KEPALA DAN ASISTEN LABORATORIUM ELEKTRONIKA SEMESTER GANJIL 2024/2025 2 DAFTAR ISI Pengantar Rangkaian Elektronika 4 Tujuan Praktikum 4 Poin-Poin Dasar Teori 4 Dasar Teori 4 Pengantar Divais Elektronika 4 Perangkat Penunjang Praktikum 10 Komponen Elektronika 14 3 Modul 1 Pengantar Rangkaian Elektronika Tujuan Praktikum ● Mengetahui dan memahami dasar teori divais elektronika. ● Mengetahui perangkat penunjang praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog. ● Mengetahui komponen-komponen elektronika yang digunakan pada praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog. Poin-Poin Dasar Teori ● Pengantar divais elektronika. ● Perangkat yang digunakan pada praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog. ● Komponen yang digunakan pada praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog. Dasar Teori Pengantar Divais Elektronika Perkembangan bidang elektronika berkaitan erat dengan material semikonduktor. Material ini dapat bertindak sebagai konduktor listrik dan juga sebagai insulator. Semikonduktor dapat ditemukan pada divais-divais elektronika diskrit maupun solid-state seperti transistor, chip microproccessor, LED dan masih banyak lagi. Adapun semikonduktor yang sering dipakai adalah Silikon, Germanium dan Gallium Arsenida. Selanjutnya akan diberikan penjelasan lebih dalam mengenai material semikonduktor. 1. Struktur Atom Atom merupakan partikel penyusun terkecil dari suatu benda yang terdiri dari proton, neutron dan elektron. Proton dan neutron terletak pada inti atom sedangkan elektron bergerak mengelilingi inti atom dalam orbit tertentu. Susunan atom dapat digambarkan menggunakan model atom Bohr sebagai berikut. 4 Gambar 1. Struktur Atom: (a) Silikon, (b) Germanium Elektron adalah partikel sub atom yang bermuatan negatif. Elektron pada orbit/kulit terluar dari atom disebut dengan elektron valensi. Atom bisa mendapatkan atau kehilangan elektron sehingga menjadi semakin positif atau negatif. Fenomena ini disebut sebagai ionisasi. Elektron valensi memerlukan energi yang lebih rendah dibandingkan elektron-elektron pada orbit lainnya untuk melakukan ionisasi. Silikon dan Germanium memiliki empat elektron valensi dan merupakan semikonduktor tipe single-crystal yaitu semikonduktor yang tersusun dari struktur kristal yang berulang seperti pada gambar berikut Gambar 2. Ikatan Kovalen Atom Silikon Atom-atom silikon akan saling berbagi elektron valensi dan membentuk ikatan kovalen. Ikatan ini dapat terputus ketika elektron valensi menerima energi kinetik dari penyebab natural eksternal yang cukup sehingga elektron terpisah dari struktur kristal dan menjadi elektron bebas (free carrier). 5 2. Band Diagram dan Level Energi Semikonduktor Band diagram atau diagram pita energi adalah representasi level energi pada atom. Berikut adalah gambar dari band diagram. Gambar 3. Band Diagram Pada gambar di atas, dapat dilihat bahwa band diagram terdiri dari daerah conduction band dan valence band yang dipisahkan oleh suatu daerah yang disebut band gap atau bisa disebut juga energy gap. Conduction band adalah pita energi tempat tujuan elektron berpindah. Valence band adalah pita energi di mana elektron berasal pada kondisi statis. Daerah pemisah (energy gap) merupakan daerah di mana tidak terdapat elektron. Daerah ini yang menentukan sifat konduktivitas suatu atom. Energy gap merepresentasikan energi yang dibutuhkan agar suatu elektron dapat berpindah dari valence band menuju conduction band. Berikut adalah band diagram untuk material insulator, semikonduktor dan konduktor. Gambar 4. Band Diagram Insulator, Semikonduktor dan Konduktor 6 Energy gap insulator sangat besar sehingga sangat sulit bagi elektron untuk berpindah ke conduction band yang menjadikan insulator memiliki konduktivitas yang buruk. Pada material konduktor, conduction band dan valence band overlap sehingga tidak ada energy gap dan elektron bebas berpindah ke conduction band yang menjadikan konduktor memiliki konduktivitas yang sangat baik. Energy gap material semikonduktor kecil sehingga elektron dapat berpindah dari valence band ke conduction band dan bertindak sebagai konduktor ketika diberikan energi yang cukup sedangkan saat tidak diberi energi yang cukup, maka semikonduktor bertindak sebagai insulator. Besarnya gap energi untuk setiap jenis semikonduktor berbeda-beda. Semakin banyak jumlah elektron dari suatu atom, semakin besar radius dari atom atau jarak nukleus ke elektron terluar. Jarak yang besar menyebabkan melemahnya gaya tarik dari nukleus sehingga elektron terluar akan lebih mudah terlepas dan membuat gap energinya lebih kecil. Gambar 5. Energy Gap Germanium, Silikon dan Galium Arsenida 3. Semikonduktor Intrinsik dan Ekstrinsik Semikonduktor intrinsik merupakan keadaan semikonduktor yang masih murni yaitu memiliki impuritas sangat sedikit. Sedangkan semikonduktor ekstrinsik merupakan semikonduktor yang telah diberi atom lain/impuritas untuk mengubah sifat elektrik dari semikonduktor tersebut. Proses pemberian atom lain pada atom semikonduktor disebut doping dan atomnya disebut dopant. Terdapat 2 macam dopant, yaitu donor dan akseptor. Dopant donor merupakan atom yang memiliki elektron lebih banyak daripada atom semikonduktor, sehingga setelah proses doping jumlah elektron semakin banyak. Dopant donor mayoritas berasal dari atom golongan V, misalnya fosfor, antimon dan sulfur dan golongan VI arsenik. Pada contoh di atas, semikonduktor silikon didoping oleh antimon yang memiliki elektron valensi 5. Empat elektron valensi dari antimon membentuk empat ikatan kovalen dengan elektron valensi milik silikon di sekitarnya. Satu elektron sisa dari antimon kemudian menjadi elektron bebas atau negative charge carrier. 7 Gambar 6. Doping Antimoni terhadap Semikonduktor Silikon Dopant akseptor merupakan atom yang memiliki jumlah elektron yang lebih sedikit daripada atom semikonduktor, sehingga setelah proses doping jumlah hole semakin banyak. Dopant akseptor mayoritas berasal dari atom golongan III, misalnya boron, galium dan indium. Gambar 7. Doping Boron terhadap Semikonduktor Silikon Pada contoh di atas, semikonduktor silikon didoping oleh Boron yang memiliki elektron valensi 3. Dapat dilihat bahwa ketiga elektron valensi berikatan kovalen dengan elektron valensi silikon di sekitarnya. Namun, karena silikon seharusnya memiliki 4 ikatan kovalen untuk membentuk struktur kristal, maka akan ada kekosongan yang disebut dengan “hole” sebagai positive charge carrier yang dapat menerima elektron. Pemberian dopant pada semikonduktor intrinsik berdampak pada perubahan fermi level semikonduktor tersebut. Jika diberi dopant yang bersifat donor, maka fermi level akan berpindah mendekati conduction band, sedangkan jika diberi dopant yang bersifat akseptor, maka fermi level akan berpindah mendekati valence band. 8 4. Tipe Semikonduktor dan Carrier Semikonduktor yang telah diberi dopant akseptor disebut semikonduktor tipe- P sedangkan yang telah diberi dopant donor disebut semikonduktor tipe-N. Tiap tipe semikonduktor memiliki dua jenis carrier, yaitu majority carrier dan minority carrier. Majority carrier merepresentasikan carrier sesuai dengan tipe semikonduktornya. Majority carrier pada semikonduktor tipe-P adalah hole, sedangkan minority carrier-nya adalah elektron. Majority carrier pada semikonduktor tipe-N adalah elektron dan minority carrier-nya adalah hole. 5. Pergerakan Elektron dan Hole Analogi pergerakan elektron dan hole adalah tabung yang diisi oleh air. Asumsikan air merupakan elektron dan udara merupakan hole. Ketika tabung diisi air sampai penuh, tidak ada udara yang tersisa di dalam tabung, kemudian kita miringkan posisi tabung tersebut. Terlihat bahwa tidak ada udara yang berpindah. Begitu pun sebaliknya jika tabung tidak diisi air. Hal ini menyimpulkan bahwa elektron maupun hole tidak dapat berpindah ketika suatu band terisi penuh. Ketika tabung diisi setengah penuh atau hampir penuh, ada udara tersisa. Kemudian ketika posisinya dimiringkan, terlihat bahwa udara pindah posisi menyesuaikan dengan arah kemiringannya, di mana air berpindah ke posisi yang berlawanan. Dalam hal ini, elektron dan hole dapat berpindah dan arah perpindahannya saling berlawanan. Gambar 8. Analogi Fluida (a) Tidak Terisi (b) Terisi Penuh (c) Terisi Sebagian 9 Perangkat Penunjang Praktikum 1. NI Elvis II NI ELVIS II adalah perangkat instrumentasi modular yang mengintegrasikan perangkat keras dan lunak untuk melakukan prototyping rangkaian elektronik. NI ELVIS II terdiri dari papan prototyping dan software berbasis LabVIEW bernama NI ELVISmx. Perangkat ini mampu menjalankan fungsi-fungsi instrumentasi seperti function generator (FGEN), osiloskop, digital multimeter (DMM), bode analyzer dan masih banyak lagi. Pada Praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog, NI ELVIS II digunakan untuk membantu praktikan dalam merangkai, mengukur dan mengambil data rangkaian elektronika secara real-time. Gambar 9. Workstation dan Prototyping Board NI ELVIS II 2. NI Multisim NI Multisim adalah sebuah perangkat lunak yang digunakan untuk mendesain dan menyimulasikan sebuah rangkaian analog, digital, dan elektronika daya. NI Multisim mengintegrasikan simulasi SPICE dengan skematik interaktif untuk memvisualisasikan dan menganalisis rangkaian elektronika. Pada Praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog, perangkat lunak ini digunakan untuk membantu praktikan dalam menyimulasikan, memvisualisasikan, dan mengambil data pada suatu rangkaian elektronika. 3. Proteus Proteus adalah perangkat lunak simulasi yang digunakan untuk mendesain dan menyimulasikan rangkaian analog, rangkaian digital, rangkaian mikrokomputer, dan sistem benam. Pada Praktikum Rangkaian Elektronika dan Elektronika Analog, perangkat lunak ini juga digunakan untuk membantu praktikan menyimulasikan, memvisualisasikan, dan mengambil data pada suatu rangkaian elektronika. 10 4. Breadboard Breadboard digunakan untuk membuat dan menguji rangkaian-rangkaian elektronik secara cepat, sebelum finalisasi desain rangkaian dilakukan. Breadboard memiliki banyak lubang yang berfungsi sebagai tepat untuk memasukkan komponen-komponen seperti resistor ataupun IC. Contoh breadboard pada umumnya adalah sebagai berikut: Gambar 10. Breadboard Breadboard dilengkapi dengan lapisan strip metal yang terdapat di sepanjang permukaan bawah papan dan menghubungkan lubang-lubang yang ada di permukaan atas papan. Layout dari strip metal tersebut adalah sebagai berikut: Gambar 11. Layout Strip Metal Breadboard Lubang-lubang pada bagian atas dan bawah terhubung secara horizontal, namun pada breadboard lab terdapat pemisah pada tengah-tengahnya sehingga untuk menyambungkannya dibutuhkan jumper, pada 3 bagian tengah lubang terhubung secara vertikal dan dipisahkan pada tengahnya seperti pada Gambar 2. 5. Power Supply Power supply atau suplai daya mengambil sumber listrik dari PLN dengan tegangan 220VAC. Pada power supply terdapat trafo untuk menurunkan tegangan. Power 11 supply juga mampu menghasilkan tegangan DC. Pada power supply, terdapat fuse untuk proteksi jikalau ada kesalahan dalam rangkaian. Unsur-unsur yang penting dalam power supply yaitu terdiri dari: ● Sumber power supply ● Vratings pada power supply ● DC Variabel ● Jumper ● Rangkaian sumber +/- 15 Volt ● Ground AC dan ground DC Gambar 12. Power Supply NI Elvis II 6. Multimeter Multimeter digunakan untuk mengukur tegangan dan arus. Multimeter yang digunakan ada 2 jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital. Umumnya multimeter dapat digunakan sebagai voltmeter ataupun amperemeter. Perlu diperhatikan nilai yang muncul pada multimeter adalah nilai RMS. Pada pengukuran tegangan, multimeter dipasang secara paralel. Sedangkan untuk mengukur arus, multimeter dipasang secara seri. Gambar 13. Digital Multimeter NI Elvis II 12 7. LCR Meter LCR meter yang digunakan adalah LCR meter digital. LCR meter dapat digunakan untuk mengukur besarnya resistansi (R), induktansi (L), dan kapasitansi (C). Pada LCR meter yang digunakan terdapat 3 frekuensi pengukuran Gambar 14. Boonton 5100 LCR Meter 8. Osiloskop Oscilloscope atau osiloskop merupakan sebuah instrumen laboratorium yang umumnya digunakan untuk menggambarkan dan menampilkan grafik dari suatu sinyal listrik. Grafik ini menunjukkan bagaimana sinyal berubah seiring berjalannya waktu. Gambar 15. Komponen X, Y, Z Sumbu vertikal (Y) menggambarkan tegangan dan sumbu horizontal (X) menggambarkan waktu. Intensitas atau kecerahan dari tampilan pada osiloskop terkadang disebut sebagai sumbu Z. Tegangan yang terbaca pada osiloskop merupakan tegangan peak-to-peak (Vp-p). Untuk Praktikum Rangkaian Elektronika ini digunakan digital oscilloscope. 13 9. Function Generator Function Generator mengambil suplai DC dari power supply. Function generator mampu menghasilkan sinyal dengan rentang frekuensi hingga 200 kHz. Jenis gelombang yang dapat dihasilkan power supply adalah sinusoidal, segitiga, dan kotak. Unsur-unsur yang penting dalam function generator yaitu terdiri dari: ● Sumber power ● Rentang frekuensi ● Jenis gelombang ● Grounding Gambar 16. Function Generator NI Elvis II Komponen Elektronika Komponen elektronika adalah elemen dasar yang digunakan untuk membentuk suatu rangkaian elektronika dan biasanya dikemas dalam bentuk diskrit dengan dua atau lebih terminal penghubung. Komponen elektronika dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok utama, yaitu aktif dan pasif. Komponen elektronika pasif adalah jenis komponen elektronika yang menyerap energi dari rangkaian seperti resistor, kapasitor, dan induktor. Komponen elektronika aktif adalah komponen yang bisa menyuplai energi sehingga dapat mengontrol arus atau tegangan rangkaian dan memiliki fungsi gain untuk mengamplifikasi daya. Komponen elektronika aktif ada Dioda, Bipolar Junction Transistor, Field Effect Transistor, dan Operational Amplifier. 1. Resistor Resistor merupakan komponen elektronik yang berfungsi membatasi dan mengatur aliran arus listrik pada suatu rangkaian elektronika. Resistor dapat pula digunakan untuk memberikan tegangan yang spesifik untuk suatu komponen elektronika aktif. Beberapa jenis-jenis resistor yaitu fixed resistor, variable resistor, thermistor, dan light dependent resistor. 14 Gambar 17. Simbol Skematik Resistor Gambar 18. Kode Warna Resistor 2. Kapasitor Kapasitor merupakan komponen elektronik yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitor terbuat dari dua konduktor yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Kapasitansi dari kapasitor adalah jumlah dari muatan listrik yang disimpan di dalam kapasitor tersebut saat diberikan tegangan. Kapasitor dikategorikan menjadi dua jenis yaitu polarized dan non-polarized. Pada umumnya, kapasitor dengan kapasitansi rendah termasuk dalam kategori kapasitor non-polarized. 15 Gambar 19. Simbol Skematik Kapasitor dan Jenis Kapasitor 3. Dioda Dioda adalah komponen elektronika aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor untuk menyearahkan arus listrik ke satu arah dan menghambat arus listrik dari arah sebaliknya. Pada umumnya, dioda memiliki dua elektroda yaitu anode dan katode dan memiliki prinsip kerja yang berdasarkan teknologi PN junction. Sebuah PN junction dapat mengalirkan arus dari tipe P (anode) ke tipe N (katode), tetapi tidak dapat mengalirkan arus ke arah sebaliknya. Gambar 20. Simbol Skematik Dioda dan Jenis Dioda 4. Bipolar Junction Transistor Bipolar Junction Transistor (BJT) merupakan komponen elektronika aktif yang terdiri dari tiga lapis bahan semikonduktor. BJT tersusun atas tiga material semikonduktor ter-doping yang dipisahkan oleh dua sambungan PN. Ketiga material semikonduktor pada BJT disebut sebagai emitter, base, dan collector. BJT memiliki dua jenis tipe, yaitu NPN dan PNP. BJT NPN merupakan BJT dengan dua semikonduktor tipe-N yang dipisahkan oleh semikonduktor tipe-P. BJT PNP merupakan BJT dengan dua semikonduktor tipe-P yang dipisahkan oleh semikonduktor tipe-P. Hubungan base dan emitter disebut sebagai base-emitter junction dan hubungan base dan collector disebut sebagai base-collector junction. 16 Gambar 21. Konstruksi, Simbol Skematik BJT NPN & PNP dan BJT 2N2222 5. Field Effect Transistor Field Effect Transistor (FET) merupakan komponen aktif elektronika yang digunakan sebagai penguat dan sebagai switch. FET memanfaatkan prinsip efek medan listrik pada cara kerjanya. FET memiliki tiga bagian semikonduktor yaitu gate, drain, dan source. Gate merupakan terminal yang akan membentuk kanal pada FET. Drain dan Source merupakan terminal di mana catu dihubungkan. Konstruksi spesifik dari FET akan bergantung dari tipe FET. FET memiliki banyak konstruksi seperti JFET, MESFET, MOSFET, dll. CATATAN PENTING: ● MOSFET sangat sensitif terhadap static discharge. Sebelum Anda memegang transistor, discharge diri Anda dengan memegang salah satu metal case instrument di laboratorium. ● Transistor MOSFET sangat mudah rusak, ketika Anda membuat perubahan sirkuit, seperti: a. Melepas resistor, kapasitor, dan lain-lain. b. Mencabut posisi MOSFET ● Pastikan Anda mematikan Power dari Function Generator, DC Level, dan lain-lain. 17 Gambar 22. Simbol Skematik FET dan MOSFET IRFZ44N 6. Operational Amplifier Operational Amplifier atau Op-Amp adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai penguat sinyal listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa transistor, dioda, resistor. Resistor dan kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi dapat menghasilkan penguatan (gain) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas. Sebuah rangkaian Op-Amp memiliki dua input yaitu inverting input dan non-inverting input dan satu output. Op-Amp memiliki dua koneksi catu daya yaitu untuk catu daya positif dan catu daya negatif. Gambar 23. Simbol Skematik Op-Amp dan Op-Amp 741 18
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )