Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen p-ISSN 1978-3108, e-ISSN 2623-0879 Vol. No. , 2020, Hal. - Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen https://jurnal.unej.ac.id/index.php/BISMA Vol. No. , 2020, Hal. - Analisis Perilaku Beli Berdasarkan Greenwashing, Citra Merek, Kesetiaan Merek Produk Ramah Lingkungan Vincent Andryan Wirawan1, Nonie Magdalena2 Program Studi Manajemen, Fakultas Hukum dan Bisnis Digital Universitas Kristen Maranatha, Bandung Abstrak Perilaku beli produk ramah lingkungan digemari oleh kalangan muda di Indonesia. Para pembisnis mulai mengembangkan produk ramah lingkungan sebagai daya saing untuk menarik perhatian dari target pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung greenwashing pada perilaku beli produk ramah lingkungan melalui citra mrek dan kesetiaan merek. 200 orang pengguna produk skincare ramah lingkungan yang membeli produk menjadi sampel penelitian ini. Data terkumpul melalui survei kuesioner dengan google form.Selanjutnya data diolah dengan regresi pendekatan mediasi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh tidak langsung greenwashing pada perilaku beli produk ramah lingkungan melalui citra merek. Kata Kunci: Abstract Perilaku Beli, Greenwashing, Citra Merek, Kesetiaan Merek, The behavior of purchasing environmentally friendly products is popular among young people in Indonesia. Businesspeople are starting to develop environmentally friendly products as a competitive advantage to attract the attention of the target market. This research aims to examine the direct and indirect influence of greenwashing on purchasing behavior for environmentally friendly products through brand image and brand loyalty. 200 users of environmentally friendly skincare products who purchased the products were the sample for this research. Data was collected through a questionnaire survey using Google Form. Next, the data was processed using a mediation approach regression. The results show that there is an indirect influence of greenwashing on purchasing behavior for environmentally friendly products through brand image. Keywords: Purchase Behavior, Greenwashing, Brand Image, Brand Loyalty, Alamat Korespondensi E-mail: nonie.magdalena@eco.maranatha.edu Pendahuluan Setiap perusahaan memiliki caranya tersendiri untuk menarik perhatian konsumen melakukan perubahan persepsi, sikap, dan Setiap perusahaan memiliki caranya tersendiri untuk menarik perhatian konsumen melakukan perubahan persepsi, sikap, dan perilaku beli. Penelitian ini lebih menekankan pada perilaku beli konsumen karena perilaku beli menyadarkan konsumen mengenai cara berperilaku beli yang benar dan mengambil tindakan untuk selalu memperhatikan produk yang dibelinya. Menurut Mamun et al. (2020), perilaku beli dapat menjadikan konsumen merubah cara sikap dan pandangan terhadap produk yang ingin dibeli. Perilaku beli yang dilakukan oleh konsumen dibuat secara terencana sebelum membeli suatu produk. Hasil penelitian Xu et al. (2020) mengatakan bahwa pembelajaran konsumen mengenai cara berperilaku beli dapat meningkatkan kepedulian konsumen dan memengaruhi Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 perilaku pembelian produk. Oleh karena itu, penelitian perilaku beli konsumen sangat menarik untuk diuji dan dianalisis karena dapat memberikan kontribusi bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi untuk meraih target pasar. beli Sedangkan, penelitian ini menguji pengaruh langsung dan tidak langsung greenwashing, citra merek, dan kesetiaan pada perilaku beli. Objek penelitian ini berfokus pada merek produk skincare ramah lingkungan. Banyak perusahaan menyadari bahwa produk ramah lingkungan dapat mengubah sikap dan perilaku beli konsumen di Indonesia. Hal ini didukung oleh Tan et al. (2019) yang menjelaskan bahwa eco-labeling menjadi aspek sangat penting dan dapat memengaruhi motivasi konsumen muda Indonesia melakukan pembeliaan produk ramah lingkungan (green product). Akhirnya, perusahaan mengembangkan strategi untuk mengembangkan produk yang bagus, menarik, ramah lingkungan, dan pastinya lebih unggul dari merek produk lainnya (Irfan et al., 2021). Berbagai hasil penelititan sebelumnya menemukan bahwa citra merek (Yahya, 2022), kesetiaan merek (Kussudyarsana et al., 2019), greenwashing (Budi Setiawan & Anissa Yosephani, 2022), dan kepedulian konsumen (Endra Wahyu Septianan et al., 2024) merupakan faktor yang mendorong perilaku beli konsumen. Penelitian ini menekankan pada citra merek, kesetiaan merek, dan greenwashing yang memengaruhi perilaku beli. Perilaku beli merupakan sikap konsumen yang memanfaatkan citra merek, kesetiaan merek, dan greenwashing untuk membeli dan menggunakan produk tersebut agar dapat dikonsumsi dan memuaskan keinginan konsumen (Jaesuk Jung et al., 2020). Greenwashing masih terdengar asing di sekitar masyarakat. Beberapa perusahaan sering melebih-lebihkan fungsi ramah lingkungan dari produk (Davita et al., 2022). Jika konsumen mempercayai strategi greenwashing perusahaan maka akibatnya, konsumen lebih tertarik memilih untuk membeli produk yang dipengaruhi oleh greenwash (Hilman Hasibur Rohman et al., 2023). Menurut Deka et al. (2020), konsumen yang setia tidak akan mudah berpindah ke produk lainnya, kecuali Greenwashing yang dilakukan perusahaan membuat kebingungan konsumen saat membeli produk. Gambar 1: Alasan Konsumen Membeli Produk Ramah Lingkungan. Sumber: Databoks (2023) Berdasarkan hasil data survei Databoks Tahun 2023 (Gambar 1), kesadaran masyarakat Indonesia mengenai kelestarian lingkungan berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk membeli produk ramah lingkungan. Menurut hasil survei persepsi konsumen terhadap produk berkelanjutan, alasan utama masyarakat Indonesia membeli produk ramah lingkungan adalah masyarakat Indonesia ingin melestarikan bumi, hasilnya terbukti sebesar 60,5%; merasa suka atau puas dengan menggunakan produk ramah lingkungan (51,1%). Beberapa survei dengan alasan lain, seperti masyarakat Indonesia ingin memberikan citra yang baik (41,3%), masyarakat Indonesia membeli tanpa direncanakan sebelumnya (23,7%), dan merek Penelitian ini merupakan adopsi dari model penelitian yang dilakukan oleh Chen et al., 2020). Penelitiannya dilakukan di jasa green market. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa greenwashing, citra merek, dan kesetiaan merek berpengaruh secara langsung pada perilaku beli. Pembeda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah peneliti menguji model penelitian yang sama tetapi dilakukan di market kecantikan khususnya berbagai merek skincare yang memiliki strategi komunikasi merek sebagai produk ramah lingkungan. Selain itu, penelitian Chen et al. (2020) hanya menguji variabel-variabel greenwashing, citra merek, dam kesetiaan secara langsung berpengaruh pada perilaku 2 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 yang disukai kebetulan memiliki produk ramah lingkungan (20,4%). Berdasarkan hasil survei data oleh Databoks (Gambar 3) , pendapatan di pasar Kecantikan & Perawatan Diri mencapai US$7,23 miliar atau Rp111,83 triliun pada tahun 2022. Pasar diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pembeliaan produk skincare setiap tahun sebesar 5,81% berdasarkan hasil survei segmen pasar terbesar adalah segmen perawatan diri dengan volume pasar sebesar US$3,18 miliar pada tahun 2022. Diikuti oleh Skin Care sebesar US$2,05 miliar, lalu kosmetik sebesar US$1,61 miliar, dan wewangian sebesar US$39 juta. Berdasarkan hasil survei, ada pergeseran kategori produk yang paling digemari konsumen saat berbelanja online. Jumlah transaksi produk kesehatan dan kecantikan meningkat menjadi 40,1% saat pandemi Covid19. Nilai itu naik dibandingkan pada 2019 yang hanya sebesar 29,1%. Gambar 2: Hasil survei 10 Serum Paling Laris di E- Commerce (Juni – Agustus 2022) Sumber: Databoks (2022) Berdasarkan hasil survei oleh Databoks (Gambar 2) pada Tahun 2022, sebanyak 255.000 jumlah produk skincare merek Somethinc terjual dibeli oleh masyarakat Indonesia, 228.700 jumlah produk skincare Scarlett terjual, 147.400 jumlah produk skincare Garnier terjual, 118.100 jumlah produk skincare Avoskin terjual, 104.600 jumlah produk skincare Whitelab terjual, 86.400 jumlah produk skincare Azarine terjual, 80.100 jumlah produk skincare Wardah terjual, 74.400 jumlah produk skincare Skintific terjual, 56.500 jumlah produk skincare Y.O.U terjual, dan 51.200 jumlah produk skincare Implora terjual. Berdarkan hasil survei, peningkatan transaksi produk kesehatan dan kecantikan melampaui barang konsumen yang bergerak cepat Tercatat, transaksi FMCG hanya tumbuh dari 30,5% pada 2019 menjadi 31,2% pada 2020/2021. Masalah penelitian ini yaitu apakah terdapat pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung greenwashing, citra merek, dan kesetiaan merek pada perilaku beli?. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung faktor anteseden (greenwashing, citra merek, kesetiaan merek) perilaku beli produk ramah lingkungan. Dengan ini, peneliti berharap dapat mengembangkan model perilaku konsumen (perilaku beli) yang memiliki hubungan dengan greenwashing, citra merek, kesetiaan merek khususnya produk skincare ramah lingkungan. Greenwashing Greenwashing adalah proses membuat aktivitas organisasi terlihat sangat ramah lingkungan atau mempromosikan organisasi tersebut sebagai organisasi yang memiliki label ramah lingkungan (Tateishi, 2018). .Greenwashing dapat diartikan sebagai aktivitas organisasi informasi menyesatkan tentang strategi, tujuan, pembuatan produk Gambar 3: Hasil Perkiraan Pendapatan Produk Perawatan Diri dan Kecantikan di Indonesia (2014-2027) Sumber: Databoks (2022) 3 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 dan tindakan lingkungan (Isac et al., 2024). Menurut Wongkar & Apsari (2021), greenwashing adalah istilah yang digunakan sebuah kampanye yang dilakukan oleh suatu perusahaan yang menyampaikan green brand perusahaan ke publik dengan memanipulasi proses produksi yang ramah lingkungan. konsumen ini ada rasa ingin membeli merek produk itu kembali (Vicky Brama Kumbara, 2021). Kesetiaan merek berarti konsumen membeli produk, merek, atau jasa yang bersifat sama secara berulang kali, komitmen yang dimiliki konsumen untuk membeli kembali kembali produk, merek, atau jasa yang disukai (Tangka et al., 2022). Giddens (2022) menjelaskan terdapat 4 (empat) indikator untuk mengukur kesetiaan merek yaitu: “membeli kembali merek”, “lebih suka membeli merek dibandingkan produk lain”, “jarang beralih ke produk lain”, dan “berniat untuk terus membeli merek.” Chen et al. (2020) menjelaskan terdapat 5 (lima) indikator untuk mengukur greenwashing yaitu: “dalam berkomunikasi di media, merek menipu”, “merek menipu melalui gambar ramah lingkungan", “merek menipu dengan ketidak-jelasan mengenai ramah lingkungan”, “merek melebih-lebihkan fungsi ramah lingkungan”, “merek menjadikan istilah "ramah lingkungan" sebagai sesuatu yang lebih baik”. Perilaku Beli Green Product Menurut Alharthey (2019), perilaku beli green product adalah produk yang dibeli dengan cara yang ramah lingkungan, memiliki efek paling sedikit produk dapat didaur ulang, dan dapat menghemat sumber daya alam. Perilaku beli konsumen terhadap pembeliaan green product akan memberikan dampak yang postif bagi lingkungan karena produk tersebut ramah lingkungan dan konsumen secara langsung dapat mendaur ulang produk tersebut (Rahman Lubis et al., 2023). Citra Merek Citra merek merupakan anggapan mengenai suatu merek dalam pemikiran seseorang sehingga timbul suatu proses ingin membeli merek tersebut (Aprilia Anggraeny & Menuk Srihandayani, 2022) Menurut Junaidi (2022), citra merek sebenarnya suatu anggapan yang muncul pada saat pembeli melihat langsung serta membeli kembali dari suatu merek yang telah dibeli sebelumnya. Amallia et al., 2022) menjelaskan terdapat 3 (tiga) indikator untuk mengukur perilaku beli produk ramah lingkungan yaitu: “membeli merek karena kepeduliaan pada lingkungan”, “membeli di masa mendatang”, “Secara keseluruhan senang membeli”. Azhary & Fachry (2020) menjelaskan terdapat 5 (lima) indikator untuk mengukur citra merek yaitu: “merek sebagai salah contoh terbaik untuk pengembangan produk ramah lingkungan”, “merek memiliki reputasi ramah lingkungan”, merek baik dalam fitur ramah lingkungan”, “merek luar biasa ramah lingkungan”, “merek dapat diandalkan dalam pengembangan ramah lingkungan.” Pengembangan Hipotesis Citra merek berperan penting dalam perusahaan yang ingin memasarkan produk berlabel ramah lingkungan. Penelitian yang dilakukan Riana Fatmaningrum et al. (2020) menjelaskan greenwash akan membentuk citra merek jika produk yang dihasilkan menarik perhatian konsumen dengan memiliki label ramah lingkungan. Produk yang dibuat harus memiliki kesan menarik dan berlabel ramah lingkungan sehingga produk tersebut memiliki citra ramah lingkungan. Oleh karena itu, jika perusahaan melakukan greenwashing maka akan berdampak pada pembentukan citra merek di benak konsumen. Hasil riset penelitian (Sualfiyah, 2018) menjelaskan bahwa konsumen lebih tertarik membeli produk ramah lingkungan jika perusahaan Kesetiaan Merek Konsumen yang setia pasti memiliki komitmen untuk membeli dan menggunakan kembali suatu produk secara terus-menerus dimasa yang akan datang (Haudi et al., 2022). Menurut Vanya Karunia (2022), kesetiaan merek merupakan perilaku konsumen yang memiliki keterkaitan dengan merek produk yang disukainya dan memiliki komitmen untuk membeli produk yang sama kembali. Kesetiaan merek dapat didefinisikan sebagai pola perilaku yang dimiliki oleh konsumen saat melakukan pembeliaan merek produk tersebut, dimana perilaku yang ditunjukkan 4 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 greenwashing peduli terhadap lingkungan. Ketika konsumen yang memiliki kepeduliannya terhadap lingkungan melihat suatu perusahaan yang menghasilkan produk ramah lingkungan, maka kosnumen akan bersedia untuk membeli produk tersebut karena miliki citra merek yang ramah lingkungan. H3: Greenwashing berpengaruh pada perilaku beli produk ramah lingkungan Citra merek merupakan faktor yang penting untuk para konsumen yang ingin belanja dan membeli produk. Merek yang memiliki kesan ramah lingkungan berdampak pada perilaku beli produk ramah lingkungan (Kiki Eka Setyawati et al., 2021). Citra merek yang memiliki nilai tambah ramah lingkungan dan dirasakan oleh konsumen maka berpengaruh pada perilaku beli (Majeed et al., 2022). Penelitian Susanti et al. (2020) berpendapat bahwa citra merek berpengaruh secara signifikan pada perilaku beli yang ramah lingkungan. Semakin tinggi citra merek yang dimiliki suatu perusahaan maka akan semakin mendorong perilaku beli konsumen. H1: Greenwashing berpengaruh pada citra merek Greenwashing akan menghambat pemasaran ramah lingkungan jika terdapat konsumen yang memiliki rasa tidak percaya dengan klaim ramah lingkungan (Wang et al., 2020). Greenwashing yang dilakukan perusahaan akan berhubungan positif jika konsumen memiliki kesetiaan merek dan mempercayai produk klaim ramah lingkungan(Mitra Fatia et al., 2024). Kepedulian konsumen terhadap lingkungan hidup akan menjadi faktor penting yang akan mempengaruhi kesetiaan merek. H4: Citra merek berpengaruh pada perilaku beli produk ramah lingkungan Kesetiaan merek memainkan peran penting dalam meningkatkan pembeliaan produk ramah lingkungan (Murnawan et al., 2023). Perilaku beli yang dipengaruhi tingginya konsumen setia berpengaruh pada pendapatan perusahaan semakin tinggi, tanpa adanya konsumen yang setia, maka suatu perusahaan tidak mungkin masih bisa bertahan sampai saat ini (Kusumowardhani, 2021). Kesetiaan merek secara positif memengaruhi perilaku beli, yang artinya konsumen yang setia akan selalu menggunakan perilaku beli yang konsisten dan tidak berpindah (Susanti et al., 2021). H2: Greenwashing berpengaruh pada kesetiaan merek Perusahaan yang aktif terlibat dalam pengembangan produk ramah lingkungan dan berhasil menarik konsumen untuk membeli produk ramah lingkungan tersebut, maka konsumen akan mudah percaya dengan promosi ramah lingkungan (Lema & Rabellotti, 2023). Jika perusahaan ingin menggunakan kegiatan greenwash untuk melakukan penipuan produk terhadap pelanggannya, maka para pelanggan tidak mau membeli produk kembali (Candra et al., 2023). Perusahaan yang memiliki produk berlabel ramah lingkungan akan lebih mudah disukai dan dilirik oleh para konsumen (Rahmadsyah et al., 2023). Menurut penelitian (Aptianti Skolastika Fahik et al., 2023), perilaku beli produk ramah lingkungan dipengaruhi oleh greenwashing karena jika konsumen sudah membeli produk ramah lingkungan di perusahaan, maka konsumen akan berpikir kembali apakah produk yang dibeli ramah lingkungan atau sebaliknya. Jika perusahaan dapat mengembangkan produk ramah lingkungan maka akan berhasil menciptakan sisi positif dari konsumen, sehingga lebih mudah untuk mendorong konsumen melakukan pembelian (Tangka et al., 2022). H5: Kesetiaan merek berpengaruh pada perilaku beli produk ramah lingkungan Jika perusahaan melakukan greenwashing, maka perusahaan harus tetap menjaga dan meningkatkan citra merek ramah lingkungan agar selalu dilirik oleh konsumen sehingga berdampak pada perilaku beli (Heatubun et al., 2023) Greenwashing berperan penting jika konsumen memiliki persepsi dan mempercayai citra merek produk ramah lingkungan sehingga berdampak pada perilaku beli konsumen (Qayyum et al., 2023). H6: Greenwashing berpengaruh pada perilaku beli dimediasi oleh citra merek 5 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 Selanjutnya data dianalisis dengan metode regresi pendekatan mediasi. Praktik penjualan produk Greenwashing yang dilakukan oleh perusahaan secara ramah lingkungan akan berdampak positif pada perilaku beli konsumen (Antika & Suryani, 2024). Dengan adanya praktik penjualan greenwashing ini akan membuat konsumen untuk mengubah perilaku beli mereka. Jika konsumen sudah nyaman menggunakan suatu barang atau produk, maka konsumen akan menggunakan perilaku beli yang konsisten dan tidak berpindah (Akbar et al., 2023) . Hasil dan Pembahasan Profil Responden Tabel 1. Pengguna Lingkungan CITRA MEREK Cumulative Frequency Valid H6 PERILAKU BELI H3 H7 H2 KESETIAAN MEREK ya Percent 200 Valid Percent 100.0 Percent 100.0 100.0 Tabel 1 menunjukkan total sampel penelitian ini sebanyak 200 orang. 100% responden sudah sesuai dengan kriteria sampel yaitu pernah membeli produk skincare yang ramah lingkungan. H4 GREENWASHING Ramah Use H7: Greenwashing berpengaruh pada perilaku beli dimediasi oleh kesetiaan merek H1 Skincare H5 Tabel 2. Merek Skincare Ramah Lingkungan Skincare Gambar 1. Model Penelitian Sumber: diadopsi dari Cumulative Frequency Valid Metode Peneliti menggunakan metode kuantitatif untuk menguji pengaruh Greenwashing (GW), Kesetiaan Merek (GBL), Citra Merek (GBI), dan Perilaku Beli Produk Ramah Lingkungan (GPB). Sampel penelitian ini berfokus pada konsumen yang membeli dan menggunakan skincare produk ramah lingkungan. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 200 orang. Penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu greenwashing, variabel mediasi terdiri dari: citra merek dan kesetiaan merek, dan variabel dependen yaitu perilaku beli produk ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan skala Likert lima poin dari 1 sampai 5 dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju. Percent Valid Percent Percent Garnier 55 27.5 27.5 27.5 Skintific 29 14.5 14.5 42.0 Scarlett Whitening 19 9.5 9.5 51.5 Ponds 13 6.5 6.5 58.0 Kahf 11 5.5 5.5 63.5 Wardah 12 6.0 6.0 69.5 Somethinc 11 5.5 5.5 75.0 Sariayu 5 2.5 2.5 77.5 Biore 9 4.5 4.5 82.0 Nivea 3 1.5 1.5 83.5 Glad2glow 2 1.0 1.0 84.5 Rojuss 1 .5 .5 85.0 The Bodysoap 8 4.0 4.0 89.0 Avoskin 1 .5 .5 89.5 Sukin 1 .5 .5 90.0 skin1004 1 .5 .5 90.5 Originote 1 .5 .5 91.0 Klen & Kind 1 .5 .5 91.5 sensatia botanical 16 8.0 8.0 99.5 Skingame 1 .5 .5 100.0 200 100.0 100.0 Total Sumber: Olah Data SPSS, 2024 Tabel 2 menunjukkan merek produk skincare ramah lingkunngan yang sering dibeli terbanyak adalah 27,5% Garnier, 14,5% Skintific, 9,5% Scarlett Whitening, 8% Sensatia Botanicals, 6,5% Ponds, 6% Wardah, 5,5% Kahf dan Somethinc, 4,5% Biore, 4% The Bodysoap, 2,5 Sariayu, 1,5% Nivea, 1% Glad2Glow, dan 0,5% Klen and Kind, Originote, Rojuss, Skin 1004, Skingame, Sukin, dan Avoskin. Penelitian ini menggunakan survei kuesioner tertutup sebagai metode pengumpulan data. Untuk memastikan keakuratan dan kekonsistenan instrumen maka peneliti menggunakan uji validitas dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan Uji reliabilitas dengan Cronbrach Alpha. Hasil Uji Validitas Penelitian ini menggunaka metode factor loading sebagai metode pengujian validitas. Kriteria pengujian validitas yaitu indikator 6 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 dikatakan valid jika memiliki nilai factor loading ≥ 0,40 (Raihan Widyadhana, 2023)dan hasil uji dapat dilihat pada Tabel 3. GPB Tabel 3 Hasil Uji Validitas Component 1 2 Tabel 4 menunjukkan bahwa keseluruhan variabel dalam penelitian ini memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,6, maka variabel dikatakan reliabel. Secara rinci, variabel GW sebesar 0,891, GBI sebesar 0,906, GBL sebesar 0,868, dan GPB sebesar 0,891. Hal ini dapat disimpulkan bahwa setiap variabel penelitian dinyatakan reliabel. GW1 GW2 GW3 GW4 GW5 GBI1 GBI3 GBI4 GBI5 GBL1 GBL2 GBL3 GBL4 GPB1 GPB3 3 0,891 Sumber: Olah Data SPSS, 2024 4 0,807 0,891 0,820 0,833 0,801 0,708 0,898 0,864 0,838 Hasil Uji Hipotesis Tabel 5 Uji Hipotesis 0,660 0.847 0,840 0,854 Model Jalur GW→GBI 0,843 0,808 Sumber: Olah Data SPSS, 2024 Tabel 3 menunjukkan bahwa terdapat 15 indikator dinyatakan valid karena factor loading lebih besar dari 0,4 dan terdapat 2 indikator yang tidak valid. Secara rinci, variabel GW yang memenuhi syarat adalah indikator GW1 (0,807), GW2 (0,891), GW3 (0,820), GW4 (0,820), GW5 (0,801). Variabel GBI yang memenuhi syarat adalah GBI1 (O,708), GBI3 (0,898), GBI4 (0,864), GBI5 (0,838). Variabel GBL yang memenuhi syarat adalah GBL1 (0,660), GBL2 (0,847), GBL3 (0,840), GBL4 (0,854). Variabel GPB yang memenuhi syarat adalah GPB1 (0,843), GPB3 (0,808). Terdapat indikator yang tidak valid yaitu GBI2 (0,263) dan GPB2 (0,372) tidak dapat dilanjutkan untuk analisis data. GBI 0,906 GBL 0,868 0,372 GW→GBI → 0,097 0,000 0,000 GW→GPB 0,033 0,552 GW→GBL 0,106 0,135 GBL→GPB 0,399 0,000 GW→GBL→GPB 0,042 Sumber: Olah Data SPSS, 2024 Kriteria pengujian hipotesis dikatakan diterima jika nilai signifikansi (sig) ≤ 5% (Yam & Taufik, 2021). Tabel 5 menunjukkan hasil pengujian hoptesis penelitian. Nilai signifikan dari H1: GW→GBI sebesar 0,000 dan besar pengaruh GW-GBI sebesar 26,3% yang didapat dari nilai β = 0,263. Nilai signifikan dari H2: GBI→GPB sebesar 0,000 dan besar pengaruh GBI→GPB sebesar 37,2% yang didapat dari nilai β = 0,372. Efek mediasi GBI dari pengaruh GW pada GPB adalah 0,097 yang didapat dari β mediasi = 0,263 x 0,372. Kriteria uji reliabilitas menggunakan Cronbach Alpha > 0,6 dikatakan reliabel (Anggraini et al., 2022) dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4. Cronbach Alpha 0,891 GBI→GPB Sig GPB Hasil Uji Reliabilitas Tabel 4 Uji Reliabilitas Variabel GW Standardized Coefficients Beta 0,263 H4 dan H5 hipotesis ditolak. Nilai signifikan dari H4: GW→GPB sebesar 0,552 dan nilai signifikan dari H5: GW→GBL 0,135 keduanya dinyatakan tidak valid. Nilai signifikan dari H6: GBL→GPB sebesar 0,000 dan besar pengaruh GBI→GPB sebesar 39,9% yang didapat dari 7 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 nilai β = 0,399. H7 berdasarkan β mediasi = 0,106 x 0,399 maka besar pengaruh mediasi GPB dari pengaruh GW dan GBL adalah 0,042 citra merek. Penelitian ini hanya berfokus pada salah satu produk yaitu Skincare ramah lingkungan. Peneliti berharap penelititan selanjutnya melakukan penelitian disektor lain misal seperti di bidang jasa. Pembahasan Temuan penelitian ini menyatakan bahwa greenwashing berdampak langsung pada citra merek sebesar 26,3%. Hasil ini mendukung penelitian Anggun Cempaka Murti & Hikma Agma Titan Shania (2024). Citra merek berdampak langsung pada perilaku beli sebesar 37,2%. Hasil ini mendukung penelitian Ahmad & Prastyani (2024). Hasil lain yang diperoleh pada penelitian ini yaitu kesetiaan merek berpengaruh pada perilaku beli sebesar 39,9%. Hasil ini mendukung penelitian AzZhahra Ramadhani Margitarino et al. (2024). Pengaruh Greenwashing pada perilaku beli yang dimediasi citra merek sebesar 9,7%. Hasil ini mendukung penelitian Mentari & Ressy Tri, (2023). Daftar Referensi Ahmad, A. H., & Prastyani, D. (2024). Pengaruh Kualitas Produk, dan Citra Merek, Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Melalui Ekuitas Merek Pada Produk Kecantikan Somethinc. Bisnis Dan Akuntansi, 3(2), 194–210. https://doi.org/10.58192/profit.v3i2.21 07 Akbar, T. S., Fitrah, Y., & Rafli, M. (2023). Pengaruh, Persepsi Harga, Persepsi Kualitas , dan Loyalitas Merek Terhadap Minat Beli Pada Toko Online Shop. Neraca Manajemen, Ekonomi, 3. https://doi.org/10.8734/mnmae.v1i2.35 9 Alharthey. (2019). Impact of green marketing practices on consumer purchase intention and buying decision with demographic characteristics as moderator. International Journal of Advanced and Applied Sciences, 6(3), 62–71. https://doi.org/10.21833/ijaas.2019.03. 010 Amallia, B. A., Effendi, M. I., & Ghofar, A. (2022). Pengaruh green advertising, green brand trust, dan sikap pada green product terhadap green purchase intention. Entrepreneurship Bisnis Manajemen Akuntansi (E-BISMA), 68–84. https://doi.org/10.37631/ebisma.v3i2.1 13 Anggraini, F. D. P., Aprianti, A., Setyawati, V. A. V., & Hartanto, A. A. (2022). Pembelajaran Statistika Menggunakan Software SPSS untuk Uji Validitas dan Reliabilitas. Jurnal Basicedu, 6(4), 6491–6504. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4. 3206 Anggun Cempaka Murti, & Hikma Agma Titan Shania. (2024). Dampak Iklan Ramah Lingkungan Terhadap Niat Beli Ramah Lingkungan. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi , 2(7), 317– 335. http://jurnal.kolibi.org/index.php/nerac a Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh tidak langsung greenwashing terhadap GPB sebesar 3,3% .Hasil penelitian lainnya yaitu Greenwashing berpengaruh langsung pada citra merek sebesar 26,3%.selanjutnya hasil penelitian ini menemukan greenwashing berpengaruh tidak langsung pada kesetiaan merek sebesar 10,6%.Pengaruh Greenwashing yang dipersepsikan pada citra merek yang dimediasi perilaku beli sebesar 9,7%. Hasil ini menunjukan bahwa pengaruh greenwashing yang dipersepsikan pada Citra merek (26,3%) lebih besar daripada pengaruh tidak langsung greenwashing yang dipresepsikan pada citra merek yang dimediasi perilaku beli (9,7%) Berdasarkan hasil penelitian ini, konsumen sebaiknya memiliki peran citra merek yang baik serta meningkatkan kesetiaan merek melalui program-program yang bersifat loyalitas. Selain itu, perlu adanya peningkatan greenwashing agar mendapatkan hasil yang optimal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perilaku belu konsumen. Simpulan Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh tidak langsung greenwashing, pada perilaku beli produk ramah lingkungan melalui 8 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 Antika, R., & Suryani, T. (2024). Pengaruh manajemen sumber daya manusia ramah lingkungan terhadap perilaku green service dengan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai pemediasi. Jurnal Manajemen Strategi Dan Aplikasi Bisnis, 7(1), 121–136. https://doi.org/10.36407/jmsab.v7i1.11 88 Aprilia Anggraeny, F., & Menuk Srihandayani, C. (2022). Fakultas Ekonomi Dan BisnisUniversitas PGRI Adi Buana Surabaya Pengaruh Harga, Citra Merek, Dan Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Semen Gresik (Studi Kasus Pada UD Bangunan Kita Surabaya). In Journal of Sustainability Business Research (Vol. 3). Aptianti Skolastika Fahik, Anjani Musika, Maria Damaina Tiberia Roga, Apryanus Fallo, Gaudensius Djuang, & Maria Augustin Lopes Amara. (2023). Keputusan Pembelian Kembali: Kepedulian Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3, 3818–3831. https://jinnovative.org/index.php/Innovative Azhary dan Fachry. (2020). Pengaruh Brand Image,Brand Trust Dan Promosi Terhadap Keputusan Pembeliaan Jasa Pada Visa Bali,Canggu. Jurnal Emas. Az-Zhahra Ramadhani Margitarino, Fatma Nur Azizah, & Petty Christin Mahgaraini. (2024). Analisis Terhadap Pengaruh Trendlines, E-Wom, Dan Enduring Involvement Terhadap Brand Engagement Sebagai Variabel Mediasi Terhadap Pembelian Produk Skintific Di Surakarta. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi , 2(7), 235– 253. http://jurnal.kolibi.org/index.php/nerac a Budi Setiawan, & Anissa Yosephani. (2022). The linkage of greenwashing perception and consumers’ green purchase intention (A case study of single-use water bottled). Trijurnal, 22 (1). https://doi.org/10.25105/ber.v22i1.137 96 Candra, F., Ellitan, L., & Agrippina, Y. R. (2023). Pengaruh Kualitas Produk Dan Kualitas Layanan Terhadap Niat Beli Kembali Melalui Kepuasan Pelanggan Wizzmie di Surabaya. EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(1), 218–237. https://doi.org/10.56799/ekoma.v3i1.21 59 Chen, Y. S., Huang, A. F., Wang, T. Y., & Chen, Y. R. (2020). Greenwash and green purchase behaviour: the mediation of green brand image and green brand loyalty. Total Quality Management and Business Excellence, 31(1–2), 194–209. https://doi.org/10.1080/14783363.201 8.1426450 Davita, N., Prajaningtyas, W., & Firmansyah, A. (2022). Peran Moderasi Kebijakan Utang pada Hubungan Pengungkapan Keberlanjutan dan Nilai Perusahaan. Jurnal Akuntansi, 14(1), 82–99. https://doi.org/10.28932/jam.v14i1.458 2 Deka, R. E., Nurhajati, N., & Rachma, N. (2020). Pengaruh Brand Association Dan Brand Awareness Terhadap Brand Loyalty Melalui Brand Trust Pada Start Up Fintech Ovo. Jurnal Ilmu Manajemen (JIMMU), 4(1), 96. https://doi.org/10.33474/manajemen.v4 i1.2702 Endra Wahyu Septianan, Febriski Dwi Firdaus, Aldira Layza Madina, Faurelia Audina Wardana, & Muhammad Saddam. (2024). Pengaruh Product Knowledge Dan Trend Healthy Lifestyle Terhadap Minat Beli Produk UMKM Holly Jelly. Neraca Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 183(1), 183–193. http://jurnal.kolibi.org/index.php/nerac a Giddens. (2022). Pengaruh Kecintaan Merek,Loyalitas,Kepuasan,Kepercayaan,D an Ekuitas Merek Terhadap Niat Membeli Konsumen Dalam Penjualan Pipa Air Wavin Di Lamongan. Haudi, H., Handayani, W., Suyoto, M. Y. T., Praseti, T., Pitaloka, E., Wijoyo, H., Yonata, H., Koho, I. R., & Cahyono, Y. (2022). The effect of social media marketing on brand trust, brand equity and brand loyalty. International Journal of Data and Network Science, 6(3), 961–972. https://doi.org/10.5267/j.ijdns.2022.1.0 15 Heatubun, J., Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan Timika, S., & Manduapessy Sekolah 9 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 Tinggi Ilmu Ekonomi Jambatan Bulan Timika, R. L. (2023). Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Konsumen Pada Usaha Penjahit NOVA Di Kabupaten Mimika. In Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Vol. 1, Issue 1). Irfan, A., Gusti, I., Ketut, A., & Suasana, G. (2021). The Effect of Bundling Strategy, Price Perception, and Brand Image on Purchase Decisions (Study on Local Fast Food Retailers in Bali Indonesia). In American Journal of Humanities and Social Sciences Research (Issue 5). www.ajhssr.com Jaesuk Jung, Sang Jin Kim, & Kyung Hoon Kim. (2020). Sustainable Marketing Activities of Traditional Fashion Market and Brand Loyalty. Journal of Business Research, 120, 294–301. Junaidi, J. (2022). Pengaruh Citra Merek And Brand Equity Terhadap Purchase Decision Pia Di Cv. Pia Manalagi Probolinggo. Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management, 2(2), 254–267. https://doi.org/10.53363/buss.v2i2.53 Kiki Eka Setyawati, Oktori Kiswati Z, & Yuary Farradia. (2021). Pengaruh Citra Merek (Brand Image) Terhadap Keputusan Pembelian Motor Honda Vario (Studi Kasus Pada Cv Kirana Motorindo Jaya). Jurnal Online Mahasiswa (JOM), 3 (4). https://jom.unpak.ac.id/index.php/ilmu manajemen/article/view/1471 Kussudyarsana, Anton Agus Setiawan, & Rini Kuswati. (2019). Riset pemasaran: konsep dan aplikasi (Rininta, Ed.; Cetakan I). Muhammadiyah University Press, 2019. Lema, R., & Rabellotti, R. (2023). The Green and Digital Transition in Manufacturing Global Value Chains in Latecomer Countries. Majeed, M. U., Aslam, S., Murtaza, S. A., Attila, S., & Molnár, E. (2022). Green Marketing Approaches and Their Impact on Green Purchase Intentions: Mediating Role of Green Brand Image and Consumer Beliefs towards the Environment. Sustainability (Switzerland), 14(18). https://doi.org/10.3390/su141811703 Mamun, A. Al, Nawi, N. C., Hayat, N., & Zainol, N. R. B. (2020). Predicting the purchase intention and behaviour towards green skincare products among Malaysian consumers. Sustainability (Switzerland), 12(24), 1–18. https://doi.org/10.3390/su122410663 Mentari, & Ressy Tri. (2023). Pengaruh Citra Merek Dan Sikap Pada Niat Pembelian Kembali Produk The Body Shop Di Indonesia. http://dspace.uii.ac.id/123456789/4374 5 Mitra Fatia, T., Hananto, D., Manajemen, P., Ekonomi Bisnis, F., Muhammadiyah Jakarta Jl Ahmad Dahlan, U. K., Ciputat Tim, K., & Tangerang Selatan, K. (2024). Strategi Pemasaran Green Marketing Dan Pengaruhnya Terhadap Persepsi Konsumen. Neraca Manajemen, Ekonomi, 5. https://doi.org/10.8734/mnmae.v1i2.35 9 Murnawan, Sri Lestari, Rosalin Samihardjo, & R.A.E Virgana Targa Sapanji. (2023). Pelatihan Brand Identity untuk UMKM: Meningkatkan Kesadaran Merek dan Daya Saing di Era Digital. Abdimasku, 6, 490– 499. Qayyum, A., Jamil, R. A., & Sehar, A. (2023). Impact of green marketing, greenwashing and green confusion on green brand equity. Spanish Journal of Marketing ESIC, 27(3), 286–305. https://doi.org/10.1108/SJME-03-20220032 Rahmadsyah, A., Sembiring, A. L. B., Eko, K. P., Situmorang, A., & Aulia, R. R. (2023). Analysis of the Stages of Establishing an Individual Business in the City of Medan. Asian Journal of Applied Business and Management, 2(2), 273–284. https://doi.org/10.55927/ajabm.v2i2.42 88 Rahman Lubis, A., Sulthan, B. D., Manajemen, P., & Ekonomi dan Bisnis, F. (2023). Pengaruh Environmental Attitude Terhadap Green Purchasing Behavior Yang Dimediasi Oleh Green Marketing Perceptions Dan Green Purchasing Willingness. MANIS: JURNAL MANAJEMEN, INOVASI BISNIS DAN STRATEG, 1. https://jurnal.usk.ac.id/manis Raihan Widyadhana Nursyamsi Zulhadji. (2023). Pengaruh Brand Experience terhadap Satisfaction, Uncertainty, dan Brand Loyalty. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7. 10 Nama penulis (diisi oleh editor) Bisma: Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol. No. , 2020 Riana Fatmaningrum, S., Fadhilah, M., Ekonomi, F., & Sarjanawiyata Tamansiswa, U. (2020). Pengaruh Kualitas Produk Dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian Minuman Frestea. 4(1). Sualfiyah. (2018). Pengaruh Pengetahuan Dan Kepedulian Lingkungan Pada Niat Pembelian Hijau Yang Dimediasi Oleh Sikap Terhadap Produk Hijau. UAJY. http://ejournal.uajy.ac.id/id/eprint/16867 Susanti, E., Rafika, M., & Melinda, T. (2021). Consumer Brand Engagement on Brand Loyalty: The Role of Brand Satisfaction as a Mediating Variable. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v5i5.8818 Tan, C. N. L., Ojo, A. O., & Thurasamy, R. (2019). Determinants of green product buying decision among young consumers in Malaysia. Young Consumers, 20(2). https://doi.org/10.1108/YC-12-20180898 Tangka, G., Tawas, H., Dotulong, L., Christine Tangka, G., Tawas, H. N., Dotulong, L. O., & Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen, F. (2022). Pengaruh Iklan Dan Citra Merek Terhadap Minat Beli Dan Keputusan Pembelian Sepatu Merek Ventela (Ventela Shoes) Studi Pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakulas Ekonomi Unsrat Angkatan 2018 Analysis Of The Effect Of Work Environment, Leadership Style And Work Experience On Employee Performance At Pt. Angkasa Pura I (Persero) Sam Ratulangi International Airport Manado. 10(1), 383–392. Tateishi, E. (2018). Craving gains and claiming “green” by cutting greens? An exploratory analysis of greenfield housing developments in Iskandar Malaysia. Journal of Urban Affairs, 40(3), 370–393. https://doi.org/10.1080/07352166.201 7.1355667 Vanya Karunia. (2022, January 26). Brand Loyalty : Pengertian dan Indikator Loyalitas Konsumen pada Merek. Kompas. www.kompas.com Vicky Brama Kumbara. (2021). Determinasi Nilai Pelanggan Dan Keputusan Pembeliaan:Analisis Kualitas Produk,Desain Produk Dan Endorse. JIMT. Wang, J., Pham, T. L., & Dang, V. T. (2020). Environmental consciousness and organic food purchase intention: A moderated mediation model of perceived food quality and price sensitivity. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(3). https://doi.org/10.3390/ijerph1703085 0 Wongkar & Apsari. (2021). Telaah Kebijakan Sustainable Consumption and Production (SCP) dalam Merespons Fenomena Greenwashing di Indonesia pada Era ECommerce. Xu, X., Hua, Y., Wang, S., & Xu, G. (2020). Determinants of consumer’s intention to purchase authentic green furniture. Resources, Conservation and Recycling, 156, 104721. https://doi.org/10.1016/j.resconrec.202 0.104721 Yahya. (2022). Peran Green Marketing, Green Brand Image Terhadap Purchase Intention Dengan Green Trust Sebagai Variabel Intervening Yahya Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. https://www.cnnYam, J. H., & Taufik, R. (2021). Hipotesis Penelitian Kuantitatif. 3(2). 11
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )