Band Phase – Arctic Monkeys. Prolog. KBBI : kultur /kul·tur/ n kebudayaan: -- Barat; -- Timur 1 Tiap band pasti memiliki fase-nya masing-masing. Banyak hal yang mempengaruhi dalam tiap fasenya : a. Kondisi ekonomi anggota band pada saat itu b. Pengaruh music yang didengarkan c. Umur dari tiap anggotanya Dan dalam tiap fase ini, kita bisa merasakannya; entah itu sangat terlihat nyata pada genre musiknya maupun sedikit perbedaan pada lirikal. Mari kita ambil contoh band brit-rock; Arctic Monkeys. Arctic Monkeys Play : Do I wanna know Kebanyakan kawan-kawan semua pasti pernah mendengarkan lagu ini. Ya, do I wanna know. Do I Wanna Know adalah salah satu lagu dari arctic monkeys yang dirilis pada tahun 2013, bersamaan dengan album barunya yaitu AM. Distorsi tebal, bass dan drum yang cenderung simple namun keras, memperlihatkan sisi psikedelik rock dari band ini. Hal ini sangat-amat berbeda pada album album awal mereka. Mari saya kenalkan dengan sejarah bagaimana band ini berkembang. kita akan kembali ke taun 2006. Phase 1 : Garage Rock Era Play : Still Take You Home 2006 adalah tahun dimana album resmi mereka pertama diterbitkan. Mengapa saya menyebutkan album resmi? Karena band ini sudah memiliki 1 album non resmi yang berputar di internet pada tahun 2003. Album pertama mereka berjudul Beneath the Boardwalk. Di bawah “Boardwalk”. Hal ini merujuk pada bar di tempat kelahiran band ini terbentuk, yaitu kota Sheffield. Kompilasi lagu ini pertama tersebar secara massif dari orang ke orang, tular tinular, yang akhirnya membawa nama mereka terdengar ke penjuru inggris Utara. Tipe lagu yang dibawakan pun memang mewakili sekali pada umur mereka – pemuda pemuda rebel pada jamannya – apalagi kalau bukan garage rock. Dan memang pada saat itu, Alex Turner dan temen temennya emang lagi ngulik banget band band Oasis, The Strokes dan The White Stripes. Dan itu berlanjut ke album resmi perdana mereka pada tahun 2006. Pada saat itu personil Arctic Monkeys - Alex Turner, Jamie Cook, Matt Helder dan Nick O Malley sedang berusia 20 tahun. Karakter dari lagu yang dibawain di album pertama mereka, Whatever People Say I Am, That’s What Im Not, emang nunjukkin banget kalo mereka lagi di fase remaja remaja nakal gitu. Main ke klub, mabok mabokan, ditangkep polisi gara gara keributan kecil, cerita tentang lihat cewek kesukaannya. Kita bisa ambil contoh di lagunya mereka Riot Van, yang ceritanya ya Cuma tentang sekumpulan temen temen, minum minum, bikin masalah, ditangkep polisi terus udah. Dan hal hal ini tertuang dengan sangat bagus ke lirikal lagu mereka, thanks to pak Alex Turner. Alex ini emang salah satu jenius kalo dalam hal pembuatan lirik. Dia bisa bawa pendengar lagunya tuh kaya ngerasain langsung cerita yang dibawain sama si Arctic Monkeys. Dibalut sama gitar yang renyah, bassline yang ciamik sekali dari pak Nick, dan drum yang gaada duanya dari Matt Helder, album Whatever People Say I Am, That’s What Im not ini jadi salah satu masterpiece yang membawa mereka jadi headliner di salah satu perhelatan music terbesar di dunia, yaitu Glastonbury. Lalu berlanjut ke 2007. Remaja remaja urakan ini melanjutkan pembuatan albumnya yang kedua yaitu Favourite Worst Nightmare. Di album kedua ini, aura garage rock mereka masih kental tetapi lebih dibalut dengan permainan alat music yang lebih rapih dan lebih “rumit”. Masih sama seperti album sebelumnya, lirik lirik dari pak Alex Turner pada album keduanya ini lebih masih lekat dengan cerita cerita anak remaja umur 20an tahun, dan diceritakan dengan sangat handal. 2 album ini, menjadi bukti bahwa band ini bukan hanya band biasa. Mereka bisa membuat sebuah lagu seperti sebuah film pendek, tanpa ada repetisi. Alunan music yang dihadirkan seperti backsound daripada cerita mereka, memancing emosi dari pendengar. Dinamika dari pergantian tempo di beberapa lagunya bisa membuat kita merasakan apa yang ingin disampaikan oleh Arctic Monkeys. Plays 505, “but I crumble completely when you cry” Mereka tidak hanya “membuat lagu”. Mereka melakukan story telling dengan sangat baik. Dan inilah mengapa era ini masih menjadi era favorit saya, bahkan era terbaik mereka versi saya.