MECHANICS OF MATERIALS – CHAPTER 1 (1.1-1.5) : TENSION, COMPRESSION, AND SHEAR BERDASARKAN BUKU BARRY J. GOODNO & JAMES M GERE (EDISI KE – 9) NAMA : VICTOR ADIL RIYANTO NIM : 24222010010 KELAS : TEKNIK SIPIL SEMESTER 2 DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Gaya Aksial: Tarik Dan Tekan 3. Tegangan Normal (Normal Stress) 4. Regangan Normal (Normal Strain) 5. Hubungan Tegangan – Regangan 6. Studi Kasus Dan Contoh Soal 7. Aplikasi Teknik 8. Kesimpulan 9. Referensi PENDAHULUAN Pengantar Mechanics of Materials • Definisi: Memplajari bagaimana benda padat merespon gaya eksternal. • Tujuan: Menetukan Tegangan, Regangan, Dan Deformasi Pada Struktur. • Aplikasi: Desain Struktur Seperti Jembatan, Gedung, dan Mesin. GAYA AKSIAL: TARIK DAN TEKAN Definisi Gaya Aksial: Gaya aksial adalah gaya yang bekerja sejajar dengan sumbu longitudinal suatu elemen struktur, seperti batang atau kolom. Gaya ini menyebabkan elemen mengalami tarikan (tensile) atau tekanan (compressive) tergantung pada arah gaya tersebut. Jika gaya menarik menjauh dari elemen → Gaya Tarik (Tension) Jika gaya mendorong masuk ke arah elemen → Gaya Tekan (Compression) Ciri-ciri gaya aksial: • Bekerja sepanjang sumbu pusat elemen (axial line) • Menyebabkan perubahan panjang elemen (memanjang atau memendek) • Tidak menghasilkan momen atau puntiran. Contoh penerapan: Kabel gantung pada jembatan → menerima gaya Tarik. Tiang penyangga bangunan → menerima gaya tekan. GAYA TARIK DAN TEKAN • Gaya tarik (Tensile force): menarik struktur ke luar, memperpanjangnya [Positif (σ > 0)]. • Gaya tekan(compressive Force): menekan struktur kedalam, memendekannya [Negatif (σ < 0)]. STUDI KASUS GAYA TARIK PADA KABEL JEMBATAN GANTUNG Situasi: Sebuah jembatan gantung memiliki kabel baja yang menopang dek jembatan. Saat kendaraan lewat, beban dari jembatan ditransfer ke kabel melalui suspensi. Analisis: Kabel mengalami gaya tarik karena beban menggantung di bawahnya. Untuk memastikan keamanan, insinyur menghitung tegangan pada kabel menggunakan rumus: σ = P/A Kesmpulan: • Material kabel harus cukup kuat menahan gaya tarik maksimum, termasuk beban dinamis (kendaraan bergerak, angin, dll). • Penggunaan baja dengan modulus elastisitas tinggi direkomendasikan. STUDI KASUS GAYA TEKAN PADA TIANG PENYANGGA BANGUNAN Situasi: Sebuah gedung bertingkat memiliki kolom beton sebagai penyangga vertikal. Kolom tersebut menahan beban dari lantai atas dan atap. Analisis: • Kolom mengalami gaya tekan aksial akibat beban dari atas. • Jika kolom terlalu ramping, bisa terjadi tekuk (buckling). • Digunakan rumus deformasi tekan: δ = P.L/A.E Kesimpulan: • Kolom harus didesain agar luas penampang dan materialnya cukup menahan gaya tekan tanpa retak atau tekuk. • Beton bertulang sering digunakan untuk menambah kekuatan tekan. TEGANGAN NORMAL (NORMAL STRESS) Definisi Tegangan Gaya Normal • Tegangan normal adalah gaya per satuan luas penampang. Rumus: σ = P/A • P : Gaya aksial (N) • A : Luas Penampang melintang (m²) JENIS TEGANGAN • Tegangan Tarik: σ > 0 • Tegangan Tekan: σ < 0 CONTOH SOAL Sebuah batang baja memiliki luas penampang melintang sebesar 300 mm² dan diberi gaya tarik sebesar 45 kN. Hitung besar tegangan normal (σ) yang terjadi pada batang tersebut! PENJELASAN Diketahui: • Gaya tarik P = 45, kN = 45 x 103, N • Luas penampang A = 300, mm² = 300 x 10-6, m² Jawaban: σ =P/A σ = 45×10^3/300×10^-6 =150 x 10^6 =150 Mpa Maka tegangan Normalnya (σ) adalah 150 MPa REGANGAN NORMAL (NORMAL STRAIN) Definisi Regangan Normal • Regangan adalah perubahan Panjang relative terhadap Panjang awal. • Rumus: ε = δ/L • δ: Perubahan Panjang (m) • L: Panjang awal (m) CONTOH SOAL Sebuah batang aluminium dengan panjang awal 2 meter mengalami pertambahan panjang sebesar 1,2 mm akibat gaya tarik. Hitung regangan (ε) yang terjadi pada batang tersebut! PENJELASAN Diketahui: • Panjang awal L = 2 m • Perubahan Panjang δ = 1,2 mm = 0,0012 m Jawaban: ε = δ/L ε = 0,0012/2 = 0,0006 HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN Hukum Hooke Hukum Hooke adalah prinsip yang menyatakan bahwa tegangan (σ) sebanding dengan regangan (ε) dalam batas elastis suatu material. Rumus: σ = Eε • σ: Tegangan • ε: Regangan • E: Modulus Elastis (Kekakuan Material) Note: Jika gaya ditingkatkan dua kali lipat, maka regangan juga akan bertambah dua kali lipat selama material belum melewati batas elastis. MODULUS ELASTISITAS Modulus elastis (atau modulus Young, dilambangkan dengan E ) adalah ukuran kekakuan suatu material. Modulus ini menunjukkan seberapa besar suatu material menegang saat diberi gaya. Penjelasan Singkat: • Jika modulus elastis besar, maka material kaku dan tidak mudah berubah bentuk. • Jika modulus elastis kecil, maka material lentur dan mudah meregang. Rumus: E = σ/ε Satuan: Pascal (Pa), biasanya dalam Gpa (giga pascal) DIAGRAM TEGANGAN-REGANGAN BAJA TITIK - TITIK PENTING KURVA 1. Proportional limit 2. Elastic limit 3. Yield point 4. Ultimate strength 5. Fracture PERBEDAAN ELASTIS DAN PLASTIS Aspek Elastis Plastis Definisi Perubahan bentuk yang bisa Kembali seperti semula setelah beban dihilangkan Perubahan bentuk yang tidak bisa Kembali seperti semula Contoh Material Karet (dalam batas tertentu), baja (pada regangan kecil) Tanah liat, logam setelah melebihi batas elastis Wilayah Kurva σ-ε Terjadi di batas elastis (yield point) Terjadi di atas batas elastis Sifat Reversibel (pulih) Irreversibel (tetap berubah) Contoh Kasus Pegas ditarik lalu Kembali ke Panjang awal Kaleng logam penyok dan tidak Kembali seperti semula CONTOH ELASTIS DAN PLASTIS • Elastis: seperti karet gelang yang ditarik lalu melepaskannya maka akan Kembali ke bentuk semula, namun dengan batas yang dapat ditoleransi oleh sikaret tersebut. • Plastis: Seperti menekuk sendok logam, maka sendok tersebut tetap akan bengkok meskipun beban atau gaya sudah dihilangkan. CONTOH NILAI MODULUS ELASTISITAS • Baja: ±200 GPa (sangat kaku) • Aluminium: ±70 Gpa • Karet: sangat kecil (mudah lentur) DEFORMASI BATANG Deformasi batang adalah perubahan bentuk atau ukuran batang akibat pengaruh gaya luar, seperti gaya tarik atau tekan. Jenis Deformasi: • Deformasi tarik → batang memanjang • Deformasi tekan → batang memendek Rumus: δ = P.L/A.E • δ: Deformasi (m) • P: Gaya aksial (N) • L: Panjang awal batang (m) • A: Luas Penampang batang (m²) • E: Modulus elastisitas (Pa) PENURUNAN RUMUS DEFORMASI • Dari kombinasi hukum hooke & definisi Strain: ε = δ/L > δ = εL δ = σ/E . L = P.L/A.E CONTOH SOAL Sebuah batang baja panjangnya 2 meter, memiliki luas penampang 400 mm², dan diberi gaya tarik sebesar 60 kN. Jika modulus elastisitas baja adalah 200 GPa, hitung besar deformasi (δ) yang terjadi pada batang tersebut. Diketahui: • Panjang L = 2 m • Luas penampang A = 400, mm ^ 2 = 400 X 10 ^ - 6 m ^ 2 • Gaya P = 60 , kN = 60 X 10 ^ 3 N • Modulus elastisitas E = 200 GPa = 200 × 10^9, Pa Jawaban: δ = P.L/A.E δ = 60 x 10^3 x 2/400 x 10^-6 x 200 x 10^9 δ = 120 x 10^3/ 80 x 10^6 = 0,0015 m = 1,5mm STUDI KASUS DEFORMASI PADA BATANG PENYANGGA MENARA TELEKOMUNIKASI Situasi: Sebuah menara telekomunikasi setinggi 25 meter memiliki batang penyangga baja vertikal yang menahan beban dari struktur di atas. Setiap batang memiliki panjang awal 5 meter dan diameter 50 mm.Saat hujan dan angin kencang, gaya tambahan sebesar 40.000 N bekerja secara aksial pada batang tersebut. Diketahui: • Panjang batang L = 5m • Gaya aksial P = 40.000N • Diameter batang d = 50mm = 0,05m • Luas penampang A = πd^2/4 = π(0,05)^2/4 ≈ 0,00196, m² • Modulus elastis Baja E = 200 Gpa = 200 x 10^9 STUDI KASUS DEFORMASI PADA BATANG PENYANGGA MENARA TELEKOMUNIKASI Hitung deformasi (δ): δ = P.L/A.E δ = 40.000.5/0,00196.200x10^9 = 0,00051 m = 0,51mm Kesimpulan: • Batang baja mengalami deformasi sebesar 0,51 mm akibat gaya tambahan saat kondisi cuaca ekstrem. • Meski tampak kecil, deformasi ini penting untuk dipertimbangkan agar struktur tetap stabil dan aman. APLIKASI TEKNIK 1. Desain Struktur Bangunan Dan Jembatan 2. Sistem Kabel dan Rangka Tarik 3. Komponen Mesin 4. Perencanaan Material Pesawat Dan Kendaraan 5. Penialian Kekutan Material 6. Elemen Struktural Kecil (seperti paku Rivet atau Pin) KESIMPULAN Pada bagian ini memberikan dasar-dasar konsep tegangan dan regangan akibat gaya tarik, tekan, dan geser, serta memperkenalkan hubungan antara gaya, deformasi, dan sifat material. Pemahaman chapter ini sangat penting untuk analisis struktur dan desain teknik sipil. REFERENSI Goodno, B. J., & Gere, J. M. Mechanics of Materials, 9th Ed., Cengage Learning, 2018
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )