TUGAS AKHIR Strategi Penguatan Brand Association PT Citatah Tbk Menggunakan Konten Media Sosial Julian Ruben Tansil 13122110077 Roger Go 13122110110 PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN KONSENTRASI BRANDING UNIVERSITAS PRASETIYA MULYA JAKARTA, 2025 FINAL PROJECT Project Improvement Strengthening Brand Association of PT Citatah Tbk Through Social Media Content Strategies Julian Ruben Tansil 13122110077 Roger Go 13122110110 UNDERGRADUATE OF MANAGEMENT PROGRAM BRANDING CONCENTRATION UNIVERSITAS PRASETIYA MULYA JAKARTA, 2025 PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES TUGAS AKHIR/ RENCANA BISNIS Saya/ kami yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Roger Go NIM : 13122110110 Nama : Julian Ruben Tansil NIM : 13122110077 Program Studi : S1 Manajemen – Konsentrasi Branding Judul tugas akhir : Strategi Penguatan Brand Association PT Citatah Tbk Menggunakan Konten Media Sosial Dengan ini menyerahkan hak Sepenuhnya kepada Universitas Prasetiya Mulya untuk menyimpan, mengatur akses serta melakukan pengelolaan terhadap karya ini dengan mengacu pada ketentuan akses tugas akhir elektronik sebagai berikut (beri tanda pada kotak): Saya/ kami mengijinkan karya tersebut diakses serta dipergunakan untuk kepentingan pembelajaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Prasetiya Mulya Saya/kami hanya mengijinkan abstrak/ ringkasan eksekutif karya tersebut yang dapat diakses karena alasan .................................................................................................... .................................................................................................... Demikian pernyataan ini saya/ kami buat dengan sebenarnya. Jakarta, ....................................... Mengetahui Tandatangan ……………………………. (Nama Perwakilan Kelompok) Tandatangan ……………………………….. (Nama dan Gelar Pembimbing 1) TERM OF REFERENCE PROJECT IMPROVEMENT S1-BRANDING - SEKOLAH BISNIS DAN EKONOMI UNIVERSITAS PRASETIYA MULYA PENDAHULUAN Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa S1 Branding Sekolah Bisnis dan Ekonomi (SBE) Universitas Prasetiya Mulya wajib menyelesaikan tugas akhir. Salah satu bentuknya adalah Project Improvement (PI). Tujuan dari PI adalah memberikan tantangan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep yang sudah dipelajari selama hampir empat tahun di S1 Branding. Pada periode PI, mahasiswa akan diposisikan sebagai konsultan brand yang akan melakukan audit terhadap brand sehingga bisa menemukan masalah atau peluang yang dapat meningkatkan performa branding/marketing dari perusahaan. Berdasarkan masalah yang teridentifikasi, mahasiswa akan menggali lebih dalam penyebabnya dan menawarkan beberapa usulan perbaikan. Usulan perbaikan yang disetujui oleh perusahaan, akan diimplementasikan dan diukur secara langsung selama periode PI. Keberhasilan improvement yang dilakukan oleh mahasiswa, akan diukur dari delta perubahan sebelum dan sesudah periode PI. DESKRIPSI PERUSAHAAN PT Citatah Tbk, yang didirikan pada tahun 1974 di Bandung, Jawa Barat, adalah perusahaan batu alam terkemuka di Indonesia, mengambil nama dari lokasi tambang marmer pertamanya. Citatah dikenal luas atas koleksi produk batu alam mewah, termasuk marmer, granit, dan batu buatan berkualitas tinggi yang berasal dari tambang lokal dan sumber internasional terpilih. Seiring perkembangannya, Citatah kini mengelola seluruh proses produksi dan distribusi batu alam, serta menawarkan produk interior premium seperti Bisazza dan Caesarstone. Setiap produk Citatah dihasilkan dengan memperhatikan estetika dan ketahanan terbaik, melalui teknologi canggih serta keahlian tenaga profesional. Komitmen perusahaan terhadap kualitas dan keindahan menjadikannya pilihan utama bagi para pelanggan premium yang mengutamakan estetika dan daya tahan pada setiap proyek. DESKRIPSI PEKERJAAN Pada project ini, PT. Citatah Tbk. menempatkan mahasiswa berikut: Roger Go dengan NIM 13122110110, dan Julian Ruben Tansil dengan NIM 13122110077 di divisi Digital & Marketing. Adapun lingkup kerja departemen ini adalah: 1. Riset Branding dan Analisis Pasar: Mengumpulkan market research terkait tren industri stone marmer dan interior untuk membantu mengidentifikasi peluang branding yang dapat meningkatkan citra perusahaan. 2. Strategi Konten Digital: Membantu dalam pengembangan dan perencanaan konten yang sesuai dengan branding perusahaan untuk disebarkan di media sosial, website, dan kanal digital lainnya seperti TikTok, Instagram, Tokopedia, Shopee, dsb. 3. Pengembangan Kampanye Promosi: Berkontribusi dalam menyusun ide-ide kampanye digital yang bertujuan meningkatkan awareness dan engagement dengan audiens target. 4. Monitoring & Evaluasi Performa Digital: Memantau performa kampanye digital dan media sosial untuk memahami efektivitas branding dan menyusun laporan berkala tentang hasilnya. Mahasiswa dipersilahkan untuk melakukan penggalian data sehingga dapat mengidentifikasi masalah ataupun peluang yang dapat meningkatkan performa divisi. Informasi yang terkandung dalam studi ini hanya akan digunakan untuk kegiatan akademik dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan penanganan situasi manajerial yang efektif atau tidak efektif. Nama-nama tertentu dan informasi pengenal lainnya dalam studi ini mungkin disamarkan untuk melindungi kerahasiaan. Studi yang dituliskan dalam laporan ini akan dipersiapkan untuk dapat dipublikasikan sebagai case study dalam upaya kegiatan pengembangan akademik keilmuan branding. PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tugas akhir dengan judul: “Strategi Penguatan Brand Association PT Citatah Tbk Menggunakan Konten Media Sosial” yang dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan menjadi Sarjana Manajemen pada Pendidikan S1 Prasetiya Mulya, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari tugas akhir yang sudah dipublikasikan dan atau sudah pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan di lingkungan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya maupun di Perguruan Tinggi atau instansi manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya dicantumkan sebagaimana mestinya. Tangerang, [Tanggal, Bulan, Tahun] Julian Ruben Tansil Roger Go 13122110077 13122110110 PERSETUJUAN Tugas akhir dengan judul: “Strategi Penguatan Brand Association PT Citatah Tbk Menggunakan Konten Media Sosial” Dibuat untuk melengkapi sebagian persyaratan menjadi Sarjana Manajemen pada Pendidikan S1 Universitas Prasetiya Mulya dan disetujui untuk diajukan dalam ujian tugas akhir. Tangerang, [Tanggal, Bulan, Tahun] Nama & Gelar Pembimbing Pembimbing PERSETUJUAN PENYERAHAN PERBAIKAN TUGAS AKHIR S1 MANAJEMEN – KONSENTRASI BRANDING UNIVERSITAS PRASETIYA MULYA Anggota Kelompok : Julian Ruben Tansil 13122110077 Roger Go 13122110110 telah memperbaiki Tugas Akhir yang berjudul “Strategi Penguatan Brand Association PT Citatah Tbk Menggunakan Konten Media Sosial” sesuai dengan persyaratan yang ditambahkan oleh (para) penguji di bawah ini waktu ujian Tugas Akhir. Jakarta, Tanggal Bulan 2024 Menyetujui, (Nama dan Gelar Lengkap Penguji 1) (Nama dan Gelar Lengkap Penguji 2) Ketua Penguji Penguji Project Improvement □ Halaman sampul depan □ Halaman sampul dalam □ Term Of Reference □ Pernyataan keaslian laporan tugas akhir □ Halaman persetujuan □ Kata Pengantar □ Daftar isi □ Daftar tabel (Opsional) □ Daftar gambar (Opsional) □ Daftar lampiran □ Daftar singkatan (Opsional) □ Ringkasan eksekutif (dalam bahasa Indonesia) □ Ringkasan eksekutif (dalam bahasa Inggris) □ Pendahuluan □ Deskripsi Permasalahan dan Target Perbaikan □ Severity-Urgency/ Performance-Importance Matrix / Pareto □ Pendekatan Konseptual □ Analisis Penyebab □ Pembahasan Solusi Perbaikan □ Implementasi Solusi □ Gantt Chart □ Kesimpulan dan Saran □ Daftar Pustaka yang ditulis sesuai aturan baku □ Lampiran (Opsional) □ Nomor Halaman □ Lembar Evaluasi Bulanan dari Penyelia Perusahaan □ Lembar Turnitin □ Kartu Bimbingan Dinyatakan sudah lengkap dan boleh mengikuti ujian tugas akhir Menyetujui, Nama Lengkap Pembimbing I Ketua Pembimbing 1. *Check list ini akan diisi oleh ketua pembimbing pada saat bimbingan terakhir sebelum ujian. 2. Jika belum lengkap maka mahasiswa wajib untuk melengkapinya terlebih dahulu sebelum maju ujian. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga laporan Project Improvement ini dapat diselesaikan tepat waktu. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Istijanto selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan, kesempatan, dan dukungan selama pelaksanaan project improvement. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bapak Jordan Vinson Utomo selaku mentor di perusahaan yang telah memberikan arahan dan masukan berharga selama proses penyusunan laporan. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih memiliki kekurangan. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa mendatang. RINGKASAN EKSEKUTIF PT Citatah Tbk, perusahaan marmer pertama dan terbesar di Indonesia sejak 1974, telah membangun reputasi yang kuat selama 50 tahun dalam industri batu alam. Meskipun menawarkan berbagai produk seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surfaces, Citatah masih menghadapi tantangan dalam brand association. Banyak client hanya mengenal Citatah sebagai supplier marmer, yang membatasi jangkauan pasar dan potensi pertumbuhan. Studi ini menerapkan kerangka brand equity dari David A. Aaker untuk mengidentifikasi brand association sebagai kelemahan utama dalam strategi branding Citatah. Strategi marketing digital melalui media sosial dan optimasi SEO website dieksplorasi untuk meningkatkan posisi dan brand message Citatah. Solusi utama meliputi (1) pembuatan konten media sosial yang menarik untuk menampilkan keberagaman produk di Citatah selain marmer, dan menyampaikan pesan bahwa Citatah adalah supplier marmer pertama & terbesar di Indonesia dengan pengalaman 50 tahun. (2) mengoptimasi SEO situs web agar lebih mudah ditemukan, dan (3) survei client untuk menyempurnakan strategi marketing. Inisiatif ini bertujuan memperkuat brand association, meningkatkan pengenalan merek, dan memposisikan Citatah sebagai pemimpin yang dapat diandalkan dan terpercaya dalam industri batu & surface material premium. Sebagai kesimpulan, dengan memanfaatkan marketing digital, Citatah dapat memperkuat brand association, menarik client baru, dan mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Halaman ini sengaja dibiarkan kosong EXECUTIVE SUMMARY PT Citatah Tbk, the first and largest marble company in Indonesia since 1974, has built a strong reputation over 50 years in the natural stone industry. Although it offers a variety of products such as engineered stone, glass mosaic, and leather surfaces, Citatah still faces challenges in brand association. Many clients only recognize Citatah as a marble supplier, which limits its market reach and growth potential. This study applies David A. Aaker's brand equity framework to identify brand association as the main weakness in Citatah's branding strategy. Digital marketing strategies through social media and SEO website optimization are explored to enhance Citatah's positioning and brand message. The main solutions include (1) creating engaging social media content to showcase the diversity of Citatah's products other than marble and convey the message that Citatah is the first and largest marble supplier in Indonesia with 50 years of experience, (2) optimizing website SEO to improve discoverability, and (3) conducting customer surveys to refine marketing strategies. These initiatives aim to strengthen brand association, increase brand recognition, and position Citatah as a reliable and trustworthy leader in the surface materials industry. In conclusion, by leveraging digital marketing, Citatah can strengthen brand association, attract new customers, and achieve sustainable business growth. Halaman ini sengaja dibiarkan kosong DAFTAR ISI PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES TUGAS AKHIR/ RENCANA BISNIS....................iii TERM OF REFERENCE PROJECT IMPROVEMENT......................................................v PERNYATAAN KEASLIAN TUGAS AKHIR...................................................................vii PERSETUJUAN......................................................................................................... ix PERSETUJUAN PENYERAHAN PERBAIKAN TUGAS AKHIR.........................................x KATA PENGANTAR................................................................................................. xiii RINGKASAN EKSEKUTIF......................................................................................... xiv EXECUTIVE SUMMARY.......................................................................................... xvi DAFTAR ISI........................................................................................................... xviii DAFTAR GAMBAR...................................................................................................xx DAFTAR TABEL...................................................................................................... xxii DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................................xxiv DAFTAR SINGKATAN.............................................................................................xxvi BAB I PENDAHULUAN............................................................................................. 1 I.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1 I.2 Gambaran Umum Perusahaan..................................................................... 4 I.3 Sistematika Penulisan................................................................................... 7 I.4 Manfaat Laporan.......................................................................................... 9 I.5 Lingkup Proyek Perbaikan...........................................................................10 BAB II DESKRIPSI PERMASALAHAN DAN TARGET PERBAIKAN.............................. 12 II.1 Teknik Identifikasi Masalah........................................................................13 II.2 Identifikasi Masalah...................................................................................14 1. Brand Awareness yang Rendah....................................................... 26 2. Brand Association yang Lemah........................................................27 3. Brand Loyalty yang Rendah............................................................. 27 4. Proprietary Assets yang Kurang Dikomunikasikan...........................28 II.3 Identifikasi Masalah Prioritas.................................................................... 29 II.4 1 Target Perbaikan..................................................................................... 32 II.5 Approval Perusahaan I...............................................................................40 BAB III PENDEKATAN KONSEPTUAL.......................................................................40 III.1 Konsep 1: Brand Association.................................................................... 41 III.2 Konsep 2: IMC - Three Major Marketing Communication Options.......... 42 BAB IV ANALISIS PENYEBAB............................................................................46 IV.1 Teknik Identifikasi Kemungkinan dan Akar Penyebab...............................46 IV.2 Kemungkinan Penyebab........................................................................... 49 IV.3 Identifikasi Akar Penyebab....................................................................... 51 BAB V PEMBAHASAN SOLUSI PERBAIKAN............................................................ 54 V.1 Alternatif Solusi......................................................................................... 55 V.2 Evaluasi Solusi Terbaik............................................................................... 56 V.3 Manfaat dan Biaya yang Diharapkan......................................................... 61 V.4 Rencana Implementasi.............................................................................. 64 V.5 Rencana Implementasi Lanjutan............................................................... 65 V.6 Gantt Chart................................................................................................ 67 V.7 Approval Perusahaan II..............................................................................69 BAB VI IMPLEMENTASI SOLUSI............................................................................. 69 VI.1 Realisasi Kegiatan..................................................................................... 70 VI.2 Evaluasi Hasil Implementasi..................................................................... 71 VI.3 Perbandingan Manfaat dan Biaya............................................................ 71 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN........................................................................71 VII.1 Kesimpulan..............................................................................................72 VII.2 Saran & Tindak Lanjut............................................................................. 72 DAFTAR GAMBAR Gambar I-2 Struktur Organisasi PT Citatah Tbk Gambar II-1 Severity-Urgency Matrix Citatah Gambar II-2 DM Inquiry Citatah Dari Produk Non-Marmer Gambar II-3 DM Inquiry Citatah Dari Produk Marmer Gambar II-4 Comment Inquiry & Reply Rate Citatah Rendah Gambar II-5 Hasil Survey Brand Association Citatah Lemah Gambar II-6 Teori Content Marketing Buku Strategic Brand Management Gambar IV-1 Fishbone Diagram Citatah Gambar IV-2 Gambar Interrelated Diagram Citatah Gambar V-1 Perencanaan Gantt Chart (Saat PI) Gambar V-2 Perencanaan Gantt Chart (Setelah PI) 5 30 34 35 36 37 39 48 51 67 67 Halaman ini sengaja dibiarkan kosong DAFTAR TABEL Tabel II-1 Penentuan Masalah Prioritas (Letakkan Sumber disini) 6 Note ● Daftar Tabel dibuat secara otomatis dengan Ms. Word processor ● Dapat lebih dari 1 halaman ● Penomoran Tabel mengandung nomor babnya dalam romawi dan urutan gambar dalam bab tersebut ● 12pt , Single spaced seperti contoh diatas Halaman ini sengaja dibiarkan kosong DAFTAR LAMPIRAN Lampiran A Detail Aktifitas Per Bulan (Contoh) 29 Lampiran B Ketentuan Umum Format Laporan 30 Lampiran C Contoh Lembar Approval Perusahaan 31 Note ● Daftar Lampiran dibuat secara otomatis dengan Ms. Word processor ● Dapat lebih dari 1 halaman ● 12pt , Single spaced seperti contoh diatas Halaman ini sengaja dibiarkan kosong DAFTAR SINGKATAN Singkatan Kepanjangan DMAIC Define, Measure, Analyze, Improve, Control FM Faculty Member Ms. Word Microsoft Word PI Project Improvement Note ● Daftar singkatan dibuat dalam urutan abjad mulai dari atas ke bawah ● Dapat lebih dari 1 halaman ● 12pt , single spaced seperti contoh diatas Halaman ini sengaja dibiarkan kosong BAB I PENDAHULUAN Laporan ini disusun dengan sistematis yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki permasalahan branding dan marketing PT Citatah Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di industri marmer. Bab 1 mempunyai tujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai laporan yang disusun. Bab 1 Pendahuluan terdiri dari latar belakang perusahaan, gambaran umum perusahaan, struktur organisasi, sistematika penulisan, manfaat laporan, dan lingkup project perbaikan. I.1 Latar Belakang Brand equity merupakan aset berharga bagi sebuah perusahaan karena dapat meningkatkan daya saing dan mempengaruhi keputusan client. Menurut Aaker (1991), brand equity terdiri dari lima dimensi utama, yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, proprietary assets, dan brand loyalty, yang bersama-sama membentuk persepsi client terhadap suatu brand. Selain itu, brand equity juga dapat didefinisikan sebagai dampak diferensial dari kombinasi brand awareness dan makna brand meaning terhadap respons konsumen terhadap marketing brand tersebut (Aaker, 1991). Makna brand merujuk pada persepsi dominan konsumen terhadap suatu brand perusahaan. Brand equity mencerminkan pengaruh citra atau sikap konsumen terhadap suatu brand tertentu. Brand association dapat dibentuk melalui benefits, attitudes, dan attributes (Severi, Ling, & Nasermoadeli, 2014). Brand association sangat terkait erat dengan kinerja brand itu sendiri (Atilgan, Aksoy, & Akinci, 2005). Selain itu, brand association berperan sebagai alat pengumpulan data untuk mengukur brand extension (Severi & Ling, 2013). Definisi brand association sudah dikenal luas oleh konsumen dan tertanam dalam pikiran mereka, sehingga peningkatan brand awareness secara langsung akan meningkatkan perhatian konsumen terhadap brand tertentu (Emari, Jafari, & Mogaddam, 2012). Brand association juga dapat menciptakan brand loyalty terhadap suatu brand tertentu (Severi & Ling, 2013). Untuk membangun brand association yang kuat, client harus terlebih dahulu memiliki pengetahuan tentang brand tersebut (Jayswal & Vora, 2019). Brand association menciptakan jalur bagi konsumen untuk melakukan pembelian lebih banyak, sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. Lebih dari itu, brand association memberikan berbagai keuntungan lain yang dapat membantu pertumbuhan dan keberlanjutan suatu brand (Atilgan et al., 2005). PT Citatah Tbk, sebagai perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia yang telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun sejak tahun 1974, menghadapi tantangan dalam memperkuat brand equity-nya, terutama dalam aspek brand association. Meskipun Citatah memiliki sejarah panjang dalam industri ini, brand associaton-nya belum sepenuhnya mencerminkan nilai reliable and trusted yang ingin ditanamkan. Gejala utama permasalahan branding yang dihadapi PT Citatah Tbk adalah lemahnya brand association di mata target pasar, di mana target pasar utama Citatah yaitu arsitek & desainer interior di generasi muda hanya mengenal Citatah sebagai perusahaan batu yang hanya menjual marmer, tanpa memahami posisi dan keunggulan utama Citatah yaitu sebagai supplier marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak 1974, dan distributor surface material premium di Indonesia sejak tahun 1974. Hasil wawancara dengan pihak internal dan eksternal menunjukkan bahwa Citatah masih sering dianggap sebagai perusahaan batu biasa, meskipun kenyataannya Citatah telah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dan menawarkan berbagai kategori produk surface material premium lain, seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surface. Kurangnya pemahaman ini semakin terlihat dari data internal tim sales, di mana sekitar 70-80% client yang pernah mereka temui hanya mengetahui Citatah sebagai perusahaan batu yang hanya menjual marmer, sehingga brand message yang ingin disampaikan oleh perusahaan belum diterima dengan baik oleh pasar. Akibat dari lemahnya brand association ini, target pasar tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai keberagaman produk yang dimiliki Citatah, yang pada akhirnya menyebabkan perusahaan kehilangan peluang besar untuk menarik minat client terhadap produk-produk lain di luar marmer. Selain itu, dalam industri surface material yang semakin kompetitif, banyak brand batu baru yang lebih agresif dalam strategi branding perusahaannya, sehingga tanpa upaya untuk memperkuat brand association, Citatah berisiko terus dianggap hanya sebagai "perusahaan batu biasa yang hanya menjual marmer" tanpa mendapatkan pengakuan sebagai brand yang sebenarnya memiliki kategori produk yang jauh lebih luas dan inovatif lagi. Oleh karena itu, diperlukan strategi branding yang lebih efektif agar Citatah dapat mengkomunikasikan nilai dan keunggulannya dengan lebih baik, sehingga dapat memperkuat brand association dengan posisi sebagai perusahaan yang reliable and trusted dalam menyediakan berbagai surface material premium berkualitas tinggi untuk arsitek, dan desainer interior generasi muda di Indonesia. Untuk mengatasi permasalahan ini, PT Citatah Tbk perlu menerapkan strategi branding yang lebih efektif, khususnya dalam membangun brand association yang kuat dengan nilai reliable and trusted. Melalui pendekatan marketing yang lebih terarah, seperti optimalisasi media sosial, dan membuat slogan yang menunjukkan 50 tahun pengalaman agar client ingat. I.2 Gambaran Umum Perusahaan a. Gambaran Umum Perusahaan PT Citatah Tbk adalah perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1974, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. Citatah memiliki tambang marmer seluas 100 hektar & pabrik pemrosesan marmer dengan peralatan modern yang berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain itu Citatah juga memiliki kantor pusat & pabrik pemrosesan marmer kedua yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat. Citatah juga memiliki 3 showroom & office yang berlokasi di Jakarta Selatan, Bali, dan Amerika Serikat. Citatah memiliki beragam jenis produk yang dijual, namun produk utama yang dijual di Citatah adalah marmer lokal ujung pandang yang didapat dari tambang marmer Citatah sendiri di Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain marmer lokal, Citatah juga menjual berbagai jenis batuan alam impor seperti granit, limestone, marmer, onyx, quartzite, sandstone, dan travertine. Selain batuan alam, Citatah juga menjual berbagai jenis produk buatan mulai dari compressed marble, mozaik kaca, sintered stone, hingga engineered quartz stone. Alasan kenapa Citatah bisa menjual begitu banyak produk buatan tersebut adalah karena Citatah merupakan mitra/distributor eksklusif yang ditunjuk oleh brand-brand internasional tersebut yang terkemuka di bidang surface material premium yang ternama di dunia seperti Bisazza, Caesarstone, Geoluxe, Nextep Leathers, Coverlam dan HI-MACS. Sebagai perusahaan marmer yang terintegrasi penuh, Citatah menawarkan berbagai layanan lengkap mulai dari sumber batuan, desain, pengolahan hingga pemasangan. Beberapa kompetitor utama dari Citatah sendiri adalah seperti Fagetti, MM Gallery, Kammer, dan Quadra. Mereka merupakan supplier marmer & batu alam lainnya, dan juga engineered stone (Ex: marmer buatan, quartz buatan, dll) yang cukup besar, dan merupakan kompetitor utama dari Citatah. b. Struktur Organisasi Gambar I-2 Struktur Organisasi PT Citatah Tbk Citatah menggunakan struktur organisasi fungsional yang dibagi berdasarkan fungsi utama perusahaan. Struktur ini terdiri dari tiga divisi besar, yaitu Finance & Operations Division, Quarry Division, serta Marketing & Sales Division. Setiap divisi dipimpin oleh seorang Direktur dan memiliki peran yang jelas dalam operasional perusahaan. Dewan Komisaris berperan sebagai pengawas tertinggi, dibantu oleh Komite Nominasi & Remunerasi serta Komite Audit. Di bawahnya, Direktur Utama bertanggung jawab atas keseluruhan operasional perusahaan. Untuk memastikan kualitas dan tata kelola yang baik, Direktur Utama didukung oleh Internal Audit dan Quality Assurance. Ketiga divisi utama memiliki departemen-departemen yang spesifik sesuai dengan fungsi masing-masing: 1. Finance & Operations Division menaungi fungsi-fungsi pendukung seperti Plant Pangkep, Plant Karawang, Finance & Accounting, Legal & Corporate Secretary Information Technology, Human Resources Development, serta Procurement & Purchasing. 2. Quarry Division berfokus pada aspek teknis dengan departemen Geology & Administration, Quarry Production, Project Management, serta Engineering & Design. 3. Marketing & Sales Division mengurus aspek komersial melalui departemen Domestic Sales, International Sales, Marketing, Quantity Surveyor, dan Sales Administration. Dengan struktur yang jelas dan pembagian tugas yang spesifik, Citatah dapat mengelola bisnisnya secara efisien dari hulu ke hilir. Setiap divisi memiliki peran penting dalam mendukung operasional perusahaan agar tetap kompetitif di industri pertambangan dan pengolahan batu alam. c. Departemen Internship Selama internship di Citatah, penulis ditempatkan di divisi digital marketing sebagai intern untuk membantu mengembangkan beberapa aspek digital marketing yang ada di Citatah terutama media sosial, dan website. I.3 Sistematika Penulisan Laporan ini disusun berdasarkan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengimplementasikan solusi perbaikan terhadap permasalahan branding PT Citatah Tbk. Sistematika penulisan laporan ini terbagi ke dalam beberapa bab sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan latar belakang permasalahan branding yang dihadapi oleh PT Citatah Tbk, khususnya dalam aspek brand association. Selain itu, disajikan gambaran umum perusahaan untuk memahami posisi bisnis saat ini. Sistematika penulisan dijelaskan dalam sub bab tersendiri untuk memberikan alur kerja penelitian. Bab ini juga mencakup manfaat laporan bagi perusahaan serta lingkup project perbaikan yang akan dilakukan. BAB II IDENTIFIKASI MASALAH (DEFINE) Bab ini mengacu pada tahap Define dalam metode DMAIC. Dimulai dengan teknik identifikasi masalah yang digunakan untuk memahami isu utama dalam branding. Selanjutnya, dilakukan identifikasi permasalahan yang dihadapi, termasuk analisis awal terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi brand equity. Setelah itu, dilakukan identifikasi masalah prioritas yang menjadi fokus utama dalam perbaikan. Target perbaikan ditentukan berdasarkan analisis ini, dan bab ini ditutup dengan persetujuan dari pihak perusahaan (Approval Perusahaan I). BAB III PENDEKATAN KONSEPTUAL (MEASURE) Bab ini berisi pendekatan konseptual yang digunakan untuk mengukur sejauh mana masalah branding PT Citatah Tbk berdampak terhadap perusahaan. Teknik pengukuran yang digunakan dijelaskan, serta data-data pendukung yang relevan disajikan untuk menggambarkan kondisi saat ini. BAB IV ANALISIS PENYEBAB (ANALYZE) Pada tahap ini, dilakukan analisis terhadap kemungkinan penyebab permasalahan. Teknik identifikasi akar penyebab dijelaskan terlebih dahulu, kemudian berbagai kemungkinan penyebab dianalisis lebih lanjut. Pada bagian akhir bab ini, ditentukan akar penyebab utama dari lemahnya brand association PT Citatah Tbk. BAB V PEMBAHASAN SOLUSI PERBAIKAN (IMPROVE) Bab ini mencakup alternatif solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan brand association perusahaan. Setelah itu, dilakukan evaluasi terhadap solusi terbaik yang memiliki dampak paling signifikan dan efisien secara biaya. Manfaat dan biaya yang diharapkan dari solusi ini dijelaskan secara rinci. Rencana implementasi disusun secara bertahap, termasuk perencanaan lanjutan serta jadwal pelaksanaan dalam bentuk Gantt Chart. Bab ini diakhiri dengan persetujuan perusahaan atas rencana perbaikan (Approval Perusahaan II). BAB VI IMPLEMENTASI SOLUSI (CONTROL) Tahap implementasi dilakukan untuk merealisasikan solusi yang telah dipilih. Bab ini membahas realisasi kegiatan yang telah dilakukan, evaluasi hasil implementasi, serta perbandingan manfaat dan biaya setelah solusi diterapkan. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN Bab terakhir ini berisi kesimpulan dari seluruh proses perbaikan yang telah dilakukan. Selain itu, diberikan saran serta tindak lanjut yang dapat diterapkan oleh PT Citatah Tbk untuk memastikan perbaikan yang berkelanjutan dalam strategi branding perusahaan. Dengan mengikuti struktur ini, laporan ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret dan berkelanjutan untuk meningkatkan brand association PT Citatah Tbk, sehingga perusahaan dapat lebih dikenal dan dipercaya oleh target pasar yang lebih luas. I.4 Manfaat Laporan Laporan ini memberikan manfaat yang signifikan baik secara praktis bagi PT Citatah Tbk, teoretis untuk pengembangan akademik, maupun bagi penulis secara khusus. Secara praktis, laporan ini bertujuan untuk memberikan solusi strategis dalam mengatasi permasalahan branding yang dihadapi oleh PT Citatah Tbk, terutama dalam hal membangun brand association yang kuat dengan nilai reliable and trusted. Dengan rekomendasi yang diberikan, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan brand awareness di kalangan generasi muda, khususnya para arsitek dan desainer interior, serta memperkuat persepsi kualitas produk marmer mereka. Rencana implementasi yang akan disusun juga memberikan panduan bagi perusahaan untuk meningkatkan daya saing dan meningkatkan loyalitas client yang lebih luas, sehingga kontribusi terhadap peningkatan penjualan dan penguatan posisi brand di pasar akan tercapai. Dari perspektif teoritis, laporan ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang branding dan marketing, khususnya terkait dengan penerapan brand equity pada perusahaan yang telah lama beroperasi namun menghadapi tantangan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan generasi muda. Teori-teori yang diterapkan, seperti konsep brand equity dari Aaker dan pendekatan strategi digital marketing, dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai pengelolaan brand di industri tradisional yang sedang bertransformasi. Laporan ini juga menawarkan wawasan bagi akademisi tentang pentingnya penerapan teori branding yang lebih modern dan berbasis data untuk mencapai keberhasilan di pasar yang semakin kompetitif. Bagi penulis secara khusus, laporan ini memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan analisis dan pemecahan masalah dalam konteks branding perusahaan yang nyata. Penulis dapat memperdalam pemahaman mengenai penerapan konsep-konsep branding dalam dunia bisnis, serta mempraktikkan kemampuan dalam menyusun strategi marketing yang efektif berdasarkan analisis pasar dan identifikasi masalah. Selain itu, proses penyusunan laporan ini membantu penulis untuk mengeksplorasi lebih dalam tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam mengelola brand mereka di era digital, sehingga memperdalam pengetahuan penulis dalam menghadapi permasalahan branding dan marketing yang terus berkembang. I.5 Lingkup Proyek Perbaikan Lingkup proyek perbaikan ini difokuskan pada aspek digital marketing PT Citatah Tbk, dengan tujuan utama memperkuat brand association yang selama ini menjadi tantangan utama perusahaan. Sebagai Digital Marketing Intern, penulis akan terlibat dalam merancang dan mengimplementasikan berbagai inisiatif marketing digital yang dapat meningkatkan image, khususnya dalam membangun asosiasi yang lebih kuat dengan nilai reliable and trusted. Dalam rangka mencapai tujuan ini, proyek ini akan mencakup beberapa kegiatan kunci yang berfokus pada pengembangan konten kreatif, optimasi SEO, dan pengumpulan data melalui riset pasar, yang semuanya dirancang untuk memberikan solusi nyata bagi masalah branding yang dihadapi PT Citatah Tbk. Langkah pertama dalam proyek ini adalah pengembangan ide-ide konten kreatif untuk media sosial, seperti Instagram dan TikTok, yang akan digunakan untuk memperkuat brand equity perusahaan. Konten yang dibuat akan disesuaikan dengan preferensi dan tren yang relevan di kalangan target pasar PT Citatah Tbk, khususnya arsitek dan desainer interior muda. Penekanan pada visual yang menarik, storytelling yang autentik, serta menampilkan keunggulan produk marmer PT Citatah Tbk akan menjadi strategi utama dalam membangun brand association yang kuat. Konten akan difokuskan pada nilai reliable and trusted dengan menunjukkan pengalaman panjang perusahaan, kualitas produk, serta komitmen terhadap inovasi dan keberlanjutan. Strategi ini bertujuan untuk menarik perhatian generasi muda dan memperkenalkan Citatah sebagai pilihan utama dalam industri marmer yang dapat diandalkan. Selanjutnya, proyek ini akan melibatkan optimasi SEO untuk meningkatkan visibilitas dan peringkat website PT Citatah Tbk, khususnya pada landing page yang menjadi titik awal interaksi pengunjung dengan merek. Dengan memastikan bahwa konten di website tersebut relevan dan mudah diakses, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan brand awareness dan mendorong pengunjung untuk lebih memahami nilai dan kualitas produk Citatah. Optimasi SEO akan mencakup penelitian kata kunci yang relevan dengan industri marmer, serta penerapan strategi SEO on-page dan off-page yang dapat meningkatkan peringkat di mesin pencari, sehingga meningkatkan lalu lintas ke situs web dan potensi konversi pengunjung menjadi client. Riset pasar melalui customer survey juga menjadi bagian penting dari lingkup proyek ini. Melalui survei kepada client dan audiens yang lebih luas, penulis akan mengumpulkan data yang dapat memberikan wawasan tentang persepsi pasar terhadap Citatah, baik dalam hal brand awareness, brand loyalty, maupun brand association. Survei ini akan dirancang untuk mengeksplorasi bagaimana client dan calon client melihat Citatah, seberapa jauh mereka mengenali nilai reliable and trusted, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Hasil dari survei ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai area yang perlu diperbaiki dalam strategi branding dan marketing, serta memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan strategi marketing lebih lanjut. Secara keseluruhan, lingkup proyek ini akan mencakup langkah-langkah strategis yang berbasis pada digital marketing untuk memperbaiki masalah brand association PT Citatah Tbk. Dengan mengembangkan konten kreatif yang relevan, mengoptimalkan SEO website, serta melakukan riset pasar, proyek ini bertujuan untuk memberikan solusi yang berkelanjutan dalam meningkatkan citra brand dan daya saing perusahaan di pasar marmer. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan fondasi yang kuat bagi masa depan marketing PT Citatah Tbk, serta memperkenalkan brand kepada audiens yang lebih luas dengan cara yang lebih efektif dan inovatif. BAB II DESKRIPSI PERMASALAHAN DAN TARGET PERBAIKAN Dalam bab ini, penulis akan menjelaskan mengenai masalah-masalah branding yang ada di Citatah, dan target perbaikan yang ingin penulis capai. penulis akan menjelaskan mulai dari metode yang penulis gunakan untuk mengumpulkan data, mengidentifikasi 4 masalah branding di Citatah berdasarkan data tersebut, menentukan 1 masalah branding paling utama di Citatah untuk diselesaikan dengan menggunakan sebuah tool, dan target perbaikan yang ingin dicapai di dalam perusahaan. II.1Teknik Identifikasi Masalah Tujuan utama dari pengumpulan data ini adalah untuk memahami masalah branding yang sedang dialami oleh Citatah. Dengan mengidentifikasi masalah-masalah tersebut, penulis berharap dapat menemukan akar penyebabnya. Pemahaman yang mendalam tentang akar masalah ini nantinya akan membantu penulis dalam merancang solusi yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga efektif dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2, metode pertama adalah observasi yang dimana selama periode magang/internship di Citatah, penulis beberapa kali diajak oleh mentor perusahaan untuk ikut sales meeting untuk bertemu dengan client arsitek/desain interior. Metode kedua adalah wawancara (interview), wawancara yang dilakukan itu terhadap dua pihak yaitu pihak internal & pihak eksternal. Pihak internal merupakan karyawan yang bekerja di Citatah seperti sales, manager marketing, dan direktur marketing. Pihak eksternal merupakan target pasar Citatah baik client maupun calon client Citatah yaitu arsitek, dan desainer interior. Untuk pihak internal, penulis mewawancarai lima karyawan Citatah, yaitu: Nama Pekerjaan Pak Bruce Sales Executive Pak Tommy Sales Executive Pak Januar Sales Manager Pak Jordan Marketing Manager Bu Denise Marketing Director Untuk pihak eksternal, penulis mewawancarai lima orang yang merupakan target pasar dari Citatah yaitu: Nama Pekerjaan Ci Cathleen Arsitek Ci Ethelind Interior Designer Ci Anjelika Interior Designer Kak Shinta Interior Designer Kak Dina Interior Designer Penulis memutuskan untuk menyudahi proses pengambilan data melalui wawancara terhadap pihak eksternal sampai narasumber kelima karena informasi yang disampaikan semua narasumber sudah mencapai saturasi, dan masalah yang dialami kelima narasumber semuanya sama. II.2Identifikasi Masalah a. Hasil Observasi Sales Meeting Berdasarkan hasil observasi ketika penulis diajak ke sales meeting bersama mentor perusahaan penulis Pak Jordan (Marketing Manager Citatah), penulis selalu memperhatikan bahwa setiap kali Pak Jordan memperkenalkan produk-produk baru selain marmer seperti glass mosaic, engineered stone, dan leather surface kepada client arsitek/desain interior, semuanya selalu sangat penasaran, dan ingin tahu lebih lanjut terkait produk-produk tersebut. Misalnya ada 1 kali penulis pernah diajak bertemu dengan client arsitek ternama bernama Hadiprana di Cipete, Jakarta Selatan, sebelumnya Hadiprana sudah kenal Citatah sangat lama, dan pernah menjadi client Citatah 5 tahun lalu, namun memang sudah lost contact selama bertahun-tahun karena tim sales Citatah yang sebelumnya sudah tidak bekerja di Citatah lagi. Singkat cerita, Pak Jordan mulai mempresentasikan company profile Citatah & produk-produk yang dijualnya. Ketika Pak Jordan mulai mengenalkan produk-produk lain selain marmer terutama Leather Surfaces (Material Permukaan Kulit), client-nya langsung sangat penasaran, dan terus menerus bertanya terkait produk Leather Surface ini seperti pemakaiannya untuk apa, cara merawatnya bagaimana, ada warna lain atau tidak, dsb seperti baru pertama kali tahu kalau Citatah sebenarnya selama ini juga menjual surface material lain selain marmer, salah satunya adalah Leather Surfaces. b. Hasil Wawancara Internal Berdasarkan hasil wawancara dengan tim internal Citatah, tujuan utama marketing di Citatah adalah mengedukasi target pasar yaitu arsitek & desainer interior generasi muda mengenai siapa itu Citatah, dan produk apa saja yang dijual di Citatah, dengan tujuan akhir agar bisa menjangkau arsitek & desainer interior di generasi muda. Namun sayangnya target marketing ini sampai sekarang ini masih belum tercapai karena strategi online marketing belum optimal & belum menemukan formula yang tepat untuk menyampaikan pesan & mengedukasi target pasar mengenai siapa itu Citatah, dan Citatah itu sebenarnya menjual produk apa saja secara efektif. Buktinya dari semua DM yang diterima di Instagram Citatah itu hanya menanyakan mengenai marmer saja, tidak ada yang menanyakan produk lain selain marmer. Selain itu juga pemakaian media sosial seperti Instagram di Citatah masih belum terfokus, dan website juga belum di re-develop untuk pasar. Tantangan terbesar untuk mencapai tujuan marketing ini menurut manager marketing Citatah & direktur marketing Citatah adalah tidak adanya roadmap atau rencana yang jelas dalam membuat strategi online marketing Citatah yang efektif. Brand message yang ingin disampaikan Citatah kepada target pasar tentang siapa itu Citatah juga masih belum jelas apa, jadi target pasar seringkali bingung Citatah itu sebenarnya perusahaan apa, dan menjual produk apa saja. Pada akhirnya, persepsi target pasar terhadap Citatah tidak sejalan dengan harapan yang ingin dicapai oleh Citatah. Setelah melakukan penggalian yang dalam melalui wawancara dengan manager marketing & direktur marketing, penulis mendapatkan kesimpulan bahwa Citatah sebenarnya ingin dikenal sebagai perusahaan marmer pertama & terbesar di indonesia sejak tahun 1974 dengan pengalaman 50 tahun di industri batu alam, dan juga merupakan distributor surface material premium dari brand-brand ternama di dunia seperti Bisazza (glass mosaic), Caesarstone (quartz buatan), Nexstep (Leather Surface), Geoluxe (marmer buatan), Coverlam (technical stone), dll. Citatah juga ingin diketahui pasar bahwa mereka memiliki tambang marmer sendiri yang berlokasi di Sulawesi Selatan, Pangkep, sehingga merupakan supplier marmer tangan pertama, dan bukanlah trader seperti Fagetti, Quadra, MM Galleri, dll yang merupakan kompetitor Citatah. Dari sisi produk yang dijual di Citatah juga Citatah ingin dikenal sebagai perusahaan yang menjual berbagai macam surface material lain jadi bukan hanya menjual marmer, tetapi mulai dari batu alam lain selain marmer seperti granit, onyx, limestone, hingga surface material premium seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surface. Sayangnya brand message ini semua tidak tersampaikan dengan baik ke target pasar karena brand association Citatah di mata kebanyakan target pasar itu hanya terbatas sebagai stone company biasa yang hanya menjual marmer, dan tidak menjual produk lain lagi padahal Citatah memiliki rentang produk yang sangat luas, dan lebih dari sekadar marmer. Buktinya hampir seluruh dari DM inquiry di Instagram Citatah yang diterima semuanya menanyakan mengenai marmer saja, tidak ada yang bertanya terkait produk lain selain marmer dari Citatah. Bahkan ketika penulis mewawancarai tim sales dari Citatah, mereka bercerita bahwa 70-80% dari semua client yang pernah mereka temui selama ini menganggap Citatah itu hanya sebagai perusahaan marmer yang menjual marmer saja, dan tidak menjual produk lain. Berikut adalah kutipan jawaban dari tim sales Citatah yang penulis wawancarai: Pak Bruce (Sales) “Iya itu bener banget, 70-80% client lah yang pernah kita temui itu kirain Citatah itu cuma perusahaan marmer biasa yang jual marmer aja, dan gaada produk lain, jadi setiap kali kita ketemu dengan client, kita harus terus-menerus mengedukasi client bahwa Citatah memiliki produk yang jauh lebih beragam seperti engineered stone (marmer buatan, quartz buatan, technical stone), glass mosaic, leather surface, jadi bukan hanya marmer.” Pak Tommy (Sales) “Ya betul, 80% lah dari client yang pernah gw ketemu selama ini gatau Citatah jual produk lain selain marmer. Bahkan pernah waktu itu kejadian, awalnya clientnya tuh komplain produk citatah itu dikit banget, nah baru gw jelasin ke mereka kalo eh produk citatah itu bukan cuma marmer loh, kita juga ada engineered stone, glass mosaic, dll. Nah akhirnya mereka gajadi beli marmer dan ujung-ujungnya beli produk lain yang direkomen oleh gw tadi. Dan case kayak ini udah beberapa kali kejadian.” Alasan kenapa brand association ini belum tercapai menurut tim internal Citatah itu karena storytelling & social media strategy di Citatah masih tidak tepat, dan tidak maksimal karena selama ini pesan yang mau disampaikan ke audiens tentang siapa itu Citatah, Citatah menjual produk apa aja, itu belum ketemu satu pesan kuat, singkat, dan mudah diingat yang bisa menjelaskan brand association tersebut. Sehingga, pada akhirnya eksekusi konten di media sosial Citatah menjadi kurang efektif & brand association yang diinginkan menjadi tidak terbentuk. Strategi digital marketing yang sudah dilakukan Citatah selama ini untuk mencapai target brand message ini adalah media sosial & website. Sejauh ini media sosial itu yang paling efektif tapi belum maksimal karena masih sangat sedikit orang-orang yang mencari produk Citatah selain marmer, dan harusnya bisa jauh lebih maksimal lagi untuk menyebarkan pesan kepada target pasar Citatah yaitu arsitek & desainer interior generasi muda bahwa Citatah itu punya kategori produk yang sangat luas lagi, dan bukan hanya menjual marmer. Selain dari sisi media sosial sebenarnya ada pengaruh dari sisi consumer promotion-nya juga, dari pengalaman penulis ikut sales meeting dengan pak Jordan & sales lainnya, yang penulis sering perhatikan adalah client/potential client arsitek & desainer interior selalu meminta sampel dari produk-produk yang menarik perhatian mereka. Ini sangat penting karena dari sampel produk sebenarnya sudah bisa menciptakan brand association yang penulis inginkan dari target pasar yaitu bisa tahu bahwa Citatah itu tidak hanya menjual marmer saja, melainkan produk range-nya itu sangat luas. Karena mereka bisa melihat & memegang langsung produknya sehingga ada gambaran contohnya produk engineered stone itu ketika mereka pegang, rasakan, sambil bertanya, mereka bisa langsung terbayang produk tersebut cocoknya dipakai untuk apa. Sehingga kedepannya ketika mereka sedang membutuhkan material engineered stone misalnya, mereka bisa ingat bahwa Citatah itu juga menjual produknya, dan ketika mereka lupa rasa & kualitasnya dan ingin dibandingkan dengan sampel kompetitor, mereka tinggal mengambil sampelnya & dibandingkan kualitasnya dengan brand kompetitor lain, dan ini bisa meningkatkan peluang membeli dari potential client dibanding kalau Citatah tidak memberikan sampel sama sekali, jadi tidak ada perbandingan & bayangan sama sekali tentang produk Citatah. Saat ini, Citatah jarang mengikuti event-event sebagai strategi promosi produk. Hal ini bukan karena kurangnya minat, tetapi lebih karena belum adanya strategi yang jelas dalam menentukan event yang tepat serta bagaimana memanfaatkannya secara optimal untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan. Sebagai gantinya, perusahaan lebih mengandalkan digital ads yang terbukti lebih efisien dan efektif dalam menjangkau target pasar secara luas dengan biaya yang lebih terkendali. Dengan cara ini, marketing tetap berjalan tanpa harus mengalokasikan anggaran besar untuk event offline, yang belum tentu memberikan hasil yang sebanding. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana menyampaikan pesan yang tepat agar audiens tidak hanya mengenal Citatah sebagai penyedia marmer, tetapi juga mengetahui berbagai produk lain yang ditawarkan, seperti material alam lainnya yang memiliki kualitas tinggi. Ke depannya, diperlukan strategi yang lebih terarah dan kreatif agar seluruh lini produk Citatah dapat lebih dikenal, dipahami, dan diminati oleh pasar yang lebih luas, termasuk para arsitek dan desainer interior yang menjadi target utama perusahaan. Keunggulan utama Citatah yang sulit dikomunikasikan kepada target pasar adalah portofolio project-nya yang luas dan berprestasi. Sejak tahun 1974 sampai sekarang, Citatah telah mengerjakan ribuan project besar dan prestisius dari dalam hingga luar negeri yang mencerminkan keunggulan teknis serta kapasitas produksi yang luar biasa. Contohnya di dalam negeri Citatah pernah mengerjakan project untuk Senayan City, Emporium Pluit, Skye Bar Pool Grand Indonesia, Grand Hyatt Jakarta & Bali, sampai di luar negeri seperti Lotte World Tower Korea Selatan, Caesars Palace Las Vegas, dll. Meski demikian, banyak arsitek dan desainer interior muda belum mengetahui pencapaian tersebut, sehingga citra Citatah sebagai perusahaan yang menawarkan lebih dari sekadar marmer belum tersampaikan secara maksimal. c. Hasil Wawancara Eksternal Berdasarkan hasil wawancara dengan lima orang target pasar Citatah yaitu arsitek dan desainer interior di generasi muda (usia 25-35 tahun), mereka mengatakan bahwa sebenarnya mereka tahu & pernah mendengar tentang Citatah, tetapi tidak sesering brand kompetitor lain seperti Fagetti, MM Galleri, dan Quadra. Tapi masalahnya adalah bukan mereka tidak tahu tentang Citatah, tetapi lebih kepada Citatah bukan top-of-mind para arsitek & desainer interior ketika mereka sedang mencari supplier batu dalam project-project mereka. Justru brand supplier batu yang disebutkan masuk ke dalam top-of-mind mereka adalah Fagetti, MM Galleri, dan Quadra. Salah satu penyebab kenapa para arsitek dan desainer interior di generasi muda tidak memposisikan Citatah sebagai top-of-mind ketika mencari supplier batu menurut mereka adalah karena mereka tidak tahu Citatah menjual produk lain apalagi selain marmer. Selain itu Citatah juga kurang aktif & konsisten dalam membuat konten-konten menarik yang menginformasikan produk-produk yang dijual di Citatah selain marmer di media sosial khususnya Instagram. Ini sangat disayangkan karena berdasarkan hasil interview kepada mereka, sebenarnya arsitek dan desainer interior di generasi muda itu sangat aktif dalam penggunaan media sosial, khususnya Instagram yang dimana seharusnya ini bisa menjadi peluang yang sangat besar untuk menjangkau client baru. Saat wawancara, mereka juga mengatakan bahwa mereka lebih sering menemukan konten kompetitor seperti Fagetti, Quadra, dan MM Galleri ketika mencari supplier batu alam & engineered stone di Instagram dibandingkan dengan Citatah. Hal ini pada akhirnya membuat Citatah menjadi kalah bersaing dengan Fagetti, Quadra, dan MM Galeri, sehingga pada akhirnya Citatah pun tidak menjadi top-of-mind ketika arsitek & desainer interior di generasi muda sedang mencari supplier batu alam maupun engineered stone. Selain itu, masalah utama yang paling sering penulis lihat berdasarkan interview & observasi ketika diajak Pak Jordan ikut ketemu client adalah dari lima arsitek dan desainer interior yang temui, semuanya tidak tahu bahwa Citatah sebenarnya menjual berbagai jenis material lain selain marmer, yang mereka tahu hanyalah Citatah cuma jual marmer ujung pandang aja (marmer lokal yang merupakan produk andalan Citatah), buktinya adalah ketika penulis mewawancarai arsitek & desainer interior yang penulis temui, penulis bertanya “Sebelum pitching sales hari ini, kakak sebenernya udah tau belum kalau Citatah sebenernya ada jual produk-produk lain seperti engineered stone, leather surface, glass mosaic gitu selain marmer ujung pandang?”, dan jawaban mereka semua sama yaitu: Nama Jawaban Ci Cathleen “Oh gatau, bahkan sampai sebelum meeting hari ini aku tuh gatau Citatah itu sebenarnya jualan produk apa aja selain marmer.” Ci Ethelind “Gatau sih, aku cuma taunya Citatah itu jualan marmer aja .” Ci Anjelika “Aku baru tau sih hari ini, dari sebelumnya aku kirain Citatah cuma jual marmer lokal aja yang marmer ujung pandang itu.” Kak Shinta “Gatau aku, aku dari awal kirain Citatah itu ya cuma jualan marmer ujung pandang-nya aja, makanya aku kaget pas hari ini denger Citatah ternyata ada jual leather surface juga, menurut aku itu menarik banget.” Kak Dina “Aku cuman tau kalau Citatah itu jual marmer lokal aja. Aku baru tau kalau Citatah itu juga ada jual leather surface, engineered stone, granit, sama batu-batu lain” Dari sini penulis pun menjadi semakin yakin bahwa asosiasi Citatah di pikiran target pasarnya itu hanyalah sebagai perusahaan marmer biasa, dan tidak menjual produk lain. Selain itu, tim sales Citatah sendiri juga melaporkan hal yang sama yaitu sekitar 70–80% arsitek dan desainer interior muda mengira bahwa Citatah itu hanya perusahaan yang hanya menjual marmer saja. Lalu, untuk mengonfirmasi kebenaran temuan tersebut, penulis juga mengajukan pertanyaan serupa kepada arsitek dan desainer interior dari generasi muda ketika penulis diajak Pak Jordan ikut ketemu client, yaitu: “Apa yang terlintas dalam pikiran Anda ketika mendengar nama Citatah?” Menariknya, jawaban yang penulis peroleh dari semua arsitek & desainer interior tersebut kurang lebih hampir sama, yaitu: Nama Jawaban Ci Cathleen “An old marble company” Ci Ethelind “Supplier marmer yang menjual marmer berkualitas tinggi” Ci Anjelika “Stone company biasa yang hanya menjual marmer” Kak Shinta “Supplier marmer lokal yang cukup besar di Indonesia” Kak Dina “Marmer lokal” Kesimpulan dari kelima jawaban yang diberikan itu sangat serupa mengenai apa yang mereka pikirkan ketika mendengar nama Citatah, yaitu “Sebuah perusahaan batu biasa yang hanya menjual marmer” atau “Supplier marmer lokal”. Padahal, Citatah itu bukan sekadar perusahaan batu biasa yang hanya menjual marmer, justru Citatah adalah perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak tahun 1974, dengan pengalaman 50 tahun. Tetapi Citatah itu tidak hanya menjual marmer saja, melainkan juga mengimpor & menjual batu alam lain seperti granit, travertine, onyx, limestone, sampai surface material premium lain dari brand-brand ternama di dunia seperti glass mosaic dari Bisazza, leather surface dari Nexstep, technical stone dari Coverlam, marmer buatan dari Geoluxe, dan quartz buatan dari Caesarstone, dll. Menurut para arsitek & desainer interior yang penulis temui, Citatah itu sangat kurang dalam memberikan informasi & edukasi mengenai produk-produk yang dijualnya melalui media sosial (khususnya Instagram), dan juga dari website Citatah. Informasi-informasi seperti produk apa saja yang dijual di Citatah, pemakaian setiap jenis produk itu bagusnya untuk apa saja (top table, lantai, dinding, meja dapur), dan lain-lain. Pada akhirnya, karena banyak arsitek & desainer interior di generasi muda tidak tahu informasi-informasi tersebut, mereka lebih memilih kompetitor seperti Fagetti, MM Galleri, Quadra untuk membeli produk-produk tersebut karena mereka lebih aktif dalam mengkomunikasikan & mengedukasi produk-produk yang mereka jual, dan penggunaan setiap jenis produk itu cocoknya untuk apa saja. Sehingga hal ini membuktikan bahwa brand association Citatah belum cukup kuat untuk mengkomunikasikan keberagaman produk yang ditawarkan. Beberapa target pasar Citatah juga merasa tidak cenderung untuk kembali melakukan pembelian karena kurangnya engagement dan program follow-up pasca transaksi dari Citatah, sehingga mereka mudah sekali untuk beralih ke kompetitor yang menawarkan layanan lebih personal, dan lebih sering di kontak saja. Contohnya ada satu kali penulis pernah ikut Pak Jordan (Marketing Manager) penulis untuk pergi ketemu salah satu mantan client Citatah yang merupakan seorang arsitek. Ketika penulis berbicara dengan beliau, yang beliau katakan adalah: Nama Jawaban Kak Shinta “wah, udah lama banget ya ga ketemu sama Citatah terakhir kali udah 5 tahun yang lalu deh ya kalau gasalah” Kak Dina “Iya, sebenarnya kita tau produk Citatah bagus, tapi waktu itu sempet udah ga follow-up lagi lama, terus banyak supplier lain yang rutin kontak kita terus, dan kebetulan mereka juga punya produk yang lagi kita cari jadi akhirnya kita pilihnya yang lebih sering di kontak aja sih.” Dari sini, penulis menyimpulkan bahwa sangat disayangkan karena yang dulunya sudah sempat menjadi client, dan sudah punya image yang baik terhadap Citatah. Tetapi 5 tahun lalu, banyak tim sales di Citatah yang sudah berpengalaman diambil oleh Quadra (Kompetitor Citatah), sehingga Citatah selama 5 tahun ini sangat kesulitan dalam mencari & menggantikan tim sales sebelumnya yang memang sudah sangat berpengalaman & profesional dalam industri batu ini. Ini menyebabkan client-client yang dulu pernah di-approach oleh tim sales 5 tahun lalu, tidak pernah ada follow up sampai sekarang ini. Dengan tim sales yang baru sekarang, Citatah baru memulai mengontak kembali client-client yang 5 tahun lalu pernah putus hubungan. Terakhir, banyak arsitek & desainer interior di generasi muda ternyata tidak mengetahui keunggulan-keunggulan penting dari Citatah yang tidak dimiliki perusahaan lain. Beberapa keunggulan utama yang tidak diketahui adalah: 1. Citatah itu adalah perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak 1974, dengan pengalaman lebih dari 50 tahun. 2. Citatah memiliki tambang marmer sendiri yang berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan yang membuat Citatah merupakan supplier marmer tangan pertama, bukan trader. 3. Citatah sudah pernah memegang ribuan project-project besar di seluruh dunia mulai dari project lokal seperti Masjid Istiqlal, Senayan City, Emporium, Skye Bar Pool Grand Indonesia, sampai project internasional seperti Lotte World Tower (gedung tertinggi di Korea Selatan), Caesars Palace (Las Vegas), Grand Hyatt Hotel (Hawaii - Amerika), Four Seasons Hotel (San Francisco, AS), dan masih banyak lagi. Informasi terhadap keunggulan-keunggulan tersebut seharusnya merupakan daya tarik yang kuat bagi target pasar dalam memilih Citatah dibandingkan kompetitor. Buktinya adalah pernah penulis diajak Pak Jordan (Marketing Manager) untuk ikut beliau pergi bertemu dengan client arsitek di PIK 2 yang merupakan generasi baru karena telah menggantikan ayahnya, dan ketika Pak Jordan sedang mempresentasikan tentang portofolio project-project yang pernah dipegang oleh Citatah, spesifiknya adalah Skye Bar Pool di Grand Indonesia, wajah client-nya langsung sangat kaget karena beliau baru tahu bahwa ternyata kolam renang di Skye Bar Grand Indonesia itu menggunakan lantai glass mosaic dari Citatah, dan sekarang infonya Citatah sudah dealing 1 project dengan mereka. Selain itu penulis bertanya kepada arsitek & desainer interior sebuah pertanyaan yaitu “Apakah menurut anda, mengetahui portofolio project-project besar yang pernah dikerjakan Citatah membuat anda lebih tertarik untuk mencoba produk dari Citatah?”, dan jawaban dari mereka adalah: Nama Jawaban Kak Shinta “Iya, lebih tertarik karena dengan kita tau kalau Citatah udah pernah pegang project-project besar, itu membuat Citatah jadi keliatan lebih terpercaya dalam menangani project prestisius” Kak Dina “Iya, karena hospitality project di Hadiprana seringkali berskala besar, sehingga portfolio projects besar perlu jadi acuan.” Dari jawaban kak Shinta & kak Dina yang merupakan desainer interior dari Hadiprana, bisa disimpulkan bahwa penyampaian pesan-pesan mengenai keunggulan Citatah seperti ini sebenarnya sangat penting, dan dapat meningkatkan nilai jual lebih dari Citatah dibanding brand lain. Namun, sayangnya selama ini keunggulan-keunggulan yang dimiliki Citatah kurang dikomunikasikan kepada target pasar Citatah, yang pada akhirnya membuat banyak target pasar memilih brand lain yang lebih sering mempromosikan project-project yang pernah dipegang sebelumnya. d. Gejala (Symptoms) Perusahaan Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak internal dan eksternal, dapat diidentifikasi beberapa gejala (symptoms) yang timbul pada perusahaan Citatah terkait dengan masalah branding dan marketing. Gejala-gejala tersebut dapat dikelompokkan ke dalam empat masalah utama yang sesuai dengan elemen brand equity menurut Aaker, yaitu brand awareness, brand association, brand loyalty, dan proprietary assets. Berikut adalah gambaran umum mengenai gejala-gejala tersebut beserta argumen yang mendukungnya. 1. Brand Awareness yang Rendah Gejala pertama yang teridentifikasi adalah rendahnya tingkat brand awareness Citatah di kalangan target pasar, khususnya arsitek dan desainer interior generasi muda. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak eksternal, banyak arsitek dan desainer interior sebenarnya sudah pernah mendengar tentang Citatah dalam project-project mereka tetapi tidak sesering brand kompetitor lain seperti Fagetti, Quadra, jadi tau & pernah dengar tetapi lebih ke bukan top-of-mind ketika mencari supplier batu. Beberapa baru mengetahui Citatah setelah diperkenalkan oleh rekan atau melalui reference project. Hal ini menunjukkan bahwa Citatah sebenarnya sudah berhasil menciptakan sedikit brand awareness di pasar tetapi tidak cukup tinggi untuk membuat Citatah masuk ke dalam top-of-mind arsitek & desainer interior di generasi muda. Selain itu, strategi digital marketing yang kurang maksimal dan konsisten di media sosial, khususnya Instagram, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya brand awareness ini. Padahal, media sosial merupakan platform yang sangat efektif untuk menjangkau target pasar generasi muda karena arsitek & desainer interior generasi muda sangat aktif dalam penggunaan platform media sosial khususnya Instagram. 2. Brand Association yang Lemah Gejala kedua adalah lemahnya brand association Citatah di mata target pasar. Hasil wawancara dengan pihak internal dan eksternal menunjukkan bahwa Citatah seringkali hanya diasosiasikan sebagai perusahaan batu biasa yang hanya menjual marmer, padahal Citatah sebenarnya adalah perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak tahun 1974, dengan pengalaman 50 tahun. Selain itu Citatah juga memiliki berbagai macam kategori produk surface material premium lain selain marmer seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surface. Bahkan, 70-80% client yang pernah ditemui oleh tim sales Citatah menganggap Citatah hanya sebagai perusahaan marmer. Hal ini menunjukkan bahwa brand message yang ingin disampaikan oleh Citatah belum tersampaikan dengan baik. Akibatnya, karena target pasar tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai keberagaman produk yang ditawarkan oleh Citatah, sehingga target pasar pun tidak membeli dari Citatah. Pada akhirnya Citatah kehilangan peluang sales dari produk-produk lain selain marmer hanya karena kurangnya komunikasi & kesalahan persepsi antara yang diasosiasikan oleh target pasar dengan kebenaran aslinya. 3. Brand Loyalty yang Rendah Gejala ketiga adalah rendahnya tingkat brand loyalty di kalangan client Citatah. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak eksternal, banyak arsitek dan desainer interior yang merasa tidak cenderung untuk kembali melakukan pembelian karena kurangnya engagement dan program follow-up pasca transaksi dari Citatah. Hal ini menyebabkan client mudah beralih ke kompetitor yang menawarkan layanan lebih personal. Contohnya, terdapat kasus di mana mantan client Citatah mengaku sudah lama tidak berinteraksi dengan perusahaan, padahal sebelumnya pernah bekerja sama. Kurangnya program follow-up dan engagement yang matang menyebabkan brand loyalty yang rendah. 4. Proprietary Assets yang Kurang Dikomunikasikan Gejala keempat adalah kurangnya komunikasi mengenai proprietary assets yang dimiliki oleh Citatah. Citatah memiliki beberapa keunggulan penting yang seharusnya dapat menjadi daya tarik kuat bagi target pasar, seperti status sebagai perusahaan marmer pertama dan terbesar di Indonesia sejak tahun 1974, pengalaman lebih dari 50 tahun di industri batu, serta portofolio project besar dan prestisius di dalam dan luar negeri. Namun, berdasarkan hasil wawancara dengan pihak eksternal, banyak arsitek dan desainer interior generasi muda yang tidak mengetahui keunggulan-keunggulan tersebut. Misalnya, mereka tidak mengetahui bahwa Citatah memiliki tambang marmer sendiri di Sulawesi Selatan, atau bahwa Citatah telah mengerjakan project-project besar seperti Lotte World Tower di Korea Selatan dan Caesars Palace di Las Vegas. Kurangnya komunikasi mengenai aspek-aspek ini menyebabkan target pasar tidak menyadari keunggulan yang dimiliki oleh Citatah, sehingga mengurangi daya saing perusahaan di pasar. e. Kesimpulan Masalah Branding di Citatah Berdasarkan gejala-gejala yang teridentifikasi, dapat disimpulkan bahwa Citatah sedang menghadapi empat masalah utama dalam hal branding, yaitu: 1. Rendahnya Brand Awareness Citatah: Citatah belum berhasil membuat Citatah masuk sebagai top-of-mind di kalangan target pasar, khususnya arsitek dan desainer interior generasi muda, akibat strategi digital marketing yang kurang aktif dan konsisten di media sosial. 2. Lemahnya Brand Association Citatah: Citatah seringkali hanya diasosiasikan sebagai perusahaan batu yang hanya menjual marmer, padahal merupakan perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak 1974, dan memiliki berbagai macam surface material lainnya selain marmer. Brand message yang ingin disampaikan belum tersampaikan dengan baik, sehingga target pasar tidak memiliki pemahaman yang jelas mengenai keberagaman produk Citatah. 3. Rendahnya Brand Loyalty Citatah: Kurangnya engagement dan program follow-up pasca transaksi menyebabkan client mudah beralih ke kompetitor, sehingga tingkat brand loyalty Citatah menjadi rendah. 4. Kurang Mengkomunikasikan Proprietary Assets Citatah: Citatah memiliki beberapa keunggulan penting seperti portofolio project besar dan status sebagai perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia, dengan kategori produk yang sangat luas dari batu alam sampai engineered stone juga ada. Namun keunggulan-keunggulan tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik kepada target pasar, sehingga mengurangi daya saing perusahaan. II.3Identifikasi Masalah Prioritas Gambar II-1 Severity-Urgency Matrix Citatah Berdasarkan severity-urgency matrix yang telah penulis buat di gambar II-1, masalah prioritas yang akan menjadi target untuk dicari solusinya adalah brand association Citatah yang lemah. Alasan penulis memposisikan brand association Citatah yang lemah sebagai masalah yang memiliki tingkat keparahan & urgensi yang sama-sama tinggi adalah karena persepsi pasar yang dominan (70-80% client) hanya mengenal Citatah sebagai supplier marmer, padahal perusahaan ini juga menawarkan produk surface material premium lainnya seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surface. Kesalahpahaman ini menyebabkan produk-produk selain marmer marmer tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya, padahal produk-produk tersebut memiliki potensi penjualan yang besar dan dapat memenuhi kebutuhan beragam client. Ketidakmampuan untuk menonjolkan keberagaman produk Citatah secara menyeluruh ini jelas mengurangi potensi pendapatan dari produk-produk non-marmer, dan melemahkan daya saing Citatah di tengah persaingan yang semakin ketat. Selain tingkat keparahan yang tinggi, alasan kenapa urgensi tinggi adalah karena persaingan dengan kompetitor supplier batu alam & engineered stone seperti Fagetti, MM Galleri, dan Quadra semakin ketat. Sementara peluang pasar terus terlewatkan, sehingga kalau masalah ini tidak segera diselesaikan, Citatah berisiko untuk kehilangan market share dan kesempatan untuk membangun brand association yang lebih kuat. Lemahnya brand association Citatah berhubungan secara langsung dengan rendahnya brand awareness dan brand loyalty di Citatah. Ketika target pasar tidak mengetahui keberagaman produk Citatah, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk meningkatkan brand awareness menjadi tidak efektif. Selain itu, client bisa jadi menjadi tidak loyal & cenderung beralih ke kompetitor karena produk yang sedang mereka cari, yang sebenarnya ada di Citatah tetapi dikira tidak ada oleh client karena mereka tidak mendapatkan informasi terkait produk-produk apa saja yang dijual di Citatah. Dengan memperbaiki masalah brand association di Citatah, kedua masalah tersebut dapat teratasi secara tidak langsung melalui edukasi pasar dan penguatan brand message Citatah. Dengan menyelesaikan masalah brand association yang lemah di Citatah, ada banyak manfaat yang bisa didapatkan yaitu: 1. Menjangkau Client Baru Generasi muda arsitek dan desainer interior cenderung mencari supplier batu alam & engineered stone yang profesional, terpercaya, memiliki kualitas produk yang baik, dan portofolio yang prestisius. Dengan memperkuat brand association, Citatah dapat menyebarkan semua pesan tersebut, dan menjangkau segmen ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang strategis. 2. Meningkatkan Penjualan Produk Non-Marmer Dengan memperkuat brand association di Citatah, Citatah berpotensi untuk meningkatkan penjualannya dari produk-produk lain selain marmer. Misalnya, engineered stone dan glass mosaic bisa menjadi solusi bagi client yang mencari material estetik dengan harga lebih terjangkau. 3. Meningkatkan Brand Loyalty Brand association yang kuat bisa mendorong repeat purchase, karena mereka sudah percaya dengan Citatah karena merupakan supplier marmer pertama & terbesar di Indonesia dengan pengalaman 50 tahun, dan juga apapun surface material yang mereka cari baik engineered stone, batu alam, glass mosaic, semuanya juga ada di Citatah sehingga tidak ada alasan yang kuat bagi client, untuk pindah ke kompetitor kecuali ada ketidakpuasan lain yang tidak terduga. II.41 Target Perbaikan Target perbaikan yang menjadi fokus perusahaan PT Citatah Tbk adalah untuk meningkatkan leads dari produk selain marmer seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surfaces dengan menggunakan 4 tolak ukur yaitu: 1. Meningkatkan Direct Message (DM) inquiry di Instagram Citatah untuk produk selain marmer sebesar 900% dari rata-rata 1 DM/konten menjadi 10 DM/konten selama periode Maret 2025 - April 2025. 2. Meningkatkan comment inquiry rate di Instagram Citatah sebesar 100% dari rata-rata 5 comments/konten menjadi 10 comments/konten selama periode Maret 2025 - April 2025. 3. Meningkatkan comment reply rate di Instagram Citatah sebesar 212,5% dari 16% menjadi 50% dengan cara membalas paling sedikit 50% comment inquiry yang masuk di Instagram Citatah selama periode Maret 2025 - April 2025. 4. Meningkatkan brand association rate Citatah sebagai "perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia yang juga menjual surface material lain" sebesar 200% dari 12 responden menjadi 36 responden dari total 73 responden, melalui survei Google Form selama periode Maret 2025 - April 2025. Gambar II-2 DM Inquiry Citatah Dari Produk Non-Marmer Gambar II-3 DM Inquiry Citatah Dari Produk Marmer Gambar II-4 Comment Inquiry & Reply Rate Citatah Rendah Gambar II-5 Hasil Survey Brand Association Citatah Lemah Tolak ukur pertama yaitu DM inquiry Citatah untuk produk non-marmer sangatlah sedikit, dari 5 konten terakhir yang diposting di Citatah, total DM inquiry yang masuk adalah 182 DM inquiry. Dari 182 DM inquiry yang masuk, hanya 5 DM inquiry (sekitar 2.74% orang) yang menanyakan produk lain selain marmer seperti granit, mozaik, dan quartz. Tolak ukur kedua yaitu comment inquiry rate dari konten-konten Citatah selama ini juga tidak terlalu banyak yaitu dari total 159 comments dalam 5 konten, hanya 48 comment inquiry (sekitar 30% orang) yang menanyakan inquiry via comments terkait harganya berapa, apakah ada produk tertentu, bagaimana cara memesan, dan lokasi pabrik dimana. Tolak ukur ketiga masih berhubungan dengan comment inquiry rate yaitu comment reply rate. Comment reply rate selama ini terutama dalam 5 konten terakhir sangatlah rendah, yaitu hanya sekitar 16% dari total comment inquiry yang masuk. Artinya dari 48 comment inquiry yang masuk, yang dibalas hanya 8 comments. Tolak ke ukur keempat yaitu brand association rate yang diukur dari survei Google Form, dimana penulis menyebarkan form yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur brand association Citatah kepada 73 orang target pasar Citatah (arsitek & desainer interior), dan hasilnya adalah hanya 12 dari 73 orang tersebut (sekitar 16% orang) yang mengasosiasikan Citatah sebagai "perusahaan marmer pertama & terbesar di Indonesia yang juga menjual surface material lain" Teori yang penulis gunakan untuk membuat target perbaikan adalah dari teori content marketing dari buku strategic brand management. Dimana disebutkan di dalam teori tersebut bahwa “The integration of storytelling and content marketing is now, more than ever, critical for retaining customers and attracting potential leads”, yang dimana artinya adalah gabungan antara storytelling & content marketing (Ex: membuat konten foto/video di instagram, dan membuat konten blog di website) sekarang sangat penting untuk mempertahankan client & menarik calon pelanggan. Artinya, gabungan antara storytelling dan content marketing (seperti konten Instagram dan artikel website) sangat penting untuk mempertahankan pelanggan lama dan menarik calon pelanggan baru. Berdasarkan bacaan, content marketing bertujuan untuk menciptakan konten yang berharga, relevan, dan konsisten guna menarik dan mempertahankan audiens (Content Marketing Institute). Dengan membuat konten menarik tentang produk non-marmer (seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surfaces), Citatah dapat membangun brand association yang lebih kuat. Misalnya, konten yang menceritakan manfaat, dan keunikan produk-produk ini akan mengubah persepsi konsumen yang selama ini hanya mengenal Citatah sebagai penjual marmer. Selain itu, storytelling dalam konten marketing membantu konsumen memahami nilai dan relevansi produk. Misalnya, dengan menceritakan aplikasi engineered stone dalam proyek-proyek besar seperti menjelaskan kalau engineered stone seperti quartz buatan (dari brand Caesarstone) itu sangat cocok untuk meja dapur karena tahan panas, dan gampang dibersihkan. Dengan mengetahui informasi tersebut dari konten yang dibuat, kedepannya apabila arsitek/desainer interior sedang mencari supplier batu yang bisa menyediakan meja dapur untuk client-nya, maka orang pertama yang diingat adalah Citatah, karena sebelumnya sudah pernah menonton/membaca konten Citatah. Hal ini sejalan dengan pernyataan Joe Pulizzi bahwa storytelling adalah kunci untuk menarik potential leads. Tujuan akhir content marketing adalah mendorong tindakan yang menguntungkan, seperti mengirim DM inquiry (leads). Ketika konten Citatah berhasil menarik perhatian dan membangun kepercayaan, konsumen akan lebih mungkin untuk mengirim DM menanyakan harga atau detail produk. Dengan demikian, leads (DM inquiry) adalah indikator bahwa upaya content marketing Citatah telah berhasil memperkuat brand association dan menarik minat konsumen terhadap produk-produk non-marmer. Gambar II-6 Teori Content Marketing Buku Strategic Brand Management II.5Approval Perusahaan I BAB III III.1 PENDEKATAN KONSEPTUAL Konsep 1: Brand Association Brand association merupakan segala bentuk keterkaitan kognitif yang dimiliki konsumen terhadap suatu brand. Menurut Aaker, brand association dapat mencakup atribut produk, manfaat bagi pelanggan, kegunaan, gaya hidup, kelas produk, pesaing, serta negara asal. Brand association ini memiliki tingkat kekuatan yang bervariasi dan berperan penting dalam membentuk persepsi konsumen terhadap suatu brand dibandingkan dengan pesaingnya. Brand association yang kuat dapat memfasilitasi pemrosesan informasi, menciptakan diferensiasi, menjadi faktor pendorong keputusan pembelian, membangkitkan perasaan positif, serta berfungsi sebagai dasar dalam strategi perluasan brand. Lebih lanjut, brand association dapat dikategorikan menjadi tiga jenis utama berdasarkan tingkat abstraksinya, yaitu attributes, benefits, attitudes. Attributes mencakup karakteristik deskriptif suatu produk atau layanan yang dapat diklasifikasikan menjadi atribut yang terkait langsung dengan kinerja produk (product-related attributes) dan atribut yang tidak secara langsung berhubungan dengan kinerja produk (non-product-related attributes). Benefits mengacu pada nilai yang dirasakan konsumen terhadap suatu produk, yang dapat bermanfaat secara fungsional, pengalaman, maupun simbolik. Sementara itu, attitudes terhadap brand menggambarkan evaluasi menyeluruh konsumen terhadap suatu brand dan sering kali menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembelian. Brand association yang kuat, menguntungkan, dan unik dapat meningkatkan brand equity dengan memperkuat brand awareness dan brand loyalty di kalangan konsumen. III.2 Konsep 2: IMC - Three Major Marketing Communication Options Pendekatan konsep branding/marketing yang penulis pakai untuk menjawab masalah prioritas di Citatah yaitu brand association yang lemah adalah teori Integrated Marketing Communications (IMC), spesifiknya three major marketing communication options yang terdiri dari advertising, promotion, dan event marketing. Alasan kenapa pendekatan konsep ini relevan untuk memecahkan masalah yang ada di Citatah adalah karena teori ini sangat berhubungan dengan advertising atau iklan dapat membantu membangun brand association yang kuat, positif, dan unik di pikiran konsumen, sehingga mereka melihat merek tersebut dengan baik. Kedua adalah promotion, disini penulis memilih sub-kategori dari promotion yaitu consumer promotions, yang dimana dari buku dikatakan bahwa sampling (memberi sampel produk dari Citatah) itu merupakan cara efektif untuk menciptakan brand association yang kuat dan relevan. Karena dengan konsumen seperti desainer interior & arsitek yang melihat, merasakan, dan memegang produk Citatah secara langsung, konsumen itu bisa langsung membentuk hubungan positif dengan brand, yang membantu memperkuat brand image. Selain itu, sampling juga bisa memicu word-of-mouth, di mana konsumen yang puas akan merekomendasikan produk tersebut ke orang lain. Singkatnya, sampling membantu membangun brand association dan brand image yang positif, sekaligus mendorong penyebaran informasi tentang brand. Ketiga adalah event marketing, dari buku disebutkan bahwa event melibatkan indera dan emosi konsumen secara langsung, yang membantu membentuk brand association mereka tentang sebuah brand. Karena pada saat misalnya arsitek atau desainer interior ikut hadir di event Citatah, mereka mengalami interaksi nyata dengan brand dari demonstrasi produk, dikasih sample, dll. Sehingga pengalaman konsumen ini pada akhirnya membuat kesan yang mendalam dan mereka akhirnya mengaitkan brand dengan emosi, nilai, atau manfaat tertentu. Contohnya, dalam event in-store atau sampling program, konsumen tidak hanya melihat atau mendengar tentang brand, tetapi juga merasakan produk secara langsung. Hal ini menambah pengetahuan mereka tentang brand dan menciptakan brand association yang lebih kuat, seperti mengaitkan brand dengan kualitas, inovasi, atau kepuasan. Kesimpulannya, pendekatan konsep teori Integrated Marketing Communications (IMC) spesifiknya three major marketing communications yang terdiri dari advertising (iklan) & consumer promotions (khususnya sampling), interactive marketing, dan event marketing sangat relevan untuk memperkuat brand association Citatah. Melalui iklan, Citatah dapat membangun image yang kuat, positif, dan unik di pikiran konsumen. Sementara itu, sampling memungkinkan konsumen seperti desainer interior dan arsitek untuk merasakan produk secara langsung, menciptakan hubungan positif dan memicu word-of-mouth. Event marketing juga berperan penting dengan melibatkan konsumen secara langsung melalui demonstrasi produk atau pun pemberian sampel, sehingga mereka mengaitkan Citatah dengan nilai, kualitas, dan pengalaman yang berkesan. Dari kegagalan dalam memaksimalkan 3 poin ini lah yang pada akhirnya menjadi dasar penyebab brand association menjadi lemah. BAB IV IV.1 ANALISIS PENYEBAB Teknik Identifikasi Kemungkinan dan Akar Penyebab Fishbone Diagram, adalah alat analisis yang membantu mengidentifikasi berbagai penyebab potensial dari suatu masalah secara sistematis dengan mengorganisir faktor-faktor penyebab ke dalam beberapa kategori utama seperti manusia, metode, material, lingkungan, dan teknologi (Ishikawa, 1985). Dalam konteks Project Improvement ini, Fishbone Diagram digunakan untuk menganalisis penyebab lemahnya brand association Citatah, yang meliputi kurangnya strategi advertising, minimnya inisiatif dalam consumer promotion, serta rendahnya partisipasi dalam event marketing. Dari hasil analisis, ditemukan beberapa faktor spesifik seperti tidak adanya roadmap konten digital yang efektif, kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemberian sampel, serta ketidakefektifan tim sales dalam memperkenalkan produk lain selain marmer. Fishbone Diagram dipilih karena memberikan visualisasi yang jelas mengenai hubungan antara berbagai penyebab dan permasalahan utama, serta memungkinkan pendekatan kolaboratif di mana setiap departemen dalam perusahaan dapat memberikan kontribusi terhadap identifikasi penyebab, sehingga analisis menjadi lebih komprehensif dan membantu perumusan strategi perbaikan yang lebih terarah (Brassard et al., 2002). Dalam implementasinya, penulis bertindak sebagai fasilitator yang mengumpulkan informasi melalui konsultasi langsung dengan mentor perusahaan. Langkah pertama adalah melakukan diskusi awal dan wawancara untuk mengidentifikasi faktor penyebab, yang kemudian dikelompokkan dalam Fishbone Diagram. Setelah faktor utama ditentukan, langkah berikutnya adalah merancang strategi perbaikan berdasarkan teori Integrated Marketing Communication (IMC), khususnya three major marketing communication yang melibatkan tiga elemen utama: advertising & consumer promotion, interactive marketing, dan event marketing (Kotler & Keller, 2016). Dengan pendekatan ini, Citatah dapat memperkuat brand association-nya dengan memastikan bahwa pesan yang disampaikan lebih efektif dan menjangkau target pasar yang tepat. Gambar IV-1 Fishbone Diagram Citatah IV.2 Kemungkinan Penyebab Berdasarkan hasil analisis, faktor-faktor penyebab utama yang berkontribusi terhadap lemahnya brand association Citatah dapat dikategorikan menjadi tiga aspek utama sesuai dengan pendekatan Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu advertising & consumer promotion, interactive marketing, dan event marketing. Pertama dari aspek advertising & consumer promotion, pada aspek advertising ditemukan bahwa inquiry DM yang masuk di Instagram Citatah semuanya hanya menanyakan marmer, alasannya karena konten yang di posting di media sosial, khususnya Instagram hanya mempromosikan marmer tanpa memperkenalkan produk lain yang dimiliki perusahaan. Alasan kenapa selama ini konten-konten yang di posting hanya mempromosikan marmer karena tidak ada roadmap yang jelas dan efektif untuk strategi konten digital menyebabkan pesan yang disampaikan menjadi kurang terarah dan tidak maksimal dalam menarik perhatian target pasar. Selain tidak ada roadmap yang jelas, penyebab lainnya adalah tidak tahu cara menyampaikan pesan/message tentang Citatah & produk-produk yang dijual lewat konten secara efektif. Semua ini diakibatkan karena brand message Citatah yang ingin disampaikan ke target pasar masih belum jelas apa. Pada aspek consumer promotion, ditemukan bahwa banyak pelanggan yang tidak menyadari bahwa Citatah memiliki produk lain selain marmer. Hal ini disebabkan oleh kurangnya inisiatif dari tim sales dalam menawarkan sampel gratis kepada calon pelanggan sebagai bagian dari strategi promosi. Alasan kenapa tim sales tidak ada inisiatif dalam menawarkan sampel karena memang tidak adanya standard operating procedure (SOP) dari Citatah yang mewajibkan tim sales untuk selalu menawarkan pemberian sampel secara gratis. Hal ini disebabkan karena tidak ada tujuan yang jelas untuk memberikan sampel. Padahal, dalam industri bahan bangunan dan desain interior, pengalaman langsung terhadap kualitas produk sangat berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Ketidakefektifan promosi ini menyebabkan pelanggan hanya mengenal Citatah sebagai supplier marmer biasa tanpa mengasosiasikan merek dengan produk lain yang ditawarkan. Kedua, dari aspek interactive marketing gejala pertama adalah jarang membalas comments-comments yang ada di konten Instagram Citatah. Alasan kenapa hal ini terjadi adalah tidak ada inisiatif untuk membalas comments-comments tersebut karena tidak ada SOP yang mewajibkan untuk harus membalas seluruh comments-comments apabila ada yang menanyakan inquiry seperti harganya berapa, bisa visit pabrik atau tidak, pabriknya dimana, dsb. Semua ini disebabkan karena tidak ada strategi untuk membangun hubungan dengan audiens. Ketiga, dari sisi event marketing, Citatah sangat jarang mengikuti atau menyelenggarakan event, karena bukan termasuk strategi marketing yang ingin dilakukan oleh Citatah, dan juga kendala dari sisi budget. Semua ini disebabkan karena positioning brand Citatah masih belum matang. Salah satu kendala utama adalah preferensi perusahaan terhadap digital marketing dibandingkan mengikuti pameran atau event karena pertimbangan biaya dan opsi strategi marketing lain yang jauh lebih murah namun juga efektif. IV.3 Identifikasi Akar Penyebab Interrelated diagram adalah alat analisis yang digunakan untuk memahami hubungan sebab-akibat antara berbagai faktor dalam suatu sistem. Diagram ini membantu mengidentifikasi bagaimana satu elemen mempengaruhi elemen lainnya secara langsung atau tidak langsung (Mizuno, 1988). Dalam konteks pemasaran, interrelated diagram dapat digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara brand positioning, brand message, dan brand association, yang merupakan tiga aspek penting dalam membangun identitas merek yang kuat. Gambar IV-2 Gambar Interrelated Diagram Citatah Berdasarkan interrelated diagram yang diberikan, terdapat empat elemen utama yang saling berkaitan, yaitu brand positioning yang belum matang, brand message yang belum jelas, tidak ada tujuan yang jelas dalam pemberian sampel, dan tidak adanya strategi untuk membangun hubungan dengan audiens. Keempat elemen ini membentuk pola sebab-akibat yang mempengaruhi kekuatan brand association Citatah di pasar. Permasalahan utama yang menjadi akar dalam diagram ini adalah brand positioning yang belum matang. Brand positioning merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk menempatkan citra merek di benak konsumen dan membedakan diri dari pesaing (Kotler & Keller, 2016). Jika brand positioning tidak jelas, maka audiens akan kesulitan memahami nilai unik yang ditawarkan oleh Citatah. Dalam diagram ini, brand positioning yang belum matang berdampak langsung pada ketidakjelasan brand message. Tanpa posisi yang kuat di pasar, sulit bagi Citatah untuk menentukan pesan utama yang ingin dikomunikasikan kepada target audiens. Brand message adalah pesan yang ingin disampaikan oleh sebuah merek kepada audiensnya untuk memperkuat identitas dan nilai yang ingin dikomunikasikan. Dalam diagram ini, terlihat bahwa brand message Citatah masih belum jelas, yang menjadi konsekuensi dari brand positioning yang lemah. Ketidakjelasan ini menyebabkan brand communication menjadi tidak konsisten, yang pada akhirnya menghambat upaya membangun brand association. Jika audiens tidak memahami dengan jelas apa yang ditawarkan oleh Citatah, maka mereka tidak akan memiliki asosiasi yang kuat terhadap merek tersebut. Ketidakjelasan dalam brand message juga berdampak pada strategi pemasaran yang tidak terarah. Salah satu contoh yang terlihat dalam diagram adalah tidak adanya tujuan yang jelas dalam pemberian sampel. Pemberian sampel merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan brand awareness dan memperkuat brand association dengan audiens (Keller, 2013). Namun, dalam kasus Citatah, karena tidak adanya strategi yang jelas, pemberian sampel tidak dimanfaatkan secara efektif. Ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang seharusnya digunakan untuk memperkuat citra merek justru tidak memiliki dampak yang maksimal karena tidak selaras dengan brand positioning dan brand message. Selain itu, diagram ini juga menunjukkan bahwa tidak adanya strategi untuk membangun hubungan dengan audiens merupakan salah satu faktor yang menyebabkan lemahnya brand association. Brand association merujuk pada persepsi dan koneksi yang dimiliki pelanggan terhadap suatu merek berdasarkan pengalaman dan interaksi mereka dengan merek tersebut (Aaker, 1991). Dalam diagram ini, terlihat bahwa Citatah tidak memiliki strategi yang jelas dalam membangun hubungan dengan audiens, misalnya dengan kurangnya interaksi di media sosial. Akibatnya, audiens tidak memiliki keterikatan emosional atau kognitif yang kuat dengan Citatah, sehingga brand association yang terbentuk menjadi lemah. Hubungan sebab-akibat yang terlihat dalam interrelated diagram ini menunjukkan bahwa brand positioning, brand message, dan brand association saling mempengaruhi dalam membangun identitas merek yang kuat. Jika brand positioning tidak jelas, maka brand message yang dikomunikasikan kepada audiens juga menjadi tidak efektif. Hal ini berujung pada lemahnya strategi pemasaran dan interaksi dengan audiens, yang pada akhirnya menghambat terbentuknya brand association yang kuat di benak pelanggan. Untuk mengatasi permasalahan ini, Citatah perlu memperkuat brand positioning-nya terlebih dahulu. Dengan memiliki brand positioning yang jelas, Citatah dapat merancang brand message yang lebih terarah dan sesuai dengan nilai yang ingin disampaikan kepada audiens. Setelah itu, strategi pemasaran seperti pemberian sampel dan interaksi dengan audiens dapat dirancang secara lebih efektif untuk memperkuat brand association. Halaman ini sengaja dibiarkan kosong BAB V PEMBAHASAN SOLUSI PERBAIKAN V.1Alternatif Solusi Alternatif solusi pertama yang dipilih adalah membuat sebuah event untuk mempromosikan Citatah. Alasan kenapa alternatif solusi ini dipilih adalah karena event marketing merupakan sebuah strategi yang sangat efektif & sudah digunakan oleh salah satu kompetitor Citatah yaitu Quadra. Dimana Quadra sudah pernah membuat event di Senayan City mall untuk mempromosikan dirinya. Hal ini sangat bermanfaat karena Quadra juga mengundang begitu banyak artis & influencer ternama di Indonesia untuk mempromosikan produknya seperti Chef Renatta, Tanjun House, dll. Hal ini pada akhirnya membuat Quadra tampil sebagai sebuah brand yang mewah, kredibel, dan terpercaya di kalangan target pasar mereka. Strategi ini dapat menjadi alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan oleh Citatah. Alternatif solusi kedua yang dipilih adalah menggunakan Influencer Marketing dengan cara hire influencer Instagram di bidang arsitek, desainer interior, ataupun home living, untuk mempromosikan Citatah & produk-produk yang dijual selain marmer, dan juga mengajak followers-nya untuk berinteraksi dengan cara memberikan komentar. Alasan kenapa alternatif solusi ini dipilih adalah Citatah selama ini belum pernah menggunakan influencer sama sekali untuk mempromosikan Citatah ataupun produk-produk spesifik yang dijualnya selain marmer. Strategi ini sebenarnya sudah pernah dipakai oleh salah satu kompetitor Citatah yaitu Quadra, yang dimana Quadra sering collab dengan influencer-influencer seperti Chef Renatta, Mario Wibowo, Tanjun House, dll untuk mempromosikan Quadra & produk-produk yang dijualnya. Strategi ini membuat Quadra sekarang menjadi supplier engineered stone yang kredibel, dan terpercaya kualitas produknya karena sudah dipercayai oleh banyak influencer-influencer ternama di Indonesia. Oleh karena itu strategi ini dimasukkan sebagai alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan oleh Citatah. Alternatif solusi ketiga yang dipilih adalah hire talent & videographer sendiri dan boost menggunakan ads di Instagram Citatah. Alasan kenapa alternatif solusi ini dipilih adalah biayanya yang jauh lebih murah dibanding influencer marketing, namun hasil & kualitas videonya juga bisa menyaingi yang dibuat oleh influencer. Terkait jumlah engagement seperti likes, comments, dm, dll, baru dibantu menggunakan Instagram ads, sehingga strategi ini sangat menarik untuk dicoba dilakukan oleh Citatah sehingga dimasukkan sebagai alternatif solusi yang bisa dipertimbangkan oleh Citatah. V.2Evaluasi Solusi Terbaik Berdasarkan hasil perhitungan Weighted Objective Method, solusi Hire Talent & Videographer mendapatkan skor tertinggi (7.7), menjadikannya alternatif terbaik dibandingkan dengan alternatif solusi lain seperti Event Marketing (7.0) dan Influencer Marketing (6.9). Dalam analisis ini, akan dibahas keunggulan solusi ini berdasarkan empat kriteria utama: Efektivitas, Biaya, Engagement, dan Kemudahan Implementasi, serta perbandingannya dengan dua alternatif lainnya. Event marketing merupakan strategi yang telah terbukti efektif, terutama dalam membangun kredibilitas dan kesan mewah sebuah brand. Hal ini didasarkan pada keberhasilan kompetitor Citatah, yaitu Quadra, yang mengadakan event di Senayan City Mall dengan mengundang selebritas serta influencer ternama seperti Chef Renatta dan Tanjun House. Strategi ini membantu Quadra membangun image sebagai brand mewah dan terpercaya di pasar. Dalam aspek efektivitas, event marketing mendapatkan nilai tinggi (8), karena mampu meningkatkan brand awareness dan memperkuat posisi Citatah sebagai brand yang kredibel. Namun, ketika mempertimbangkan biaya, strategi ini memiliki kelemahan yang signifikan. Event marketing memerlukan anggaran besar untuk sewa tempat, dekorasi, pembayaran influencer, serta promosi tambahan. Oleh karena itu, dalam kategori biaya, strategi ini mendapatkan skor rendah (5), yang mengurangi daya tariknya sebagai solusi optimal. Dari segi engagement, event marketing mendapatkan nilai cukup tinggi (8), terutama karena interaksi langsung dengan calon pelanggan dan influencer yang hadir. Namun, engagement yang dihasilkan sering kali bersifat sementara dan bergantung pada daya tarik acara itu sendiri. Selain itu, dalam kategori kemudahan implementasi, event marketing mendapatkan nilai (7), mengingat perencanaan dan pelaksanaannya yang kompleks serta membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak. Kesimpulannya, meskipun event marketing terbukti efektif dalam meningkatkan brand image, biaya yang tinggi dan tantangan implementasi membuatnya kurang optimal dibandingkan solusi lain. Influencer marketing menjadi strategi yang banyak digunakan oleh brand-brand di berbagai industri, termasuk kompetitor Citatah, Quadra. Dengan menggandeng influencer dari kalangan arsitek, desainer interior, dan industri home living, Citatah dapat memanfaatkan audiens mereka untuk mempromosikan produk selain marmer. Dalam aspek efektivitas, influencer marketing mendapat skor yang sama dengan event marketing (8), karena dapat secara langsung menjangkau target pasar yang relevan. Namun, efektivitas ini sangat bergantung pada pemilihan influencer yang tepat, serta seberapa baik mereka dapat mengkomunikasikan nilai dan keunggulan produk Citatah. Dari sisi biaya, strategi ini mendapat skor lebih rendah (4), karena biaya kerja sama dengan influencer ternama cukup tinggi dibandingkan budget yang dimiliki di Citatah yaitu Rp 10.000.000,00. Penulis sendiri telah menghubungi beberapa influencer untuk berkolaborasi, namun rate card yang ditawarkan terlalu mahal mulai dari Rp 8.000.000,00 per konten sampai Rp 30.000.000,00 per konten yang dimana ini tidak sepadan untuk mengalokasi hampir seluruh budget perusahaan hanya untuk 1 konten saja, sehingga solusi ini kurang worth it. Hal ini menjadi tantangan utama dalam implementasi strategi ini, karena untuk mendapatkan hasil yang optimal, Citatah harus bekerja sama dengan influencer yang memiliki audiens yang relevan dan kredibel, tetapi biaya yang ditawarkan cenderung tinggi. Selain itu, pengaruh influencer tidak selalu menjamin peningkatan konversi penjualan. Banyak brand yang berinvestasi besar dalam influencer marketing tanpa mendapatkan ROI (Return on Investment) yang sesuai. Untuk engagement, influencer marketing memiliki skor tertinggi (9), karena interaksi langsung dengan audiens mereka melalui comments, likes, dan DM. Namun, engagement ini terkadang tidak menghasilkan loyalitas jangka panjang terhadap brand, karena sebagian besar interaksi lebih berpusat pada figur influencer daripada produk itu sendiri. Dalam kategori kemudahan implementasi, strategi ini mendapatkan skor (7), karena masih memerlukan negosiasi kontrak, pembuatan konten bersama influencer, serta analisis performa untuk memastikan efektivitas kampanye. Kesulitan dalam menemukan influencer dengan harga yang sesuai anggaran semakin memperumit implementasi strategi ini. Kesimpulannya, meskipun influencer marketing memberikan engagement tinggi, biaya yang mahal serta ketergantungan terhadap individu tertentu membuatnya kurang optimal dibandingkan alternatif lainnya. Tantangan dalam menemukan influencer yang sesuai dengan anggaran juga menjadi kendala utama dalam menjalankan strategi ini secara efektif. Solusi Hire Talent & Videographer sendiri dinilai sebagai opsi terbaik dengan skor tertinggi (7.7). Strategi ini melibatkan produksi konten profesional menggunakan tim freelance dan kemudian memperkuat distribusi kontennya melalui iklan (Instagram Ads). Dalam aspek efektivitas, strategi ini mendapat skor (7), sedikit lebih rendah dibandingkan event dan influencer marketing. Meskipun tidak seefektif event dalam membangun brand image premium, serta tidak semenarik influencer marketing dalam menciptakan interaksi langsung, strategi ini tetap mampu memberikan dampak signifikan pada brand association dan engagement audiens. Keunggulan utama strategi ini terletak pada biaya, dengan skor tertinggi (9). Dengan merekrut talent dan videographer sendiri, Citatah dapat mengontrol anggaran secara lebih efisien dibandingkan membayar influencer atau menyelenggarakan event besar. Biaya produksi video bisa jauh lebih murah, sementara hasilnya dapat bersaing dengan konten yang dibuat oleh influencer. Selain itu, menggunakan Instagram Ads memungkinkan Citatah untuk menargetkan audiens yang lebih spesifik dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan biaya kerja sama dengan influencer. Dalam aspek engagement, strategi ini mendapatkan nilai (7), sedikit lebih rendah dibandingkan influencer marketing. Namun, dengan strategi pemasaran yang tepat, engagement dapat meningkat melalui penggunaan format konten yang menarik serta optimasi iklan yang menargetkan audiens yang relevan. Dalam kategori kemudahan implementasi, strategi ini memiliki skor tertinggi (8). Dibandingkan event yang membutuhkan perencanaan kompleks atau influencer marketing yang membutuhkan negosiasi dan kontrak, merekrut talent dan videographer sendiri jauh lebih mudah dikelola. Kontrol penuh atas produksi dan distribusi konten memungkinkan Citatah untuk mengadaptasi strategi pemasaran mereka dengan lebih fleksibel. Berikut ini adalah perhitungan biaya untuk ketiga solusi tersebut. Tabel V-1. Tabel Perbandingan Biaya Solusi Solusi Biaya Rincian Influencer Marketing Rp 8.000.000 - - Hanya untuk posting 1 konten, belum 30.000.000 termasuk biaya tambahan. - Rate card influencer yang dihubungi lebih tinggi dari budget. - Tidak termasuk site visit, makan, transportasi, dan biaya lainnya. Event Marketing Rp 80.000.000 - - Biaya terlalu tinggi untuk saat ini. 200.000.000 - Membutuhkan persiapan yang banyak seperti sewa tempat, dekorasi, konsumsi, biaya lainnya, dan promosi. Hire Talent & Videographer Rp 9.300.000 - Rp2,3 juta untuk talent (6 jam shooting). - Rp2 juta untuk videografer + editing (full day). - Produksi 5 konten. - Instagram Ads Rp1 juta per konten. Berdasarkan hasil analisis, solusi Hire Talent & Videographer menjadi pilihan terbaik karena memiliki keseimbangan optimal antara efektivitas, biaya, engagement, dan kemudahan implementasi. Biaya lebih efisien dibandingkan event marketing dan influencer marketing. Hasil video yang berkualitas tinggi dapat menyaingi konten yang dibuat oleh influencer. Kontrol penuh terhadap konten memastikan bahwa brand message tersampaikan secara konsisten dan strategis. Instagram Ads memungkinkan distribusi konten yang lebih luas dan terukur dengan biaya lebih rendah dibandingkan kerja sama dengan influencer. Meskipun influencer marketing memiliki tingkat engagement tertinggi dan event marketing efektif dalam membangun brand image, kedua strategi ini memiliki kelemahan utama dalam hal biaya dan implementasi. Sebaliknya, strategi Hire Talent & Videographer memberikan fleksibilitas, efektivitas biaya, serta potensi engagement yang masih dapat ditingkatkan melalui optimasi iklan dan strategi konten yang lebih menarik. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, strategi Hire Talent & Videographer merupakan pilihan paling ideal bagi Citatah untuk meningkatkan brand association, menarik audiens yang lebih luas, serta mengoptimalkan anggaran pemasaran dengan hasil yang maksimal. Tabel V-2. Tabel Pembobotan Alternatif Solusi Kriteria bobot Event Influencer Hire talent Marketing Marketing videographer nilai b*n nilai b*n nilai b*n 1. Efektifitas 0.4 8 3.2 8 3.2 7 2.8 2. Biaya 0.3 5 1.5 4 1.2 9 2.7 3. Engagement 0.2 8 1.6 9 1.8 7 1.4 4. 0.1 7 0.7 7 0.7 8 0.8 Kemudahan Implementasi Total Skor 1 7 6.9 7.7 V.3Manfaat dan Biaya yang Diharapkan Solusi Hire Talent & Videographer dipilih sebagai alternatif terbaik karena menawarkan keseimbangan optimal antara biaya, efektivitas, dan engagement. Dari segi biaya, solusi ini jauh lebih hemat dibandingkan event marketing atau influencer marketing. Strategi ini memungkinkan Citatah menghasilkan konten berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan influencer marketing, di mana tarif kerja sama dengan influencer terkenal sering kali jauh melebihi anggaran yang tersedia. Selain itu, dibandingkan dengan event marketing yang membutuhkan biaya tinggi untuk sewa tempat, dekorasi, dan undangan bagi influencer atau selebriti, solusi ini memberikan fleksibilitas dalam produksi konten tanpa mengeluarkan biaya tambahan untuk penyelenggaraan acara. Konten yang dihasilkan juga memiliki lifetime value yang lebih panjang, karena dapat digunakan kembali dalam berbagai kampanye digital, sementara event marketing memiliki dampak yang lebih terbatas pada periode pelaksanaan acara. Dari segi efektivitas, solusi ini memungkinkan Citatah untuk memiliki kontrol penuh terhadap produksi konten, memastikan bahwa brand message tersampaikan dengan jelas dan selaras dengan tujuan utama perusahaan. Salah satu tantangan utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah lemahnya brand association Citatah, di mana banyak target pasar hanya mengenal Citatah sebagai supplier marmer tanpa mengetahui bahwa perusahaan juga menawarkan berbagai surface materials premium seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surfaces. Dengan memproduksi konten secara mandiri, Citatah dapat secara konsisten mengedukasi audiens tentang keberagaman produk yang ditawarkan tanpa bergantung pada pihak eksternal seperti influencer, yang sering kali memiliki keterbatasan dalam menyampaikan informasi secara komprehensif. Manfaat yang diharapkan dari strategi ini mencakup peningkatan brand association, engagement yang lebih tinggi di media sosial, peningkatan jumlah leads untuk produk non-marmer, dan pada akhirnya peningkatan penjualan untuk produk lain selain marmer. Dengan menggunakan Instagram Ads, distribusi konten dapat ditargetkan kepada audiens yang tepat, sehingga meningkatkan kemungkinan interaksi seperti comments, likes, dan direct messages dari calon pelanggan. Dibandingkan dengan influencer marketing, di mana tingkat engagement sangat bergantung pada kredibilitas individu yang dipilih, strategi ini memberikan hasil yang lebih stabil karena Citatah dapat mengontrol narasi dan kualitas kontennya sendiri. Selain itu, dalam hal implementasi, solusi ini lebih mudah diterapkan dibandingkan event marketing atau influencer marketing yang membutuhkan negosiasi, kontrak, dan koordinasi dengan berbagai pihak. Dengan memiliki tim produksi internal, Citatah dapat menghasilkan konten secara berkala tanpa harus menunggu kesepakatan dengan pihak luar. Ini memberikan keuntungan dalam hal kecepatan produksi dan fleksibilitas dalam menyesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan tren di pasar. Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, Hire Talent & Videographer menjadi strategi yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan brand association Citatah serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Melalui konten visual yang menarik dan informatif, Citatah dapat membangun image sebagai supplier surface materials premium yang terpercaya, menarik minat arsitek dan desainer interior, serta memperkuat posisi di industri batu alam dan material premium. V.4Rencana Implementasi Rencana implementasi yang akan dilaksanakan selama periode PI berlangsung atas solusi yang dipilih adalah dari tanggal 24 Februari 2025 sampai 3 April 2025 (1 bulan 8 hari). Pertama, dari tanggal 24 Februari 2025 - 6 Maret 2025, penulis mencari talent & videographer yang sesuai dengan kebutuhan & sudah mendapatkan approval dari Citatah. Kedua, dari tanggal 7-14 Maret 2025, penulis akan membuat 5 brief konten mendiskusikan brief tersebut bersama talent & videographer sebelum shooting di minggu depannya. Ketiga, pada tanggal 18 Maret 2025, shooting konten akan dilakukan di showroom/gallery & pabrik Citatah selama 1 hari full, dan langsung menyelesaikan pembuatan kelima konten. Terakhir, eksekusi solusi (posting 5 konten) akan dilakukan dari tanggal 25 Maret - 3 April selama 10 hari. Sejauh ini, rencana yang sudah dilakukan adalah mencari talent & videographer yang sesuai dengan kebutuhan & sudah mendapat approval dari Citatah, dan sekarang masih sedang pada tahap diskusi pembuatan 5 brief konten bersama Pak Jordan (Marketing Manager Citatah) sebelum memberikan brief konten tersebut bersama talent & videographer. Biaya perbaikan yang dibutuhkan untuk mengeksekusi solusi ini secara total adalah Rp 9.300.000,00, dengan rincian videographer sebesar Rp 2.000.000,00, talent sebesar Rp 2.300.000,00, dan budget Instagram ads sebesar Rp 5.000.000,00 (Rp 1.000.000,00 per konten). Manfaat perbaikan yang akan didapatkan dari eksekusi solusi ini secara finansial adalah membantu meningkatkan penjualan produk Citatah selain marmer. Dengan target DM inquiry yang diharapkan sebelumnya adalah mendapatkan 50 DM inquiry dari total 5 konten, hanya dengan mendapatkan 2% closing rate atau 1 project saja dari 50 DM inquiry tersebut, Citatah sudah bisa balik modal & mendapatkan keuntungan yang besar, karena project terkecil di Citatah saja bisa menghasilkan keuntungan Rp 50.000.000,00. Manfaat perbaikan dari sisi non-finansial yang bisa didapatkan Citatah adalah memperkuat brand association Citatah dari yang awalnya hanya dikenal sebagai “supplier marmer lokal di Indonesia” menjadi “supplier marmer pertama & terbesar di Indonesia sejak 1974, yang menjual surface material lain seperti engineered stone, glass mosaic, dan leather surface”. Sehingga kedepannya apabila target pasar Citatah mencari produk-produk selain marmer seperti di atas, mereka juga bisa mempertimbangkan Citatah sebagai salah satu opsi supplier mereka. V.5Rencana Implementasi Lanjutan Rencana implementasi lanjutan atas solusi yang dipilih setelah selesai periode PI dibuat untuk jangka waktu 1 tahun kedepan dari April 2025 - April 2026. Rencana yang dibuat adalah adalah hire tim Digital Marketing sendiri yang lengkap seperti videographer, content creator, dan graphic designer. Proses hiring ketiga divisi ini diasumsikan memakan waktu 3 bulan paling lama dari bulan April sampai Juni 2025. Dari bulan Juli 2025 sampai April 2025 selama 10 bulan, Citatah baru memulai menghidupkan platform Instagram & TikTok Citatah dengan konsisten posting 1 hari 1 konten di masing-masing platform. Selain posting konten, Citatah juga bisa membantu konten-kontennya mendapatkan views, DMs, dan comments yang lebih tinggi lagi dengan cara mem-boosting konten-kontennya menggunakkan Instagram/TikTok ads (iklan) dengan harapan views, DMs, dan comments yang banyak tersebut dapat meningkatkan penjualan produk-produk Citatah lebih banyak lagi. Setelah posting konten dan boosting ads, dari bulan Januari 2026 - April 2026 Citatah juga bisa memulai kolaborasi dengan influencer-influencer di bidang home living, arsitek, dan desainer interior untuk membantu mempromosikan Citatah & produk-produk yang dijualnya. V.6Gantt Chart Gambar V-1 Perencanaan Gantt Chart (Saat PI) Gambar V-2 Perencanaan Gantt Chart (Setelah PI) Dari gantt chart di atas, ada 2 rencana implementasi untuk Citatah, pertama adalah rencana implementasi saat PI dan yang kedua adalah rencana implementasi setelah PI. Rencana implementasi saat PI dimulai dari tanggal 24 Februari sampai 3 April (1 bulan 8 hari), kegiatan pertama dimulai dengan mencari talent & videographer sendiri untuk pembuatan 5 konten Instagram reels Citatah. Setelah itu baru membuat 5 content brief yang nantinya akan didiskusikan secara bersama dengan talent & videographer-nya sebelum shooting. Setelah itu baru memulai shooting konten selama 1 hari full di gallery/showroom, dan di pabrik Citatah. Akhirnya menunggu proses editing selama 1 minggu, baru eksekusi/posting konten reels-nya dilakukan dari tanggal 25 Maret sampai 3 April 2025 (10 hari). Untuk gantt chart rencana implementasi setelah PI, dimulai dari bulan April 2025 (setelah selesai eksekusi) sampai April 2026 (1 tahun). Kegiatan pertama yang dilakukan setelah selesai eksekusi PI adalah Citatah langsung mencari videographer, content creator, dan graphic designer sendiri agar kedepannya sudah bisa memposting konten secara mandiri & konsisten karena sudah memiliki tim digital marketing sendiri. Setelah itu Citatah baru mulai aktif & konsisten dalam membuat konten di Instagram & TikTok sebanyak 1 konten/hari, dan juga untuk mempercepat proses Citatah juga bisa membantu boosting konten-kontennya menggunakan Instagram/TikTok ads. Setelah media sosial sudah aktif, konsisten, dan sudah mendapatkan tipe konten yang pas untuk Citatah, baru Citatah dapat mempertimbangkan kolaborasi dengan influencer di bidang home living, arsitek, dan desainer interior untuk membantu promosi Citatah selain membuat konten sendiri. V.7Approval Perusahaan II BAB VI IMPLEMENTASI SOLUSI Bab ini berfokus kepada fasa CONTROL dari DMAIC. Jelaskan mengenai hasil dari implementasi yang dilakukan. Sekecil apapun hasil implementasi yang dilakukan oleh mahasiswa didalam proses project improvement di Perusahaan, mahasiswa harus menuliskannya dan memberikan deskripsi mengenai keberjalanan implementasinya. Pada subbab ini, mahasiswa perlu menjelaskan mengenai deskripsi cara kerja lama dan cara kerja baru. VI.1 Realisasi Kegiatan Berikan paparan realisasi kegiatan yang merujuk kepada Gantt Chart yang telah dibuat pada Bab VI (Gambar VI-2). Apabila berhasil, jelaskan lesson learned dan deskripsikan sejauh mana tindakan yang dihasilkan dapat dikatakan berhasil. Apabila tidak berhasil, gunakan PICA (Gambar VI-1) untuk menjustifikasi kegagalan yang ada. Gambar VI-1 Contoh PICA VI.2 Evaluasi Hasil Implementasi Apabila Mahasiswa melakukan implementasi nyata dari rencana yang telah dibuat, jelaskan hasilnya pada bagian ini. Gunakan Gambar VI-2 untuk menjelaskan perencanaan dan realisasinya. [Rekomendasi jumlah kata: ± 1.000 - 2.000 kata Tools yang dipakai: PICA (Kalau tidak tercapai)] Gambar VI-2 Realisasi Rencana Implementasi (Biru: Realisasi, Ungu: Rencana) VI.3 Perbandingan Manfaat dan Biaya Berikan paparan mengenai manfaat dan biaya yang didapatkan setelah dilakukan tindakan perbaikan. Tunjukkan nilai uang terlebih dahulu, lalu yang lain. Hasil yang baik adalah yang menunjukkan bahwa Manfaat lebih besar dari Biaya (Manfaat > Biaya). Gunakan estimasi maupun asumsi rasional untuk menghitung nilai uang yang dimaksud apabila tidak tersedia data yang riil pada saat proses magang dan pelaporan. [Rekomendasi jumlah kata: ± 1.000 – 2.000 kata] BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN VII.1 Kesimpulan Kesimpulan harus merangkum permasalahan yang diangkat, usulan solusi, dan hasil yang didapatkan. Beri ulasan singkat, padat, dan jelas tentang keberhasilan atau kegagalan yang terjadi dan penyebabnya. [Rekomendasi jumlah kata: ± 300 - 500 kata] VII.2 Saran & Tindak Lanjut Batasan project yang telah dijelaskan pada Bab I dapat menjadi dasar untuk memberikan saran dan tindak lanjut studi dan proses bisnis perusahaan kedepan. Saran ini dapat ditujukan baik kepada perusahaan mengenai permasalahan dan hasil yang ada, maupun kepada pihak lain yang juga terkait. Saran dan tindak lanjut juga dapat diberikan kepada peneliti selanjutnya. [Rekomendasi jumlah kata: ± 300 - 500 kata] Halaman ini sengaja dibiarkan kosong DAFTAR PUSTAKA Pengutipan dan penulisan literatur harus konsisten dengan menggunakan APA 6th style. Dalam penulisan tugas akhir, referensi ditulis dalam dua bagian yaitu di dalam tubuh laporan dan didalam Daftar Pustaka. Daftar Pustaka diletakkan di bagian akhir karya tulis. Apabila dirasa perlu, mahasiswa diizinkan menggunakan Reference Manager Software (misalnya: EndNote, Zotero, Mendeley) atau fitur built-in di Ms. Word dalam mengorganisir pustaka dan penyajian referensi dalam laporan tugas akhir. Sangat penting untuk diingat bahwa referensi dalam teks dan Daftar Pustaka harus selaras, dalam arti Mahasiswa perlu memeriksa bahwa setiap referensi yang ada di tubuh Bab harus tercatat di Daftar Pustaka dan sebaliknya. CONTOH DAFTAR PUSTAKA Bambang, A. dan Indah, Y., 2002. Peran Bank Dalam Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil. Jakarta: Bank Indonesia. Grossman, S.J. dan Hart, O.D., 1970. Corporate Financial Structure and Managerial Incentives. Dalam J.J. McCall, ed. 1982. The Economics of Information and Uncertainty. Chicago dan London: The University of Chicago Press, bab 2. Kaplan, R.S. dan Norton, D.P., 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Edisi 3, Boston: Harvard Business School Press. Kaplan, R.S. et al., 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Edisi 3, Boston: Harvard Business School Press. NBA Evidence, 2005. The Geriatric Website. [online] dapat diakses di <http://www.wiley.com/aop> [diakses 1 April 2010]. Reichheld, F. dan Sasser, W.E., 1990. Zero Defections: Quality Comes to Services, Harvard Business Review, 68(5), pp.105-11. Reichheld, F. dan Sasser, W.E., 1990. Zero Defections: Quality Comes to Services, Harvard Business Review, Winter Issue, pp.105-11. Suhita, A. dan Kartika, J., 2011. Preferensi Terhadap Dividen di Bursa Efek Indonesia: Pengujian Empiris Tax Theory dan Arbitrage Theory. Skripsi. Universitas Prasetiya Mulya. Referensi Dalam Teks Penulisan referensi di dalam teks adalah (nama belakang, tahun) atau nama belakang (tahun), tergantung gaya penyampaian yang diinginkan. Berikut merupakan contoh sederhana pengutipan di tubuh laporan dari dua penulisan referensi diatas dimana mahasiswa dapat menggunakannya dalam laporan: ● Terdapat hubungan positif antara kualitas jasa dan intensi pembelian (Kaplan, 2000). ● Kaplan (2000) menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara kualitas jasa dan intensi pembelian. Bila kutipan tersebut diambil dari salah satu buku yang disusun oleh seorang editor, maka yang dicantumkan di sini adalah nama penulis dan bukan editor dari referensi tersebut. Jika ada beberapa karya tulis pada tahun yang sama dari penulis tersebut yang digunakan sebagai referensi, maka penulisannya adalah sebagai berikut (Kaplan, 2000a), dan (Kaplan, 2000b). Jika penulis referensi tersebut terdiri dari dua orang maka penulisan referensi dalam teks adalah (Kaplan dan Norton, 2001). Jika karya yang diacu ditulis oleh lebih dari empat orang, maka hanya nama pertama yang ditulis dan ditambah dengan “et al.” (Kaplan et al., 2001). Referensi Dalam Daftar Pustaka Urutan dan cara penulisan Daftar Pustaka adalah berdasarkan urutan alfabetis nama keluarga dari penulis. Jika nama penulisnya sama, penulisan diurutkan berdasarkan tahun penerbitan. Standar penulisannya adalah sebagai berikut: Referensi dari Artikel Jurnal dan Majalah Nama keluarga dan singkatan nama depan (titik), tahun terbit. Judul artikel, Nama jurnal (cetak miring), Volume (Nomor), halaman (dengan notasi “p.”). Bila pengarang terdiri dari dua orang, beri “dan” diantaranya. Jika terdiri dari tiga orang, beri “koma” antara pengarang pertama dan kedua, serta selipkan “dan” antara pengarang kedua dan ketiga. Contoh: Reichheld, F. dan Sasser, W.E., 1990. Zero Defections: Quality Comes to Services, Harvard Business Review, 68(5), pp.105-11. Reichheld, F. dan Sasser, W.E., 1990. Zero Defections: Quality Comes to Services, Harvard Business Review, Winter Issue, pp.105-11. Referensi dari Buku Nama keluarga dan singkatan nama depan (titik), tahun terbit. Judul Buku (huruf miring), Kota Penerbit: Penerbit. Contoh: Untuk terbitan pertama: Kaplan, R.S. dan Norton, D.P., 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Boston: Harvard Business School Press. Untuk terbitan kedua dan selanjutnya: Kaplan, R.S. dan Norton, D.P., 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Edisi 3, Boston: Harvard Business School Press. Bila buku ditulis oleh lebih dari empat orang, pada daftar pustaka hanya ditulis nama penulis pertama diikuti dengan “et al.” Contoh: Kaplan, R.S. et al., 1996. The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Edisi 3, Boston: Harvard Business School Press. Referensi dari sebuah bab dalam Buku Nama keluarga, singkatan nama depan (titik). Tahun penulisan. Judul Tulisan. Dalam nama editor, tahun terbit buku. Judul Buku (huruf miring), kota penerbit: nama penerbit, bab. Contoh: Grossman, S.J. dan Hart, O.D., 1970. Corporate Financial Structure and Managerial Incentives. Dalam J.J. McCall, ed. 1982. The Economics of Information and Uncertainty. Chicago dan London: The University of Chicago Press, bab 2. Referensi dari Skripsi/Thesis/Disertasi Nama keluarga, singkatan nama depan (titik), tahun publikasi. Judul karya. Level. Nama universitas. Contoh: Suhita, A. dan Kartika, J., 2011. Preferensi Terhadap Dividen di Bursa Efek Indonesia: Pengujian Empiris Tax Theory dan Arbitrage Theory. Skripsi. Universitas Prasetiya Mulya. Referensi dari Laporan Lembaga Nama lembaga, tahun. Nama laporan (cetak miring). Tempat Penerbitan: nama penerbit. Contoh: Bank Indonesia, 2002. Laporan Ekonomi Indonesia. Jakarta: Bank Indonesia. Bambang, A. dan Indah, Y., 2002. Peran Bank Dalam Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil. Jakarta: Bank Indonesia. Referensi dari Website Sumber informasi atau nama pengarang, tahun. Nama website, [tipe media] (tanggal pemuktahiran bila ada) dapat diakses di <alamat situs> [tanggal akses]. Contoh: NBA Evidence, 2005. The Geriatric Website. [online] dapat diakses di <http://www.wiley.com/aop> [diakses 1 April 2010]. Halaman ini sengaja dibiarkan kosong LAMPIRAN Lampiran A Detail Aktifitas Per Bulan (Contoh) Bulan Februari 2018 Maret 2018 April 2018 Aktifitas Research Target Market Analisa Kompetitor Internal Research Research Tools (Social Media) Konten Social Media (Pendekatan Emosional dan Rasional di Instagram Story) Konten Social Media (Productive Weekend) Konten Social Media (Melanjutkan konten berupa video I Learn That) Konten Social Media Control Melanjutkan Research Tools (Social Media) Melanjutkan Konten Social Media (Pendekatan Emosional dan Rasional di Instagram Story) Melanjutkan Konten Social Media (Productive Weekend) Melanjutkan Konten Social Media (Melanjutkan konten berupa video I Learn That) Konten Social Media (Perubahan Caption di Instagram) Pembuatan Instagram Ads Pembuatan Facebook Ads Melanjutkan Konten Social Media Control Facebook Ads dan Instagram Ads Control Melanjutkan Konten Social Media (Pendekatan Emosional dan Rasional di Instagram Story) Melanjutkan Konten Social Media (Productive Weekend) Konten Social Media (Friday Challenge) Konten Social Media (Level Up) Melanjutkan Konten Social Media (Perubahan Caption di Instagram) Menjalankan Instagram Ads Menjalankan Facebook Ads Melanjutkan Konten Social Media Control Melanjutkan Facebook Ads dan Instagram Ads Control Note: Pastikan bahwa setiap lampiran dideskripsikan pada tubuh teks dalam bab, sehingga tidak ada lampiran yang tidak memiliki penjelasan. Lampiran B Ketentuan Umum Format Laporan Kertas Sampul Depan Cetak Laporan Jarak antar baris Jenis Font Margin Nomor Halaman Gambar atau grafik Tabel Lampiran Catatan Kaki Footnote Endnote / / : A4, HVS Putih, 80 gram : ● Hard Cover ● Warna Hitam dengan tulisan emas ● Layout sesuai dengan standar : Dua muka (Double-sided) Kecuali Laporan Akhir (Black Book) : 1.5 spacing No space after paragraph 1 spasi setiap paragraf baru : Calibri, 12 pt : Atas : 1,5” (3.75 cm) Bawah : 1,0” (2.50 cm) Kiri : 1,5” (3.75 cm) Kanan : 1,0 “ (2.50 cm) Mirror margin : Tengah Bawah : Diberi penjelasan dalam paragraf, nomor dan judul dengan aturan sebagai berikut: ● Judul gambar diletakkan di bawah ● Penomoran gambar diurutkan berdasarkan Bab. Contoh: Gambar ke-3 di Bab II diberi nomor Gambar II-3 : Diberi penjelasan dalam paragraf, nomor dan judul dengan aturan sebagai berikut: ● Judul tabel diletakkan di atas ● Penomoran Tabel diurutkan berdasarkan Bab. Contoh: Tabel ketiga di Bab II diberi nomor Tabel II-3 : Diberi nomor, judul dan nomor halaman. Nomor halaman pada lampiran dibuat urut bersambung dari nomor halaman isi. ● Judul Lampiran diletakkan di atas ● Penomoran Lampiran diurutkan berdasarkan alphabet Contoh: Lampiran A : Penggunaan catatan kaki agar dihindari. Apabila terdapat URL, dapat dibuat pada Daftar Pustaka Lampiran C Contoh Lembar Approval Perusahaan [CONTOH] PROJECT IMPROVEMENT PROGRESS S1-BRANDING - SEKOLAH BISNIS DAN EKONOMI UNIVERSITAS PRASETIYA MULYA Melalui surat ini, selaras dengan lingkup pekerjaan yang tertulis pada Term of References mahasiswa atas nama [Nama Mahasiswa 1 (NIM)] dan [Nama Mahasiswa 2 (NIM)], masalah prioritas dan target perbaikan /alternatif solusi & rencana perbaikan1 yang disepakati akan dilakukan dalam waktu kedepan adalah sebagai berikut: 1. Masalah Prioritas : 2. Target Perbaikan : Mengetahui Kota, Tanggal …………………. …………………. …………………. …………………. Mentor FM Pembimbing Mahasiswa 1 Mahasiswa 2 Perusahaan 1 Pilih salah satu
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )