Uploaded by arrahma.asyifa

CBD non psikotik

advertisement
I.
II.
IDENTITAS PASIEN
Nama
: Tn. SD
Tanggal Lahir
: 10 Desember 1981
Usia
: 35 Tahun
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: Islam
Suku
: Jawa
Status
: Menikah
Pekerjaan
: Kuli Angkat
Pendidikan
: SMK
Alamat
: Magersari, Magelang
RIWAYAT PSIKIATRI
Alloanamnesis diperoleh dari:
Nama
: Tn. BS
Umur
: 40 tahun
Jenis Kelamin
: Laki-aki
Pekerjaan
: Swasta
Alamat
: Magersari, Magelang
Status Pernikahan
: Menikah
Hubungan
: Kakak kandung pasien
Nama
: Ny. T
Umur
: 34 Tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Pekerjaan
: Karyawan
Alamat
: Magersari, Magelang
Status Pernikahan
: Menikah
Hubungan
: Istri pasien
Alloanamnsis dan autoanamnesis dilakukan pada tanggal 23 dan 25 Juli
2016
A. Keluhan Utama
Pasien datang ke RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang karena pasienbingung
dan putus asa.
B. Riwayat Penyakit Sekarang
Alloanamnesis:
Pasien dibawa ke RSJ Magelalng karena bingung dan putus asa.
Keadaan ini dialami pasien kurang lebih 1 minggu terakhir. Pasien di
bawa ke instalasi gawat darurat Soerojo Magelang atas paksaan dari
pihak sektor kepolisian setempat, karena pasien telah membuat
kegaduhan di salah satu bank. Pihak polisi meragukan kondisi jiwa
pasien, dikarenakan saat pasien di wawancarai pasien hanya diam dan
terkesan bingung.
Menurut kakak pasien, akhir-akhir ini sering sekali bingung dan
mudah putus asa. Pasien belum pernah berobat untuk mengatasi gejala
ini. Hal ini dikarenakan pasien bingung memikirkan dimana dia harus
mencari uang untuk membayar biaya pengobatan anaknya yang sedang
sakit kurang lebih 1 bulan terakhir ini.
Kakak pasien mengatakan
seminggu terakhir ini pasien mudah lelah setelah pulang kerja. Pasien
tidak mengalami penurunan nafsu makan ataupun kesulitan dalam
beraktivitas sehari-hari. Sesampainya di rumah, pasien masih dapat
bercengkrama dengan anak dan keponakan lainnya. Kakak pasien tidak
mengetahui jika adiknya telah berbuat kegaduhan di salah satu bank
yang membuat keresahan bagi orang lain. Kakak pasien baru
mengetahui peristiwa tersebut, setelah pihak polisi menelepon keluarga
pasien.
Istri pasien mengatakan seminggu yang lalu pasien berbeda dengan
sebelumnya, hanya melamun dan menjadi sangat pendiam. Dua hari
sebelumya keadaan makin memburuk, setelah pasien di datangi penagih
hutang. Dan istri baru mengetahui pasien memiliki hutang yang sangat
banyak ke beberapa orang, salah satunya hutang karena taruhan judi
bola. Mengenai hal tersebut istri baru mengetahuinya, karena suaminya
selama ini selalu tertutup, jika ada masalah pasien hanya memendam
sendiri dan tidak menceritakan masalahnya kepada sang istri. .
Autoanamnesis dilakukan :
Menurut pasien, pada hari sabtu pagi pasien pergi keluar rumah
dengan membawa uang sedikit untuk naik angkot tanpa tujuan yang
pasti.
Pasien pergi sendirian tanpa ditemani siapapun. Sekian lama
berpikir dan semakin membuat putus asa, akhirnya pasien memutuskan
untuk pergi ke sebuah bank milik pemerintah untuk meminjam uang.
Sesampainya di bank tersebut, pasien memaksa untuk masuk ke dalam
bank tersebut. padahal saat itu bank dalam kondisi tidak melayani
transaksi karena hari libur. Setelah masuk ke dalam bank, pasien
menulis nominal uang di lembar transaksi penarikan. Kemudian pasien
menuju teller dan menyerahkan lembar tersebut. Tetapi pihak teller tidak
dapat menerima transaksi tersebut dikarenakan pasien tidak memliki
rekening tabungan di bank dan tidak ada pelayanan saat hari libur.
Pasien langsung membuat kegaduhan dengan cara menampar pihak
teller bank itu. Tetapi tindakan tersebut dihalangi oleh pihak satpam
yang sedang bertugas di bank itu. Akhirnya pasien dipaksa untuk keluar
dan di pukul oleh beberapa satpam dan polisi yang telah siap. Pasien
mengatakan dirinya terpaksa melakukan hal ini karena cemas, khawatir
dan bingung tidak dapat membayar biaya pengobatan anaknya dan
membayar hutang uang yang sudah lama dia pinjam. Pasien juga merasa
tertekan saat berada di rumah, dikarenakan tuduhan dari ibu pasien yang
mengatakan bahwa pasien telah mencuri uang dari istrinya. Sedangkan
uang tersebut digunakan untuk biaya keperluan sehari-hari keluarga
pasien. Pasien merasa suka gelisah, sulit konsentrasi dalam bekerja,
mudah sering lelah setelah beraktivitas, sakit kepala, jantung yang
berdebar-debar, pusing kepala disertai mulut kering.
C. Riwayat Penyakit Dahulu
1.
Riwayat Gangguan Psikiatri
Pasien tidak pernah mengalami keluhan seperti ini.
2.
Riwayat Gangguan Medis Umum
Pasien belum pernah dirawat di Rumah Sakit. Riwayat trauma
kepala, kejang, gondok, penyakit jantung, asma, alergi, hipertensi
dan kencing manis disangkal.
3. Riwayat Penggunaan NAPZA
Pasien tidak merokok, tidak mengkonsumsi minuman beralkohol
dan tidak memakai zat adiktif lainnya.
D. Riwayat Kehidupan Pribadi
1.
Riwayat Prenatal dan Perinatal
Pasien adalah anak ke sembilan dari sembilan bersaudara. Kondisi
ibu pasien saat hamil dan melahirkan tidak ada kelainan. Pasien
lahir dirumah dibantu oleh bidan.
2.
Riwayat Masa Kanak Awal (0-3 tahun)
• Psikomotor
Tidak ada kelainan pertumbuhan pasien dan pengembangan
seperti: pertama kalinya mengangkat kepala, berguling, duduk,
merangkak, berdiri, berjalan-berlari, memegang benda-benda di
tangannya, meletakkan segala sesuatu di mulutnya, memegang
benda-benda di tangannya.
• Psikososial
Tidak ada kelainan pada pasien di usia berapa mulai tersenyum saat
melihat wajah lain, dikejutkan oleh suara, ketika tertawa pertama
pasien atau menggeliat ketika diminta untuk bermain, atau bermain
bertepuk tangan dengan orang lain.
• Komunikasi
Tidak ada kelainan saat pasien mulai mengucapkan kata-kata
seperti 'ibu' atau 'ayah', atau berbicara.
• Emosi
Tidak ada kelainan pada reaksi pasien ketika bermain, tetapi pasien
takut dengan orang lain, pemalu jika bertemu dengan orang lain.
• Kognitif
Tidak ada kelainan pasien dalam mengikuti obyek, mengakui
ibunya, mengenali anggota keluarganya. Tidak ada data yang valid
pada saat pasien pertama kali meniru suara yang terdengar atau
memahami perintah sederhana.
3. Riwayat Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun)
• Psikomotor
Pasien pernah jatuh dari sepeda dan tidak mau belajar naik sepeda
sampai sekarang.
• Psikososial
Tidak ada kelainan identifikasi jenis kelamin pasien, interaksi
dengan lingkungannya. Pasien pertama masuk sekolah dasar usia 6
tahun, pasien memiliki sedikit teman bermain karena pasien
merupakan anak pendiam dan terututp.
• Komunikasi
Pasien memiliki teman yang sedikit saat sekolah dan merupakan
orang yang cenderung pemalu dan tertutup.
• Emosional
Pasien merupakan anak yang susah untuk mengungkapkan
emosinya, dan cenderung tertutup.
• Kognitif
Pasien pernah tinggal di kelas 3 SD dan tidak memiliki prestasi
yang cukup baik.
4.
Riwayat Masa Kanak Akhir (Pubertas) dan Remaja (11-18 tahun)
Pasien merupakan orang yang cenderung pemalu, tertutup, dan susah
bersosialisasi dengan teman-temannya. Pasien bersekolah di SMK dan
jarang sekali masuk sekolah karena tidak kehadirannya guru saat
mengajar. Kakak pasien mangatakan tidak ada keseriusan pasien dalam
belajar saat di bangku sekolah.
5.
Riwayat Masa Dewasa
• Riwayat Pendidikan
Pasien menempuh pendidikan TK, SD, SMP dan SMK kurang
baik karena pernah tinggal kelas dan jarang masuk sekolah
ketika SMK.
• Riwayat Pekerjaan
Pasien bekerja sebagai kuli angkut di toko meubel.
• Riwayat Pelanggaran Hukum
Pasien pernah berurusan dengan penegak hukum karena
melakukan pelanggaran hukum yaitu membuat kekacauan di
bank.
• Riwayat Aktivitas Sosial
Sebelum timbul gangguan keluhan pasien dikenal tertutup dan
tidak banyak bersosialisasi dengan tetangga. Pasien kurang
terbuka dengan istri jika ada masalah.
• Riwayat Kehidupan Beragama
Pasien beragama Islam. Pasien jarang beribadah dan jarang
pergi ke masjid maupun mengikuti kegiatan keagamaan.
• Riwayat Psikoseksual
Pasien menyadari dirinya seorang laki-laki dan selama ini
berpenampilan dan berperilaku sebagaimana seorang laki-laki
dan sudah menikha memiliki satu anak perempuan.
• Riwayat Situasi Hidup
Saat ini pasien tinggal di rumah bersama ibu, istri, anak, kakak
kandung, kakak ipar, dan keponakan.
E. Riwayat Keluarga
Pasien merupakan anak ke sembilan dari sembilan bersaudara. Semua
saudara pasien sudah berkeluarga. Dikeluarga tidak ada yang mengalami
riwayat keluhan seperti ini.
GENOGRAM :
Keterangan
= Pasien
= Laki-Laki
= Perempuan
=Meninggal
= Satu Rumah
F. Riwayat Sosial Ekonomi Sekarang
Saat ini pasien menjadi kuli angkat di toko meubel dan kesan ekonomi
kurang.
G. Taraf Kepercayaan
Autoanamnesis : dapat dipercaya
Alloanamnesis : dapaat dipercaya
III. STATUS MENTAL
A.
Deskripsi Umum
1.
Penampilan
Tampak seorang laki-laki, wajah sesuai usia, rawat diri baik,
cara berpakaian rapi, kebersihan diri baik.
2.
Kesadaran psikiatri
: Jernih
Perilaku dan aktivitas psikomotor : Normoaktif
Sikap terhadap pemeriksa
3.
4.
5.
Pembicaraan
Kuantitas
: talk-active
Kualitas
: koheran
Tingkah laku
Hiperaktif
:-
Normoaktif
:-
Hipoaktif
:+
Ekopraksi
:-
Katatonia
:-
Negativisme aktif
:-
Katapleksi
:-
Stereotipik
:-
Manerisme
:-
Otomatime
:-
Mutisme
:-
Akatisia
:-
Agresif
:-
Tik
:-
Sonambulisme
:-
Agitasi
:-
Ataksia
:-
Mimikri
:-
Kompulsif
:-
Impulsif
:-
Abulia
:-
Sikap
Kooperatif
:+
Non-kooperatif
:-
: Kooperatif, kontak mata (+)
6.
B.
Indifferent
:-
Apatis
:-
Tegang
:-
Dependen
:-
Aktif
:-
Pasif
:-
Infantile
:-
Curiga
:-
Bermusuhan
:-
Labil
:-
Rigid
:-
Negativisme pasif
:-
Stereotipik
:-
Katalepsi
:-
Fleksibilitas cerea
:-
Kontak psikis
: Mudah ditarik, mudah dicantum
Alam Perasaan
1.
2.
Mood
Disforik
:+
Eutimik
:-
Hipertimik
:-
Hipotimik
:-
Euforia
:-
Ekspansif
:-
Irritable
:-
Elevated
:
Afek
Serasi
:+
Tidak serasi
:-
C.
:-
Tumpul
:-
Datar
:-
Labil
:-
Gangguan Persepsi
1.
2.
D.
Sempit
Ilusi
Visual
:-
Auditorik
:-
Olfaktorik
:-
Gustatorik
:-
Taktil
:-
Halusinasi
Visual
:-
Auditorik
:-
Olfaktorik
:-
Gustatorik
:-
Taktil
:-
Kinestetik
:-
3.
Depersonalisasi
:-
4.
Derealisasi
:-
Proses Pikir
1.
Isi pikir
Idea of reference
:-
Preokupasi
:-
Obsesi
:-
Fobia
:-
Waham
 Kebesaran
:-
2.
 Berdosa
:-
 Kejar
:-
 Curiga
:-
 Cemburu
:-
 Somatik
:-
 Magikmistik
:-
 Kacau (Bizzare)
:-
 Thought echo
:-
 Thoughtinsertion or withdrawal
:-
 Thoughtbroadcasting
:-
 Delusion of control
:-
 Delusion of influence
:-
 Delusion of passivity
:-
 Delusional perception
:-
Arus pikir
a.
b.
Kuantitas : talk active
 Logorrhea
:-
 Remming
:-
 Blocking
:-
 Mutisme
:-
Kualitas
 Koheren
:+
 Inkoherensi
:-
 Konfabulasi
:-
 Asosiasi longgar
:-
 Sirkumtansial
:-
 Asosiasi bunyi
:-
 Word salad
:-
 Jawaban irelevan
:-
 Flight of idea
:-
3.
E.
F.
 Neologisme
:-
 Tangensialitas
:-
 Perseverasi
:-
 Verbigerasi
:-
 Ekolalia
:-
Bentuk pikir
Realistik
:+
Non-realistik
:-
Dereistik
:-
Autistik
:-
Sensorium dan Kognitif
1.
Tingkat kesadaran
: Jernih
2.
Orientasi
Waktu
: Baik
Tempat
: Baik
Personal
: Baik
Situasional
: Baik
3.
Daya ingat jangka panjang
: Baik
4.
Daya ingat jangka pendek
: Baik
5.
Daya ingat segera
: Baik
6.
Konsentrasi
: Baik
7.
Perhatian
: Baik
8.
Kemampuan baca tulis
: Baik
9.
Pikiran abstrak
: Baik
Tilikan
True insight
Intellectual insight
Impaired insight
IV. PEMERIKSAAN FISIK
A.
Status Internus
1. Kesadaran
: Compos Mentis
2. Tanda vital
 Tekanan darah
: 130/80 mmHg
 Nadi
: 88 kali/menit
 Respirasi
: 20 kali/menit
 Suhu
: 36.5 ºC
3. Kepala (Mata dan THT)
 Kepala
: Normocephali
 Mata
: Konjungtiva
anemis
-
/-,
sklera
ikterik -/- , vulnus ekskoriasi di atas alis kanan
 Telinga
: Normotia/normotia, sekret -/-
 Mulut
: Sianosis (-)
 Tenggorokan
: Faring hiperemis (-)
 Leher
: Pembesaran kelenjar getah bening (-
)
 Hidung
: Cavum nasi lapang/lapang, sekret -/-
4. Thorax
a.
Jantung
 Inspeksi
: Ictus cordis tidak terlihat
 Palpasi
: Ictus cordis berada di ICS V 2 cm
medial linea midclavicula sinistra
 Perkusi
: Batas jantung normal
 Auskultasi : Suara jantung I/II reguler, murmur (-),
gallop (-)
b.
Paru-paru
 Inspeksi
: Pergerakan dada simetris
 Palpasi
: Vokal fremitus kanan = kiri
 Perkusi
: Sonor kanan = kiri
 Auskultasi : Bunyi napas dasar vesikuler, ronkhi -/-,
wheezing -/-
5. Abdomen
 Inspeksi
: Perut tampak datar
 Auskultasi
: Bising usus (+) 6 kali/ menit
 Palpasi
: Supel, nyeri tekan (-)
 Perkusi
: Timpani
6. Urogenital
: Dalam batas normal
7. Ekstremitas
:
Superior
Inferior
Oedem
-
-
Sianosis
-
-
Akral dingin
-
-
Cappilary
///-
refill
< 2 detik
///-
< 2 detik
test
-
Deformitas
B.
/-
-
/-
Pemeriksaan Neurologis
1. Kaku kuduk
: Tidak ditemukan
2. Saraf kranialis
: Dalam batas normal
3. Motorik
Motorik
Superior
Inferior
Gerakan
N/N
N/N
Kekuatan
5/5
5/5
Tonus
N/N
N/N
Trofi
E/E
E/E
4. Sensorik
: Sensibilitas dalam batas normal
5. Refleks fisiologis : Tidak dinilai
6. Refleks patologis : Tidak dinilai
V.
RESUME
Seorang pasien bernama SD, usia 35 tahun dibawa ke RSJ Prof.
Dr. Soerojo Magelang oleh kakaknya karena dia bingung dan putus asa.
Pasien merasa cemas, takut, dan kebingungan karena dia tidak dapat
membiayai operasi anaknya dan tidak dapat membayar hutang yang dia
pinjam. Pasien merasa hidupnya tidak berguna, kesulitan berkonsentrasi saat
bekerja, lelah sepanjang hari, merasa jantung berdebar-debar, sakit kepala,
mulut kering.
Pasien sebelumnya tidak pernah dirawat dirumah sakit jiwa
magelang, dan tidak pernah punya penyakit kronis maupun penyakit serius.
Pasien memiliki 5 kakak laki-laki dan 3 kakak perempuan. Pendidikan
terakhir pasien adalah SMK jurusan mesin. Pasien sudah menikah dan
memiliki soerang anak perempuan.
Dari status mental pasien kooperativ, koheren, hypoactive, mudah
ditarik, mudah dicantum, mood dismorfik, afek inapropiate, bentuk pikir
realistic, dan true insight. Dari pemeriksaan internus normal, dan
pemeriksaan neurologis normal.
VI. FORMULA DIAGNOSIS
Pada pasien ini didapatkan adanya:
Sindrom cemas : kekhawatiran yang berlebihan, jantung berdebar-debar
dan kewaspadaan yang berlebihan.
Sindrom depresi : Hilang minat dan kegembiraan, gagasan tentang rasa
bersalah
Pandangan masa depan yang suram dan
pesimistis, mudah lelah, sulit konsentrasi, nafsu makan
menurun, tidur terganggu.
VII. DIAGNOSIS BANDING
F43.0 Reaksi Stress Akut
Pedoman diagnosis menurut PPDGJ III
Kondisi pada pasien
Harus ada kaitan waktu kejadian yang jelas
antara terjadinya pengalaman stressor luar Terpenuhi
biasa (fisik atau mental) dengan onset dari
gejala, biasanya setelah beberapa menit atau
segera setelah kejadian
Selain itu ditemukan gejala-gejala:
a. Terdapat gambaran gejala campuran
yang biasanya berubah-ubah; selain
gejala permulaan berupa keadaan
“terpaku” (daze), semua hal berikut
dapat
terlihat:
depresi,
anxietas,
kemarahan, kecewa, overaktif dan
penarikan diri
b. Pada kasus-kasus yang dapat dialihkan Terpenuhi
dari lingkungan stressornya, gejalagejala dapat menghilang dengan cepat
(dalam beberapa jam); dalam ha
dimana stressor menjadi berkelanjutan
atau tidak dapat dialihkan gejalagejala biasnaya baru mereda setelah
24 jam-48 jam dan biasanya hampir
menghilang setelah 3 hari
Diagnosis ini tidak boleh digunakan untuk
keadaan kambuhan mendadak dari gealagejala pada individu yang sudah menunjukkan
Terpenuhi
gangguan psikiatrik lainnya
Kerentanan
individual
dan
kemampuan
menyesuaikan dari memegang peranan dalam
terjadinya atau beratnya suatu reaksi stress
Terpenuhi
akut
F43.2 Gangguan Penyesuaian
Pedoman diagnosis menurut PPDGJ III
Diagnosis tergantung pada evaluasi terhadap
hubungan antara:
Kondisi pada pasien
Terpenuhi
a. Bentuk, isi, beratnya gejala
b. Riwayat
sebelumnya
dan
corak
kepribadian
c. Keajdian, situasi, yang stressful atau
krisis kehidupan
Adanya faktor ketiga diatas (c) harus jelas dan
bukti yang kuat bahwa gangguan tersebut
tidak akan terjadi seandainya tidak mengalami
Terpenuhi
hal tersebut
Menifestasi dari gangguan bervarisi, dan
mencakup efek depresi, anxietas, campuran,
anxietas depresif, gangguan tingkah laku,
disertai adanya disabilitas dalam kegiatan Tidak Terpenuhi
rutin sehari-hari. Tidak ada satupun dari
gejala
tersebut
yang
spesifik
untuk
mendukung diagnosis.
Onset biasanya terjadi dalam 1 bulan setelah
terjadinya keajdian yang stressful dan gejala
gejala biasanya tidak bertahan melebihi 6
bulan kecuali dallam hal reaksi depresif
berkepanjangan
VIII. DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
AXIS I
: F43.0 Reaksi Stress Akut
AXIS II
: ciri kepribadian Introvert
AXIS III
: tidak ada diagnosis
AXIS IV
: masalah ekonomi
AKSIS V
: GAF 80-71
IX. PENATALAKSANAAN
A.
Non Farmakologis
Tidak Terpenuhi
1.
Terapi Suportif
Terapi suportif diberikan oleh terapis dengan tujuan agar pasien
mempunyai
kepercayaan
kemampuan
untuk
diri
menjalani
dan
mau
meningkatkan
kehidupannya,
mendapat
dukungan untuk sembuh, dan bersemangat dalam menghadapi
tantangan kehidupan di waktu-waktu yang akan datang. Kepada
pasien juga disarankan untuk melakukan kegiatan yang
menenangkan atau membuat santai misalnya mengembangkan
hobi. Diperlukan adanya motivasi dari pasien untuk sembuh,
minimal sembuh sosial dan adanya kemampuan pasien untuk
dapat bekerja sama secara aktif dengan dokter sehingga tercapai
tujuan terapeutik. Terapi berorientasi terhadap masalah sekarang
dan pemecahannya. Ditekankan pengertian pada pasien bahwa
terapi ini juga digunakan bersama-sama dengan obat.
2.
Edukasi Keluarga

Memberikan penjelasan kepada keluarga pasien tentang
keadaan pasien dan rencana terapi yang akan diberikan
kepada pasien.

Meminta keluarga untuk memberikan dukungan dan
perhatian kepada pasien dalam menghadapi masalah.

Menerangkan tentang gejala penyakit pasien yang timbul
akibat cara berpikir yang salah, mengatasi perasaan dan
sikapnya terhadap masalah yang dihadapi

Memberikan penjelasan mengenai obat yang akan diminum,
waktu pemberian dan efek samping, agar pemberian obat
dapat secara teratur oleh keluarga serta memotivasi pasien
agar minum obat dengan teratur dan mau kontrol secara
teratur sesuai dengan anjuran dokter.

Meminta keluarga untuk tidak mengucilkan pasien,
melainkan harus terus mendukungnya, dan memberikan
pekerjaan-pekerjaan yang ringan agar dapat dikerjakannya.
B.
Farmakoterapi
R/ Amitriptyline 25 mg No. XXX
ʃ 1 dd tab I
R/ haloperidol 5 mg
No. XXX
ʃ 2 dd tab I
X.
PROGNOSIS
Premorbid
Riwayat gangguan jiwa dalam keluarga : (-)
Baik
Dukungan keluarga dan lingkungan:
Baik
Status sosial ekonomi: kurang
Buruk
Stresor : (+)
Buruk
Riwayat
Kepribadian premorbid:
Onset usia > 25 tahun
Baik
Perjalanan penyakit : akut
Baik
Jenis penyakit:
Penyakit organik: (-)
Baik
Regresi: (-)
Baik
Respon terapi (obat-obatan)
Baik
Kepatuhan minum obat: patuh
Baik
Resume dari prognosis
Ad Vitam
: Ad Bonam
Ad Fungsionam : Ad Bonam
Ad Sanasionam : Dubia ad Bonam
LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA
1.
Kaplan dan Sadock’s. Sinopsis Psikiatri Jilid 2, Ilmu Pengetahuan Perilaku
dan Psikiatri Klinis. Edisi Ketujuh.Jakarta: Binarupa Aksara.2010.
2.
Maslim R. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik, Cetakan
III. PT.Nuh Jaya. Jakarta. 2007. h: 23-30.
3.
Maslim R. Diagnosis Gangguan Jiwa, Rujukan Ringkas PPDGJ-III. Bagian
Ilmu Kedokteran Jiwa FK UNIKA Atma Jaya. Jakarta.2003.
CASE BASED DISCUSSION
ILMU KESEHATAN JIWA
RSJ Prof. dr. Soerojo Magelang
Periode 4 Juli-29 Juli 2016
Oleh:
Agni Adhilla R
(30101206833)
Iyan Rakhmawati
(30101206640)
Dian Ayu Novitasari (012116365)
Rahajeng Iskinitra S
(012116492)
Dina Artanti
(012116366)
Rahmah Wanti
(30101206753)
Estu Septiyanto
(012116382)
Sylvia Rachman
(30101206803)
Yanuar Tarra S
(30101206749)
Iske Lucia Ganda (012116419)
Pembimbing:
dr. Ratna Dewi P, M. Sc, Sp. KJ
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2016
Download