Mikroscope Fluorecent 123270043_Yunike Aritonang 123270002_Marsela 123270028_Aline Jennifer 123270020_Shekinah Glory Siregar 123270033_Yohana Dea Mikroskop fluoresensi adalah alat optik yang memanfaatkan fenomena fluoresensi untuk mengamati spesimen biologis atau bahan lainnya. Prinsip kerjanya adalah dengan menyinari sampel dengan cahaya pada panjang gelombang tertentu (cahaya eksitasi), yang kemudian akan diserap oleh molekul fluorofor (pewarna fluoresen) yang telah diikat pada struktur spesifik dalam sampel. Molekul fluorofor ini akan tereksitasi dan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang (cahaya emisi), yang kemudian ditangkap oleh detektor. Gambar 1 Gambar alat mikroskop Fluorecent (sumber: internet) Mikroskop Fluoresensi digunakan untuk mengamati spesimen yang mampu berpendar, yaitu memancarkan suatu jenis cahaya jika cahaya lain mengenainya pendaran yang terjadi pada spesimen disebabkan karena secara alamiah mengandung zat pendar misalnya klorofil atau diberi perlakuan dengan zat warna yang mampu berpendar. A. Prinsip Kerja Mikroskop Fluoresensi Mikroskop fluoresensi adalah alat yang memanfaatkan fenomena fluoresensi untuk menghasilkan gambar. Prinsip kerjanya didasarkan pada penyerapan dan emisi cahaya oleh suatu molekul. Ketika molekul diterangi dengan cahaya berintensitas tinggi dengan panjang gelombang tertentu, molekul tersebut menyerap energi dan berada dalam keadaan tereksitasi. Ketika kembali ke keadaan dasar, molekul tersebut memancarkan energi dalam bentuk cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang. Cahaya yang dipancarkan ini kemudian diterima oleh detektor dan digunakan untuk membentuk gambar. 1.Molekul fluoresen (fluorofor) menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu (excitation). Molekul fluoresen atau fluorofor adalah senyawa yang mampu menyerap energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu. Ketika fluorofor terpapar cahaya dengan panjang gelombang ini (sering disebut sebagai cahaya excita), elektron-elektron dalam molekul tersebut naik ke tingkat energi yang lebih tinggi (eksitasi). 2.Molekul tersebut memancarkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang (emission). Setelah molekul fluorofor menyerap energi dari cahaya excita, molekul tersebut akan kembali ke keadaan energi yang lebih rendah. Saat proses ini terjadi, energi yang diserap dipancarkan kembali dalam bentuk cahaya, tetapi dengan panjang gelombang yang lebih panjang (lebih rendah energi) daripada cahaya excita. Fenomena ini disebut emisi fluoresen. 3.Mikroskop mendeteksi cahaya fluoresen yang dipancarkan untuk menghasilkan gambar. Mikroskop fluoresensi dilengkapi dengan filter khusus yang memungkinkan cahaya excita untuk memasuki sampel dan mendeteksi cahaya yang dipancarkan (emisi) oleh fluorofor. Cahaya yang dipancarkan ini dikumpulkan oleh lensa mikroskop untuk menghasilkan gambar yang menunjukkan distribusi dan lokasi fluorofor dalam sampel, seperti pada sel atau jaringan B. Bagian-Bagian Mikroskop Fluoresensi Gambar 2 Bagian-bagian mikroskop fluoresensi (sumber: internet) Gambar: Bagian-bagian Mikroskop Fluorosensi Secara garis besar, bagian-bagian mikroskop dibagi menjadi 2, yakni optik dan nonoptik. Bagian-Bagian Optik Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Ukuran perbesarannya umumnya 6, 10, atau 12 kali. Disinilah sobat meletakkan mata sahabat untuk mengamati objek. Lensa objektif, memiliki kegunaan untuk me-zoom bayangan objek. Untuk perbesarannya sendiri 10, 40, atau 100 kali dan umumnya terdiri dari 3 lensa Sebelum kamu mengamati benda, sebelumnya kamu perlu mengoleskan minyak emersi ke benda terlebih dahulu agar nantinya bayangan yang muncul lebih jelas. Diafragma, memiliki kegunaan untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk. Kegunaannya mirip dengan pupil yang ada pada mata manusia. Kondensor, memiliki kegunaan untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan dari cermin dan memfokuskannya dibenda. Cermin, berguna untuk memantulkan cahaya luar menuju ke bagian kondensor dan diafragma. Bagian-BagianNon-Optik Lengan mikroskop, fungsinya sebagai pegangan untuk memindahkan mikroskop ke tempat lain. Tabung mikroskop, fungsinya untuk menyatukan antara lengan okuler dengan lensa objektif. Revolver, memiliki kegunaan untuk mensetting perbesaran benda objektif. Makrometer (pemutar kasar), gunanya untuk menaikkan atau menurunkan tabung dengan cepat untuk mensetting fokus dari gambaran benda yang diinginkan Mikrometer (pemutar halus), memiliki kegunaan untuk mengangkat dan menurunkan tabung secara lambat untuk menyesuaikan fokus dari gambaran objek yang diinginkan Meja benda, berguna sebagai tempat untuk menempatkan preparat dan benda yang akan diamati. Terdapat 2 penghimpit untuk menghimpit preparat agar tak berpindah ketika dilakukan pengamatan. Kaki Mikroskop, berguna untuk penyangga serta bagian untuk memegang mikroskop saat hendak dipindahkan ke tempat lain. Terlihat dari gambar,fungsi dari alat-alat mikroskop yaitu: Fluorescence Lamphouse: Sumber cahaya khusus yang memancarkan sinar ultraviolet atau sinar tampak dengan panjang gelombang tertentu untuk merangsang fluoresensi pada sampel. Filter: Komponen yang digunakan untuk menyaring panjang gelombang cahaya tertentu, baik sebelum maupun setelah sampel, untuk memaksimalkan sinyal fluoresensi dan mengurangi noise. Objective Lenses: Lensa yang berfungsi untuk memperbesar citra sampel. Eyepiece (Ocular Lenses): Lensa yang digunakan untuk mengamati citra yang diperbesar oleh lensa objektif. Stage: Tempat untuk meletakkan sampel yang akan diamati. Condenser: Lensa yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya dan mengarahkannya ke sampel. Digital Camera: Digunakan untuk menangkap citra fluoresensi dan menyimpannya dalam format digital Pembesaran dengan Mikroskop Fluorosensi Lensa objektif adalah lensa utama yang digunakan untuk memfokuskan gambar pada kondensor. Ini menghasilkan gambar yang lebih jelas dan diperbesar, yang kemudian diperbesar lagi oleh lensa okuler untuk membentuk gambar utama yang dilihat oleh mata. Selama pencitraan, lensa objektif tetap parfocal, artinya, meskipun lensa objektif telah berubah, gambar masih tetap fokus. Gambar yang terlihat pada lensa okuler adalah gambar spesimen yang diperbesar dan jelas, yang dikenal sebagai gambar virtual. Pembesaran bayangan ditentukan oleh perbesaran lensa objektif terhadap perbesaran lensa okuler. Lensa objektif memiliki daya perbesaran 40x-1000x tergantung pada jenis mikroskop medan terang sedangkan lensa okuler memiliki daya perbesaran standar 10x. Lensa objektif memperbesar gambar yang dapat dilihat, karakteristik ini dikenal sebagai resolusi. Menurut Prescott, resolusi adalah kemampuan lensa untuk memisahkan atau membedakan objek-objek kecil yang saling terkait erat. Sedangkan lensa okuler memperbesar bayangan pada akhir pengamatan, jangkauan perbesarannya lebih rendah dibanding lensa objektif yang berada pada 8X-12X (standar 10X) dan lensa objektif yang berada pada 40X-100X, perbesaran dan resolusi mikroskop sangat bergantung pada lensa objektif. C. Aplikasi mikroskop Fluoresensi Mikroskop Fluoresensi memiliki berbagai aplikasi yang luas di berbagai bidang, terutama dalam sains dan teknologi. Berikut adalah beberapa aplikasi utama dari mikroskop Brightfield: Beberapa contoh Aplikasi Mikroskop Fluoresensi antara lain: 1.Medis: Diagnosa penyakit: Mikroskop fluoresensi digunakan untuk mendiagnosis berbagai penyakit, seperti kanker, infeksi bakteri, dan penyakit genetik. Misalnya, untuk mendeteksi sel kanker yang diberi label dengan zat fluoresen. Pengembangan obat: Mikroskop ini membantu para peneliti memahami mekanisme kerja obat-obatan baru pada tingkat seluler. 2.Biologi: Penelitian sel: Digunakan untuk mempelajari struktur dan fungsi sel, termasuk interaksi antara protein dan DNA. Genetika: Membantu dalam pemetaan gen dan memahami ekspresi gen. 3.Mikrobiologi: Identifikasi bakteri: Mikroskop fluoresensi dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis bakteri tertentu berdasarkan sifat fluorensinya. 4.Industri: Kontrol kualitas: Dalam industri makanan dan farmasi, mikroskop fluoresensi digunakan untuk memastikan kualitas produk dan mendeteksi adanya kontaminan. 5.Lingkungan: Penelitian polutan: Mikroskop ini membantu dalam mendeteksi dan mengukur tingkat polutan dalam lingkungan.Mikroskop Brightfield adalah alat yang sangat berguna dalam berbagai disiplin ilmu, memberikan kemampuan untuk memperbesar dan menganalisis objek mikroskopis dengan detail yang diperlukan untuk penelitian dan aplikasi praktis. Beberapa penerapannya antara lain: 1. Digunakan untuk memvisualisasikan dan mempelajari sel hewan 2. Digunakan untuk memvisualisasikan dan mempelajari sel tumbuhan. 3. Digunakan untuk memvisualisasikan dan mempelajari morfologi sel bakteri 4. Digunakan untuk mengidentifikasi protozoa parasit seperti Paramecium. Gambar 3. Pembesaran 100x pada sampel bakteri yang telah diwarnai dengan menggunakan mikroskop Fluorosensi (sumber: pribadi) Gambar 4. Pembesaran 100x pada sampel jaringan tubuhan dengan menggunakan mikroskop Fluorosensi (sumber: pribadi) D. Kelebihan Mikroskop Brightfield Mikroskop Fluoresensi memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya menjadi alat yang sangat berguna dalam berbagai aplikasi ilmiah dan industri. Berikut adalah beberapa kelebihan utama dari mikroskop Fluoresensi: Mikroskop fluoresensi memiliki beberapa kelebihan : 1. Spesifisitas tinggi: Probe Fluorofor modern memungkinkan protein spesifik atau struktur biologis lainnya dipelajari tanpa proses pewarnaan beracun. 2. Resolusi Dimensi XY yang baik: Mikroskopi fluoresensi bidang lebar dasar memberikan kemampuan untuk membedakan detail halus dalam arah X dan Y. 3. Pencitraan lebih cepat : Mikroskop bidang lebar menyinari semua bagian gambar secara bersamaan,memungkinkan pencitraan lebih cepat. 4. Kontrol kedalam bidang : Mikroskop confocal memungkinkan kontrol kedalam bidang,yang berguna untuk pencitraan sampel tebal. 5. Sensitivitas dan Spesifikasi tinggi : Mikroskop fluoresensi menawarkan sensitivitas dan spesifitas tinggi,membuatnya populer untuk pengamatan sel hidup dan elusidasi struktur biomolekul. Mikroskop Fluorosensi tetap menjadi alat penting dalam laboratorium karena kesederhanaan,biaya terjangkau, dan kemampuannya untuk memberikan pengamatan yang jelas pada berbagai jenis spesimen. E. Kekurangan mikroskop Fluorosensi Mikroskop Fluorosensi, meskipun memiliki banyak kelebihan, juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa kekurangan utama dari mikroskop : 1.Ketergantungan pada probe: Struktur yang tidak berlabel tidak dapat diamati,membatasi studi tentang struktur yang tidak terduga atau baru. 2.Interferensi dengan sistem membran: Probe dan pewarna berpotensi mengganggu sistem membran. 3.Keterbatasan ukuran partikel: Mikroskop fluoresensi tidak memberikan gambar yang jelas dari partikel berukuran nanometer. 4.Photobleaching: Fluorofor kehilangan kapasitasnya untuk berpendar ketika diterangi, membatasi durasi pencitraan. 5.Batas resolusi: Mikroskopi fluoresensi memiliki batas resolusi yang dapat mengaburkan gambar fluorofor yang letaknya berdekatan. Referensi Chiu, M., & Otis, B. (2019). Kemajuan dalam mikroskopi fluoresensi. Tinjauan Tahunan Kimia Analitik, 12, 161–181. Diaspro, A. (2010). Mikroskopi Konfokal dan Dua-Foton: Fondasi, Aplikasi, Lichtman, J. W., & Conchello, J. A. (2005). Mikroskopi fluoresensi. Nature Methods, 2(12), 910–919 Pawley, J. B. (2006). Buku Pegangan Mikroskopi Konfokal Biologis. Springer Science & Business Media.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )