Uploaded by arneta salsa

PENGARUH LEGALITAS ALAT KONTRASEPSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA

advertisement
HUBUNGAN LEGALITAS ALAT KONTRASEPSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL
REMAJA
Linda Furwanti , Arneta Sabela Kusumaningrum
Prodi S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Muhammadiyah Semarang, Semarang 50272, Indonesia
[email protected] [email protected]
Abstrak
Upaya untuk menurunkan angka kelahiran salah satunya dapat dilakukan melalui
penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan akses informasi,
pengetahuan, persepsi resiko dengan niat penggunaan alat kontrasepsi. Responden dalam penelitian
ini adalah remaja (15-16 tahun) yang belum menggunakan alat kontrasepsi yang diambil dengan
metode purposive sampling sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan
kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa banyak anak remaja yang belum mengetahui alat kontrasepsi
dan hanya beberapa yang pernah menggunakannya. Namun, tidak ada variabel yang berhubungan
dengan persepsi resiko. Persepsi resiko penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan nonhormonal
berbeda signifikan pada resiko fungsi, fisik, keuangan, sosial, waktu dan hilangnya kesempatan, akan
tetapi, persepsi resiko alat kontrasepsi hormonal dengan nonhormonal secara keseluruhan tidak
berbeda secara signifikan. Sementara itu, niat penggunaan berhubungan dengan pergaulan remaja.
Kata kunci : informasi, niat penggunaan, pengetahuan, persepsi resiko.
THE EFFECT OF LEGALITY OF CONTRACEPTIVE EQUIPMENT ON YOUTH
SEXUAL BEHAVIOR
Abstract
Efforts to reduce birth rates can be done through the use of contraception. This study aims
to analyze the relationship of access to information, knowledge, risk perception with the intention of
using contraception. Respondents in this study were adolescents (15-16 years) who had not used
contraception taken by purposive sampling method as many as 60 people. Data was collected through
interviews using a questionnaire. The results show that many teenagers do not know about
contraception and only a few have used it. However, there are no variables related to risk perception.
The perception of the risk of using hormonal contraceptives with nonhormonal differences differed
significantly on function, physical, financial, social, time and loss of opportunity. However, overall
perceptions of the risk of hormonal contraceptives with nonhormonal factors did not differ
significantly. Meanwhile, intention to use is related to adolescent association.
Keywords: information, intention to use, knowledge, risk perception.
PENDAHULUAN
Tujuan penelitian ini adalah untuk
Setiap tahunnya jumlah penduduk Indonesia
mengidentifikasi faktor-faktor yang
mengalami peningkatan (BPS, 2010). Faktor
mempengaruhi perilaku seksual remaja
utama yang mempengaruhi laju pertumbuhan
melalui penggunaan alat kontrasepsi yang
penduduk adalah tingkat kelahiran. Pemerintah
berbeda dan implikasinya terhadap kebijakan
berupaya untuk menekan laju pertumbuhan
dan program untuk meningkatkan layanan
penduduk melalui Badan Koordinasi Keluarga
kesehatan reproduksi dan seksual kaum remaja
Berencana Nasional (BKKBN) yang
di Jawa Tengah. Subyek penelitian ini adalah
merupakan lembaga pemerintah
anak SMA X di Brebes dan Kudus. Hal ini
nonkementerian yang berada di bawah dan
dilakukan dalam rangka untuk mengungkap
bertanggung jawab kepada Presiden (Perpres
kerentanan terhadap kesehatan reproduksi dan
No. 62 tahun 2010). Dari penelitian yang
seksual pada remaja.
dilakukan Musafah (2007) diperoleh data
METODE
remaja pranikah yang menggunakan
kontrasepsi terbanyak yaitu Pil 89,8 %,
Kondom 85,7% dan kontrasepsi IUD 70, 4 %.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa
perilaku seks bebas di kalangan remaja bukan
lagi merupakan suatu issue tetapi telah
dijadikan salah satu gaya hidup di kalangan
remaja.
Jenis penelitian ini adalah bersifat deskriptif
kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan
Cross sectional. Dalam penelitian ini, sampel
diambil berdasarkan teknik Population
Sampling dimana sampling ini menyoroti anak
SMA X kelas 11 daerah Brebes dan Kudus
secara Triangulasi Data yaitu dengan
wawancara,Kuisioner dan Observasi. Jumlah
Seksualitas juga berkembang dari anak-anak,
sampel yang digunakan dalam penelitian ini
remaja, dan dewasa. Seksualitas diekspresikan
berjumlah 60 respondan yang memenuhi
dalam bentuk perilaku seksual. Dorongan
kriteria inklusi, yaitu:
seksual dapat dipengaruhi dengan
menggunakan NAPZA, berkhayal tentang
seksual, menonton film porno, melihat gambar
porno, mendengar cerita porno, berduaan di
tempat sepi (DP2KBP3A, 2017). Kematangan
1)Seluruh anak SMA kelas 11 di daerah
Brebes dan Kudus.
2)Seluruh anak remaja yang
bersedia dijadikan responden dengan
fungsi seksual dapat menimbulkan dorongan
dan keinginan untuk pemuasan seksualnya
dengan lawan jenis dalam bentuk pacaran atau
rentan usia (15-16 tahun).
3)Seluruh anak jalanan pranikah yang
percintaan (Hurlock, 2008). Dengan adanya
kesempatan melakukan sentuhan fisik,
hadir saat pengambilan data dengan
bertemu
rentan usia (15-16 tahun).
Penelitian ini dilakukan di Brebes dan Kudus
Alasan
pada Juni-Juli 2019. Pada
melakukan
Biaya
Merasa
nya
murah
nyaman
dan
dan
digunakan adalah kuesioner. Skala pengukuran
praktis
cocok
yang digunakan dalam penelitian ini dalam
19,4%
16,1%
penelitian ini instrumen atau alat ukur yang
bentuk Skala Persentase. Skala Persentase
Keinginan
yang dipergunakan dengan skala pengukuran
Melakukan
dengan hasil persentase terbanyak dan yang
Kepuasan
Lainnya
6,5%
9,7%
87,1%
Hasil
Menyesal
Lainnya
43,8%
50%
biasa
dengan sifat pertanyaan. Sebagian dari
saja
pertanyaan itu menunjukkan pendapat yang
positif maupun negatif. Analisis data
6,3%
Dampak
menggunakan analisa statistik dengan dengan
menggunakan program komputer SPSS.
HASIL
Hasil
Hamil
Dikucilkan
usia dini
masyarakat
40,6%
50%
Sikap
Tabel Perilaku Remaja dalam
Terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi
31,3%
Biasa-
mengerti
biasa
dampak
saja
3,1%
Menyesal
Lainnya
68,8%
34,4%
Hasil
Toko
Puskes
Peralatan
Obat
mas
kesehatan
18,8
25%
6,3%
Lainnya
56,3%
%
Hasil
Alat
Kondom
Pil
Lainnya
kontrasepi
21,9%
28,1%
53,1%
Grafik 1
60
50
40
30
20
10
0
Membeli
yang
digunakan
Tempat
melakukan
Lainnya
Hasil
setelah
dan Melakukan Seks
Tempat
67,7%
Pribadi
Biasa-
berdasarkan hasil persentase, yang disesuaikan
Lainnya
Hasil
Sikap
tersedikit . Tiap jawaban diberi bobot
membeli
Hasil
Grafik 2
Hasil
Sekolah
seks
Tempat
Hp
Lainnya
30%
63,3%
Gelap
0%
6,7%
Indikator
30
25
20
15
10
5
0
Jawaban
Hasil
Keseluruhan
Tidak pernah
50
B
Pernah
50
Tidak pernah
93,7
Pernah
6,3
Tidak Pernah
81,3
Pernah
18,7
Bahaya alat
Ya
15,6
kontrasepsi
Tidak
84,4
Media massa
Tahu
48,7
Tidak tahu
51,3
Tahu
28,1
Tidak tahu
71,9
Tahu
65,6
Tidak tahu
34,4
Ya
22,6
Tidak
77,4
Ya
71
Tidak
29
Pentingnya
Ya
65,6
pembekalan
Tidak
34,4
Ya
78,1
Tidak
21,9
Melihat
Alat
Kontrasepsi
yang
digunakan
Pakai
Efisien dan
efektif
Grafik 3
40
30
Manfaat
20
Tempat
10
Penggunaan
Tahu seks
0
Melakukan
Grafik 4
80
60
40
20
0
Bahaya seks
Alasan
menggunaka
n alat
kontrasepsi
60
50
40
30
20
10
0
Sikap Remaja
setelah
menggunaka
n alat
kontrasepsi
Tabel Pengetahuan Seks dan alat
Kontrasepsi Remaja di Brebes dan
Kudus
KB
SB
KB
KB
SB
B
SB
SB
pendidikan
Pendapat di
adakan
seminar/
Grafik 5
SB
SB
Ket:
KB : 0-0.66
Melihat Alat…
Memakai…
Efisien dan…
Bahaya Alat…
Pengaruh…
Manfaat…
Tahu
Melakukan…
Bahaya Seks
Pentingnya…
Pengadaan…
2,5
2
1,5
1
0,5
0
B: 0.671.32
SB: 1.33-2
PEMBAHASAN
Perilaku
Pengetahuan
Hubungan Perilaku dan Pengetahuan
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
Download