Berikut adalah 10 soal sumatif kelas XI TSM untuk mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor pada bab Sistem Pengapian, dengan tingkat kognitif C4 (Menganalisis) berdasarkan Taksonomi Bloom. Soal dan Jawaban Sistem Pengapian (C4 - Menganalisis) 1. Analisislah penyebab utama mengapa sistem pengapian CDI lebih banyak digunakan pada sepeda motor modern dibandingkan dengan sistem pengapian konvensional! Jawaban: Sistem pengapian CDI lebih banyak digunakan karena memiliki tegangan pengapian yang lebih stabil, waktu pengapian yang lebih akurat, dan minim perawatan karena tidak menggunakan platina yang rentan aus seperti pada sistem pengapian konvensional. 2. Sebuah sepeda motor mengalami masalah sulit dihidupkan saat kondisi mesin dingin, tetapi setelah mesin panas, motor dapat menyala dengan normal. Analisislah kemungkinan penyebabnya dalam sistem pengapian! Jawaban: Kemungkinan penyebabnya adalah koil pengapian yang mulai lemah dan tidak mampu menghasilkan percikan api yang cukup kuat saat kondisi dingin. Bisa juga disebabkan oleh busi yang mulai aus atau kabel tegangan tinggi yang mengalami kebocoran saat suhu rendah. 3. Dua sepeda motor yang sama-sama menggunakan sistem pengapian CDI memiliki performa mesin yang berbeda, salah satunya terasa lebih lemah saat akselerasi. Analisislah faktor dalam sistem pengapian yang dapat mempengaruhi perbedaan tersebut! Jawaban: Faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan performa adalah kondisi CDI, koil pengapian, dan busi. Jika salah satu komponen tersebut mengalami penurunan kinerja, misalnya koil lemah atau CDI bermasalah, maka percikan api yang dihasilkan menjadi tidak optimal, sehingga memengaruhi tenaga mesin. 4. Pada sistem pengapian sepeda motor, busi berfungsi sebagai pemantik campuran bahan bakar dan udara. Bagaimana analisis Anda jika busi sering mengalami pengapian yang tidak stabil? Jawaban: Jika pengapian tidak stabil, kemungkinan penyebabnya adalah celah busi yang tidak sesuai spesifikasi, elektroda busi yang sudah aus, adanya endapan karbon pada elektroda busi, atau gangguan pada sistem pengapian seperti tegangan yang tidak cukup dari koil pengapian. 5. Seorang mekanik menemukan bahwa pengapian sepeda motor sering kali tidak bekerja saat putaran mesin tinggi. Berdasarkan analisis sistem pengapian, apa saja komponen yang harus diperiksa? Jawaban: Komponen yang harus diperiksa meliputi CDI (kemungkinan ada gangguan pada kapasitor atau rangkaian elektroniknya), koil pengapian (kemungkinan lemah saat suhu tinggi), serta pick-up coil (kemungkinan sinyal ke CDI tidak stabil). 6. Ketika mesin sepeda motor hidup, tetapi terjadi misfire atau mesin terasa tersendatsendat saat akselerasi, bagaimana analisis Anda mengenai penyebab dari sistem pengapian? Jawaban: Penyebab misfire bisa berasal dari busi yang kotor atau aus, kabel tegangan tinggi yang bocor, koil pengapian yang lemah, atau pengaturan timing pengapian yang tidak tepat akibat sensor pick-up coil yang bermasalah. 7. Seorang pengguna sepeda motor mengalami konsumsi bahan bakar yang boros dan tenaga mesin terasa kurang. Jika dikaitkan dengan sistem pengapian, analisislah kemungkinan penyebabnya! Jawaban: Kemungkinan penyebabnya adalah busi yang sudah lemah atau kotor sehingga tidak dapat membakar campuran udara dan bahan bakar secara optimal, atau timing pengapian yang tidak sesuai sehingga pembakaran terjadi terlalu awal atau terlalu lambat, menyebabkan efisiensi bahan bakar menurun. 8. Sebuah sepeda motor yang menggunakan pengapian konvensional sering mengalami kendala mati mendadak setelah berjalan beberapa kilometer. Analisislah komponen mana yang kemungkinan menjadi penyebabnya! Jawaban: Penyebab utama bisa berasal dari platina yang sudah aus atau mengalami perubahan celah sehingga percikan api menjadi lemah, kondensor yang lemah sehingga pengapian tidak stabil, atau koil pengapian yang mengalami overheat. 9. Sistem pengapian CDI memiliki dua jenis, yaitu AC-CDI dan DC-CDI. Bagaimana analisis Anda dalam menentukan jenis CDI yang digunakan pada sepeda motor tertentu? Jawaban: AC-CDI menggunakan arus langsung dari spul, sementara DC-CDI mendapatkan arus dari aki. Untuk mengetahui jenis CDI yang digunakan, dapat dilihat dari sumber arus yang masuk ke CDI. Jika mesin bisa hidup tanpa aki, kemungkinan besar menggunakan ACCDI. Jika aki lemah dan motor tidak bisa hidup, kemungkinan menggunakan DC-CDI. 10. Seorang teknisi ingin meningkatkan performa sepeda motor dengan memodifikasi sistem pengapian. Analisislah langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan agar hasilnya optimal tanpa merusak komponen mesin lainnya! Jawaban: Langkah yang bisa dilakukan antara lain menggunakan busi dengan spesifikasi lebih tinggi, mengganti koil pengapian dengan yang memiliki output tegangan lebih besar, menggunakan CDI racing yang memiliki kurva pengapian lebih optimal, serta memastikan kabel tegangan tinggi dalam kondisi baik untuk menghindari kebocoran arus. Soal-soal ini dirancang agar siswa mampu menganalisis masalah dan mencari solusi yang berkaitan dengan sistem pengapian sepeda motor, sesuai dengan level C4 (Menganalisis) dalam Taksonomi Bloom. Semoga bermanfaat! 🚀