RANGKUMAN MATA KULIAH (RMK) Sistem Informasi Manajemen E-Commerce: Digital Markets, Digital Goods Kelompok 4; 1) Aura Salma R 042111333025 2) Andrisa Salsa D 042111333028 3) Karisma Nur M 042111333029 4) Lailatul Fiyatun N 042111333033 5) Sonya Kanza M. K. 042111333051 Kelas O PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA 2023 10-1 What are the unique features of e-commerce, digital markets, and digital goods? 1) E-commerce Today E-commerce merujuk pada penggunaan Internet dan Web untuk melakukan transaksi bisnis. E-commerce adalah lingkungan digital yang memungkinkan transaksi komersial terjadi di antara organisasi dan individu. Transaksi komersial melibatkan pertukaran nilai (misalnya, uang) melintasi batas organisasi atau individu sebagai imbalan atas produk dan layanan. E-commerce dimulai pada tahun 1995 ketika salah satu portal Internet pertama, Netscape.com, menerima iklan pertama dari perusahaan besar dan mempopulerkan gagasan bahwa web dapat digunakan sebagai media baru untuk iklan dan penjualan. Perkembangan E-commerce Di AS, E-commerce tumbuh pada tingkat dua digit hingga resesi 2008-2009, ketika pertumbuhan melambat dan pendapatan diratakan. Sejak saat itu, penjualan ritel offline telah meningkat dalam kisaran 2 hingga 4 persen, sedangkan e-commerce online sukses luar biasa, tumbuh dalam kisaran 12 hingga 15 persen. Pesatnya pertumbuhan e-commerce pada tahun-tahun awal menciptakan gelembung pasar (market bubble) dalam saham e-commerce, yang meledak pada Maret 2001. Sejumlah besar perusahaan e-commerce gagal, namun perusahaan (Amazon, eBay, Expedia, dan Google) yang selamat dari Gelembung dot-com (dot-com bubble) meledak dan sekarang berkembang. 2) The New E-commerce: Social, Mobile, Local Salah satu perubahan terbesar adalah sejauh mana e-commerce menjadi lebih sosial, seluler, dan lokal. From Eyeballs to Conversations: Conversational Commerce Conversational commerce mewakili penggunaan teknologi oleh pedagang untuk terlibat dalam percakapan online dengan pelanggan secara real-time, untuk membantu proses pembelian. Platform perdagangan sosial yang terkemuka antara lain Facebook, Instagram, Twitter, dan Pinterest. From the Desktop to the Smartphone Perangkat seluler digunakan untuk mengakses berbagai situs web sosial secara online dan dapat digunakan oleh pelanggan untuk menemukan pedagang lokal, dan pedagang dapat menggunakannya untuk memberitahu pelanggan di lingkungan mereka tentang penawaran khusus. 3) Why E-commerce is Different Keunikan Layanan Teknologi E-commerce DIMENSI TEKNOLOGI E-COMMERCE SIGNIFIKANSI BISNIS Tak terbatas oleh tempat, jarak dan waktu (Ubiquity) E-commerce memungkinkan kita berbelanja dimana saja dan kapan saja karena marketspace bukan lagi berarti tempat bertemunya penjual dan pembeli, tapi melintas batas tradisional, bahkan batas geografis sekalipun. Biaya untuk berbelanja akan lebih hemat. Jangkauan Global (Global reach) Memungkinkan transaksi komersial melintasi batas-batas budaya dan negara dengan kenyamanan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih efektif daripada dalam suatu sistem perdagangan tradisional. Akibatnya, ukuran pasar potensial untuk pedagang e-commerce kira-kira sama dengan ukuran populasi online dunia. Standar Universal (Universal standards) Merupakan standar teknis untuk melakukan e-commerce. Benefitnya: a. Bagi produsen akan menekan biaya masuk pasar (market entry cost) —biaya yang harus dikeluarkan oleh penjual untuk membawa barangnya ke pasar. b. Bagi konsumen, standar universal mengurangi biaya pencarian (search cost) —usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan barang sesuai keinginan mereka. Multifungsi/ Multi-manfaat (Richness) Isi dari suatu pesan yang digunakan dalam marketing disajikan secara beragam, melalui video, audio, dan pesan lainnya. Keinteraktifan (Interactivity) memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah (interaksi yang interaktif) antara penjual dan konsumen. Kepadatan Informasi (Information Density) Biaya untuk mengakses informasi, menyimpan, dan berkomunikasi akan dapat ditekan, namun tetap menjaga keakuratan. Personalisasi/Penyesuaian (Personalization/Customization) Personalisasi: Pedagang dapat memberikan pesan pemasaran kepada pelanggan sesuai kualifikasi yang diinginkan. Penyesuaian: memudahkan dalam mengubah barang atau jasa yang dijual sesuai dengan preferensi pengguna atau perilaku yang ia tunjukkan sebelumnya. Contoh : harga, warna, dll. Teknologi Sosial (Social Technology) Model bisnis dimana dapat menghubungkan antara bisnis dengan akun media sosial. 4) Key Concepts in E-commerce: Digital Markets and Digital Goods in a Global Marketplace Internet mengurangi asimetri (ketimpangan) informasi. Dengan adanya internet, orang akan mudah mendapatkan informasi, sehingga tidak ada yang dirugikan dalam penawaran barang karena ada yang memiliki informasi lebih atas barang tersebut. Digital Market Pasar digital sangat fleksibel dan efisien karena beroperasi dengan biaya pencarian dan transaksi yang sangat kecil, biaya menu (menu cost) yang lebih rendah, diskriminasi harga, dan kemampuan untuk mengubah harga dengan dinamis yang disesuaikan dengan kondisi pasar. Dalam penentuan harga dinamis (dynamic pricing), harga dari sebuah barang bergantung pada karakteristik permintaan dari konsumen atau situasi pasokan dari penjual. Disintermediation merupakan penghapusan organisasi atau lapisan proses bisnis yang bertanggung jawab atas langkah perantara dalam rantai nilai. E-commerce telah memunculkan serangkaian perantara baru seperti Amazon, eBay, PayPal, dan Blue Nile. Oleh karena itu, disintermediasi berbeda dari satu industri ke industri lainnya. Digital Goods Barang digital adalah barang yang dapat dikirimkan melalui jaringan digital. Musik, video, peranti lunak, koran, majalah, dan buku semuanya dapat dinyatakan, disimpan, dikirim, dan dijual sebagai barang digital. 10-2 What are the principal e-commerce business and revenue models? 1) Types of E-commerce Business-toconsumer (B2C) Proses transaksi yang dilakukan antara produsen barang atau jasa langsung kepada konsumen akhir. Contoh : Shopee, Lazada, Amazon, Ebay, Traveloka, Berrybenka dan lain sebagainya. Business-tobusiness (B2B) Meliputi transaksi yang dilakukan antar perusahaan atau jenis usaha. Contoh : jika bisnis A menjadi produsen bahan baku kulit sintetis untuk usaha pembuatan tas dan sepatu di perusahaan B. Consumer-toconsumer (C2C) Transaksi barang atau jasa yang dilakukan dari konsumen kepada konsumen. C2C terbagi atas dua model yakni 1. marketplace : konsumen sebagai penyedia barang dan jasa membutuhkan sebuah platform sebagai wadah transaksi. Di dalam platform tersebut, konsumen yang bertindak sebagai penjual dapat memposting berbagai produk untuk dibeli oleh konsumen lainnya. Contoh platform C2C : Tokopedia, Bukalapak, Shopee. 2. classified : memberikan kebebasan terhadap penjual dan pembeli untuk bertransaksi secara langsung. Website yang tersedia hanya berfungsi untuk mempertemukan antara penjual dan pembeli namun tidak memfasilitasi transaksi jual beli online. Metode transaksi yang kerap dilakukan ada melalui cash on delivery atau COD. Website untuk model classified yang terkenal di Indonesia yakni OLX dan Kaskus. mobile commerce or m-commerce Penggunaan perangkat nirkabel genggam untuk membeli barang dan jasa dari lokasi manapun. Ketiga jenis transaksi e-commerce dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi m-commerce. 2) E-commerce Business Models E-Commerce adalah bagian dari e-business yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa melalui internet. Hal ini juga meliputi kegiatan yang mendukung transaksi pasar mereka, seperti iklan, pemasaran, dukungan pelanggan, keamanan, pengiriman dan pembayaran. Dalam membangun suatu bisnis online diperlukan model-model bisnis. Dengan menggunakan model bisnis Internet yang tepat maka dapat menambah nilai lebih untuk produk dan jasa yang ada atau untuk produk dan layanan baru. Berikut adalah contoh model bisnis internet. Portal Menyediakan akses awal masuk ke website bersama dengan konten khusus dan jasa lainnya. Contoh: Yahoo, Google. E-tailer Menjual produk fisik secara langsung kepada konsumen atau usaha perorangan. Contoh: Amazon Content Provider Menciptakan pendapatan dengan menyediakan konten digital, seperti berita, music, foto, atau video melalui website. Pelanggan dapat membayar untuk mengakses konten, atau pendapatan dapat dihasilkan dengan menjual ruang iklan. Contoh: iTunes.com, GettyImages.com Transaction Menghemat uang dan waktu pengguna dengan pengolahan transaksi Broker penjualan secara online dan menghasilkan biaya setiap kali transaksi terjadi. Contoh: ETrade.com Market Creator Menyediakan lingkungan digital dimana pembeli dan penjual dapat bertemu, mencari produk, memasang produk, dan menetapkan harga untuk produk tersebut. Contoh: eBay Service Provider Menyediakan aplikasi seperti berbagi foto, berbagi video, dan sikronikasi konten sebagai layanan; menyediakan layanan lain seperti penyimpanan data online dan backup. Contoh: Google Apps, Dropbox. Community Provider (Social Networks) Menyediakan tempat pertemuan online dengan orang yang memiliki minat yang sama. Pengguna dapat saling berkomunikasi dan bertukar mengenai informasi berguna. Contoh: Facebook, Twitter. 3) E-commerce Revenue Models Revenue Model adalah bagamana suatu bisnis, baik yang dijalankan oleh perusahaan atau perorangan, memperoleh pendapatan dari proses transaksi, penjualan barang atau pun jasa. Berkaitan dengan e-commerce, tentunya revenue model pada e-commerce akan berbeda dengan tradisional model. yang paling banyak diterapkan dan dapat dilakukan dalam e-business maupun e-commerce khususnya untuk meraup pendapatan yaitu : Advertising Revenue Model business model jenis ini adalah pemilik situs e-commerce atau pelaku e-business akan mendapatkan revenue dari pemasangan iklan di situs web oleh client-clientnya. contoh situs ini antara lain Yahoo.com. Dalam model pendapatan iklan, sebuah website akan menghasilkan pendapatan, dengan menarik perhatian banyak pengunjung yang kemudian dapat terkena iklan. Model iklan adalah model pendapatan yang paling banyak digunakan di e-commerce, dan dapat dikatakan bahwa, tanpa pendapatan iklan, menggunakan website akan menjadi pengalaman yang sangat berbeda dari apa yang ada sekarang karena orang akan diminta untuk membayar untuk mengakses konten. Sales Revenue model Business model jenis ini mengandalkan proses jual beli menggunakan teknologi web, oleh karenannya business model ini paling banyak diterapkan. contohnya adalah online web store. contoh situs ini adalah Amazon.com. Dalam model pendapatan penjualan, perusahaan memperoleh pendapatan dengan menjual barang, informasi, atau jasa kepada pelanggan. Penyedia konten menghasilkan uang dengan menagih untuk mengunduh seluruh file seperti music track (iTunes Store) atau buku atau untuk mengunduh streaming musik. Subscription Revenue Model Dalam hal ini, revenue didapatkan dari biaya keanggotaan atau subscription untuk suatu service, misalnya layanan berita, informasi, atau premium email. Contoh situs ini adalah Nationalgeographic.com, email dari Yahoo Platinum service. Dalam model pendapatan langganan, website yang menawarkan konten atau layanan biaya berlangganan untuk akses ke beberapa atau semua layanan yang berkelanjutan. Misalnya, versi online dari Consumer Reports memberikan akses ke konten premium, seperti peringkat rinci, ulasan, dan rekomendasi, hanya untuk pelanggan yang memiliki pilihan membayar biaya berlangganan bulanan atau per tahun. Free/Freemium Revenue Model Dalam model pendapatan bebas, perusahaan menawarkan layanan dasar atau konten gratis, apabila pelanggan melakukan pengisian premium maka akan mendapatkan fitur canggih atau khusus. Misalnya, Google menawarkan aplikasi gratis tetapi memungut biaya untuk layanan premium. Transaction Fee Revenue Model Business model jenis ini banyak yang menerapkan. Pada business model ini, pelaku bisnis akan mendapatkan fee dari setiap transaksi yang dilakukan. contoh business model jenis ini adalah e-banking, atau electronic brokerage, electronic stock exchange, electronic travel agent, online auction system. contoh situs ini adalah e-bay.com, e-trade.com Dalam model pendapatan biaya transaksi, pengrajin menerima biaya untuk meningkatkan atau mengeksekusi transaksi. Misalnya, eBay menyediakan sebuah lelang pasar online dan menerima sejumlah biaya transaksi dari penjual jika penjual sukses dalam menjual barang tersebut. Affiliate Revenue Model Perusahaan menerima suatu pembayaran penyerahan untuk mengarahkan bisnis untuk “bergabung” atau menerima beberapa persen dari pendapatan sebagai hasil suatu penjualan yang ditunjuk. Sebagai contoh, Mypoints.Com menerima uang untuk menghubungkan perusahaan dengan pelanggan yang potensial dengan transaksi penawaran khusus. Ketika anggota mendapatkan keuntungan dari transaksi, mereka mendapat poin-poin yang kemudian dapat ditebus untuk barang-barang. 10-3 How has e-commerce transformed marketing? 4) Behavioral Targeting mengacu pada pelacakan riwayat perilaku mengklik individu di ribuan situs web untuk memahami minat dan niat mereka dan memberikan mereka iklan yang sesuai dengan perilaku online mereka. - Penargetan perilaku terjadi pada dua tingkat: di masing-masing situs web atau dari dalam aplikasi, dan di berbagai jaringan periklanan yang melacak pengguna di ribuan situs web. - Ini adalah langkah singkat dari jaringan iklan ke pembelian iklan terprogram. Di sini, platform iklan dapat memprediksi berapa banyak target individu yang akan melihat iklan tersebut, dan pembeli iklan dapat memperkirakan berapa nilai eksposur ini bagi mereka. - native advertising (iklan organik)→ melibatkan penempatan iklan di umpan berita jejaring sosial tradisional, seperti artikel surat kabar di mana konten dan iklan saling berdekatan atau terintegrasi bersama. 5) Social E-commerce and Social Network Marketing jejaring sosial online; situs web yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi satu sama lain, membentuk hubungan kelompok dan individu, serta berbagi minat, nilai, dan gagasan. E-commerce sosial; perdagangan berdasarkan gagasan grafik sosial digital, pemetaan semua hubungan sosial online yang signifikan. Teori kecil menyebutkan; Produk dan layanan yang Anda beli akan mempengaruhi keputusan teman Anda, dan keputusan mereka pada gilirannya akan mempengaruhi Anda. pemasar yang mencoba membangun dan memperkuat merek dapat memanfaatkan fakta bahwa orang-orang terjerat dalam jejaring sosial, berbagi minat dan nilai, serta berkomunikasi dan mempengaruhi satu sama lain. The Wisdom of Crowds sejumlah besar orang dapat membuat keputusan yang lebih baik tentang berbagai topik atau produk daripada satu orang atau bahkan komite ahli yang kecil. konsep kebijaksanaan kerumunan menunjukkan bahwa perusahaan harus berkonsultasi dengan ribuan pelanggan mereka terlebih dahulu sebagai cara membangun hubungan dengan mereka dan, kedua, untuk lebih memahami bagaimana produk dan layanan mereka digunakan dan dihargai (atau ditolak). 10-4 How has e-commerce affected business-to-business transactions? ❖ Perdagangan antara perusahaan bisnis (B2B) mewakili pasar yang sangat besar sehingga sangat kompleks dan membutuhkan intervensi manusia yang signifikan ❖ Tantangan e-commerce B2B adalah mengubah pola dan sistem pengadaan yang ada serta merancang dan menerapkan solusi B2B berbasis internet dan cloud yang baru. Electronic Data Innterchange (EDI) ❖ E-commerce B2B mengacu pada transaksi komersial yang terjadi pada perusahaan. ❖ EDI memungkinkan pertukaran komputer-ke-komputer antara 2 organisasi transaksi standar seperti faktur, bill of lading, jadwal pengiriman, atau pesanan pembelian. ❖ Transaksi secara otomatis ditransmisikan melalui jaringan, menghilangkan pencetakan dan penanganan kertas di satu sisi dan memasukkan data di sisi lain. ❖ EDI awalnya mengotomatiskan pertukaran dokumen seperti pesanan pembelian, faktur, dan pemberitahuan pengiriman. ❖ Meskipun banyak perusahaan masih menggunakan EDI untuk otomatisasi dokumen, perusahaan yang terlibat dalam penambahan persediaan JIT dan produksi berkelanjutan menggunakan EDI sebagai sistem untuk pengisian terus menerus. ❖ Pemasok memiliki akses online ke bagian tertentu dari jadwal produksi dan pengiriman perusahaan pembelian dan secara otomatis mengirimkan bahan dan barang untuk memenuhi target yang telah ditentukan sebelumnya tanpa intervensi oleh agen pembelian perusahaan . ❖ Banyak organisasi semakin mendukung web karena menyediakan platform yang jauh lebih fleksibel dan berbiaya rendah untuk menghubungkan ke perusahaan lain sehingga aktivitas dan lingkaran mitra dagang menjadi lebih luas. ❖ Bisnis menggunakan Internet untuk menemukan pemasok dengan biaya terendah, mencari katalog online produk pemasok, bernegosiasi dengan pemasok, melakukan pemesanan dan pembayaran, serta mengatur transportasi juga tentunya tidak terbatas pada mitra yang ditautkan oleh jaringan EDI tradisional. New Ways of B2B Buying and Selling ❖ Private industrial network ● Jaringan industri swasta biasanya terdiri dari perusahaan besar yang menggunakan brankas situs web untuk ditautkan ke pemasoknya dan mitra bisnis utama lainnya. ● Pembeli memiliki jaringan, dan mengizinkan perusahaan dan pemasok yang ditunjuk, distributor, dan mitra bisnis lainnya untuk berbagi desain dan pengembangan produk, pemasaran, penjadwalan produksi, manajemen inventaris, dan komunikasi tidak terstruktur, termasuk grafik dan email. ❖ Net marketplace: terkadang disebut e-hub ● Menyediakan sebuah pasar digital berbasis teknologi internet untuk banyak pembeli dan penjual sehingga pendapatan dihasilkan dari transaksi pembelian, penjualan, dan layanan lain yang diberikan kepada klien. ● Partisipan dapat menetapkan harga melalui negosiasi online, lelang, atau permintaan kutipan, atau fixed prices. ● Types of net marketplace: (1) Direct goods ; (2) Indirect goods ● Beberapa net marketplace mendukung pembelian kontrak berdasarkan hubungan jangka panjang dengan pemasok yang ditunjuk, berbeda dengan biasanya yang berdasar hubungan jangka pendek dan banyak pemasok. ❖ Exchanges ● Exchange secara independen dimiliki oleh pihak ketiga net marketplace yang menghubungkan ribuan pemasok dan pembeli untuk pembelian secara langsung. ● Banyak exchanges menyediakan pasar vertikal untuk satu industri dan berurusan dengan input langsung. ● Exchange berkembang selama tahunawal e-commerce, tetapi banyak terjadi kegagalan ● Pemasok enggan berpartisipasi karena exchange didorong penawaran kompetitif yang mendorong harga turun dan tidak menawarkan hubungan jangka panjang dengan pembeli atau layanan untuk membuat penurunan harga bermanfaat. ● Banyak pembelian langsung yang penting tidak dilakukan secara langsung karena memerlukan kontrak dan pertimbangan masalah seperti waktu pengiriman, penyesuaian, dan kualitas produk 10-5 What is the role of m-commerce in business, and what are the most important m-commerce applications? Location-Based Services and Applications ➔ Location-Based Services meliputi layanan geososial, geoadvertising, dan geoinformasi. Layanan geososial dapat memberitahu Anda di mana teman-teman Anda bertemu. Layanan geoadvertising dapat memberitahu Anda dimana menemukan tempat yang kita inginkan yang terdekat, dan layanan geoinformasi dapat memberitahu Anda harga rumah yang Anda lihat atau tentang pameran khusus di museum yang Anda lewati. Other Mobile Commerce Services ➔ Bank dan perusahaan kartu kredit telah mengembangkan layanan yang memungkinkan pelanggan mengelola akun mereka dari perangkat seluler mereka. Pasar periklanan seluler adalah platform iklan online dengan pertumbuhan tercepat. Iklan akhirnya pindah ke tempat bola mata berada, dan semakin itu berarti perangkat seluler. Mobile App Payment Systems ➔ Banyak aplikasi FinTech saat ini adalah sistem pembayaran aplikasi seluler, yang menggunakan aplikasi seluler untuk menggantikan kartu kredit dan layanan perbankan tradisional. Ada tiga jenis utama aplikasi pembayaran seluler yakni Near Field Communication (NFC), QR Code, dan Peer to Peer (P2P) system. 10-6 What issues must be addressed when building an e-commerce presence? 2 + Case ● Membangun kehadiran e-commerce yang sukses membutuhkan pemahaman yang tajam tentang bisnis, teknologi, dan masalah sosial serta pendekatan yang sistematis. ● Dua tantangan manajemen yang paling penting dalam membangun kehadiran e-commerce yang sukses adalah (1) mengembangkan pemahaman yang jelas tentang tujuan bisnis Anda dan (2) mengetahui cara memilih teknologi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Develop an E-commerce Presence Map ● E-niaga telah beralih dari aktivitas yang berpusat pada PC di web menjadi aktivitas berbasis seluler dan tablet. ● Gambar 10.10 menyediakan peta jalan ke platform dan aktivitas terkait yang perlu Anda pikirkan saat mengembangkan kehadiran e-commerce Anda. Gambar 10.10 mengilustrasikan empat jenis kehadiran e-commerce: situs web, email, media sosial, dan media offline. ● Misalnya, dalam hal keberadaan situs web, ada tiga platform: desktop tradisional, tablet, dan smartphone, masing-masing dengan kemampuan yang berbeda. ● Selain itu, untuk setiap jenis kehadiran e-niaga, terdapat aktivitas terkait yang perlu Anda pertimbangkan. Misalnya, dalam hal situs web, Anda ingin terlibat dalam pemasaran mesin telusur, iklan bergambar, program afiliasi, dan sponsor. Develop a Timelines: Milestones ● Di mana Anda ingin berada setahun dari sekarang? Sangat membantu bagi Anda untuk memiliki gambaran kasar tentang kerangka waktu untuk mengembangkan kehadiran e-niaga Anda saat memulai. ● Anda harus memecah proyek Anda menjadi sejumlah kecil fase yang dapat diselesaikan dalam waktu tertentu. ● Tabel 10.9 mengilustrasikan jangka waktu satu tahun untuk pengembangan kehadiran e-commerce untuk perusahaan pemula yang dikhususkan untuk fashion remaja.