KULIAH BENCANA DAN RESIKO METODE SCAT DAN 5 WHY’S PENGERTIAN DAN IMPLEMENTASI KASUS TASNIMAH/2020610047 NAIMAH/2020610048 VIDI VICIYANDRIE/2020610049 K3 bersifat Universal Semua pihak berkepentingan untuk menghindari resiko kecelakaan kerja Faktor-faktor yg mempengaruhi kesehatan tenaga kerja Beban kerja Lingkungan kerja -Fisik -Mental Kapasitas kerja - Ketrampilan - Kesegaran jasmani & rohani - Status kesehatan/gizi - usia - Jenis kelamin - Ukuran tubuh -Fisik -Kimia -Biologi -Ergonomi -Psikologi INVESTIGASI KECELAKAAN KERJA APA SIH? UNTUK APA TUJUANNYA? Apa itu Investigasi Kecelakaan Kerja? merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk mencari fakta dan data terkait sebuah peristiwa kecelakaan kerja yang menyebabkan kerugian baik moril maupun materil. Apa tujuan Investigasi Kecelakaan Kerja? untuk mengetahui penyebab utama terjadi kecelakaan tersebut guna menghindari masalah serupa di masa depan METODE – METODE INVESTIGASI KECELAKAAN KERJA Suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencari penyebab utama terjadinya kecelakaan dan menentukan dengan tepat tindakan perbaikan yang dilakukan setelah ditemukan fakta sebenarnya dari kecelakaan yang terjadi dan penyebab kecelakaan tersebut. Metode FISHBONE Metode SCAT Metode 5 WHY’S Metode BOW TIE APA ITU SCAT? Systematic Cause Analysis Technique or SCAT adalah alat metode investigasi yang dibuat oleh International Loss Control Institute (ILCI) untuk mengevaluasi serta menyelidiki penyebab kecelakaan kerja lewat bagan SCAT. BAGAN SCAT Description of Incident Deskripsi Kejadian Factors that trigger accidents Faktor Pemicu Kecelakaan Immediate Cause Penyebab Langsung Basic Cause Penyebab Dasar Corrective and preventive action Tindakan Perbaikan/Pen cegahan TAHAPAN METODE SCAT Tahap 1 – Deskripsi Kejadian Kecelakaan • • Bagaimana gambaran kejadian? Tanggal, waktu dan tempat kejadian? Jenis kejadian kecelakaan? Kebocoran gas, kebakaran, jatuh dari ketinggian? Tahap 2 – Faktor Pemicu Kecelakaan • • Bagaimana kecelakaan bisa terjadi? Hal apa yang bisa menyebabkan kecelakaan? Pekerja kontak dengan gas beracun Tahap 3 – Penyebab Langsung Kecelakaan • • Apa yang menyebabkan kecelakaan? Perilaku tidak aman – unsafe act? Kondisi tidak aman – unsafe condition? Tahap 4 – Penyebab Dasar • • • Faktor Individu? Kurang fisik, mental, ketrampilan dan stress Faktor Pekerjaan? Peralatan kurang memadai/rusak dan kurang perawatan, penyalahgunaan peralatan, kurang kepemimpinan Faktor Manajemen? Program K3, SOP, program training, komunikasi manajemen tidak baik, Tahap 5 – Tindakan Perbaikan/Pencegahan • • • Bagaimana kita dapat mencegah kejadian terulang? Bagaimana kita bisa memperbaiki Tindakan, kondisi dan situasi? Perbaikan SOP, program K3, Pelatihan, APD dan peralatan kerja memadai MENGAPA MENGGUNAKAN SCAT? Metode yang tepat dan sederhana untuk memeriksa efektivitas investigasi kecelakaan. Sebuah sistem untuk menganalisis dan mengevaluasi penyebab terjadinya kecelakaan Sebuah sistem untuk mengembangkan efektivitas pengendalian kecelakaan Sebagai pengingat di masa depan kecelakaan serupa dan pengendalian/pencegahan terhadap kecelakaan. APA ITU 5 WHYs? 5 WHYs analisis adalah alat metode investigasi yang pertama kali ditemukan oleh Sakichi Toyoda (Toyota Motor Company) yang digunakan untuk mencari akar penyebab masalah dengan cara bertanya mengapa sehingga pertanyaan itu sudah tidak bisa dijawab lagi 01 Problem Why 1 Why 2 BAGAN 5 WHYs Why 3 Metode 5 Why’s tidak terpaku hanya pada 5 kali pertanyaan Why. Pertanyaan Why tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan kurang atau lebih dari 5 kali. Hal ini tergantung dari efektivitas penggunaan dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Why 4 Why 5 Root Cause MENGAPA MENGGUNAKAN 5 WHY’s? Membantu mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah dengan cepat Menentukan hubungan antara akar penyebab yang berbeda dari suatu masalah Salah satu metode investigasi paling sederhana Mudah dipelajari dan diterapkan dan mudah diselesaikan tanpa analisis statistik matematis INVESTIGASI SCAT XK-45 TELECOMS ROOM FIRE INCIDENT Tanggal dan Waktu Kejadian: 27 Februari 2021, 07:05 AM Lokasi Kejadian: Area Utility Warehouse XK-45 Tanggal Mulai dan Akhir Investigasi: 28 Februari 2021 dan 2 April 2021 Teknik Investigasi: Systematic Cause Analytic Technique or SCAT Kategori dan Klasifikasi: Tingkat-3 Fire/Smoldering. TAHAP 1 – DESKRIPSI KEJADIAN Pada jam 07:05 alarm kebakaran diterima pada panel MIMIC (Fire Control Room) untuk XK-32 dan setelah dilakukan pengecekan panel, ditemukan alarm yang berasal dari XK-45. Selanjutnya di panel XK-45 menunjukkan alarm kebakaran di ruang Telecom SD. Hal ini dikonfirmasi oleh operator rover area yang bertugas dan penjaga keamanan XK-32. Tim respons kru yang bertugas dikerahkan ke lokasi kebakaran. Setibanya di sana, tim mengamati asap hitam keluar dari lubang kecil tempat kabel kabel di atap ruang listrik telekomunikasi. Tim tanggap darurat melakukan penilaian cepat di tempat kejadian, mendekati lokasi kejadian dan melihat api terbuka di dalam ruang telekomunikasi. Tim tanggap darurat langsung menggunakan 2x serbuk kimia kering dan 3x alat pemadam api CO2 serta mengendalikan penyebaran api terbuka dimana saluran selang pengiriman tetap siaga dan siap. Tim pemadam kebakaran RLIC dipanggil dan disiagakan di gerbang utama selatan. Stasiun pemadam kebakaran utara diminta untuk menyediakan generator ventilasi pembuangan di tempat kejadian. Tim listrik utilitas dan engineer dipanggil ke lokasi untuk penyelidikan lebih lanjut. UPS untuk selungkup panel telekomunikasi ditemukan sebagai sumber asap, membara dengan beberapa api yang akhirnya memicu alarm kebakaran dan respons level-1 ERT diaktifkan TAHAP 2 – FAKTOR PEMICU KECELAKAAN Panas berlebih dan arc discharge menyebabkan nyala api dan kebakaran Personil tidak ada didalam Gudang pada saat kejadian karena tidak ada shift malam Sumber api karena suhu kapasitor tinggi yang akhirnya menyebabkan kegagalan premature dan menimbukan api Kapasitor telah beroperasi selama lebih dari 13 tahun melebihi umur operasional dan nominal yang di rekomendasikan Kemungkinan besar kapasitor memburuk dengan waktu berjalan bahan seiring TAHAP 3 – PENYEBAB LANGSUNG KECELAKAAN 09.1 Tindakan dibawah standard 09.2 Kondisi dibawah standard 09.1.1 Kegagalan untuk bereaksi /mengoreksi: 09.1.1 Informasi/Data tidak memadai: Mengira sudah diketahui bahwa kapasitor akan di servis dan sudah mencapai umur nominalnya tetapi penggantian kapasitor tidak terjadi Tidak ada dokumentasi serah terima yang tepat dan tidak ada pencatatan data. Karena itu tim servis tidak memiliki informasi spesifikasi pabrikan untuk kapasitor Kapasitor adalah tipe kompak (yang termasuk dengan baterai tertutup) dan servis pemeliharaan terbatas. Tim servis hanya mengandalkan inspeksi secara visual dan berdasarkan laporan sebelumnya Gagal menindaklanjuti bahwa spesifikasi pabrikan tidak tersedia dan tidak ada catatan dokumen yang sesuai untuk diandalkan selama pemeliharaan Customer mengetahu bahwa DCUK dengan dealer tidak berkoordinasi dengan baik, menjadikan service yang diterima oleh customer tidak sesuai dengan keinginan konsumen 09.2 Kondisi dibawah standard 09.1.2 Persiapan/perencanaan yang tidak memadai: Diketahui bahwa kapasitor mendekati masa pakai operasional dan tidak ada tindak lanjut untuk mengamankan penggantian karena tidak ada catatan atau data yang sesuai untuk diandalkan selama pengadaan TAHAP 4 – PENYEBAB DASAR KEJADIAN Faktor Sistem Pembelian tidak memadai: Pemeliharaan tidak memadai: Pemeliharaan tidak memadai: 1. Spesifikasi yang tidak memadai pada permintaan 1. Tindakan servis yang tidak memadai 1. Pemeriksaan yang tidak memadai 2. Keterlambatan pemesanan karena tidak ada data atau dokumentasi yang tersedia pada saat pembelian diajukan 2. Penilaian yang tidak tepat karena akses ke peralatan yang terbatas disebabkan desainnya yang tertutup 2. Dokumentasi yang tepat tidak tersedia karena tidak diserahkan setelah commissioning peralatan. Oleh karena itu, tidak ada pemeriksaan terperinci yang dilakukan TAHAP 5 – TINDAKAN PERBAIKAN/PENCEGAHAN Root Cause Reference: 10.1.1: Pembelian tidak memadai 10.1.2: Tindakan servis tidak memadai 10.1.3: Pemeriksaan yang tidak memadai Recommendation/ Suggested Improvement: Tim projek harus memastikan semua dokumen dan gambar yang relevan diserahkan dan di upload dalam sistem SAP sebagai bagian dari serah terima projek - Melakukan survei lokasi kapasitor UPS yang sama dan memastikan pemerikasaan terperinci, strategi pemeliharaan ditingkatkan dan program pemeliharaan preventif diterapkan untuk menghindari kejadian yang serupa terulang - Periksa peralatan yang sama di tempat lain dan pastikan dilakukan Tindakan preventif yang memadai Action By: Completion Date: Head of E&I Engineering (Project) 30 Juli 2021 Head of Electrical Department 30 Juli 2021 ANALISIS 5 WHYS KEBAKARAN MESIN MOBIL TIMELINE KEJADIAN Dilakukan analisis peristiwa untuk menentukan factor-faktor kritis dari peristiwa kecelakaan ini. Peristiwa : 1. Apabila mesin sudah dingin apakah kejadian kebakaran masih bisa terjadi? Tidak (faktor kritis). 2. Apabila pekerja mengetahui prosedur (SOP) dalam bekerja, apakah kejadian kebakaran mesin masih bisa terjadi? Tidak (faktor kritis). 3. Apabila tersedia APAR di sekitar bengkel, apakah kejadian kebakaran mesin masih bisa terjadi? Tidak (faktor kritis). Critical factor : 1. Mesin masih panas tetapi pekerja tetap membersihkannya tanpa menunggu mesin dingin terlebih dahulu. 2. Pekerja tidak memahami SOP. 3. Tidak tersedia/hanya sedikit alat pemadam api ringan di sekitar bengkel. Dari critical factor tersebut kemudian dilakukan analisis untuk menentukan akar penyebabnya. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode 5 Whys. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang muncul berdasarkan metode 5 Whys (T = tanya, J = jawab): T : Mengapa terjadi kebakaran mesin mobil? J : Karena mesin mobil masih panas, tetap dilakukan pembersihan dan terkena percikan bahan bakar. T : Mengapa mesin yang masih panas terkena percikan bahan bakar? J : Karena kecerobohan pekerja. T : Mengapa kecerobohan terjadi? J : Karena kurangnya pengawasan dan kurang memahami prosedur. T : Mengapa pekerja kurang memahami prosedur? J : Karena kurangnya pengawasan, pelatihan dan sosialisasi K3. T : Mengapa kebakaran mesin tidak segera dipadamkan? J : Karena APAR tidak tersedia/jauh dari jangkauan. T : Mengapa APAR tidak tersedia/jauh dari jangkauan? J : Hanya ada sedikit APAR dan penempatannya jauh dari jangkauan pekerja bengkel. T : Siapa yang bertanggung jawab terhadap pengawasan? J : Kepala bengkel. T : Adakah prosedur dalam penanganan awal kebakaran? J : Belum ada. Root Cause : akar penyebab : 1. HSE plan dan instruksi kerja/SOP pekerjaan belum dilaksanakan secara konsisten. 2. Kurangnya pelatihan dan pengawasan dari pihak perusahaan dalam hal pelaksanaan prosedur keselamatan oleh mitra kerja. 3. Tidak memadainya standar kerja/prosedur keselamatan, antara lain tidak adanya prosedur penyimpanan peralatan keselamatan di bengkel. 4. Kurangnya kesadaran kepala bengkel dalam tanggung jawab HSE terhadap para pekerja. TERIMA KASIH
0
You can add this document to your study collection(s)
Sign in Available only to authorized usersYou can add this document to your saved list
Sign in Available only to authorized users(For complaints, use another form )