Uploaded by kafabillahi Suwahono

Efek perendama larutan kopi terhadap kekuatan transversa plat termoplastik nilon sebagau basis gigi tiruan

advertisement
IJCCS, Vol.x, No.x, July xxxx, pp. 1~5
ISSN: 1978-1520

1
Efek Perendaman Larutan Kopi Terhadap Kekuatan
Transversa Plat Termoplastik Nilon Sebagai Basis Gigi
Tiruan
1,2
drg. Etny Dyah Harniati *1, Prof. Dr. drg. Sudibyo, S.U., Sp.Perio.(K)2
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Muhammadiyah Semarang Kedung Mundu Raya
No.22, Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50272,
e-mail: *1 [email protected], 2 Sudibyo @unimus.ac.id.
Abstrak
Termoplastik nilon mempunyai kelenturan yang membuat pengguna gigi tiruan merasa nyaman.
Minuman kopi dapat menyebabkan perubahan struktur dan perubahan sifat fisik dari
termoplastik nilon. Penelitian ini untuk mengetahui kekuatan trasnversa plat termoplastik nilon
pasca perendaman dalam kopi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kekuatan
transversa plat termoplastik nilon setelah direndam pada kopi. Penurunan kekuatan transversa
plat termoplastik nilon sebanding dengan rendahnya pH minuman.
Kata kunci : termoplastik nilon, kopi.
Abstract
Nylon thermoplastic began to be widely use as a denture base because it has a flexibility that
makes the denture feel more comfortable. Acidic drinks in Indonesia coffee which can cause the
breaking of the chain bonds, so that there is a change of structure and the physical properties of
nylon thermoplastic. The purpose of this study was to know the transverse strength of nylon
thermoplastic plate after coffee drink. There was decreased in the transverse strength of the
nylon thermoplastic plate after soaking in coffee. The decreased in the transverse strength of the
nylon thermoplastic plate is proportional to the low pH of the beverage.
Keyword : nylon thermoplastic, coffee.
1.
PENDAHULUAN
K
ekuatan basis gigi tiruan dapat diukur dengan melakukan uji kekuatan transversa.
Kekuatan transversa merupakan uji kekuatan dari suatu batang plat yang terdukung
pada kedua ujungnya dan diberi beban bertambah secara statis. Kekuatan transversa
merupakan kombinasi dari kekuatan tarik dan kekuatan geser dimana uji kekuatan
transversa sering dilakukan untuk mengukur sifat mekanis dari suatu basis gigi tiruan
karena dianggap dapat mewakili tipe-tipe gaya selama proses pengunyahan
(Anusaviceet al., 2013). Kekuatan transversa dan kekerasan permukaan dari basis resin
akrilik dapat dipengaruhi oleh cairan yang terstimulasi dari makanan, khususnya yang
mengandung etanol (Rajaee et al., 2014). Kekuatan basis gigi tiruan dapat melemah
Received June 1st,2012; Revised June 25th, 2012; Accepted July 10th, 2012
2

ISSN: 1978-1520
karena beberapa faktor, seperti makanan ataupun minuman mengandung pH asam yang
dikonsumsi oleh pengguna gigi tiruan.
Minuman mengandung asam tinggi adalah minuman yang kadar pH nya
dibawah 7. Konsumsi minuman asam yang tersebarluas di Indonesia antara lain teh,
kopi dan minuman isotonik. Minuman isotonik mengandung beberapa jenis asam,
seperti asam fosforik, asam sitrat, asam malik dan asam tartarik. Beberapa penelitian
sebelumnya oleh Departement of Agricultural and Food Science menyatakan bahwa
minuman isotonik yang diminum secara perlahan menyebabkan residu minuman yang
dapat tertinggal dalam rongga mulut untuk beberapa waktu (Panigoroet al., 2015). . Hal
ini dapat mempengaruhi kesehatan gigi, terutama minuman isotonik dengan pH yang
rendah yang dapat menyebabkan erosi gigi. Minuman isotonik memiliki pH antara 2,44,5, yaitu berada di bawah batas pH kritis 5,5.
Kopi (Coffea Sp.) merupakan minuman yang mengandung asam dengan kadar
pH dibawah 7. Nilai pH yang terdapat pada kopi terbentuk dari kandungan asam yang
ada di dalam kopi seperti asam format, asam asetat, asam oksalat, asam sitrat, asam
laktat, asam malat dan asam quinat (Aditya et al., 2016). Kandungan kopi seperti
senyawa fenolik, yaitu asam klorogenat memiliki keuntungan dalam efek antifungi dan
dapat menurunkan sifatfisik dari bahan basis gigi tiruan yang dipakai seperti basis gigi
tiruan dari termoplastik nilon (Amiliyahet al., 2015). Masalah yang timbul kemudian
adalah berapa perbandingan kekuatan transversa plat termoplastik nilon setelah
direndam dalam kopi. Pola pikir ini dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Pola pikir penyelesaian penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan
transversa plat termoplastik nilon pada perendaman minuman berderajat asam tinggi.
2.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunkan model penelitian eksperimental laboratorium (true
experimental studies) dengan post-test control group design only. Populasi yang digunakan
dalam penelitian ini adalah plat termoplastik nilon. Kriteria inklusi sampel : (1) Plat
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
IJCCS
ISSN: 1978-1520
3
termoplastik nilon berukuran panjang = 65 mm, lebar = 10 mm dan tebal = 2,5 mm. (2)
Plat termoplastik nilon yang telah dipoles. Kriteria eksklusi sampel : (1) Plat berbahan
selain termoplastik nilon, (2) Ukuran plat yang lebih atau kurang dari panjang = 65 mm,
lebar = 10 mm dan tebal = 2,5 mm. (3) Plat termoplastik nilon yang belum dipoles.
Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 6 sampel per kelompok,
karena jumlah kelompok adalah 4, maka jumlah sampel seluruhnya adalah 24 sampel
plat termoplastik nilon sesuai dengan pola frederer.
Perendaman plat termoplastik nilon dilakukan di Laboratorium Tropical Marine
Biotechnology Universitas Diponegoro Semarang dan pengujian kekuatan transversa
plat termoplastik nilon di Laboratorium Bahan Teknik Jurusan Teknik Mesin Fakultas
Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada bulan Mei 2017. Langkah
pengumpulan data adalah pembuatan 24 buah plat termoplastik nilon dengan ukuran 65
mm x 10 mm x 2,5 mm. Semua sampel direndam di dalam akuades selama 24 jam agar
semua sampel berada pada keadaan yang sama, selain itu untuk mengurangi monomer
sisa dan mencapai tingkat kejenuhan maksimal. Persiapkan minuman kopi dan akuades
sebagai kelompok kontrol sebanyak 200 ml menggunakan gelas ukur. Kekurangan dan
kelebihan minuman kopi dan akuades pada wadah bisa di tambahkan atau di kurangi
dengan pipet tetes.
Perendaman termoplastik nilon dilakukan dalam inkubator dengan suhu normal
tubuh 37˚C selama 5 hari dalam larutan minuman yang diasumsikan sebagai pemakaian
gigi tiruan selama satu tahun dengan pemaparan minuman dimisalkan 20 menit
sehingga perhitungan (1 x 365 x 20 menit) = 7.300 menit = 5 hari/setahun(Sundari et
al., 2016). Larutan perendaman diganti setiap hari. Lakukan pengujian kekuatan
transversa dengan Universal Testing Machine. Plat diberi tanda tengah, diletakkan di
tengah alat dengan jarak 40 mm antara dua titik pendukung dan diberikan beban dengan
kecepatan 20 mm/menit sampai terjadi defleksi atau fraktur pada plat (Hemmati et al.,
2015). Hasil pengujian dimasukkan ke rumus kekuatan transversa yang telah tersedia.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis multivariat. Penelitian
analisis multivariat adalah analisa metode statistik yang memungkinkan kita melakukan
penelitian terhadap lebih dari dua variabel seara bersamaan. Analisis data dimulai
dengan melakukan uji normalitas Shapiro-Wilkdengan p > 0,05 dan dilanjutkan uji
homegenitas Levene testdengan p>0,005. Dilakukan uji lanjutan dengan menggunakan
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

4
ISSN: 1978-1520
uji statistik Anova One Way dengan p < 0,05 untuk mengetahui ada atau tidaknya
pengaruh antar kelompok teh, kopi, dan minuman isotonik terhadap kekuatan transversa
termoplastik nilon.
Pembuatan plat termoplastik
nilon berukuran 65 mm x 10
mm x2,5 mm
Perendaman plat dalam
akuades selama 24 jam di
inkubator pada suhu 37˚C
Pembuatan larutan minuman
masing-masing di dalam
wadah sebanyak 200 ml
Uji kekuatan transversa dengan
jarak dukungan 40 mm dan
kecepatan 20mm/menit dengan
alat Universal Testing Machine
Pengukuran pH larutan minuman
dengan pH meter sebanyak 3 kali
dan diambil rata-rata pH
Analisis data
Uji Normalitas Shapiro-Wilk p>0,05
Uji Homogenitas Levene Test p>0,05
Uji Anova One Way dengan p<0,05
Kelompok I :
Kelompok Kontrol
Perendaman plat
dalam akuades
selama 5 hari di
inkubator pada
suhu 37˚C
Kesimpulan
Kelompok II :
Kelompok
Perlakuan
Perendaman plat
dalam kopi
selama 5 hari di
inkubator pada
suhu 37˚C
Gambar 2. Pola kerja penelitian
3. HASIL PENELITIAN
Penelitian telah dilakukan dengan membandingkan kekuatan transversa plat
termoplastik nilon pada perendaman minuman kopi Perendaman plat termoplastik nilon
menggunakan variabel kontrol, yaitu akuades. Pengukuran kekuatan transversa plat
termoplastik dilakukan setelah intervensi perendaman diberikan. Penelitian ini
menggunakan 24 buah plat termoplastik nilon berukuran 65 mm x 10 mm x 2,5 mm, 6
buah plat untuk masing-masing kelompok perendaman. Bahan yang digunakan untuk
sampel adalah resin termoplastik nilon Bioplast #33 (Denken-Highdental Co.,Ltd.).
Perendaman plat termoplastik nilon dalam akuades, dan
kopi dilakukan di
Laboratorium Tropical Marine Biotechnology Universitas Diponegoro selama 5 hari di
dalam inkubator bersuhu 37˚C. Larutan perendaman diganti setiap hari dan diukur pH
setiap larutan dengan LaMotte 5 Series pH Meter. Kontrol pH dilakukan setiap
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
IJCCS
ISSN: 1978-1520
5
pergantian larutan perendaman dengan larutan EDTA dan HCl. Plat dicuci, dikeringkan
dan dibawa ke Laboratorium Bahan Teknik Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada untuk dilakukan pengukuran kekuatan transversa. Pengukuran
kekuatan transversa plat termoplastik nilon menggunakan Torsee’s Universal Testing
Machine (Tokyo Testing Machine MFG.Co.,Ltd.) three bending point dengan jarak
pendukung 40 mm dan kecepatan 20 mm/menit. Pengukuran kekuatan transversa plat
termoplastik nilon dilakukan hingga plat melengkung.
Tabel 1 Derajat keasaman (pH) variabel
Jenis minuman
Akuades
Kopi
Derajat keasaman (pH)
6,35
6,26
6,23
5,11
5,12
5,11
Rata-rata
6,45
5,11
(sumber hasil penelitian)
Tabel 1 menunjukkan derajat keasaman bahan perendaman yaitu akuades, dan
kopi. Nilai pH didapatkan dari hasil pengukuran dengan menggunakan LaMotte 5
Series pH meter sebanyak 3 kali dan diambil rata-rata. Hasil rata-rata pH dari setiap
larutan minuman menjadi dasar pengontrolan pH larutan minuman pada hari
berikutnya.
Tabel 2 Kontrol derajat keasaman (pH) variabel
Jenis Minuman
Hari ke-1
6,45
5,11
Akuades
Kopi
Derajat keasaman (pH)
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
6,45
6,45
6,45
5,13
5,10
5,15
Hari ke-5
6,45
5,11
(sumber hasil penelitian)
Tabel 2 menunjukkan nilai kontrol pH larutan minuman pada setiap pergantian.
Larutan minuman diganti setiap harinya dan dikontrol pH dengan menggunakan
larutan asam HCl dan basa EDTA yang ditetes secara perlahan hingga mencapai pH
yang diinginkan. Kekuatan transversa plat termoplastik nilon pada kelompok
perendaman akuades memiliki rata-rata 164,8 N/mm2, kelompok perendaman kopi
memiliki rata-rata 120,96 N/mm2. Pengukuran dilakukan pada setiap plat dengan
menggunakan Torsee’s Universal Testing Machine dengan three bending point.
Jarak pendukung 40 mm dan kecepatan beban yang diberikan 20mm/menit.
Data yang telah didapatkan dari hasil pengukuran kekuatan transversa plat
termoplastik nilon dianalisis menggunakan program statistik SPSS. Uji analisis
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

6
ISSN: 1978-1520
menggunakan metode Anova One Way dengan tingkat kemaknaan 95% atau α=0,05.
Sebelum dilakukannya uji Anova One Way, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas
Shapiro-Wilk dan uji homogenitas Levene Test.
Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan nilai signifikan untuk setiap
kelompok perlakukan (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa data kekuatan transversa
pada setiap larutan perendaman adalah p>0,05, bearti seluruh data berdistribusi
normal. Hasil uji homogenitas Levene Test menunjukkan nilai p<0,05 pada data
kekuatan transversa plat termoplastik nilon pada perendaman akuades, dan kopi..
Dapat disimpulkan bahwa data menunjukkan varian data yang berbeda. Uji Anova
One Way selanjutnya dilakukan untuk mengetahui perbedaan rerata kekuatan
transversa plat termoplastik nilon antar kelompok perendaman.
Tabel 3 Hasil uji Anova One Way
Kekuatan transversa pada
kelompok perendaman
Akuades
Kopi
N
Rerata
Simpangan Baku
p
6
6
164,8000
120,9600
20,07857
14,67262
0,047
(Hasil olah data penelitian)
Hasil uji Anova One Way menunjukkan bahwa p<0,05, sehingga dapat
disimpulkan terdapat perbedaan kekuatan transversa plat termoplastik nilon pada
setiap kelompok perendaman. Kelompok perendaman akuades memiliki nilai
kekuatan transversa tertinggi, diikuti oleh kelompok perendaman kopi. Uji
dilanjutkan dengan melakukan analisis Post-hoc Dunnett T3 untuk melihat nilai
perbedaan antar kelompok perendaman.
Tabel 4 Hasil analisis Post-hoc Dunnett T3
Perbedaan rerata
Akuades vs Kopi
43,84000
95% Confidence Interval
Minimum Maksimum
-37,2103
124,8903
P
0,448
(Hasil olah data penelitian)
Analisis Post-hoc Dunnett T3 dipilih karena uji homogen menyatakan bahwa
data bervariasi. Hasil analisis Post-hoc Dunnett T3 menunjukkan nilai p>0,05 pada
setiap kelompok, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
IJCCS
ISSN: 1978-1520
7
signifikan kekuatan transversa plat termoplastik nilon antara kelompok perendaman
akuades, kopi, teh dan minuman isotonik.
4.
PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL
Berdasarkan pemaparan data di atas menunjukkan bahwa adanya perbedaan
kekuatan transversa plat termoplastik nilon setelah perendaman dalam minuman
berderajat asam tinggi, yaitu teh, kopi dan minuman isotonik selama 5 hari.
Kekuatan transversa plat termoplastik nilon mengalami penurunan seiring dengan
semakin tingginya derajat keasaman larutan minuman. Penurunan kekuatan
transversa tertinggi terjadi pada plat termoplastik yang direndam di dalam minuman
kopi (pH 5,1) dan kontrol akuades (pH 6,4).
Air mempunyai kemampuan degradasi hidrolitik dan erosi material dengan cara
merenggangkan pengisi matriks. Penyerapan air ini akan mengakibatkan partikel
larutan akan berpenetrasi sehingga mempengaruhi ikatan kimia. Material yang
berbahan dasar polimer, seperti resin akrilik dan termoplastik nilon dapat menyerap
air ke dalam matriks melalui proses difusi terkontol (terus-menerus).
Termoplastik nilon memiliki polimer bersifat crystalline, sedangkan resin
akrilik memiliki polimer bersifat amorphorus. Struktur crystalline pada termoplastik
nilon ini dapat membentuk ikatan rantai yang panjang, sehingga termoplastik nilon
memiliki sifat fisik yang lebih tahan terhadap abrasi dan larutan kimia, tidak mudah
larut dalam pelarut dan memiliki stabilitas yang lebih tinggi daripada resin akrilik.
Molekul pelarut yang masuk akan menempati posisi rantai polimer sehingga rantai
polimer memisah. Perpisahan rantai polimer dapat melemahkan struktur kimia
sehingga dapat mengakibatkan penurunan kekuatan polimer.
Berdasarkan teori degradasi matriks, resin yang direndam dalam air akan
menyerap molekul air dan berpenetrasi ke dalam struktur ruang intermolekuler
sehingga interaksi polar menurun, hal ini mengakibatkan jarak antar polimer
meningkat, terjadinya ekspansi matriks yang akan melunakkan matriks kemudian
terjadi penurunan kekuatan resin (Sundari et al., 2016). Penelitian oleh Jubhari
(2013), menyatakan bahwa terjadi penurunan kekuatan transversa pada lempeng
akrilik mungkin disebabkan karena sifat keasaman yang apabila bereaksi dengan
resin akan menyebabkan perubahan kimia, yaitu kelarutan beberapa bahan pengisi.
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)

8
ISSN: 1978-1520
Kelarutan dari bahan pengisi ini akan mengakibatkan banyaknya ruangan
kosong antar struktur polimer sehingga mudah terjadinya ikatan antara unsur pelarut
tersebut yang dapat mempengaruhi sifat mekanis dari resin akrilik (Jubhari &
Muskab, 2013). Hal tersebut didukung oleh penelitian Sormin (2017) yang
menyatakan bahwa semakin lama plat resin akrilik direndam dalam larutan cuka
aren dan semakin tinggi konsentrasi keasaman larutan cuka aren maka semakin
rendah pula kekuatan transversa resin akrilik. Kemungkinan adanya larutan asam
yang terkandung dalam larutan cuka aren bila beraksi dengan resin akrilik akan
menyebabkan perubahan kimia berupa kelarutan beberapa bahan pengisi.
Adanya ion H+ yang berlebihan pada kelarutan asam akan mengakibatkan
ketidakstabilan ikatan kimia pada resin akrilik. Ion H+ dari asam akan menyebabkan
degradasi ikatan polimer sehingga beberapa monomer dari resin akan lepas yang
disertai dengan pelepasan bahan pengisi yang ada (Sormin et al., 2017). Proses
penyerapan air pada termoplastik nilon menyebabkan ion H+ dari asam masuk dan
bereaksi dengan ikatan rantai poliamida, sehingga terjadi pemutusan ikatan rantai
yang menyebabkan perubahan struktur dan perubahan sifat fisik dari termoplastik
nilon (Winardhi et al., 2017).
Hal ini didukung oleh penelitian Salman dan Saleem (2011) yang menyatakan
bahwa adanya perbedaan secara signifikan kekuatan transversa antara resin akrilik
heat cured dan termoplastik nilon setelah direndam pada larutan denture cleanser.
Adanya kandungan asam dalam larutan denture cleanser sepeti asam oksalik, asam
tartarik yang ada pada isopropyl alcohol yang biasa digunakan sebagai bahan
antiseptik dan sedikitnya jumlah struktur ruang intermolekul yang terbentuk pada
termoplastik nilon menyebabkan lebih sedikit terjadi difusi air yang mengakibatkan
kekuatan transversa termoplastik nilon lebih tinggi daripada resin akrilik (Salman &
Saleem 2011).
Hasil penelitian menyatakan terjadi penurunan kekuatan transversa plat
termoplastik nilon setelah perendaman dalam kopi selama 5 hari dengan pH 5,1.
Kandungan kopi seperti asam klorogenat, asetat, format, malikat, sitrat, laktat dan
quinat menghasilkan pH rata-rata 5,60. Ion H+ pada asam yang terkandung dalam
kopi akan menyebabkan terjadinya degradasi ikatan polimer sehingga beberapa
ikatan akan melepaskan diri sehingga terbentuk ruang-ruang kosong diantara
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
IJCCS
ISSN: 1978-1520
9
matriks polimer. Ruang kosong ini akan memudahkan terjadinya difusi cairan dari
luar menuju dalam resin. Cairan dari kopi tersebut menembus ikatan polimer dan
menempati posisi diantara rantai polimer sehingga polimer tersebut akan terganggu
dan terpisah. Kopi juga mengandung senyawa fenolik yang merupakan bahan kimia
golongan hidrokarbon aromatik yang akan diperkirakan mampu berpenetrasi ke
ruang mikroporositas dan melarutkannya.
5.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan
kekuatan transversa plat termoplastik nilon setelah perendaman pada kopi.
Perbedaan kekuatan transversa ini dipengaruhi oleh derajat keasaman pada teh,
kopi dan minuman isotonik. Semakin tinggi derajat asam minuman tersebut, maka
kekuatan transversa plat termoplastik akan semakin menurun.
6. REFERENSI
Abuzar, M.A. et al., 2010. Evaluating Surface Roughness of A Polyamide Denture Base
Material in Comparison with Poly (Methyl Methacrylate). Journal of Oral Science,
52(4), hal.577–581.
Aditya, I.W., Nocianitri, K.A. & Yusasrini, N.L.A., 2016. Kajian Kandungan Kafein
Kopi Bubuk, Nilai pH dan Karakteristik Aroma dan Rasa Seduhan Kopi Jantan
(Pea berry coffee) dan Betina (Flat beans coffee) Jenis Arabika dan Robusta.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan (Itepa), 5(1), hal.1–12.
Amalia, A., Mozartha, M. & Trisnawaty, 2013. Pengaruh Lama Pemaparan Cuka
Pempek Terhadap Kekuatan Fleksural Basis Gigi Tiruan Nilon Termoplastik.
Program Studi Kedokteran Gigi FK Unsyiah Darussalam Banda Aceh, hal.93–
103.
Amiliyah, R., Sumono, A. & Hidayati, L., 2015. Deformasi Plastis Nilon Termoplastik
Setelah Direndam Dalam Ekstrak Biji Kopi Robusta ( Plastic Deformation of
Thermoplastic Nylon After Immersed In Robusta Coffee Bean Extract ). e-Jurnal
Pustaka Kesehatan, 3(1), hal.117–121.
Anusavice, K.J., Shen, C. & Rawls, H.R., 2013. Phillips’ Science of Dental Materials
12 ed., Missouri: Elsevier Saunders.
Aprilia, Rochyani, L. & Rahardiarto, E., 2007. Pengaruh Minuman Kopi Terhadap
Perubahan Warna pada Resin Komposit. Indonesian Journal of Dentistry, 14(3),
hal.164–170.
Dewi, F.I., Anwar, F. & Amalia, L., 2009. Persepsi Terhadap Konsumsi Kopi dan Teh
Mahasiswa TPB-IPB Tahun Ajaran 2007-2008. Jurnal Gizi dan Pangan, 4(1),
hal.21–28.
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
10

ISSN: 1978-1520
Effendi, D.S. et al., 2010. Budidaya dan Pasca Panen Teh, Jakarta: Pusat Penelitian dan
Pengembangan Perkebunan.
Fitriyana, D.C., Pangemanan, D.H.C. & Juliatri, 2014. Uji Pengaruh Saliva Buatan
Terhadap Kekuatan Tekan Semen Ionomer Kaca Tipe II yang Direndam dalam
Minuman Isotonik. Jurnal e-GiGi (eG), 2(2), hal.1–7.
Gunadi, H.A. et al., 1995. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid I.,
Penerbit Hipokrates.
Hemmati, M.A., Vafaee, F. & Allahbakhshi, H., 2015. Water Sorption and Flexural
Strength of Thermoplastic and Conventional Heat-Polymerized Acrylic Resins.
Journal
of
Dentistry,
12(7),
hal.478–84.
Available
at:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26877737\nhttp://www.pubmedcentral.nih.g
ov/articlerender.fcgi?artid=PMC4749413.
Joseph, R., 2009. Comparison of Efficacy of Sodium Hypochlorite with Sodium
Perborate in the Removal of Stains from Heat Cured Clear Acrylic Resin. The
Journal of Indian Prosthodontic Society, 9(1), hal.6–12. Available at:
http://www.jprosthodont.com/text.asp?2009/9/1/6/52863.
Jubhari, E.H. & Muskab, 2013. Perendaman dalam Larutan Pembersih Peroksida Alkali
Menurunkan Kekuatan Transversa Lempeng Akrilik Lempeng Resin Akrilik. ,
hal.1–5.
Kohli, S. & Bhatia, S., 2013. Polyamides in Dentistry. International Journal of
Scientific Study, 1(1), hal.20–25.
Koswara, S., 2009. Minuman Isotonik. Ebookpangan.Com, hal.10025.
Liwang, F., 2010. Manfaat Konsumsi Teh Hitam Sebagai Upaya Preventif Penyakit
Jantung Koroner Akibat Aterosklerosis di Indonesia. Jurnal UI Untuk Bangsa Seri
Kesehatan, Sains, dan Teknologi, 1, hal.25–38.
Mathai, J.R. et al., 2009. Comparison of efficacy of sodium hypochlorite with sodium
perborate in removal of stains from heat-cured clear acrylic resin. The New York
state dental journal, 77(1), hal.48–53.
Mettler, S., Rusch, C. & Colombani, P.C., 2006. Osmolality and pH of Sport and Other
Drinks Available in Switzerland. Schweizerische Zeitschrift fur Sportmedizin und
Sporttraumatologie, 54(3), hal.92–95.
Nandal, S. et al., 2013. New Era in Denture Base Resins: a Review. Dental Journal of
Advance Studies, 1(2321), hal.136–143.
Navirie, P.B., 2006. Pengaruh Bahan Desinfektan Terhadap Flexural Strength Material
Thermoplastic Nylon. IJD Edisi Khusus KPPIKG XIV.
Panigoro, S., Pangemanan, D.H.C. & Juliatri, 2015. Kadar Kalsium Gigi yang Terlarut
Pada perendaman Minuman Isotonik. jurnal e-GiGi (eG), 3(2), hal.356–360.
Pantow, F.P.C.C., Siagian, K. V & Pangemanan, D.H.C., 2015. Perbedaan Kekuatan
Transversal Basis Resin Akrilik Polimerisasi Panas pada Perendaman Minuman
Beralkohol dan Aquades. jurnal e-GiGi (eG), 3(2), hal.398–402.
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
IJCCS
ISSN: 1978-1520
11
Rahardjo, P., 2012. Kopi, Depok: Penebar Swadaya.
Rajaee, N., Vojdani, M. & Adibi, S., 2014. Effect of Food Simulating Agents on the
Flexural Strength and Surface Hardness of Denture Base Acrylic Resins. Oral
Health and Dental Management, 13(4), hal.1041–1047.
Rawung, V.J.R., Wowor, V.N.S. & Siagian, K.V., 2016. Uji Kekuatan Tekan Plat Resin
Akrilik Polimerisasi Panas yang Direndam dalam Minuman Berkarbonasi.
Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 5(2), hal.166–170.
Said, S.P.U., 2015. Pengaruh Lama Perendaman Bahan Basis Gigitiruan Resin Nilon
Termoplastik dalam Minuman Teh Terhadap Stabilitas Warna. Universitas
Hasanuddin.
Salman, M. & Saleem, S., 2011. Effect of Different Denture Cleanser Solutions on
Some Mechanical and Physical Properties of Nylon and Acrylic Denture Base
Materials. J Bagh College Dentistry, 23(1), hal.19–24.
Sastroasmoro, S. & Ismael, S., 2014. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis 5 ed.,
Jakarta: Sagung Seto.
Sharma, D.A. & H.S, D.S., 2014. A Review: Flexible Removable Partial Dentures.
IOSR Journal of Dental and Medical Sciences, 13(12), hal.58–62. Available at:
http://www.iosrjournals.org/iosr-jdms/papers/Vol13-issue12/Version6/N0131265862.pdf.
Sinarwati, Rauf, N. & Gereso, P.L., 2015. Pembuatan dan Pengujian Sifat Mekanik Gigi
Tiruan dalam Larutan Teh Hitam (Camellia sinensis). , hal.3–5.
Siswanto, Susila & Suyanto, 2015. Metodologi Penelitian Kesehatan dan Kedokteran 1
ed., Yogyakarta: Bursa Ilmu.
Sormin, L.T.M., Rumampuk, J.F. & Wowor, V.N.S., 2017. Uji Kekuatan Transversal
Resin Akrilik Polimerisasi Panas yang direndam dalam Larutan Cuka Aren. jurnal
e-GiGi (eG), 5(1).
Sundari, I., Sofya, P.A. & Hanifa, M., 2016. Studi Kekuatan Fleksural Antara Resin
Akrilik Heat Cured dan Termoplastik Nilon Setelah Direndam dalam Minuman
Kopi Uleekareng (Coffea robusta). Journal of Syiah Kuala Dentistry Society, 1(1),
hal.51–58.
Takabayashi, Y., 2010. Characteristics of Denture Thermoplastic Resins for Non-Metal
Clasp Dentures. Dental materials journal, 29(4), hal.353–361.
Tandon, R., Gupta, S. & Agarwal, S.K., 2010. Denture Base Materials: From Past to
Future. Indian Journal of Dental Sciences, 2(2), hal.33–39. Available at:
http://www.ijds.in/article-pdfrenu_tandon_saurabh_gupta_samarth_kumar_agarwal-63.pdf.
Towaha, J. & Balittri, 2013. Kandungan Senyawa Kimia pada Daun Teh (Camellia
sinensis). Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industritian dan
Pengembangan Tanaman Industri, 19(3), hal.12–16.
Vojdani, M. & Giti, R., 2015. Polyamide as a Denture Base Material : A Literature
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author)
12

ISSN: 1978-1520
Review. J Dent Shiraz Univ Med Sci, 16(1), hal.1–9.
Winardhi, A., Saputra, D. & Dewipuspitasari, 2017. Perbandingan Nilai Kekasaran
Permukaan Resin Termoplastik Poliamida yang direndam Larutan Sodium
Hipoklorit dan Alkalin Peroksida. Dentino Jurnal Kedokteran Gigi, I(1), hal.45–
49.
IJCCS Vol. x, No. x, July 201x : first_page – end_page
Download