Airspeed indicator (asi) Bagian utama dari air speed indicator adalah sebuah diafragma dari logam yang fleksibel. Diafragma ini dihubungkan dengan pitot tube; bila pesawat bergerak maju maka tekanan dinamis masuk melalui pitot tube dan menekan diafragma sehingga diafragma akan mengembang dan mengempis sesuai dengan besar kecilnya tekanan dinamis yang masuk melalui pitot tube. . Instrument error . Position error . Compressibility error Artificial horizon (AH) Artificial horizon atau gyro horizon kadang-kadang disebut juga attitude indicator (penunjukkan sikap dari pada pesawat terbang). Intrumen ini menggunakan space gyro, dimana gyro mempunyai tiga sikap gerak yang bebas, yaitu pitching, rolling dan yawing. Turn and bank indicator (TBI) Turn & Bank indicator adalah salah 2 3 satu instrumen pesawat yang 1 menggunakan gyroscope, sebagai detecting element. Untuk mengetahui sampai di mana laju belokan, digunakan sifat & presesi giro (Gyroscope precession). Perlu di catat bahwa giro ini berbeda dengan giro yang dipasang pada instrumen directional gyro indicator atau pada giro horizon, sebab di dalam giro ini hanya mempunyai satu gimbal ring dan spring (per) yang menghubungkan gimbal ring dengan case (badan),yang dimaksudkan untuk membatasi gerak pada sumbunya. Altimeter Menunjukan ketinggian pesawat terhadap permukaan air laut. Penunjukan altimeter diperoleh dengan mengukur perbedaan tekanan antara kapsul aneroid didalam altimeter dengan tekanan luar yang didapat dari port static Directional gyro indicator (DGI) Giro disanggah oleh gabungan dua buah kopling universal dan mekanisme yang diletakkan pada case (tempat) yang kedap udara dan vakum yang diisap oleh pompa isap (vacuum pompa) yang dipasang pada mesin pesawat atau tabung venturi (ventury tube) yang dipasang di bagian luar pesawat terbang. Udara masuk rumah instrumen (instrument case) melalui saringan udara (air filter), saluran dan jet nozzle yang digunakan untuk memutar giro rotor, dial (plat penunjuk) yang terdapat pada direktional Giro Indicator adalah suatu plat logam yang digambarkan sesuai kompas magnet yang mempunyai derajat 3600. Pilot dapat melihat dial (pembagian kartu) yang terpasang secara tegak lurus sebagai tanda (angka) pembacaan, dan garis penuntun (lubber line) sebagai pedoman pembacaan dalam penggunaan directional gyro indicator, seperti halnya pada magnet kompas. Jika pitot tertutup altimeter, air speed indicator dan vertical speed indicator(VSI) akan mati C OF A C OF R RADIO PERMIT POH WEIGHT AND BALANCE ARROW TAKE OFF RUNWAY AVAILABLE (TORA) TORA is defined as length of runway suitable for normal operations. It need not always equal to LDA (landing distance available). TORA doesn’t include Stopway or Clearway. TAKE OFF DISTANCE AVAILABLE (TODA) TODA is the length of runway plus any clearway if available. In case no clearway exists, TODA is same as TORA. TODA includes ground as well as air segments. ACCELERATE STOP DISTANCE AVAILABLE (ASDA) ASDA is used for calculation of V1. It is defined as sum of LDA/TORA (as applicable) and Stopway. In case take off is aborted the aircraft can be brought to a stop either on the runway or on Stopway. ASDA must not be used as TORA. LANDING DISTANCE AVAILABLE (LDA) LDA is the runway length declared available and suitable for landing an airplane. Clearway is the area beyond the runway not less than 152m wide centrally located about the extended centerline of the runway and under the control of airport authorities. Clearway is expressed as a plane extending from the end of runway with up slop not exceeding 1.25% above which no object or terrain protrudes with exception of threshold lights. Stopway is the area at the end of takeoff runway no less wide than the runway and centered upon extended centerline of runway and able to support the aeroplane during an aborted take-off without causing structural damage to the aeroplane. Runway End Safety Areas (RESA) are a formal means to limit the consequences when aeroplanes overrun the end of a runway during a landing or a rejected take off, or undershoot the intended landing runway. Minimum sector altitude (MSA) Minimum descent altitude (MDA) Minimum off route altitude (MORA) Batas keluar track pesawat 10nm kekanan maupun kekiri Minimum obstacles cleareance altitude (MOCA) (22nm of the vor) Minimum enroute altitude (MEA) Density and temperature to performance Automatic terminal information service (ATIS) Meteorologi aerodrome report (METAR) Laporan cuaca yang dibuat 1/2 sampai 1 jam sekali Terminal aerodrome forecast (TAF) Perkiraan cuaca di sekitar bandara yang dibuat 6jam sekali Route forecast (ROFOR) TEMPO Temporary fluctuation in some of the elements lasting for periods of 30 minutes or more but not longer than one hour CAVOK Ceilings and visibility ok – – Visibility more than 10km No clouds below 5000ft Runway visibility range (RVR) – – – – fog (FG) Rain (RA) Thunderstorm (TS) Mist (BR) Amounts of cloud – – – – FEW 1/8 - 2/8 SCT SCATTERED 3/8 - 4/8 BKN (BROKEN) 5/8 - 7/8 OVC OVERCAST 8/8 WINDSHEAR Perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba - tiba Gusty Udara yang bergerak tidak beraturan dalam jangka waktu yang pendek Micorburst downdraft yang sangat kuat Clear air turbulence (CAT) INTERNATIONAL STANDARD ATMOSPHERE (ISA) 29.92 / 1013 15 derajat celcius Air density decrease = performance decrease Temperature decrease = performance increase More altitude less density Dew point adalah titik embun udara artinya suhu di mana udara mulai mengembun menimbulkan titik-titik air The 4 Forces of Flight. In level flight, lift equals weight and thrust equals drag when the plane flies at constant velocity. Maintaining a steady flight requires a balance, often described as an equilibrium of all the forces acting upon an airplane. Weight, lift, thrust and drag are the acting forces on an airplane. L = Lift (Gaya Angkat) ρ = Air Density (Kerapatan Udara) CL = Coefficient of Lift S = Luas Penampang Sayap V = Velocity (Kecepatan) PRINSIP BERNOULLI “Kecepatan fluida berbanding terbalik dengan tekanannya”. Dalam penjelasan gampangnya begini: “Aliran udara yang kecepatannya rendah mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan aliran udara yang berkecepatan tinggi”. Dengan kata lain: Kecepatan tinggi, Tekanan rendah Kecepatan rendah, Tekanan tinggi Atau secara matematik ditulis seperti ini: V1.ρ1 = V2.ρ2 Hukum newton a. Hukum Pertama : Benda diam akan mempertahankan keadaannya untuk tetap diam dan benda yang bergerak akan cenderung mempertahankan keadaannya untuk bergerak dalam arah yang sama selama tidak ada gaya yang bekerja padanya. b. Hukum Kedua : Percepatan sebuah benda yang diberi gaya adalah sebanding dengan besar gaya dan berbanding terbalik dengan massa benda. c. Hukum Ketiga : Setiap ada gaya aksi, maka akan selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan. Angle of attack adalah sudut yang dibentuk chord line sayap dengan vektor kecepatan pesawat relatif wind Angle of incidence adalah sudut yang dibentuk oleh chord line sayap dengan sumbu longitudinal pesawat atau biasanya terhadap permukaan horizontal Primary control – – – aileron Elevator (horizontal stabilizer) Rudder (vertical stabilizer) Secndary – – – – flaps Trim Auto pilot Spoiler Stall Kondisi dimana coefisient of lift berkurang disebabkan oleh angle of attack yang mencapai critical point Spin uncoordinated stall Electrical system – – 28 - volt 60 - amp alternator 24 volt battery Fuel system . . . . . Right/left tank Fuel strainer Electric fuel pump Engine fuel pump Carburetor Landing gear – – – Nose gear 5.00x5 (30psi) Main wheel 6.00x6 (24psi) Fix gear Engine lycoming O-320-D3G 4 langkah piston engine . Intake . Compression . Power . Exhaust High intensity approach light system (HIALS) PRECISION APPROACH PATH INDICATOR (PAPI) Visual approach slope indicator (VASI) Touchdown zone (TDZ) Aerodrome flight information service (AFIS) APPROACH (APP) AREA AERODROME CENTER (ADC) AREA CONTROL CENTER (ACC) PAVEMENT CLASSIFICATION NUMBER (PCN) AIRCRAFT CLASSIFICATION NUMBER (ACN) VHF OMNIDIRECTIONAL RANGE (VOR) 108.00 to 117.95mhz DISTANCE MEASURING EQUIPMENT (DME) NON DIRECTIONAL BEACON (NDB)190-535khz AUTOMATIC DIRECTION FINDER (ADF) INSTRUMENT LANDING SYSTEM (ILS) . GLIDE SLOPE (blue) . MARKER BEACON (INNER, MIDDLE, OUTER) (ember) . LOCALIZER (white) MINIMUM DECENT ALTITUDE (MDA) DECISION HEIGHT (DH) DECISION ALTITUDE (DA) MISSED APPROACH POINT (MAP) Initial approach fix (IAF) FINAL APPROACH FIX (FAF) VISUAL DESCENT POINT (VDP) OUTER MARKER (OM) MIDDLE MARKER (MM) INNER MARKER (IM) EMERGENCY TRANSPONDER 7700 engine fail 7600 com fail 7500 hijack Hypoxia yaitu kondisi simtoma kekurangan oksigen pada jaringan tubuh yang terjadi akibat pengaruh perbedaan ketinggian. Notice to airmen (NOTAM) REDUCE VERTICAL SEPERATION MINIMUM (RVSM) 29000ft - 41000ft 1000-2000ft seperation TRAFFIC COLLISION AVOIDANCE SYSTEM (TCAS) Take off segment . . . . Rolling Unstick Safe altitude Climbing Landing segment . . . . Initial segment Intermediate segmengt Final approach segment Missed approach segment