(8 steps PDCA & 7 tools) 8 September 2021 Yoepy Wijaya 1 AGENDA 1 GEMBA MANAGEMENT 2 3 PROBLEM & PROBLEM SOLVING A. PROBLEM & PROBLEM SOLVING TERMINOLOGI B. PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE C. PROBLEM SOLVING – TRAPS PROBLEM SOLVING METHODS & TOOLS A. WHYS ANALYSIS & PDCA B. 7 TOOLS 2 PROFIL NARASUMBER Pendidikan Sarjana Teknik Industri (Industrial Engineering) Bidang Keahlian 1. ISO 9001 : 2015 (QMS)) 2. ISO 14001 : 2015 (EMS) 3. Social Compliance 4. Analisa & Perancangan Kerja (Work Design) 5. Lean Six Sigma, Problem Solving & Root Cause Analysis (RCA) 6. 5S Implementation 7. Continuous Improvement/Kaizen Pengalaman 1. Management Representative & Internal Lead Auditor 2. Beberapa bidang manufacture, antara lain Upholstery Fabric (OEM), Mattress Maufacturing, Food & Beverages Manufacturing, dan Corrugated Box Manufacturing Yoepy Wijaya yoepywijaya@yahoo.co.id 0811205633 3 QUOTE 4 GEMBA MANAGEMENT Sumber : Massaki Imai [Toyota’s Taiichi Ohno]. https://www.google.com/search?q=taiichi+ohno+gemba&rlz=1C1GCEU_enID903ID903&sxsrf=ALeKk012YCrfyOPaT0Bkr4QYnZ74J89yyQ:1628731481015&sour ce=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwi1tPDKqaryAhXZdCsKHYT-D30Q_AUoAXoECAEQAw&biw=1366&bih=657#imgrc=qpqYirsZNla-XM 5 GEMBA MANAGEMENT Salah satu kunci Problem Solving adalah dengan Gemba Management Definisi Golden Rules *Gemba means the place where the products or services are formed Genba Actual Place : go to the spot/workplace where the event happens 現場 Genbutsu Actual Things : actual equipment, product or material involved in 現物 the event Genjitsu 現実 Facts : what actually happened, what you can actually observe with your own eyes Genri Principles : refer to the theory 原理 Gensoku Standards & Parameter : follow SOP or WI 原則 *Sumber : Imai, Massaki. 2012. Gemba Kaizen Second Edition. United State : The McGraw-Hill Companies, Inc. 6 PROBLEM & PROBLEM SOLVING PROBLEM Definisi Pernyataan yang menunjukkan adanya jarak (gap) antara target dengan realisasi (antara harapan dengan kenyataan) PROBLEM SOLVING Definisi Sifat Suatu proses yang tercakup dalam usaha-usaha menemukan urutan yang benar dari alternatif dan jawaban yang mengarah pada satu sasaran atau ke arah pemecahan yang ideal (C.P. Chaplin, 1989) Tindakan pencegahan (Preventive Action) Potensi masalah Analisa potensi masalah dengan “Risk Based Thinking” Tindakan perbaikan (Corrective Action) Masalah Problem Solving dengan PDCA 7 PROBLEM & PROBLEM SOLVING PROBLEM SOLVING Fokus Perbedaan 1. Fokus utama dalam problem solving bukanlah “Solusi” 2. Fokus utama adalah memahami kondisi saat ini dalam suatu sistem kerja dengan mendalam, dari tangan pertama sehingga mendapat solusi yang tepat dan jelas Contoh perbedaan mind set problem solving Toyota vs yang saat ini terjadi Sumber : Rother, Mike. 2010. Toyota Kata. United State : The McGraw-Hill Companies, Inc. 8 PROBLEM & PROBLEM SOLVING 9 PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE 10 PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE 1. HILANGKAN MENTAL BLOCK Penyebab 1. Merasa sudah cukup atau merasa tidak ada masalah 2. Selalu berpikir bahwa masalah terjadi karena external 3. Merasa sulit dilakukan 4. Terjebak pada mitos yang terbangun 11 https://www.youtube.com/watch?v=YcjGggF79xA 12 PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE 2. SELESAIKAN MASALAH TANPA MASALAH Kunci 1. Lakukan Root Cause Analysis (RCA) 2. Bedakan antara Symptoms (gejala), Problem (masalah), dan Causes (Penyebab) Fokus Symptoms (Gejala) • hasil/output dari suatu masalah • Contoh : rasa sakit, kelelahan, dan lain-lain 1. Kenali “Problems”(Masalah) 2. Temukan “Root Cause” Problems (Masalah) • Gap/celah antara goal atau standar vs realisasi Causes (Penyebab) • Sifatnya sulit ditemukan 13 PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE 3. STOP BLAMING !!! Fokus 1. Problem solving bukan saling menyalahkan 2. Berfokus pada “Bagaimana” Basic Mindset 1. Kita tidak dapat mengubah masa lalu namun dapat menciptakan masa depan yang lebih baik 2. There is no mistake only lesson 14 PROBLEM SOLVING – BASIC PRINCIPLE 4. EVIDENDENCE BASED !!! Fokus 1. Problem solving harus berdasarkan fakta 2. Problem solving tidak berjalan jika berdasarkan opini, atau asumsi Basic Mindset 1. Genjitsu 15 PROBLEM SOLVING – TRAPS 1. EQUIPMENT ISSUES Bad Basic Mindset 1. Insiden terjadi karena spare part habis/rusak (tidak ada yang selamanya) 2. Insiden terjadi karena part yang jelek Good Basic Mindset 1. Mesin, peralatan inspek, peralatan uji, dan perawatan mesin, dapat mencegah sebagian besar kegagalan (failure) 2. Parts yang jelek dapat diidentifikasi melalui Quality Assurance Process 16 PROBLEM SOLVING – TRAPS 2. HUMAN PERFORMANCE ISSUES Bad Basic Mindset 1. Karyawan yang melakukan kesalahan dianggap sebagai bukan karyawan yang terbaik 2. Prosedur sudah benar, karayawan hanya sedang melakukan kesahalan Good Basic Mindset 1. Training adalah kewajiban untuk meningkatkan kompetensi karyawan 2. Lakukan analisa risiko untuk preventive action 17 PROBLEM SOLVING – TRAPS 3. EXTERNAL EVENT ISSUES Bad Basic Mindset 1. Insiden terjadi karena fenome alam 2. Insiden terjadi karena ada faktor di luar jangkauan Good Basic Mindset 1. Lakukan perencanaan yang baik untuk mengantisipasi adanya faktor external untuk meminimasi dampak buruk yang terjadi 18 PROBLEM SOLVING METHODS – WHYS ANALYSIS Nama Lain 1. 5 Whys Analysis 2. Why Whys Analysis Sejarah Metode yang dikembangkan oleh Sakichi Toyoda (pendiri Toyota Motor Corporation) Tujuan Agar setiap individu dalam organisasi (top management hingga shopfloor) memiliki skill problem solving dan mampu menjadi problem solver di area masing-masing 19 PROBLEM SOLVING METHODS – WHYS ANALYSIS 20 PROBLEM SOLVING METHODS – WHYS ANALYSIS Tahapan 1. Tentukan masalah secara spesifik 2. Identifikasi dan kategorikan kemungkinankemungkinan penyebab masalah (ini menjadi “Why” yang pertama) dan dapat juga lampirkan dokumen pendukung 3. Lanjutkan dengan kemungkinan-kemungkinan penyebab masalah berikutnya (ini menjadi “Why” yang kedua) 4. Ulangi langkah 1 ~ 3 hingga penyebab masalah teridentifikasi 5. Buat action plan untuk penyelesaikan dan mitigasi 21 PROBLEM SOLVING METHODS – WHYS ANALYSIS 22 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA What is PDCA ?? 1. PDCA singkatan dari Plan – Do – Check – Action 2. PDCA adalah suatu siklus/metode ilmiah yang tiada henti dalam melakukan penyelesaian masalah atau peningkatan berkesinambungan History PDCA dikembangkan oleh Shewhart Go & See 23 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 8 1 Standardisasi & Tindak Lanjut Ya Pemilihan Tema Hasil sesuai target ??? Tidak 2 Analisa Kondisi yang Ada 3 Penetapan Target 4 Analisa Sebab Akibat 5 Rencana Penaggulangan 7 Evaluasi Hasil 6 Penanggulangan 24 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 1. Pemilihan Tema • Pengumpulan data & fakta (Fact Finding) • Memperlajari data & fakta (lakukan “Genba”) • Menentukan prioritas masalah 2. Analisa Kondisi yang Ada • Membuat diagram proses (Operation Process Chart) 3. Penetapan Target • Gunakan metode SMART 4. Analisa Sebab Akibat • Gunakan “Diagram Sebab Akibat” (Fishbone) 5. Rencana Penanggulangan • Brainstorming (tukar pikiran) untuk mencari ide-ide • 5W + 1 H 25 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 8. Standardisasi & Tindak Lanjut • Jika masalah selesai maka problem solving tersebut dapat distandarkan (SOP/WI/dll) • Lanjutkan untuk menyelesaikan masalah berikutnya sehingga satu demi satu masalah dapat diselesaikan 7. Evaluasi Hasil • Perbandingkan kondisi sebelum vs sesudah • Pertimbangkan QCDSM (Quality, Cost, Delivery, Safety, Morale) 6. Penanggulangan • Implementasi dari “Rencana Penanggulangan” • Pada tahap ini perlu ada monitoring/supervisi dari superior 26 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Cause & Effect Diagram (Fishbone) Fishbone Check Sheet Control Chart untuk mengidentifikasi hubungan antara penyebab dan dampak dari masalah Check Sheet Histogram digunakan untuk pengumpulan data Control Chart grafik garis untuk memonitor stabilitas proses dari waktu ke waktu. Pareto Histogram grafik statistik untuk menunjukkan distribusi frekuensi penyebaran masalah Pareto Scatter Diagram tool statistik untuk mengurutkan masalah dari yang terbesar ke yang terkecil Scatter Diagram Stratification Scatter diagram digunakan untuk menemukan korelasi antara 2 variabel Stratification Pengelompokan menjadi kategori lebih kecil berdasarkan kesamaan karakter 27 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Cause & Effect Diagram (Fishbone) Apa ?? Kapan ?? Keuntungan ? Cause and Effect (C & E) Diagram digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara penyebab dan dampak dari masalah untuk menemukan “Root Cause”. Tools ini membagi penyebab masalah menjadi Man/People, Materials, Methods, Machine/Equipment, Measurement, dan Environment Tools ini digunakan saat ingin mencari root cause dari setiap penyebab masalah Penyebab masalah yang dibagi menjadi 4 bagian akan memudahkan untuk melakukan analisa “Root Cause” Note : C & E dikembangkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa (1943) Contoh 28 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Check Sheet Apa ?? Check Sheet adalah tool yang paling sederhana dan yang paling umum digunakan untuk pengumpulan data secara benar dan akurat Kapan ?? Tool ini digunakan saat akan mengumpulkan dan dilakukan pengelompokkan data Keuntungan ? - Pengumpulan data dilakukan secara sistematik - Cara cepat mendapatkan gambaran suatu masalah Contoh 29 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Control Chart Apa ?? Kapan ?? Keuntungan ? Peta kendali adalah grafik garis yang digunakan untuk memonitor stabilitas proses dan variansi dari waktu ke waktu atau dari setiap kelompok. Tool ini digunakan saat ingin melihat variansi dari suatu proses. Peta kendali untuk memprediksi apakah suatu proses akan keluar dari kendali atau masih dalam kendali Contoh 30 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Histogram Apa ?? Histogram adalah grafik statistik untuk menunjukkan distribusi frekuensi penyebaran suatu data Kapan ?? Tool ini digunakan untuk melihat distribusi data. Kita dapat mengecek apakah penyebaran data ada dalam internal normal atau abnormal Keuntungan ? - Grafik menunjukkan variasi proses. - Bentuk grafik menunjukkan karakteristik proses. Contoh Sumber : Besterfield, Dale. H.; Besterfield-Michna, Carol; Besterfield, Glen. H.; Besterfield-Sacre, Mary. 2012. Total Quality Management, Third Edition. Dorling Kindersley (India) Pvt. Ltd 31 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Pareto Apa ?? Pareto diagram adalah tool statistik yang digunakan untuk mengurutkan masalah dari yang terbesar hingga yang terkecil Kapan ?? Tools ini digunakan untuk mengetahui prioritas masalah yang akan diselesaikan Keuntungan ? - Pareto dapat menunjukkan urutan masalah dari yang terbesar hingga terkecil - Pareto membantu memprioritaskan analisa untuk masalah yang terbesar Vital view Useful Many Contoh 32 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Scatter Diagram Apa ?? Kapan ?? Keuntungan ? Scatter diagram digunakan untuk menemukan hubungan antara 2 variabel 3 kategori umum : Tool ini digunakan saat ingin menemukan hubungan/korelasi antara 2 variabel. Data digunakan untuk memprediksi hubungan/korelasi antara 2 variabel. Contoh Sumber : Besterfield, Dale. H.; Besterfield-Michna, Carol; Besterfield, Glen. H.; Besterfield-Sacre, Mary. 2012. Total Quality Management, Third Edition. Dorling Kindersley (India) Pvt. Ltd 33 PROBLEM SOLVING METHODS – 7 TOOLS Stratification Apa ?? Stratification adalah pengelompokan data ke dalam kategori yang lebih kecil berdasarkan kesamaan karakteristik Kapan ?? Tool ini digunakan saat akan dilakukan pengelompokkan data untuk mengidentifikasi faktor utama pada suatu masalah. Keuntungan ? - Data yang telah dikelompokan akan lebih mudah di analisa - Diagram membantu memprioritaskan mana yang lebih dahulu perlu dianalisa The data is still random Operator-based distribution data Contoh 34 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA CONTOH KASUS Pimpinan PT. ABC merasa ada suatu masalah di department Gudang Bahan Baku dan menginstruksikan kepada team auditor internal untuk melakukan audit Berikut adalah beberapa data yang berhasil dikumpulkan oleh team internal auditor sebagai bahan analisa problem solving. Data 1 35 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 1. LANGKAH 1 PEMILIHAN TEMA PEMILIHAN TEMA di tahap awal dapat diperoleh dari grafik-grafik yang disajikan pada DATA 1 cari yang actual di bawah target (ingat kembali definisi masalah !!!) Ini masalah karena akurasi data tidak pernah mencapai target !!! 36 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 2. LANGKAH 2 ANALISA KONDISI YANG ADA ANALISA KONDISI YANG ADA dapat berupa sketsa, ilustrasi, flow chart dan lain-lain (intinya adalah memberikan gambaran/deskripsi kondisi saat ini. BERIKUT ADALAH HASIL AUDIT DAN OBSERVASI KE GUDANG Data 2 In & Out Receiving Area 1 Forklift In & Out In & Out Receiving Area 2 37 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 3. LANGKAH 3 PENETAPAN TARGET Spesific Measureable Achieveable Reasonable Timephase Hal yang ingin dicapai adalah akurasi data stok 100% Satuan yang digunakan adalah persentase (%) Peningkatan akurasi data : Akurasi data stok dapat tercapai, salah satunya dengan menerapkan 5S/5R Target direncanakan tercapai di Juni !!! • Rata2 : 87% (Jan ~ April) • Target : 100% 38 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 4. LANGKAH 4 ANALISA SEBAB AKIBAT BERIKUT ADALAH HASIL ANALISA ROOT CAUSE Data3 Pareto Diagram Total = 2.64 jam 100% 83% TAHAPAN DALAM MELAKUKAN ANALISA (GUNAKAN PARETO TOOLS) : 1 Diurutkan dari terbesar hingga terkecil !!! 2 Pareto Diagram Jam 1.4 1.2 1.0 0.8 0.6 64% 50% 1.0 38% 0.69 0.51 0.44 0.4 0.2 39 Rank 1 Rank 2 Rank 3 Rank 4 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 4. LANGKAH 4 ANALISA SEBAB AKIBAT 3 Buat Fishbone Diagram Personil penerimaan & pengiriman hanya 1 orang Manusia Gudang hanya memiliki 1 unit 1 orang personil yang saat komputer untuk ini ada di gudang adalah data entry Mesin personil baru (3 bulan) Adanya personil yang mengundurkan diri dan belum ada pengganti 1 unit komputer sedang dalam perbaikan oleh IT 1 Akses/Pintu dapat digunakan sebagai tempat penerimaan & pengeluaran barang Pelaksanaan 5S/5R yang belum optimal Patroli/Audit rutin 5S/5R belum dilakukan Metode Akurasi data stok di bawah 100% karena barang sulit ditemukan Tata letak/lay out yang tidak beraturan Personil belum mendapatkan training mengenai tata letak Personil kurang memahami metode tata letak barang 40 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 5. LANGKAH 5 RENCANA PENANGGULANGAN Problem Pencarian barang Temporary Action Personil memastikan bahwa setiap barang memiliki identitas Countermeasure 1. 2. 3. Manusia a. Personil penerimaan & pengeluaran barang adalah personil yang berbeda sehingga perlu ada penambahan 1 karyawan b. Setiap ada personil baru, pihak HR wajib membuat modul & jadwal training sesuai dengan kebutuhan Mesin a. IT perlu mengadakan 1 unit komputer baru untuk gudang Metode a. Akses masuk & keluar barang pada akses yang berbeda (lihat lay out improvement). Hal ini bertujuan agar memudahkan monitoring serah terima b. Patrol 5S/5R dibuat lebih terjadwal c. Improvement tata letak gudang How ??? When ??? Who (PIC) ??? a. Pengajuan penambahan karyawan baru a. 1 Mei a. Manager gudang b. Pembuatan modul training standar b. 15 Mei b. Manager HR a. IT mengajukan MR (Material Request) a. 1 Mei a. Staf IT a. Penutupan 1 akses masuk atau keluar barang a. 20 Mei a. Manager GA & Gudang b. PIC membuat jadwal patrol 5S/5R Re-lay out b. 5 Mei b. Manager GA c. 15 Mei c. Manager gudang c. 41 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 6. LANGKAH 6 PENANGGULANGAN After Before Receiving Area 1 Receiving Area 1 APD In In - Out Spare Part Spare Part Stok Palet Forklift Forklift Stok Komputer ATK Stok Palet In - Out Stok Komputer Spare Part Stok Komputer ATK APD APD Stok Palet Spare Part Office In - Out Out Receiving Area 2 Delivery Area 2 area – 2 PIC Penerimaan Barang (In) Penyimpanan sesuai Lay Out Pengambilan sesuai permintaan Delivery melalui pintu “Out” 42 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 7. LANGKAH 7 EVALUASI HASIL • Evaluasi 1 : kondisi setelah re-lay out 1. 2. 3. 4. Penempatan barang lebih rapih dan barang lebih mudah dicari/diidentifikasi Penambahan 1 personil (PIC pengeluaran barang) sehingga setiap transaksi selalu disertai serah terima Dokumentasi transaksi lebih disiplin Kenaikan akurasi data dimulai dari Mei • Evaluasi 2 : KPI achievement in % Dampak dari implementasi temporary action Before Akurasi data 100% di Juni After 43 PROBLEM SOLVING METHODS – 8 STEPS PDCA 8. LANGKAH 8 STANDARDISASI & TINDAK LANJUT Hal-hal yang dilakukan berikutnya adalah : a. Standarkan dalam bentuk SOP, WI, dan lain-lain b. Sosialisasikan standar yang telah ditetapkan c. Libatkan semua personil terkait d. Lakukan monitoring e. Jika pencapaian sudah baik dan stabil maka lanjutkan untuk problem solving berikutnya (gunakan 8 Steps & 7 Tools) 44 TERIMAKASIH 45
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )