Bentuk dan Ragam Toko Ritel Learning Objectives Institusi Ritel berdasarkan Kepemilikan Institusi Ritel dengan Strategi Berbasis Toko ( Store Based Strategy ) Web, Nonstore-Based, and Other Forms of Nontraditional Retailing Retail Institution by Ownership 1. Retail Chain adalah jaringan toko ritel yang dimiliki dan dikendalikan oleh satu perusahaan atau organisasi. 2. Franchise adalah bentuk kerjasama bisnis antara franchisor (pemilik merek) dan franchisee (pemilik toko), di mana franchisee membayar royalty kepada franchisor untuk menggunakan merek dan sistem bisnis franchisor. 3. Independent Retailer adalah toko ritel yang dimiliki dan dikendalikan oleh satu atau beberapa individu tanpa adanya jaringan atau kerjasama bisnis dengan perusahaan atau organisasi lain. 4. Cooperative Retailer adalah toko ritel yang dimiliki dan dikendalikan oleh kelompok orang yang bekerjasama sebagai suatu organisasi. 5. Government-owned Retailer adalah toko ritel yang dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah. Store Based Strategy • Store-based strategy adalah suatu pendekatan yang digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produknya melalui toko-toko fisik seperti toko ritel, department store, dan toko kelontong. • Strategi ini menekankan pada pengalaman belanja konsumen yang berlangsung di toko, dimana konsumen dapat melihat, memegang, dan membandingkan produk sebelum memutuskan untuk membelinya. • Perusahaan yang menggunakan store-based strategy akan memperhatikan faktor seperti lokasi toko, desain interior toko, dan layanan pelanggan untuk memastikan pengalaman belanja yang baik bagi konsumen. Dalam era digital saat ini, store-based strategy juga dapat diintegrasikan dengan teknologi seperti aplikasi mobile dan website untuk memperkuat pengalaman belanja konsumen. Kategori Store Based Strategy 1. Convenience Store Strategy: Menekankan pada kenyamanan dan kemudahan bagi konsumen dengan menyediakan produk yang dibutuhkan setiap hari dengan lokasi toko yang mudah dijangkau. 2. Specialty Store Strategy: Menekankan pada penawaran produk-produk tertentu dengan kualitas dan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan toko lain. 3. Superstore Strategy: Menawarkan berbagai produk dengan harga yang kompetitif dan pilihan yang luas. 4. Department Store Strategy: Menawarkan berbagai produk dalam satu toko besar dengan beberapa departemen yang masing-masing menawarkan produk tertentu. 5. Off-Price Store Strategy: Menawarkan produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan toko lain melalui penjualan produk overstock atau barang-barang yang diterima dengan diskon. 6. Online Store Strategy: Menawarkan produk melalui platform online seperti e-commerce, aplikasi mobile, atau website perusahaan. • Setiap jenis store-based strategy memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan perusahaan dapat memilih jenis strategy yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuannya. Contoh perusahaan yang menggunakan Convenience Store Strategy • indomaret, Circle K, atau FamilyMart. Strategi ini menekankan pada kenyamanan dan kemudahan bagi konsumen • menyediakan produk-produk dasar seperti makanan, minuman, dan kebutuhan sehari-hari dengan lokasi toko yang mudah dijangkau. Toko-toko ini biasanya buka 24 jam dan memiliki lokasi yang strategis, seperti dekat dengan rumah atau kantor, atau dekat dengan jalan raya utama. • Convenience Store Strategy membuat konsumen dapat dengan mudah membeli produk yang dibutuhkan setiap saat, termasuk di luar jam kerja toko lain. Oleh karena itu, perusahaan yang menggunakan Convenience Store Strategy harus memastikan bahwa produk-produk yang ditawarkan selalu tersedia dan berkualitas baik. Contoh perusahaan yang menggunakan Specialty Store Strategy • Apple Store, Williams-Sonoma, atau Sephora. Strategi ini menekankan pada penawaran produkproduk tertentu dengan kualitas dan harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan toko lain. Tokotoko ini biasanya menawarkan produk-produk unggulan dan memiliki spesialisasi dalam satu jenis produk, seperti elektronik, kitchenware, atau produk kecantikan. Specialty Store Strategy membuat konsumen dapat membandingkan dan memilih produk-produk berkualitas dengan mudah. Oleh karena itu, perusahaan yang menggunakan Specialty Store Strategy harus memastikan bahwa produk-produk yang ditawarkan memiliki kualitas yang baik dan selalu up-to-date dengan tren terbaru. Selain itu, perusahaan juga harus memastikan bahwa layanan pelanggan yang ditawarkan sangat baik dan membantu konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Superstore Strategy 1. Pendekatan berfokus pada pelanggan: Superstore dapat mengadopsi strategi yang menempatkan pelanggan sebagai pusat dari semua pembuatan keputusan. Ini bisa melibatkan penggunaan umpan balik pelanggan untuk meningkatkan pengalaman berbelanja, menawarkan promosi personalisasi, dan memberikan layanan pelanggan yang luar biasa. 2. Ekspansi ke pasar online: Superstore juga dapat mencari untuk memperluas jangkauannya dengan menjual produk di pasar online populer seperti Amazon atau eBay. Ini akan memungkinkan toko untuk mencapai audiens yang lebih luas dan memanfaatkan tren berbelanja online yang sedang berkembang. 3. Diversifikasi tawaran produk: Superstore juga dapat bertujuan untuk diversifikasi tawaran produknya untuk menarik basis pelanggan yang lebih luas. Misalnya, itu bisa mulai menjual produk organik, peralatan rumah tangga, atau item lain yang melengkapi garis produk yang ada. 4. Pembangunan merek label pribadi: Superstore juga dapat mencari untuk mengembangkan merek label pribadinya sendiri untuk menawarkan pelanggan produk berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Ini akan membantu toko untuk membedakan diri dari pesaing dan menciptakan loyalitas merek di kalangan pelanggan. 5. Penyederhanaan operasi: Superstore juga dapat fokus pada penyederhanaan operasi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Ini bisa melibatkan implementasi teknologi baru, penyederhanaan proses, dan pengurangan limbah. Department Store Strategy 1. Perbedaan merek: Department Store dapat bertujuan untuk membedakan diri dari pesaing dengan menekankan citra merek dan posisi yang unik. Ini bisa melibatkan promosi produk berkualitas tinggi, layanan pelanggan yang luar biasa, dan komitmen terhadap ramah lingkungan. 2. Ekspansi ke e-commerce: Department Store juga dapat mencari untuk memperluas jangkauannya dengan menawarkan produk untuk dijual di platform online mereka sendiri dan melalui pasar e-commerce populer. Ini akan memungkinkan toko untuk mencapai audiens yang lebih luas dan memanfaatkan tren berbelanja online yang sedang berkembang. 3. Diversifikasi tawaran produk: Department Store juga dapat bertujuan untuk diversifikasi tawaran produknya untuk menarik basis pelanggan yang lebih luas. Misalnya, itu bisa mulai menjual barang rumah tangga, elektronik, atau item lain yang melengkapi garis produk yang ada. 4. Pembangunan merek label pribadi: Department Store juga dapat mencari untuk mengembangkan merek label pribadinya sendiri untuk menawarkan pelanggan produk berkualitas tinggi dengan biaya yang lebih rendah. Ini akan membantu toko untuk membedakan diri dari pesaing dan menciptakan loyalitas merek di kalangan pelanggan. 5. Program loyalitas pelanggan: Department Store dapat menerapkan program loyalitas pelanggan untuk mendorong kunjungan ulang dan pembelian. Ini bisa melibatkan menawarkan hadiah, diskon, dan keuntungan lain bagi pelanggan yang rutin berbelanja di toko Off-price store strategy • Off-price store strategy adalah salah satu strategi bisnis yang menawarkan produk dengan harga lebih murah dari harga asli. Beberapa perusahaan yang menggunakan strategi ini antara lain: 1. T.J. Maxx - T.J. Maxx adalah perusahaan ritel terkemuka yang menawarkan barang-barang berkualitas dengan harga diskon. Mereka mengumpulkan produk dari merek terkenal dan menjualnya dengan harga yang lebih rendah dari harga asli. 2. Ross Stores - Ross Stores menawarkan produk-produk mode dan rumah tangga dengan harga diskon hingga 20-60% dari harga asli. Mereka mengambil barang-barang yang tidak terjual dari toko-toko ritel dan menjualnya dengan harga diskon. 3. Marshalls - Marshalls adalah toko ritel yang menawarkan produkproduk mode dan rumah tangga dengan harga diskon. Mereka mengumpulkan produk-produk dari toko-toko ritel dan menjualnya dengan harga lebih murah dari harga asli. 4. Burlington Coat Factory - Burlington Coat Factory adalah toko ritel yang menawarkan pakaian, aksesoris, dan barang-barang rumah tangga dengan harga diskon. Mereka mengumpulkan barangbarang yang tidak terjual dari toko-toko ritel dan menjualnya dengan harga lebih murah dari harga asli. Online Store Strategy 1.Amazon - Amazon adalah salah satu perusahaan ritel online terbesar di dunia, menawarkan produk-produk mulai dari buku, elektronik, pakaian, makanan, dan banyak lagi. 2.Alibaba - Alibaba adalah perusahaan e-commerce terbesar di China yang menawarkan produk-produk dari pemasok dalam jumlah besar. 3.Flipkart - Flipkart adalah perusahaan e-commerce terbesar di India yang menawarkan produk-produk seperti pakaian, elektronik, buku, dan banyak lagi. 4.eBay - eBay adalah toko online yang menawarkan barang-barang bekas dan produk-produk baru dari berbagai penjual. 5.Zalando - Zalando adalah toko online yang menawarkan pakaian dan aksesoris mode dengan harga diskon hingga 75%. Web, Nonstore-Based, and Other Forms of Nontraditional Retailing 1.Online Retailer - Online Retailer adalah toko ritel yang melakukan bisnis melalui internet, memungkinkan pelanggan membeli produk melalui website atau aplikasi. 2.Direct Selling - Direct Selling adalah bentuk penjualan produk yang dilakukan secara langsung ke pelanggan, tanpa melalui toko ritel fisik. 3.Telemarketing - Telemarketing adalah bentuk penjualan produk melalui panggilan telepon, di mana pelanggan dapat membeli produk melalui panggilan tersebut. 4.Direct Mail - Direct Mail adalah bentuk penjualan produk melalui surat atau brosur yang dikirim langsung ke rumah pelanggan. 5.Home Shopping Networks - Home Shopping Networks adalah jaringan televisi yang memfokuskan pada penjualan produk melalui acara televisi yang ditujukan khusus untuk berbelanja. 6.Infomercials - Infomercials adalah iklan televisi yang berfungsi sebagai program belanja, memperkenalkan produk dan memungkinkan pelanggan untuk membeli produk melalui telepon atau internet.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )