Persepsi 2

advertisement
Pengertian Persepsi
• Proses untuk
mengorganisasikan dan
menafsirkan kesan
indera mereka agar
memberi makna
kepada lingkungan.
Persepsi  Perilaku
Pengertian Persepsi
MENGAPA PERSEPSI ITU PENTING ?
• Keputusan-keputusan individual dalam suatu organisasi
sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi
• Perilaku individu didasarkan pada persepsi mereka
tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri
• Individu menilai orang lain menurut persepsi pribadi
mereka
Perceiption Stages
Environmental Stimuli
Feeling / Hearing / Seeing / Smelling / Tasting
Selective Attention
Organization and Interpretation
Attitudes and
Behaviors
Faktor yang Mempengaruhi
Persepsi
Faktor pada Situasi
• Waktu
• Keadaan Kerja
• Keadaan Sosial
Persepsi
Faktor pada Pemersepsi
• Sikap
• Motif
• Minat
• Pengalaman
• Harapan
Faktor pada Target
• Sesuatu yang baru - Gerakan
• Suara
- Ukuran
• Latar Belakang
- Kedekatan
• Kemiripan
Teori Atribusi
Teori Atribusi
How individuals intepret events and relate them to their
behavior and thingking.
• Attribution theory assumes that people try to
determine why people do what they do ?
• Usaha untuk menjelaskan apakah perilaku individu
disebabkan oleh penyebab internal atau
eksternal.
Teori Atribusi
3 faktor yang mempengaruhi penyebab eksternal atau
internal (kelley’s covariation theory) yaitu
Kekhususan (Distinctiveness) : Sejauh mana seseorang bereaksi dengan cara
yang sama terhadap stimulus atau peristiwa yang berbeda.
Konsensus : Situasi yang membedakan perilaku seseorang dengan perilaku orang
lainnya dalam menghadapi situasi yang sama.
Konsistensi : Suatu kondisi yang menujukkan sejauh mana perilaku seseorang
konsisten dari satu situasike situasi yang lain.
Teori Atribusi
Observasi
Interpretasi
Kekhususan
Perilaku Individual
Konsensus
Konsistensi
Sebab
Internal
Eksternal
Internal
Eksternal
Internal
Eksternal
Teori Atribusi
3 faktor yang mempengaruhi penyebab eksternal atau
internal (kelley’s covariation theory) yaitu
Perilaku akan diatribusikan sebagai atribusi internal bila perilaku
tersebut memiliki Konsensus yang rendah, konsistensi tinggi dan
keunikan yang rendah.
Perilaku akan diatribusikan sebagai atribusi ekternal bila perilaku
ditandai dengan konsesus yang tinggi, konsistensi tinggi dan
keunikan yang tinggi.
Teori Atribusi
Situasi 1 =
• Saya ikut bernyanyi saat menonton konser Band X , orang lain
tidak ikut bernyanyi senang menontong konser Band X.
• Saya selalu ikut bernyanyi kapanpun saya menonton konser Band
X,
• Saya selalu ikut bernyanyi saat menonton pertunjukan musik
band, tidak hanya Band X tetapi juga group band lainnya.
•
• Menurut anda apa sebab saya ikut bernyanyi?
Atribusi Internal / Eksternal
Teori Atribusi
Situasi 2 =
• Saya ikut bernyanyi saat menonton konser Band X , orang lain
juga ikut bernyanyi saat menonton konser Band X.
• Saya selalu ikut bernyanyi kapanpun saya menonton konser Band
X,
• Saya selalu ikut bernyanyi saat menonton pertunjukan musik
band, tetapi tidak ikut bernyanyi saat menonton group band
lainnya.
• Menurut anda apa sebab saya ikut bernyanyi ?
Atribusi Internal / Eksternal
Teori Atribusi
Kesalahan dalam Teori Atribusi
Fundamental attribution error
Kecenderungan untuk meremehkan pengaruh faktor eksternal dan
melebih-lebihkan pengaruh internal atau pribadi.
Self serving bias
Kecenderungan untuk menghubungkan keberhasilan dengan factor
internal, dan menyalahkan factor external apabila terjadi kegagalan.
Teknik Persepsi dalam
pengambilan keputusan
• Persepsi Selektif : Orang2 yg secara selektif
menafsirkan apa yang mereka saksikan
berdasarkan pengalaman, latar belakang,
kepentingan dan sikap.
• Efek Halo : Menarik kesan umum mengenai
seorang individu berdasarkan karakteristik
tunggal.
Teknik Persepsi
• Efek Kontras : evaluasi atas karakteristik2
seseorang yang dipengaruhi oleh pembanding2
dengan orang lain yang baru saja dijumpai yang
berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada
karakteristik yang sama.
• Proyeksi : menghubungkan karakteristik kita
sendiri dengan orang lain
• Berstereotipe : menilai seseorang berdasarkan
persepsi seorang terhadap kelompok seseorang
itu.
Pencegahan Penyimpangan Persepsi
• Menyadari kapan faktor perceptual dapat mempengaruhi persepsi
seseorang.
• Mencari informasi lain untuk mengonfirmasi yang kita tangkap.
• Melurusakan persepsi seseorang melalui meminta umpan balik ketika
mereka mempersepsi suatu situasi yang menyimpang.
• Menghindari penyimpangan-penyimpangan yang umum terjadi seperti
stereotype, hallo effect, dan lain-lain.
• Menghindari terjadinya pengatribusian yang salah dengan cara
menganalisis berbagai faktor yang dapat mengakibatkan kesalahan
dalam pengatribusian.
Penerapan Persepsi
dalam Organisasi
• Wawancara Karyawan =
– Wawancara sering membuat penilaian perseptual yang tidak akurat.
– Pewawancara akan melihat hal-hal yang berlainan dalam diri calon/orang yang sama.
– Jika wawancara merupakan suatu masukan yang penting dalam penerimaan staf,
perusahaan harus mengenali bahwa faktor-faktor perseptual pewawancara dapat
mempengaruhi tipe staf yang dipekerjakan dan mempengaruhi kualitas dari angkatan
kerja.
• Pengharapan Kinerja
– Orang cenderung berupaya untuk mensahihkan persepsi mereka mengenai realitas.
– Pengharapan kita mengenai seseorang/sekelompok orang akan menentukan perilaku kita.
– Contoh jika manager mengharapkan kinerja yang baik, maka staf yang dipimpin cenderung
akan bekerja dengan baik untuk memenuhi ekspetasi manajer.
Penerapan Persepsi dalam Organisasi
• Evaluasi Kinerja
– Penilaian kinerja seorang karyawan sangat bergantung pada proses perseptual.
– Walaupun penilaian ini bisa objektif, namun banyak yang dievaluasi secara
subjektif (penilai membentuk suatu kesan umum mengenai karyawan yang dinilai).
– Semua persepsi dari penilai akan mempengaruhi hasil penilaian tersebut.
• Upaya Karyawan
– Tingkat upaya seorang karyawan dinilai sangat penting selain kinerja saja.
– Namun penilaian terhadap upaya ini sering merupakan suatu pertimbangan
subjektif yang rawan terhadap distorsi-distorsi dan prasangka (bias) perseptual.
• Kesetiaan Karyawan
– Pertimbangan lain yang sering dilakukan manager terhadap karyawan adalah
apakah karyawan tersebut setia atau tidak kepada organisasi.
– Sayangnya, banyak dari penilaian kesetiaan tersebut bersifat pertimbangan.
Studi kasus 1
Suatu perusahaan hendak merekrut karyawan baru untuk mengisi formasi staf URM sehingga setelah
dilakukan proses seleksi administrasi, Manager HRD RS dan kepala Unit Rekam Medis (URM) melakukan
wawancara terhadap para pelamar yang lolos tahap seleksi administrasi. Ketika manager memanggil 2 orang
sekaligus untuk diwawancarai,
• Orang pertama masuk dengan penampilan yang kurang baik seperti tidak memakai jas, rambut panjang,
sepatu yang sudah kusam. Selain itu prestasi orang pertama di bidang akademik juga cenderung biasa
saja. Manager HRD RS dan Kepala URM langsung memberikan penilaian negatif kepada pelamar
tersebut karena melihat penampilannya yang tidak layak untuk datang di dalam wawancara.
• Orang kedua masuk dengan pakaian rapi dan berjas, rambut tertata rapi, dan tampak berkharisma.
Orang kedua juga memiliki prestasi akademik yang baik dengan predikat cumlaude. Manager HRD dan
kepala URM langsung memberikan penilaian positif kepada pelamar tersebut bahwa pelamar ini yang
lebih layak untuk masuk ke dalam perusahaan.
Namun selama wawancara berjalan ternyata orang pertama memiliki suatu cara pandang unik yang berbeda
dari orang kedua dan memiliki kemampuan dalam sistem informasi, dan cara berpikir dan kemampuan
Sistem informasi dari orang pertama yang sangat dibutuhkan oleh URM RS yang sedang ingin
mengembangkan penerapan Rekam Medis Elektronik di URM RS tersebut, sehingga manager tersebut
mengabaikan penampilan orang pertama tersebut dan menerimanya untuk bekerja di URM RS.
Pengertian Persepsi
MENGAPA PERSEPSI ITU PENTING ?
• Keputusan-keputusan individual dalam suatu organisasi
sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi
• Perilaku individu didasarkan pada persepsi mereka
tentang kenyataan, bukan pada kenyataan itu sendiri
• Individu menilai orang lain menurut persepsi pribadi
mereka
Hubungan Antara Keputusan Individu
dan Persepsi
Berbagai keputusan individu di organisasi dan kualitas dari pilihan akhir
mereka sangat dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Pembuatan keputusan muncul sebagai reaksi atas sebuah masalah  ada
ketidaksesuaian antara perkara saat ini dengan keadaan yang diinginkan
yang membutuhkan pertimbangan untuk membuat beberapa tindakan
alternative.
Decision Making – Problem Solving
DECISION MAKING
Process of Selecting a
course of action that will
solve a problem
PROBLEM SOLVING
Process of Taking
corrective action to meet
objectives
Decision Making – Problem Solving
Decision-Making Model in Organization
Model Rasional
• Pembuat keputusan tersebut membuat pilihan-pilihan yang
konsisten dan memaksimalkan nilai dalam batasan-batasan
tertentu.
• Pilihan-pilihan ini dibuat dengan mengikuti enam langkah
dari model pembuatan keputusan yang rasional (rational
decision-making model).
Decision-Making Model in Organization
• Model Rasional
–
–
–
–
–
–
Tetapkan masalah
Identifikasikan criteria keputusan
Alokasikan bobot pada criteria
Kembangkan Alternatif
Evaluasi alternative
Pilihlah alternatif terbaik
Common Biases and Errors
in Decision Making
• Overconfidence Bias : Believing too
much in our own ability to make good
decisions.
• Anchoring bias : Using early, first
reseived information as the basis for
making subsequent judgments.
• Confirmation bias : Selecting and using
only facts that support our decision.
Common Biases and Errors
in Decision Making
• Escalation of commitment : an
increased commitment to a previous
decision in spite of negative
information.
• Hindsight Bias : The tendency to believe
falsely that we’d have accurately
predicted the outcome of an event,
after that outcome is actually known.
Common Biases and Errors
in Decision Making
• Availability bias : Emphasizing
information that is most readily at
hand (recent, vivid)
• Risk Aversion : The tendency to
prefer a sure gain of a moderate
amount over a risker outcome.
Cara Mengurangi Bias dalam Pengambilan Keputusan
• Fokus pada tujuan
• Mencari informasi yang melemahkan keyakinan anda
• Jangan berusaha mengartikan peristiwa yang tidak
disengaja (kebetulan)
• Perbanyak pilihan
Download
Related flashcards
Create Flashcards