Uploaded by Novelia Indra Putri Andini

RKK SMP 34 MK

advertisement
RENCANA KESELAMATAN
KONSTRUKSI
DIGUNAKAN UNTUK USULAN PENAWARAN
REHABILITASI SEDANG/BERAT RUANG
KELAS SEKOLAH SMP NEGERI 34 SEMARANG
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1.
Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal
A.2.
Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
B.1.
Identifikasi bahaya, Penilaian Risiko, Pengendalian, dan Peluang
B.2.
Rencana tindakan ( Sasaran dan Program )
B.3.
Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1.
Sumber daya
C.2.
Kompetensi
C.3.
Kepedulian
C.4.
Komunikasi
C.5.
Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1.
Perencanaan Operasi
D.2.
Kesiapan dan Tanggapan terhadap kondisi darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1.
Pemantauan dan evaluasi
E.2.
Tinjauan manajemen
E.3.
Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
:
MUKHAROR
Jabatan
:
DIREKTUR
Bertindak untuk
:
CV. MITRA KARYA
dalam rangka pengadaan Pekerjaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas
Sekolah SMP NEGERI 34 Semarang pada POKJA PEMILIHAN XVII
BAGIAN LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA KOTA SEMARANG
berkomitmen melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero
Accident , dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan konstruksi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;
Menggunakkan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
Menggunakkan material yang memenuhi standar mutu;
Menggunakkan teknologi yang memenuhi standar kelaikan; dan
Melaksanakan standar, operasi, dan prosedur (SOP);
Menerapkan 9(sembilan) biaya komponen penerapan SMKK.
Semarang, 12 Februari 2022
CV. MITRA KARYA
MUKHAROR
DIREKTUR
1. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1. Kepedulian pimpinan terhadap isu eksternal dan internal
Salah satu yang ditekankan oleh standar ISO 9001:2005 & merupakan
persyaratan baru standar sistem manajemen ini adalah wajibnya
organisasi meninjau ulang isu eksternal, meliputi isu postifi dan isu
negative. Hasil peninjauan tersebut menjadi input bagi organisasi untuk
menyesuaiakan sistem manajemen mutu, sekurang-kurangnya pada
sasaran mutu atau asumsi risiko dan peluang yang ada, serta yang
berimplikasi pada rencana kerja yang perlu dilakukan oleh organisasi.
Dalam ISO 9001:2005 terdapat klausul baru yaitu klausul 4.1
Memahami Organisasi dan Konteks Organisasi. Tujuan dari kalusul ini
adalah memahami konteks organisasi dengan menentukan isu internal
dan isu eksternal yang berhubungan dengan tujuan organisasi. Isu yang
dimaksud dapat berupa isu yang bersifat positif maupun bersifat
negative. Isu internal dan isu eksternal ini harus bisa dikelola dengan
baik agar dapat menjadi alat untuk memajukan organisasi.
A.2.
Komitmen keselamatan konstruksi
Dalam pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang
Kelas Sekolah SMP NEGERI 34 Semarangpihak kontraktor
menyediakan sarana dan prasarana K3 untuk menunjang pencegahan
kecelakaan dalam bekerja.
Kami berkomitmen untuk:
1.
Menjamin Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja dan orang
lain (kontraktor, pemasok, pengunjung, dan tamu) di lokasi
pekerjaan.
2.
Memenuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku
dan persyaratan atau standar lainnya yang berkaitan dengan
penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lokasi
pekerjaan.
3.
Melakukan perbaikan berkelanjutan terhadap Sistem
Manajemen dan Kinerja K3 guna meningkatkan budaya K3
yang baik di lokasi pekerjaan.
Untuk mewujudkan komitmen kami, maka kami akan:
1.
Membangun dan memelihara Sistem Manajemen Keselamatan
dan Kesehatan Kerja berkelanjutan serta sumber daya yang
relevan.
2.
Membangun tempat kerja, lokasi pekerjaan, dan pekerjaan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta syarat atau
standar lain terkait K3
3.
Menyediakan sarana dan prasarana K3 yang memadai.
4.
Memberikan Pendidikan atau pelatihan terkait Keselamatan
dan Kesehatan Kerja kepada tenaga kerja untuk meningkatkan
kinerja K3 Perusahaan.
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
Dalam membuat rencana K3, PPK memberikan identifikasi awal dan penyedia jasa harus menyampaikan pengendalian risiko
pada saat penawaran berdasarkan identifikasi awal tersebut.
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, dan Pengendalian peluang
TABEL IBPRP
DESKRIPSI RISIKO
NO
1
URAIAN
PEKERJAAN
JENIS
BAHAYA
(Tipe
kecelakaan)
PERSYARATAN
PEMENUHAN PERATURAN
2
3
4
5
PEKERJAAN
PENUTUP
ATAP
1
PENILAIAN TINGKAT RISIKO
IDENTIFIKASI
BAHAYA (Skenario
bahaya)
TERJATUH
KETIKA
PEMASANGAN
PENGENDALIAN
KEMUNGK KEPARAHA
AWAL
6
UU NO. 1/1970 tentang
Keselamatan Kerja, UU
NO.2/2017, Permen PUPR
09/PRT/M/2008 tentang
luka sedang
Pedoman SMKK, PP No. TBM, Petunjuk
hingga
50 tahun 2012 tentang
kerja, Ijin kerja,
berat, patah
Penerapan SMKK, UU
Pengawasan,
tulang,
No. 18/1999 tentang Jasa Rambu K3, APD
rawat inap
Konstruksi,
PERMENAKER No.
PER.05/MEN/1996
tentang SMKK
INAN (F)
N(A)
7
8
3
4
PENILAIAN SISA RISIKO
NILAI
TINGKAT
RISIKO
(TR)
PENGENDALIAN
LANJUTAN
9
10
11
12
13
A)
14
15
16
sedang
Admistrasi:
Railing, platform,
life line, pengaman
alat, ujung besi
ditutup papan, body
harness, full body
arrester
1
1
1
kecil
Risiko
dapat
diterima
12
KEMUNGK KEPARAHA
TINGKAT
RISIKO (F X
INAN (F)
N(A)
RISIKO (TR)
Keterangan:
1.
2.
3.
4.
KETERAN
GAN
NILAI
RISIKO (F
X A)
PPK mengisi kolom 1,2, dan 3
PPK mengisi kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” berdasarkan tahapan pekerjaan.
Kolom “uraian pekerjaan” dan “identifikasi bahaya” yang diisi oleh PPK berdasarkan tahapan pekerjaan, dimaan penyedia jasa sudah
dicantumkan oleh PPK berdasarkan analisis Ahli K3 Konstruksi dan/atau Petugas Keselamatan Konstruksi.
Kolom 12,13,14,15, dan 16 diisi berdasarkan kondisi pengendalian di lapangan atas dasar penilaian Ahli K3 Konstruksi, jika tidak ada isian
maka dapat ditulis “tidak ada” atau “n/a”.
Semarang, 12 Februari 2022
CV. MITRA KARYA
MUKHAROR
DIREKTUR
B.2.
Rencana tindakan ( sasaran dan program )
TABEL SASARAN & PROGRAM KHUSUS
SASARAN
NO
PROGRAM
PENGENDALIAN RISIKO (SESUAI
TABEL 6 IBPRP)
Uraian
Tolok Ukur
Uraian Kegiatan
Sumber Daya
Jadwal
Pelaksanaan
Bentuk
Monitoring
Indikator Pencapaian
Penanggung jawab
1
Metode kerja / Petunjuk kerja
Dapat dilaksanan
sesuai dengan
tahapan pekerjaan
yang ada pada
petunjuk kerja
Semua tahapan pekerja
selesai tanpa ada
kecelakaan
Menetapkan metode
kerja sesuai dengan
standar lalu membuat
petunjuk kerja untuk
pekerja
Dokumen kontak
dan Manual SMKK
150 hari
kalender
Daftar
simak
Tim memahami dan
melaksanakan pekerjaan
sesuai metode kerja
Pelaksana lapangan
2
Penjelasan K3 di kelompok
kerja / Tool Box Meeting
150 hari
kalender
Formulir
TBM
TBM dilaksanakan, dan
form ditandatangani
Petugas keselamatan
konstruksi dan pelaksana
3
Ijin kerja
Ijin kerja diajukan
sebelum pekerjaan
dimulai
Persetujuan ijin kerja
ditandatangani oleh
konsultan pengawas
Pada saat akan
memulai bekerja
dilengkapi JSA
Formulir ijin kerja
150 hari
kalender
Daftar
simak
Tim memahami dan
melaksanakan pekerjaan
sesuai metode kerja
Pelaksana lapangan
4
APD
APD digunakan oleh
semua pekerja
sesuai peraturan
APD sesuai standar dan
spesifikasi yang ditetapkan
(SNI)
Semua pekerja
menggunakkan APD
sesuai risiko K3
APD(helmet,rompi,
wearpack,sepatu,
kaos tangan)
150 hari
kalender
Inspeksi
TBM dilaksanakan, dan
form ditandatangani
Petugas keselamatan
konstruksi dan pelaksana
Sebelum memulai
konstruksi rambu K3
dipasang
Rambu K3 (banner,
mmt, poster, dsb)
150 hari
kalender
Inspeksi
Tim memahami dan
melaksanakan pekerjaan
sesuai metode kerja
Pelaksana lapangan
5
Rambu K3
Penjelasan risiko K3 Semua pekerja memahami
dipahami
risiko K3
Rambu K3 dipasang
dilokasi proyek
Rambu K3 terpasang dilokasi
dengan jelas dan
proyek secara lengkap
terlihat oleh pekerja
Formulir TBM
Dilaksanakan sebelum
ditandatangani oleh
pekerjaan dimulai
tim
B.2.
Rencana tindakan ( sasaran dan program )
Sasaran K3 :
a. Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak korban jiwa ( zero
fatal accident )
b. Tingkat penerapan SMK3 minimal 80%
c. Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko
pekerjaan masing-masing
Program K3 :
a. Melaksanakan rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3
(APD, rambu-rambu, spanduk, banner, poster, pagar pengaman,
jarring pengaman, kotak P3K, dll)
b. Melakukan pelatihan pertolongan pertama.
c. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja
berbahaya.
d. Memastika semua pekerja mematuhi peraturan yang telah
ditetapkan.
e. Menetapkan prosedur dan identfikasi penyediaan sumber daya
lainnya termasuk pendanaan dan teknologi yang sesuai kebutuhan
operasi.
f. Melakukan konsultasi dan melibatkan tenaga kerja dalam
penerapan, pengembangan, dan pemeliharaan SMK3.
g. Mendokumentasikan setiap kegiatan SMK3.
h. Membuat prosedur pengendalian semua dokumen dan data SMK3
dalam bentuk tertulis maupun data digital.
i. Mengidentifikasi bahaya serta risiko dari setiap proses pekerjaan
untuk kemudian ditetapkan prioritas tindakan pengendalian yang
diambil.
j. Menetapkan prosedur untuk menghadapi kedaan darurat (tanggap
darurat)
k. Menetapkan prosedur inspeksi, pengujian, pemantauan, evaluasi,
audit internal, dan pengukuran yang berkaitan dengan sasaran dan
tujuan K3 secara teratur.
Protokol COVID19 :
Pedoman yang dapat digunakan Dalam Rangka pencegahan terdampak Corona
Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam pelaksanaan pekerjaan:
1) Terapkan protokol Covid-19 secara maksimal
2) Jaga Jarak Min. 2 Meter,
3) Menggunakan Masker Dan Sarung Tangan
4) Pastikan seluruh area dalam keadaan bersih dengan cara melakukan
pembersihan menggunakan desinfektan minimal 3 kali sehari, terutama pada
waktu aktivitas padat (pagi, siang dan sore hari) di setiap lokasi representatif
5) Deteksi suhu tubuh disetiap titik pintu masuk.Jika suhu tubuh masyarakat
terdeteksi ≥ 38 C, dianjurkan untuk segera memeriksakan kondisi tubuh ke
fasilitas pelayanan kesehatan dan tidak diperkenankan untuk memasuki tempat
Kerja.
6) Menyediakan pos kesehatan di tempat kerja.
7) Mempromosikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dengan cara memasang
poster mengenai pentingnya cuci tangan dan tata cara cuci tangan yang benar.
8) Pastikan tempat kerja memiliki akses untuk cuci tangan dengan sabun dan air
atau pencuci tangan berbasis alkohol.
9) Tempatkan dispenser pembersih tangan di tempat-tempat strategis dan mudah
dijangkau serta dan pastikan dispenser ini diisi ulang secara teratur.
10) Kontraktor membentuk gugus tugas pencegahan penyebaran covid di lokasi
proyek yg teridiri dr unsur dinas, pelaksana dan supervisi serta menjalin
kerjasama dg puskesmas terdekat terkait dg pencegahan penyebaran covid 19
B.3.
Standar dan peraturan perundangan
Daftar Peraturan Perundang-undangan dan persyaratan K3 yang
digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan SMK3 Konstruksi
Bidang PU antara lain sebagai berikut :
1. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan
SMK3;
3. UU No 14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan Pokok Mengenai
Tenaga Kerja
4. UU No 1 Tahun 1970 Tentang keselamatan Kerja
5. UU No 3 Tahun 1992 Tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja
6. UU RI No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan
7. UU No 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan
8. Permen Naker No. PER.05/MEN/1996 Tentang sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
9. Surat Edaran Dirjen Binawas No. SE.05/BW/1997 Tentang
Penggunaan Alat Pelindung Diri.
10. Peraturan Menteri tenaga Kerja No: PER .05/MEN/1996 tentang
sistem Manajemen kesehatan dan keselamatan kerja.
11. Keputusan
Mewnteri
Kesehatan
Nomor
315
Menkes/SK/III/2003 tentang komite kesehatan dan keselamatan
kerja sektor kesehatan
12. Permen PU No.9 /PRT/M/2008 tentang pedoman sistem
manajemen keselamatan Kerja (SMK3) konstriuksi bidang PU
C. Dukungan Keselamtan Konstruksi
C.1. Sumber daya
C.2. Kompetensi
CV. MITRA KARYA menetapkan kompetensi di setiap proses kerja yang
berdampak pada MK3L yang harus dipunyai oleh pekerja di proses
tersebut..CV. MITRA KARYA harus memastikan setiap pekerja yang terkait
dengan MK3L mempunyai kompetensi sesuai yang ditetapkan. Departemen
HRD setiap tahun melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan, membuat
program pelatihan, melaksanakan pelatihan dan melakukan evaluasi terhadap
efektifitas dari pelatihan yang sudah dilaksanakan. Personil yang bekerja
dengan risiko MK3L dipastikan memiliki kompetensi, meliputi pendidikan,
pelatihan dan pengalaman yang memadai. Departemen HRD memelihara
catatan pendidikan, pelatihan, ketrampilan dan pengalaman karyawan.
C.3. Kepedulian
Terdapat beberapa upaya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan pada
tempat kerja. Dalam rangka meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja,
perlu di buat suatu program sebagai berikut :
a. Melibatkan manajemen dan karyawan dalam menyusun program
keselamatan dan kesehatan.
b. Menentukan siapa yang bertanggung jawab dalam melaksanakan
program tersebut.
c. Menentukan kebutuhan keselamatan dan kesehatan yang dibutuhkan.
d. Mengetahui bagian mana dari fasilitas perusahaan yang membahayakan.
e. Memperbaiki bagian-bagian yang berbahaya.
f. Melatih karyawan dalam teknik keselamatan dan kesehatan.
g. Menciptakan suatu mind-set para karyawan bahwa perusahaan harus
bebas dari potensi bahaya.
h. Secara terus menerus perbaiki dan menyempurnakan program
keselamatan dan kesehatan yang ada.
C.4. Komunikasi
Guna menjamin penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, maka Perusahaan perlu menyusun sistem komunikasi untuk mendukung
pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang baik di
tempat kerja. Komunikasi meliputi komunikasi internal antar bagian maupun
sesama bagian dalam struktur organisasi Perusahaan maupun komunikasi
eksternal dengan pihak lain seperti kontraktor, pemasok, pengunjung, tamu dan
masyarakat luas maupun pihak ke tiga yang bekerja sama dengan Perushaaan
berkaitan dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Informasi-informasi
yang termasuk dalam komunikasi internal antara lain :
1. Komitmen Perusahaan terhadap Penerapan K3 di tempat kerja.
2. Program-program yang berkaitan dengan Penerapan K3 di tempat kerja.
3. Identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian resiko K3 di tempat
kerja.
4. Prosedur kerja, instruksi kerja, diagram alur proses kerja serta
material/bahan/alat/mesin yang digunakan dalam proses kerja.
5. Tujuan K3 dan aktivitas peningkatan berkelanjutan lainnya.
6. Hasil-hasil investigasi kecelakaan kerja.
7. Perkembangan aktivitas pengendalian bahaya di tempat kerja.
8. Perubahan-perubahan manajemen Perusahaan yang mempengaruhi
penerapan K3 ditempat kerja, dsb.
Informasi-informasi terkait komunikasi eksternal dengan kontrakator antara lain
:
1. Sistem Manajemen K3 kontraktor individual.
2. Peraturan dan persyaratan komunikasi kontraktor.
3. Kinerja K3 kontraktor.
4. Daftar kontraktor lain di tempat kerja.
5. Hasil pemeriksaan dan pemantauan K3.
6. Tanggap Darurat.
7. Hasil investigasi kecelakaan, ketidaksesuaian dan tindakan perbaikan dan
tindakan pencegahan.
8. Persyaratan komunikasi harian, dsb.
Informasi-informasi terkait komunikasi eksternal dengan pengunjung/tamu
antara lain :
1. Persyaratan-persyaratan K3 untuk tamu.
2. Prosedur evakuasi darurat.
3. Aturan lalu lintas di tempat kerja.
4. Aturan akses tempat kerja dan pengawalan.
5. APD (Alat Pelindung Diri) yang digunakan di tempat kerja.
Perusahaan juga mengatur komunikasi eksternal dengan pihak ke tiga terkait
informasi yang diterima oleh Perusahaan maupun informasi yang diberikan oleh
Perusahaan untuk pihak ke tiga. Perusahan menjamin konsistensi dan relevansi
informasi yang diberikan sesuai dengan Sistem Manajemen K3 Perusahaan
termasuk informasi mengenai pengendalian operasi K3 dan tanggap darurat
Perusahaan.
TABEL PROGRAM KOMUNIKASI
NO
1
2
3
4
Jenis Komunikasi
PIC
Waktu Pelaksanaan
Dilaksanakan kepada
setiap pekerja baru
Ahli K3
Induksi
datang di proyek, Tamu
Konstruksi/
keselamatan
yang akan masuk ke
Petugas
konstruksi (safety
dalam proyek, Pekerja
keselamata
induction)
lama datang kembali
n konstruksi
setelah 6 bulan
meninggalkan proyek
Pertemuan pagi
hari (safety
morning talk)
Pimpinan
lapangan,
Manager
teknik, Ahli
K3
Konstruksi,
Petugas KK
Setiap hari sebelum
bekerja selama 10
menit sd 15 menit
Pelaksana,
Dilakukan pagi hari
Pertemuan
Ahli K3
sebelum memulai
kelompok kerja
Konstruksi, pekerjaan pada internal
(Tool Box Meeting) Mandor,
kelompok 10 sd 15
Petugas KK
menit
Rapat
keselamatan
konstruksi
(construction
safety meeting)
Pimpinan
Dilakukan setiap
proyek /
minggu sekali
Ketua UKK
membahas
Ahli K3
keselamatan konstruksi
Konstruksi
C.5. Informasi terdokumentasi
C.5.1 Umum
CV. MITRA KARYA telah mendokumentasikan SMMK 3 L dalam bentuk
dokumen:
a. Kebijakan, sasaran dan program SMMK3L;
b. Pedoman SMMK3L yang menjelaskan tentang ruang lingkup penerapan
SMMK3L;
c. Prosedur (SOP) dan Instruksi Kerja / Work Instruction yang digunakan
sebagai pedoman pelaksanaan operasional kerja SMMK3L;
d. Rekaman atau catatan, yang dianggap perlu sebagai bukti implementasi
SMMK3L
C.5.2 Penyusunan Dan Pembaharuan Manajemen
CV. MITRA KARYA telah menetapkan dokumentasi SMMK3L terdiri dari
Level 1 : Pedoman SMMK3L
Level 2 : Prosedur (Standard Operating Procedure)
Level 3 : Instruksikerja /WI bisaberupagambar,flowchart
Level 4 : Catatan/Formulir,Check list, Dokumen Pendukung dari Internal dan
Eksternal, dll
C.5.3 Pengendalian Informasi Terdokumentasi
CV. MITRA KARYA memelihara dokumen yang terkait SMMK3L yang
dilakukan oleh dokumen control dalam mendistribusikan, pengaksesan,
pemeliharaan, pengaturan perubahan, masa berlaku, dan pemusnahan dokumen
yang sudah tidak diperlukan. Dokumentasi bersifat rahasia memerlukan izin
dari Wakil Manajemen (MR) apabila ada pihak yang ingin memperoleh
salinannya.
D. Operasi Keselamtan Konstruksi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
Job Safety Analysis
Nama Pekerja
Nama Paket Pekerjaan
NEGERI 34 Semarang
Tanggal Pekerjaan
: Umi Hanik
: Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah SMP
:
150 hari kalender
Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan :
1
2
3
Helm/Safety helmet
Sepatu/Safety shoes
Sarung tangan/Safety gloves
Urutan langkah pekerjaan
PEKERJAAN PENUTUP
ATAP
4
5
6
Rompi keselamtan/Safety vest
Lain-Lain :…..
Lain-lain : …...
✓
Identifikasi bahaya
Pengendalian
Penanggung jawab
Terjatuh ketika pemasangan
Menggunakkan APD sesuai
standar, Petunjuk kerja,
pengaman alat, ujung besi
ditutup papan, Railing, platform,
life line, pengaman alat, ujung
besi ditutup papan, body
harness, full body arrester
Pengawas kerja + Petugas KK
Semarang, 12 Februari 2022
CV. MITRA KARYA
MUKHAROR
DIREKTUR
✓
✓
✓
D.1 Perencanaan operasi
D.1.1 Perencanaan dan pengendalian operasional
a. Perusahaan akan melakukan perencanaan secara menyeluruh
sebelum memulai sebuah proses kerja baru, termasuk
menjamin seluruh potensi bahaya dan aspek lingkungan
penting akan dikendalikan, guna memastikan tercapainya
tujuan proses kerja baru tersebut.
b. Pengendalian operasi menjadi bagian yang penting dari setiap
kegiatan, dan operasi perusahaan, termasuk kepada pemasok
dan kontraktor perusahaan.
D.1.2 Menentukan Persyaratan-Persyaratan Produk Dan Layanan
1. Komunikasi Dengan Pelanggan Perusahaan menjalin komunikasi
dengan pelanggan terkait proyek yang akan dikerjakan, meliputi :
a. Persyaratan-persyaratan produk atau jasa yang diperlukan
meliputi MK3L.
b. Setiap perubahan dari kontrak yang disepakati, misal : harga
penawaran, perubahan spesifikasi material, dll.
c. Ekspektasi atau keluhan pelanggan sebagai umpan balik
dilakukan melalui survey kepuasan pelanggan.
2. Menentukan Persyaratan-Persyaratan Terkait Produk Dan Layanan
a. Perusahaan melakukan analisa persyaratan-persyaratan yang
terkait dengan pekerjaan baik dari pelanggan, pemerintah,
maupun internal perusahaan.
b. merencanakan dan mengembangkan proses-proses yang
diperlukan untuk realisasi produk dan jasa.
3. Meninjau Persyaratan Terkait Produk Dan Layanan
Perusahaan menerapkan metode yang tepat untuk pemantauan dan
pengukuran proses-proses Sistem Manajemen Mutu sesuai dengan
yang telah direncanakan. Jika hasil yang direncanakan tidak tercapai,
perbaikan dan tindakan perbaikan akan dilaksanakan sesuai kebutuhan.
Perusahaan memantau dan mengukur karakteristik produk untuk
memverifikasi bahwa persyaratan produk telah dipenuhi sesuai
persyaratan pelanggan sebelum dilakukan serah terima dengan
pelanggan. Bukti kesesuaian dengan kriteria penerimaan dipelihara.
Apabila ditemukan produk yang tidak sesuai, pelepasan produk dan
pengiriman barang tidak boleh dilanjutkan sampai produk tersebut
telah memenuhi syarat, diperbaiki atau disetujui oleh yang berwenang
dan oleh pelanggan. Catatan yang menunjukkan personil yang
berwenang melepas pengiriman produk kepada pelanggan dipelihara.
D.1.3 Disain Dan PengembanganProduk Dan Layanan
CV. MITRA KARYA tidak menerapkan klausul D.1.3 terkait desain dan
pengembangan produk dan layanan.
D.1.4 Pengendalian Penyedia Produkdan Jasa Eksternal
(Subcont&Supplier)
Perusahaan mengendalikan seluruh bahaya dan aspek lingkungan
pentingmelalui perangkat pengendalian operasi untuk memastikan
tercapainya kebijakan, tujuan dan sasaran K3 dan Lingkungan.
Pengendalian operasi termasuk kepada pemasok dan kontraktor
perusahaan.
1. Umum Perusahaan melakukan evaluasi pemilihan, pemantauan dan
evaluasi subcont dan supplier serta menyimpan dokumen tersebut.
Dokumen evaluasi subcont disimpan oleh bagian operasional dan
evaluasi supplier disimpan oleh bagian purchasing.
2. Jenis dan Tingkat Pengendalian Penyediaan Eksternal Perusahaan
mengendalikan subcont & supplier dengan memperhatikan setiap aspek
– aspek yang terkait dengan SMMK3L, baik berupa produk barang
maupun jasa. Perusahaan menentukan proses verifikasi yang
dibutuhkan.
3. Informasi Untuk Penyedia Eksternal Perusahaan mengkomunikasikan
persyaratan yang diperlukan kepada subcont & supplier serta
memastikan bahwa syarat tersebut sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
D.1.5 PelaksanaanProduksi Dan Layanan
1. Perusahaan mengidentifikasi, merencanakan dan melaksanakan
proyek berdasarkan pada ketersediaan informasi karaktesristik proyek.
2. Perusahaan memastikan ketersedianya sistem untuk memantau dan
mengevaluasi pelaksanaan proyek.
3. Perusahaan memastikan bahwa sistem pemantauan dan pengukuran
dilaksanakan untuk semua proyek.
4. Perusahaan memastikan ketersedianya fasilitas & sarana untuk
kebutuhan pelaksanaan operasional proyek.
5. Perusahaan memastikan ketersediaan personel pelaksana proyek yang
berkompeten.
6. Perusahaan melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan proyek.
7. Perusahaan memastikan ketersediaan prosedur, instruksi kerja,
formform untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai dengan
perencanaan proyek dan mencegah terjadinya kesalahan pelaksanaan.
8. Perusahaan memastikan produk yang dikirim (diserah-terimakan)
kepada pelanggan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
D.1.6 Identifikasi Dan Mampu Telusur
Perusahaan memastikan bahwa jika terjadi ketidaksesuaian pada
pelaksanaan proses pekerjaan yang disampaikan dengan pelanggan
dapat ditelusuri, dan dilakukan identifikasi untuk mencegah pemakaian
dan terkirimnya produk yang tidak sesuai. Memelihara catatan sifat
ketidaksesuaian dan berbagai tindakan yang diambil, termasuk konsesi
yang diperoleh. Properti Milik Pelanggan Atau Penyedia Eksternal
Perusahaan mengidentifikasi, verifikasi, memelihara, dan melaporkan
bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap barang milik
pelanggan/ pihak lain.
D.1.7 Pengendalian Output Proses, Produk Dan Layanan Yang
TidakSesuai
1. Perusahaan memastikan bahwa produk yang tidak memenuhi
persyaratan diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah
pemakaian dan terkirimnya produk yang tidak sesuai.
2. Perusahaan menangani produk yang tidak sesuai dengan cara :
a. Melakukan identifikasi dan tindakan untuk mengurangi
ketidaksesuaian yang ditemukan. Jika diperlukan, produk yang
tidak sesuai bisa disahkan penggunaannya, dilepaskan atau
diterima dengan persetujuan oleh yang berwenang atau
pelanggan.
b. Melakukan tindakan yang sesuai terhadap dampak yang
berpotensi bila ketidaksesuaian produk terdeteksi setelah
pengiriman atau setelah digunakan.
c. Memelihara catatan sifat ketidaksesuaian dan berbagai tindakan
yang diambil, termasuk konsesi yang diperoleh.
D.2.
Kesiapan dan tanggapan terhadap kondisi darurat
Perusahaan telah menetapkan Prosedur untuk mengidentifikasi potensi
terjadinya keadaan darurat seperti potensi terhadap terjadinya
kecelakaan, kebakaran, bahaya peledakan, tumpahan bahan kimia
berbahaya serta situasi kedaan darurat lainnya. Perusahaan menetapkan
metode untuk mencegah dan mengurangi risiko K3L yang terjadi.
Prosedur Kesiagaan dan Tanggap Darurat dibuat dan dilakukan uji coba
secara berkala atau simulasi dan dilakukan pengkajian dan
penyempurnaan khususnya setelah terjadi kecelakaan atau situasi
darurat.
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
Jadwal Inspeksi dan Audit
NO
Kegiatan
1
Inspeksi
keselamatan
konstruksi
2
3
Patroli
keselamatan
konstruksi
Audit internal
PIC
1
Minggu Ke
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
Pengawas,
Ahli K3
✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓ ✓
Konstruksi,
Petugas KK
Ketua UKK
Ketua UKK
✓
✓
✓
✓
✓
✓
✓
18 19 20
✓
✓
✓
✓
✓
21
✓
✓
✓
✓
E.1.1 Umum
Perusahaan telah merencanakan dan menerapkan pemantauan, pengukuran,
analisa dan proses peningkatan yang diperlukan untuk :
a. Menunjukkan kesesuaian terhadap persyaratan produk.
b. Memastikan kesesuaian SMMK3L.
c. Meningkatkan terus menerus efektifitas SMMK3L
d. Menunjukkan kesesuaian terhadap bahaya K3 dan aspek dampak
lingkungan.
E.1.2 Kepuasan Pelanggan
a. Perusahaan melakukan pemantauan informasi tentang persepsi pelanggan
mengenai apakah perusahaan telah memenuhi persyaratan pelanggan.
b. Perusahaan telah menetapkan metode dan teknik pengukuran terhadap
kepuasan pelanggan Audit internal Untuk menjamin efektifitas penerapan
SMMK3L.
E.2. Tinjauan manajemen
Untuk penyelarasan perkembangan perusahaan, secara berkala CV. MITRA
KARYA akan melakukan peninjauan terhadap Pedoman Sistem Manajemen
Mutu K3 Dan Lingkungan (SMMK3L) ini dengan tujuan untuk menilai
efektifitas dan kesesuaian SMMK3L dalam penerapannya sehingga dapat
mengindentifikasi peluang peningkatan dalam penerapan SMMK3L.
Manajemen perusahaan meninjau pelaksanaan SMMK3L sesuai dengan ISO
9001:2015, ISO 14001:2015, OHSAS 18001 : 2007 & PP Nomor 50 Tahun
2012. Manajemen perusahaan melakukan Tinjauan manajemen yang terencana
dan mempertimbangkan :
1. Status tindakan dari tinjauan manajemen sebelumnya;
2. Perubahan isu-isu eksternal dan internal yang relevan dengan system
manajemen mutu termasuk tujuan strategis Perusahaan;
3. Informasi tentang kinerja mutu, termasuk kecenderungan dan indikator
terkait:
a. Ketidaksesuaian dan tindakan koreksi;
b. Hasil pemantauan dan pengukuran;
c. Hasil audit;
d. Kepuasan pelanggan;
e. Kebutuhan dan harapan pihak berkepentingan;
f. Kelayakan sumber daya yang dibutuhkan untuk memelihara efektifitas
sistem manajemen mutu;
g. Kinerja proses dan kesesuaian produk dan layanan;
4. Efektifitas tindakan yang diambil untuk menangani risiko dan peluang;
5. Peluang potensial yang baru untuk peningkatan berkelanjutan. Output
tinjauan manajemen harus mencakup keputusan dan tindakan terkait:
a. Peluang peningkatan berkelanjutan;
b. Kebutuhan perubahan sistem manajemen mutu, termasuk sumber daya yang
dibutuhkan.
Manajemen puncak CV. MITRA KARYA melakukan rapat tinjuan
manajemen untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifan
pelaksanaan SMMK3L pada interval waktu yang sudah terencana yaitu
minimal 1 (satu) kali dalam setahun dipimpin oleh MR, Pimpinan Bagian dan
dihadiri oleh Direksi. Pelaksanaan Tinjauan Manajemen ini dijelaskan dalam
Prosedur Tinjauan Manajemen.
E.3.
Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
E.3.1 Umum
Perusahaan berkomitmen menjalankan SMMK3L secara konsisten untuk
meningkatkan kinerja perusahaan di semua bagian.
E.3.2 Ketidaksesuaian Dan Tindakan Koreksi
Perusahaan memastikan bahwa setiap terjadi ketidaksesuaian pada penerapan
SMMK3L, seperti : terjadi insiden, kecelakaan selalu dilaporkan, ditangani
dan dilakukan analisa penyebab ketidaksesuaian dan diambil langkah
perbaikan untuk memastikan hal-hal tersebut tidak terulang kembali.
Untuk pengendalian ketidaksesuaian ini maka manajemen telah menetapkan,
menerapkan dan memelihara prosedur untuk menangani ketidaksesuaian
aktual dan potensial dan untuk melakukan tindakan perbaikan dan tindakan
pencegahan.
E.3.3 Peningkatan Berkelanjutan
1. Perusahaan secara terus menerus meningkatkan SMMK3L berdasarkan
kebijakan dan sasaran Mutu-K3-Lingkungan, hasil audit, analisa data,
tindakan perbaikan dan pencegahan serta tinjauan manajemen.
2. Perusahaan melakukan tindakan perbaikan untuk menghilangkan penyebab
ketidaksesuaian dan tindakan pencegahan untuk menghilangkan penyebab
potensial ketidaksesuaian untuk mencegah terulangnya kembali.
Tindakan perbaikan dan pencegahan yang dilakukan harus sesuai dengan
penyebab atau akar masalah dan dampak potensial yang mungkin terjadi.
Semarang, 12 Februari 2022
CV. MITRA KARYA
MUKHAROR
DIREKTUR
Download