Vol. xxx, No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ Received Revised Accepted Date-Month-Year Date-Month-Year Date-Month-Year Membangun Manusia Unggul Melalui Integrasi Iptek dan Budaya di Galeri Indonesia Kaya Aura Hulwa Azzahra1); Aqnhatul Shabrina2), Muhammad Kalimas3), Yabes Elgi Panggabean4),Azzahra Chaliya Ramadhani 5), Garry Timothy6), Rayhan Anargia Saputra7), Fadil Muhammad Hindami8), Fahri Yosafat9), Dwi Desi Yayi Tarina10). Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia *Corresponding author, Aura Hulwa Azzahra , Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1 Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jl. RS. Fatmawati No.1, Pondok Labu, Jakarta Selatan, email: 2410111294@mahasiswa.upnvj.ac.id dwidesiyayitarina@upnvj.ac.id ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya pengaruh nilai-nilai budaya yang dapat diintegrasikan dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur sebagai metodenya. Untuk menganalisis data penelitian digunakan berbagai teknik, seperti menetapkan tujuan yang diinginkan, menentukan konsep-konsep kunci, memilih unit tertentu untuk dianalisis, mengumpulkan data yang berkaitan dengan topik, dan melakukan interaksi logis antara informasi yang dikumpulkan yang digunakan untuk menggambarkan hasil penelitian ini sesuai dengan maksud riset dan bertujuan untuk menanggapi masalah yang telah diidentifikasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi nilai budaya dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi iptek di dalam ruang publik interaktif di Galeri Indonesia Kaya. Integrasi ini tidak hanya memungkinkan penyelarasan dengan konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang terkini, tetapi juga mempromosikan kesadaran akan keberagaman budaya dan memberikan akses terhadap masyarakat yang lebih interaktif, inklusif, dan efektif. Hasil penelitian menegaskan bahwa Galeri Indonesia Kaya selalu berkontribusi dan bekerja keras untuk tetap konsisten dalam memberikan pertunjukan budaya setiap minggu kepada pengunjung. Selain itu, Galeri Indonesia Kaya telah memperoleh banyak hal positif dari pengunjung, berkat panel interaktif yang ada, yang memberikan edukasi tentang budaya secara menarik. Ruang Jurnal Perkotaan, Publisher: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya E-ISSN: 2615-1812 (online) | P-ISSN: 1978-9416 (print) THIS WORK IS LICENSED UNDER A CREATIVE COMMONS ATTRIBUTION 4.0 INTERNATIONAL LICENSE 1 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ publik interaktif ini mencerminkan nilai-nilai budaya dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga dapat menjadi instrumen yang kuat dalam meningkatkan mutu dan membentuk manusia unggul. Antusiasme pengunjung yang tinggi terlihat dari banyaknya orang yang datang untuk menikmati berbagai kegiatan yang diselenggarakan, menunjukkan bahwa galeri ini berhasil menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia. Keywords: Budaya Indonesia; Iptek; Pancasila; Project Based Learning ABSTRACT This research aims to explore efforts to influence cultural values that can be integrated with the continuous development of science and technology. This research uses a qualitative-descriptive method with a literature study approach as its method. To analyze the research data, various techniques were used, such as setting the desired objectives, determining key concepts, selecting specific units to analyze, collecting data related to the topic, and conducting logical interactions between the information collected which were used to describe the results of this research in accordance with the research intent and aimed to respond to the problems that had been identified. This research highlights the importance of the integration of cultural values and the development of science and technology (IPTEK) in the interactive public space at Galeri Indonesia Kaya. This integration not only enables alignment with the current social context, culture and technological developments, but also promotes awareness of cultural diversity and provides access to a more interactive, inclusive and effective society. The results confirmed that Galeri Indonesia Kaya has always contributed and worked hard to remain consistent in providing cultural performances every week to visitors. In addition, Galeri Indonesia Kaya has gained a lot of positivity from visitors, thanks to its interactive panels, which provide education about culture in an interesting way. This interactive public space reflects cultural values and utilizes the advancement of science and technology (IPTEK), so that it can be a powerful instrument in improving quality and shaping superior human beings. The high enthusiasm of visitors is evident from the number of people who come to enjoy the various activities organized, showing that this gallery has succeeded in attracting the interest of the public, especially the younger generation, to get to know and love Indonesia's rich culture. Keywords: Indonesian Culture; Science and Technology; Pancasila; Project Based Learning Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 2 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ PENDAHULUAN Bela negara memiliki arti sebuah kesetiaan terhadap negara kesatuan republik Indonesia.Bela negara adalah tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan rela berkorban demi menjamin kelangsungan hidup dan negara. Adapun tujuan bela negara itu sendiri adalah untuk mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, mempraktikkan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga identitas dan integritas negara. Menurut Moh. Mahfud MD bela negara merupakan kewajiban konstitusional bagi warga negara Indonesia sebagaimana ia menjelaskan, sebagai warga negara,dituntut untuk memiliki rasa kebangsaan (nasionalisme) atau rasa cinta yang mendalam terhadap tanah air sehingga warga negara harus siap membela dan berkorban demi kelangsungannya. Namun, pada era globalisasi saat ini upaya bela negara justru semakin memudar, bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang semakin banyak, sehingga rasa nasionalisme dan kecintaan mereka terhadap tanah air semakin berkurang tidak terkecuali pada kalangan muda. Munculnya pengaruh eksternal menyebabkan erosi budaya, serta pengaruh negatif budaya eksternal menyebabkan krisis identitas negara (Wijayanto, 2020). Namun, pengaruh globalisasi tidak selalu berdampak negatif, tetapi globalisasi juga memiliki dampak positif seperti pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saat ini. Sebagai masyarakat indonesia justru kita perlu memanfaatkan dampak positif globalisasi ini untuk menjaga identitas negara dengan memanfaatkan iptek sebagai alat untuk memperkenalkan budaya indonesia kepada masyarakat agar nilai-nilai budaya tetap terjaga. Kita tahu bahwa perkembangan iptek selalu mengalami kemajuan di berbagai aspek baik itu pendidikan, sosial budaya, dan sebagainya. Horton B, dan Chester dalam mendefinisikan iptek yakni pada pengertian ilmu pengetahuan adalah suatu upaya untuk menemukan pengetahuan yang rasional, andal, serta dapat diuji secara sistematis berdasarkan prinsip dan prosedur tertentu. Pada teknologi itu sendiri mendefinisikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan bagi kelangsungan hidup. Dengan perkembangan iptek pada masa sekarang, kecanggihannya dapat dimanfaatkan sebagai metode pendidikan budaya indonesia kepada masyarakat dan anak Indonesia yang akan menjadi generasi muda dalam pengembangan budaya berkelanjutan. Dengan demikian, pesatnya perkembangan iptek telah mampu menciptakan perubahan yang berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat terutama pada dunia pendidikan yang sedang dihadapkan pada tuntutan untuk mengembangkan kompetensi global. Oleh karena itu, upaya pengembangan iptek berbasis budaya perlu menjadi gerakan bersama menggunakan strategi kebudayaan untuk pembangunan berkelanjutan secara terus-menerus. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 3 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ Oleh karena itu, kelompok kami memutuskan untuk melakukan penelitian di Galeri Indonesia Kaya, karena Galeri Indonesia Kaya merupakan tempat yang mengimplementasikan pelestarian budaya indonesia melalui perkembangan iptek. Galeri Indonesia Kaya (GIK) adalah sebuah ruang publik yang berlokasi di Grand Indonesia, Jakarta, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi seni serta budaya Indonesia, terutama kepada generasi muda. Galeri ini menggabungkan konsep edukasi dan digital dalam bentuk edutainment, menyediakan platform bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam konteks tradisi budaya Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengelolaan iptek berkelanjutan di Galeri Indonesia Kaya dapat berkontribusi pada pembentukan kesadaran generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya Indonesia. Dengan mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari perkembangan iptek terhadap nilai-nilai bela negara dan budaya Indonesia, serta menyusun strategi penerapan iptek yang sejalan dengan pelestarian nilai-nilai bela negara. Diharapkan generasi muda dapat menjadi perantara perubahan yang aktif dalam mempromosikan nilai-nilai budaya serta menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia untuk masa depan. Pada Generasi Muda di era Globalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi dampak negatif dari arus globalisasi dengan memperkuat dan meningkatkan rasa bela negara masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dimana peneliti mengumpulkan data dari buku, artikel, atau jurnal penelitian sebelumnya dengan cara mengumpulkan data menggunakan bahan pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya menerapkan nilai-nilai budaya sebagai dasar pengembangan upaya bela negara mahasiswa Indonesia. 1. Penelitian yang dilakukan oleh Taufik Hudayanto S.Pd yang berjudul "Pengaruh Kemajuan Iptek terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam bidang sosial budaya, serta membuat strategi untuk mengatasi berbagai pengaruh negatif kemajuan iptek. 2. Penelitian yang dilakukan oleh Ariefa Efianingrum dkk yang berjudul “Membangun Sumber Daya Unggul Strategi Indonesia dan Triple Helix di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan iptek berbasis budaya untuk meningkatkan harkat kemanusiaan dan kemulian hidupnya. METODE Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Sugiyono (dalam Irawan, 2020, hlm. 26), metode deskriptif kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu keadaan objek alamiah dengan mempelajari sesuatu secara maksimal dengan tujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 4 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ menjawab dengan detail permasalahan yang diteliti. Penelitian deskriptif kualitatif menekankan pada anotasi deskriptif dengan kalimat yang lengkap, detail, dan mendalam untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya guna mendukung penyajian data (Nugrahani, 2014). Subjek penelitian ini adalah tim office Galeri Indonesia Kaya dan pengunjung Galeri Indonesia Kaya. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dengan berpedoman kepada wawancara, pengamatan langsung, dan studi pustaka. Studi pustaka sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yaitu sumber data primer dan sekunder. Data sekunder diperoleh dari jurnal, dokumen, dan website yang dapat diakses melalui internet. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan secara rinci sebagaimana disajikan pada diagram alir penelitian pada gambar 1.1 berikut ini: Gambar 1.1 Alur Penelitian Penelitian ini diawali dengan studi literatur yang bertujuan untuk memetakan secara komprehensif konteks penelitian. Penentuan Galeri Indonesia Kaya sebagai lokasi penelitian didasarkan pada relevansi tema yang berkaitan dengan konsep bela negara. Selanjutnya, akan dilakukan kajian pustaka untuk menggali secara teoritis penerapan metode penelitian berbasis project based learning dalam konteks museum. Untuk memperoleh gambaran awal mengenai kondisi objektif di lapangan, akan dilakukan survei pendahuluan yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan utama yang akan menjadi fokus penelitian. Setelah seluruh data terkumpul, langkah selanjutnya adalah membuat proposal penelitian sebagai langkah awal dalam pelaksanaan. Proposal ini akan menjadi acuan dalam pelaksanaan penelitian, mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, hingga desain Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 5 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ penelitian yang rinci. Selain itu, akan disusun instrumen penelitian yang relevan untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Tahap selanjutnya menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan review informan melalui analisis interaktif yang terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan atau verifikasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Observasi partisipatif adalah observasi yang dilakukan oleh peneliti yang terlibat langsung dalam berbagai hal yang sedang diobservasi untuk mendapat gambaran yang jelas mengenai apa yang diamati. Sedangkan untuk wawancara akan dilakukan dengan staff, seniman yang terlibat, dan pengunjung dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk memperoleh data mengenai persepsi dan pemahaman masyarakat tentang perkembangan budaya yang berbasis teknologi. Selanjutnya dilakukan dokumentasi untuk mengumpulkan data dan informasi berupa proses pelaksanaan penelitian, rencana penelitian, serta dokumentasi pada proses penelitian. Dalam penelitian ini, kami juga memperluas metode pengumpulan data dengan menambahkan teknik kuantitatif berupa kuesioner sebagai alat pengumpulan data tambahan atau eksternal. Penggunaan kuesioner ini bertujuan untuk melengkapi data yang telah dikumpulkan sebelumnya melalui metode lain, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas dan mendalam mengenai hal - hal yang diteliti, serta mengumpulkan data kuantitatif yang dapat melengkapi data kualitatif. Setelah pengumpulan data, proses selanjutnya adalah reduksi data. Mengacu pada Kusniati (2011:52), reduksi data merupakan tahap menyeleksi, memfokuskan, menyederhanakan, dan mengabstraksikan data mentah menjadi informasi yang lebih bermakna. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk yang terorganisir, seperti transkrip wawancara dan hasil analisis setiap subjek. Penyajian data ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan secara sistematis. Dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan kuesioner penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesis mengenai kontribusi pengelolaan iptek berkelanjutan di Galeri Indonesia Kaya dalam membentuk kesadaran generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan iptek tentu saja berperan penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan memperkuat upaya bela negara di kalangan masyarakat. Galeri Indonesia Kaya merupakan salah satu contoh nyata dalam pemanfaatan kemajuan teknologi untuk menyebarkan dan menghidupkan budaya Indonesia. Melalui penggunaan layar LED interaktif yang menampilkan berbagai macam informasi kebudayaan Indonesia, pengunjung dapat mengenal dan memahami lebih dalam kekayaan budaya secara visual dan mendalam. Selain itu, auditorium berkapasitas 150 orang di galeri ini menyediakan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 6 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ ruang seni pertunjukan yang menampilkan berbagai acara budaya, seperti teater, musik, pemutaran film, dan pertunjukan musikal, serta diskusi budaya, seminar, dan workshop secara gratis. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas nasional dan bentuk bela negara yang nyata. Dengan adanya teknologi, pengalaman budaya menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses, sehingga masyarakat, terutama generasi muda, semakin termotivasi untuk melestarikan dan mencintai budaya Indonesia. Hal ini juga didukung oleh wawancara yang telah kami lakukan dengan salah satu tim program dari GIK dan penyebaran kuesioner online kepada pengunjung GIK. “Galeri Indonesia Kaya merupakan salah satu program bakti budaya dari PT Djarum Foundation yang bertujuan untuk mengedukasi generasi muda dalam mempelajari budaya Indonesia dengan media yang menarik. GIK ini memiliki ruang publik yang dipenuhi LED interaktif mengenai kebudayaan Indonesia dan juga GIK memiliki auditorium yang dapat digunakkan oleh siapa saja secara gratis dengan syarat kegiatan tersebut mengandung unsur kesenian dan tentu saja dengan perizinan dari pihak GIK terlebih dahulu.” (Mas Buggy, Wawancara, Rabu 6 Oktober 2024). Bahkan selama mengelola ruang publik interaktif, tim program GIK juga menghadapi tantangan, di mana salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi dalam pelaksanaan acara, sehingga mereka berkomitmen untuk tidak pernah melewatkan atau gagal dalam menyelenggarakan kegiatan yang telah dijadwalkan setiap hari Sabtu. Dengan tekad yang kuat, mereka memastikan bahwa sejak awal dibuka, tidak ada satupun acara yang terlewatkan, dan dengan demikian, acara kesenian akan terus berlangsung setiap akhir pekan tanpa henti. Hal ini juga didukung oleh wawancara yang telah kami lakukan dengan salah satu tim program dari GIK. “Tantangan untuk GIK itu sendiri mungkin kita harus konsisten dan kita tidak pernah mis dan kelewatan acara di setiap hari sabtu, jadi dari awal buka kita tidak pernah mis atau kelewatan karena kita akan pastikan acara di setiap sabtu dan minggu acara kesenian akan terus berjalan.” ( Mas Buggy R.W, Wawancara, Rabu 6 November 2024). Upaya generasi muda dalam menjaga identitas negara melalui pelestarian budaya Indonesia di tengah perkembangan iptek dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi untuk mendekatkan diri pada akar budaya mereka. Galeri Indonesia Kaya, sebagai ruang edutainment budaya yang berbasis teknologi digital, menyediakan platform di mana generasi muda dapat mengakses, mempelajari, dan meresapi kekayaan budaya nusantara Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 7 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ dengan cara yang interaktif dan modern. Generasi muda dapat berpartisipasi dengan menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan di galeri ini, seperti pameran alat musik tradisional, baju adat, mainan tradisional, serta informasi mengenai kuliner, pariwisata, dan kesenian. Selain itu, generasi muda dapat berperan lebih jauh dengan mengembangkan dan memperluas inisiatif serupa, menciptakan program digital dan acara interaktif yang mengintegrasikan teknologi dan elemen budaya. Dengan cara ini, mereka tidak hanya melestarikan dan mempromosikan budaya, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap identitas nasional serta mendorong rasa cinta tanah air di tengah dinamika globalisasi yang semakin pesat. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pengunjung mengenai peran ruang publik budaya di Galeri Indonesia Kaya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan upaya bela negara, khususnya bagi pengunjung Galeri Indonesia Kaya, individu tersebut menggambarkan bahwa mereka memperoleh banyak manfaat saat berkunjung ke Galeri Indonesia Kaya. Menurut informan yang dipilih oleh peneliti, mereka merasa sangat nyaman dan interaktif dengan perkembangan teknologi di Galeri Indonesia Kaya (GIK) , seperti layar sentuh, sehingga pengunjung terutama pengunjung anak-anak dapat menjadikan GIK sebagai media belajar yang menarik untuk terus mengenal budaya-budaya yang ada Indonesia. “Bagian display yang terdapat di Galeri Indonesia Kaya sangat edukatif dan buat anak-anak mengenal budaya Indonesia lebih menyenangkan. Kalau di museum lain lebih banyak terdapat fanel yang dua dimensi informasi tertulis sedangkan Galeri Indonesia Kaya lebih banyak interaktifnya seperti memperkenalkan baju daerah dengan sensor dan bisa menotice kita yang ada di sini dengan sambutan selamat datang sehingga anakku yang berumur tujuh tahun betah. Tidak hanya itu ada display touch screen makanan daerah di Indonesia dan main pesawat-pesawatan untuk melihat pulau yang ada di Indonesia sehingga Galeri Indonesia Kaya menarik banget untuk dijadikan media belajar.” (Informan 1, Ibu Bella, Wawancara, Sabtu 19 Oktober 2024). Bahkan informan merekomendasikan kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak yang bersekolah di tingkat dasar, untuk dapat berkunjung ke Galeri Indonesia Kaya untuk berinteraktif langsung dengan panel-panel budaya dan mengikuti acara pertunjukan yang diselenggarakan setiap sabtu dan minggu karena acara tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar sambil bermain. Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan efektif, sehingga anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan secara formal, tetapi juga menikmati pengalaman belajar yang interaktif dan kreatif. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 8 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ “Sangat merekomendasikan ruang publik Galeri Indonesia Kaya kepada masyarakat terutama anak-anak yang sekolah dasar jadi bisa belajar sambil bermain.” ( Ibu Susi, Wawancara, Sabtu 19 Oktober 2024) Berdasarkan hasil penelitian wawancara, permasalahan 1 dan 2 dalam penelitian ini sudah terjawab. Sebagai salah satu bentuk bela negara, pengaruh perkembangan IPTEK di Galeri Indonesia Kaya dalam melestarikan budaya Indonesia sangat berkontribusi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga identitas bangsa. Banyak masyarakat, terutama generasi muda, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk belajar tentang budaya Indonesia di dalam ruang publik Galeri Indonesia Kaya. Galeri ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ruang publik, tetapi juga sebagai wadah edukasi yang mengintegrasikan teknologi digital untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia dengan cara yang menarik dan interaktif. Melalui berbagai program yang ditawarkan, seperti pertunjukan seni, workshop, dan pameran interaktif, generasi muda dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai tradisi dan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia. Dengan fasilitas modern dan konsep edutainment yang diterapkan, Galeri Indonesia Kaya berhasil menarik perhatian anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan budaya mereka. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal tetapi juga membangun rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. Dengan demikian, Galeri Indonesia Kaya berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pelestarian budaya di kalangan generasi muda, menjadikannya sebagai salah satu bentuk nyata dari upaya menjaga identitas budaya bangsa. Untuk memperkuat analisis pengolahan data, kami menggunakan metode tambahan dengan metode survey. Metode ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang terdiri dari beberapa pertanyaan yang diajukan dalam bentuk formulir online (Google Form). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat poin skala Likert. Pengguna akan diminta menilai website untuk kualitas masing masing menggunakan skala dengan simbol 4/SS (Sangat Setuju), 3/S (Setuju), 2/CS (Cukup Setuju), dan 1/TS (Tidak Setuju). Skala sengaja dibuat genap untuk menghindari kecenderungan responden yang bersikap netral. Tahapan dari perancangan kuesioner adalah menemukan pertanyaan tentang biodata responden dan pertanyaan yang diambil dari indikator-indikator variabel penelitian. Kuesioner dalam penelitian ini disusun sesuai dengan indikator webqual 4.0 terdiri dari 7 pertanyaan dan terbagi dalam 3 dimensi. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 9 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ Kategori Kualitas Pemanfaatan Iptek Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya Kualitas Edukasi Pengunjung Variabel yang diukur Skor jawaban Item SS S CS TS Penggunaan media digital di Galeri Indonesia Kaya membuat pembelajaran kebudayaan lebih menarik dan relevan dengan zaman sekarang. 12 7 1 0 Q1 Media digital di Galeri Indonesia Kaya membuat informasi tentang budaya lebih mudah diakses dan dipahami oleh generasi muda. 11 8 1 0 Q2 Strategi edukasi yang fleksibel dan adaptif di Galeri Indonesia Kaya cocok untuk menghadapi era digital masa depan yang kompleks. 11 6 2 1 Q3 Upaya Galeri Indonesia Kaya untuk melestarikan warisan budaya Indonesia Melalui teknologi digital merupakan contoh implementasi pancasila dalam praktik edukasi. 12 7 1 0 Q4 Kegiatan di Galeri Indonesia Kaya, yang menggabungkan unsur budaya dan teknologi, memberikan pengalaman yang lebih kaya dan berkontribusi pada pengembangan karakter dan keterampilan generasi muda. 9 9 1 1 Q5 Fasilitas virtual tour di Galeri Indonesia Kaya memungkinkan pengunjung dari segala usia untuk mempelajari kebudayaan Indonesia tanpa batasan geografis 9 9 1 1 Q6 Program-program edukatif di Galeri Indonesia Kaya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang sesuai dengan prinsip Pancasila. 13 6 1 0 Q7 Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Pemanfaatan Iptek sudah menjawab permasalahan 1 mengenai pengaruh perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai nilai budaya dan upaya bela negara di kalangan masyarakat. Pada dimensi Kualitas Pemanfaatan Iptek respon Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 10 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa Setuju bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki kualitas pemanfaatan iptek yang baik, yaitu kurang lebih sebanyak 0,3 responden menyatakan Sangat Tidak Setuju, 1,3 responden menyatakan Cukup Setuju, 7,0 responden menyatakan Setuju dan 11,3 responden menyatakan Sangat Setuju. Gambar 1.2 Grafik Kualitas Pemanfaatan Iptek Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya sudah menjawab permasalahan 1 mengenai pengaruh perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai nilai budaya dan upaya bela negara di kalangan masyarakat. Pada dimensi Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya respon terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa Setuju bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya yang baik, yaitu kurang lebih sebanyak 0.5 responden menyatakan Tidak Setuju, 1,0 responden menyatakan Cukup Setuju, 8,0 responden menyatakan Setuju dan 10,5 responden menyatakan Sangat Setuju. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 11 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ Gambar 1.3 Grafik Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Edukasi Masyarakat sudah menjawab permasalahan 2 mengenai upaya generasi muda untuk menjaga identitas negara dengan melestarikan budaya indonesia dalam perkembangan iptek. Pada dimensi Kualitas Edukasi Pengunjung respon terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar pengunjung merasa Setuju bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki kualitas kegunaan yang baik, yaitu kurang lebih sebanyak 0,5 responden menyatakan Tidak Setuju, 1,0 responden menyatakan Cukup Setuju, 7,5 responden menyatakan Setuju dan 10,5 responden menyatakan Sangat Setuju. Gambar 1.4 Grafik Kualitas Edukasi Masyarakat Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 12 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ Pada perbandingan 3 dimensi di atas dapat dilihat kesamaan pola dimana tiap variabel yaitu Kualitas Pemanfaatan Iptek, Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya, dan Kualitas Edukasi Pengunjung menunjukan bahwa tingkat kepuasan responden cukup tinggi yaitu SETUJU. KESIMPULAN Dengan adanya program Galeri Indonesia Kaya yang memfasilitaskan para seniman untuk menampilkan seninya dalam teater GIK dan media digital yang menampilkan visualisasi keindahan dan keberagaman tentang budaya Indonesia yang disuguhkan kepada pengunjung secara gratis, sehingga para seniman dan pengunjung dapat memahami pentingnya melestarikan dan mengapresiasi budaya Indonesia dalam menjaga identitas negara. Hal tersebut telah membuktikan bahwa pada permasalahan 1 mengenai pengaruh perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan upaya bela negara di kalangan masyarakat telah tercapai. Dari hasil observasi serta wawancara yang telah dilakukan, banyak para seniman muda yang mengapresiasi budaya dengan mempertunjukan bakat seni budaya Indonesia, seperti tarian adat, drama legenda, musikalisasi, puisi, pantun, dan berbagai macam pertunjukan tentang budaya Indonesia yang telah dilakukan di teater GIK, serta tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pengunjung dalam menikmati seni budaya Indonesia dan mempelajari berbagai macam tampilan tampilan menarik di GIK membuat pengunjung termotivasi untuk semakin mencintai kebudayaan Indonesia serta melestarikannya dalam upaya menjaga identitas negara. Hal tersebut telah membuktikan pada permasalahan 2 mengenai upaya generasi muda untuk menjaga identitas negara dengan melestarikan budaya indonesia dalam perkembangan iptek telah tercapai. KONFLIK KEPENTINGAN Penulis menyatakan tidak adanya konflik kepentingan dalam artikel ini. DAFTAR PUSTAKA Monoarfa, M., Sinaga, A. V., & Wizerti, W. A. S. (2024). Integrasi Nilai Budaya dan Perkembangan IPTEK dalam Pengembangan Kurikulum. Publikasi Pendidikan, 14(1), 91. https://doi.org/10.26858/publikan.v14i1.62824 Nazhifa R, Putra G, Alvito HR, Tarina DDY (2023). Partisipasi Generasi Muda dalam Program Bela Negara sebagai Wujud Cinta Tanah Air. Jurnal Kepempimpinan. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 13 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/102915767/Jurnal_Partisipasi_Generasi _Muda_dalam_Program_Bela_Negara_sebagai_Wujud_Cinta_Tanah_Air_1_. docx Saputro, R. dan Najicha, F.U. (2022) Penerapan Rasa Bela Negara Pada Generasi Muda Di Era Globalisasi. https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP IPS/article/view/7715/4032 Efianingrum, A. (2020) Pengembangan Iptek Berbasis Budaya, Media Aspirasi Konstitusi. https://www.mpr.go.id/img/jurnal/file/1618379709_file_mpr.pdf#page=10 Nuraeni Irawati & Dewi Dinie Anggraeni. (2022). Peranan Pancasila Sebagai Landasan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/4003/3336/7615 Nikmah, Awaliyatun dan Shofwan, Iman (2023). Penerapan metode Dan Strategi Pembelajaran Seni Pada anak usia Dini. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/366523596_Penerapan_Metode_dan _Strategi_Pembelajaran_Seni_pada_Anak_Usia_Dini Tasli, M. A., dkk (2017) Proposal project based learning KMB II-1, Scribd. Surabaya.Tersediadi : https://id.scribd.com/document/355500914/PROPOSAL-Project-Based-Learni ng-KMB-II-1 Ridha, M. R., Zuhdi, M., & Ayub, S. (2022). Pengembangan Perangkat Pembelajaran PjBL berbasis STEM dalam Meningkatkan Kreativitas Fisika Peserta Didik. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1). https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.447 Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling. Quanta, 2(2). https://ejournal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/quanta/article/download/1641/9 11 Bagus, Muhammad. (2017). Proposal Based Learning KMB II-1, Scribd Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 14 Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/ https://id.scribd.com/document/355500914/PROPOSAL-Project-Based-Learni ng-KMB-II-1 Wijanarko, Dian Bagus. (2014). Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Mata Pelajaran Teknik Kerja Bengkel Terhadap Hasil Belajar Kelas. ePrints@UNY. https://eprints.uny.ac.id/26212/1/Dian%20bagus%20Wijana%20rko%2010518 241027.pdf Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya Pendidika Bagi Manusia. Jurnal Buana Pengabdian, 1(1), 66-72. https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/JurnalBuanaPengabdian/article/vi ew/581/537 Muhardi, M. (2004). Kontribusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas bangsa Indonesia.Jurnal Sosial dan Pembangunan, 20(4), 478-492. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/153 Nugraha, D. (2020). Urgensi Pendidikan Multikultural di Indonesia. Jurnal Pendidikan PKN (Pancasila Dan Kewarganegaraan), 1(2), 140-149. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPPKn/article/view/40809 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 15