UJI AKSIAL DAN LATERAL SIKLIK Standar : ACI 374.1-05 (Acceptance Criteria for Moment Frames Based on Structural Testing and Commentary) Laboratorium Struktur Universitas Kristen Maranatha anang.kristianto@eng.maranatha.edu CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 1 Standar Pengujian CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 2 Standar Pengujian Berdasarkan perilaku material nonlinear terdapat perilaku hysteresis yang terjadi pada struktur. Pada pembebanan siklik hubungan antara beban dan deformasi ditunjukkan oleh garis lengkung yang membentuk suatu siklus tertutup yang disebut dengan hysteresis loops. Terdapat empat pola hysteresis loops yang mungkin terjadi, pada Gambar dapat dilihat pola hysteresis loops pada material nonlinear. Hysteris Loops pada Material Nonlinear Sumber: CSI America, 2019 CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 3 Standar Pengujian Parameter yang dianalisis adalah : 1. Beban lateral puncak dalam suatu siklus (Emax), Perilaku beban lateral puncak pada setiap siklus memperlihatkan degradasi kekuatan yang semakin menurun pada drift rasio yang tinggi, ACI membatasi dengan nilai maksimum degradasi hingga 25% dari beban lateral maksimum seluruh siklus. 2. Rasio relatif energi disipasi (β), Rasio relatif energi disipasi memperlihatkan kemampuan disipasi energi dari elemen struktur, ACI membatasi hingga rasio 1/8 untuk masing-masing siklus sebagai persyaratan minimum. 3. Kekakuan sekan (Ki). Kekakuan sekan memperlihatkan perilaku kurva histerisis dari kolom pada saat menerima beban lateral siklis, parameter ini memperlihatkan degradasi kekakuan dari kolom pada drift rasio yang meningkat. ACI membatasi penurunan maksimum hingga 0,05 dari kekakuan sekan awal. CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 4 Standar Pengujian Standar pengujian dilakukan berdasarkan ACI 374.1-05 (Acceptance Criteria for Moment Frames Based on Structural Testing and Commentary) ❑ Beban aksial konstan diberikan terlebih dahulu sebesar 584 kN(0,3Po) atau 986 kN(0,5Po) sesuai dengan level rasio beban aksial. ❑ Selama beban aksial bekerja maka beban lateral diberikan dalam 2 tahap, yaitu diawali dengan tahap kontrol beban kemudian dilanjutkan dengan tahap berikutnya yaitu kontrol perpindahan ❑ Tahap kontrol beban diberikan hingga sebesar 75% dari beban leleh hasil perhitungan teoritis, setelah titik ini dicapai dilanjutkan dengan tahap pembebanan lateral dengan kontrol perpindahan. ❑ Perhitungan perpindahan leleh pertama (first yield) dilakukan secara eksperimental dengan merata-ratakan nilai ekstrapolasi perpindahan (Δy) pada 0,75 Hu dan -0,75 Hu (nilai Hu adalah nilai teoritis gaya lateral yang mengakibatkan leleh pertama pada benda uji kolom, Watson and Park 1994 CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 5 Standar Pengujian 4 3 2 Drift Rasio (%) ❑ Berdasarkan rata-rata perpindahan hasil ekstrapolasi pada titik leleh gaya geser nya didapatkan perpindahan leleh dari benda uji sebesar Δy = 0,5(Δy1+ Δy2). ❑ Pembebanan siklis dilanjutkan dengan kontrol perpindahan dimulai dari perpindahan pada saat awal leleh tulangannya seperti yang telah didapatkan dari hasil rata-rata ekstrapolasi sebelumnya ❑ Beban siklis lateral diberikan mengikuti siklus pembebanan seperti terlihat pada Gambar ❑ Beban lateral siklis diberikan hingga benda uji mengalami penurunan sebesar 20% terhadap gaya lateral maksimumnya atau terjadi kegagalan pengekangan yang ditandai dengan putusnya tulangan pengekang dilanjutkan dengan tertekuknya tulangan longitudinal 1 0 -1 0 10 20 30 -2 -3 -4 CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR Siklus Pembebanan 6 Standar Pengujian Pengolahan Data Hasil Pengujian Aksial dan Lateral Siklis Beban lateral dan momen yang terjadi pada benda uji ditentukan berdasarkan idealisasi gaya-gaya yang bekerja seperti pada Gambar Gambar 2.16 Hysteris Loops pada Material Nonlinear Sumber: CSI America, 2019 berikut. P M V M=Vh/2 V h =1500 mm δ V M P Defleksi Momen Geser CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 7 Spesifikasi Benda Uji Kode P/Po Tulangan Longitudinal ρl(%) fy(Mpa) Tulangan Transversal s(mm) fys(MPa) Konfigurasi sengkang kait (Ash)/(s.hc),% E90-2P2-0.3 0.3 45 0.9 Kait 90+pen-binder plastik E90-2P1-0.3 0.3 45 0.9 Kait 90 +pen-binder baja E90A-4P1-0.3 0.3 45 0.9 Pengekang [ ] +penbinder baja 4 sisi E135-0-0.3 0.3 45 0.9 Kait 135 E90-2P1-0.6 0.5 45 0.9 Kait 90 +pen-binder baja E135-0-0.6 0.5 45 0.9 Kait 135 1.054 414 336 1000 500 Momen (kN.m) 0 -100 Beban Aksial (kN) Contoh Pengujian -50 0 -500 -1000 -1500 -2000 -2500 50 100 Contoh Pengujian Benda uji berupa beton kolom pendek dengan dimensi 260 x 260 dan panjang 1500 mm, 6 buah Pen-Binder Tul.pengekang dg kait 900 260 mm Tulangan longitudinal D10 260 mm Potongan A-A 1 2 6 4 3 5 Arah beban lateral Contoh Pengujian CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 10 Contoh Pengujian Pembuatan Benda Uji Contoh Pengujian Pengecoran Benda Uji Contoh Pengujian Persiapan Pengujian Contoh Pengujian Setup Alat Pengujian Proses Pengujian Standar pengujian dilakukan berdasarkan ACI 374.1-05 ( Acceptance Criteria for Moment Frames Based on Structural Testing and Commentary 4 3 2 Drift Rasio (%) Contoh Pengujian 1 0 -1 0 10 20 -2 -3 -4 Siklus Pembebanan Load Control 0.75 Hu 0.5 Hu Displacement Control 30 Contoh Pengujian Perilaku Umum Benda Uji 10 15 8 -10 6 5 0 -5 0 -5 5 10 Momen (tonf.m) B Lateral Force (tonf) 10 -0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 -4 -6 -10 -15 Drift Ratio(%) -8 -10 Curvature ( rad/m) 0.25 0.5 Contoh Pengujian Hasil Pengujian Benda Uji dengan Kait 90 + Pen-binder Baja 15 8 10 -10 6 5 0 -5 0 -5 5 10 Momen (tonf.m) Lateral Force (tonf) D 10 -0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 0.25 -4 -10 -6 -15 -10 -8 Drift Rasio (%) Curvature (rad/m) 0.5 Contoh Pengujian Hasil Pengujian Benda Uji dengan Kait 90 + Pen-binder Plastik 15 10 8 -10 5 0 -5 0 -5 -10 -15 Drift rasio (%) 5 10 Momen (tonf.m) D Lateral Force (ton) 10 -0.5 6 4 2 0 -0.25 -2 0 0.25 -4 -6 -8 -10 Curvature (rad/m) 0.5 Hasil Pengujian Benda Uji dengan Kait 90 + Pen-binder Baja 15 10 8 10 -10 6 5 0 -5 0 -5 -10 5 10 Momen (tonf.m) Lateral Force (tonf) Contoh Pengujian -0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 0.25 -4 -6 -8 -15 Drift Rasio (%) -10 Curvature (rad/m) 0.5 Hasil Pengujian Benda Uji dengan Modifikasi Tulangan Sengkang + 4 Pen-binder Baja -10 15 10 10 5 5 -0.5 0 -5 Momen (tonf.m) Lateral Load (tonf) Contoh Pengujian 0 5 -5 10 0 -0.25 0 -5 -10 -10 -15 -15 Drift Rasio (%) 0.25 Curvature (rad/m) 0.5 Contoh Pengujian Hasil Pengujian Benda Uji dengan Kait Standar 135 10 15 8 -10 6 5 0 -5 0 -5 -10 5 10 Momen (tonf.m) B Lateral Load (tonf ) 10 -0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 0.25 -4 -6 -8 -15 Drift Rasio (%) -10 Curvature (rad/m) 0.5 Contoh Pengujian Hasil Pengujian Benda Uji dengan Kait 90 + Pen-binder Baja 15 10 8 -10 6 5 0 -5 0 -5 -10 5 10 Momen (tonf.m) D Lateral Force (tonf) 10 -0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 0.25 -4 -6 -8 -15 Drift Ratio (%) -10 Curvature (rad/m) 0.5 Kapasitas Geser dan Lentur Benda Uji Contoh Pengujian 15 15 P=0.5Po P=0.3Po 10 10 5 V (tonf) V (tonf) 5 0 -8 -6 -4 -2 0 -5 2 4 6 8 0 -8 -6 -4 -2 0 6 E90-2P1-0.5 E90A-4P1-0.3 -10 E135-0-0.3(kait standar) -15 Drift Rasio (%) 4 -5 E90-2P1-0.3 E90-2P2-0.3 -10 2 -15 Drift rasio (%) E135-0-0.5 (kait standar) 8 Kapasitas Geser dan Lentur Benda Uji 10 10 8 8 6 6 4 4 2 2 0 -0.5 -0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 -2 -4 -6 -8 -10 Kurvatur (rad/m) E135-0-0.3 E90-2P1-0.3 E90-2P2-0.3 E90A-4P1-0.3 0.5 momen (tonf.m) Momen (tonf.m) Contoh Pengujian 0 -0.5 -0.4 -0.3 -0.2 -0.1 0 0.1 0.2 0.3 0.4 -2 -4 E135-0-0.5 (kait standar) -6 E90-2P1-0.5 -8 -10 Kurvatur (rad/m) 0.5 Contoh Pengujian Rangkuman kapasitas geser dan momen untuk tiap spesimen Benda Uji Ash/shc Ash/Ash(ACI) Vmax Drift 0.8Vmax Mmax Kurvatur 0.8 Mmax (tonf) (%) (tonf.m) (rad/m) 7.55 * P/Po E135-0-0.3 0.3 9.13 E90-2P1-0.3 0.3 9.46 4.58 7.70 * 0.3 9.51 4.23 7.81 * E90A-4P1-0.3 0.3 10.85 6.27 9.07 * E135-0-0.5 0.5 11.25 2.80 9.06 0.203 E90-2P1-0.5 0.5 10.97 2.93 9.13 0.305 E90-2P2-0.3 0.9 1.495 Keterangan : * pada akhir pengujian nilai momen belum mencapai penurunan hingga 20% 4.40 Contoh Pengujian Pengaruh Berbagai Variabel terhadap Perilaku Histerisis Kolom Pengaruh Level Beban Aksial 12 10 12 8 10 6 Momen (tonf.m) 6 -0.5 4 2 -0.5 0 -0.25 -2 0 -4 -6 -8 -10 -12 Momen (tonf.m) 8 Kurvatur(rad/m) 0.25 0.5 4 2 0 -0.25 -2 0 -4 -6 P=0.3Po P= 0.5Po 0.25 -8 -10 -12 Kurvatur (rad/m) P=0.3Po P=0.5Po 0.5 Contoh Pengujian Daerah kerusakan dan panjang sendi plastis 143 137.5 147.5 E135-0-0.3 148.5 152.5 140 E90-2P1-0.3 149.5 E90-2P2-0.3 112.5 E90A-4P1-0.3 E135-0-0.5 365 335 250 287 E90-2P1-0.5 Panjang daerah kerusakan rata-rata : level beban aksial 0.3Po adalah 141.4 mm atau 0.5h level beban aksial 0.5Po adalah 309.3 mm atau 1.2h. Contoh Pengujian Rangkuman hasil pengujian spesimen dengan level beban aksial 0,3P0 berdasarkan kriteria minimum ACI E135-0-0.3 E90-2P1-0.3 E90-2P2-0.3 E90A-4P1-0.3 Siklus Drift β Ki/K1 E i/ Emax β Ki/K1 E i/ Emax β Ki/K1 E i/ Emax β Ki/K1 E i/ Emax 3--5 1,2 0,16 0,53 0,92 0,15 0,54 0,98 0,15 0,55 0,99 0,14 0,57 0,95 6--8 1,8 0.23 0,34 0,91 0,20 0,35 0,95 0,18 0,35 O,97 0,17 0,39 0,98 9--11 2,7 0.27 0,22 0,93 0,26 0,22 0,94 0,25 0,22 0,92 0,27 0,24 0,97 12--14 3,5 0.29 0,14 0,84 0,31 0,15 0,85 0,30 0,14 0,85 0,27 0,18 0,88 0,125 0,05 0.75 0,125 0,05 0.75 0,125 0,05 0,75 0,125 0,05 0,75 Nilai minimum berdasarkan ACI 374.1-05 CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 28 Contoh Pengujian Rangkuman hasil pengujian spesimen dengan level beban aksial 0,5P0 berdasarkan kriteria minimum ACI E135-0-0.5 E90-2P1-0.5 Siklus Drift β Ki/K1 E i/ Emax β Ki/K1 E i/ Emax 3--5 1,2 0,17 0,49 0,91 0,21 0,62 0,93 6--8 1,8 0,21 0,34 0,864 0,24 0,38 0,88 9--11 2,7 0,42 0,16 0,74 0,40 0,21 0,76 12--14 3,5 0,79 0,09 0,61 0,125 0,05 0,75 Nilai minimum berdasarkan ACI 374.105 Tidak menyelesaikan siklus pada drift 3,5% CE 852 TOPIK KHUSUS REKAYASA STRUKTUR 29
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )