Uploaded by Daniel Sagala

PLN Digitalisasi Arsip: Transformasi Tata Kelola Aset

advertisement
Transformasi Administrasi Aset, PLN Integrasikan Tata Kelola Arsip dan Dokumen
Berbasis Digital
Oleh: Gregorius Adi Trianto, EVP Komunikasi Korporat & TJSL PLN
Jakarta, 2 November 2024 – PT PLN (Persero)
meluncurkan program Gerakan Tertib Arsip
(GEMAR) dan aplikasi New E-Arsip dalam rangka
meningkatkan pengelolaan arsip yang lebih baik dan
modern. Peluncuran dilakukan dalam acara Archival
Launching and Workshop Integrated Corporate
Records Management di Kantor Pusat PLN, Jakarta,
Kamis (31/10).
”Saat masih manual, sangat sulit atau mungkin ada
bukti-bukti yang memang tidak lengkap. Oleh
karena itu, dengan digitalisasi ini, saya kira mudahmudahan seluruh aset-aset PLN yang jumlahnya
lebih dari 100 ribu macam, tersebar dari Sabang
sampai Merauke, mungkin juga ada di luar negeri,
semua bisa dilegalisasi. Sehingga semua aset
mudah-mudahan clear and clean,” jelas Amir.
Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI),
Imam Gunarto dalam sambutannya memberikan
apresiasi tinggi atas komitmen PLN dalam menjaga
ketertiban arsip dan melakukan transformasi
pengelolaan secara digital.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo
menyampaikan, digitalisasi arsip merupakan bentuk
transformasi PLN dalam menghadapi era disrupsi
digital. Untuk mendukung upaya perusahaan masuk
ke dalam daftar Global Fortune 500, transformasi ini
diharapkan dapat membuat proses bisnis PLN
menjadi lebih cepat, efisien, responsif, dan siap
menghadapi tantangan masa depan.
“Sangat membanggakan bagi saya sebagai Kepala
ANRI, karena PLN telah mencanangkan komitmen
untuk tertib arsip dan transformasi sedemikiannya,
karena PLN sejak zaman dulu sudah menjadi
perusahaan terdepan dalam pengelolaan arsip,”
ucap Imam.
Dalam kesempatan itu, PLN juga menyerahkan arsip
statis yang mencatat sejarah berdirinya perusahaan
kepada ANRI. Imam menekankan penyerahan arsip
ini adalah momen penting yang berdampak jangka
panjang bagi bangsa Indonesia.
“Saya kira penyerahan hari ini merupakan momen
bersejarah yang dampaknya tidak hanya untuk
kepentingan PLN sekarang, tapi untuk kepentingan
bangsa Indonesia di masa depan. Karena dari arsip
yang diserahkan oleh PLN, maka jejak sejarah
tentang PLN akan dibaca oleh generasi kita
sepanjang masa,” tutur Imam.
Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung RI,
Amir Yanto menyoroti pentingnya digitalisasi arsip
sebagai langkah untuk mengamankan lebih dari 100
ribu aset PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan digitalisasi, pengelolaan dan legalisasi aset
dapat dilakukan dengan lebih baik.
“Tata kelola baru di mana digital platform menjadi
fondasi utama agar bisnis proses kita yang tadinya
berbelit, manual, lambat ini diubah menjadi sangat
trengginas,” ujar Darmawan.
Darmawan menjelaskan, melalui penerapan
manajemen arsip digital dalam empat tahun
terakhir, PLN berhasil meningkatkan persentase
sertifikat kepemilikan lahan dari 28% menjadi
mendekati 80%. Transformasi ini juga menjadi solusi
atas masalah kerusakan arsip akibat kondisi
lingkungan yang tidak mendukung.
“Salah satu terobosan besar dalam transformasi ini
adalah membangun platform digital yang mencakup
seluruh unit di PLN. Ini tidak hanya sekadar
pengembangan perangkat lunak, tetapi juga
mencakup perubahan proses bisnis, tata kelola, dan
keterampilan teknis. Setiap dokumen penting kini
otomatis didigitalisasi dan disimpan dalam sistem
terintegrasi,” jelas Darmawan.
Transformasi Administrasi Aset, PLN Integrasikan Tata Kelola Arsip dan Dokumen
Berbasis Digital
Executive Vice President General Affairs and
Property Assets PLN, Arsyadany G. Akmalaputri
menjelaskan, perseroan telah merumuskan strategi
jangka panjang dan peta jalan lima tahun ke depan
untuk manajemen arsip. Gerakan Tertib Arsip
merupakan simbol komitmen PLN dalam
membangun tata kelola arsip yang modern dan
profesional.
PLN juga meluncurkan aplikasi New E-Arsip yang
didukung oleh teknologi canggih berbasis artificial
intelligence (AI) dan optical character recognition
(OCR) untuk mengotomatiskan proses pengelolaan
dokumen. Selain itu, PLN telah menerapkan digital
signature yang sudah digunakan di tingkat Board of
Directors (BOD)-1 dan BOD-2, terintegrasi dalam
Aplikasi Manajemen Surat (AMS).
“Transformasi ini tidak hanya mengubah cara kami
bekerja, tetapi juga memberikan manfaat nyata,
seperti peningkatan produktivitas hingga 30%
melalui otomasi administratif dan penyelarasan
proses bisnis. Waktu pemrosesan dan tinjauan
dokumen juga berkurang hingga 80%,” tutur
Arsyadany.
Ia juga menyampaikan bahwa transformasi ini
meningkatkan akurasi dan konsistensi dokumen
hingga 50%, serta mengurangi biaya penyimpanan
sebesar 80%. PLN menargetkan pengurangan ruang
arsip hingga 20%, dengan potensi penghematan
Rp3,65 miliar dan potensi penciptaan nilai lebih dari
Rp180 miliar dalam lima tahun ke depan.
“Strategi besar penerapan sistem ini akan
dilaksanakan secara bertahap, dan pada tahun
2027, kami menargetkan penyempurnaan serta
integrasi penuh E-Arsip di seluruh grup PLN. Kami
berkomitmen untuk terus beradaptasi dan
berinovasi, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
saat ini, tetapi juga untuk menghadapi tantangan
masa depan,” tutup Arsyadany.
AKHLAK Moment
Implementasi tata kelola arsip dan dokumen
berbasis digital melalui program Gerakan Tertib
Arsip (GEMAR) dan aplikasi New E-Arsip merupakan
perwujudan implementasi core values AKHLAK
antara lain Adaptif dengan practical behaviors:
Proaktif memberi solusi untuk menciptakan nilai
tambah dalam tata kelola arsip dan dokumen
sehingga mampu meningkatkan akurasi dokumen,
mengurangi biaya penyimpanan dan peningkatan
produktivitas, serta Kompeten dengan practical
behaviors: Eksekusi transformasi administrasi asset
secara berkualitas sampai tuntas guna membangun
proses bisnis PLN menjadi lebih cepat, efisien,
responsif, dan siap menghadapi tantangan saat ini
dan masa depan.
The New PLN 4.0, Unleashing Energy and Beyond.
Download