PROPOSAL PENELITIAN EFEKTIVITAS AROMA TERAPI LAVENDER PADA PASIEN PASCA OPERASI LAPARATOMI DENGAN GANGGUAN POLA TIDUR ROSA MARIA BULATN KARINAMA NIM: 072022106 PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS KATOLIK SANTO AGUSTINUS HIPPO 2024 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat limpahan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan proposal penelitian dengan judul “Efektivitas Aroma Terapi pada Pasien Pasca Operasi dengan Gangguan Pola Tidur” dengan tepat waktu. Penulisan proposal penelitian ini dilakukan dalam rangka pemenuhan tanggung jawab penulis sebagai mahasiswi keperawatan semester V. Penyususnan proposal ini tidak terlepas dari campur tangan berbagai pihak yang telah memberi dukungan dan bimbingan kepada penulis. Maka penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rektor universitas 2. Dosen pembimbing 3. Dosen penguji 4. Pihak RS (Direktur RS, perawat) 5. Seluruh dosen pengajar 6. Orangtua dan keluarga 7. Teman-teman kelas 3C Dalam penulisan proposal ini, penulis menyadari akan kekurangan dan kesalahan karena terbatasnya pengetahuan dan pengalaman penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar di kesempatan berikutnya, penulis dapat menyusun proposal dengan jauh lebih baik. Penulis berharap, semoga proposal ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun pembaca, khususnya bagi mahasiswa keperawatan. Pontianak, … Penulis ABSTRAK Laparatomi adalah tindakan insisi pembedahan melalui dinding perut atau peritoneum. Tindakan laparotomi biasanya dipertimbangkan untuk pasien yang mengalami nyeri pada bagian abdomen, baik abdomen akut maupun abdomen kronik. Pada pasien post operasi sebagian besar mengalami masalah gangguan tidur terutama pada pasien post operasi mayor. Aroma terapi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR ABSTRAK BAHASA INDONESIA ABSTRAK BAHASA INGGRIS DAFTAR ISI BAB I A. Latar Belakang B. Rumusan Masalah C. Tujuan Penelitian D. Manfaat Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembedahan merupakan suatu tindakan pengobatan yang menggunakan cara invasif dengan membuka dan menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani. Pembukaan bagian tubuh ini umumnya dilakukan dengan membuat sayatan. Setelah bagian yang akan ditangani ditampilkan, selanjutnya dilakukan perbaikan yang diakhiri dengan penutupan dan penjahitan luka. (Putri & Irdiyanti, 2023). Data pasien dengan kasus pembedahan selama beberapa tahun sangat mengalami peningkatan, data WHO tahun 2018 kasus sebanyak 148 juta jiwa pasien bedah (World Health Organization, 2018). Data Kemenkes RI (2018), Indonesia dengan jumlah kasus pasien bedah terbanyak yang merupakan tindakan bedah laparatomi yaitu sebanyak 1,2 juta jiwa. (Dewiyanti et al., 2022) Berdasarkan penelitian Bintara tahun 2020, didapatkan hasil bahwa pada pasien post operasi sebagian besar mengalami masalah gangguan tidur. Penelitian Nurlela (2010) dalam Ramadhania (2022), ditemukan bahwa pada pasien post operasi mempengaruhi kualitas tidur yang disebabkan oleh faktor fisiologis (nyeri) sebesar 98,3%, psikologis (cemas) 71,7% dan lingkungan 8,9%. Menurut Rinawati (2020) pasien yang telah menjalani tindakan pembedahan membutuhkan istirahat dan tidur yang lebih banyak dalam proses penyembuhan penyakitnya dibandingkan orang yang sehat. Orang yang sakit membutuhkan istirahat dan tidur lebih banyak karena orang yang sakit membutuhkan energi untuk pemulihan, namun dengan pembedahan yang dialami membuat sulit dalam memenuhi istirahat dan memenuhi kebutuhan tidur. Akibat kualitas tidur buruk maka menurunkan sistem imun yang merupakan bentuk pertahanan tubuh dalam menangkal serangan penyakit yang masuk. Kurang tidur bisa menghancurkan sel-sel darah putih (leukosit) yang bertindak sebagai sistem kekebalan tubuh. (Putri & Irdiyanti, 2023). Aromaterapi adalah salah satu cara pengobatan penyakit dengan menggunakan bau-bauan yang umumnya berasal dari tumbuh-tumbuhan serta berbau harum, gurih dan enak yang disebut dengan minyak asiri. Aroma terapi minyak lavender diperoleh dengan cara distilasi bunga. Aroma terapi lavender mengandung Linalool asetat yang mampu mengendorkan dan melemaskan sistem kerja urat- urat saraf dan otot – otot yang tegang. Menghirup lavender meningkatkan frekuensi gelombang alfa dan keadaan ini diasosiasikan dengan bersantai (relaksasi) sehingga bisa mengobati kesulitan untuk tidur. (Ayuningtias, 2021) Lavender (Lavandula angustifolia) berasal dari famili Lamiaceae, umumnya digunakan untuk menurunkan tingkat stres, sakit kepala, luka bakar ataupun luka lecet, relaksan otot dan meningkatkan kualitas tidur (Maharianingsih et al., 2020). Aromaterapi lavender merupakan aromaterapi yang memiliki efek anti depresi dan axiolitik sehingga dapat mengurangi sekresi kortisol dari kelenjar adrenal dan dapat menghasilkan relaksasi melalui penghambatan aktivitas simpatik dan parasimpati. Aroma lavender bermanfaat untuk menurunkan keluhan sulit tidur karena aromaterapi lavender sebagian besar mengandung linalool (35%) dan linalyl asetat (51%) yang memiliki efek sedatif dan narkotik. Kedua zat ini bermanfaat untuk menenangkan, sehingga dapat membantu dalam menghilangkan kelelahan mental, pusing, ansietas, mual dan muntah, gangguan tidur, menstabilkan sistem saraf, penyembuhan penyakit, membuat perasaan senang serta tenang, meningkatkan nafsu makan dan menurunkan nyeri. (Putri & Irdiyanti, 2023). Penelitian Kamalifard et al (2018) membandingkan penggunaan aromaterapi lavender dengan bitter orange. Hasil yang didapatkan adalah aromaterapi lavender lebih signifikan untuk meningkatkan kualitas tidur dibandingkan dengan aromaterapi bitter orange karena pada aromaterapi lavender terdapat kandungan linalool yang lebih tinggi (36,2%) dibandingkan pada aromaterapi bitter orange (32%). (Maharianingsih et al., 2020) Mekanisme kerja aromaterapi yaitu dengan melalui sistem penciuman dan sistem 4 sirkulasi tubuh. Organ penciuman merupakan indra perasa berhubungan langsung dengan lingkungan luar dan menyalurkan langsung ke otak. Bau yang tercium masuk ke rongga hidung akan diterjemahkan oleh otak sebagai proses penciuman oleh sistem limbik sinyal bau dihantarkan ke hipotalamus, amigdala dan hipokampus. Selanjutnya sistem endokrin dan sistem saraf otonom akan diaktifkan hipotalamus dan kemudian sinyal dihantarkan ke amigdala yang akan mempengaruhi suasana hati, perilaku, emosi dan senang sebagai relaksasi secara psikologis. (Putri & Irdiyanti, 2023) Bau-bauan akan diingat oleh hipotalamus sebagai sesuatu yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan tergantung dengan pengalaman sebelumnya terhadap bau-bauan tersebut. Respon relaksasi menenangkan (calming), menyeimbangkan (balancing), dan efek stimulasi (stimulating) adalah hasil modulasi dari sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi yang merupakan efek aromaterapi secara psikologis. (Putri & Irdiyanti, 2023) B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana efek aromaterapi lavender dapat meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi? 2. Apa saja faktor yang mempengaruhi pola tidur pasien pasca operasi? 3. Berapa persentase tingkat keberhasilan pemberian aromaterapi lavender dapat meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi? C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Khusus a. Penulis dapat mengetahui efektifitas aromaterapi lavender pada pasien pasca operasi laparatomi dengan gangguan pola tidur. 2. Tujuan Umum a. Penulis dapat mengetahui bagaimana proses aromaterapi lavender dapat meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi b. Penulis dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola tidur pasien pasca operasi c. Penulis dapat menghitung persentase tingkat keberhasilan pemberian aromaterapi lavender dapat meningkatkan kualitas tidur pasien pasca operasi? D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Penulis Penelitian ini dapat membantu penulis mengembangkan keterampilan penelitian, seperti merancang penelitian, mengumpulkan data serta meningkatkan kemampuan kritis dalam menganalisis data dan hasil penelitian. 2. Bagi Masyarakat Penelitian ini dapat membantu meningkatkan dukungan keluarga bagi pasien pasca operasi dan dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan kesehatan bagi pasien pasca operasi. 3. Bagi Institusi Pendidikan Penelitian ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan dan kesehatan dan dapat membantu pengembangan program penelitian di institusi pendidikan.
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )