Uploaded by ejacoblie

Materi Inovasi Stratejik 2019

advertisement
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
1
INOVASI : Introduksi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
2
1
Selamat datang di era hypercompetition
•
Hypercompetition : persaingan antar
perusahaan yang sangat dinamis dan
cepat sehingga menciptakan
ketidakstabilan dan perubahan yang
disruptif.
•
Masing-masing perusahaan mengeluarkan
dan memperbaharui keunggulan daya
saing
•
Dipicu oleh dinamika kebutuhan pasar,
globalisasi dan perubahan teknologi
•
Menyebar di berbagai industri: consumer
products, high technology,
telecommunication, automotive
manufacturing, financial services.
3
Revolusi Industri Ke-4
Wajah Kegiatan Ekonomi Dunia saat Ini
Saat ini berbagai macam
kebutuhan manusia telah banyak
menerapkan dukungan internet
dan dunia digital sebagai wahana
interaksi dan transaksi
Sharing economy
e-Education
e-Government
Cloud Collaborative
Marketplace
Online Health Services
Smart
Manufacturing
Smart City
Smart Appliances
Sumber : Na’im, Kemenristekdikti, 2018
4
2
Industry 4.0- Exploring The World of Connected Enteprises, Deloitte, Youtube.com
5
Lini Masa Revolusi Industri
1800
1900
Penemuan Mesin
Uap mendorong
munculnya kapal
uap, kereta api, dll
Penemuan listrik
dan assembly line
yang meningkatkan
produksi barang
2000 now
Inovasi teknologi
informasi,
komersialiasi
personal computer,
dll.
Revolusi Industri ke-4
Kegiatan
manufaktur
terintegrasi melalui
penggunaan
teknologi wireless
dan big data secara
masif
Sumber : Na’im, 2018, kemenristekdikti
7
3
8
Building blocks of Industry 4.0
Autonomous
Robots
Big data
analytics
Augmented
reality
Simulation
Industry 4.0
Horizontal and
vertical system
integration
Industrial
Internet of
Things
Additive Mfg
Cyber Security
9
4
Sasaran Utama Revolusi Industri 4.0
10
“[Industry 4.0 Revolution]
will create new business
models that will drive both
evolutionary and
revolutionary changes to
the way in which we do
business today.
Businesses cannot afford to
stand-still.”
International Institute for Product and
Service Innovation | University of Warwick
11
5
Ada setelah 2000….
• iPhone
►
Android
• iPad
►
Oculus
• Kindle
►
Instagram
• 4G
►
Snapchat
• Uber/Go-Jek/Grab
►
Whatsapp
• Airbnb
• Android
12
Tinggal Kenangan?
13
6
Beberapa Perusahaan Menghilang dari Peredaran,
Dampak Perubahan …
Kamera polaroid merupakan
inovasi dengan fiturnya yang
dapat memotret sekaligus
mencetak hasilnya dalam
beberapa detik
•1975 : Kemunculan kamera digital
menggerus pasar
•2002 : Bangkrut
Merupakan perusahaan yang
memilik koran-koran besar serta
23 stasiun televisi
•Kemunculan internet
menurunkan penjualan
serta pemasangan iklan
•Des 2008 : Bangkrut
14
14
Beberapa Perusahaan Menghilang dari Peredaran,
Dampak Perubahan …
• 1865 : NOKIA didirikan, bidang usaha mesin penggilingan bubur
kayu
• 1950 : Bentuk divisi elektronik di pabrik kabel Helsinki
• 1990 : NOKIA memutuskan untuk fokus pada pengembangan
Handphone
• 1991 : Telepon GSM pertama kali muncul di Finlandia
• 2009 : Profit 891 juta Euro
• Keberhasilan NOKIA oleh dua kompetitor, BlackBerry dan Samsung
di segmen high-end dan Handphone China di segmen low-end
• 2016 : bangkrut
• 1999 : RIM mengembangkan BlackBerry untuk pertama kali
• 2010 : telah terjual lebih dari 145 juta unit di seluruh dunia
• Mulai Q1 2011, ekspansi Apple dan Samsung mengancam pangsa
pasar BlackBerry.
• 2013 : terpuruk
15
15
7
16
VUCA vs VUCA :
Volatility, Uncertainty,
Complexity, Ambiguity
vs
Vision, Understanding, Clearity,
Awareness
Diperkenalkan oleh : U.S. Army War College
Sumber :
https://hbr.org/resources/images/article_assets/hbr/
1401/F1401C_A_LG.gif
18
8
Sumber : Kemenperin, youtube.com
19
Sumber :
https://www.itech.id/news/11432/indonesia-siapmemasuki-era-industri-4-0.html
20
9
Sumber :
https://www.itech.id/news/11432/indonesia-siapmemasuki-era-industri-4-0.html
21
KEUNGGULAN DAYA SAING
• Keunggulan daya saing (competitive advantage)
Kemampuan perusahaan untuk melakukan kegiatan-kegiatan terintegrasi untuk
menciptakan nilai ekonomis (economic values) dari produk atau jasa yang ditawarkan lebih
baik dibandingkan dengan para pesaingnya
• Nilai (values) dalam konteks ini dapat berupa harga yang lebih murah, produk yang lebih
berkualitas, merk yang ternama, keunikan dari pelayanan jasa yang ditawarkan dan
pelayanan purna jual yang diberikan
LANGKA
SULIT
DIGANTIKAN
BERHARGA
SULIT DITIRU
KEUNGGULAN
DAYA SAING
27
10
Mengapa Perlu Berinovasi ?
 Inovasi diperlukan untuk bertahan hidup
menghadapi persaingan dan pendatang baru
• Inovasi diperlukan untuk bertumbuh
• Inovasi dpt mempengaruhi industri secara
signifikan dan mendefinisikan kembali industri
(keunggulan bersaing)
28
PENGERTIAN INOVASI
•Drucker (1985) :
– Inovasi adalah upaya untuk menciptakan perubahan yang bertujuan dan
fokus di dalam suatu potensi ekonomi atau sosial
• Van de Ven, et al. (1989) :
– Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru
oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksitransaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi.
• West & Farr (1990)
– Inovasi adalah pengenalan dan penerapan dengan sengaja (intentional)
gagasan,proses, produk dan prosedur yang baru, yang dirancang untuk
memberikan keuntungan bagi individu, kelompok, organisasi dan
masyarakat luas
29
11
PENGERTIAN INOVASI
•De Meyer dan Garg (2005):
–Inovasi adalah kesuksesan ekonomi dari pengenalan suatu teknologi
baru atau kombinasi dari teknologi-teknologi yang sudah ada dalam
rangka menciptakan perubahan drastis dari suatu hubungan antara nilai
dan harga (value/price relationship) yang ditawarkan kepada pengguna
•Fontana (2011):
–Inovasi sebagai keberhasilan ekonomi dan sosial berkat adanya pengenalan cara
baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentranformasi input
menjadi output yang menghasilkan perubahan besar dalam perbandingan antara
nilai guna yang dipersepsikan oleh konsumen atas manfaat suatu produk dan
harga yang ditetapkan oleh produsen
30
Keberhasilan Ekonomi dan Sosial serta
Kebaharuan
• Keberhasilan Ekonomi : mampu menghasilkan nilai tambah
yang unik dan substantial bagi masyarakatnya dan pada
gilirannya berimbas positif kepada pelaku perekonomian
• Keberhasilan Sosial : mampu membawa dampak kinerja
positif bagi kelanggengan hidup manusia
31
12
Inovatif ?
32
Tingkat Kebaruan Inovasi
Mobil Listrik
Dunia
Negara
E-Tax
Web Binar Training
Industri
Pasar
On line business
PPM E-learning
Perusah
aan
Definisi “Baru” : dimensi konten (apa
yang baru?) ; dimensi subyektivitas (baru
untuk siapa?); dimensi proses (dimana
kebaharuannya mulai dan berakhir ?);
dimensi normative (apa manfaatnya ?)
(Hauschildt, 1993)
Edison et al (2013) : baru untuk
perusahaan, baru untuk pasar, baru
untuk industri dan baru untuk dunia
33
13
Penciptaan Nilai
Dua prinsip yang melatarbelakangi setiap proses penciptaan nilai dalam inovasi
(Fontana, 2011)
• Suatu value didasarkan pada hal yang unik dan pengalaman pribadi
konsumen sehingga proses penciptaan nilai harus dilakukan secara
bekerjasama dengan konsumen
– Fokusnya adalah pada individu. Pilar ini sebagai N = 1 (satu pengalaman
konsumen pada satu waktu).
• Tidak ada perusahaan yang cukup besar dalam lingkup dan ukuran untuk
memenuhi pengalaman konsumen pada satu waktu.
– Semua perusahaan akan mengakses sumber daya dari berbagai sumber daya
besar lainnya dan perusahaan-perusahaan kecil – ekosistem global.
– Fokusnya adalah pada akses terhadap sumber daya, bukan kepemilikan sumber
daya. Pilar ini sebagai R = G (sumber daya dari beberapa vendor dan seringkali
berasal dari seluruh dunia).
34
Penerapan Prinsip N=1 & R=G
• Prinsip N=1 dapat dilakukan dengan mengikutsertakan konsumen dalam proses
penciptaan nilai.
• Fokus proses penciptaan nilai adalah konsumen.
• Inti dari prinsip inovasi pertama adalah personalized co-created experience (Prahalad,
2008).
• Nilai guna menurut persepsi konsumen sangat dipengaruhi oleh pengalaman konsumen
dalam ikut menciptakan nilai dan dalam menggunakan produk dibandingkan dengan
harga produk.
• Implikasi dari penerapan N=1 dan R=G adalah perusahaan-perusahaan akan dihadapkan
pada kebutuhan untuk memiliki: (1) flexibility, (2) quality, cost, and experience, (3)
collaborative network, (4) complexity, (5) customer interfaces, dan (6) scalability.
• Setiap organisasi yang berinovasi perlu mengetahui peta sumber daya yang dibutuhkan,
dan dimiliki untuk dilibatkan dalam proses. Organisasi perlu membuat sistem
manajemen sumberdaya yang baik. Implikasi : efficiency dan networking.
35
14
Penciptaan Nilai
(Afuah, 2009)
B = benefit perceived by customer
C = cost of providing benefit
P = price paid by customer
V=B-C= value created
Value Captured by firm = P-C
Customer surplus = B-P
Consumer surplus
V
Value captured by firm =
profit = producer surplus
P
Cost
Sumber : Afuah, Allan. 2004. Strategic Innovation.
New Game Strategies for Competitive Advantage.
Routledge
B
C
36
Penciptaan Nilai dalam Inovasi
(Fontana, 2009)
VC
VC = Value Created
(Value Added)
CPV = Customer Perceived
Value/Benefit
CoP = Cost of Production
CPV
VC
CPV
VC
CPV
VC
CPV
CoP
CoP
CoP
CoP
37
15
Invensi, Inovasi dan Imitasi
(Sidik, 2010)
Invensi
• Penemuan sesuatu yang benar-benar baru, belum pernah
ada sebelumnya.
• Biasanya belum dapat secara langsung dikomersilkan untuk
mendapatkan profit
Inovasi
• Inovasi Radikal : memberikan lonjakan signifikan dalam
benefit atau nilai yang ditawarkan
• Inovasi Inkrimental : sesuatu nilai bertambah karena
inovasi
Imitasi
• Meniru, membuat sesuatu yang sama dari yang sudah ada
• Imitasi : inferior, mirip, superior
38
Invention & innovation
Innovation = conception + invention + exploitation
Source: Henry & Walker (1991)
Innovation is not a single action but a total process of interrelated
sub processes. It is not just the conception of a new idea, nor
the invention of a new device, nor the development of a new market.
The process is all these things acting in an integrated fashion . . .'
Myers and Marquis (1969).
39
16
TIPE INOVASI
(Source: OSLO Manual, 2005)
Produk
• Barang atau jasa baru atau telah diimprovisasi secara
signifikan
Proses
• Produksi atau cara pengiriman baru atau telah
diimprovisasi secara signifikan
Metode Pemasaran
Organisasi
• Metoda pemasaran baru atau telah diimprovisasi secara
signifikan, termasuk di dalamnya disain produk atau
kemasan, penempatan produk, promosi dan harga.
• Metoda organisasi baru atau telah diimprovisasi secara
signifikan dalam praktek bisnis, cara kerja, atau
kerjasama dengan pihak eksternal
40
Innovation Launched/Implemented
Product
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
Goods
Services
Organizational
Process
Methods of producing goods/services
Delivery, logistics, or distribution…
Supporting activities
Business practices
Work responsibilities & decision making
External relations
Marketing
Aesthetic design or packaging
Product promotion
Product placement
Pricing methods
2010-2012
2011-2013
Riset CIC-PPM 2013-2014
41
17
10 Tipe Inovasi
(Keeley et al, 2013)
Profit
Model
Network
Process
Structure
CONFIGURATION
Tipe Inovasi yang berfokus
ada proses bisnis perusahaan
Product
Performance
Product
System
OFFERING
Tipe Inovasi yang berfokus
pada produk/jasa inti perusahaan
Service
Channel
Brand
Customer
Engagement
EXPERIENCE
Tipe Inovasi yang berfokus
Elemen-elemen perusahaan/
Sistem bisnis perusahaan yang berhadapan
Dengan pengguna/pelanggan
Catatan :
Tipe-tipe ini bukan sekuensial ataupun process
timeline melainkan kombinasi yang bisa
dikembangkan perusahaan
43
10 Tipe Inovasi
(Keeley et al, 2013)
Bagaimana perusahaan
Mengorganisasikan dan
Menyelaraskan asset dan talenta organisasi
Bagaimana perusahaan
mendapatkan keuntungan
Profit
Model
Bagaimana perusahaan
Berhubungan dengan pihak
Lain dalam menciptakan nilai
Network
Structure
Process
Bagaimana perusahaan
merancang suatu metode yang terbaik
Untuk menjalankan proses penciptaan nilai
44
18
10 Tipe Inovasi
(Keeley et al, 2013)
Bagaimana perusahaan
mengembangkan fitur-fitur produk/jasa
yang berfungsi baik
Product
Performance
Product
System
Bagaimana perusahaan
menciptakan produk/jasa komplementer/pelengkap
yang menyertai produk/jasa utama (dikembangkan
Sendiri atau pihak lain)
45
10 Tipe Inovasi
(Keeley et al, 2013)
Bagaimana perusahaan mendukung dan memperbesar
nilai-nilai yang ditawarkan
Service
Channel
Bagaimana nilai dalam produk/jasa
direpresentasikan
Brand
Customer
Engagement
Bagaimana perusahaan merancang cara/saluran
Untuk menyampaikan nilai yang ditawarkan
Bagaimana perusahaan menjalin dan memelihara
Hubungan dan berinteraksi dengan kustomer
46
19
RADAR INOVASI
(Sawney et al, 2006 dalam Fontana, 2011)
Dimensi
Pertimbangan
Produk/Jasa (Offerings)
Jenis apa yang ditawarkan ?
Model (platform)
Mampukan model menghasilkan produk/jasa “turunan”
Solusi (Solution)
Apakah produk/jasa memberikan solusi sesuai kebutuhan pengguna
?
Pengguna (customers)
Target pengguna ? Segmen ? Pasar?
Pengalaman (experiences)
Pengalaman yang didapat/diharapkan ? Pertimbangan pengguna ?
Nilai tambah Alternatif (value capture)
Cara lain untuk menambah pendapatan baru dari produk/jasa saat
ini
Proses (process)
Bagaimana proses produksi ? Efektif/Efisien ?
Organisasi (organization)
Mendukung proses ?
Rantai pasok (Supply Chain)
Cara terbaik ? Bagaimana prosesnya ?
Kehadiran (presence)
Bagaimana pengguna menemukan produk/jasa ?
Jejaring (network)
Menciptakan keterkaitan antar produk/jasa ? Integrasi dengan hal
lain ?
Merek (brand)
Bagaimana merek dan kontribusinya ? Bisakah digunakan di ranah
baru ?
48
• Tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur
lingkungan hidup yang saling
mempengaruhi
• Contoh : kolaborasi antar unsur inovasi
(Triple helix : ABG, pengguna akhir,
penyandang dana, teknologi, dll),
PEMASOK
Ekosistem Inovasi
PESAING
• Co-innovation, Adoption Chain Risk (Adner,
2012)
49
20
Kapabilitas Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
50
Kapabilitas Inovasi
•
Untuk mendapatkan kinerja inovasi yang
baik, perlu memiliki kapabilitas inovasi
(Lawson dan Samson, 2001; Oskarsson,
2003; Davilla et al, 2006; Skarzynski dan
Gibson, 2008)
•
Kapabilitas inovasi : kemampuan organisasi
untuk mentransformasikan pengetahuan
dan ide menjadi sesuatu yang baru dan
bermanfaat bagi pemangku kepentingan
(Lawson & Samson, 2001)
Kerangka Kerja Lawson dan Samson (2001)
51
21
Variabel-Variabel yang mempengaruhi Kapabilitas Inovasi
(Lawson& Samson, 2001)
Lingkungan
Aktivitas
newstream
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Visi dan Strategi
Kepemimpinan
Kompetensi
Intelejen Perusahaan (pemahaman thd
pasar dan pesaing)
Kreativitas dan Ide
Struktur Organisasi
Sistem-sistem dalam organisasi
Budaya Organisasi
Teknologi
Manajemen Resiko
Kapabilitas
Inovasi
Aktivitas
mainstream
Kinerja
Inovasi
Kinerja
Perusahaan
52
Kapabilitas Inovasi
Sensing
Capability
Combination
Capability
Networking
Capability
Learning
Ability
53
22
Tantangan untuk Kapabilitas Inovasi
Organisasi
•
•
•
•
•
Era Kolaborasi : co-ideation, co-creation, crowdsourcing, open innovation
Meningkatnya tuntutan pengguna/pasar
Ketergantungan antar satu inovasi dengan inovasi lainnya
perkembangan teknologi yang mempersingkat waktu disruption
Semakin berkurangnya entry-barrier dalam industri
• Organisasi harus kontinu mengembangkan kapabilitas inovasinya,
• Dalam kaitannya dengan struktur organisasi  struktur yang menjamin fleksibilitas dan
kegesitan
54
Explanations for innovative capability
55
23
Perangkap Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
56
Inovasi gagal….
• Tingkat kegagalan inovasi setelah diluncurkan ke pasar secara
umum di berbagai industri adalah 39-45% (Castellion dan Markham, 2013 dalam CIC PPM, 2014)
• Riset Center of Innovation and Collaboration PPM Manajemen
(2014) : 26,5% perusahaan responden mengalami kegagalan upaya
inovasi sebelum produk diluncurkan ke pasar (data 2013 : 24.6%)
• Tahun 2015 menjadi 27.4%
57
24
Hambatan Berinovasi
Lack of funds within your enterprise or…
14,0%
Lack of finance from sources outside…
14,0%
33,8%
11,0%
Innovation costs too high
56,4%
4,0%
Lack of qualified personnel
Lack of information on technology
1,0%
Lack of information on markets
1,0%
60,0%
50,2%
44,9%
Difficulty in finding cooperation partners…
47,6%
Market dominated by established…
6,0%
Uncertain demand for innovative goods…
6,0%
56,0%
52,0%
No need due to prior innovations by…
33,8%
No need because of no demand for…
31,6%
0%
Riset CIC-PPM 2013-2014
Inggris (2008 - 2010)
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
Indonesia (2011 - 2013)
60
Perangkap
Inovasi
Kekakuan
organisasi
Ketidakselarasan
dengan
strategi bisnis
Tidak
terlibatnya
pemangku
kepentingan
Ketidakjelasa
n
Pengambilan
Keputusan
Antibodi
Inovasi
Kemacetan
Inovasi
Perangkap
finansial
Masalah
Kompetensi
Masalah
standarisasi
proses
61
25
INNOVATION TRAPS (Kanter, 2006)
62
63
26
Manajemen Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
64
MANAJEMEN INOVASI
Proses mengelola proses inovasi agar mencapai sasaran
perusahaan secara efektif dan efisien
Inovasi melibatkan semua aktivitas dalam proses inovasi
mulai dari identifikasi peluang, pengembangan ide, desain
produk, pengembangan sampai dengan perencanaan
pemasarannya
65
27
Manfaat Manajemen Inovasi
Manajemen Inovasi memenuhi lima peran penting :
1. Meningkatkan efisiensi proses inovasi
2. Menciptakan garis komunikasi yang tepat di
dalam perusahaan dan dengan pihak yang
berada di luar
3. Melakukan koordinasi antara anggota tim
dengan upaya minimal
4. Pembelajaran, membangun disiplin atau tata
tertib guna mengelola pengetahuan yang
diciptakan secara berkesinambungan di dalam
inovasi.
5. Menyelaraskan tujuan pemangku kepentingan
yang beragam
Efisiensi
Penyelarasan
Komunikasi
Inovasi
Pembelajaran
Koordinasi
66
Faktor-Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam
Berinovasi
Faktor Internal
•
•
•
•
•
Faktor Eksternal
Kapabilitas Teknis
Kapabilitas Organisasi
Keberhasilan Model Bisnis saat ini
Pendanaan
Visi Manajemen Puncak
•
•
•
•
Kapabilitas Jejaring Eksternal
Struktur Industri
Persaingan
Tingkat Perubahan Teknologi
MANAJEMEN RESIKO
67
28
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Inovasi
Faktor internal
Perusahaan
• Strategi berorientasi
inovasi
• Kepemimpinan
• Struktur Organisasi
• Sistem Inovasi
• Budaya Inovasi
• Kompetensi SDM
• Teknologi
Inovasi
Sukses
Faktor Internal Proyek
• Komposisi tim
• Proses kerja
• Dukungan Manajemen
Puncak
Faktor Produk
• Harga
• Kualitas
• Keunikan
• Kemutakhiran
Faktor Lainnya
• Regulasi
• Inovasi yang menyertai
inovasi kita (coinnovation)
• Pihak yang
memanfaatkan produk
kita sebelum end-users
Faktor Pasar
• Konsentrasi Target
• Dinamika pasar
• Timing masuk dalam pasar
• Tekanan persaingan
• Aktivitas pemasaran
• Tanggungjawab sosial
68
Manajemen Inovasi
(Davila, Epstein dan Shelton, 2006)
70
29
Tujuh Aturan Inovasi
(Davila, Epstein, Shelton, 2006)
Menggunakan kepemimpinan yang kuat untuk mendefinisikan
strategi inovasi dan merancang portfolio inovasi, serta mendorong
penciptaan nilai yang benar-benar signifikan.
Menyelaraskan inovasi dengan strategi bisnis perusahaan
termasuk memilih strategi inovasi
Dasar
Pelaksanaan
Inovasi yang
Efektif
Menjadikan inovasi sebagai bagian integral mentalitas bisnis
perusahaan, dan memastikan bahwa proses dan organisasi mendukung
budaya inovasi
Menyeimbangkan kreativitas dan penyerapan nilai sehingga perusahaan
mampu menghasilkan ide-ide baru yang sukses dan memperoleh imbal hasil
maksimum dari investasi yang dilakukan
Menetralkan antibodi organisasi yang dapat mematikan ide-ide
bagus hanya karena dianggap menyimpang dari norma
Membangun jaringan inovasi di dalam maupun di luar organisasi
karena yang menjadi basis untuk membangun inovasi adalah jaringan
bukan perorangan
Mengimplementasikan ukuran dan insentif yang tepat agar inovasi
bisa dikelola serta menghasilkan perilaku yang tepat
72
1. Kepemimpinan Kuat dalam Inovasi
• CEO dan Tim Manajemen hrs memutuskan:
–
–
–
–
Strategi inovasi
Tingkat risiko
Jumlah investasi
Portfolio investasi
• Perlu komitmen, keteladanan, dan keputusan yang mantap
• Porfolio inovasi: konfigurasi inovasi model bisnis dan inovasi teknologi
• Inovasi model bisnis: cara baru dlm menjual, melayani customer,
mendeskripsikan supply chain, interface dg pelanggan (contoh: sms
banking, e banking, ATM)
73
30
2. Integrasi Inovasi dalam Mentalitas Bisnis
• Komitmen melakukan inovasi secara terus menerus
• Inovasi sebagai arus utama dalam penyusunan misi,
visi, sasaran, strategi bisnis, investasi, penilaian
kinerja, sistem organisasi, pengembangan
kompetensi, struktur organisasi, dan pembelajaran
74
3. Menyelaraskan Inovasi dalam Strategi
Perusahaan
• Inovasi diarahkan untuk mendukung strategi perusahaan
• Banyak inovasi dilakukan di tempat yang salah dan tidak
mendukung strategi bisnis
• Banyak inovasi belum tentu baik
75
31
4. Mengelola Kreativitas dan Penciptaan Nilai
• Banyak ide baru belum tentu baik
• Yang diperlukan adalah banyak ide yang menjadi kenyataan
dan menghasilkan nilai
• Bagaimana ide dikelola sampai ke tahap komersial
76
Peran Manajer Bisnis dalam Inovasi
• Berperan sebagai manajer film bukan seniman
• Mengelola harapan dan tuntutan pihak-pihak yg
terlibat
• Mengelola rencana, anggaran, pelaksanaan dan
pengendalian proses inovasi
• Mengelola masalah logistik, manusia, sistem, culture
77
32
5. Menetralkan Antibodi Organisasi
• Antibodi organisasi sering menghambat pembaharuan dan
perubahan
• Perlu perubahan budaya organisasi agar mendukung inovasi,
misalnya budaya mengambil risiko, budaya melawan
kemapanan dan sistem yang ada, budaya pembelajaran
78
6. Mengembangkan Jaringan Inovasi
• Perlu mengembangkan jejaring dan koalisi internal
maupun eksternal
• Koalisi eksternal sangat diperlukan misalnya dengan
cutomer, pemasok, mitra, univesitas, lembaga riset,
pemerintah, dll.
• Perlu memanajemeni koalisi internal dan eksternal
79
33
7. Menciptakan Ukuran Pengukuran dan Penghargaan
• Perlu ukuran keberhasilan inovasi yang jelas dan
dikaitkan dengan ukuran keberhasilan perusahaan
• Penghargaan yang memadai terhadap inovasi akan
mendukung inovasi
• Penghargaan terhadap ukuran kinerja jangka pendek
perusahaan sering menghambat inovasi
80
PEMETAAN
INOVASI
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
81
34
ENAM PENGUNGKIT INOVASI
(Levers of Innovation)
Value Propositions
Product & Services
Supply Chain
Process technologies
Target Market
Enabling Technologies
•Innovation is not about improving or changing the technology
•Innovation is about leveraging both new business models and improved technologies.
•Often new technologies require change in the way manufacturing facilities organize their work,
or a change in how marketing communicates with the firm’s target market.
•The new innovation model requires integrating the management of business models and
technologies inside the company
Sumber : Davila, Epstein dan Shelton, 2006
82
TIGA TIPE INOVASI
INOVASI INKREMENTAL
 cara untuk memerah sebanyak mungkin nilai dari produk barang
atau jasa yang sudah ada tanpa membuat perubahan signifikan
atau investasi besar.
INOVASI SEMI RADIKAL
 perubahan substansial pada model bisnis atau teknologi sebuah
organisasi tidak pada keduanya.
INOVASI RADIKAL
 perubahan signifikan yang secara simultan mempengaruhi model
bisnis dan teknologi .
85
35
PENGUNGKIT TIGA TIPE INOVASI
Tipe Inovasi
Incremental
MODEL BISNIS
Penawaran
Rantai Suplai
Nilai
TEKNOLOGI
Customer
Sasaran
Produk
Barang &
Jasa
Teknologi
Proses
Teknologi
Peningkat
Kemampuan
Perubahan kecil pada satu atau lebih dari enam pengungkit
Semi Radikal
Perubahan signifikan pada satu atau Perubahan kecil pada satu atau lebih
Penggerak Model
lebih dari tiga pengungkit
dari tiga pengungkit
Bisnis
Semi Radikal
Penggerak
Teknologi
Perubahan kecil pada satu atau lebih Perubahan signifikan pada satu atau
dari tiga pengungkit
lebih dari tiga pengungkit
Radikal
Perubahan signifikan pada satu atau Perubahan signifikan pada satu atau
lebih dari tiga pengungkit
lebih dari tiga pengungkit
Kerangka kerja ini sebagai pedoman pembuatan keputusan inovasi. Cara kita berinovasi
akan mementukan apa inovasi kita, sehingga kita harus memahami sifat perubahan yang
diperlukan agar upaya inovasi bisa dikelola, didanai, serta memperoleh sumberdaya
dengan tepat.
88
Strategi Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
93
36
Innovation Management
(Davila, Epstein dan Shelton, 2006)
94
Kelompok Strategi Inovasi
PLAY TO
WIN
PLAY
NOT TO
LOSE
95
37
PLAY
TO WIN
• Investments in innovation are expected to create one of the key sources of competitive
advantages that the firm’s competitors will not be able to easily or quickly match.
• PTW relies heavily on semi-radical innovation to drive transformation in the
• organization and create market changing ideas and products.
• With a PTW strategy, a firm invests heavily in changes in technology and business model with
the objective of outpacing its competitors through radical innovation or alternatively by
wearing competitors down with repeated, frequent salvos of different types of innovation
• PTW strategy commits a company to a portfolio of investments that are fundamental for the
organization’s ongoing competitive success.
• PTW is typical of high technology startups that bring only one new technology or business
model to market.
96
• Sometimes there are too many strong competitors or
regulatory roadblocks or there is a high degree of
uncertainty due to a shifting regulatory environment or
uncertain economics and a PTW strategy is too risky.
• Also, the firm may have significant internal constraints,
such as inadequate resources or a culture with a
non-innovative mentality, which again makes a PTW
strategy unrealistic.
• A PNTL strategy includes more incremental innovation
projects in its portfolio than a PTW strategy, allowing the
company to stay in the game by moving quickly, talking
calculated risks, sometimes moving first or by matching
or surpassing any moves by competitors.
• Sometimes a PNTL strategy is adopted when
timing/circumstances to adopt a PTW strategy are
missing and PNTL is in effect a “holding pattern” strategy
to wait for the right time to adopt a PTW strategy
• PNTL requires a mix of preemptive and reactive moves
all aimed at not relinquishing competitive advantage, also
causing competitors to spend more than their fair share
of resources in staying competitive.
• PNTL firm can be more successful than a PTW firm if the
PNTL firm has adopted capabilities to quickly copy and
improve successful PTW companies.
PLAY
NOT TO
LOSE
97
38
Memilih strategi PTW atau PNTL akan menentukan
pusat gravitasi dari matriks inovasi
98
Hubungan Strategi Inovasi dengan Strategi
Bisnis
99
39
Kerangka Penyusunan Perencanaan Strategi
MISI, VISI, NILAINILAI ORGANISASI
ANALISIS EKSTERNAL
• Analisis Makro
• Analisis Mikro
ANALISIS INTERNAL
• Analisis Organisasi
OT
SW
SASARAN
STRATEGI
BISNIS
STRATEGI
FUNGSIONAL
PROGRAM INOVASI
STRATEGI DAN RENCANA
IMPLEMENTASI PROGRAM
INOVASI
Speed
/
Scope
Arena
G
e/
Objec
n
e ts
r
a
l
L
Differe
o
ntiator
g
ics
Vehicl
es /
Resou
rces
101
ELEMEN DALAM STRATEGI
Arenas
Staging
Economi
c Logic
Vehicles
Differentiators
Economic Logic
Are you sure you have a strategy?; Hambrick et al; 2001
102
40
HUBUNGAN ANTAR STRATEGI
STRATEGI ORGANISASI
STRATEGI INOVASI ORGANISASI
Arenas
Arena /
Objects
Economi
c Logic
Staging
Speed /
Scope
Vehicles
Gener
al
Logic
Vehicles /
Resources
Differentiator
s
Differentiators
103
Innovation Strategy Elements
What to
innovate?
What is the speed and
scope of innovation?
Incremental?
Radical?
Imitation?
Product?
Process?
Organization?
Technology?
Speed /
Scope
General logic ensures?
Link between the general and
the innovation strategies
How to enable innovation?
Arena /
Objects
Gener
al
Logic
Stand-alone strategy?
Local buzz strategy?
Global Pipeline strategy?
Vehicles /
Resources
Differentiator
s
Bathelt et al. (2004): seeking and
combining international knowledge with
one’s own (constructing ‘global
pipelines’), strengthening regional ties,
contact and identity (‘local buzz’), and
relying on one’s own resources for
innovation (‘stand aloners’).
How to bring innovation to the customers?
Traditional marketing?
Innovative marketing?
104
41
Arena
Elemen Strategi Inovasi
Arena /
Objects
Scope
Vehicles
Speed /
Scope
Gener
al
Logic
Vehicles /
Resources
Differentiator
s
Differentiators
108
Linear models of innovation
109
42
Strategi Inovasi
Sumber : Booz, Allen, Hamilton (2007), The Customer Connection : The Global Innovation 1000
110
111
43
Mengorganisasikan Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
114
Innovation Management
(Davila, Epstein dan Shelton, 2006)
115
44
ENABLERS
Organizational
culture
VALUES
Management
style &
leadership
BEHAVIOURS
Systems &
Structure
CLIMATE
Resources &
partners
PROCESS
SUCCESS
116
Organizing for Innovation
• Inovasi yang sukses membutuhkan proses penentuan, penyusunan dan persiapan
dari struktur organisasi dan anggota organisasi yang sesuai
• Bagi sebagian organisasi dirasakan tidak mungkin atau sangat sulit berinovasi
diakibatkan karena adanya “antibody inovasi” yang menghambat inovasi dengan
cara mencegah :
– Perubahan struktur organisasi berorientasi inovasi
– Pemanfaatan sumberdaya dalam berinovasi
– Kelancaran proses inovasi.
117
45
Inovator INTERNAL
Departemen LitBang
Pusat keunggulan
Unit inovasi terpisah
Inkubator
Inovator EKSTERNAL
Tambahan sumber daya, ide,
keahlian, dll secara kemitraan
parsial utk digabungkan dg
inovator internal.
Contohstrukturkemitraaninovasiterbukayang efektifdiantaranya:
• Intel & 4 labinovatorkecil dekatkampus2 diAS & Inggris,.
• Pemanfatan surplus kapasitasIBM utk membuatchip bagiperusahaanlain.
• Dreyer’s Grand Ice Cream berbagi sistem logistik & distribusi dg pesaingnyaBen & Jerry’s utk
meningkatkan volume penjualan.
• Dg 7500 pekerjaR&D , P & G terguncang dg kecepataninovasiditempatlain , maka memutuskan
setengahdariide-ideperusahaanharusberasaldariluar.
• Microsoftmenggunakanparacustomernyautk melakukanbeta-testthd produk2 barunya.
Inovator Internal & Eksternal
118
Types of organizational structures that
available to firms for innovation activity
• Research and Development Division
• Innovation Platforms (IPs). An IP is a network of people inside and outside the firm that have pertinent
knowledge of the platform area including customer insight, supply chain knowledge and technical
expertise.
• The Corporate Venture Capital Model. A team of executives, key suppliers, and customers evaluate
innovations in the same way that an external VC group would.
• Incubators – where semi-radical innovations can be grown and tested in low cost ways and, when ready,
presented to management to fund their commercialization.
• The Ambidextrous Organization. Structure that promotes innovation and operations within its
architecture through multiple groups handling different types of innovation and operations projects, thus
promoting different cultures and processes for innovation needs. Radical innovators are kept separate from
traditionalists who run the core processes. This structure is often successful because different types of
innovation require different types of systems, resources and culture.
121
46
• Landasan Inovasi:
– unit jaringan organisasional yg disisipkan dalam
perusahaan, bertugas mengarahkan
sumberdaya pada bidang inovasi spesifik
.
– memungkinkan organisasi berbagi sumberdaya
untukoperasional maupun inovasi.
Landasan Inovasi (Innovation Platform)
122
Platforms
Home
care
Clothes
care
Auto
care
Food
Storage
Indoor
Air
Odor Control
Cleaning
Disinfectant
Business Units
Sumber : Davila et al, 2006
Landasan Inovasi (Innovation Platform)
123
47

Model inovasi diilhami oleh perusahaan-perusahaan
modal ventura eksternal.

Sasaran: meningkatkan inovasi didalamorganisasi

Premisdasar: untuk mengembangkaninovasi yg
dapatberjalan (khususnya inovasi radikal) dalam
organisasi, perlumekanisme evaluasi inovasi potensial
seperti yang dilakukan perusahaan modal ventura
eksternal.

Modal
Venturaatau
Dana
Talangan
LitBang
Cara kerja: persilanganantaraperusahaanmodal
ventura independendengansebuahinkubatordlm
organisasi.
Inkubator
Perusahaan
Manajemen
Fasilitas
Sumber : Davila et al, 2006
Model Corporate Venture Capital
124
• Dewan yang bertanggung jawab untuk
mengarahkan dan mengatur proses inovasi di
organisasi
• Terdiri dari para manajer senior
Dewan Inovasi
• Dewan ini memastikan proses inovasi yang
dilakukan sesuai dengan arahan organisasi dengan
pemanfaatan sumberdaya organisasi yang efektif
dan efisien
Sumber : Kaplan, Soren; InnovationPoint
Dewan Inovasi
125
48
• Pendekatan untuk mengintegrasikan
“silo-silo” yang ada di organisasi
• Berkomposisikan para anggota
organisasi dari unit tertentu untuk
bekerjasama menyelesaikan masalah
dan mengidentifikasi potensi inovasi
dalam suatu periode waktu tertentu
CGST
CGST
Cross Group Solutions Teams
Sumber : Kaplan, Soren; InnovationPoint
126
• Membentuk komunitas-komunitas
praktis yang bertujuan untuk
memperlancar dan meningkatkan
kualitas alur pengetahuan sehingga
menjadi modal inovasi yang baik
CoP
CoP
CoP
CoP
• CoPs akan berkolaborasi di dalam
maupun antar CoP untuk
mengembangkan inovasi
CoP
CoP
CoP
CoP
CoP
Sumber : Kaplan, Soren; InnovationPoint
Innovation Communities of Practices
127
49
Langkah berikutnya…menghadapi inovasi
terbuka dengan kolaborasi
Institusi
Pendidikan &
Litbang
Independen
Pesaing/
Pemasok
Perusahaan
Lain
Organisasi
Pemerintah
Komunitas
Customers/
Konsumen
Organisasi perlu juga menyiapkan
struktur organisasi yang dapat
mengakomodir jejaring inovasi
terbuka dalam rangka :
• Mengidentifikasi peluang baru
• Alih dan akuisisi teknologi
• Alih dan akusisi pengetahuan
• Adopsi regulasi
128
Open Innovation
Basic Research
New Product
Development
Current market
And business model
Internal
research
projects
Technology Technology
In-licensing acquisition
External research
project
Venture investing
(Chesbrough, 2003)
129
50
Open innovation . . .
Procter & Gamble’s web of links for
innovation and new product development
Source: HBR (2006)
130
Closed innovation
Open innovation
All the best people are working for us
Not all the best people are working for us .
We must work with clever people within
and outside our company.
R&D creates profit only when we invent,
develop and market everything ourselves.
External R&D can create remarkable value;
to employ it, we need absorption capacity,
often as internal R&D.
If we develop the product ourselves, we will R&D can create profit even if we do not
be the first on the market.
initialize and perform it ourselves.
Winner is who gets the innovation to the
market first.
To develop better business model is more
important than to be the first in the market.
We will win if we develop most of the ideas
(an the best of them).
We will win if we make best use of internal
and external ideas.
We must have our intellectual property
under control so that our competitors can
make advantage of it.
We must be able to profit from others using
our intellectual property and we must
license the intellectual property if it
supports our business model.
(Sumber : Vacek, 2009)
131
51
Closed innovation
Open innovation
Examples: nuclear industry,
mainframe computers
Examples : PC, movies
Mostly internal ideas
Many external ideas
Low workforce mobility
High workforce mobility
Low role of the venture capital
Active venture capital
Few new businesses, weak ones
Many new businesses
Universities are not important as the
sources of ideas
Universities are not important as the
sources of ideas and people
(Sumber : Vacek, 2009)
132
JANUS, The Roman God
(O’Reilly & Tushman, 2004)
Strategy matters most during times of change (Helfat et al, 2009)
We’re not only live for the present but also for the future
Constantly look
backward
attending to the
product and
processes of
the past
Gazing forward,
preparing for
the innovations
that will define
the future
Exploiting
Exploring
Janus, The CEO of Ambidextrous Organization
133
52
THE AMBIDEXTROUS ORGANIZATION
Corporate Office
Existing Business
Manufacturing
Sales
Emerging Business
R&D
Existing organization with historic
implementation levers
Structural barriers preventing interference
and interactions between existing and
emerging businesses
Manufacturing
Sales
R&D
New organization develops its own levers
consistent with the needs of the radical
innovation
Ambidextrous organizations establish units that are structurally independent from all other units. The emerging
business units are to develop their own structures, processes, systems, cultures, strategies, etc. They are only
integrated into the mother organization at the level of senior management
134
Merancang Sistem Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
136
53
Innovation Management
(Davila, Epstein dan Shelton, 2006)
137
Sistem Inovasi
(Hammer, 2007)
Design
Idea Generation
Performers
Conversion
Stakeholder
Diffusion
INNOVATION VALUE CHAIN
Infrastructure
Metrics
Company capabilities : Leadership, Culture, Expertise, Governance
139
54
Dari Rantai Nilai menjadi rantai Nilai Inovasi
Hansen and Birkinshaw, 2007
Porter, 1985
140
Rantai Nilai Inovasi
(Hansen & Birkinshaw, 2007)
141
55
INNOVATION VALUE CHAIN
(Hansen & Birkinshaw, 2007)
Conversion-poor
company
Has lot of ideas but
don’t screen and
develop them properly
(1000 flowers)
INTEGRATED
Idea –poor company
Spends lot of time and fund developing and
diffusing mediocre ideas that result mediocre
products and financial returns
Diffusion-poor company
Has trouble monetizing the good
ideas
142
Sistem Inovasi
Innovation systems are established policies, procedures and
information mechanisms that facilitate the innovation process
within and across organizations. It is through innovation
systems that (1) innovation is managed and (2) the right
environment is created to enable innovation to flourish in a
firm.
(Davila, Epstein, Shelton, 2006)
145
56
Sistem dan Proses yang Membawa Keberhasilan
 Di dalam organisasi kecil, inovasi biasanya terjadi secara alami melalui wawasan, bakat, dan
interaksi sekelompok kecil orang.
 Namun, ketika organisasi semakin berkembang, inovasi tidak bisa lagi terjadi secara alami,
mungkin orang-orang yang tepat tidak bisa berinteraksi, informasi tidak mengalir- menuju
tempat yang tepat, atau motivasi untuk mengambil risiko menurun.
 Organisasi-organisasi besar memerlukan sistem untuk mengelola inovasi  Inovasi harus
dikelola, inovasi tidak akan "terjadi" begitu saja  harus diciptakan lingkungan yang tepat
di dalam perusahaan agar inovasi dapat tumbuh dengan subur.
 Wujud sistem inovasi ini adalah kebijakan, prosedur, dan mekanisme informasi yang
ditetapkan untuk memfasilitasi proses inovasi di dalam dan lintas organisasi
 Agar inovasi dapat berhasil dengan baik, organisasi perlu menggunakan proses eksplisit
untuk mengelola setiap langkah inovasi - mulai dari merancang, mengukur, dan memberi
penghargaan.
146
Tujuan Sistem Inovasi yang
Terancang Baik
Sistem Inovasi memenuhi lima peran
penting :
1. Meningkatkan efisiensi proses inovasi
2. Menciptakan garis komunikasi yang
tepat di dalam perusahaan dan dengan
konstituen yang berada di luar
3. Melakukan koordinasi antara proyek
dan tim dengan upaya minimal
4. Pembelajaran, membangun disiplin
atau tata tertib guna mengelola
pengetahuan yang diciptakan secara
berkesinambungan di dalam inovasi.
5. Menyelaraskan tujuan konstituen yang
beragam
Efisiensi
Penyelarasan
Sistem
Komunikasi
Inovasi
Pembelajaran
Koordinasi
147
57
Perusahaan perlu menggunakan sistem untuk mencapai inovasi. Sistem
manajemen adalah kunci untuk mengimbangkan aspek inovasi antagonistik yang
kadang-kadang muncul. Sistem harus digabungkan sedemikian rupa sehingga
mampu mengelola dualitas dari:
o Teknologi dan model bisnis
o Inovasi radikal dan inkremental
o Kreativitas dan penyerapan nilai
148
Beberapa Contoh Sistem Pengelolaan
Inovasi
•
•
•
•
•
•
•
•
stage gate project management
structural idea management (SIM)
brainstorming
financial and nonfinancial project selection processes
experimentation
prototyping
product and service rollout
commercialization processes
149
58
THE STAGE-GATE SYSTEM FOR MANAGING NEW
PRODUCTS
(Cooper, 2011)
Discovery:
Ideas
Generation
Scoping
Detailed
Investigation
(Business Case)
Preparation
Ideas
Screen
Second
Screen
Gate
1
Gate
2
Development Testing &
Validation
Decision on
Business
Case
Full
Production
& Market
Launch
PostDevelopment
Review
PreCommercial
ization
Business
Analysis
Gate
4
Gate
5
Gate
3
PostImplementation
Review
Rp
The Customer or User
150
Tugas 1
Tugas 2
Tugas 3
Mengembang kan
Kriteria
Mempersiapkan
sesi
brainstorming
Sesi
Brainstorming
Rapat
penyaringan
Lokakarya
dan
pemeringkat
an awal
Investigasi
singkat
Pemeringkatan
akhir
Daftar kriteria
yang disepakati
untuk
penyaringan
pemeringkatan
Dokumen
brainsorming
200 lebih ide
yang
didokumentasi
10-15 kelompok
ide yang
didokumenta si
3-7 garis
besar konsep
3-7 konsep
yang
memenuhi
syarat
2-3 konsep
yang siap
untuk studi
kelayakan
Tugas 4
Tugas 5
Tugas 6
Tugas 7
151
59
SISTEM
INOVASI INKREMENTAL
INOVASI RADIKAL
Penghargaan/ Pengakuan
Penghargaan sangat ditekankan
Penghargaan diputuskan begitu proyek selesai
Perencanaan Proyek
Perencanaan dilakukan diawal, definisi tonggak
pencapaian, tujuan jelas, sedikit modifikasi rencana
Penetapan sasaran luas, perencanaan agak rinci,
namun sangat mengandalkan eksperimen
Alokasi Sumberdaya
Didasarkan pada ukuran finansial. Sumberdaya
ditetapkan dengan jelas
Didasarkan pada teknologi dan pasar. Bisa bersifat
informal. Jumlah yang diperlukan seringkali tidak
jelas
Ukuran
Ukuran (input, proses dan output) jelas
Kebanyakan terbatas pada ukuran input san yang
berkaitan dengan eksperimen
Pemantauan
Didasarkan pada apakah tonggak pencapaian tercapai
Didasarkan pada evaluasi subyektif
Formalisasi Proses
Tinggi: didasarkan pada tahapan
Rendah: didasarkan pada dinamika tim kecil
Batasan Strategis
Tidak diperlukan
Sebuah kerangka kerja strategis akan relevan untuk
mengikat proses pencarian
Perencanaan Strategis
Ekstrapolasi model bisnis aktual & Identifikasi
kebutuhan yg belum terpenuhi
Menyelidiki pendekatan teknis dan model bisnis baru
Perencanaan
Portofolio/Mnj
Langsung, model tukar tambah sederhana
Rumit, risiko dan imbalan jauh lebih besar
Budaya
Fokus pada detil, kolaborasi lintas fungsi, berbasis
pengalaman
Fokus pada ambisim penyelidikan
Peralatan Pembelajaran
Peralatan peningkatan yg kontinyu
Peralatan untuk melakukan eksperimen, prototipe &
pembelajaran
Manajemen Pengetahuan
Mengembangkan sistem agar dapat diakses semua
fungsi organisasi
Pengetahuan diciptakan dan dikelola dalam tim
Kemitraan
Kolaborasi  jangka panjang
Mitra memberikan akses pada kapabilitas yg tidak
dimiliki organisasi
153
Ideation (Generating Ideas)
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
154
60
Tahapan Ideation
• Mengembangkan internal marketplace dalam rangka
menumbuhkembangkan ide-ide
• Menyeimbangkan Kreativitas dan Penciptaan Nilai
• Bisa dilakukan dengan Outsourcing Innovation
• Menjadi dasar dari pemilihan ide yang inovatif yang
akan ditindaklanjuti dan didanai (open innovation,
crowdsourcing)
155
Penelitian ini merupakan penelitian survey yang mengekplorasi pendekatan eksekutif
dalam inovasi. Hasil penelitian sources of new ideas according to organization’s
leadership:
Dari hasil survey menunjukkan sumber inovasi yang utama berasal dari eksternal (supplier dan
partners) dan konsumen. Ini menunjukkan adanya N=1 dan R=G sebagaimana yang
diprediksikan oleh Prahalad dan Krishnan (2008).
156
61
Sumber-Sumber Ide
157
PELUANG
DARI SISI KONSUMEN
PELUANG MUNCUL DARI:
•Persoalan yang dihadapi konsumen
•Kebutuhan konsumen yang belum dipenuhi
•Kebutuhan konsumen yang tidak dikatakan
•Perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen
158
62
Voice of customer methods (VOC)
• VOC dianggap sebagai sumber ide terbaik dan efektif
1. Ethnographic research - “camping out”
2. Customer visit teams
3. Customer focus groups doing problem detection
4. Lead-User (Innovation User) Analysis
5. The Customer or User Designs
6. Customer Brainstorming
7. Customer Advisory Board or Panel
8. Community of Enthuasiasts
159
Open Innovation Sebagai Sumber Ide
1. Partner and vendors
2. Accessing the external technical community
3. Scanning small business start-ups
4. External product designs
5. External submission of ideas
6. External ideas contest
7. Research Institutions
160
63
Sumber Ide Internal
• Divisi Penelitian dan Pengembangan
• Patent Mapping dan Patent Mining
• Karyawan (contoh melalui kotak saran, Major Revenue
Generator dan Kontes)
161
Pengukuran Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
164
64
Pengukuran Inovasi
• 3 sasaran dari sistem pengukuran inovasi
• Kejelasan dari tujuan/harapan inovasi yang dikomunikasikan dengan jelas
• Memonitor proses dan kinerja inovasi (management by exception)
• Mendapatkan hasil pembelajaran (untuk peluang baru)
165
Pengukuran dilakukan pada setiap tahap dalam
model bisnis inovasi
•
•
•
•
Proses penciptaan ide/kreasi (kualitas ide, kemampuan
mencari ide, dll)
Pelaksanaan proyek (pemanfaatan biaya, waktu,
teknologi, dll)
Pelaksaan proyek terintegrasi (agregat semua proyek
inovasi)
Keseimbangan portofolio inovasi
Masukan
•
•
Tangible inputs (SDM,
uang, mesin, bahan baku,
dll)
Intangible inputs
(motivasi, kompetensi,
jejaring, dll)
Proses
•
•
•
•
•
Keluaran
•
•
•
•
•
•
Firm’s Stock Price
Residual Income
Customer Profitability
ROI
Lifetime Product (or Product
Family)
Profitability.
Hasil
Terakhir
Teknologi
Penyelesaian proyek
Introduksi produk baru
Peningkatan proses bisnis
Kepemimpinan pasar
166
65
Pengembangan Budaya Inovasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
169
Organizational Culture
– A common perception held by the organization’s
members; a system of shared meaning
– Seven primary characteristics
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Innovation and risk taking
Attention to detail
Outcome orientation
People orientation
Team orientation
Aggressiveness
Stability
C.A. O’Reilly III, J. Chatman dan D.F. Caldwell dalam Robbins dan Judge (2007).
170
66
• Inovasi dianggap lebih dari strategi, yaitu sebagai jalan hidup,
mirip “agama”
• Aspek mistis inovasi dikaitkan dgn fenomena: - menggunakan
kreativitas dan memperbarui perusahaan
• “Sebuah Ide Setiap Hari”
• Inovasi menjadi jalan hidup dlm mentalitas bisnis
•
•
•
•
•
Hasil akhir inovasi : pembaruan & pertumbuhan organisasi
Inovasi menciptakankelangsungan hidup perusahaan
Tanpa Inovasi perusahaan menyerah (pesaing/pergeseran pasar) dan bisa
“lenyap”
Inovasi menjadi pengaman masa depan dan elemen penting bertahan
untuk hidup
Fenomena ini memperkuat daya budaya inovasi sebagai sumber energi
kompetitif
171
Bagaimana Budaya mempengaruhi Inovasi
?
Inovasi
Budaya
Culture determines the effectiveness
of the innovation tools a firm adopts.
Yet culture is not static, it continually
evolves.
New systems and processes, new
symbols and organizational values
can be designed to evolve company
culture.
172
67
INOVASI
Budaya dan Inovasi
173
Budaya dan Inovasi
.
• The innovation culture provides the business mentality for innovation.
• Culture is the crosscutting element that threads its way across all of the
innovation rules.
• Culture is the most important variable in the innovation equation. It is
more important than the innovation processes, organizational structure,
leadership, performance measures and rewards and incentives.
• The most important component of a firm’s culture is leadership
174
68
Pengungkit Organisasional dari Budaya Inovatif
• Organisasi harus terbuka thd
perubahan terus-menerus :
– Fokus pd hal yg membuat
berhasil sekarang, namun
diselidiki dlm rangka cari
peluang
– Konservatifmengabadikan
praktek terbaik, namun jg ambil
risiko untuk hal baru & lebih
baik
– Investasi inovasi 
kepercayaan :para pekerja
bebas berkreasi, menyelidiki,
mengambil risiko, & berinovasi
175
Aplikasi Manajemen
Inovasi dalam Organisasi
Program Magister Manajemen Eksekutif
Sekolah Tinggi Manajemen PPM
177
69
Pendekatan Manajemen Inovasi
Sistem
Gerbang
Tahap
Sistem
Berbasis
Waktu
Manajemen
Inovasi
Model
Modul
Ventura
Model
Inovasi
Teknologi
178
Model Modal Ventura
Mengandalkan tim
usaha pada setiap
tahap proses
investasi
Lebih bermanfaat
untuk
menggabungkan
sistem gerbang tahap
dengan tahap akhir
modal ventura
Digunakan untuk
mengelola inovasi
semi radikal dan
radikal
Modal
Ventura
Tahap akhr,
diperlukan analisis
dan ukuran keuangan
untuk membuat
keputusan
Tahap awal tonggak
pencapaian adalah
ukuran keberhasilan
yang penting
Tahap
pengembangan ,
sistem pengukuran
berfokus pada
mengidentifikasi dan
menggambarkan
target spesifik
179
70
Model Inovasi Teknologi
Inovasi radikal
yang digerakkan
kelompok
teknologi
Model
pengukuran
menjadi lebih
rumit
Inovasi
Teknologi
Pekerjaan tidak
terstruktur dan
mengandalkan
ketersediaan
waktu anggota
kelompok
Tahap awal
mengandalkan
motivasi
instrinsik dan
kemahiran
teknolog
180
Sistem Berbasis Waktu
Inovasi
inkremental yang
digerakkan oleh
jadwal
Sistem harus
memadukan
empat jenis
ukuran: masukan,
proses, keluaran
dan hasil akhir
Sistem
Berbasis
Waktu
Bias terhadap
nilai, dan tidak
mendorong
penggunaan
kreativitas secara
optimal
Fokus pada
keluaran, bukan
hasil akhir
181
71
Diagnostik dan Tindakan Inovasi
• Keselarasan strategi yang kuat antara prakarsa inovasi dan
strategi bisnis
• Strategi inovasi yang dipahami secara luas serta dukungan
manajemen yang jelas
• Landasan inovasi yang dikembangkan dengan baik dan kuat
• Pemahaman yang sangat jelas mengenai kebutuhan
customer
• Pendekatan yang jelas dan kuat untuk menilai proyekproyek inovasi berdasarkan klasifikasi inkremental, semi
radikal atau radikal
182
Diagnostik dan Tindakan Inovasi
• Informasi pasar yang kuat dan pengumpulan wawasan
customer
• Proses pembuatan visi dan pembagian ide
• Proses penyaringan ide yang efektif
• Proses yang baik dan yang berlangsung terus-menerus
• Disiplin manajemen proyek yang baik
Proses
• Proses inovasi yang cepat dan lancar
183
72
Diagnostik dan Tindakan Inovasi
• Departemen bisnis dan departemen teknologi yang selaras
bekerja sama dalam inovasi
• Tim lintas fungsi kuat yang menggunakan pekerja paling
sesuai dan bukan menggunakan staf yang kebetulan
tersedia
Sumberdaya
• Secara aktif merekrut staf dengan perspektif nontradisional
• Membangun kompetensi inti dan kemitraan secara efektif
untuk memenuhi kebutuhan inovasi
184
Diagnostik dan Tindakan Inovasi
• Sebuah sistem insentif yang menghargai orang-orang yang
terlibat di dalam inovasi
• Interaksi dan kerja sama konstruktif tingkat tinggi secara
lintas fungsi
• Tanggung jawab eksplisit manajemen senior atas hasil
inovasi
Organisasi
• Kepemimpinan efektif
185
73
TERIMA KASIH
186
Daftar Pustaka
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Ancok, Djamaluddin. 2012. Psikologi Kepemimpinan dan Inovasi. Penerbit Erlangga
Cooper, Robert G. 2011. Winning at New Products. 4th ed. Basic Book
Davila, Tony; Marc J. Epstein dan Robert Shelton (2006). Profit-Making Innovation. Pearson Education Inc.
De Meyer, Arnourd & Sam Garg (2005). Inspire to Innovate. Management & Innovation in Asia. Palgrave Macmillan
Drucker, Peter F. (1985). “The Discipline of Innovation. Harvard Business Review. Mei-Juni 1985. 67-72.
Dyer, Jeffrey H; Hal B. Gregersen; Clayton M. Christensen (2009). “The Innovator’s DNA. Harvard Business Review. Desember
2009. 60-67
Ellitan, Lena dan Lina Anatan (2009). Manajemen Inovasi. Transformasi Menuju Organisasi Kelas Dunia. Alfabeta
Fontana, Avanti (2011). Innovate We Can ! Manajemen Inovasi dan Penciptaan Nilai. Cipta Inovasi Sejahtera
Hammer, Michael (2007). “The Process Audit”. Harvard Business Review. April 2007. 111-123.
Hansen, Morten T. dan Julian Birkinshaw (2007). “The Innovation Value Chain”. HBR Spotlight. Harvard Business Review. Juni
2007. 121-130.
Kanter, Rosabeth Moss (2006). “Innovation : The Classic Trap”. Harvard Business Review. November 2006. 73-83.
Keeley, L (2013). Ten Types of Innovation. John Wiley & Sons
Roper, Stephen; Jun Du; James H. Love (2008). Modelling The Innovation Value Chain. Research Policy 37(2008) 961-977
Shenkar, Oded, (2010). Copycats. How Smart Companies Use Imitation to Gain A Strategic Edges. Harvard Business Press
(terj).
Sidik, Ignas. G (2010). Imitasi Dulu Baru Inovasi ? FMPM Vo. XXIV No 4.
187
74
Download
Random flashcards
Radiobiology

39 Cards

Radioactivity

30 Cards

Nomads

17 Cards

Marketing

46 Cards

Create flashcards