Uploaded by Eros Ekawardana

Catatan Instrumen Penerbangan, Meteorologi & Prinsip Penerbangan

advertisement
Airspeed indicator (asi)
Bagian utama dari air speed indicator
adalah sebuah diafragma dari logam
yang fleksibel. Diafragma ini
dihubungkan dengan pitot tube; bila
pesawat bergerak maju maka tekanan
dinamis masuk melalui pitot tube dan
menekan diafragma sehingga
diafragma akan mengembang dan
mengempis sesuai dengan besar
kecilnya tekanan
dinamis yang masuk melalui pitot tube.
. Instrument error
. Position error
. Compressibility error
Artificial horizon (AH)
Artificial horizon atau gyro horizon
kadang-kadang disebut juga attitude
indicator (penunjukkan sikap dari pada
pesawat terbang). Intrumen ini
menggunakan space gyro, dimana
gyro mempunyai tiga sikap gerak
yang bebas, yaitu pitching, rolling
dan yawing.
Turn and bank indicator (TBI)
Turn & Bank indicator adalah salah
2
3
satu instrumen pesawat yang
1
menggunakan gyroscope, sebagai
detecting element. Untuk mengetahui
sampai di mana laju belokan,
digunakan sifat & presesi giro
(Gyroscope precession). Perlu di catat
bahwa giro ini berbeda dengan giro
yang dipasang pada instrumen
directional gyro indicator atau pada
giro horizon, sebab di dalam giro ini
hanya mempunyai satu gimbal ring dan
spring (per) yang menghubungkan
gimbal ring dengan case (badan),yang
dimaksudkan untuk membatasi gerak
pada sumbunya.
Altimeter
Menunjukan ketinggian pesawat
terhadap permukaan air laut.
Penunjukan altimeter diperoleh
dengan mengukur perbedaan
tekanan antara kapsul aneroid
didalam altimeter dengan tekanan
luar yang didapat dari port static
Directional gyro indicator (DGI)
Giro disanggah oleh gabungan dua
buah kopling universal dan mekanisme
yang diletakkan pada case (tempat)
yang kedap udara dan vakum yang
diisap oleh pompa isap (vacuum
pompa) yang dipasang pada mesin
pesawat atau tabung venturi (ventury
tube) yang dipasang di bagian luar
pesawat terbang. Udara masuk rumah
instrumen (instrument case) melalui
saringan udara (air filter), saluran dan
jet nozzle yang digunakan untuk
memutar giro rotor, dial (plat penunjuk)
yang terdapat pada direktional Giro
Indicator adalah suatu plat logam yang
digambarkan sesuai kompas magnet
yang mempunyai derajat 3600. Pilot
dapat melihat dial (pembagian kartu)
yang terpasang secara tegak lurus
sebagai tanda (angka) pembacaan, dan
garis penuntun (lubber line) sebagai
pedoman pembacaan dalam
penggunaan directional gyro indicator,
seperti halnya pada magnet kompas.
Jika pitot tertutup altimeter, air
speed indicator dan vertical speed
indicator(VSI) akan mati
C OF A
C OF R
RADIO PERMIT
POH
WEIGHT AND BALANCE
ARROW
TAKE OFF RUNWAY AVAILABLE (TORA)
TORA is defined as length of runway
suitable for normal operations. It need
not always equal to LDA (landing
distance available). TORA doesn’t
include Stopway or Clearway.
TAKE OFF DISTANCE AVAILABLE
(TODA)
TODA is the length of runway plus any
clearway if available. In case no
clearway exists, TODA is same as
TORA. TODA includes ground as well
as air segments.
ACCELERATE STOP DISTANCE
AVAILABLE (ASDA)
ASDA is used for calculation of V1. It is
defined as sum of LDA/TORA (as
applicable) and Stopway. In case take
off is aborted the aircraft can be
brought to a stop either on the runway
or on Stopway.
ASDA must not be used as TORA.
LANDING DISTANCE AVAILABLE (LDA)
LDA is the runway length declared
available and suitable for landing an
airplane.
Clearway is the area beyond the
runway not less than 152m wide
centrally located about the extended
centerline of the runway and under the
control of airport authorities. Clearway
is expressed as a plane extending from
the end of runway with up slop not
exceeding 1.25% above which no
object or terrain protrudes with
exception of threshold lights.
Stopway is the area at the end of takeoff runway no less wide than the
runway and centered upon extended
centerline of runway and able to
support the aeroplane during an
aborted take-off without causing
structural damage to the aeroplane.
Runway End Safety Areas (RESA) are
a formal means to limit the
consequences when aeroplanes
overrun the end of a runway during a
landing or a rejected take off, or
undershoot the intended landing
runway.
Minimum sector altitude (MSA)
Minimum descent altitude (MDA)
Minimum off route altitude (MORA)
Batas keluar track pesawat 10nm
kekanan maupun kekiri
Minimum obstacles cleareance altitude
(MOCA) (22nm of the vor)
Minimum enroute altitude (MEA)
Density and temperature to
performance
Automatic terminal information service
(ATIS)
Meteorologi aerodrome report (METAR)
Laporan cuaca yang dibuat 1/2 sampai
1 jam sekali
Terminal aerodrome forecast (TAF)
Perkiraan cuaca di sekitar bandara
yang dibuat 6jam sekali
Route forecast (ROFOR)
TEMPO Temporary fluctuation in some
of the elements lasting for periods of
30 minutes or more but not longer than
one hour
CAVOK
Ceilings and visibility ok
–
–
Visibility more than 10km
No clouds below 5000ft
Runway visibility range (RVR)
–
–
–
–
fog (FG)
Rain (RA)
Thunderstorm (TS)
Mist (BR)
Amounts of cloud
–
–
–
–
FEW 1/8 - 2/8
SCT SCATTERED 3/8 - 4/8
BKN (BROKEN) 5/8 - 7/8
OVC OVERCAST 8/8
WINDSHEAR
Perubahan arah dan kecepatan angin
secara tiba - tiba
Gusty
Udara yang bergerak tidak beraturan
dalam jangka waktu yang pendek
Micorburst downdraft yang sangat
kuat
Clear air turbulence (CAT)
INTERNATIONAL STANDARD
ATMOSPHERE (ISA)
29.92 / 1013
15 derajat celcius
Air density decrease = performance
decrease
Temperature decrease = performance
increase
More altitude less density
Dew point adalah titik embun udara
artinya suhu di mana udara mulai
mengembun menimbulkan titik-titik air
The 4 Forces of Flight. In level flight,
lift equals weight and thrust equals
drag when the plane flies at constant
velocity. Maintaining a steady flight
requires a balance, often described as
an equilibrium of all the forces acting
upon an airplane. Weight, lift, thrust
and drag are the acting forces on an
airplane.
L
= Lift (Gaya Angkat)
ρ
= Air Density (Kerapatan Udara)
CL
= Coefficient of Lift
S
= Luas Penampang Sayap
V
= Velocity (Kecepatan)
PRINSIP BERNOULLI
“Kecepatan fluida berbanding terbalik
dengan tekanannya”. Dalam penjelasan
gampangnya begini: “Aliran udara yang
kecepatannya rendah mempunyai
tekanan yang lebih tinggi dibandingkan
dengan aliran udara yang
berkecepatan tinggi”.
Dengan kata lain:
Kecepatan tinggi, Tekanan rendah
Kecepatan rendah, Tekanan tinggi
Atau secara matematik ditulis seperti
ini:
V1.ρ1 = V2.ρ2
Hukum newton
a.
Hukum Pertama : Benda diam
akan mempertahankan keadaannya
untuk tetap diam dan benda yang
bergerak akan cenderung
mempertahankan keadaannya untuk
bergerak dalam arah yang sama
selama tidak ada gaya yang bekerja
padanya.
b.
Hukum Kedua : Percepatan
sebuah benda yang diberi gaya adalah
sebanding dengan besar gaya dan
berbanding terbalik dengan massa
benda.
c.
Hukum Ketiga : Setiap ada gaya
aksi, maka akan selalu ada gaya reaksi
yang besarnya sama tetapi arahnya
berlawanan.
Angle of attack adalah sudut yang
dibentuk chord line sayap dengan
vektor kecepatan pesawat relatif wind
Angle of incidence adalah sudut yang
dibentuk oleh chord line sayap dengan
sumbu longitudinal pesawat atau
biasanya terhadap permukaan
horizontal
Primary control
–
–
–
aileron
Elevator (horizontal stabilizer)
Rudder (vertical stabilizer)
Secndary
–
–
–
–
flaps
Trim
Auto pilot
Spoiler
Stall
Kondisi dimana coefisient of lift
berkurang disebabkan oleh angle of
attack yang mencapai critical point
Spin uncoordinated stall
Electrical system
–
–
28 - volt 60 - amp alternator
24 volt battery
Fuel system
.
.
.
.
.
Right/left tank
Fuel strainer
Electric fuel pump
Engine fuel pump
Carburetor
Landing gear
–
–
–
Nose gear 5.00x5 (30psi)
Main wheel 6.00x6 (24psi)
Fix gear
Engine lycoming O-320-D3G
4 langkah piston engine
. Intake
. Compression
. Power
. Exhaust
High intensity approach light system
(HIALS)
PRECISION APPROACH PATH
INDICATOR (PAPI)
Visual approach slope indicator (VASI)
Touchdown zone (TDZ)
Aerodrome flight information service
(AFIS)
APPROACH (APP)
AREA AERODROME CENTER (ADC)
AREA CONTROL CENTER (ACC)
PAVEMENT CLASSIFICATION
NUMBER (PCN)
AIRCRAFT CLASSIFICATION NUMBER
(ACN)
VHF OMNIDIRECTIONAL RANGE
(VOR) 108.00 to 117.95mhz
DISTANCE MEASURING EQUIPMENT
(DME)
NON DIRECTIONAL BEACON
(NDB)190-535khz
AUTOMATIC DIRECTION FINDER
(ADF)
INSTRUMENT LANDING SYSTEM
(ILS)
. GLIDE SLOPE (blue)
. MARKER BEACON (INNER,
MIDDLE, OUTER) (ember)
. LOCALIZER (white)
MINIMUM DECENT ALTITUDE (MDA)
DECISION HEIGHT (DH)
DECISION ALTITUDE (DA)
MISSED APPROACH POINT (MAP)
Initial approach fix (IAF)
FINAL APPROACH FIX (FAF)
VISUAL DESCENT POINT (VDP)
OUTER MARKER (OM)
MIDDLE MARKER (MM)
INNER MARKER (IM)
EMERGENCY TRANSPONDER
7700 engine fail
7600 com fail
7500 hijack
Hypoxia yaitu kondisi simtoma
kekurangan oksigen pada jaringan
tubuh yang terjadi akibat pengaruh
perbedaan ketinggian.
Notice to airmen (NOTAM)
REDUCE VERTICAL SEPERATION
MINIMUM (RVSM) 29000ft - 41000ft
1000-2000ft seperation
TRAFFIC COLLISION AVOIDANCE
SYSTEM (TCAS)
Take off segment
.
.
.
.
Rolling
Unstick
Safe altitude
Climbing
Landing segment
.
.
.
.
Initial segment
Intermediate segmengt
Final approach segment
Missed approach segment
Download