Pertemuan 9 Uji Proporsi Lebih Dari Dua Populasi 1. uji proporsi dari beberapa populasi binom 2. uji proporsi dari beberapa populasi multinom Mata Kuliah : Metode Statistika II [Teori] Politeknik Statistika STIS Uji Proporsi Lebih Dari Dua Populasi ❖ Menguji apakah proporsi mengenai suatu hal adalah sama untuk semua populasi ❖ Proporsi sering digunakan untuk memperkirakan probabilitas ❖ Contoh : Pengujian proporsi barang yang rusak dari 3 pabrik adalah sama Pengujian proporsi penduduk yang setuju KB di 4 desa adalah sama Pengujian proporsi pendukung calon gubernur di 7 kabupaten adalah sama TIM DOSEN MS II [TEORI] 2 Uji Proporsi Lebih Dari Dua Populasi ❖ Asumsi: ✓ sampel independen ✓ sampel diambil secara acak (misal sebanyak n) ✓ Masing-masing subject dapat diklasifikasikan ke dalam dua atau lebih kategori yang mutually exclusive ❖ Digunakan statistik uji chi-square TIM DOSEN MS II [TEORI] 3 Uji Proporsi Lebih Dari Dua Populasi Uji Proporsi 1 Populasi 2 Populasi Lebih dari 2 Populasi Uji Normal Uji Normal Uji Chi-Square Gunakan sampel untuk mengambil kesimpulan tentang proporsi populasi TIM DOSEN MS II [TEORI] 4 Hipotesis: 𝐻0 : 𝑝1 = 𝑝2 = … = 𝑝𝑘 = 𝑝 (proporsi semua populasi sama) 𝐻𝑎 : sedikitnya ada satu proporsi yang tidak sama / tidak semua proporsi sama Statistik Uji 𝑘 𝑟 2 (𝑜 − 𝑒 ) 𝑖𝑗 𝑖𝑗 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑒𝑖𝑗 𝑖=1 𝑗=1 𝑘 = banyaknya populasi r = banyaknya kategori 𝑒𝑖𝑗 = frekuensi harapan (np), dimana p diketahui 𝑜𝑖𝑗 = frekuensi teramati/observasi 2 2 Keputusan : tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒𝛼;𝑘(𝑟−1) TIM DOSEN MS II [TEORI] 5 Hipotesis: 𝐻0 : 𝑝1 = 𝑝2 = … = 𝑝𝑘 = 𝑝 (proporsi semua populasi sama) 𝐻𝑎 : sedikitnya ada satu proporsi yang tidak sama / tidak semua proporsi sama Statistik Uji 𝑘 𝑟 2 (𝑜 − ȇ ) 𝑖𝑗 𝑖𝑗 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = ȇ𝑖𝑗 𝑖=1 𝑗=1 𝑘 = banyaknya populasi r = banyaknya kategori ȇ𝑖𝑗 = frekuensi harapan ( npˆ ), dimana p tidak diketahui 𝑜𝑖𝑗 = frekuensi teramati/observasi 2 2 Keputusan : tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒𝛼;(𝑘−1)(𝑟−1) TIM DOSEN MS II [TEORI] 6 Ada 2 jenis pengujian: 1. Pengujian untuk k populasi binomial, dimana kemungkinan hasil ada dua (kategori hanya ada 2), misalkan: sukses- gagal, ya – tidak, tinggi-rendah 2. Pengujian untuk k populasi multinomial, dimana kemungkinan hasil lebih dari dua (kategori lebih dari 2), misalkan: sangat setuju-setuju-tidak setuju, jenis ekskul yang diikuti, dll Untuk kedua jenis pengujian tersebut, tahapan yang dilakukan adalah sama, hanya berbeda pada derajat bebas tabel chi-square nya. TIM DOSEN MS II [TEORI] 7 Pengujian k Populasi Binomial Tahapan Pengujian: 1. Alokasikan masing-masing observasi ke dalam tabel kontingensi berukuran kx2. Nilai observasi dinotasikan dengan 𝑛𝑖𝑗 , 𝑖 = 1, … , 𝑘 dan 𝑗 = 1, … , 𝑟 . 𝑛𝑖𝑗 pada dasarnya sama dengan frekuensi observasi (𝑜𝑖𝑗 ) Populasi Kategori 1 2 .... k Total Sukses n11 n21 ..... nk1 n.1 Gagal n12 n22 ..... nk2 n.2 Total n1. n2. ..... kk. n TIM DOSEN MS II [TEORI] 8 Pengujian k Populasi Binomial 2. Hitung nilai frekuensi harapan atau expected value (eij) untuk masing-masing sel, yang diperoleh dari perkalian total nilai kolom i dan total nilai baris ke j (total marginal) dibagi total observasi. Hal tsb diperoleh dari asumsi bahwa jika dua events adalah independent, maka peluang gabungannya sama dengan perkalian masing-masing peluang marginalnya, shg 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 𝑥(𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑏𝑎𝑟𝑖𝑠) 𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝐻𝑎𝑟𝑎𝑝𝑎𝑛 ∶ 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑔𝑎𝑚𝑎𝑡𝑎𝑛 Contoh : ȇ𝑖𝑗 = (𝑛𝑖. )(𝑛.𝑗 ) 𝑛 3. Hitung statistik uji chi square dan bandingkan dengan titik kritis pada tabel chi-square TIM DOSEN MS II [TEORI] 9 Pengujian k Populasi Binomial Statistik uji yang digunakan 𝑘 2 2 (𝑜 − ȇ ) 𝑖𝑗 𝑖𝑗 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = ȇ𝑖𝑗 𝑖=1 𝑗=1 Karena pengujian pada sampel binomial, maka 𝑟 = 2 Sehingga 2 2 Keputusan : tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒𝛼; 𝑘−1 2−1 ) 2 2 Atau tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒𝛼; 𝑘−1 TIM DOSEN MS II [TEORI] 10 Contoh: Kasus Binomial Dalam suatu pabrik, seperangkat data dikumpulkan untuk menentukan apakah proporsi barang cacat yang dikerjakan karyawan pada shift pagi, sore atau malam adalah sama. Data dikumpulkan sebagai berikut: Kategori Shift Pagi Sore Malam Total Cacat 45 55 70 170 Tidak Cacat 905 890 870 2.665 Total 950 945 940 2.835 Gunakan tingkat signifikansi 0,025 untuk menentukan apakah proporsi yang cacat sama pada ketiga shift kerja. TIM DOSEN MS II [TEORI] 11 Contoh: Kasus Binomial Hipotesis : 𝐻0 : 𝑝1 = 𝑝2 = 𝑝3 (proporsi barang cacat pada semua shift kerja adalah sama) 𝐻𝑎 : sedikitnya ada satu proporsi yang tidak sama / tidak semua proporsi sama Tingkat signifikansi : 0,025 Keputusan: 2 2 Tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒0,025;2 = 7,378 TIM DOSEN MS II [TEORI] 12 Contoh: Kasus Binomial Menghitung frekuensi harapan Contoh : ȇ11 = Kategori (170)(950) = 57,0 2.835 Shift Pagi Sore Malam Total Cacat 45 (57,0) 55 (56,7) 70 (56,3) 170 Tidak Cacat 905 (893,0) 890 (888,3) 870 (883,7) 2.665 950 945 940 2.835 Total (catatan : angka yang di dalam kurung adalah ȇ𝑖𝑗 ) TIM DOSEN MS II [TEORI] 13 Contoh: Kasus Binomial Menghitung statistik uji chi square 2 2 (45 − 57,0) 870 − 883,7 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = + …+ = 6,29 57,0 883,7 Keputusan : gagal tolak 𝐻0 pada tingkat signifikansi 0,025 Kesimpulan : Terdapat cukup bukti (data sampel mendukung) bahwa proposi barang cacat pada ketiga shift kerja adalah sama TIM DOSEN MS II [TEORI] 14 Pengujian k Populasi Multinomial Tahapan Pengujian: 1. Alokasikan masing-masing observasi ke dalam tabel kontingensi berukuran k x r dimana k adalah banyaknya, populasi dan r adalah banyaknya kemungkinan hasil/kategori. Populasi Kategori .... k Total 1 n11 n21 ..... nk1 n.1 2 n12 n22 ..... nk2 n.2 r n1r n2r ..... nkr Total n1. n2. ..... nk. .... 2 .... 1 TIM DOSEN MS II [TEORI] n.r n 15 Pengujian k Populasi Multinomial 2. Hitung nilai frekuensi harapan atau expected value (𝑒𝑖𝑗 ) untuk masing-masing sel, yang diperoleh dari perkalian total nilai kolom i dan total nilai baris ke j (total marginal) dibagi total observasi. 3. Hitung statistik uji chi square dan bandingkan dengan titik kritis pada tabel chi square Statistik uji yang digunakan 𝑘 𝑟 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 𝑖=1 𝑗=1 (𝑜𝑖𝑗 − ȇ𝑖𝑗 )2 ȇ𝑖𝑗 2 2 Keputusan : tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒𝛼; 𝑘−1 𝑟−1 ) TIM DOSEN MS II [TEORI] 16 Contoh: Kasus Multinomial Ingin diketahui apakah ada perbedaan proporsi mahasiswa yang mengikuti UKM Kerohanian, UKM Media Kampus dan UKM Cheby pada tingkat I-IV. Diperoleh data sampel sebagai berikut UKM Tingkat I II III IV Total Kerohanian 5 11 10 11 37 Media Kampus 21 21 9 13 64 Cheby 14 9 21 15 59 Total 40 41 40 39 160 TIM DOSEN MS II [TEORI] 17 Contoh: Kasus Multinomial Hipotesis : 𝐻0 : 𝑝𝑖1 = 𝑝𝑖2 = 𝑝𝑖3 = 𝑝𝑖4 = 𝑝𝑖 , i = 1,2,3(smestinya pj|1 = pj|2 = pj|3 = untuk i = 1,2,3 (proporsi mahasiswa yang mengikuti 3 jenis UKM adalah sama untuk semua tingkat) 𝐻𝑎 : proporsi mahasiswa yang mengikuti 3 jenis UKM adalah tidak semuanya sama Tingkat signifikansi : 0,05 Keputusan : 2 2 Tolak 𝐻0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝜒0,05 ;6 = 12,592 TIM DOSEN MS II [TEORI] 18 Contoh: Kasus Multinomial Penghitungan frekuensi harapan (64)(40) Contoh : ȇ21 = = 16,00 160 UKM Tingkat I II III IV Total Kerohanian 5 (9,25) 11 (9,48) 10 (9,25) 11 (9,02) 37 Media Kampus 21 (16,00) 21 9 (16,40) (16,00) 13 (15,60) 64 Cheby 14 (14,75) 9 21 (15,12) (14,75) 15 (14,38) 59 Total 40 39 160 41 40 (catatan : angka yang di dalam kurung adalah ȇ𝑖𝑗 ) TIM DOSEN MS II [TEORI] 19 Contoh: Kasus Multinomial Menghitung statistik uji chi square 2 2 (5 − 9,25) 15 − 14,38 2 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = + …+ = 204,224 9,25 14,38 Keputusan : tolak 𝐻0 pada tingkat signifikansi 0,05 Kesimpulan : Terdapat perbedaan proporsi mahasiswa yang mengikuti UKM Kerohanian, UKM Media Kampus dan UKM Cheby untuk setiap tingkat TIM DOSEN MS II [TEORI] 20 Catatan : ➢ Rumus (𝑂𝑖𝑗 −ȇ𝑖𝑗 )2 2 𝑟 𝑘 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = σ𝑖=1 σ𝑗=1 ȇ 𝑖𝑗 untuk pengujian beberapa proporsi hanya berlaku jika ȇ𝑖𝑗 ≥ 5 untuk semua i dan j ➢ Jika ȇ𝑖𝑗 < 5 maka harus dilakukan penggabungan sel-sel yang berdekatan, sehingga derajat bebas chisquarenya makin berkurang ➢ Dalam tabel kontingensi ukuran 2x2 yang hanya mempunyai df=1 biasanya diterapkan koreksi Yate bagi Kekontinyuan. 2 𝑜 − ȇ − 0,5 𝑖 𝑖 2 𝜒𝑐𝑜𝑟𝑟𝑒𝑐𝑡𝑒𝑑 = ȇ𝑖 𝑖 ➢ Bila frekuansi harapan besar maka chi-square terkoreksi dan tidak terkoreksi hampir sama. TIM DOSEN MS II [TEORI] 21 Latihan Soal 1. Dalam suatu penelitian untuk menduga proporsi ibu rumahtangga yang menonton sinetron, diperoleh bahwa 48 diantara 200 ibu rumahtangga di Bandung, 29 diantara 150 ibu rumahtangga di Jakarta, dan 35 diantara 150 ibu rumahtangga di Surabaya menonton sekurang-kurangnya satu sinetron. Gunakan taraf nyata 0,05 untuk menguji hipotesis bahwa tidak ada perbedaan antara proporsi ibu rumahtangga yang setia menonton sinetron di ketiga kota tersebut TIM DOSEN MS II [TEORI] 22 Latihan Soal 2. Suatu contoh acak mahasiswa diklasifikasikan menurut tingkat dan sosial media yang paling sering diakses. Data diperoleh sebagai berikut Tingkat Sosial Media I II III IV Total Facebook 15 9 10 21 55 Instagram 28 15 19 23 85 Twitter 14 11 20 15 60 Total 57 35 49 59 200 Dengan tingkat signifikansi 5%, dapatkah kita menyimpulkan bahwa proporsi mahasiswa yang paling sering mengakses facebook, instagram dan twitter adalah sama untuk semua tingkat? TIM DOSEN MS II [TEORI] 23 TERIMA KASIH TIM DOSEN MS II [TEORI] 24
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )