Presented by: Alya Nur Abdila (8246173015) 01 Munculnya konsep auksin 02 Biosintesis dan metabolisme auksin Sach (Ahli Botani German) abad ke-19 • bentuk dan fungsi organisme tidak mungkin terjadi tanpa adanya komunikasi yang efisien antar sel • Konsep tentang komunikasi antar sel pada tumbuhan berasal dari penelitian serupa pada hewan • Hormon : pembawa pesan kimia yang memediasi komunikasi antar sel • Reseptor : hormon yang bereaksi dengan protein tertentu CHAPTER 19 HALAMAN 423 CHAPTER 19 HALAMAN 423 Hormon Pada Hewan • Protein • Polipeptida • Turunan asam amino • Steroid Hormon Pada Tumbuhan • Auksin • Giberelin • Sitokinin • Etilen • Asam absisat Namun kini terdapat bukti kuat tentang keberadaan hormon lain pada tanaman yaitu “Brassinosteroid”, yang memiliki berbagai efek morfologis pada perkembangan tanaman Chapter 19 Halaman 424 • Hormon tumbuhan pertama yang berhasil diidentifikasi dan dipelajari • Membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang penemuanpenemuan hormon lainnya • Auksin dan sitokinin berbeda dari hormon tanaman dan agen pemberi sinyal lainnya • Tanaman jika tidak memiliki auksin dan sitokinin sama sekali, maka tidak dapat hidup. • Auksin dan sitokinin dibutuhkan secara terus menerus dalam jumlah yang seimbang • Hormon tanaman yang lain seperti tombol on/off perannya, atau hanya diperlukan pada tahap-tahap tertentu • Pada akhir abad ke-19, Charles Darwin dan putranya mempelajari fenomena pertumbuhan “pembengkokan tanaman ke arah cahaya” yang disebut fototropisme. • Darwin menggunakan bibit rumput kenari (Phalaris canarlensis), yang mana daun termudanya dibungkus oleh organ pelindung disebut koleoptil • Koleoptil sangat sensitif terhadap cahaya, terutama cahaya biru • Dengan cahaya yang redup, koleoptil akan membengkok ke sumber cahaya dalam waktu 1 jam • Bagian koleoptil yang membengkok kearah cahaya disebut zona pertumbuhan yang letaknya beberapa mili meter dibawah ujung • Kesimpulan percobaan, rangsangan pertumbuhan dihasilkan di ujung koleoptil dan ditransmisikan ke zona pertumbuhan Chapter 19 Halaman 424 Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin Chapter 19 Halaman 425 Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin • Tanaman diletakkan di tempat gelap. • Beberapa koleoptil dibiarkan utuh, beberapa dipotong ujungnya, dan beberapa ditutup ujungnya dengan bahan tidak tembus cahaya. • Semua tanaman kemudian disinari dari satu sisi. • Koleoptil utuh membengkok ke arah cahaya. • Koleoptil tanpa ujung tidak membengkok. • Koleoptil dengan ujung tertutup juga tidak membengkok. • Bagian ujung koleoptil mendeteksi cahaya. • Zat tertentu (kemudian diketahui sebagai auksin) diproduksi di ujung dan merangsang pertumbuhan sel di sisi yang teduh, menyebabkan batang membengkok ke arah cahaya. Percobaan ini menjadi dasar penelitian hormon berikutnya Chapter 19 Halaman 425 Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin • Boysen Jensen memotong ujung koleoptil beberapa tanaman. • Pada beberapa tanaman, ia menyisipkan sepotong gelatin tipis di antara bagian ujung yang dipotong dan bagian bawah koleoptil. Gelatin bersifat tidak kedap air namun memungkinkan lewatnya zat-zat tertentu. • Pada tanaman lainnya, ia menyisipkan sepotong mika yang tipis dan kedap air di antara kedua bagian tersebut. • Semua tanaman kemudian disinari dari satu sisi. • Koleoptil yang disisipkan gelatin tetap membengkok ke arah cahaya, meskipun lebih lambat dibandingkan koleoptil utuh. • Koleoptil yang disisipkan mika membengkok namun sangat lambat. Hasil percobaan menunjukkan bahwa sinyal yang merangsang pertumbuhan dapat melewati gelatin. Ini mengindikasikan bahwa sinyal tersebut berupa zat kimia yang cukup kecil untuk melewati pori-pori gelatin. Chapter 19 Halaman 425 Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin Chapter 19 Halaman 425 Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin • Ujung koleoptil (bagian paling atas tunas tanaman) dipotong. Bagian inilah yang menghasilkan zat pengatur tumbuh atau hormon yang disebut auksin • Ujung koleoptil yang dipotong diletakkan di atas blok agar. Auksin yang ada di ujung koleoptil akan berdifusi dan tersimpan di dalam blok agar. • Blok agar yang telah mengandung auksin dipotong menjadi dua bagian secara membujur • Salah satu bagian blok agar diletakkan di salah satu sisi koleoptil yang baru, sementara bagian lainnya diletakkan di sisi yang berlawanan pada koleoptil lain. • Koleoptil yang diberi bagian blok agar yang mengandung auksin akan tumbuh lebih cepat di sisi yang bersentuhan dengan blok agar, sehingga koleoptil akan membengkok Percobaan Paal memberikan bukti kuat bahwa pertumbuhan tanaman, khususnya fototropisme (pertumbuhan menuju cahaya), dipengaruhi oleh zat kimia yang disebut auksin. Auksin inilah yang berperan sebagai pembawa sinyal Chapter 19 Halaman 425 pertumbuhan dan mengatur arah pertumbuhan tanaman Gambar 1. Ringkasan percobaan awal dalam penelitian auksin • Went meletakkan ujung koleoptil (bagian batang muda tanaman) pada blok gelatin • Ujung koleoptil yang dipotong diletakkan di atas blok gelatin. Auksin yang ada di ujung koleoptil akan berdifusi dan tersimpan di dalam blok gelatin • kemudian blok gelatin yang telah mengandung auksin diletakkan kembali keatas sisi koleoptil • Zat yang merangsang pertumbuhan (auxin) berdifusi dari ujung koleoptil ke dalam blok gelatin Went menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman tidak hanya dipengaruhi oleh faktor lingkungan, tetapi juga oleh sinyal kimiawi internal yang diproduksi oleh tanaman itu sendiri. Chapter 19 Halaman 425 • berdasarkan penelitian Went, menunjukkkan bahwa “pengaruh” pendorong pertumbuhan yang menyebar dari ujung koleoptil adalah zat kimia. • fakta bahwa zat itu diproduksi di suatu lokasi dan diangkut dalam jumlah kecil ke tempat kerjanya menjadikannya hormon tanaman yang asli • identitas kimia dari “zat pertumbuhan” dan potensinya dalam bidang pertanian, membuat banyak analog kimia terkait yang diuji, yang menghasilkan generalisasi tentang persyaratan kimia untuk aktivitas auksin • kemajuan teknologi, terutama penggunaan isotop pelacak, memungkinkan ahli biokimia tanaman untuk mengungkap jalur biosintesis dan pemecahan auksin. • pendekatan biologi molekuler , memungkinkan para ilmuwan mengidentifika si prekursor auksin dan mempelajari distribusi auksin di dalam tanaman CHAPTER 19 HALAMAN 424 CHAP TER 19 HALAMAN 424 AUKSI N UTAMA PADA TUMBUHAN ADALAH ASAM I NDO LE -3 ASETAT • Pada pertengahan tahun 1930 -an ditentukan bahwa auksin adalah serupa dengan asam indole -3 asetat (IAA) • IAA sejauh ini merupakan yang paling melimpah dan relevan secara fisiologis • Struktur IAA sederhana, sehingga dengan cepat mampu mensintesis berbagai macam serangkaian molekul dengan aktivitas auksin • beberapa diantaranya digunakan sebagai herbisida dalam holtikultura dan pertanian G ambar 19 .3 S tru k tu r ti g a au k si n alami ( h al. 4 2 6 ) G ambar 19 .4 S truk tur auk sin herbisida dalam holtik ultura (hal.4 27) CHAP TER 19 HALAMAN 426 • tergantung pada informasi yang dibutuhkan oleh peneliti , jumlah dan/atau identitas auksin dalam sampel biologis • auksin dapat ditentukan melalui bioassay, spektromtrei massa, atau enzyme -linked immunosarbent essay (ELISA) Bioassay Went (sekitar 60 tahun yang lalu), menggunakan koleoptil Avena (oat/gandum) dalam suatu teknik uji kelengkungan koleoptil (Gambar 19.1). mengidentifikasi koleoptil melengkung karena peningkatan auksin di satu sisi merangsang pemanjangan sel dan penurunan auksin di sisi lain (karena tidak adanya ujung koleoptil) menyebabkan penurunan laju pertumbuhan (fenomena pertumbuhan diferensial). CHAP TER 19 HALAMAN 427 Bioassay • uji kelengkungan koleoptil pada Avena (Went) mendeteksi keberadaan auksin yang berdifusi pada blok gelatin, menunjukkan auksin telah mempengaruhi pertumbuhan sel pada bagian koleoptil • uji kelengkungan koleoptil Avena (Went) tidak menunjukkan kuantifikasi yang akurat February mengenai konsentrasi auksin • untuk mendapatkan data yang lebih presisi diperlukan metode lain seperti spetrometri massa dan ELISA Spektrometri • digunakan ketika informasi mengenai struktur kimia dan jumlah IAA dibutuhkan • melibatkan kromatografi gas yang memungkinkan kuantifikasi dan identifikasi auksin secara tepat • dapat mendeteksi setidaknya 10-12 g IAA (ditemukan pada bagian batang kacang polong dan biji jagung) • memungkinkan untuk menganalisis prekursor auksin, pergantian auksin, dan distribusi auksin dalam tanaman secara akurat • biosentesis IAA dikaitkan dengan pembelahan dan pertumbuhan jaringan yang cepat, terutama pada tunas • hampir semua jaringan tanaman tampaknya mmapu menghasilkan IAA dalam kadar rendah • meristem apikal tunas, daun muda, serta buah dan biji yang berkembang merupakan lokasi utama sintesis IAA CHAP TER 19 HALAMAN 427 sintesis auksin pada Arabidopsis tidak statis ujung primordia bergeser basipetal pangkal daun terpusat di tengah lamina • pergeseran ini sangat terkait dengan tahapan perkembangan daun termasuk proses pematangan dan berdiferensiasi vaskular • auksin dalam proses ini berperan semacam “petunjuk arah” yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan daun CHAP TER 19 HALAMAN 427 CHAP TER 19 HALAMAN 427 reporter gen GUS (β-glukuronidase) • memungkinkan para peneliti untuk mempelajari lebih dalam bagaimana auksin mengatur berbagai aspek perkembangan tanaman, termasuk February diferensiasi sel, pembentukan pola, dan pengaturan struktur seperti hidatoda • penelitian terbaru telah menunjukkan bahwa auksin diproduksi oleh sekelompok sel yang terletak di area-area tertentu pada daun, yang berhubungan dengan tempat berkembangnya hidatoda • hidatoda adalah struktur yang mengeluarkan air dari tanaman, dan proses ini dipengaruhi oleh distribusi dan konsentrasi auksin • Pemetaan distribusi auksin dengan menggunakan GUS memungkinkan untuk mengidentifikasi daerah-daerah spesifik di mana hidatoda akan berkembang CHAP TER 19 HALAMAN 427 reporter gen GUS (β-glukuronidase) Eksperimen ini menunjukkan bagaimana auksin, yang diproduksi di daerah tertentu pada daun muda Arabidopsis , mempengaruhi diferensiasi dan pengaturan struktur seperti hidatoda dan pembuluh vaskular. Penggunaan reporter GUS memungkinkan visualisasi yang sangat jelas dari distribusi auksin pada tahap-tahap awal perkembangan daun, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai peran auksin dalam pembentukan pola pada tanaman Studio Shodwe
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )