Uploaded by Frecia Mardianto

Paper pancasila bab pendahuluan Frecia 5103019001 (2)

advertisement

Pentingnya Keseimbangan Hak dan Kewajiban Antara Masyarakat dan Pemerintah dalam Menghadapi Pandemi Covid 19.

Disusun Oleh:

Frecia Elrivia Mardianto (5103019001)

Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 2020

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Hak dan kewajiban mempunyai hubungan yang sangat erat. Hak dan kewajiban bagaikan hubungan timbal balik. Artinya seseorang akan mendapatkan haknya apabila orang tersebut telah melaksanakan kewajibannya begitupun sebaliknya. Maka dari itu sangat penting terciptanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, khususnya di tengah pandemi

Covid-19

. Penyakit

coronavirus

(

COVID-19

) adalah penyakit koronavirus 2019 dan penyakit menular yang menyerang sistem pernapasan manusia, yang disebabkan oleh

SARS-CoV-2

.Virus ini menyebabkan penyakit saluran pernapasan (seperti flu). Anda dapat melindungi diri Anda dengan mencuci tangan secara rutin dan menghindari menyentuh wajah Anda. Kita dapat mengurangi risiko penularan jika membersihkan tangan secara rutin, menutupi hidung dan mulut saat batuk dan bersin, serta menghindari kontak jarak dekat (minimal 1 meter) dengan siapa pun. Itulah alasan masyarakat diminta disiplin membatasi interaksi sosial atau

social distancing.

Penyakit ini sendiri telah menjadi wabah penyakit secara global atau yang disebut pandemi. Penyebaran Virus

Corona

diberbagai negara dapat diminimalisir dengan kerjasama seluruh aspek warga negara menjalani peran masing-masing. Upaya itu untuk mencegah penyebaran virus dan mengatasi pandemi ini dengan cepat. Diperlukan keharmonisan masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan hak dan kewajibannya. Akan tetapi keseimbangan antara hak dan kewajiban ini tidak mudah untuk dilaksanakan khususnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan banyak dari masyarakat mendahulukan ego dan hak mereka dibanding kewajiban mereka. Misalnya saja acara resepsi pernikahan masih nekat diadakan di tengah pandemi

Covid-19.

Masyarakat lebih memaksakan egonya meskipun

pemerintah sudah menerapkan aturan

social distancing.

Namun aparat yang berwajib juga terus melaksanakan kewajibannya demi memutus rantai penyebaran virus. Komisaris Besar Polisi Ibrahim Tompo (2020), menyatakan meskipun dibubarkan resepsinya tapi cara-cara yang dilakukan anggota itu persuasif. Ini dilakukan karena sekarang wabah virus

COVID-19

ini sudah menyebar luas dan dikategorikan sebagai pandemi. Jika terus seperti ini maka tidak akan ada keseimbangan antara hak dan kewajiban sehingga berpotensi akan menimbulkan penanganan yang lebih lambat dan penyeberan akan makin meluas hingga tidak mencapai titik akhir. Maka perlu adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban antara masyrakyat dan pemerintah. Masyrakyat dan pemerintah harus bisa mengetahui posisi mereka dan menahan ego masing-masing, serta melaksanakan hak dan kewajibannya. Penulisan ini dimaksudkan untuk menganalisis keseimbangan hak dan kewajiban di tengah pandemi

Covid-19

dan bagaimana cara mengatasi hambatan dalam mewujudkan keseimbangan tersebut

.

Laksanakan apa yang menjadi kewajiban kita demi keselamatan dan kebaikan kita bersama, maka kita juga akan mendapat hak kita.

1.2.Rumusan Masalah

1.2.1.

Bagaimana perwujudan hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat Indonesia di tengah pandemi

Covid-19

? mewujudkan 1.2.2.

Apa saja yang menjadi hambatan keseimbangan hak dan kewajiban tersebut? 1.2.3.

dalam Bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut?

1.3. Tujuan Penulisan

1.3.1.

Mengetahui bentuk-bentuk hak dan kewajiban pemerintah dan masyarakat Indonesia di tengah pandemi

Covid

-19. 1.3.2.

Mengetahui hambatan dalam mewujudkan keseimbangan hak dan kewajiban tersebut.

1.3.3.

Mengetahui cara mengatasi hambatan mewujudkan keseimbangan hak dan kewajiban.

Download