Uploaded by INDAH KHOIROTUNNISA INDAH KHOIROTUNNISA

Peran Guru dalam Kurikulum Merdeka di SMK Nur El Falah

advertisement
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA
DI SMK NUR EL FALAH
JURNAL
PENELITIAN
KEBIJAKAN
PENDIDIKAN
1 Indah Khoirotunnisa,
1 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
Volume
Nomor
Email: 2284220034@untirta.ac.id
Naskah diterima:
doi : …
direvisi akhir:
disetujui:
ABSTRAK
Penelitian ini mengeksplorasi peran guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di
SMK Nur El Falah. dengan pendekatan kuantitatif, data dari 10 pengajar dianalisis untuk
mengidentifikasi peran, tantangan, serta strategi mereka. hasil menunjukkan kesiapan guru berada
di kategori cukup baik, meskipun terkendala minimnya pelatihan intensif dan fasilitas penunjang.
Dukungan institusi, seperti pelatihan dan
teknologi, berkontribusi signifikan terhadap
keberhasilan implementasi. Kurikulum ini memberikan dampak positif dalam pengembangan
kreativitas dan kemandirian peserta didik, tetapi efektivitasnya sangat bergantung di kesiapan
guru, dukungan sekolah, serta ketersediaan infrastruktur. Rekomendasi mencakup peningkatan
pelatihan pengajar, infrastruktur pendidikan, serta kebijakan pendukung untuk menciptakan
ekosistem pembelajaran inklusif.
kata kunci: Kurikulum Merdeka, peran guru, pembelajaran, tantangan, strategi, pelatihan,
fasilitas, teknologi, asesmen, kreativitas siswa.
1
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
Dalam
PENDAHULUAN
Kurikulum
manusia
tantangan
pada pembelajaran, namun juga sebagai
agen
global
kurikulum
menciptakan sistem pendidikan yang
efektif
pembelajaran
di
sekolah
menghadapi berbagai tantangan dalam
menerapkan
Merdeka,
keterampilan terkait pendekatan baru
pengembangan
ini serta sumber daya yang tidak
kompetensi dan karakter sesuai potensi
memadai (Siswanto et al., 2024)
serta minat masing-masing peserta
Penelitian tentang implementasi
didik (Heni Susanti et al., 2024).
Kurikulum
dapat
Merdeka
menunjukkan
bahwa guru membutuhkan dukungan
antara
yang lebih kuat dalam hal pelatihan
kebutuhan individu peserta didik dan
serta pengembangan profesional untuk
standar pembelajaran yang seragam,
yang telah lama
Kurikulum
termasuk keterbatasan pengetahuan dan
proses pembelajaran, menggunakan
kesenjangan
menghadirkan
(Sari et al., 2021). tetapi, banyak guru
didik dan pengajar dalam mengelola
mengurangi
mampu
mendukung pembelajaran kolaboratif
memberikan kebebasan bagi peserta
diharapkan
lokal
menciptakan lingkungan kelas yang
Kurikulum Merdeka dirancang untuk
ini
konteks
pembelajaran berbasis proyek, serta
(Menteri
Teknologi Republik Indonesia, 2022).
Pendekatan
sesuai
dengan kebutuhan siswa, mendorong
kualitas
Pendidikan Kebudayaan Riset dan
menekankan
mendorong
pendekatan pembelajaran yang sesuai
Merdeka sebagai sebuah inisiatif baru
meningkatkan
yang
(Noptario et al., 2024). guru yang
relevan, pemerintah
Indonesia memperkenalkan Kurikulum
untuk
perubahan
kreativitas, inovasi, dan penyesuaian
(Permendikbud, 2021). pada upaya
adaptif dan
guru
hanya berfungsi menjadi fasilitator
serta
mempersiapkan generasi penerus buat
menghadapi
peran
pelaksanaannya di sekolah. guru tidak
penting dalam membentuk kualitas
daya
Merdeka,
menjadi faktor penentu keberhasilan
Pendidikan memegang peran
sumber
implementasi
menavigasi peran mereka yang semakin
menjadi masalah
kompleks (Suryani, 2022). Selain itu,
dalam sistem pendidikan (Martatiyana
keberhasilan implementasi kurikulum
et al., 2023).
2
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
baru ini juga dipengaruhi oleh budaya
tantangan,
serta
strategi
yang
sekolah, ketersediaan sumber daya, dan
diterapkan
sang
guru
dalam
kebijakan sekolah dalam memberikan
mendukung
kurikulum
ruang bagi guru untuk berinovasi
Penelitian
(Purba et al., 2024). guru dihadapkan
memberikan wawasan tentang faktor-
pada
faktor
tantangan
mengintegrasikan
dalam
pembelajaran
ini
yang
menghambat
tersebut.
diharapkan
mendukung
peran
guru
dapat
atau
dalam
berbasis projek dan kurikulum yang
menerapkan Kurikulum Merdeka di
fleksibel,
tetap
sekolah, dan memberikan rekomendasi
mempertahankan standar kompetensi
untuk mengoptimalkan peran guru
peserta didik yang tinggi (Zahroh et al.,
dalam
2024)
pembelajaran
sementara
Kurikulum
Merdeka
pula
menciptakan
yang
lingkungan
inklusif
dan
adaptif.
membawa perubahan pada pendekatan
asesmen, yang kini
lebih serius di
penilaian proses dan
pengembangan
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
pendekatan
karakter (Maulida, 2022). guru dituntut
mengimplementasikan
yg menilai kemajuan peserta didik
terdiri dari 10 guru mata pelajaran
psikomotorik
produktif di SMK Nur El Falah, dengan
(Pantiwati, 2016). Tantangan lain yang
pengumpulan
dihadapi guru dalam implementasi
akademis
dilakukan
yang terstruktur untuk mengukur aspek
dengan
peran, tantangan, serta strategi yang
pengembangan karakter peserta didik
diterapkan.
(Khasanah et al., 2023).
Dengan
data
menggunakan instrumen berupa angket
kurikulum ini artinya menyeimbangkan
target
Kurikulum
Merdeka di sekolah. Subjek penelitian
secara keseluruhan, meliputi aspek
antara
untuk
menganalisis peran pengajar dalam
buat memahami metode asesmen baru
kognitif, afektif, dan
kuantitatif
memahami
peran
implementasi
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis data
Kurikulum Merdeka, penelitian ini
responden, penelitian ini menunjukkan
bertujuan
bahwa
penting
guru
untuk
pada
mengkaji
peran,
3
kesiapan
guru
pada
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
mengimplementasikan
Kurikulum
pembelajaran berbasis proyek juga
Merdeka berada di kategori cukup baik,
terbilang baik, dengan rata-rata skor
dengan rata-rata skor 3 dan standar
4,1. Teknologi digunakan oleh guru
deviasi sebanyak 1,0954. Hasil ini
untuk menyusun asesmen formatif dan
mencerminkan
sumatif, memfasilitasi pembelajaran
adanya
perbedaan
tingkat kesiapan pada antara pengajar,
yang interaktif, dan
di mana sebagian besar merasa cukup
pemahaman siswa terhadap materi. Hal
mampu untuk melaksanakan kurikulum
ini
baru,
teknologi dalam proses pembelajaran
sementara
sebagian
lainnya
menunjukkan
mendukung
bahwa
integrasi
menghadapi kendala, terutama karena
sebagai salah
kurangnya
pelatihan
keberhasilan implementasi Kurikulum
pengalaman
dalam
intensif
atau
menggunakan
Merdeka.
metode seperti pembelajaran berbasis
proyek dan
satu faktor kunci
Di sisi lain, fasilitas penunjang
diferensiasi. Guru yang
pembelajaran masih menjadi kendala
memiliki pengalaman mengajar lebih
utama.
dari 5 tahun cenderung menunjukkan
penunjang sebanyak 2,4 menunjukkan
kesiapan yang lebih baik, karena
bahwa infrastruktur seperti ruang kelas,
mereka
dasar
alat peraga, serta akses teknologi belum
pedagogi yang kuat serta kemampuan
memadai untuk mendukung kebutuhan
adaptasi yang lebih baik terhadap
Kurikulum Merdeka. kondisi ini dapat
perubahan kebijakan pendidikan.
menghambat
telah
mempunyai
Dukungan sekolah memainkan
Nilai
rata-rata
pelaksanaan
fasilitas
metode
pembelajaran berbasis proyek yang
peran signifikan dalam mendukung
memerlukan alat dan
implementasi
memadai. Meskipun demikian, guru
Kurikulum
Merdeka.
fasilitas yang
guru yang mendapatkan dukungan
mampu
berupa pelatihan, akses ke modul ajar,
pembelajaran yang tersedia dengan
dan
baik
penyediaan teknologi mencatat
memanfaatkan
untuk
mendukung
media
proses
skor yang lebih tinggi, dengan rata-rata
pengajaran, menunjukkan kemampuan
4,7
itu,
adaptasi mereka terhadap keterbatasan
kemampuan guru dalam memanfaatkan
sumber daya. Media pembelajaran yang
teknologi
digunakan mampu membantu siswa
(sangat
baik).
untuk
Selain
mendukung
4
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
untuk memahami konsep dengan lebih
SIMPULAN
Guru memegang peran penting
baik meskipun fasilitas fisik masih
terbatas.
Secara
umum,
dalam
Kurikulum
perubahan.
positif terhadap proses pembelajaran,
dalam
mengembangkan
potensi, kreativitas, dan kemandirian
Meski
terdapat
pelatihan, guru menunjukkan
yang
baik
terhadap
tersebut.
Kurikulum
keterlibatan siswa dan
Merdeka
pembelajaran,
sangat bergantung pada kesiapan guru,
komitmen
serta
pemangku
penyediaan fasilitas penunjang yang
Untuk
efektivitas
menentukan
Merdeka dinilai mampu meningkatkan
serta kontekstual. tetapi, efektivitas
memadai.
sangat
keterbatasan
didik untuk belajar secara lebih aktif
sekolah,
kebijakan
adaptasi
mampu memberikan ruang bagi peserta
institusi
pelatihan, teknologi, dan
dan
guru merasa bahwa kurikulum ini
dukungan
berupa
hambatan seperti keterbatasan fasilitas
pengaruh sebesar 3,7 (baik), banyak
Kurikulum
Dukungan
implementasi.
peserta didik. dengan rata-rata skor
implementasi
Kurikulum
Merdeka sebagai fasilitator serta agen
Merdeka dinilai memberikan dampak
terutama
keberhasilan
tetapi
relevansi
membutuhkan
bersama
dari
semua
kepentingan
untuk
memastikan keberlanjutannya.
meningkatkan
keberhasilan implementasi, diperlukan
Daftar Pustaka
Heni Susanti, Mulyawan, H., Nanang
pelatihan yang berkelanjutan bagi guru,
peningkatan
kualitas
infrastruktur
Purnama, R., Aulia, M., & Kartika, I.
pendidikan, serta dukungan kebijakan
(2024).
yang lebih kuat untuk memastikan
Pembelajaran.
daya yang cukup untuk melaksanakan
6(4),
menciptakan
Religion
13404–13408.
https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i4.13
ekosistem pembelajaran yang lebih
inklusif, berkelanjutan, dan
Reslaj:
Education Social Laa Roiba Journal,
kurikulum ini secara optimal. Hal ini
dapat
Kurikulum
Merdeka untuk Meningkatkan Kualitas
bahwa setiap sekolah memiliki sumber
diharapkan
Pengembangan
39
adaptif
Khasanah, R., Studi, P., Guru, P., Dasar, S.,
terhadap kebutuhan siswa.
Purwokerto, U. M., & Pendahuluan, A.
5
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
(2023). Memenuhi Target Kurikulum
Siswa di Sekolah Dasar. Ideguru:
Dan Tantangan Dalam.
Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 656–
Martatiyana, D. R., Derlis, A., Aviarizki, H.
663.
W., Jurdil, R. R., Andayani, T., &
https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.8
Hidayat,
13
O.
S. (2023).
Analisis
Komparasi Implementasi Kurikulum
Merdeka
Dan
Kurikulum
Muallimuna :Jurnal
Pantiwati, Y. (2016). Hakekat Asesmen
2013.
Autentik Dan Penerapannya Dalam
Madrasah
Pembelajaran Biologi. Jurnal Edukasi
Ibtidaiyah, 9(1), 96.
Matematika Dan Sains, 1(1), 18.
https://doi.org/10.31602/muallimuna.v9i
https://doi.org/10.25273/jems.v1i1.773
1.11600
Permendikbud. (2021). Permendikbud
Maulida, U. (2022). Pengembangan Modul
Nomor 1 Tahun 2021. Permendikbud, 1–25.
Ajar Berbasis Kurikulum Merdeka.
Tarbawi :
Jurnal
Pemikiran
Pendidikan
Islam,
5(2),
Dan
130–138.
Purba, A. M., Lestari, M. W., Sari, M.,
https://doi.org/10.51476/tarbawi.v5i2.3
Siburian, J., Teknik, F., Politeknik, E.,
92
Medan, N., Besar, B., Mutu, P., Teknik,
F., & Darma, U. (2024). GAYA
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan
KEPEMIMPINAN
Teknologi Republik Indonesia. (2022).
KEPALA
Salinan Keputusan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan,
Riset
dan
Pedoman
Agung, 483–493.
Penerapan
Sari, R. A., Musthafa, B., & Yusuf, F. N.
(2021).
Pembelajaran. 112.
Guru
Berbasis
terhadap
Proyek
di
Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal
Ningrum, E. C. (2024). Peran Guru
Penelitian Pendidikan, 21(2), 1–11.
dalam Kurikulum Merdeka: Upaya
Abad
Persepsi
Pembelajaran
Noptario, N., Rizki, N., Nur’aini, N., &
Keterampilan
DAN
MERDEKA BELAJAR. Jurnal Darma
Kurikulum dalam Rangka Pemulihan
Penguatan
SEKOLAH
IMPLEMENTASI KURIKULUM
Teknologi
Republik Indonesia Nomor 56/M/2022
tentang
DEMOKRATIS
https://doi.org/10.17509/jpp.v21i2.369
21
72
6
PERAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUMMERDEKA DI SMK NUR EL FALAH
Siswanto, D. H., Samsinar, Alam, S. R., &
Andriyani. (2024). Peran Kompetensi
Guru dalam Menerapkan Kurikulum
Merdeka. Jurnal Pendidikan DIDAXEI,
5(1),
763–773.
https://e-
journal.iaknambon.ac.id/index.php/DX
/article/view/1042
Zahroh, F., Barat, K., Nusantara, U. I., Islam,
N., & Modern, S. (2024). INTEGRASI
NILAI-
NILAI
ISLAM
DALAM
KURIKULUM SEKOLAH MODERN.
1(1).
7
Download