Uploaded by auliya hamidah

Proposal Penelitian Auliya Hamidah

advertisement
PENGARUH PROGRAM RAIH LESTARI OLEH DIFERENSIA FOUNDATION
DALAM IMPLEMENTASI “AN-NADHAFATU MINAL IMAN” DI WARGA RT 02
RW 09 JALAN BUAH BATU NO 57 KOTA BANDUNG
PROPOSAL SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana
Oleh:
Auliya Hamidah Haris Poernomo
NPM 10030118034
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
KOTA BANDUNG
2021
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
An-Nadhfatu Minal Iman yang artinya kebersihan sebagian dari iman merupakan sebuah
riwayat hadist dari Addailami yang memiliki sanad yang dho’if jiddan (sangat lemah),
sehingga pada hadist ini tidak bisa diamalkan, tetapi ditemukan pada sumber lain mengatakan
dari hadits Ahmad, Muslim, dan Tarmidzi disebutkan bahwa: "Bersuci (thaharah) itu
setengah daripada iman." (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi).1 Meski begitu teori ini sering
digunakan untuk pengingat dalam kebersihan lingkungan, Dalam Al-Qur’an mengajarkan
bahwa kebersihan merupakan cerminan iman, pada firman Allah Ta’ala:
ِ
ِ ‫ َوََل تُ ْف ِس ُد ْوا ِِف ْاَلَْر‬...
ۚ‫ص ََل ِح َهاۚ ٰذلِ ُك ْم َخْي ر لَّ ُك ْم اِ ْن ُكْنتُ ْم ُّم ْؤِمنِ ْي‬
ْ ‫ض بَ ْع َد ا‬
Artinya:
...“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah
yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman.” (QS. Al-Araf ayat 85)
QS. Al-Baqarah ayat 205,“Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk
Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah
tidak menyukai kebinasaan”.
Kemudian pada QS Al-Araf ayat 56,“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka
bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak
akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat
kepada orang-orang yang berbuat baik."
Dalam Penelaahan lebih dalam terdapat banyak ayat yang membahas tentang begitu
pentingnya menjaga lingkungan untuk keberlangsungan hidup umat manusia sampai saat
waktunya tiba. (Komarudin, 2021)
Hadits yang menurut Imam Suyuthi berstatus hasan, yakni sabda Nabi SAW :
“Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan, bersih dan mencintai
kebersihan, mulia dan mencintai kemuliaan, dermawan dan mencintai kedermawanan. Maka
bersihkanlah halaman rumahmu dan janganlah kamu menyerupai orang Yahudi.” (HR.
Tirmidzi) (Lihat Imam As-Suyuthi, Al-Jami Ash-Shaghir, I/70;)
Berdasarkan dalil yang telah dikemukanan kebersihan sebagian iman ini begitu luas
untuk dibahas dalam kehidupan manusia bisa berupa kebersihan diri dan lingkungan sekitar,
erat kaitannya dalam firman diatas dalam hal iman yang selalu disandingkan dengan menjaga
1
Diambil dari artikel “Bacaan Hadist tentang Kebersihan, Perintah Wajib bagi Umat Islam” di Kumparan.com
dari kerusakan lingkungan maupun kerusakan pada diri, Allah tidak menyukai kerusakan
yang terjadi di muka bumi dan lebih menyeru untuk menjaganya. Salah satu upaya untuk
menjaga kerusakan bumi ialah dengan pelesetarian lingkungan.
Pelestarian lingkungan hidup sudah seharusnya menjadi bagian dari perilaku seorang
Muslim seperti pada Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 205, maka kebersihan merupakan ciri
orang yang beriman dan menjadi pembeda, selain itu dalam menjaga lingkungan juga
merupakan salah satu ciri manusia dalam bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang
diberikan berupa dunia yang telah diciptakan. Pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan
banyak upaya salah satunya pengolahan sampah yang baik. Di Indonesia pengolahan sampah
masih sangat sulit diterapkan menjadi suatu kebiasaan yang telah dimiliki rakyatnya.
Sampah menjadi penyebab bencana banjir karena banyaknya sampah menyumbat
perairan seperti sungai dan selokan kecil, ketika curah hujan tinggi sampah-sampah itu akan
meluap dan akhirnya mengakibatkan banjir dalam artikel web di Merdeka (Nugraha, 2021).
Sampah yang ditemukan pun beragam, di Indonesia ditemukannya kasur bekas, baju bekas
dan barang-barang yang tidak seharusnya ada di perairan, sampah tidak berhenti sampai di
sungai, sampah itu terus mengalir sampai hanyut ke lautan luas. Dan kini ekosistem yang ada
di laut pun menjadi terganggu karena sampah yang terbawa hanyut.
Akan tetapi, Kota Bandung sejak kepemimpinan Ridwan Kamil isu tentang sampah
sudah mulai berkurang dan pengelolaan secara besar-besaran dibeberapa daerah sudah
lumayan terlaksana, serta sudah banyak gerakan untuk membersihkan dan memungut sampah
ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak merata dan masih ada kebiasaan membuang sampah ke
sungai yang dilakukan oleh warga di beberapa daerah. (Perdana, 2014) salah satunya sudah
mulai diterapkan pada sekolah-sekolah.
Bukan tidak mungkin kebiasaan membuang sampah ini bisa diubah dalam suatu
daerah secara merata, berdasarkan berita diatas pemicu suatu lingkungan ini mengolah
sampahnnya karena ada yang menciptakan sebuah gerakan yang besar-besaran entah itu
dalam satu rukun warga ataupun kelurahan, salah satu contoh pada program pengelolaan
sampah terutama limbah rumah tangga ialah program Raih Lestari milik Diferensia
Foundation kota Bandung yang mempengaruhi lingkungan RT 02 RW 09 di jalan Gunung
Batu no.57 , Pasteur. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah rumah tangga di
sekitar lokasi Diferensia yang masih bisa dimanfaatkan dan dijual kembali.
Pada dasarnya program ini memanfaatkan potensi lingkungan sekitar yang memang
warganya memiliki kebiasaan untuk merawat lingkungan, ditemukan beberapa rumah warga
disana yang memiliki kebun dan memiliki lingkungan yang bersih, dengan adanya program
Diferensia untuk merawat lingkungan dari sampah membuat warga terdorong untuk
melakukannya gerakan pengolahan limbah rumah tangga.
Maka dari itu peneliti melihat bahwa sebuah perilaku tidak hanya bisa dilaksanakan apabila
tidak ada sebab dan akibat maupun landasan yang kuat dari masing-masing warganya, motif
dalam melestarikan lingkungan tentu terdapat pada rumah tangganya masing-masing karena
ada rumah warga yang rapih dan bersih dan ada yang semi bersih dari sampah yang
berceceram di depan rumahnya. Di lingkungan Diferensi Foundation dekat dengan masjid
dan instansi pendidikan agama seperti Majelis Ta’alim. Dengan dikaitkannya fenomena
adanya kesetaraan dalam menjaga lingkungan yang ditimbulkan oleh suatu gerakan atau
warga daerah itu, maka peneliti memberikan judul pada penelitian ini “Pengaruh Program
Raih Lestari Oleh Diferensia Foundation Dalam Implementasi “An-Nadhafatu Minal
Iman” Di Warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu No 57 Kota Bandung” judul ini diambil
karena melihat adanya pewujudan secara teori kebersihan sebagian dari Iman dan gerakan
kebersihan yang terjadi pada lingkungan yang bisa saja terpicu oleh program Diferensia
Foundation Bandung.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan gambaran masalah di Diferensia Foundation Kota Bandung yang telah
dipaparkan dalam latar belakang, maka peneliti menyusun permasalah sebagai berikut:
1. Apakah warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu mengetahui dan memahami tujuan
program Raih Lestari yang diselenggarakan oleh Diferensia Foundation Kota
Bandung?
2. Mengapa dari Diferensia Foundation Kota Bandung mengajak warga RT 02 RW 09
Jalan Buah Batu untuk melaksanakan program Raih Lestari?
3. Bagaimana warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu di lingkungan sekitar Diferensia
Foundation Kota Bandung dalam menjalankan program Raih Lestari?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini secara umum adalah ditemukannya
relevansi antara An-Nadhfatu Minal Iman dalam program Raih Lestari yang diadakan
Diferensia Foundation untuk pengelolaan limbah rumah tangga. Pada penelitian secara
khusus:
1. Mengetahui pemahaman warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu di lingkungan sekitar
Diferensia Foundation Kota Bandung dalam tujuan program Raih Lestari.
2. Mengetahui secara kontekstual cara Diferensia Foundation Kota Bandung dalam
mengajak warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu untuk melakasankan program Raih
Lestari.
3. Mengetahui keberjalanan program Raih Lestari Diferensia Foundation Kota Bandung
pada warga RT 02 RW 09 Jalan Buah Batu.
D. Kegunaan Penelitian
a. Teoritis
Secara teori penelitian ini diharapkan dapat dijadikan perbandingan bagi para
penggiat pendidikan di Indonesia terutama dalam melestarikan lingkungan secara
teori keagamaan yang relevan yaitu An-Nadhfatu Minal Iman, Qur’an Surat Al-Araf
ayat 85, Qur’an Surat Al-Araf ayat 56, Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 205.
b. Praktis
Secara praktis penelitian ini bermanfaat untuk dalam sebuah gerakan nyata dalam
menjaga dan melestarikan lingkungan, diturunkan dengan hikamah sekaligus solusi
yang telah diberikan oleh Allah SWT, bagi yang sudah menyadarinya akan bisa lebih
peduli menjaga kelestarian lingkungan sebagian dari iman-nya, demi mewariskan
kepada generasi selanjutnya.
E. Kerangka Pemikiran
Jalan Buah Batu No. 57 ini merupakan kantor dari Diferensia Foundation
dengan padat penduduk, lokasinya berdekatan dengan jalan raya, masjid dan juga
beberapa ruko tempat berjualan. Daerah pemukiman ini bisa dikatakan bersih saat
peneliti mengunjungi kantornya, beberapa rumah masih memiliki halaman depan luas
dan di sampingnya terdapat kebun. Tidak jarang di sana selalu ditemukan tanaman pot
atau pun lahan kecil yang selalu dihiasi oleh tanam-tanam yang bermanfaat untuk
sekitar dan digunakan hasilnya.
Daerah ini pun cukup beragam usia yang menempati pemukiman, dari usia
anak-anak hingga lansia ada disini, sehingga kebiasaan yang ditimbulkan pada suatu
daerah bisa saja berbeda-beda. Begitu pula kondisi ekonomi keluarga juga pasti
beragam dari sekian keluarga, hal ini dapat menjadi anggapan dasar bahwa tentu
masih ada keberagaman situasi di daerah tersebut. Entah itu dalam hal menjaga
lingkungan atau besosialisasi dengan warga sekitar.
Salah satu penggerak warga dalam menjaga lingkungan ini adalah Diferensia
Foundation yang membuat program Raih Lestari untuk 30 kartu keluarga. Program ini
bertujuan mengajak masyarakat untuk mengumpulkan sampah atau limbah rumah
tangga yang bisa di daur ulang. Sebetulnya Diferensia Foundation ini bukan fokus di
bidang kebersihan tapi di bidang kesehatan masyarakat.
Diferensia Foundation mengedukasi warga RT 02 dan RW 09 dan beberapa
daerah lain tentang pentingnya kesehatan. Dikutip melalui laman daringnya
Diferensia merupakan lembaga nirlaba di bidang kesehatan yang berspesialis pada
program wirausaha sosial kesehatan dan peningkatan kapasitas para pelaku
pemberdayaan. Dapat diambil hipotesis hubungan tercetusnya program Raih Lestari
ini tidak hanya semata-mata untuk menjaga kebersihan lingkungan tapi juga memiliki
nilai lebih yaitu kesehatan otomatis akan terjaga karena lingkungan yang bersih,
kewirausahaannya pun ikut andil karena limbah rumah tangga tidak hanya
dikumpulkan tapi juga diolah ataupun dijual kembali kepada pengepul.
Dalam teori pengolahan sampah yaitu, 3 R (Reduce, Reuse, dan Recycle) yang
artinya mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang yang dikampanyekan
oleh pemerintah, akan terbantu dengan adanya program Raih Lestari bisa
mengedukasi dari rumah ke rumah dalam minat warga sekitar sehingga kesedaran
dapat terbangun terhadap menjaga lingkungan kepada warga sekitar yaitu RT 02 RW
09 diharapkan meningkat karena adanya program ini.
Program Raih Lestari menjadi pengaruh eksternal tidak hanya sebagai
pendukung saja tapi bisa juga memiliki pengaruh kuat terhadap lingkungan ini dalam
pengolahaan sampah. Hal ini harapannya bisa mempengaruhi pendidikan karakter
dengan keteladanan pada lingkungan sekitar dan adat kebiasaan yang dibangun dalam
keluarga, sehingga bisa terbiasa berakhlak mulia dan menjaga lingkungan sebagai ciri
dari keimanan seperti sebuah kalimat “An Nadzafatu minal iman” atau “Kebersihan
sebagian dari Iman”. Dari pemaparan tersebut terdapat kerangka pemikiran sebagai berikut:
(INPUT)
Visi dan Misi keberjalanan
Program Raih Lestari pada
edukasi pengelolaan limbah
rumah tangga di RT 02 RW
09 di 30 Kartu Keluarga
(PROSES)
(OUTPUT)
Kesesuaian edukasi yang
dijalankan dalam
Program Raih Lestari
yang dilakukan pada
warga RT 02 RW 09
dengan teori “An
Nadzafatu minal iman”
Analisis pengarug
berjalannya program
Raih Lestari terhadap
warga RT 02 RW 09
yang berhubungan
dengan teori “An
Nadzafatu minal iman”
F. Penelitian Terdahulu yang Relevan
Pada pembahasan kali ini saya memanfaatkan berbagai teori yang relevan dengan
bahasan ini, peneliti juga melakukan telaah dari hasil penelitan terdahulu yang ada
relevansinya dengan penelitin yang dilakukan. Adapun hasil temuan penelitian terdahulu
adalah sebagai berikut:
Pertama, Thesis, Hernawab Eko Wibowo, Universitas Diponegoro Semarang, “Perilaku
Masyarakat Dalam Mengelola Sampah Permukiman Di Kampung Kamboja Kota
Pontianak” hasilnya pada penelitian ini ditemukan ialah karakteristik dari wilayah Kamboja
yang telah membentuk image kepada masyarakat di wilayah ini untuk menjadikan sungai
sebagai bagian dari fasilitas atau bagian yang memfasilitasi dalam pengelolaan sampah
pemukiman. Lalu anggapan masyarakat di Kampung Kamboja bahwa sungai sebagai tempat
pemusnahan sampah yang tidak menimbulkan masalah. Kemudian bentuk rumah
pangunggung yang mendukung, Pernyataan ini didasarkan atas fakta banyaknya sebaran
timbulan sampah di permukiman di wilayah Kampung Kamboja, terutama sampah-sampah
yang berada di kolong rumah. Kondisi kolong rumah terutama kolong rumah yang relatif
pendek atau tidak aksesibel terhadap upaya pembersihan menjadikan timbulan sampah tidak
dapat dimusnahkan dan hanya tergantung kepada dorongan arus pasang surut yang tidak
dapat dikendalikan kualitas pembersihannya. Selain itu pola pembinaan pengelolaan sampah
permukiman dengan peran masyarakat sebagai objek pelaku pengelolaan secara mandiri,
memerlukan kontinuitas atau pelaksanaan pembinaan yang simultan guna membentuk atau
mengkondisikan masyarakat untuk melaksanakan pengelolaan sampah. Sehingga pelaksanaan
pembinaan yang tidak rutin dan pola pembinaan yang tidak menyentuh langsung kepada
masyarakat melainkan hanya dilakukan dengan perwakilan oleh tokoh warga, menjadikan
perkembangan upaya pengelolaan sampah oleh warga di wilayah ini cenderung stagnan.
Kedua, Skripsi, Mirliani, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
“Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Usia Dini Di Raudhatul
Athfal Nurul Yaqin Desa Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi” hasilnya
penelitian ini lebih menekankan pada menemukan harusnya ada penumbuhan kebiasaankebiasaan inilah yang harus dirubah oleh guru, bahwa perlunya pembiasaan pada anak usia
dini, untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, sikap tanggung jawab anak. Penerapan
pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sudah ada diterapkan tetapi masih terdapat
banyak kekurangan baik dari penerapan atau pun terkendala oleh sarana prasarana yang
mendukung sehingga tidak terlaksana dengan baik dan benar. Juga beberapa pembiasaan
hidup sehat seperti membuang sampah pada tempatnya, terbiasa mencuci tangan, BAB dan
BAK di kamar mandi secara mandiri dan makan-makanan yang bergizi.
Ketiga, Skripsi, Novitri Asih, Institut Agama Islam Negeri “Pengelolaan Sampah Di
Sekolah (Studi Tentang Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di SD Negeri 3
Bancarkembar Kabupaten Banyumas)” hasil dari penelitan dari skripsi ini adalah proses
pembentukan karakter peduli lingkungan pada siswa dapat dilakukan dengan metode Moral
Knowing, berdasarkan latar belakang sekolah diperlukanna pengetahuan yang diperkuat,
melalu mata pelajaran PLH, metode ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan
kesadaran siswa terhadap lingkungan. Moral feeling, berasal dari arahan yang diberikan oleh
kepala sekolah melalui rapat dewan guru, beliau menghimbau agar semua warga sekolah
mulai dari kepala sekolah sendiri, guru, karyawan serta tim pengendali sampah untuk
memberikan contoh yang baik dalam menjaga lingkungan kepada siswa-siswinya dan juga
adik kelas. Melalui tahapan ini guru dapat memberikan nilai-nilai nyata pada siswa seperti
membuang sampah sesuai jenisnya. Moral Doing, Adanya perbuatan nyata yang merupakan
proses pembiasaan ini berasal dari kesepakatan antara kepala sekolah dan para guru untuk
memberikan program pada siswa terkait dengan karakter peduli terhadap lingkungan.
merupakan proses pembentukan karakter yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui
proses pembelajaran yang berulangulang, baik dilakukan bersama-sama maupun sendirisendiri.
Dari hasil penelaahan terdapat perbedaan yang tidak begitu signifikan sebuah tentang
pembinaan, kebiasaan dan kedisplinan. Tapi hanya satu yang membedakan dari semua
penelitian ini tidak adanya yang memabahas secara keagamaan terutama Islam didalam Islam
ada penanaman langsung kepada akhlak yang mulia agar bisa tertanam dengan paten
kebiasaan mengelola sampah dan sekaligus penanaman ketahuhidan kepada Allah Ta’ala.
G. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini nantinya penulis, dari rumusan
permasalahan tentang analisis edukasi atau upaya yang dilakukan Diferensia
Foundation Bandung kepada masyarakat sekitar, penelitian dengan maksud
mengetahui pembentukan perilaku, faktor pembentukan perilaku individu dan
masyarakat dalam mengelola limbah sampah di permukimannya. Penelitian yang akan
dilakukan menggunakan penelitian kuantitatif yang didasari oleh pendekatan kepada
warga sekitar dengan metode deskriptif.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian akan dilakukan di Diferensia Foundation Bandung, Jalan Gunung
Batu no.57 pada warga RT 02 RW 06 Kota Bandung
3. Sumber Data
Melalui wawancara dengan pihak Diferensia Foundation Bandung dalam
merancang program raih lestari, kemudian akan digali sampel akan peneliti ambil
adalah dari keluarga yang beragama Islam, mulai mencari data dari ketua RT untuk
melihat jumlah kepala keluarga yang ada di Jalan Gunung Batu no.57 RT 02 RW 09
dan dipilih secara acak untuk diteliti yang hanya menajadi sasaran oleh Diferensia
Foundation Bandung.
4. Metode Pengumpulan Data
Penelitian diawali wawancara kepada pihak Diferensia Foundation dan Ketua
RT di jalan Gunung Batu no.57, kemudian adanya pengalian infomasi tentang
kebiasaan-kebisaan perilaku dan faktor pembentukan pengelolaan limbah sampah
melalui melalui angket yang harus di isi oleh anggota keluarga yang dipilih.
Kemudian diproses, lalu agar memperoleh informasi lebih mendalam dan mengambil
dokumentasi terhadap kondisi yang berkaitan dengan infomasi. Kriteria informasi
dalam penelitian kuantitatif adalah informasi yang dapat mengungkap dari sebuah
fenomena, bukan sekedar informasi yang terlihat dan terucap, tetapi informasi yang
mengandung makna di balik yang terlihat dan terucap.
5. Analisis Data
Selanjutnya prosedur penelitian akan dilakukan dengan reduksi data dan
kategorisasi untuk memperoleh gambaran yang lebih terfokus guna mempermudah
dalam proses analisis yang dilakukan dengan model display atau penyajian informasi
dalam bentuk bagan yang menggambarkan pola pengelolaan sampah oleh Diferensia
Foundation Bandung kepada warga sekitar. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh,
hipotesis yang selanjutnya diadakan pengujian dan analisis tentang kesusuaian fakta
di lapangan dengan teori An-Nadhafatul Minal Iman.
H. Sistematika Penulisan
Supaya memudahkan pembaca dalam penelitan maka disusun dalam 5 (lima) bab, terdiri
dari Bab pendahuluan, landasan teori, karakteristik wilayah, analisis dan kesimpulan dan
saran dengan isi dari masing-masing bab sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan, pada bab ini mengemukakan latar belakang permasalahan, rumusan
permasalahan, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, metode penelitian
dan sistematika penulisan.
Bab. II Tinjauan literatur, pada bab ini akan di bahas tentang tinjauan pustaka yang
terkait dengan tema penelitian yaitu tentang pengelolaan limbah rumah tangga permukiman
dan perilaku sosial masyarakat yang didekatkan kepada bentuk-bentuk perilaku dan faktor
pembentuk perilaku masyarakat dalam mengelola sampah permukiman.
Bab III Pada bab ini diuraikan secara umum mengenai gambaran wilayah, kondisi
persampahan beserta penanganannya di lokasi penelitian dan kondisi sosial budaya
masyarakat yang dipaparkan dari hasil pengamatan secara langsung,
Bab IV Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan berbagai fakta dan fenomena pada
program Diferensia Foundation Bandung di lingkungan Gunung Batu no.57 RT 02 RW 09
yang meliputi analisis terhadap bentuk perilaku individu, masyarakat dan faktor pembentuk
perilaku individu, dan faktor keikutsertaan dalam program tersebut.
Bab V Kesimpulan dan Saran, memuat temuan-temuan dalam penelitian yang selanjutnya
dijadikan sebuah kesimpulan tentang analisis pendidikan pada pengelolaan limbah rumah
tangga untuk menjaga pelestarian lingkungan dan membuat saran yang kontekstual terhadap
pola pengelolaan sampah untuk menjaga lingkungan.
Daftar Pustaka
Admin, 2013. Tugas Manusia di Bumi. [Online] Available at: https://pasca.uinmalang.ac.id/tugas-manusia-di-bumi/ [Accessed 4 Juni 2021].
Asih, N.T., 2018. Pengelolaan Sampah Di Sekolah (Studi Tentang Pembentukan Karakter
Peduli Lingkungan. Skirpsi.
Komarudin, 2021. Bagaimana Perintah Menjaga Lingkungan Menurut Alquran? [Online]
Available at: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4539467/bagaimana-perintah-menjagalingkungan-menurut-alquran [Accessed 24 September 2021].
MIRLIANI, 2019. Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Usia Dini Di
Raudhatul Athfal Nurul Yaqin Desa Simpang Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi.
Skiripsi.
Muhyiddin, 2021. Bukti Langit dan Bumi Menjadi Tanda Keesaan Allah SWT. [Online]
Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpck5y320/bukti-langit-dan-bumi-menjaditanda-keesaan-allah-swt [Accessed 29 Mar 2021].
Nugraha, J., 2021. 7 Penyebab Banjir Bandang yang Perlu Diwaspadai, Jangan Buang
Sampah Sembarangan. [Online] Available at: https://www.merdeka.com/jateng/7-penyebabbanjir-bandang-yang-perlu-diwaspadai-jangan-buang-sampah-sembarangan-kln.html
[Accessed 24 September 2021].
Perdana, P.P., 2014. Ridwan Kamil Bikin Gerakan Pungut Sampah Senin, Rabu, Jumat.
[Online] Available at:
https://regional.kompas.com/read/2014/06/23/1114368/Ridwan.Kamil.Bikin.Gerakan.Pungut.
Sampah.Senin.Rabu.Jumat. [Accessed 8 Januari 2020].
Download