Agustus 2021 Yoepy Wijaya 1 Agenda 01 Opening Profil Narasumber Sasaran Training 02 Kaizen & Gemba Management 03 Muda – Mura – Muri 04 Kaizen Concept Gembat Management Muda – Mura – Muri Concept 8 Types of Muda/Waste 5S 5S Concept 5S Implementation PROFIL NARASUMBER Pendidikan 1. S1 → Sarjana Teknik pada jurusan Teknik Industri Bidang Keahlian Yoepy Wijaya Email : yoepywijaya@yahoo.co.id Phone : 0811205633 1. ISO 9001 : 2015 (Quality Management System) 2. ISO 14001 : 2015 (Environmental Management System) 3. Social Compliance 4. Analisa & Perancangan Kerja (Work Design) 5. Lean Six Sigma, Problem Solving & Root Cause Analysis (RCA) 6. 5S Implementation 7. Continuous Improvement/Kaizen Pengalaman 1. MR (Management Representative) 2. Internal Lead Auditor 3. Beberapa bidang manufacture, antara lain Upholstery Fabric (OEM), Mattress Maufacturing, Food & Beverages Manufaacturing, dan Corrugated Box Manufacturing 3 SASARAN TRAINING Pengenalan Konsep Dasar Kaizen & Gemba Management Pengenalan Konsep Dasar Muda – Mura – Muri Pengenalan Konsep Dasar 5S Langkah-langkah implementasi 5S 4 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT 5 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT KAI = CHANGE ZEN = GOOD CHANGE for GOOD 6 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT KAIZEN/CONTINUOUS IMPROVEMENT Peningkatan kecil dan bertahap yang melibatkan semua orang yang memerlukan biaya relatif kecil 7 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT Sumber : Massaki Imai [Toyota’s Taiichi] Ohno. https://www.google.com/search?q=taiichi+ohno+gemba&rlz=1C1GCEU_enID903ID903&sxsrf=ALeKk012YCrfyOPaT0Bkr4QYnZ74J89yyQ:1628731481015&sour ce=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwi1tPDKqaryAhXZdCsKHYT-D30Q_AUoAXoECAEQAw&biw=1366&bih=657#imgrc=qpqYirsZNla-XM 8 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT Salah satu kunci sukses melakukan Kaizen adalah dengan Gemba Management Definisi *Gemba means the place where the products or services are formed Structure *House of Gemba *Sumber : Imai, Massaki. 2012. Gemba Kaizen Second Edition. United State : The McGraw-Hill Companies, Inc. 9 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT 原則 原理 現実 現物 現場 5 Golden Rules (5G) of Gemba Management : Sumber : Kadambi, Sreedher. 5 Golden Rules of Gemba : What is it and how can you use it ?, https://www.skilglobal.com/5-golden-rules-of-gemba-what-is-it-and-how-canyou-use-it/ 10 KAIZEN & GEMBA MANAGEMENT Metode Gemba Management → Chalk Circle Tujuan Tujuan Chalk Circle adalah Kizuki ( 気付き)/ability to notice/awareness/realization Bagaimana melakukan Chalk Circle : 1. Selection Area 2. Selection of the trainee 3. Start of exercise/observation 4. Progress update 5. End of the exercise/observation Sumber : Gautam Kumar, Santosh. Taiichi Ohno’s Chalk Circle, https://www.allaboutlean.com/chalk-circle/ 11 MURA – MURI – MUDA MURA – MURI – MUDA (3M) → disebut sebagai PEMBOROSAN MUDA (Waste) • MUDA jenis “direct waste”. • Ada 7 jenis MUDA MURI (Overburden) • MURI → “indirect” • Bobot yang berlebihan MURA (Unevenness) • MURA → “indirect” • Ketidakseimbangan 12 MURA – MURI – MUDA Definisi Penyebab Dampak MURA adalah ketidakteraturan, ketimpangan 1. Tambahan tanggung jawab di tempat kerja/di rumah 2. Distribusi kerja yang kurang baik 3. Planning yang kurang baik 1. Hasil kerja tidak stabil 2. Tidak ada waktu untuk keluarga & kehidupan sosial 3. Tingginya tingkat “stress” 4. Kelelahan 13 MURA – MURI – MUDA Definisi Penyebab Dampak MURI adalah pembebanan berlebihan pada sumber daya. 1. Kekurangan sumber daya 2. Instruksi yang kurang jelas 3. Pekerja yang kurang terlatih 1. Meningkatkan terjadinya kecelakaan 2. Mesin breakdown 3. Kelelahan dan stress 14 MURA – MURI – MUDA Definisi Dampak MUDA/WASTE adalah segala sesuatu yang mengkonsumsi sumber daya namun : 1. Tidak memberikan nilai tambah 2. Tidak memberikan keuntungan (benefit) 3. Tidak membantu suatu proses Cost of Poor Quality the cost associated with producing defects, which includes internal failure costs and external failure costs. Diagram Source URL: iSixSigma http://www.isixsigma.com/implementation/financialanalysis/cost-quality-not-only-failure-costs/ 15 8 TYPES of MUDA/WASTE Transportation T Overprocessing Overproduction I D Defect Inventory M O W O N Non Utilized Talent Motion Waiting 16 8 TYPES of MUDA/WASTE 1. Transportation (T) Definisi Proses perpindahan barang dari satu proses/lokasi ke proses/lokasi lain yang tidak dibutuhkan ❑ ❑ ❑ ❑ Tata letak (lay out) yang tidak baik Beberapa tempat penyimpanan barang Aliran barang yang kompleks Pemahaman Value Stream yang kurang baik Masalah ❑ ❑ Menambah waktu dan biaya Berpotensi meningkatnya defect pada produk & kecelakaan kerja Solusi ❑ ❑ Perbaikan tata letak (lay out)/ Re- Lay Out jarak antar proses dibuat lebih dekat sehingga memudahkan penjangkuan 17 Melakukan Value Stream Mapping Penyebab ❑ 8 TYPES of MUDA/WASTE 2. Inventory (I) Definisi Semua barang-barang yang disimpan (raw material, perlengkapan kantor/ATK, dokumen, bahan bakar, dan lain-lain) maupun WIP yang melebihi daripada yang dibutuhkan Penyebab ❑ ❑ ❑ Proses yang bermasalah Perubahan proses yang memakan waktu lama Spekulasi Masalah ❑ ❑ ❑ Menambah Holding Cost (biaya simpan barang) Kebutuhan lahan/tempat penyimpanan yang lebih besar Potensi terjadi defect pada produk Solusi ❑ ❑ Perbaikan proses/mesin/peralatan kerja yang bermasalah Forecasting 18 8 TYPES of MUDA/WASTE 3. Motion (M) Definisi Aktivitas/pergerakan yang kurang dan tidak menambah nilai dan memperlambat proses kerja Penyebab ❑ ❑ Tata letak (lay out) yang tidak baik Metode kerja yang tidak sistematis Masalah ❑ ❑ Menambah lead time Kelebihan tenaga kerja Solusi ❑ ❑ Perbaikan tata letak barang (konsep 5S) Penetapan metode kerja yang sistematis (SOP) 19 8 TYPES of MUDA/WASTE 4. Waiting (W) Definisi Waktu kosong yang terjadi ketika material, informasi, orang atau peralatan yang tidak siap digunakan Penyebab ❑ ❑ ❑ Adanya Bottlenecks Adanya proses/mesin/peralatan kerja yang rusak Set up awal yang memerlukan waktu lama Masalah ❑ ❑ ❑ Menambah lead time Banyaknya waktu kerja yang terbuang (Loss Time) Penambahan biaya Solusi ❑ ❑ Penetapan persediaan yang disesuaikan dengan lead time proses SMED (Single Minute Exchange Dies) 20 8 TYPES of MUDA/WASTE 5. Overproduction (O) Definisi Pemborosan yang disebabkan membuat/memproduksi suatu produk yang melebihi dari yang dibutuhkan Penyebab ❑ ❑ ❑ Masalah pada perencanaan Ketidakstabilan permintaan pelanggan Ketidakstabilan forecast Masalah ❑ ❑ Gangguan pada kelancaran aliran proses dan atau barang Penggunaan sumber daya yang berlebihan namun tidak diperlukan (penambahan tenaga kerja, lembur, dan lain-lain) Solusi ❑ ❑ Review jadwal secara berkala Pengetahuan terhadap permintaan pasar yang lebih baik 21 8 TYPES of MUDA/WASTE 6. Overprocessing (O) Definisi Penambahan proses yang tidak diperlukan, contoh : mengadakan meeting yang tidak perlu, membahas agenda yang tidak perlu, dan melakukan pengecekan berulang-ulang Penyebab ❑ ❑ ❑ Spesifikasi proses/produk yang tidak jelas Variasi metode yang digunakan Proses yang belum standar Masalah ❑ ❑ Pembahan waktu/biaya karena kerja yang berulang-ulang Penggunaan sumber daya yang berlebihan namun tidak diperlukan (penambahan tenaga kerja, lembur, dan lain-lain) Solusi ❑ ❑ ❑ Standardisasi proses (SOP) Penetapan spesifikasi yang lebih detail Penyederhanaan proses 22 8 TYPES of MUDA/WASTE 7. Defect (D) Definisi Output dari suatu proses kerja yang rusak atau tidak sesuai dengan spesifikasi/standar Penyebab ❑ ❑ ❑ Proses yang belum standar Spesifikasi yang belum jelas Skill yang kurang memadai Masalah ❑ ❑ ❑ Pembahan waktu/biaya Penggunaan sumber daya yang berlebihan namun tidak diperlukan (penambahan tenaga kerja, lembur, dan lain-lain) Penurunan citra ❑ ❑ ❑ Standardisasi proses (SOP) Pelaksanaan training untuk menaikkan kompetensi Penetapan spesifikasi produk/proses yang jelas Solusi 23 8 TYPES of MUDA/WASTE 8. Non Utilized Talent (N) Definisi Talenta/kemampuan seseorang yang tidak dimanfaatkan sebaikbaiknya Penyebab ❑ ❑ ❑ Job desc yang tidak jelas Kurangnya pelatihan Minimnya keterlibatan karyawan dalam program perusahaan Masalah ❑ ❑ Minimnya keterlibatan karyawan Karyawan bertindak seperti robot Solusi ❑ ❑ ❑ Penentuan spesifikasi kompetensi Pelaksanaan training yang terjadwal Libatkan dalam setiap program perusahaan 24 8 TYPES of MUDA/WASTE 25 5S CONCEPT Definisi Pendekatan teknis untuk membangun perubahan sikap dan menjaga kualitas lingkungan atau area kerja dalam suatu organisasi Masalah Beberapa masalah yang sering terjadi di lingkungan atau area kerja Sumber gamabr : JPC-SED. August, 2006. Step by Step Implementation 5S. 26 5S CONCEPT 5S Key Principle Make it easy to see, use, and return. Jepang Amerika Indonesia S eiri S eiton S eiso S eiketsu S hitsuke S ort S et in Order S hine S tandardize S ustain R ingkas R api R esik R awat R ajin 27 5S CONCEPT – Game Game 1. Peraturan a. Temukan angka dari 1 sampai 49 b. Waktu : 30 detik 28 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Game 29 5S CONCEPT Tujuan 1. Cost Reduction Jika 5S pada lingkungan atau area kerja terjaga dengan baik (tidak ada waste) maka akan tercapai efisiensi yang berdampak pada pengurangan biaya. 2. Time Reduction Penempatan peralatan kerja pada tempat dan pemberian identitas yang jelas akan membantu mengurangi loss time 30 5S CONCEPT Tujuan 3. Moral 5S dapat meningkatkan semangat kerja karyawan dan keinganan untuk melakukan kaizen. 4. Zero Defect 5S di lingkungan dan area kerja membantu mengurangi defect (cacat) pada produk 31 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Definisi Tujuan Tip Keuntungan Aktifitas memisahkan, memilah, dan mengelola barang yang tidak diperlukan sehingga barang yang tersedia di area kerja adalah hanya barang yang diperlukan saja. Memisahkan, menyingkirkan dan membuang barang yang tidak diperlukan dari area kerja. Apakah saya membutuhkan barang ini setiap hari ??? 1. Penghematan area kerja 2. Pengurangan inventory level 3. Memudahkan pengendalian (control) 32 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Kategori Barang Seiri 1. Garbage and junk • Barang tersebut dapat segera dibuang • Barang tidak perlu diberi label merah (Red Tag) 2. Unneeded • Barang tersebut adalah barang yang masih baik keadaannya namun sudah tidak diperlukan, contoh : barang kelebihan produksi/beli • Barang ini adalah yang mayorita diberi label merah (Red Tag) 3. Low-use items • Barang tersebut adalah barang yang masih digunakan dengan frekuensi yang jarang, contoh : digunakan sebulan atau setahun sekali Sumber : Ortiz, A. Chris. 2016. The 5S Playbook. United State : CRC Press, Taylor & Francis Group. 33 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Tahapan 1. Gunakan dan tempel label merah (Red Tag) untuk barang yang tidak diperlukan 2. Setiap jenis barang yang tidak diperlukan maka harus diberikan 1 label merah 3. Lakukan pemisahan dan tentukan tempat penyimpanannya Contoh Barang 1. Label Merah 2. Barang reject/defect Barang usang (obsolete) 3. Barang dengan status yang tidak jelas 4. Barang yang jarang digunakan 5. Barang sisa project, sisa percobaan proses/produk, dan atau sisa trial 34 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Game 1. Peraturan a. Temukan angka dari 1 sampai 49 b. Waktu : 30 detik 35 5S CONCEPT – SEIRI/SORT/RINGKAS Game 36 5S CONCEPT – SEITON/SET IN ORDER/RAPI Definisi Tujuan Tip Keuntungan Aktifitas menempatkan, dan mengatur letak barang yang diperlukan sehingga mudah dijangkau dan selalu siap saat dibutuhkan Menyimpan dan meletakkan barang pada tempatnya Kelompokkan barang ! 1. Mengurangi gerakan mencari (waste motion) 2. Memudahkan visual control 3. Mempercepat pengambilan barang saat diperlukan 37 5S CONCEPT – SEITON/SET IN ORDER/RAPI Tahapan 1. Berikan identitas yang jelas pada setiap barang 2. Tentukan tempat penyimpanannya dan berikan garis pembatas yang jelas 3. Gunakan warna garis yang berbeda, contoh : warna hijau untuk pejalan kaki, warna putih-hitam untuk tempat perlintasan, dan lain-lain 4. Standarkan warna garis untuk memudahkan pengenalan atau pengendalian 38 5S CONCEPT – SEITON/SET IN ORDER/RAPI Game 1. Peraturan a. Temukan angka dari 1 sampai 49 b. Waktu : 30 detik 39 5S CONCEPT – SEITON/SET IN ORDER/RAPI Game 40 5S CONCEPT – SEISO/SHINE/RESIK Definisi Aktifitas membersihkan terhadap area kerja dan fasilitas/peralatan kerja agar tetap terawat dan terjaga kebersihannya Tujuan Membersihkan area kerja dari debu, pasir, cairan, dan kotoran lainnya dengan menggunakan alat pembersih Tip Sudahkan nampak bersih ?? Keuntungan 1. Area yang bersih akan meningkatkan kesehatan 2. Pengurangan potensi kecelakaan kerja 3. Peralatan kerja menjadi lebih awet 41 5S CONCEPT – SEISO/SHINE/RESIK Tahapan 1. Tentukan Person In Charge (PIC) dan pelaksana 5S di setiap area 2. Tetapkan metode kerja dan waktu pelaksanaannya 3. Siapkan peralatan kebersihan (sapu, dan lain-lain) Sumber : http://www.cakrawijaya.com/2008/12/1-persiapan-penerapan-5r_7568.html#.YRYAjIgzbIU 42 5S CONCEPT – SEISO/SHINE/RESIK Critical Area 1. Meja kerja/Workstation 2. Dinding 3. Lantai 4. Langit-langit 5. Lorong 6. Pintu 7. Jendela 8. Lemari dan rak penyimpanan 9. Sudut-sudut tempat kerja 10. Tempat penyimpanan alat ukur & alat ukur (measurement devices) 43 5S CONCEPT – SEISO/SHINE/RESIK Game 1. Peraturan a. Temukan angka dari 1 sampai 49 b. Waktu : 30 detik 44 5S CONCEPT – SEISO/SHINE/RESIK Game 45 5S CONCEPT – SEIKETSU/STANDARDIZE/RAWAT Definisi Aktifitas memelihara kondisi 3S/3R yang telah dilakukan sebelumnya (Ringkas, Rapi, dan Resik) Tujuan Memelihara, menjaga dan merawat kondisi agar 3R yang telah dilakukan tetap Ringkas, Rapi, dan Resik Tip Keuntungan Sudahkan ada standarnya ?? 1. Menjaga lingkungan/area kerja tetap bersih 2. Peralatan kerja terjaga kebersihannya 3. Pelaksanaan 4S menjadi lebih mudah 46 5S CONCEPT – SEIKETSU/STANDARDIZE/RAWAT Tahapan 1. Tetapkan standar pelaksanaan 4S dengan checklist, SOP, dan lain-lain 2. Semua standar (checklist, SOP, dll) ditempel di area kerja dan lakukan semua hal yang distandarkan secara rutin 3. Lakukan pengecekan dan evaluasi terhadap pelaksanaan standar 4. Lakukan up date terhadap standar bila memang diperlukan perubahan 47 5S CONCEPT – SHITSUKE/SUSTAIN/RAJIN Definisi Aktifitas mempertahankan dan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan terhadap 5S di tempat kerja Tujuan Semua orang secara sadar dan disiplin melaksanakan 5S dalam keseharian Tip Keuntungan Do 5S everyday !!!! 1. 5S akan menjadi budaya semua orang 2. Pekerjaan menjadi lebih mudah 48 5S CONCEPT – SHITSUKE/SUSTAIN/RAJIN Tahapan 1. Buatlah metode pengendalian terhadap pelaksanaan 5S, contoh : visual control board, checklist, dan lain-lain 2. Kampanyekan secara berkala mengenai pentingnya pelaksanaan 5S kepada semua orang dengan menggunakan spanduk, banner dan lain-lain 3. Lakukan “5S Patrol” secara berkala untuk mengaudit pelaksanaan 5S dan mintakan action plan perbaikan kepada PIC area bila ditemukan penyimpangan dari standar 5S 4. Buatlah kompetisi 5S antar department atau divisi untuk mengembangkan semangat kompetitif dan berikan reward bagi pemenangnya 49 5S IMPLEMENTATION 1. 5S dimulai dari DIRI SENDIRI 50 5S IMPLEMENTATION Daily & Personal 5S Implementation Before Before After After 51 5S IMPLEMENTATION 2. Komitmen Manajemen Definisi Bentuk persetujuan atau janji dari manajemen dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya untuk menjadikan 5S sebagai budaya perusahaan Peran 1. Mengalokasikan waktu dan sumber daya Manajemen untuk pelaksanaan 5S (termasuk training) 2. 3. 4. 5. Penanggung jawab tertinggi struktur 5S Merumuskan kebijakan 5S Melakukan pengawasan pelaksanaan 5S Mereview pelaksanaan 5S 52 5S IMPLEMENTATION Contoh Komitmen Manajemen 53 5S IMPLEMENTATION 3. Tetapkan Sasaran/Tujuan Metode • S (Specific) Tentukan apa yang ingin di capai • M (Measureable) Sasaran harus dapat diukur agar dapat dilakukan analisa dan evaluasi serta improvement • A (Attainable/Achieveable) Sasaran harus realistic dengan mempertimbangkan ketersediaan dan kemampuan menyedikan sumber daya • R (Relevant) Sasaran harus relevant dengan organisasi • T (Time Bound) Sasaran harus ditetapkan waktu pencapaiannya 54 5S IMPLEMENTATION 4. Tetapkan Struktur Organisasi 5S Definisi Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan, bagaimana pkerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal Contoh : 55 5S IMPLEMENTATION 5. Tetapkan Zonasi Tahapan 1. Tentukan Area lingkup pelaksanaan 5S 2. Tentukan PIC 5S di masing-masing area 3. Buat peta/denah area dan PIC (termasuk pembuatan garis pembatas antar area) Contoh : Sumber : http://www.cakrawijaya.com/2008/12/1-persiapan-penerapan-5r_30.html#.YRoDb4gzbIU 56 5S IMPLEMENTATION 6. Lakukan aktifitas kelompok Tujuan Tahapan Melibatkan peran aktif semua personil yanga ada agar 5S menjadi budaya 1. Perlengkapi area dengan peralatan 5S 2. Buat checklist 3. Tentukan pembagian tugas antar personil 57 5S IMPLEMENTATION 7. Kick Off Meeting Tujuan Sosialisasi adanya program 5S yang akan diimplementasikan Note : Pada tahapan ini juga disampaikan schedule implementasi 5S, training, sosialisasi/kampanye, dan audit patrol 58 59
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )