Uploaded by Qonita Aliya

Titrasi Argentometri

advertisement
TITRASI
ARGENTOMETRI
OLEH
KELOMPOK 1
DESI CAHYUNISA APRILLIANTY 211FF01010
YUSEP DEISMA 211FF01011
HENI HERLINA 211FF01013
AIRA AZZAHRA 211FF01015
DEDEN RISWANTO 211FF01018
RAIS MUHAMMAD ALFAN YULIF 211FF01026
CEP RANGGA IRAWAN 211FF01029
PENGERTIAN TITRASI ARGENTOMETRI
Argentometri berasal dari bahasa latin Argentum, yang berarti perak.Argentometri adalah titrasi
pengendapan sample yang dianalisis dengan menggunakan ion perak. Biasanya, ion-ion yang ditentukan
dalam titrasi ini adalah ion halida (Cl-, Br-, I-), atau untuk lebih jelas yang di maksud pada titrasi
argentometri yaitu suatu analisa volumetri yang didasarkan pada reaksi pengendapan dengan AgNO3
sebagai larutan standar. Penentuan khlor, brom dapat dilakukan dengan mentitrasi halogenida tersebut
dengan AgNO3 dengan menggunakan indikator kalium khromat, ion khromat akan bereaksi dengan ion
perak bila seluruh Cl telah diendapkan secara kuantitatif oleh ion Ag sehingga titik akhirtitrasi
ditandainya dengan terbentuknya endapan merah dari Ag2CrO4. Titrasi pengendapan adalah golongan
titrasi dimana hasil tirasinya merupakan endapan atau garam yang sukar larut.Prinsip dasarnya adalah
reaksi pengendapan yang cepat mencapai kesetimbangan dan untuk mendapatkan hasil pada titik akhir
titrasi maka perlu di tambahkan indikator. Titrasi yang melibatkan reaksi pengendapan hampir tak
sebanyak titrasi yang melibatkan reaksi asam basa dalam analisis titrimetri. Presipitimetri adalah cara
titrasi dimana terjadi endapan.
Contoh : AgNO3+ NaCl → AgCl + NaNO3
MACAM MACAM METODE
TITRASI ARGENTOMETRI
01
02
METODE FAJANS
METODE MOHR
03
METODE VOLHARD
METODE
MOHR
PENGERTIAN METODE MOHR
Metode Mohr merupakan salah satu bentuk metode Titrasi
Argentometri, yaitu metode titrasi untuk menentukan
kadar zat dalam suatu larutan yang dilakukan dengan
pembentukan endapan bersama ion Ag+.
PENGERTIAN METODE MOHR
Metode Mohr merupakan pengendapan oleh
AgNO³ dengan indikator K³CrO⁴ 5% pada
larutan sampel yang sifat pengendapannya
bertingkar. Untuk metode ini. lingkungan
pada titrasi hans netral (pH 6-10) dan sedikit
alkalis.Metode ini hanya baik untuk
menenukan kadar Cl dan Br. Selama titrasi
dengan metode ini. larutan harus diaduk
dengn baik untuk menghindari kelebihan
titran yang dapat mengakibatkan
pengendapan indikator sebelum titik
ekuivalen tercapai. dan dioklusi oleh endapan
AgCT yang terbentuk kemudian. Hal ini dapat
mengakibatkan titik akhir titrasi tidak tajam.
TITRASI ARGENTOMETRI
METODE MOHR
1. Siapkan Larutan standar yang digunakan
untuk titrasi : Perak nitrat.
2. Indikator : Kalium kromat encer Endapan
putih perak klorida akan terbentuk selama
proses titrasi berlangsung.
3. Setelah semua ion klorida mengendap
maka kelebihan ion Ag+ pada saat titik
akhir titrasi dicapai akan bereaksi dengan
indikator membentuk endapan coklat
kemerahan Ag,CrO,(lihat gambar)
Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
Ag+ (aq) +CI(aq) -> AgCl(s) (endapan putih)
Ag+(aq) +CrO4²– (aq) -> Ag2CrO⁴(s) (coklat kemerahan)
PENGGUNAAN TITRASI
ARGENTOMETRI METODE MOHR
1. Penggunaan metode Mohr sangat terbatas jika
dibandingkan dengan metode Volhard dan Fajans.
2. Metode Mohr hanya dapat dipakai untuk menentukan
konsentrasi ion Cl-,CN,dan Br.
3. Penggunaan titrasi metode Morh ini banyak dipakai
untuk menentukan kandungan klorida dalam
berbagai contoh air, misalnya air sungai,air laut, air
sumur, air hasil pengolahan industri sabun,dan
sebagainya
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN
TITRASI DENGAN METODE MOHR
01
Titrasi dilakukan
dengan kondisi
larutan pada
pHdengan kisaran
6,5-10 disebabkan ion
kromat adalah basa
konjugasi dari asam
kromat.
Jika pH dibawah 6,5 maka ion
kromat akan terprotonasi
sehingga asam kromat akan
mendominasi di dalam larutan
Akibatnya dalam larutan yang
bersifat sangat asam, jika
konsentrasi ion kromat terlalu
kecil, maka memungkinkan
terjadinya endapan Ag2CrO4.
Hal ini berakibat pada sulitnya
pendeteksian titikakhir titrasi
02
03
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN
TITRASI DENGAN METODE MOHR
04
Pada pH diatas 10
maka endapan AgОH
yang berwarna
kecoklatan akan
terbentuk sehinggahal
ini akan menghalangi
pengamatan titik akhir
titrasi.
Analit yang bersifat asam dapat
ditambahkan kalsium
karbonat agar pH nya berada
pada kisaran pH tersebut atau,
Dapat juga dilakukan dengan
menjenuhkan analit dengan
menggunakan padatan natrium
hydrogen karbonat yang
terbentuk harus dilindungi dari
sinar matahari.
05
06
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN
TITRASI DENGAN METODE MOHR
07
Karena kelarutan AgCl
dan Ag2CrO4
dipengaruhi oleh suhu
maka semua titrasi
dilakukan pada
temperatur yang
sama.
Pengadukan/ pengocokan
selama larutan standar
ditambahkan sangat
dianjurkan.
Karena dapat mempermudah
pengamatan pencapaian titik akhir
titrasi dan perak kromat yang
terbentuk sebelum titik akhir titrasi
dicapai dapat dipecah sehingga
terlarut kembali
08
09
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN
TITRASI DENGAN METODE MOHR
10
Larutan perak nitrat
dan endapan perak
kloridayang
terbentuk harus
dilindungi dari
sinar matahari.
Hal ini disebabkan perak
klorida dapat
terdekomposisi menurut
reaksi berikut:
AgcI(a)→Ag(-)+%a4(a)
11
PERHITUNGAN KONSENTRASI
Konsentrasi ion perak pada saat terjadi titik equivalent titrasi klorida ditentukan
dari harga KspAgCl yaitu:[Ag+】=(Ksp Agcl) exp1/2=1.35x10-5 MDan
konsentrasi ion kromat yang diperlukan untuk inisiasi terbentukanya endapan
perak kromat adalah sebagai berikut: [cro,】=Ksp/[Ag+]exp2=0,0066 M
▪
▪
▪
▪
Untuk mencapai terbentuknya endapan perakkromat
maka konsentrasi ion kromat sejumlah 0,0066 M
tersebut harus ditambahkan
Namun konsentrasi ion kromat konsentrasi tersebut
menyebabkan terbentuknya warna kuning yang
sangat intensif pada larutan analit.
Sehingga warna perak kromat akan susah sekali
untuk diamati.
Oleh sebab itu sering digunakan konsentrasi
dibawah nilai 0,0066 M tersebut ( yakni 00050,01M)
2 HAL SUMBER KESALAHAN
METODE MOHR
01
Penurunan nilai konsentrasi ion kromat ini akan
menyebebabkan semakin banyaknya ion Ag+ yang
dibutuhkan agar terbentuk endapan Ag2CrO4 pada saat
terjadinya titik akhir titrasi
Tidak mudahnya pengamatan warna Ag2CrO4 diantara
warna putih AgCl yang begitu banyakakan mendorong
semakin besarnya jumlahAg2CrO4 yang terbentuk.
Dua hal ini akan mempengaruhi keakuratan dan kepresisian hasil
analisis. Oleh sebab itu diperlukan blanko untuk mengoreksi hasil
ditrasi. Blanko diperlakukan dengan metode yang sama selama
analisis akan tetapi tanpa kehadiran analit.
02
KEPEKAAN TITRASI
ARGENTOMETRI MOHR
01
KONSENTRASI KROMAT
Konsentrasi kromat >Yang optimum adalah 5% 1-2 mL untuk 1x titrasi
dengan volume akhir ±100 mL. Dalam laboratorium pada umumnya digunakan
0.005 s/d 0.01M untuk meminimalisasi kesalahan titrasi. Dapat dikoreksi dengan
titrasi blanko indikator atau menggunakan larutan AgNO, yang distandarisasi
dengan larutan garam klorida yang murni (mis NaCIp.a) dengan kondisi titrasi
sama dengan titrasi sampel. Bila [Ccro,2-] terlalu besar (>0,005 M), makakelarutan
Ag2CrO4 Sag2CrO4 Cepat terlampaui sehingga titik titrasi (end point) terlalu awal.
Bila [CrO,2] terlalu kecil( <0,005 M) maka reaksi memerlukan penambahan
[Ag+] berlebih'untuk membentuk endapan Ag2CrO4 sehingga dapat
menimbulkan kesalahan titrasi.
KEPEKAAN TITRASI
ARGENTOMETRI MOHR
02
TEMPERATUR
Temperatur tinggi, kelarutan Ag2CrO4 semakin besar, sehingga perlu [Ag+] lebih
banyak.
03 ADANYA ELEKTROLIT LAIN
1) Garam nitrat,sulfat, HCO; tidak berpengaruh.
2) Ion arsenat, fosfat, sulfit dan sulfida yang dapat mengendap dengan Ag+
berpengaruh.
KEPEKAAN TITRASI
ARGENTOMETRI MOHR
04
PH
a. Titrasi dilakukan pada suasana netral, pH 6,5-10,5→ -> Bila terlalu asam
garam kromat teroksidasimen jadi bikromat menurut reaksi:
2CrO2 2+ +2H+ 2HCrO。OH+0
a. Bila terlalu basa akan terbentuk endapan putih AgOH menurut reaksi :
Ag++OHAeOH) (s) SagoH=2,3.10-Karena Sagon (8.4x10-M) > Sngzcioq
(1.35x10- M) Maka E.P jauh lebih akhir karena perlu [Ag+] lebih banyak.
KELEBIHAN METODE MOHR
Kerja lebih
sederhana
01
02
Titik akhir titrasi
lebih mudah terlihat
KEKURANGAN METODE MOHR
02
Lingkungan untuk titrasi
berada pada suasana
netral sedikit alkalis pH
6-10.
Pada suasana asam CrO
dapat melarut sehingga
Ag²CrO² tidak
mengendap.
01
03
Dalam suasana basa, AgNO³ akan
bereaksi dengan basanya
sehingga hasil titrasi akan salah.
KEKURANGAN DAN
KELEBIHAN TITRASI
ARGENTOMETRI
KEKURANGAN TITRASI
ARGENTOMETRI
02
Dapat terjadinya indikator
yang tidak cocok dengan
larutan.
Komponen dari
endapan yang pada
titrasi argentometri ini
tidak diketahui dengan
pasti.
01
03
Teknik atau metode dari titrasi
argentometri tidak banyak jika
dibandingkan dengan teknik atau
metode dari titrasi asam basa.
KELEBIHAN TITRASI
ARGENTOMETRI
Dapat dimanfaatkan sebagai penentu
takaran atau kadar zat dalam sebuah
larutan. Jumlah metode titrasi
pengendapan (Argentometri) tidak
sebanyak titrasi asam basa ataupun titrasi
reduksi-oksidasi (Membandingkan
perbedaan Metode titrasi argentometri
mohr, volhard, fajans, dengan titrasi asam
basa dan redoks).
FAKTOR FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI
ENDAPAN
TEMPERATUR
PH
01
pH berpengaruh dalam
larutan suatu endapan
garam yang memiliki
kandungan anion dari
asam lemah. Hal tersebut
dikarenakan campuran
proton dan anion sebagai
endapan
Temperatur atau suhu berpengaruh
pada endapan karena jika suhu
atau temperatur meningkat maka
endapan akan berkurang karena
pada suatu larutan mempunyai
banyak endapan.
02
ION YANG SERUPA
Ion yang serupa berpengaruh pada
endapan karena endapan yang
terdapat dalam larutan air akan
mengalami kekurangan jika dalam
larutan air tersebut mempunyai
kandungan ion yang serupa
03
SIFAT ALAMI SUATU PELARUT
ION YANG
KOMPLEKS
04
Tiap pelarut baik itu air, alkohol, dan lain
sebagainya mempunyai kemampuan
yang berbeda jika mencampurkan
sebuah zat dan zat tersebut juga
mempunyai sifat kelarutan yang berbeda
tergantung dengan pelarutnya.
Ion yang kompleks
berpengaruh pada
endapan karena
terbentuknya kompleks
antara kation dari garam
dan ligan membuat larutan
garam menjadi susah
dilarutkan.
05
HIDROLISIS
Hidrolisis berpengaruh pada
endapan karena garam yang
terbuat dari asam lemah akan
menghasilkan perubahan
konsentrasi jika garam yang terbuat
dari asam lemah tersebut
dicampurkan dengan air.
06
ATURAN UNTUK MENERAPKAN TITIK
AKHIR DARI REAKSI SUATU ENDAPAN
Aturan untuk menetapkan titik akhir dari
reaksi suatu endapan ada 3 aturan yakni
:
● Terbentuknya suatu senyawa yang
mempunyai warna dan dapat larut
dengan air.
● Terbentuknya sebuah endapan yang
mempunyai warna
● This is an Metode atau teknik yang
dilakukan menggunakan indikator
berupa indikator adsorpsi.
FAKTOR FAKTOR
YANG
MEMPENGARUHI
KELARUTAN
Pengendapan merupakan metode yang paling baik pada anlisis
gravimetri. Kita akan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi
kelarutan. Parameter-parameter yang penting adalah temperatur, sifat pelarut,
adanya ion-ion pengotor, pH, hidrolisis, pengaruh kompleks, dan lain-lain.
Kelarutan bertambah dengan naiknya temperatur. Kadangkala endapan
yang baik terbentuk pada larutanpanas, tetapi jangan dilakukan penyaringan
terhadap larutan panas karena pengendapan dipengaruhi oleh faktor
temperatur. Garam-garam anorganik lebih larut dalam air. Berkurangnya
kelarutan di dalam pelarut organik dapat digunakan sebagai dasar pemisahan
duazat. Kelarutan endapan dalam air berkurang jika lanitan tersebut
mengandung satu dari ion-ion penyusun endapa, sebab pembatasan Ks.p
(konstantahasil kali kelarutan). Baik kation atau anion yang ditambahkan,
mengurangi konsentrasi ion penyusun endapan sehingga endapan garam
bertambah. Pada analisis kuantitatif, ion sejenis ini digunakan untuk mencuci
larutan selama penyaringan.
Beberapa endapan bertambah kelarutannya bila dalam lanitan terdapat
garam-garam yang berbeda dengan endapan. Hal ini disebut sebagai efek
garam netral atau efekaktivitas. Semakin kecil koefesien aktivitas dari dua buah
ion, semakin besar hasil kali konsentrasi molar ion-ion yang dihasilkan.
Kelarutan garam dari asam lemah tergantung pada pH larutan. Jika garam dari
asam lemah dilarutkan dalam air, akan menghasilkan perubahan (H). Kation dari
spesies garam mengalami hidrolisis sehingga menambah kelarutannya .
Kelarutan garam yang sedikit larut merupakan fungsi konsentrasi zat lain
yang membentuk kompleks dengan kation garam tersebut. Beberapa endapan
membentuk kompleks yang larut dengan ion pengendap itu sendiri. Mula-mula
kelarutan berkurang (disebabkan ion sejenis) sampai melalui minuman.
Kemudian bertambah akibat adanya reaksi kompleksasi. Reaksi yang
menghasilkan endapan dapat dimanfaatkan untuk analisis secara titrasiji karena
aksinya berlangsung cepat, dan kuantitatif serta titik akhir dapat dideteksi.
Beberapa reaksi pengendapan berlangsung lambat dan
mengalami keadaan lewat jenuh. Tidak seperti gravimetri, titrasi
pengendapan tidak dapat menunggu sampai pengendapan
berlangsung sempurna. Hal yang penting juga adalah hasil kali
kelarutan (KSP) harus cukup kecil sehingga pengendapan bersifat
kuantitatif dalam batas kesalahan eksperimen. Reaksi samping
tidak boleh terjadi, demikian juga kopresipitasi. Keterbatasan
utama pemakaian cara ini disebabkan sedikit sekali indikator yang
sesuai. Semua jenis reaksi diklasifikasi berdasarkan tipe indikator
yang digunakan untuk melihat titik akhir
TERIMA
KASIH
Download