Uploaded by Aqnhatul Shabrina

Integrasi IPTEK dan Budaya di Galeri Indonesia Kaya

advertisement
Vol. xxx, No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
Received
Revised
Accepted
Date-Month-Year
Date-Month-Year
Date-Month-Year
Membangun Manusia Unggul Melalui Integrasi Iptek dan
Budaya di Galeri Indonesia Kaya
Aura Hulwa Azzahra1); Aqnhatul Shabrina2), Muhammad Kalimas3), Yabes Elgi
Panggabean4),Azzahra Chaliya Ramadhani 5), Garry Timothy6), Rayhan Anargia
Saputra7), Fadil Muhammad Hindami8), Fahri Yosafat9), Dwi Desi Yayi Tarina10).
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia
*Corresponding author, Aura Hulwa Azzahra , Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi S1
Manajemen, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Jl. RS. Fatmawati No.1,
Pondok Labu, Jakarta Selatan, email: 2410111294@mahasiswa.upnvj.ac.id
dwidesiyayitarina@upnvj.ac.id
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya pengaruh nilai-nilai budaya yang
dapat diintegrasikan dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur
sebagai metodenya. Untuk menganalisis data penelitian digunakan berbagai teknik, seperti
menetapkan tujuan yang diinginkan, menentukan konsep-konsep kunci, memilih unit
tertentu untuk dianalisis, mengumpulkan data yang berkaitan dengan topik, dan melakukan
interaksi logis antara informasi yang dikumpulkan yang digunakan untuk menggambarkan
hasil penelitian ini sesuai dengan maksud riset dan bertujuan untuk menanggapi masalah
yang telah diidentifikasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi nilai budaya dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi iptek di dalam ruang publik interaktif di
Galeri Indonesia Kaya. Integrasi ini tidak hanya memungkinkan penyelarasan dengan
konteks sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang terkini, tetapi juga
mempromosikan kesadaran akan keberagaman budaya dan memberikan akses terhadap
masyarakat yang lebih interaktif, inklusif, dan efektif. Hasil penelitian menegaskan bahwa
Galeri Indonesia Kaya selalu berkontribusi dan bekerja keras untuk tetap konsisten dalam
memberikan pertunjukan budaya setiap minggu kepada pengunjung. Selain itu, Galeri
Indonesia Kaya telah memperoleh banyak hal positif dari pengunjung, berkat panel
interaktif yang ada, yang memberikan edukasi tentang budaya secara menarik. Ruang
Jurnal Perkotaan, Publisher: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
E-ISSN: 2615-1812 (online) | P-ISSN: 1978-9416 (print)
THIS WORK IS LICENSED UNDER A CREATIVE COMMONS ATTRIBUTION 4.0 INTERNATIONAL LICENSE
1
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
publik interaktif ini mencerminkan nilai-nilai budaya dan memanfaatkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga dapat menjadi instrumen yang kuat dalam
meningkatkan mutu dan membentuk manusia unggul. Antusiasme pengunjung yang tinggi
terlihat dari banyaknya orang yang datang untuk menikmati berbagai kegiatan yang
diselenggarakan, menunjukkan bahwa galeri ini berhasil menarik minat masyarakat,
terutama generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai kekayaan budaya Indonesia.
Keywords: Budaya Indonesia; Iptek; Pancasila; Project Based Learning
ABSTRACT
This research aims to explore efforts to influence cultural values that can be integrated with
the continuous development of science and technology. This research uses a
qualitative-descriptive method with a literature study approach as its method. To analyze
the research data, various techniques were used, such as setting the desired objectives,
determining key concepts, selecting specific units to analyze, collecting data related to the
topic, and conducting logical interactions between the information collected which were
used to describe the results of this research in accordance with the research intent and
aimed to respond to the problems that had been identified. This research highlights the
importance of the integration of cultural values and the development of science and
technology (IPTEK) in the interactive public space at Galeri Indonesia Kaya. This
integration not only enables alignment with the current social context, culture and
technological developments, but also promotes awareness of cultural diversity and provides
access to a more interactive, inclusive and effective society. The results confirmed that
Galeri Indonesia Kaya has always contributed and worked hard to remain consistent in
providing cultural performances every week to visitors. In addition, Galeri Indonesia Kaya
has gained a lot of positivity from visitors, thanks to its interactive panels, which provide
education about culture in an interesting way. This interactive public space reflects cultural
values and utilizes the advancement of science and technology (IPTEK), so that it can be a
powerful instrument in improving quality and shaping superior human beings. The high
enthusiasm of visitors is evident from the number of people who come to enjoy the various
activities organized, showing that this gallery has succeeded in attracting the interest of the
public, especially the younger generation, to get to know and love Indonesia's rich culture.
Keywords: Indonesian Culture; Science and Technology; Pancasila; Project Based
Learning
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
2
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
PENDAHULUAN
Bela negara memiliki arti sebuah kesetiaan terhadap negara kesatuan republik
Indonesia.Bela negara adalah tekad, sikap, dan perilaku warga negara yang dijiwai
oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan
pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan rela berkorban demi menjamin
kelangsungan hidup dan negara. Adapun tujuan bela negara itu sendiri adalah untuk
mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, mempraktikkan
nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga identitas dan integritas
negara. Menurut Moh. Mahfud MD bela negara merupakan kewajiban konstitusional bagi
warga negara Indonesia sebagaimana ia menjelaskan, sebagai warga negara,dituntut
untuk memiliki rasa kebangsaan (nasionalisme) atau rasa cinta yang mendalam
terhadap tanah air sehingga warga negara harus siap membela dan berkorban demi
kelangsungannya.
Namun, pada era globalisasi saat ini upaya bela negara justru semakin memudar,
bangsa Indonesia menghadapi tantangan yang semakin banyak, sehingga rasa
nasionalisme dan kecintaan mereka terhadap tanah air semakin berkurang tidak terkecuali
pada kalangan muda. Munculnya pengaruh eksternal menyebabkan erosi budaya, serta
pengaruh negatif budaya eksternal menyebabkan krisis identitas negara (Wijayanto,
2020). Namun, pengaruh globalisasi tidak selalu berdampak negatif, tetapi globalisasi juga
memiliki dampak positif seperti pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek) saat ini. Sebagai masyarakat indonesia justru kita perlu memanfaatkan
dampak positif globalisasi ini untuk menjaga identitas negara dengan memanfaatkan iptek
sebagai alat untuk memperkenalkan budaya indonesia kepada masyarakat agar nilai-nilai
budaya tetap terjaga. Kita tahu bahwa perkembangan iptek selalu mengalami kemajuan di
berbagai aspek baik itu pendidikan, sosial budaya, dan sebagainya.
Horton B, dan Chester dalam mendefinisikan iptek yakni pada pengertian ilmu
pengetahuan adalah suatu upaya untuk menemukan pengetahuan yang rasional, andal, serta
dapat diuji secara sistematis berdasarkan prinsip dan prosedur tertentu. Pada teknologi itu
sendiri mendefinisikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan bagi kelangsungan hidup.
Dengan perkembangan iptek pada masa sekarang, kecanggihannya dapat dimanfaatkan
sebagai metode pendidikan budaya indonesia kepada masyarakat dan anak Indonesia yang
akan menjadi generasi muda dalam pengembangan budaya berkelanjutan. Dengan
demikian, pesatnya perkembangan iptek telah mampu menciptakan perubahan yang
berpengaruh langsung pada kehidupan masyarakat terutama pada dunia pendidikan yang
sedang dihadapkan pada tuntutan untuk mengembangkan kompetensi global. Oleh karena
itu, upaya pengembangan iptek berbasis budaya perlu menjadi gerakan bersama
menggunakan strategi kebudayaan untuk pembangunan berkelanjutan secara
terus-menerus.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
3
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
Oleh karena itu, kelompok kami memutuskan untuk melakukan penelitian di Galeri
Indonesia Kaya, karena Galeri Indonesia Kaya merupakan tempat yang
mengimplementasikan pelestarian budaya indonesia melalui perkembangan iptek. Galeri
Indonesia Kaya (GIK) adalah sebuah ruang publik yang berlokasi di Grand Indonesia,
Jakarta, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengapresiasi seni serta budaya
Indonesia, terutama kepada generasi muda. Galeri ini menggabungkan konsep edukasi dan
digital dalam bentuk edutainment, menyediakan platform bagi masyarakat untuk
mengekspresikan kreativitas mereka dalam konteks tradisi budaya Nusantara.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana pengelolaan iptek
berkelanjutan di Galeri Indonesia Kaya dapat berkontribusi pada pembentukan kesadaran
generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya Indonesia. Dengan
mengidentifikasi dampak positif dan negatif dari perkembangan iptek terhadap nilai-nilai
bela negara dan budaya Indonesia, serta menyusun strategi penerapan iptek yang sejalan
dengan pelestarian nilai-nilai bela negara. Diharapkan generasi muda dapat menjadi
perantara perubahan yang aktif dalam mempromosikan nilai-nilai budaya serta menjaga
kelestarian alam dan budaya Indonesia untuk masa depan.
Pada Generasi Muda di era Globalisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengurangi dampak negatif dari arus globalisasi dengan memperkuat dan meningkatkan
rasa bela negara masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan
dimana peneliti mengumpulkan data dari buku, artikel, atau jurnal penelitian sebelumnya
dengan cara mengumpulkan data menggunakan bahan pustaka. Hasil penelitian ini
menunjukkan pentingnya menerapkan nilai-nilai budaya sebagai dasar pengembangan
upaya bela negara mahasiswa Indonesia.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Taufik Hudayanto S.Pd yang berjudul "Pengaruh
Kemajuan Iptek terhadap Negara kesatuan Republik Indonesia". Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi pengaruh negatif kemajuan iptek dalam bidang sosial budaya, serta
membuat strategi untuk mengatasi berbagai pengaruh negatif kemajuan iptek.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Ariefa Efianingrum dkk yang berjudul “Membangun
Sumber Daya Unggul Strategi Indonesia dan Triple Helix di Indonesia”. Tujuan dari
penelitian ini adalah mendeskripsikan pengembangan iptek berbasis budaya untuk
meningkatkan harkat kemanusiaan dan kemulian hidupnya.
METODE
Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut
Sugiyono (dalam Irawan, 2020, hlm. 26), metode deskriptif kualitatif adalah metode
penelitian yang digunakan untuk meneliti suatu keadaan objek alamiah dengan mempelajari
sesuatu secara maksimal dengan tujuan untuk menggambarkan, menjelaskan, dan
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
4
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
menjawab dengan detail permasalahan yang diteliti. Penelitian deskriptif kualitatif
menekankan pada anotasi deskriptif dengan kalimat yang lengkap, detail, dan mendalam
untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya guna mendukung penyajian data
(Nugrahani, 2014). Subjek penelitian ini adalah tim office Galeri Indonesia Kaya dan
pengunjung Galeri Indonesia Kaya.
Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data dengan berpedoman kepada
wawancara, pengamatan langsung, dan studi pustaka. Studi pustaka sumber data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, yaitu sumber data primer dan
sekunder. Data sekunder diperoleh dari jurnal, dokumen, dan website yang dapat diakses
melalui internet. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan secara rinci sebagaimana
disajikan pada diagram alir penelitian pada gambar 1.1 berikut ini:
Gambar 1.1 Alur Penelitian
Penelitian ini diawali dengan studi literatur yang bertujuan untuk memetakan secara
komprehensif konteks penelitian. Penentuan Galeri Indonesia Kaya sebagai lokasi
penelitian didasarkan pada relevansi tema yang berkaitan dengan konsep bela negara.
Selanjutnya, akan dilakukan kajian pustaka untuk menggali secara teoritis penerapan
metode penelitian berbasis project based learning dalam konteks museum. Untuk
memperoleh gambaran awal mengenai kondisi objektif di lapangan, akan dilakukan survei
pendahuluan yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan utama yang akan menjadi
fokus penelitian.
Setelah seluruh data terkumpul, langkah selanjutnya adalah membuat proposal
penelitian sebagai langkah awal dalam pelaksanaan. Proposal ini akan menjadi acuan dalam
pelaksanaan penelitian, mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian, hingga desain
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
5
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
penelitian yang rinci. Selain itu, akan disusun instrumen penelitian yang relevan untuk
mengumpulkan data yang diperlukan. Tahap selanjutnya menggunakan triangulasi sumber,
teknik, dan review informan melalui analisis interaktif yang terdiri dari empat tahap, yaitu:
(1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan simpulan atau
verifikasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi,
wawancara mendalam, serta dokumentasi. Observasi partisipatif adalah observasi yang
dilakukan oleh peneliti yang terlibat langsung dalam berbagai hal yang sedang diobservasi
untuk mendapat gambaran yang jelas mengenai apa yang diamati. Sedangkan untuk
wawancara akan dilakukan dengan staff, seniman yang terlibat, dan pengunjung dengan
latar belakang yang berbeda-beda untuk memperoleh data mengenai persepsi dan
pemahaman masyarakat tentang perkembangan budaya yang berbasis teknologi.
Selanjutnya dilakukan dokumentasi untuk mengumpulkan data dan informasi berupa proses
pelaksanaan penelitian, rencana penelitian, serta dokumentasi pada proses penelitian.
Dalam penelitian ini, kami juga memperluas metode pengumpulan data dengan
menambahkan teknik kuantitatif berupa kuesioner sebagai alat pengumpulan data tambahan
atau eksternal. Penggunaan kuesioner ini bertujuan untuk melengkapi data yang telah
dikumpulkan sebelumnya melalui metode lain, sehingga dapat memberikan gambaran yang
lebih luas dan mendalam mengenai hal - hal yang diteliti, serta mengumpulkan data
kuantitatif yang dapat melengkapi data kualitatif.
Setelah pengumpulan data, proses selanjutnya adalah reduksi data. Mengacu pada
Kusniati (2011:52), reduksi data merupakan tahap menyeleksi, memfokuskan,
menyederhanakan, dan mengabstraksikan data mentah menjadi informasi yang lebih
bermakna. Data yang telah direduksi kemudian disajikan dalam bentuk yang terorganisir,
seperti transkrip wawancara dan hasil analisis setiap subjek. Penyajian data ini
memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan secara sistematis. Dengan
membandingkan hasil observasi, wawancara, dan kuesioner penelitian ini bertujuan untuk
menguji hipotesis mengenai kontribusi pengelolaan iptek berkelanjutan di Galeri Indonesia
Kaya dalam membentuk kesadaran generasi muda tentang pentingnya melestarikan budaya
Indonesia.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perkembangan iptek tentu saja berperan penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya
dan memperkuat upaya bela negara di kalangan masyarakat. Galeri Indonesia Kaya
merupakan salah satu contoh nyata dalam pemanfaatan kemajuan teknologi untuk
menyebarkan dan menghidupkan budaya Indonesia. Melalui penggunaan layar LED
interaktif yang menampilkan berbagai macam informasi kebudayaan Indonesia,
pengunjung dapat mengenal dan memahami lebih dalam kekayaan budaya secara visual
dan mendalam. Selain itu, auditorium berkapasitas 150 orang di galeri ini menyediakan
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
6
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
ruang seni pertunjukan yang menampilkan berbagai acara budaya, seperti teater, musik,
pemutaran film, dan pertunjukan musikal, serta diskusi budaya, seminar, dan workshop
secara gratis. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian budaya, tetapi juga
menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai
bagian dari identitas nasional dan bentuk bela negara yang nyata. Dengan adanya teknologi,
pengalaman budaya menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses, sehingga
masyarakat, terutama generasi muda, semakin termotivasi untuk melestarikan dan
mencintai budaya Indonesia. Hal ini juga didukung oleh wawancara yang telah kami
lakukan dengan salah satu tim program dari GIK dan penyebaran kuesioner online kepada
pengunjung GIK.
“Galeri Indonesia Kaya merupakan salah satu program bakti budaya dari PT Djarum
Foundation yang bertujuan untuk mengedukasi generasi muda dalam mempelajari budaya
Indonesia dengan media yang menarik. GIK ini memiliki ruang publik yang dipenuhi LED
interaktif mengenai kebudayaan Indonesia dan juga GIK memiliki auditorium yang dapat
digunakkan oleh siapa saja secara gratis dengan syarat kegiatan tersebut mengandung
unsur kesenian dan tentu saja dengan perizinan dari pihak GIK terlebih dahulu.” (Mas
Buggy, Wawancara, Rabu 6 Oktober 2024).
Bahkan selama mengelola ruang publik interaktif, tim program GIK juga menghadapi
tantangan, di mana salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi dalam
pelaksanaan acara, sehingga mereka berkomitmen untuk tidak pernah melewatkan atau
gagal dalam menyelenggarakan kegiatan yang telah dijadwalkan setiap hari Sabtu. Dengan
tekad yang kuat, mereka memastikan bahwa sejak awal dibuka, tidak ada satupun acara
yang terlewatkan, dan dengan demikian, acara kesenian akan terus berlangsung setiap akhir
pekan tanpa henti. Hal ini juga didukung oleh wawancara yang telah kami lakukan dengan
salah satu tim program dari GIK.
“Tantangan untuk GIK itu sendiri mungkin kita harus konsisten dan kita tidak pernah mis
dan kelewatan acara di setiap hari sabtu, jadi dari awal buka kita tidak pernah mis atau
kelewatan karena kita akan pastikan acara di setiap sabtu dan minggu acara kesenian akan
terus berjalan.” ( Mas Buggy R.W, Wawancara, Rabu 6 November 2024).
Upaya generasi muda dalam menjaga identitas negara melalui pelestarian budaya
Indonesia di tengah perkembangan iptek dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi
untuk mendekatkan diri pada akar budaya mereka. Galeri Indonesia Kaya, sebagai ruang
edutainment budaya yang berbasis teknologi digital, menyediakan platform di mana
generasi muda dapat mengakses, mempelajari, dan meresapi kekayaan budaya nusantara
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
7
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
dengan cara yang interaktif dan modern. Generasi muda dapat berpartisipasi dengan
menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan di galeri ini, seperti pameran alat musik
tradisional, baju adat, mainan tradisional, serta informasi mengenai kuliner, pariwisata, dan
kesenian. Selain itu, generasi muda dapat berperan lebih jauh dengan mengembangkan dan
memperluas inisiatif serupa, menciptakan program digital dan acara interaktif yang
mengintegrasikan teknologi dan elemen budaya. Dengan cara ini, mereka tidak hanya
melestarikan dan mempromosikan budaya, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap
identitas nasional serta mendorong rasa cinta tanah air di tengah dinamika globalisasi yang
semakin pesat.
Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa pengunjung mengenai peran ruang
publik budaya di Galeri Indonesia Kaya dalam melestarikan nilai-nilai budaya dan upaya
bela negara, khususnya bagi pengunjung Galeri Indonesia Kaya, individu tersebut
menggambarkan bahwa mereka memperoleh banyak manfaat saat berkunjung ke Galeri
Indonesia Kaya. Menurut informan yang dipilih oleh peneliti, mereka merasa sangat
nyaman dan interaktif dengan perkembangan teknologi di Galeri Indonesia Kaya (GIK) ,
seperti layar sentuh, sehingga pengunjung terutama pengunjung anak-anak dapat
menjadikan GIK sebagai media belajar yang menarik untuk terus mengenal budaya-budaya
yang ada Indonesia.
“Bagian display yang terdapat di Galeri Indonesia Kaya sangat edukatif dan buat
anak-anak mengenal budaya Indonesia lebih menyenangkan. Kalau di museum lain lebih
banyak terdapat fanel yang dua dimensi informasi tertulis sedangkan Galeri Indonesia
Kaya lebih banyak interaktifnya seperti memperkenalkan baju daerah dengan sensor dan
bisa menotice kita yang ada di sini dengan sambutan selamat datang sehingga anakku yang
berumur tujuh tahun betah. Tidak hanya itu ada display touch screen makanan daerah di
Indonesia dan main pesawat-pesawatan untuk melihat pulau yang ada di Indonesia
sehingga Galeri Indonesia Kaya menarik banget untuk dijadikan media belajar.” (Informan
1, Ibu Bella, Wawancara, Sabtu 19 Oktober 2024).
Bahkan informan merekomendasikan kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak
yang bersekolah di tingkat dasar, untuk dapat berkunjung ke Galeri Indonesia Kaya untuk
berinteraktif langsung dengan panel-panel budaya dan mengikuti acara pertunjukan yang
diselenggarakan setiap sabtu dan minggu karena acara tersebut memberikan kesempatan
bagi mereka untuk belajar sambil bermain. Dengan cara ini, proses pembelajaran menjadi
lebih menyenangkan dan efektif, sehingga anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan
secara formal, tetapi juga menikmati pengalaman belajar yang interaktif dan kreatif.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
8
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
“Sangat merekomendasikan ruang publik Galeri Indonesia Kaya kepada masyarakat
terutama anak-anak yang sekolah dasar jadi bisa belajar sambil bermain.” ( Ibu Susi,
Wawancara, Sabtu 19 Oktober 2024)
Berdasarkan hasil penelitian wawancara, permasalahan 1 dan 2 dalam penelitian
ini sudah terjawab. Sebagai salah satu bentuk bela negara, pengaruh perkembangan IPTEK
di Galeri Indonesia Kaya dalam melestarikan budaya Indonesia sangat berkontribusi bagi
masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga identitas bangsa. Banyak
masyarakat, terutama generasi muda, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk belajar
tentang budaya Indonesia di dalam ruang publik Galeri Indonesia Kaya. Galeri ini tidak
hanya berfungsi sebagai tempat ruang publik, tetapi juga sebagai wadah edukasi yang
mengintegrasikan teknologi digital untuk memperkenalkan dan melestarikan kebudayaan
Indonesia dengan cara yang menarik dan interaktif.
Melalui berbagai program yang ditawarkan, seperti pertunjukan seni, workshop, dan
pameran interaktif, generasi muda dapat lebih mudah mengakses informasi mengenai
tradisi dan nilai-nilai budaya yang ada di Indonesia. Dengan fasilitas modern dan konsep
edutainment yang diterapkan, Galeri Indonesia Kaya berhasil menarik perhatian anak muda
untuk berpartisipasi aktif dalam melestarikan budaya mereka. Kegiatan-kegiatan ini tidak
hanya meningkatkan pengetahuan generasi muda tentang budaya lokal tetapi juga
membangun rasa bangga terhadap identitas budaya mereka. Dengan demikian, Galeri
Indonesia Kaya berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung
pelestarian budaya di kalangan generasi muda, menjadikannya sebagai salah satu bentuk
nyata dari upaya menjaga identitas budaya bangsa.
Untuk memperkuat analisis pengolahan data, kami menggunakan metode tambahan
dengan metode survey. Metode ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang
terdiri dari beberapa pertanyaan yang diajukan dalam bentuk formulir online (Google
Form). Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat poin skala
Likert. Pengguna akan diminta menilai website untuk kualitas masing masing
menggunakan skala dengan simbol 4/SS (Sangat Setuju), 3/S (Setuju), 2/CS (Cukup
Setuju), dan 1/TS (Tidak Setuju). Skala sengaja dibuat genap untuk menghindari
kecenderungan responden yang bersikap netral.
Tahapan dari perancangan kuesioner adalah menemukan pertanyaan tentang biodata
responden dan pertanyaan yang diambil dari indikator-indikator variabel penelitian.
Kuesioner dalam penelitian ini disusun sesuai dengan indikator webqual 4.0 terdiri dari 7
pertanyaan dan terbagi dalam 3 dimensi.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
9
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
Kategori
Kualitas
Pemanfaatan
Iptek
Kualitas
Integrasi Iptek
dan Budaya
Kualitas
Edukasi
Pengunjung
Variabel yang diukur
Skor jawaban
Item
SS
S
CS
TS
Penggunaan media digital di Galeri Indonesia Kaya
membuat pembelajaran kebudayaan lebih menarik
dan relevan dengan zaman sekarang.
12
7
1
0
Q1
Media digital di Galeri Indonesia Kaya membuat
informasi tentang budaya lebih mudah diakses dan
dipahami oleh generasi muda.
11
8
1
0
Q2
Strategi edukasi yang fleksibel dan adaptif di Galeri
Indonesia Kaya cocok untuk menghadapi era digital
masa depan yang kompleks.
11
6
2
1
Q3
Upaya Galeri Indonesia Kaya untuk melestarikan
warisan budaya Indonesia Melalui teknologi digital
merupakan contoh implementasi pancasila dalam
praktik edukasi.
12
7
1
0
Q4
Kegiatan di Galeri Indonesia Kaya, yang
menggabungkan unsur budaya dan teknologi,
memberikan pengalaman yang lebih kaya dan
berkontribusi pada pengembangan karakter dan
keterampilan generasi muda.
9
9
1
1
Q5
Fasilitas virtual tour di Galeri Indonesia Kaya
memungkinkan pengunjung dari segala usia untuk
mempelajari kebudayaan Indonesia tanpa batasan
geografis
9
9
1
1
Q6
Program-program edukatif di Galeri Indonesia Kaya
memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk
mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang
sesuai dengan prinsip Pancasila.
13
6
1
0
Q7
Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Pemanfaatan Iptek sudah menjawab permasalahan 1
mengenai pengaruh perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai nilai budaya dan upaya
bela negara di kalangan masyarakat. Pada dimensi Kualitas Pemanfaatan Iptek respon
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
10
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar masyarakat merasa Setuju
bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki kualitas pemanfaatan iptek yang baik, yaitu kurang
lebih sebanyak 0,3 responden menyatakan Sangat Tidak Setuju, 1,3 responden menyatakan
Cukup Setuju, 7,0 responden menyatakan Setuju dan 11,3 responden menyatakan Sangat
Setuju.
Gambar 1.2 Grafik Kualitas Pemanfaatan Iptek
Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya sudah menjawab
permasalahan 1 mengenai pengaruh perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai nilai
budaya dan upaya bela negara di kalangan masyarakat. Pada dimensi Kualitas Integrasi
Iptek dan Budaya respon terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar
masyarakat merasa Setuju bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki Kualitas Integrasi Iptek
dan Budaya yang baik, yaitu kurang lebih sebanyak 0.5 responden menyatakan Tidak
Setuju, 1,0 responden menyatakan Cukup Setuju, 8,0 responden menyatakan Setuju dan
10,5 responden menyatakan Sangat Setuju.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
11
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
Gambar 1.3 Grafik Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya
Dapat dilihat bahwa dimensi Kualitas Edukasi Masyarakat sudah menjawab permasalahan
2 mengenai upaya generasi muda untuk menjaga identitas negara dengan melestarikan
budaya indonesia dalam perkembangan iptek. Pada dimensi Kualitas Edukasi Pengunjung
respon terhadap kuesioner memperlihatkan bahwa sebagian besar pengunjung merasa
Setuju bahwa Galeri Indonesia Kaya memiliki kualitas kegunaan yang baik, yaitu kurang
lebih sebanyak 0,5 responden menyatakan Tidak Setuju, 1,0 responden menyatakan Cukup
Setuju, 7,5 responden menyatakan Setuju dan 10,5 responden menyatakan Sangat Setuju.
Gambar 1.4 Grafik Kualitas Edukasi Masyarakat
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
12
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
Pada perbandingan 3 dimensi di atas dapat dilihat kesamaan pola dimana tiap variabel yaitu
Kualitas Pemanfaatan Iptek, Kualitas Integrasi Iptek dan Budaya, dan Kualitas Edukasi
Pengunjung menunjukan bahwa tingkat kepuasan responden cukup tinggi yaitu SETUJU.
KESIMPULAN
Dengan adanya program Galeri Indonesia Kaya yang memfasilitaskan para seniman untuk
menampilkan seninya dalam teater GIK dan media digital yang menampilkan visualisasi
keindahan dan keberagaman tentang budaya Indonesia yang disuguhkan kepada
pengunjung secara gratis, sehingga para seniman dan pengunjung dapat memahami
pentingnya melestarikan dan mengapresiasi budaya Indonesia dalam menjaga identitas
negara. Hal tersebut telah membuktikan bahwa pada permasalahan 1 mengenai pengaruh
perkembangan iptek terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan upaya bela negara di
kalangan masyarakat telah tercapai.
Dari hasil observasi serta wawancara yang telah dilakukan, banyak para seniman muda
yang mengapresiasi budaya dengan mempertunjukan bakat seni budaya Indonesia, seperti
tarian adat, drama legenda, musikalisasi, puisi, pantun, dan berbagai macam pertunjukan
tentang budaya Indonesia yang telah dilakukan di teater GIK, serta tingkat kepuasan yang
tinggi terhadap pengunjung dalam menikmati seni budaya Indonesia dan mempelajari
berbagai macam tampilan tampilan menarik di GIK membuat pengunjung termotivasi
untuk semakin mencintai kebudayaan Indonesia serta melestarikannya dalam upaya
menjaga identitas negara. Hal tersebut telah membuktikan pada permasalahan 2 mengenai
upaya generasi muda untuk menjaga identitas negara dengan melestarikan budaya
indonesia dalam perkembangan iptek telah tercapai.
KONFLIK KEPENTINGAN
Penulis menyatakan tidak adanya konflik kepentingan dalam artikel ini.
DAFTAR PUSTAKA
Monoarfa, M., Sinaga, A. V., & Wizerti, W. A. S. (2024). Integrasi Nilai Budaya dan
Perkembangan IPTEK dalam Pengembangan Kurikulum. Publikasi
Pendidikan, 14(1), 91. https://doi.org/10.26858/publikan.v14i1.62824
Nazhifa R, Putra G, Alvito HR, Tarina DDY (2023). Partisipasi Generasi Muda dalam
Program Bela Negara sebagai Wujud Cinta Tanah Air. Jurnal
Kepempimpinan.
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
13
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
https://d1wqtxts1xzle7.cloudfront.net/102915767/Jurnal_Partisipasi_Generasi
_Muda_dalam_Program_Bela_Negara_sebagai_Wujud_Cinta_Tanah_Air_1_.
docx
Saputro, R. dan Najicha, F.U. (2022) Penerapan Rasa Bela Negara Pada Generasi
Muda
Di
Era
Globalisasi.
https://e-journal.upr.ac.id/index.php/JP
IPS/article/view/7715/4032
Efianingrum, A. (2020) Pengembangan Iptek Berbasis Budaya, Media Aspirasi
Konstitusi.
https://www.mpr.go.id/img/jurnal/file/1618379709_file_mpr.pdf#page=10
Nuraeni Irawati & Dewi Dinie Anggraeni. (2022). Peranan Pancasila Sebagai
Landasan
Perkembangan
Ilmu
Pengetahuan
dan
Teknologi.
https://jptam.org/index.php/jptam/article/download/4003/3336/7615
Nikmah, Awaliyatun dan Shofwan, Iman (2023). Penerapan metode Dan Strategi
Pembelajaran
Seni
Pada
anak
usia
Dini.
ResearchGate.
https://www.researchgate.net/publication/366523596_Penerapan_Metode_dan
_Strategi_Pembelajaran_Seni_pada_Anak_Usia_Dini
Tasli, M. A., dkk (2017) Proposal project based learning KMB II-1, Scribd.
Surabaya.Tersediadi
:
https://id.scribd.com/document/355500914/PROPOSAL-Project-Based-Learni
ng-KMB-II-1
Ridha, M. R., Zuhdi, M., & Ayub, S. (2022). Pengembangan Perangkat Pembelajaran
PjBL berbasis STEM dalam Meningkatkan Kreativitas Fisika Peserta Didik.
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1). https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.447
Yuliani, W. (2018). Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif Dalam Perspektif
Bimbingan dan Konseling. Quanta, 2(2).
https://ejournal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/quanta/article/download/1641/9
11
Bagus, Muhammad. (2017). Proposal Based Learning KMB II-1, Scribd
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
14
Jurnal Perkotaan - Vol. xxx No. YYY, [Month], [Year], Page. ZZ-ZZ, https://doi.org/
https://id.scribd.com/document/355500914/PROPOSAL-Project-Based-Learni
ng-KMB-II-1
Wijanarko, Dian Bagus. (2014). Efektivitas Model Pembelajaran Project Based
Learning Pada Mata Pelajaran Teknik Kerja Bengkel Terhadap Hasil Belajar
Kelas.
ePrints@UNY.
https://eprints.uny.ac.id/26212/1/Dian%20bagus%20Wijana%20rko%2010518
241027.pdf
Alpian, Y., Anggraeni, S. W., Wiharti, U., & Soleha, N. M. (2019). Pentingnya
Pendidika Bagi Manusia. Jurnal Buana Pengabdian, 1(1), 66-72.
https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/JurnalBuanaPengabdian/article/vi
ew/581/537
Muhardi, M. (2004). Kontribusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas bangsa
Indonesia.Jurnal Sosial dan Pembangunan, 20(4), 478-492.
https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/153
Nugraha, D. (2020). Urgensi Pendidikan Multikultural di Indonesia. Jurnal Pendidikan
PKN (Pancasila Dan Kewarganegaraan), 1(2), 140-149.
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/JPPKn/article/view/40809
Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
15
Download