Capital Budgetting & Real Options Nafilah Fauziyah Mahartin 206020202011001 Araina Isnaini 206020202011007 Overview Capital Budgeting adalah keseluruhan proses menganalisis proyek dan memutuskan mana yang akan diterima dan dengan demikian dimasukkan ke dalam anggaran modal. Berikut langkah-langkah yang telah ditetapkan untuk menyaring proyek dan memutuskan mana yang akan diterima atau ditolak: ➢ ➢ ➢ ➢ ➢ Net present value (NPV) Internal rate of return (IRR) Modified internal rate of return (MIRR) Profitability index (PI) Payback Period (PBP) Net Present Value (NPV) Definisi ● ● NPV didefinisikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan proyek termasuk biaya awal yang didiskontokan pada tingkat risiko yang disesuaikan. NPV mengukur seberapa besar kontribusi proyek kepada pemegang saham. Saat memutuskan proyek mana yang akan diterima. Applying NPV as an Evaluation Measure 1. Independent project,Jika NPV melebihi nol, maka proyek diterima. Pada figure 12.2 Karena S dan L sama-sama memiliki NPV positif, maka keduanya akan diterima jika independen. 2. Mutually exclusive project. Proyek yang diterima adalah yang memiliki nilai NPV positif tertinggi. Jika tidak ada proyek yang memiliki NPV positif, maka ditolak semuanya. Pada figure 12.2 , Jika S dan L saling eksklusif, kriteria NPV akan memilih L. Internal Rate Of Return (IRR) Definisi IRR adalah perkiraan tingkat pengembalian yang akan diperoleh perusahaan jika berinvestasi dalam proyek tersebut. Modified Internal Rate of Return (MIRR) Definisi ● ● MIRR merupakan indikator yang lebih baik untuk tingkat pengembalian proyek dan arus kas yang diinvestasikan kembali. MIRR mengasumsikan bahwa arus kas yang diinvestasikan kembali dengan biaya modal Apakah MIRR lebih baik daripada NPV? ● ● Untuk independent projects NPV, IRR, dan MIRR selalu mencapai kesimpulan terima / penolakan yang sama, sehingga ketiga kriteria tersebut sama baiknya saat mengevaluasi independent projects. Untuk muually exclusive project. Dalam kasus seperti itu, NPV adalah yang terbaik karena memilih proyek yang memaksimalkan nilai Profitability Index (PI) Definisi Profitaility index, mengukur seberapa besar nilai yang diciptakan sebuah proyek untuk setiap rupiah yang diinvestasikan. Payback Period Definisi Didefinisikan sebagai waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian dana yang telah diinvestasikan dalam suatu proyek dari arus kas perusahaan. Discounted Payback Didefinisikan ketika arus kas didiskontokan di WACC, dan arus kas yang didiskon tersebut digunakan untuk menemukan pengembalian Capital Budgetting : Estimating Cash Flow and Analyzing Risk Identifying Relevant Cash Flows Project Cash Flow , bertujuan untuk mengidentifikasi arus kas mana yang akan dimasukkan ke dalam penganggaran modal. 13-1a Cash Flow versus Accounting Income ● ● ● The Cash Flow Effect of Asset Purchases and Depreciation Changes in Net Operating Working Capital Interest Charges Are Not Included in Project Cash Flows 13-1b Timing of Cash Flows: Yearly versus Other Periods Dalam analisis penganggaran modal, arus kas tahunan lebih disarankan karena lebih mudah untuk menganalisisnya. Apabila menggunakan arus kas harian maka akan banyak yang diperhitungkan dan membutuhkan waktu pengerjaan yang cukup lama . 13-1c Expansion Projects and Replacement Projects (1)Expansion, di mana perusahaan melakukan investasi untuk memperluas kapasitas atau wilayah, dan (2) Replacement, di mana perusahaan mengganti aset yang ada, umumnya untuk mengurangi biaya. Dalam proyek perluasan, pengeluaran tunai untuk gedung, peralatan, dan modal kerja yang dibutuhkan jelas bertambah. 13-1d Sunk Cost Sunk cost adalah pengeluaran yang terkait dengan proyek yang terjadi di masa lalu dan tidak dapat dipulihkan di masa mendatang terlepas dari apakah proyek tersebut diterima atau tidak. Oleh karena itu, sunk cost bukanlah biaya tambahan dan dengan demikian tidak relevan dalam analisis penganggaran modal. 13-1e Oppurtunitiy cost Associated with Assets the Firm Already Owns Biaya yang muncul karena manfaat yang dikorbankan saat memilih dari 2 pilihan yang terkait dengan aset perusahaan yang dimiliki 13-1f Externalities, - Negative within-firm externalities, ketika menjalankan proyek akan membuat proyek lainnya mengalami penurunan arus kas Positive within-firm externalities , asanya proyek baru yang akan melengkapi proyek yang sudah ada. Enviromental externalities , biaya yang tidak bisa dihindarkan 13- 2 Analysis of an expansion project - Base Case Inputs and Key Result Cash flow projections: intermesiate calculation Cash flow projection: Estimating Net Operating Profit and Taxes Cash flow Projection: Adjustment to NOPAT Evaluating Project Cash Flow 13-3 Risk Analysis in Capital Budgeting ● ● ● Stand alone risk adalah risiko yang akan dimiliki perusahaan jika perusahaan hanya memiliki satu proyek. Hal ini disebabkan oleh variabilitas arus kas proyek dan biasanya diukur dengan deviasi standar NPV proyek.(Standalone risk) Corporate risk, yang juga disebut risiko dalam perusahaan, adalah variabilitas yang disumbangkan proyek terhadap pengembalian saham perusahaan, mengingat proyek tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak proyek tersebut. Oleh karena itu, beberapa risiko proyek dihilangkan dengan diversifikasi jika tidak berkorelasi sempurna dengan proyek lain. (corporate risk) Market risk (juga disebut risiko beta) adalah risiko karena efek proyek pada koefisien beta perusahaan (market risk) 13-4 Measuring Stand Alone Risk Risiko proyek yang berdiri sendiri mencerminkan ketidakpastian tentang arus kasnya. Investasi yang diperlukan, penjualan unit, harga penjualan, dan biaya operasi seperti yang ditunjukkan 13-5 Sensitivity Analysis Yaitu mengukur NPV yang bisa dihasilkan atas 1 variabel ketika variabel lain tetap ● Sensitivity Graph 13-5b Diagram Tornado Langkah menyajikan diagram Tornado: 1. Menghitung kisaran NPV yang mungkin untuk setiap variabel input yang diubah; 2. Menentukan peringkat 13-5c Analisis Titik Impas NPV Dalam analisis titik impas, ditemukan level input yang menghasilkan NPV tepat nol. Analisis titik impas sangat membantu dalam menentukan seberapa buruk hal-hal yang bisa terjadi sebelum proyek memiliki NPV negatif. 13-6 Perluasan Analisis Sensitivitas Sebelumnya sudah ditunjukkan bagaimana satu output, NPV, variasi perubahan dalam satu input. Analisis sensitivitas dapat dengan mudah diperluas untuk menunjukkan bagaimana beberapa output, seperti NPV dan IRR, bervariasi dengan perubahan input termasuk variasi dalam dua input. Namun dalammemeriksa dampak perubahan di lebih dari satu input, biasanya menggunakan analisis skenario, yang dijelaskan di bagian berikut. 13-6 Analisis Skenario - Mengetahui apa yang akan terjadi pada NPV proyek jika beberapa masukan ternyata lebih baik atau lebih buruk dari yang diharapkan; Menetapkan probabilitas ke kasus dasar, kasus terbaik, dan kasus terburuk; Dalam analisis analisis skenario semua variabel ditetapkan pada tingkat terbaik atau terburuknya, sedangkan dalam sensitivitas hanya satu variabel yang disesuaikan dan yang lainnya dibiarkan pada tingkat kasus dasar 13-7 Simulasi Monte-Carlo Langkah 1 Distribusi probabilitas ditetapkan ke setiap variabel input — penjualan dalam unit, harga jual, biaya variabel per unit, dan seterusnya. Langkah 2 Komputer memulai dengan memilih nilai acak untuk setiap variabel dari distribusi probabilitasnya. Nilai tersebut kemudian dimasukkan ke dalam model, NPV proyek dihitung, dan NPV disimpan di memori komputer. Langkah 3 Setelah menyelesaikan uji coba pertama, rangkaian nilai masukan kedua dipilih dari distribusi probabilitas variabel masukan, dan NPV kedua dihitung. Langkah 4 Proses ini diulangi berkali-kali. NPV dari uji coba dapat dipetakan pada histogram, yang menunjukkan perkiraan hasil proyek. 13-8 Kesimpulan Risiko Proyek Hal terbaik yang dapat kita lakukan dalam praktiknya adalah memperkirakan risiko. Secara umum bahwa proyek tertentu memiliki risiko yang lebih, kurang, atau hampir sama dengan proyek rata-rata perusahaan. Kemudian, karena stand-alone risk dan corporate risk umumnya berkorelasi, risiko proyek yang berdiri sendiri secara umum merupakan ukuran yang cukup baik untuk risiko perusahaannya. Akhirnya, dengan asumsi bahwa market risk dan corporate risk berkorelasi, seperti yang berlaku untuk kebanyakan perusahaan, proyek dengan corprate risk yang relatif tinggi atau rendah juga akan memiliki market risk yang relatif tinggi atau rendah. 13-10 Opsi Nyata 1 2 3 4 Opsi Waktu Investasi Opsi Pertumbuhan Opsi Pengabaian Opsi Fleksibilitas 13-11 Keputusan Bertahap dan Decision Tree 1. Decision tree adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki. 2. Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi decision tree dan aturan-aturan keputusan. 3. Manfaat utama dari penggunaan decision tree adalah kemampuannya untuk membreak down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simple, sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan. Real Option 14-1 Menilai Opsi Nyata Lima prosedur yang mungkin dapat digunakan untuk menangani opsi nyata. Dimulai dengan yang paling sederhana, yaitu sebagai berikut: 1. Gunakan penilaian arus kas diskonto (DCF) dan abaikan opsi nyata dengan mengasumsikan nilainya nol. 2. Gunakan penilaian DCF dan sertakan pengakuan kualitatif dari nilai opsi nyata apa pun. 3. Gunakan analisis pohon keputusan. 4. Gunakan model standar untuk opsi keuangan. 5. Mengembangkan model yang unik dan spesifik proyek menggunakan teknik rekayasa keuangan. 14-2 Opsi Waktu Investasi 20XX Pendekatan 1 Analisis DCF Mengabaikan Opsi Waktu 20XX Pendekatan 2 Analisis DCF dengan Pertimbangan Kualitatif dari Opsi Waktu 20XX Pendekatan 3 Analisis Skenario dan Desicion Tree 20XX Pendekatan 4 Menilai Opsi Waktu dengan Model Penetapan Harga Opsi Black-Scholes 20XX Pendekatan 5 Rekayasa Keuangan 14-2 Opsi Pertumbuhan 20XX Pendekatan 1 Analisis DCF Mengabaikan Opsi Pertumbuhan 20XX Pendekatan 2 Analisis DCF dengan Pertimbangan Kualitatif dari Opsi Pertumbuhan 20XX Pendekatan 3 Analisis Desicion Tree Opsi Pertumbuhan 20XX Pendekatan 4 Menilai Opsi Pertumbuhan dengan Model Penetapan Harga Opsi Black-Scholes 14-4 Pikiran Penutup tentang Opsi Nyata Terkadang ada beberapa opsi nyata yang tidak menyerupai opsi keuangan apa pun. Tetapi kabar baiknya adalah banyak dari opsi ini dapat dinilai dengan menggunakan teknik dari rekayasa keuangan. Ini sering terjadi jika ada aset keuangan yang diperdagangkan yang sesuai dengan risiko opsi sebenarnya. Review Jurnal “Capital budgeting decision-making practices: evidence from Pakistan Latar Belakang - Untuk meningkatkan kekayaan pemegang sahamnya, perusahaan perlu terus mengidentifikasi, menganalisis, dan memilih proyek investasi jangka panjang yang dapat membantu mencapai tujuan tersebut, yaitu peningkatan kekayaan, kelangsungan hidup, dan pertumbuhan. Proses pemilihan, analisis dan investasi modal dalam aset / investasi jangka panjang yang memberikan pengembalian lebih dari satu tahun dikenal sebagai penganggaran modal. - Praktik penganggaran modal adalah komponen terpenting dari manajemen keuangan dan mayoritas studi menyelidiki praktik penganggaran modal di antara perusahaan yang disurvei berasal dari negara maju diikuti oleh negara berkembang. Namun, bidang ini kurang diteliti di negara berkembang. - Pakistan adalah negara yang ekonominya berkembang pesat. - Hingga saat ini penelitian ini terbit, tidak ada studi komprehensif yang mengeksplorasi aspek-aspek kunci dari praktik penganggaran modal oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Pakistan. Teori Dasar yang Digunakan - Teori Capital Budgeting Technique (Brigham dan Ehrhardt, 2002) - Teori Sumber Pembiayaan Modal (Gitman dan Vandenberg, 2000) Hipotesa H1. H2. H3. Ada perbedaan yang signifikan dari tanggapan penganggaran modal di seluruh karakteristik demografi dan eksekutif perusahaan. Ada perbedaan yang signifikan dari respon biaya modal di seluruh karakteristik demografi dan eksekutif perusahaan. Ada perbedaan yang signifikan dari pilihan tanggapan penilaian risiko di seluruh karakteristik demografi dan eksekutif perusahaan. Objek Penelitian - Memeriksa tren saat ini dari praktik penganggaran modal (teknik analisis, estimasi tingkat diskonto dan metode penilaian risiko) di antara perusahaan yang terdaftar di Pakistan dan menganalisis tanggapan yang bergantung pada demografi perusahaan dan karakteristik eksekutif Sampel Penelitian - Kuesioner online dikirim ke 200 perusahaan non-keuangan teratas (dalam hal kapitalisasi pasar) yang terindeks KSE-100. E-mail tersebut ditujukan kepada direktur keuangan perusahaan. Dari 200 perusahaan, 70 perusahaan menanggapi. Tingkat respon dari penelitian ini adalah 35 persen. Metode Analisis; Penelitian ini menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U untuk menguji perbedaan signifikan dari rata-rata keputusan investasi yang bergantung pada demografi perusahaan dan karakteristik eksekutif. Hasil Penelitian - Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan di Pakistan lebih memilih metode penganggaran Discounted Cash Flow (DCF). - NPV dan IRR paling sering digunakan, sedangkan MIRR tidak digunakan. - 100% responden menggunakan “capital budgetting” daripada “accounting income”. - Perusahaan di Pakistan menggunakan PBP untuk mengevaluasi berdasarkan likuiditas dan ketidakpastiaan investasi. - WACC paling sering digunakan untuk memperkirakan tingkat pengembalian minimal. - Penelitian ini menemukan bahwa analisis skenario, analisis sensitivitas dan analisis simulasi digunakan untuk menilai resiko proyek. - Perusahaan di Pakistan tidak mempertimbangkan real option untuk mengevaluasi proyek. - CBT digunakan perusahaan besar, PBP digunakan perusahaan kecil sehingga misalnya CFO yang memiliki lebih sedikit waktu menggunakan PBP. CFO dengan gelar non bisnis lebih cenderung menggunakan PBP, PI. Apa yang menarik dari jurnal ini? Penelitian ini pertama di Pakistan yang menyoroti bidang penganggaran modal perusahaan non keuangan, tidak hanya menyelidiki kesenjangan teori-praktik tetapi juga mendokumentasikan CBT yang sering digunakan dari perusahaan yang disurvei, tetapi juga mendokumentasikan tanggapan rinci mengenai biaya modal, metode untuk menghitung biaya modal, penggunaan real option dan bagaimana risiko ditangani saat membuat keputusan penganggaran modal. TERIMA KASIH