01 Modul ke: Fakultas TEKNIK Program Studi Teknik Mesin Teknik Pemipaan Dasar-Dasar Teknik Pemipaan, Prinsip Perancangan System Pemipaan • Macam – Macam Pipa • Standar Diameter Fajar Anggara ST.,M.Eng Pembuka Daftar Pustaka Akhiri Presentasi Pendahuluan • Sistem Pemipaan Sistem pemipaan seperti pembuluh arteri dan vena yang ada di dalam tubuh manusia. Mereka membawa darah kehidupan modern sebuah peradaban manusia. Sistem Pemipaan adalah sistem dimana pipa di gunakan untuk mengalirkan fluida (cair atau gas) dari satu tempat ke tempat yg lain, atau dari peralatan (equipment) satu ke peralatan (equipment) yang lain. ← < MENU AKHIRI → > Karena itu, bagian pipa saat disambung dengan fittings, valve, dan peralatan mekanikal lainnya dan didukung dengan baik oleh hanger dan support, disebut Pemipaan. Di dunia industri MIGAS, sistem perpipan banyak dipakai dalam mengalirkan fluida cair dan gas dari peralatan satu ke peralatan yang lainnya, misalnya fluida dari pompa dialirkan melalui pipa menuju separator dan masuk kedalam tanki penyimpanan. ← < MENU AKHIRI → > Pembahasan • Macam-Macam Pipa. ➢ Penjelasan Tentang Pipa. Pipa adalah tabung dengan penampang melintang sesuai dengan persyaratan dimensi. Pipa merupakan salah satu elemen atau bagian pemipaan. Fungsi pipa sebagai sarana pengaliran atau transportasi fluida berbentuk cair, gas maupun udara. Fluida yang mengalir ini memiliki temperature dan tekanan yang berbeda-beda. ← < MENU AKHIRI → > Pipa biasanya ditentukan berdasarkan nominalnya, yaitu ukuran pipa (size), ketebalan pipa (schedule/wall thickness). Berdasarkan zat (service) yang dialirkan, jenis pipa dapat diklasifikasikan, yaitu: 1. Pipa Air 4. Pipa Uap 2. Pipa Minyak 5. Pipa Udara 3. Pipa Gas 6. Pipa Drainase dll. ← < MENU AKHIRI → > ➢Jenis Material Pipa Menurut Penggunaannya. a) Pipa Non-Metallic: ‒ PVC (Polyvinyl Chloride) Pipa PVC ini banyak kita temukan terpasang didalam sebuah rumah atau gedung, diantaranya digunakan untuk mengalirkan air bersih dan air buangan (plumbing). ← < MENU AKHIRI → > Gambar 1. Saluran Air Besih & Air Kotor ← < MENU AKHIRI → > ‒ FRP (Fiber Reinforce Plastic) Pipa FRP adalah sebuah pipa yang terbuat dari bahan komposit (epoxy/polyester dan resin). Gambar 2. Pipa FRP ← < MENU AKHIRI → > Kelebihan Pipa FRP: - Tahan terhadap korosi, tidak korosif, tidak memerlukan lapisan cat (coating), dan mudah dalam perawatan. - Secara elektrik inert, tidak memerlukan proteksi catodic, dan corrosion inhibitor. - Instalasi lebih cepat, lebih ringan dari pipa baja. - Biaya opersional lebih rendah. ← < MENU AKHIRI → > Kekurangan Pipa FRP: - Kurang tahan terhadap ultra violet (UV). - Kurang tahan terhadap benturan dan fibrasi. - Tekanan dan temperature ratingnya terbatas. ← < MENU AKHIRI → > Aplikasi pipa FRP di dalam dunia MIGAS: - Berdasarkan Fluidnya: Brine Line, Disposal line, Fluida korosif. - Pemasangan pipa di kondisi lingkungan yang korosif (misalkan diatas brine pit, di laut, road crossing, dll). ← < MENU AKHIRI → > b) Pipa Metallic: ‒ Pipa CS (Carbon Steel) Untuk pipa CS, bahan yang digunakan dalam aplikasi dunia MIGAS umumnya ASTM A53-B, A106-B, API 5L-B dan API 5L-X52 pipa. Pipa yang tersedia komersial memiliki mill tolerance sebesar 12,5%. Komposisi kimia pada pipa CS tersebut ditentukan di bawah ini: ← < MENU AKHIRI → > Material ASTM A106-B YS, min. 35,000 psi API 5L-B YS, min. 35,000 psi API 5L-X52 YS, min. 52,000 psi 0.30 0.24 0.24 0.29 – 1.06 1.20 1.40 Phosporus (P), max. 0.035 0.025 0.025 Sulphur (S), max. 0.035 0.015 0.015 Silicon (Si) 0.10 - - Chemical Carbon (C), max. Manganese (Mn), max. Tabel 1. Komposisi Kimia Pipa CS ← < MENU AKHIRI → > ‒ Pipa SS (Stainless Steel) Untuk pipa SS, bahan yang digunakan dalam aplikasi dunia MIGAS umumnya ASTM A312 Grade 304/304L dan ASTM A358 Grade 316/316L, dengan toleransi pabrik (mill tolerance) sebesar 12,5%. Komposisi kimia pada pipa SS tersebut ditentukan di bawah ini: ← < MENU AKHIRI → > ASTM A312 Material ASTM A358 TP 304 YS min. 30,000 psi TP 304L YS min. 25,000 psi TP 316 YS min. 30,000 psi TP 316L YS min. 25,000 psi Carbon (C), max. 0.08 0.035 0.08 0.03 Manganese (Mn) 2.0 2.0 2.0 2.0 Phosporus (P), max. 0.045 0.045 0.045 0.045 Sulphur (S) 0.03 0.03 0.03 0.03 Silicon (Si) 1.0 1.0 0.75 0.75 Chromium (Cr) 18.0 – 20.0 18.0 – 20.0 16.0 – 18.0 16.0 – 18.0 Nickel (Ni) 8.0 – 11.0 8.0 – 13.0 10.0 – 14.0 10.0 – 14.0 Molybdenum (Mo) - - 2.0 – 3.0 2.0 – 3.0 Nitrogen (N) - - 0.10 0.10 Chemical Tabel 2. Komposisi Kimia Pipa SS ← < MENU AKHIRI → > ‒ Pipa DSS (Duplex Stainless Steel) Untuk pipa DSS, bahan yang digunakan dalam aplikasi dunia MIGAS umumnya ASTM A790-S31803 dan ASTM A928S31803, dengan toleransi pabrik (mill tolerance) sebesar 12,5%. Komposisi kimia pada pipa DSS tersebut ditentukan di bawah ini: ← < MENU AKHIRI → > Material ASTM A790-S31803 ASTM A928-S31803 Seamless Pipe YS min. 65,000 psi Welded Pipe YS min. 65,000 psi Carbon (C), max. 0.03 0.03 Manganese (Mn) 2.0 2.0 Phosporus (P), max. 0.03 0.03 Sulphur (S) 0.02 0.02 Silicon (Si) 1.0 1.0 21.0 – 23.0 21.0 – 23.0 Nickel (Ni) 4.5 – 6.5 4.5 – 6.5 Molybdenum (Mo) 2.5 – 3.5 2.5 – 3.5 0.14 (min) 0.14 (min) Chemical Chromium (Cr) Nitrogen (N) Tabel 3. Komposisi Kimia Pipa DSS ← < MENU AKHIRI → > • Standar Diameter ➢Ukuran dan Ketebalan Pipa. Secara spesifikasi umum dapat dilihat pada American Society of Testing Materials (ASTM). Disana diterangkan mengenai diameter, ketebalan (wall thickness) dan schedule pipa. Outside Diameter (OD), diameter luar bagian dari pipa, ditetapkan sama meskipun ketebalan berbeda untuk setiap schedule. ← < MENU AKHIRI → > Inside Diameter (ID), diameter bagian dalam pipa ditetapkan berbeda untuk setiap schedule. Nominal Bore (NB), NB mewakili nomor penunjukan ukuran pipa standar baik dalam mm atau inci misalnya 100mm NB atau 4“ NB. Ketebalan dan schedule sangatlah berhubungan, hal ini karena ketebalan pipa tergantung pada schedule pipa itu sendiri. ← < MENU AKHIRI → > ID NB OD WT Gambar 3. Pipa ← < MENU AKHIRI → > Bagaimana Mendefinisikan DN dan NPS Nominal Diameter (DN), diameter pipa untuk pemasangan ataupun perdagangan (commodity). DN merupakan sistem metrik penanda ukuran pipa tanpa dimensi (mm), misalnya DN 50, DN 80 DN 100. Nominal Pipe Size (NPS), NPS mewakili United State Customary System (USCS) yang merupakan penanda ukuran pipa tanpa dimensi. Ini adalah nomor penunjukan ukuran pipa standar tanpa simbol inci misalnya NPS2, NPS3, dan seterusnya. ← < MENU AKHIRI → > NPS DN OD (inci) OD (mm) 1/2 15 0.840 21.3 1 25 1.315 33.4 2 50 2.375 60.3 3 80 3.500 88.9 4 100 4.500 114.3 Tabel 4. Dimensi Pipa ← < MENU AKHIRI → > Schedule Pipa. Schedule pipa dapat dikelompokkan sebagai berikut: ‒ Schedule: Sch10, Sch20, Sch40, dst. ‒ Schedule standard: Sch10S, Sch40S, Sch80S ‒ Schedule extra strong: XS ‒ Schedule double extra strength: XXS ← < MENU AKHIRI → > Perbedaan-perbedaan schedule ini dibuat sebagai: ‒ Menahan internal pressure dari aliran ‒ Kekuatan dari material itu sendiri ‒ Mengatasi karat ‒ Mengatasi kegetasan pipa Untuk melihat ukuran diameter, ketebalan dan schedule dapat dilihat pada Tabel 5. berikut ini: ← < MENU AKHIRI → > NPS 1/8 1/4 3/8 1/2 3/4 1 1¼ 1½ 2 2½ 3 3½ 4 5 6 8 10 12 14 16 18 20 30 OD (inch) 0.405 0.54 0.675 0.84 1.05 1.315 1.66 1.9 2.375 2.875 3.5 4 4.5 5.563 6.625 8.625 10.75 12.75 14 16 18 20 30 OD (mm) 10.3 13.7 17.1 21.3 26.7 33.4 42.2 48.3 60.3 73 88.9 101.6 114.3 141.3 168.3 219.1 273 323.8 355.6 406.4 457 508 762 10 1.24 1.65 1.65 2.11 2.11 2.77 2.77 2.77 2.77 3.05 3.05 3.05 3.05 3.4 3.4 3.76 4.19 4.57 6.35 6.35 6.35 6.35 7.92 10S 1.24 1.65 1.65 2.11 2.11 2.77 2.77 2.77 2.77 3.05 3.05 3.05 3.05 3.4 3.4 3.76 4.19 4.57 4.78 4.78 4.78 5.54 7.92 STD 1.73 2.24 2.31 2.77 2.87 3.38 3.56 3.68 3.91 5.16 5.49 5.74 6.02 6.55 7.11 8.18 9.27 9.53 9.53 9.53 9.53 9.53 9.53 WALL THICKNESS (mm) 40 40S XS 80 1.73 1.73 2.41 2.41 2.24 2.24 3.02 3.02 2.31 2.31 3.2 3.2 2.77 2.77 3.73 3.73 2.87 2.87 3.91 3.91 3.38 3.38 4.55 4.55 3.56 3.56 4.85 4.85 3.68 3.68 5.08 5.08 3.91 3.91 5.54 5.54 5.16 5.16 7.01 7.01 5.49 5.49 7.62 7.62 5.74 5.74 8.08 8.08 6.02 6.02 8.56 8.56 6.55 6.55 9.53 9.53 7.11 7.11 11 11 8.18 8.18 12.7 12.7 9.27 9.27 12.7 15.1 10.3 9.53 12.7 17.5 11.1 9.53 12.7 19.1 12.7 9.53 12.7 21.4 14.3 9.53 12.7 23.8 15.1 9.53 12.7 26.2 … … 12.7 … 80S 2.41 3.02 3.2 3.73 3.91 4.55 4.85 5.08 5.54 7.01 7.62 8.08 8.56 9.53 11 12.7 12.7 12.7 12.7 12.7 12.7 12.7 … 160 … … … 4.78 5.56 6.35 6.35 7.14 8.74 9.53 11.1 … 13.5 15.9 18.3 23 28.6 33.3 35.7 40.5 45.2 50 … XXS … … … 7.47 7.82 9.09 9.7 10.2 11.1 14 15.2 … 17.1 19.1 22 22.2 25.4 25.4 … … … … … Tabel 5. Dimensions of Pipes ASME B36.10 ← < MENU AKHIRI → > Dari Tabel 2. diatas dapat kita lihat, disimpulkan sebagai berikut: ‒ Ketebalan pipa NPS 12 dan keatas pipa untuk Sch40 dan STD berbeda, ‒ Dari NPS 10 dan keatas ketebalan untuk Sch 80 dan Sch XS berbeda. ‒ Dari NPS 14 dan diatas ukuran nominal dan OD sama. ← < dan dari pipa pipa MENU AKHIRI → > Aktual Inside Diameter (ID) Pipa. Cara menghitung inside diameter aktual pipa : Contohnya : NPS 4 Sch40 → OD = 114.3 mm, WT = 6.02 mm ❖ ID = OD – (2 x WT) = 114.3 - (2 x 6.02) = 102.6 mm NPS 4 Sch80 → OD = 114.3 mm, WT = 8.56 mm ❖ ID = OD – (2 x WT) = 114.3 - (2 x 8.56) = 97.18 mm ← < MENU AKHIRI → > Wall Thickness (WT) Ketebalan minimum yang dibutuhkan untuk pipa ditentukan berdasarkan persyaratan pressure containment sesuai dengan ASME B31.3 untuk Pemipaan Proses (process piping), ASME B31.8 untuk Pipa Gas dan B31.4 untuk Pipa Minyak. Berdasarkan ASME B31.3 ketebalan pipa minimum yang dibutuhkan untuk Pipa Gas ditentukan oleh persamaan di bawah ini: ← < MENU AKHIRI → > P D t= 2( SEW + PY ) Dimana: t : Minimum required wall thickness (in) D : Outside diameter (in) S : Specified Minimum Yield Stress (psi) E : Longitudinal joint factor P : Design Pressure (psi) W : Weld joint strength reduction factor Y : Coeficient ← < MENU AKHIRI → > Berdasarkan ASME B31.8 ketebalan pipa minimum yang dibutuhkan untuk Pipeline Gas ditentukan oleh persamaan di bawah ini: t= P D 2 xSxFxExT Dimana: t : Minimum required wall thickness (in) D : Outside diameter (in) S : Specified Minimum Yield Stress (psi) E : Longitudinal joint factor P : Design Pressure (psi) F : Design factor T : Temperature de-rating factor ← < MENU AKHIRI → > Berdasarkan ASME B31.4 ketebalan pipa minimum yang dibutuhkan untuk Oil Pipeline ditentukan oleh persamaan di bawah ini: t= P D 2 xSxFxE Dimana: t : Minimum required wall thickness (in) D : Outside diameter (in) S : Specified Minimum Yield Stress (psi) E : Longitudinal joint factor P : Design Pressure (psi) F : Design factor ← < MENU AKHIRI → > • Ketebalan nominal adalah tebal pipa minimum yang dibutuhkan ditambah dengan korosi yang diijinkan (CA, corrosion allowance). Dimana: tnom : Nominal wall thickness (in) CA : Corrossion allowance (mm) ← < MENU AKHIRI → > Daftar Pustaka Peter Smith, 2007, Process Piping Design Handbook Volume One: The Fundamentals of Piping Design, Gulf Publishing Company, Houston, Texas. Raswari, 2007, Perencanaan dan Penggambaran Sistem Perpipaan, Penerbit Universitas Indonesia. ASME B31, Code for Pressure Piping, Section B31.3, (2014), Chemical Plant and Petroleum Refinery Piping, American Society of Mechanical Engineers, New York. ASME B31, Code for Pressure Piping, Section B31.4, (2012), Liquid Transportation Systems for Hydrocarbons, Liquid Petroleum Gas, Anhydrous Ammonia, and Alcohols, American Society of Mechanical Engineers, New York. ASME B31, Code for Pressure Piping, Section ASME B31.8, Gas Transmission and Distribution Piping Systems, B31.8 – 2020, American Society of Mechanical Engineers, New York. ← < MENU AKHIRI Terima Kasih Fajar Anggara ST.,M.Eng