Uploaded by Afsya Meylaningsih

Penyusunan RKJM & RKT: Panduan Operasional Sekolah

advertisement
A.
B.
C.
LANGKAH-LANGKAH OPERASIONAL PENYUSUNAN RKJM
RKJM merupakan rencana kerja pencapaian tujuan berdasarkan skala prioritas. Substansi
rencana kerja tersebut diperoleh dari kesenjangan yang terjadi antara kondisi sekolah saat
ini dengan kondisi ideal yang diharapkan. Indikator dari RKJM mengacu pada 8 Standar
Nasional Pendidikan (SNP).
1.
Membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas
unsur Kepala sekolah,
Wakil Kepala Sekolah,
Guru,
Tenaga Administrasi,
Komite Sekolah,
Orang Tua dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
2.
Menugaskan tim kerja/tim pengembang untuk menyusun RKJM
3.
Menganalisis rekomendasi hasil EDS, visi, misi, dan tujuan sekolah
4.
Menentukan prioritas dalam penyusunan RKJM
5.
Mereviu dan merevisi rancangan (draf) rencana kerja jangka menengah (RKJM)
6.
Memfinalisasi hasil revisi Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
7.
Menandatangani dokumen RKJM
8.
Sistematika:
RKT dan RKAM
Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai kesiswaan, kurikulum dan
kegiatan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya, sarana
dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan sekolah, peran serta
masyarakat dan kemitraan, serta rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada
peningkatan dan pengembangan mutu.
1.
Memembentuk SK TPS
2.
Analisis program pada RKJM yang menjadi skala prioritas pada tahun
bersangkutan.
3.
Melaksanakan program di tahun bersangkutan memerlukan pembiayaan, maka
perlu ada uraian program, volume, satuan, harga satuan, jumlah harga, dan sumber
dana
4.
Menyetujui melalui rapat dewan pendidikan setelah memperhatikan pertimbangan
dari komite sekolah dan
5.
Disahkan penyelenggara sekolah.
6.
Menyusun RKT dilengkapi dengan rencana anggaran dan belanja sekolah (RKAS)
dalam dokumen tertulis yang mudah dibaca dan dipahami oleh para pemangku
kepentingan pendidikan.
7.
Melaksanakan program di tahun bersangkutan memerlukan pembiayaan, maka
perlu ada uraian program, volume, satuan, harga satuan, jumlah harga, dan sumber
dana
VISI MISI
1. Membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas unsur:
- Kepala Sekolah,
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
- Wakil Kepala Sekolah,
- Guru,
- Tenaga AdminisTrasi,
- Komite Sekolah,
- Orang Tua dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya.
Membagi tugas sesuai dengan bidangnya
Berdasarkan hasil analisis Evaluasi Diri Sekolah, Analisis SWOT dan Analisis
Konteks, TPS menyusun rancangan (draf) rumusan visi sekolah.
Mengadakan pertemuan/rapat dengan dewan pendidikan untuk membahas rancangan
(draf) visi yang disusun dan direvisi/dirumuskan berdasarkan masukan dari warga
sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikan;
Menyelaraskan visi sekolah dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan
nasional;
Memutuskan rumusan visi melalui rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh Kepala
Sekolah dengan memperhatikan masukan Komite sekolah.
Menyosialisasikan visi kepada warga sekolah dan para pemangku kepentingan
pendidikan;
Meninjau dan merumuskan kembali visi secara berkala 1. SK tim pengembang 2.
Notulen rapat 3. Daftar hadir rapat 4. Dokumen visi sekolah yang memperhatikan halhal sebagai berikut: a. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan para
pemangku kepentingan pendidikan pada masa yang akan datang; b. mampu
memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak
yang berkepentingan c. dirumuskan berdasarkan masukan dari berbagai warga
sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikan, selaras dengan visi institusi di
atasnya serta visi pendidikan nasional; d. diputuskan oleh rapat dewan pendidikan
yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah.
9 Langkah operasional dalam menyusun visi misi dan tujuan sekolah diuraikan oleh
Tabel 2.1 berikut ini. NO KOMPONEN LANGKAH KERJA PERANGKAT 1 Visi
sekolah 1. Membentuk Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang terdiri atas unsur:
Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru, Tenaga AdminisTrasi, Komite Sekolah,
Orang Tua dan para pemangku kepentingan pendidikan lainnya. 2. Membagi tugas
sesuai dengan bidangnya 3. Berdasarkan hasil analisis Evaluasi Diri Sekolah, Analisis
SWOT dan Analisis Konteks, TPS menyusun rancangan (draf) rumusan visi sekolah.
4. Mengadakan pertemuan/rapat dengan dewan pendidikan untuk membahas
rancangan (draf) visi yang disusun dan direvisi/dirumuskan berdasarkan masukan dari
warga sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikan; 5. Menyelaraskan visi
sekolah dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional; 6. Memutuskan
rumusan visi melalui rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh Kepala Sekolah
dengan memperhatikan masukan Komite sekolah. 7. Menyosialisasikan visi kepada
warga sekolah dan para pemangku kepentingan pendidikan; 8. Meninjau dan
merumuskan kembali visi secara berkala 1. SK tim pengembang 2. Notulen rapat 3.
Daftar hadir rapat 4. Dokumen visi sekolah yang memperhatikan hal-hal sebagai
berikut: a. dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan para pemangku
kepentingan pendidikan pada masa yang akan datang; b. mampu memberikan
inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang
berkepentingan c. dirumuskan berdasarkan masukan dari berbagai warga sekolah dan
para pemangku kepentingan pendidikan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta
visi pendidikan nasional; d. diputuskan oleh rapat dewan pendidikan yang dipimpin
oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan komite sekolah. NO
KOMPONEN LANGKAH KERJA PERANGKAT sesuai perkembangan di
masyarakat.
Download