5. Penentuan Orde Reaksi Diketahui: • Reaksi pembentukan biodiesel dengan bahan baku trigliserida dan metanol. • Data waku reaksi dan konsentrasi trigliserida: Waktu (menit) Konsentrasi Konsentrasi Trigliserida Awal, Trigliserida Akhir, CA0 (mol/L) CA (mol/L) 2 0,796 0,029 3 0,796 0,034 4 0,796 0,036 5 0,796 0,039 Ditanyakan: orde reaksi pembentukan biodiesel? Jawab: Orde reaksi pembentukan biodiesel ditentukan menggunakan metode regresi linier dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Membuat tabel yang memuat dua variabel sumbu x dan y yang sesuai dengan persamaan laju reaksi orde 0, 1, dan 2. Pada persamaan laju reaksi orde 0: πΆπ΄ = −ππ‘ + πΆπ΄0 ; π = π, π = πͺπ¨ Pada persamaan laju reaksi orde 1: πππΆπ΄ = −ππ‘ + πππΆπ΄0 ; π = π, π = πππͺπ¨ 1 Pada persamaan laju reaksi orde 2: πΆ π΄ 1 = ππ‘ + πΆ π΄0 ; π = π, π = π πͺπ¨ Sehingga diperoleh ketiga tabel berikut ini: Orde 0 Waktu (min) [A] 0 0,796 2 0,029 3 0,034 4 0,036 5 0,039 Orde 1 Waktu (min) 0 2 3 4 5 ln[A] -0,228 -3,540 -3,381 -3,324 -3,244 Orde 2 Waktu (min) 0 2 3 4 5 1/[A] 1,256 34,483 29,412 27,778 25,641 2. Memasukkan data di setiap tabel ke dalam input grafik scatter menggunakan excel, dengan urutan block table → insert →chart → all chart →X Y (scatter). 3. Melakukan uji linieritas menggunakan excel dengan urutan click graph → add chart element → trendline → more trendline options → display R-square value on chart. Sehingga diperoleh tiga grafik berikut ini: 4. Perhatikan nilai R2 yang dihasilkan. Jika nilainya tidak mendekati 1 maka lakukan regresi kedua dengan menghilangkan 1 data dengan faktor penyimpangan terbesar. Dari ketiga grafik diperoleh R2 sebesar 0,652; 0,589; 0,418; dimana ketiga nilai tersebut tidak mendekati 1. Oleh karena itu dilakukan regresi kedua. 5. Lakukan regresi kedua dengan menghilangkan data 1, yaitu data dengan faktor penyimpangan yang paling besar. Sehingga diperoleh hasil berikut ini: Orde 0 Waktu (min) [A] 2 3 4 5 0,029 0,034 0,036 0,039 Orde 1 Waktu (min) ln[A] 2 -3,540 3 -3,381 4 -3,324 5 -3,244 Orde 2 Waktu (min) 1/[A] 2 34,483 3 29,412 4 27,778 5 25,641 6. Perhatikan nilai R2 yang dihasilkan. Ketiga grafik memiliki nilai R2 yang mendekati 1 sehingga tidak perlu dilakukan regresi lanjutan. Nilai R2 dari data grafik 1 (orde 0) memiliki nilai yang paling mendekati 1. Nilai ini menunjukkan hubungan variabel x (waktu reaksi) dan variabel y (konsentrasi trigliserida sebagai reaktan) memiliki tingkat linieritas yang tinggi atau dengan kata lain waktu dan konsentrasi trigliserida memiliki hubungan yang sesuai dengan perumusan laju reaksi orde 0, sehingga dapat disimpulkan bahwa laju reaksi pembentukan biodiesel memiliki orde 0. Kesimpulan: laju reaksi pembentukan biodiesel memiliki orde 0 karena R2 paling mendekati 1. 6. Penentuan Energi Aktivasi dan Frekuensi Tumbukan Pembuatan Grafik t vs. XA Grafik ini akan digunakan pada perhitungan energi aktivasi dan frekuensi tumbukan. Konversi FAME (fraksi) o Waktu (min) 45 C 60 120 180 240 270 o 55oC 50 C 0,1280 0,3020 0,6110 0,6520 0,6770 0,1580 0,3670 0,7860 0,8090 0,8120 60oC 65oC 0,1980 0,2240 0,2730 0,4280 0,4510 0,5880 0,8050 0,8370 0,9320 0,8510 0,8490 0,9470 0,8890 0,8880 0,9540 Konversi FAME (fraksi) o Waktu (min) 45 C 0 60 120 180 240 270 o 55oC 50 C 0 0,1280 0,3020 0,6110 0,6520 0,6770 0 0,1580 0,3670 0,7860 0,8090 0,8120 60oC 0 0,1980 0,4280 0,8050 0,8510 0,8890 0 0,2240 0,4510 0,8370 0,8490 0,8880 65oC 0 0,2730 0,5880 0,9320 0,9470 0,9540 A. Penentuan Orde Reaksi (dengan uji nilai k) CA0 sementara Deviasi standar max Rumus k 0,1 M 5 % Keterangan k = konstanta laju reaksi CA0 = konsentrasi reaktan A pada t=0 XA = konversi reaktan A pada suatu t t = waktu reaksi 1. Pengujian Nilai k (Pada T=45oC) Orde 0 -1 t (menit) k (M.menit ) 0,000213333 0,000251667 0,000339444 0,000271667 0,000250741 0,0000002% 60 120 180 240 270 Varians Orde 1 Orde 2 -1 k (menit ) k ([M.menit]-1) 0,002282764 0,024464832 0,002996135 0,036055396 0,005245422 0,087260783 0,004398137 0,078065134 0,004185567 0,077628712 0,0001385% 0,0803487% Hasil Uji Varians k orde 0 paling kecil Kesimpulan Reaksi berorde 0 2. Perhitungan k mean t (menit) 60 120 180 240 270 k mean Deviasi standar Hasil Kesimpulan k (M.menit-1) 0,000213333 0,000251667 0,000339444 0,000271667 0,000250741 0,00026537 0,0046% Deviasi standar data < deviasi standar max k diterima sebesar 0,00026537 3. Pengujian k mean Menggunakan Grafik XA (fraksi) 45oC 0,80 0,70 0,60 0,50 0,40 0,30 0,20 0,10 0,00 y = 0,0027x R² = 0,9854 0,6110 0,65200,6770 0,3020 0,1280 0 50 100 150 t (menit) 200 250 300 Rumus k dari grafik t vs. XA XA=kt/CA0 y=mx+c y=0,0027x m=k/CA0 k=m.CA0 k grafik k mean Deviasi standar Hasil Kesimpulan 0,0002700 0,0002654 0,00033% Deviasi standar grafik < deviasi standar max k diterima sebesar 0,00026537 4. Perhitungan CA0 Sebenarnya Diketahui Orde 0 CA0=kt/XA CA0 0,1244 M 5. Pengujian Nilai k (Pada T=50oC) Orde 0 Orde 1 -1 t (menit) k (menit ) k ([M.menit]-1) 0,002866254 0,000275811 0,003810707 0,000240814 0,008565440 0,008380671 0,006897841 0,141876413 0,006190049 0,128599922 0,0005370% 0,5281825% k (M.menit ) 0,000327567 0,000380433 0,000543180 0,000419306 0,000374099 0,0000007% 60 120 180 240 270 Varians Orde 2 -1 Hasil Uji Varians k orde 0 paling kecil Kesimpulan Reaksi berorde 0 6. Perhitungan k mean t (menit) 60 120 180 240 270 k mean Deviasi standar Hasil Kesimpulan k (M.menit-1) 0,000327567 0,000380433 0,000543180 0,000419306 0,000374099 0,000408917 0,0082% Deviasi standar data < deviasi standar max k diterima sebesar 0,000408917 7. Pengujian k mean Menggunakan Grafik y = 0,0034x R² = 0,9784 50oC 1,00 0,7860 0,8090 0,8120 XA (fraksi) 0,80 0,60 0,3670 0,40 0,20 0,1580 0 0,00 0 50 100 150 t (menit) 200 250 300 Rumus k dari grafik t vs. XA XA=kt/CA0 y=mx+c y=0,0034x m=k/CA0 k=m.CA0 k grafik 0,0004229 k mean 0,0004089 Deviasi standar 0,00099% Hasil Deviasi standar grafik < deviasi standar max Kesimpulan k diterima sebesar 0,000408917 B. Penentuan Ea Rumus Ea 1. Penentuan Ea Menggunakan Perumusan Arrhenius a. k1 (T=318K) 0,00026537 k (M.menit-1) b. k2 (T=323K) R 0,00040892 k (M.menit-1) 8,314 J/molK Ea rumus 73848,32 J/mol 2. Penentuan Ea Menggunakan Grafik 1/T vs. lnk 1/T lnk 0,003145 0,003096 0,003047 0,002998 0,002949 -8,234384084 -7,801998720 -7,369613356 -6,937227992 -6,504842628 Grafik Penentuan Ea lnk 0,00 0,0029 0,00295 -2,00 0,003 0,00305 0,0031 0,00315 0,0032 y = -8824,2x + 19,518 R² = 1 -4,00 -6,00 -8,00 -10,00 Ea grafik Ea rumus Deviasi standar 1/T 73364,4 J/mol 73848,3 J/mol 342,1868 C. Penentuan Koefisien Frekuensi Rumus f G 1. Penentuan f Menggunakan Perumusan Arrhenius A rumus 3,59,E+08 2. Penentuan f Menggunakan Grafik 1/T vs. lnk A grafik 3,00,E+08 Hasil: Ea = 73848,3 J/mol A = 3,59.108