terhadap mahasiswa sebagai kelompok yang berperan penting dalam proses pemilihan umum (Pemilu). Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan sikap warga negara, khususnya di kalangan mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan sosial. Melalui penelitian ini, penulis dapat mengetahui akan pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai Pancasila dengan menkaji secara mendalam, sejauh mana nilai-nilai tersebut tercermin dalam partisipasi mereka dalam proses pemilihan umum, serta dampak pengaruh Pancasila terhadap pilihan politik mereka. Dengan memanfaatkan metode penelitian kuantitatif dan melalui penyebaran kuisioner melalui google form kepada mahasiswa Universitas Islam Bandung angkatan 2023, penelitian ini akan memberikan gambaran yang luas atau teliti tentang bagaimana Pancasila memotivasi mahasiswa untuk aktif berkontribusi dalam kehidupan politik negara. Dengan menganalisis data yang diperoleh, menunjukan pengaruh yang signifikan antara nilai-nilai Pancasila terhadap peran penting mahasiswa dalam pemilihan umum. Diharapkan karya ilmiah ini dapat memberikan wawasan baru terkait hubungan erat antara nilai-nilai Pancasila dan peran mahasiswa dalam proses demokrasi, terutama dalam konteks pemilihan umum. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pemangku kebijakan, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan strategi untuk memotivasi partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan politik yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. 38 SYNOPSIS Based on this scientific paper, it can be concluded that Pancasila values affect the role of students in general elections. This scientific paper aims to explore and analyze the influence of Pancasila values on students as a group that plays an important role in the general election process. Pancasila as the basis of the Indonesian state has an important role in shaping the character and attitudes of citizens, especially among students who are considered agents of social change. Through this research, the author can find out about students' understanding of Pancasila values by examining in depth, the extent to which these values are reflected in their participation in the electoral process, and the impact of Pancasila's influence on their political choices. By utilizing quantitative research methods and by distributing questionnaires through google form to students of Universitas Islam Bandung class of 2023, this research will provide a broad or thorough picture of how Pancasila motivates students to actively contribute to the political life of the country. By analyzing the data obtained, it shows a significant influence between Pancasila values on the important role of students in general elections. It is hoped that this scientific work can provide new insights regarding the close relationship between Pancasila values and the role of students in the democratic process, especially in the context of elections. The results of this study are expected to be an important reference for policy makers, educational institutions, and the community in developing strategies to motivate students' active participation in political activities that are in line with the values of Pancasila. 39 DAFTAR PUSTAKA Iswardhana, M. R., Maf'ulillahi, Z., dkk. Kampanye Gunakan Hak Suara dan Jangan Golput pada Pemilu 2024 Untuk Generasi Muda. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 177-122. Maulana, G. I., Priska, dan Heni. Pemilu 2024: Pesta demokrasi akbar pembangkit kondisi ekonomi pasca pandemi. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 2(8), 751-757. Sumurung, C., Mirza. Implementasi Pancasila di Tahun Politik. Jurnal Adhyasta Pemilu (JAP), 5(2), 133-126. Kurniawati, M. Pengaruh Keluarga, Tokoh Agama dan Teman terhadap Perilaku Memilih para Pemilih Pemula. Jurnal Ilmiah Psikologi Mind Set khusus, 2(1), 106-111. Rasyid, I. A., Lusy. HUBUNGAN ANTARA LIMA FAKTOR KEPRIBADIAN (BIG FIVE PERSONALITY) DENGAN KPU TRUST PEMILIH PEMILU 2024. Jurnal Ilmu-ilmu Sosial, 13(1). Daud, M. PREDIKTOR PERILAKU PEMILIH PADA PEMILUKADA: Perspektif Psikologi Politik. 1(1), 87-96. Nurasiah, L., Atep., dkk. Kolaborasi PGSD dengan PMI dalam Implementasi Program MBKM melalui Proyek Kemanusiaan. Jurnal Sains dan Teknologi, 5(1), 12-17. Subakdi. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila pada Mahasiswa di Era Digital Sebagai Generasi Penerus Bangsa, Jurnal Kewarganegaraan, 7(2), 2723-2328. Hkikmat, M, M. URGENSI PARTISIPASI GERAKAN SOSIAL MAHASISWA DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMILU 2024. Jurnal Keadilan Pemilu, 1. Septiaingrum, A, D., Dini, A. Implementasi Nilai Pancasila Pada Generasi Milenial Di EraSerba Modern. Jurnal Mahasiswa Indonesia, 1(1), 9-17. https://youtu.be/PQVTwv1zAtg?si=jGPkLZKQhwwIX1-H 40 INDEKS Pancasila 1, 3, 4, 5 Penyumbang terbanyak 3, 4, 23 Pemilihan umum 2, 3, 8, 32, 33, 35 41 LAMPIRAN 1. Lampiran hasil Kuesioner dan Data diri Responden Tautan Kuesioner : https://forms.gle/zhmWiV5v5SEXLwCb6 42 43 44 45 46 DAFTAR RIWAYAT HIDUP NAMA LENGKAP NAMA PANGGILAN TEMPAT, TANGGAL LAHIR ALAMAT BANDUNG NOMOR HP AGAMA JENIS KELAMIN ANAK NAMA AYAH TEMPAT, TANGGAL LAHIR NOMOR HP PEKERJAAN SUKU BANGSA ALAMAT NAMA IBU TEMPAT, TANGGAL LAHIR NOMOR HP PEKERJAAN ALAMAT SUKU BANGSA HOBI GOLONGAN DARAH RIWAYAT PENDIDIKAN : NAUFAL HAZZA ABHISTA : NAUFAL, HAZZA, HEISEN, : BANDUNG, 16 SEPTEMBER 2004 : JL MUARARAJEUN LAMA IV NO 5 RT 03 RW 04 : 081220266857 : ISLAM : LAKI-LAKI : KE 1 DARI 1 BERSAUDARA : SONY IRAWAN HERYANTO : BANDUNG, 6 MEI 1972 : 081224960587 : WIRASWASTA : JAWA : JL MUARARAJEUN LAMA IV NO 5 RT 03 RW 04 : LIA YULIATI : BANDUNG, 18 NOVEMBER 1973 : 082118290074 : IBU RUMAH TANGGA : JL MUARARAJEUN LAMA IV NO 5 RT 03 RW 04 : SUNDA : BACA KOMIK DAN MAIN GAME :B :1. TK Prof. Dr. MOESTOPO, LULUS TAHUN 2010 2. SD Prof. Dr. MOESTOPO, LULUS TAHUN 2017 3. SMP PGII 2 BANDUNG, LULUS TAHUN 4. SMA NEGERI 20 BANDUNG, LULUS TAHUN 2023 5. PROGRAM STUDI 47 PSIKOLOGI ,MASUK TAHUN 2023 RIWAYAT ORGANISASI : 1. 2. Bandung, 7 Januari 2024 HORMAT SAYA,
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )