Meningkatkan Kesadaran Mahasiswa sebagai Social Control di Masyarakat pada Era Digital Definisi Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang menjalani pendidikan di suatu perguruan tinggi (Pramitha & Astuti, 2021) dan dianggap sebagai intelek di masyarakat Social control adalah suatu peran dalam masyarakat yang menggunakan strategi-strategi untuk mengatur tingkah laku manusia sehingga ada pada ketaatan kepada aturan-aturn yang berlaku. (Alis, et al, 2018) Mahasiswa sebagai social control merujuk pada peran mereka dalam mempengaruhi, mengawasi, dan mengkritisi kebijakan atau tindakan yang terjadi dalam masyarakat untuk menjaga keseimbangan hubungan antara pemerintah dan masyarakat. (Alis, et al, 2018) Latar Belakang Mahasiswa merupakan peran sosial yang memiliki banyak privilese dibandingkan dengan peran lain dalam masyarakat. Seseorang yang telah menyandang gelar mahasiswa dianggap sebagai seorang intelek yang harus memiliki pemikiran kritis, seorang inovator yang mampu memberikan inovasiinovasi baru kepada masyarakat, dan seorang aktivis yang peduli pada kondisi masyarakat di sekitarnya (Jannah & Sulianti, 2021). Sebab setelah studinya selesai, mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat, menjadi penerus bangsa, dan melanjutkan peran para pemimpin dunia saat ini. Oleh sebab itu, dalam masa pendidikannya, nilai-nilai teladan seorang anggota masyarakat harus mulai ditanamkan dan dibiasakan. Harapannya, setelah masanya para mahasiswa memegang tonggak kepemimpinan negara, negara ini dapat menjadi negara yang dicita-citakan oleh para warga negarananya. (Jannah & Sulianti, 2021) Adanya perkembangan digital saat ini turut serta mempengaruhi bagaimana mahasiswa harus menjalankan perannya sebagai social control dalam masyarakat yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam analisis isu ini. Pembahasan Peran Mahasiswa sebagai Social Control 1. Peran Pengawasan (Amri, 2023) Mahasiswa berperan dalam mengawasi bagaimana pemerintahan (termasuk kebijakankebijakan yang dibuat dan pengendalian program kerja) berjalan Peran pengawasan ini mengharuskan mahasiswa untuk menanamkan sifat ‘peduli’ terhadap lingkungan sekitarnya dan ‘kritis’ terhadap segala kebijakan yang berjalan. 2. Peran Kritik (Alis, et al, 2018) Mahasiswa berperan dalam memberikan kritik membangun terhadap jalannya pemerintahan dan kehidupan bernegara. Kritik yang paling umum dapat disampaikan dalam bentuk demosntrasi. Peran kritik mengharuskan mahasiswa untuk memiliki sifat ‘berani’ menentang ketidakteraturan. 3. Peran Evaluasi (Alis, et al, 2018) Mahasiswa berperan dalam melakukan evaluasi terhadap pemerintahan dan kehidupan masyarakat yang sedang berjalan. Bentuk evaluasi biasanya berupa opini tertulis baik dalam bentuk jurnal mau pun dalam bentuk lainnya. Peran ini mengharuskan mahasiswa untuk berpikir kritis dalam mengevaluasi ketepatan cara-cara yang berlangsung di masyarakat saat ini. Pembahasan Memainkan Peran Mahasiswa sebagai Social Control di Era Digital Perkembangan teknologi yang ada saat ini sangat memudahkan mahasiswa dalam menjalankan perannya sebagai social control. Peran pengawasan dapat dilakukan dengan mudah melalui portal berita daring dan media sosial. Mahasiswa dan masyarakat dapat dengan mudah mengikuti perkembangan dari isu-isu yang ada melalui platform yang tersedia. Namun, menjadi tantangan tersendiri untuk menyortir antara infomasi yang benar dan simpang-siur. Mahasiswa, dengan status cendekiawan dan intelektualnya, harus menjadi salah satu garda terdepan dalam menghadapi tantangan kejelasan informasi ini (Malik, 2024). Peran kritik dan evaluasi pun tak kalah mudah dilakukan, penyampaian kritik dapat dilakukan melalui media sosial dan blog online. Bentuknya dapat berupa tulisan, suara, maupun video. Tantangan terbesar peran ini adalah adanya aturan yang membatasi penyampaian kritik secara terbuka di media sosial dan rawannya penyampaian kritik tanpa etika (Rahmawati, et al, 2021). Pembahasan Meningkatkan Kesadaran Mengenai Peran Mahasiswa sebagai Social Control Dalam meningkatkan kesadaran mengenai peran social control mahasiswa, perlu dilakukan pendekatan yang sistematis, yang pada hal ini biasanya dilakukan selama proses orientasi mahasiswa baru. Namun, perlu dicatat bahwa dalam prosesnya, Mahasiswa perlu menyadari betapa pentingnya peran yang mereka miliki dari dalam diri, bukan hanya bagian dari orientasi kampus semata. Oleh sebab itu, bentuk orientasi harus menunjang segala kebutuhan terkait hal ini, seperti orientasi dalam bentuk group discussion, kampanye, aksi sosial, literasi, dan lain sebagainya. Hal ini juga dapat diintegrasikan lewat kegiatan belajar mengajar dan kurikulum kampus. Studi Kasus Pada hari Rabu (21/8), muncul masalah mengenai demokrasi Indonesia yang dianggap berada dalam keadaan darurat. Baleg DPR RI mengambil keputusan yang mempersilakan terbangunnya dinasti politik di Indonesia. Mahasiswa, sebagai social control, bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan di Indonesia. Salah satu perwujudannya adalah menyampaikan kritik melalui demonstrasi dan aksi untuk menyampaikan aspirasi serta evaluasi. Dampak yang diberikan sangat luas, masyarakat ikut terjun ke dalam aksi dan memberikan aspirasi mereka. Analisis Swot Strength Dapat menjadi penggerak perubahan sosial dan menggerakkan masyarakat lainnya Melek teknologi sehingga mampu menyeimbangkan perannya dengan perkembangan teknologi Weakness Memiliki tingkat kesadaran yang rendah mengenai perannya sebagai mahasiswa Belum adanya pengalaman dan pengetahuan yang cukup mengenai dunia politik atau pemerintahan dan rawan menjadi blunder dan korban kekerasan aparat Opportunities Menjadi mediator yang tepat antara pemerintah dan masyarakat Memberikan pengalaman yang berharga agar siap mengemban kepemimpinan negara di masa yang akan datang Threat Apatisme yang muncul akibat kurangnya rasa percaya pada tanah air Banyaknya tekanan dari pihak luar seperti aparat, pemerintahan, bahkan pihak kampus sendiri Kesimpulan Peran mahasiswa sebagai kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting, terutama di era digital yang memungkinkan mahasiswa untuk menyuarakan pendapatnya serta memberikan kritik dan evaluasi dengan mudah. ​Meskipun menghadapi berbagai tantangan, mahasiswa memiliki potensi yang besar untuk menjadi kontrol sosial yang efektif dalam mendorong kebijakan yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat. Dengan memanfaatkan kekuatan teknologi dan menjaga integritas, mahasiswa dapat terus memegang peranan penting sebagai pilar kontrol sosial di Indonesia. Daftar Pustaka Alis, L. O., Jamaluddin, & Roslan, S. (2018). PERAN MAHASISWA SEBAGAI SOCIAL-CONTROL (Studi Tentang Partisipasi Mahasiswa dalam Mengawasi Pengelolaan Dana Desa Di Desa Kondongia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna). Neo Societal, 3(2), 484-493. Amri, A. S. (2023). Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan di Masyarakat. Journal of Instructional and Development Researches, 3(1), 29-34. Jannah, F., & Sulianti, A. (2021). PERSPEKTIF MAHASISWA SEBAGAI AGEN OF CHANGE MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Journal of Social Sciences and Education, 2(2), 181-193. Malik, M. F. A., Hanafi, R., & Rachman, I. F. (2024). PERAN INOVASI TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN. Jurnal Sains Student Research, 2(3), 402-412. Pramitha, R., & Astuti, Y. D. (2021). HUBUNGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KESEPIAN PADA MAHASISWA YANG MERANTAU DI YOGYAKARTA. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), 1(10), 1.179-1.186. Rahmawati, N., Muslichatun, & Marizal, M. (2021). KEBEBASAN BERPENDAPAT TERHADAP PEMERINTAH MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF UU ITE. PRANATA HUKUM, 3(1), 62-75. Instagram @bem_fhub (https://www.instagram.com/p/C-8OUvxSFPn/) Instagram @bem_uns (https://www.instagram.com/p/C-9RvitSfcn/) Instagram @demauinjakarta_official (https://www.instagram.com/p/C-77SS6yPcG/) Instagram @demauinjakarta_official (https://www.instagram.com/p/C-77SS6yPcG/)