TUGAS MATA KULIAH PANCASILA MAKALAH STUDI KASUS ISU SOSIAL & POLITIK Dosen Pengampu: Detty Rahmawati, S.IP, M.T Maraknya Judi Online di Indonesia Disusun Oleh : Kelompok 5 – 1A Ilham Zain Muttaqin 2042241003 Galen Dio Saputra 2042241045 Ahmad Fauzi Abdul Razzaq 2042241017 Ega Laksono Putra 2042241075 PRODI D-4 TEKNOLOGI REKAYASA INSTRUMENTASI DEPARTEMEN TEKNIK INSTRUMENTASI FAKULTAS VOKASI INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 2024 KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan lancar. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas akademis dalam mata kuliah Pancasila. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam bidang yang diteliti. Makalah ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai aspek terkait judi online, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi maraknya aktivitas ini, dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan, serta upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat. Penulis berharap bahwa hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif dalam memahami dan mengatasi masalah perjudian online di Indonesia. Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi yang berguna bagi pembaca yang membutuhkan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang. Surabaya, 19 Oktober 2024 Kelompok 5 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2 DAFTAR ISI ........................................................................................................... 3 BAB I ...................................................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................................................ 4 1.2 Rumusan Permasalahan ................................................................................ 5 1.3 Tujuan Penulisan ........................................................................................... 5 1.4 Manfaat Penulisan ......................................................................................... 6 BAB II ..................................................................................................................... 7 BAB III ................................................................................................................... 8 BAB IV ................................................................................................................... 9 4.1 Faktor Pendukung Judi Online ...................................................................... 9 4.2 Dampak Negatif Judi Online ....................................................................... 10 4.3 Strategi Pencegahan .................................................................................... 12 BAB V................................................................................................................... 13 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 14 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perjudian, termasuk judi online, telah menjadi fenomena sosial yang semakin marak di Indonesia. Perjudian secara istilah, perjudian adalah pertaruhan dengan sengaja yaitu mempertaruhkan satu nilai atau sesuatu yang dianggap bernilai dengan menyadari adanya resiko dan harapan-harapan tertentu pada peristiwaperistiwa permainan, pertandingan, perlombaan, dan kejadian-kejadian yang tidak atau belum pasti hasilnya (Kartono, 2014: 58). Fenomena ini tidak hanya menimbulkan kontroversi etis dan moral, tetapi juga memiliki implikasi signifikan pada aspek ekonomi, sosial, dan hukum bangsa kita. Perjudian tidak hanya terbatas dalam bentuk judi slot, tetapi juga dalam bentuk game online atau yang biasa disebut game gacha, seperti Genshin Impact dan Arknight. Pada zaman teknologi internet, perjudian sudah dilakukan secara terang-terangan melalui aplikasi game dan penyebarannya seolah tidak terbendung (Hardiyanto et al., 2022). Fenomena ini menunjukan bahwa perjudian online tidak hanya memengaruhi kalangan dewasa, tetapi juga telah dimainkan oleh berbagai kalangan seperti siswa SMA dan Mahasiwa. Khususnya pada kawula muda yang mana diketahui bahwa pelaku judi online terbanyak di Indonesia adalah remaja dan dewasa awal (Winarsih & Salsabila, 2022). Iklan dan promosi judi online di Indonesia sudah sangat parah, seperti pada kasus seorang influencer bernama katak bhizer. Ia mempromosikan judi online secara terang terangan ke subscriber-nya yang dominan remaja. Tidak hanya itu, ada banyak juga yang mempromosikan judi online pada live chat channel seorang youtuber terkenal asal Amerika Serikat bernama IShowSpeed ketika ia berkunjung ke Indonesia. Fenomena ini memperburuk citra Indonesia di mata internasional karena hanya negara kita yang secara aktif mengiklankan perjudian online di kanal YouTube global. Hal ini menunjukan betapa mudahnya iklan iklan judi online dapat dipromosikan di Indonesia. Ini juga membuktikan bahwa kebijakan dalam pencegahan adanya judi online di Indonesia masih sangat kurang. Faktor keamanan di media elektronik tidak bisa dimaksimalkan oleh pemerintah membuat pelaku tidak takut untuk bermain judi secara online (Stark & Robinson, 2021) Perjudian online memiliki implikasi sosial yang signifikan. Judi menjadi bentuk penyakit yang masuk dalam tindakan kejahatan (Zurohman et al., 2016). Banyak kasus yang dilaporkan mengenai pecandu judi online, di mana individu yang awalnya ingin bersenang-senang malah menjadi korban kecanduan yang sulit disembuhkan. Selain itu, adanya judi online juga meningkatkan risiko konflik keluarga dan gangguan mental. Banyak sekali tindakan kejahatan akibat bermain judi online, seperti pembegalan, pencurian, bahkan pembunuhan. Meskipun Indonesia memiliki Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 untuk mencegah naiknya pemain judi online, tetapi hal tersebut tidak menurunkan angka pemain judi online di Indonesia. Hal inilah yang menjadi masalah mengapa masih banyak pemain judi online terutama di Indonesia meskipun judi memiliki konsekuensi yang dapat berdapampak pada kehidupan orang lain maupun dirinya sendiri. 1.2 Rumusan Permasalahan 1. Apa saja faktor-faktor pendukung yang menyebabkan maraknya judi online di Indonesia? 2. Apa motivasi dan alasan mereka bermain judi online? 3. Dampak apa yang timbul dari maraknya judi online di Indonesia? 4. Bagaimana strategi pencegahan yang dapat digunakan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi masalah judi online? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan maraknya judi online di Indonesia, termasuk peran teknologi dan popularitas jenisjenis permainan. 2. Analisis dampak sosial dan ekonomi dari aktivitas judi online, baik langsung maupun tidak langsung. 3. Memberikan rekomendasi strategi pencegahan yang efektif untuk mengatasi masalah judi online, termasuk evaluasi atas keefektivan undangundang yang berlaku. 1.4 Manfaat Penulisan 1. Kontribusi Teoretis: Memberikan gambaran lengkap tentang fenomena judi online di Indonesia, membantu memperluas wacana akademis tentang topik tersebut. 2. Referensi Praktis: Menyediakan data empiris dan analisis yang dapat digunakan sebagai acuan oleh pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat luas dalam merancang program pencegahan judi online. 3. Berkembangnya Diskursus Publik: Menginspirasi diskusi publik yang lebih jelas dan terstruktur tentang pentingnya menghindari perilaku judi online, serta perlunya intervensi yang proaktif dari segala pihak terkait. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Terdapat beberapa faktor yang memainkan peran penting dalam maraknya judi online di Indonesia. Pertama, perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memfasilitasi akses mudah ke internet, sehingga individu dapat dengan leluasa mengakses situs-situs judi online dari mana saja dan kapan saja. Selain itu, promosi dan iklan yang menarik juga turut memicu minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam perjudian daring. Iklan ini sering muncul di media sosial, situs web populer, dan bahkan aplikasi mobile, membuat calon pemain semakin mudah terjangkit godaan judi online. Namun, maraknya judi online juga membawa dampak negatif signifikan. Ekonomi individu sering kali terganggu akibat kerugian finansial yang dialami saat berjudi online. Risiko kebankrupan dan utang tak tertunaikan adalah beberapa contoh dampak ekonomi yang potensial. Selain itu, psychological impact seperti gangguan jiwa, depresi, stres, dan kecemasan berlebihan juga turut hadir sebagai hasil dari ketergantungan pada judi online. Untuk mengatasinya, strategi pencegahan seperti menggunakan software blokir situs judi, meningkatkan kesadaran diri, menghindari iklan promosi, dan cari dukungan sosial serta profesional help sangat penting dilakukan. Undang-undang RI No. 11 Tahun 2008 juga turut menetapkan aturan yang ketat bagi pelaku judi online, dengan pasal yang melarang perjudian daring dan pidana maksimal 10 tahun serta denda Rp 10 miliar. Dengan demikian, analisis mendalam tentang fenomena judi online di Indonesia sangat diperlukan agar dampak negatifnya dapat diminimalkan. BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian ini dirancang untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang maraknya judi online di Indonesia, serta identifikasi faktorfaktornya dan analisis dampak negatifnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah yang substansial dalam mengatasi masalah judi online di Indonesia. BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Faktor Pendukung Judi Online 1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK): Perkembangan TIK telah memfasilitasi akses mudah ke internet, sehingga individu dapat dengan leluasa mengakses situs-situs judi online dari mana saja dan kapan saja. Teknologi ini membuat judi online semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari orang-orang di Indonesia. Pengaruh perkembangan informasi teknologi dan komunikasi saat ini berdampak terhadap model permainan judi sampai dengan cara pembayarannya (Trisnawati, Prakoso & Prihatmi, 2015). Selain itu, teknologi mobile telah membuat aplikasi-aplikasi judi bisa diunduh dan dimainkan menggunakan smartphone. Hal ini meningkatkan fleksibilitas pemain untuk berjudi kapan pun mereka ingin. 2. Promosi dan Iklan: Situs judi online sering menggunakan iklan dan promosi yang menarik untuk menarik perhatian calon pemain. Promosi ini biasanya muncul di media sosial, situs web populer, dan bahkan aplikasi mobile. Strategi marketing digital yang efektif dan penawaran yang menarik membuat banyak orang tertarik mencoba permainan judi online. Beberapa situs judi online juga menggunakan influencer marketing, yaitu merekrut influencer popular untuk mempromosikan produk mereka. Influencer-influencer ini membantu meningkatkan visibilitas situs judi online dan membuatnya semakin mudah ditemukan oleh potensial pelanggan baru. 3. Interaksi Sosial: Teman dan lingkungan sosial sering kali berperan dalam memperkenalkan judi online kepada individu. Menurut Soekanto (2001: 191), terdapat dua syarat utama dalam sebuah interaksi sosial, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Interaksi sosial ini dapat memicu minat seseorang untuk mencoba permainan judi online. Banyak kasus yang dilaporkan bahwa teman dekat atau anggota komunitas daring meminta agar mereka bergabung dalam perjudian daring. Selain itu, platform-media sosial juga berkontribusi signifikan dalam mempromosikan aktivitas judi online. Contohnya, grup-grup Facebook atau forum-forum diskusi daring sering kali membahas topik-topik terkini tentang judi online, membuatnya semakin populer di kalangan muda. 4. Motivasi Ekonomi Motivasi ekonomi juga menjadi faktor meningkatnya pemain judi online. Banyak orang ingin mendapatkan keuntungan cepat berupa uang tanpa modal dan usaha yang relatif kecil. Pihak yang menang mungkin saja akan mendapat keuntungan instan, bagi pihak yang kalah jelas saja ini kerugian yang cukup dalam secara ekonomi (Lucky Aldyano, Irawan, Suntoro, 2018). Hal ini sering terjadi pada mereka dengan kategori ekonomi menengah ke bawah. Mereka cenderung memilih untuk mencari uang dengan cara instan meskipun dengan risiko kekalahan yang tinggi. Mereka memandang bahwa judi online adalah alternatif terbaik untuk mendapatkan uang dengan cepat. 5. Faktor Psikologis Keinginan untuk mendapatkan suatu hal besar atau ganjaran besar juga menjadi faktor utama yang membuat orang menjadi ketagihan judi online. Ketika orang pertama kali menang bermain judi online, dopamine yang dikeluarkan akan langsung melonjak tinggi. Namun, ketika hal tersebut dilakukan kedua kalinya, orang tesebut akan cendurung untuk mengharapkan ganjaran itu lagi. Hal ini akan menyebabkan lonjakan dopamin yang sangat tinggi ketika orang tersebut mengharapkan sesuatu dibandingkan ketika ia mendapatkan ganjaran tersebut. Fenomena ini akan terus berlangsung dan akan menjadi siklus untuk terus bermain meskipun mereka sering kalah dalam judi online. Dopamin tidak hanya ketika anda mengalami kenikmatan, tetapi juga ketika anda mengantisipasinya (Clear, 2018). 4.2 Dampak Negatif Judi Online 1. Ekonomi Judi online dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi individu dan keluarganya. Risiko kebankrupan dan utang tak tertunaikan adalah beberapa dampak ekonomi yang potensial. Banyak pemain judi online yang meminjam uang dari keluarga atau teman bahkan pinjol untuk bisa bermain. Hal ini akan memengaruhi ekonomi individu tersebut dan akan berdampak pada tindakan kejahatan atau gangguan mental akibat tidak bisa membayar hutang. Ketergantungan pada judi online dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan dan berakibat pada timbulnya upaya untuk meminjam uang orang lain untuk bertahan hidup (Ferly, 2023). Tidak hanya itu, pemain judi online juga akan kesulitan untuk membayar tagihan tagihan, seperti tagihan listrik, tagihan air, dan uang sewa. 2. Psychological Impact Ketergantungan pada judi online dapat menyebabkan gangguan jiwa seperti depresi, stres, dan kecemasan yang berlebihan. Individu yang terjerumus judi online sering kali mengalami masalah emosional yang parah dan sulit disembuhkan tanpa intervensi profesional. Hal ini juga merujuk pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Torrado et al (2020) diketahui bahwa perilaku bermain judi online pada mahasiswa cendrung membuat mahasiswa sulit untuk mengotrol emosinya. Ketidakmampuan individu untuk mengontrol emosinya tersebut bisa menyebabkan ia susah untuk menjalani aktifitas sehari hari. Tidak hanya itu, hal paling parahnya bisa mengakibatkan penderita untuk melukai dirinya atau memiliki prilaku yang mengarah pada bunuh diri. 3. Sosial Judi online juga dapat merusak hubungan sosial. Aktivitas judi online sering kali menghabiskan banyak waktu dan energi, sehingga kurang mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Hubungan keluarga dan relasi sosial dapat rusak akibat prioritas yang diberikan pada perjudian daripada kehidupan sehari-hari normal. Pecandu judi online seringkali mengalami konflik dan ketegangan dalam hubungan keluarga mereka akibat masalah keuangan (Saogo et al., 2021). Kehilangan uang akibat judi online juga mendorong individu tersebut untuk melakukan kejahatan seperi pencurian dan pembegalan agar bisa bermain lagi. Hal inilah yang menjadi dampak buruk bagi keamanan masyarakat terhadap meningkatnya kejahatan akibat judi online. Ada risiko tinggi terkait dengan judi online, termasuk penipuan dan kecurangan (Grid, 2023). 4.3 Strategi Pencegahan 1. Teknologi sebagai Alat Pencegahan Gunakan software atau aplikasi untuk memblokir akses ke situs-situs judi online. Fitur-fitur pengendalian diri pada perangkat digital dapat membantu mengurangi godaan untuk berjudi. 2. Meningkatkan Kesadaran Diri Sadari motivasi di balik keinginan berjudi. Apakah karena mencari hiburan semata, pelarian dari masalah, atau harapan mendapatkan uang cepat? Memahami alasannya dapat membantu mengelola dorongan tersebut dengan lebih baik. 3. Menghindari Iklan & Promosi Blokir iklan judi online di browser dan hindari mengikuti akun media sosial yang sering mempromosikan judi. Paparan berulang terhadap iklan dapat memperkuat keinginan untuk berjudi. 4. Dukungan Sosial Profesionnal Help Carilah dukungan sosial dari keluarga dan teman. Jika masih belum terkontrol, jangan ragu mencari bantuan profesional seperti konseling atau program rehabilitasi khusus untuk kecanduan judi online. BAB V PENUTUP Kesimpulan Maraknya judi online di Indonesia merupakan fenomena yang kompleks dan multidimensional, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, promosi yang agresif, serta interaksi sosial di kalangan masyarakat. Meskipun judi online menawarkan kemudahan akses dan variasi permainan yang menarik, dampak negatifnya sangat signifikan. Kerugian finansial, gangguan psikologis, dan kerusakan hubungan sosial adalah beberapa konsekuensi yang sering dialami oleh individu yang terjerumus dalam aktivitas perjudian daring. Selain itu, meskipun ada regulasi hukum yang mengatur perjudian online di Indonesia, tantangan dalam implementasi dan pengawasan masih menjadi kendala utama dalam menanggulangi masalah ini. DAFTAR PUSTAKA Clear, J. (2018). Atomic Habits: An Easy & Proven Way to Build Good Habits & Break Bad Ones. Avery. Ferly, B. (2023). Analisis Dampak Judi Online Slot Dalam Perspektif Fiqih Muamalah. Jurnal Ekonomi Islam, 1(1). Grid. (2023). 5 Risiko Berbahaya Bermain Judi Online, Salah Satunya Bisa Jadi Penyebab Keretakkan Rumah Tangga. https://fame.grid.id/read/463784058/5-risiko-berbahaya-bermain-judionline-salah-satunya-bisa-jadi-penyebab-keretakkan-rumahtangga?page=all Hardiyanto, N., Mulyawan, I., & Gaffar, M. R. (2022). Why are Online Games Addictive? A Study on The Relationship Between Game Features and Social Perspectives. Jembatan: Jurnal Ilmiah Manajemen, 19(1), 109–118. Kartono, K. (2014). Patologi Sosial; Jilid XII. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Lucky Aldyano, Irawan Suntoro, M. A. (2018). Sikap Remaja Terhadap Dampak Negatif Kebiasaan Bermain Judi Online di Rt 05 lingkungan 033 Kedaton. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–95 Saogo, L., Yuhelna., & Yatim, Y. (2021), Dampak Judi Biliar terhadap Perekonomian Keluarga di Dusun Gulu-Guluk Desa Saumanganya Kecamatan Pagai Utara Kabupaten Kepulauan Mentawi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3). Soekanto, S. (2001). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo. Trisnawati A.P, Prakoso A, Prihatmini S,. 2015. kekuatan pembuktian transaksi elektronik dalam tindak pidana perjudian online dari perspektif undanguntang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (putusan nomor 140/ pid.b/2013/pn-tb) Torrado, M., Bacelar-Nicolau, L., Skryabin, V., et al (2020). Emotional dysregulation features and problem gambling in university students: a pilot study, Journal of Addictive Diseases, https://doi.org/10.1080/10550887.2020.1800889 Winarsih, N., & Salsabila, S. (2022). The Phenomenon of Internet Addiction Disorder Online Gambling In Probolinggo. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2), 183–196. https://doi.org/10.19105/ejpis.v4i2.6782 Zurohman, A., Astuti, T. M. P., & Sanjoto, T. B. (2016). Dampak Fenomena Judi Online terhadap Melemahnya Nilai-nilai Sosial pada Remaja (Studi di Campusnet Data Media Cabang Sadewa Kota Semarang). Journal of Educational Social Studies, 5(2). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )