Six Sigma & Lean Six Sigma

advertisement
SIX SIGMA
&
LEAN SIX SIGMA
DI SUSUN OLEH :
Ketut Mirna Yuanita 51811486
Donna Friska 51811525
I Gd Deddy Rahmat 51811474
Timotius Paulus Fuah 51811498
Selvy Priskila 51811492
LATAR BELAKANG
Globalisasi dan kemudahan akses terhadap informasi,
perkembangan produk dan jasa yang pesat telah
mengubah bagaimana pelanggan bertransaksi
dengan sebuah perusahaan. Model bisnis lama sudah
tidak bisa lagi dijalankan.
Kualitas dari sebuah produk sangat mempengaruhi
kepuasan pelanggan, tidak hanya mempengaruhi
kepuasan konsumen tetapi kualitas sebuah produk
juga menjadi tolak ukur sebuah perusahaan apakah
perusahaan tersebut dapat bersaing dengan
perusahaan lainnya atau tidak
.
Kualitas yang baik tercipta karena proses yang baik
pula, produk yang bagus belum tentu memiliki
kualitas yang baik, proses produksi dari sebuah
produk memiliki peranan penting dalam
menghasilkan suatu produk dengan kualitas yang
baik atau produk yang berkualitas. Perusahaan
harus dapat menentukan standar kualitas atau batas
atas dan batas bawah dari kualitas sebuah produk
yang dihasilkan sesuai dengan keinginan
pelanggan.
TUJUAN :
1. Dapat mengetahui maksud, tujuan serta
konsep dari Six Sigma dan Lean Six Sigma,
pengaplikasian serta pengaruhnya terhadap
kinerja perusahaan sebagai strategi bisnis dalam
pengendalian kualitas guna menciptakan nilai
tambah bagi pelanggan.
2. Menyelesaikan tugas yang telah diamanatkan
oleh Dosen matakuliah Manajemen Operasional
dan semoga bisa memperoleh nilai yang
memuaskan.
TEORI :
Salah Satu dari pendekatan Six Sigma adalah
memungkinkan para manajer untuk mampu
mendeskripsikan kinerja proses dalam hal
variabilitasnya dan untuk membandingkan proses
yang berbeda dengan menggunakan matriks
umum. (Manajemen Operasional dan Rantai
Pasokan Edisi 14, Mc Graw Hill,2016)
Fokus dari Lean lebih diasosiasikan pada
pemborosan dan kecepatan, sedangkan
focus dari Six Sigma adalah cacat dan
peningkatan kualitas. Dengan kata lain
Lean Six Sigma lebih memfokuskan pada
perbaikan sebuah proses. (The Lean Six
Sigma, Black Belt Handbook,2014)
Metode six sigma telah banyak diaplikasikan
dalam rangka peningkatan kinerja, seperti
- Industry Manufaktur (Linderman, Dkk, 2003)
- Kesehatan Dan Keselamatan (Rimantho &
Cahyadi,2016)
- System Manajemen Lingkungan (Calia, Dkk,
2009)
Metodologi Six Sigma
Define
Define merupakan langkah untuk menentukan
sasaran kegiatan peningkatan kualitas dengan
Six Sigma.
Define sendiri menjadi cara untuk dapat
mengidentifikasi para pelanggan dan prioritas
dari pelanggan itu, mengidentifikasi proyek
yang sesuai dengan upaya Six Sigma
berdasarkan tujuan bisnis serta kebutuhan
pelanggan dan timbal baliknya
Measure
Measure juga merupakan langkah kedua dalam
program peningkatan kualitas Six SigmaDMAIC. Hal pokok yang harus dilakukan dalam
hal ini yaitu:
1) Menentukan karakteristik kualitas kunci, disini
karakteristik kualitas atau CTQ
2) Pengukuran baseline kinerja atribut
karateristik kualitas pada tingkat output
Analyze
Analyze sendiri juga merupakan tahap
mengidentifikasi masalah berdasarkan analisis data
yang dilakukan. Salah satu sebagai alat analyze
adalah Diagram Pareto yang dirancang untuk
mengetahui CTQ yang memiliki banyaknya cacat
terbesar. Dengan demikian dapat dilakukan
penentuan prioritas CTQ yang hendak diperbaiki.
Improve
Improve dapat mengidentifikasi cara menghilangkan
penyebab-penyebab kecacatan, mengkonfirmasi
variable utama dan menghitung besarnya pengaruh
variable-variable tersebut terhadap CTQ. Selain itu
improve juga mengidentifikasi jangkauan
penerimaan maksimal dari variable utama dan suatu
system untuk mengukur deviasi variable dan tahapan
ini memodifikasi proses agar tetap berada pada
jangkauan yang dapat diterima.
Control
tugas dari control adalah harus dapat menentukan
cara-cara untuk mempertahankan perbaikan dan
meletakkan alat-alat pada tempatnya untuk
memastikan bahwa variable utama tetap berada
dalam jangkauan maksimal yang dapat diterima di
bawah proses yang dimodifikasi.
Peran dan Tanggung Jawab Six Sigma
Yang pertama adalah pimpinan eksekutif (executive leader), yaitu
orang-orang yang sungguh-sungguh berkomitmen pada Six Sigma
dan yang mempromosikannya di seluruh bagian organiasi, dan
juara (champion), yaitu orang-orang yang mengambil alih
tanggung jawab terhadap proses yang akan diperbaiki
Yang kedua adalah pelatihan untuk seluruh bagian perusahaan
mengenai konsep dan peralatan Six Sigma. Untuk memecahkan
permasalahan ini, para professional di perusahaan menerapkan Six
Sigma yang diberi gelar-gelar bela diri yang menggambarkan
keahlian dan peran mereka.
Yang ketiga adalah penetapan tujuan tingkat tinggi (stretch
objective) untuk mencapai perbaikan. Dan yang terakhir adalah
penguatan dan penghargaan yang kesinambungan.
LEAN SIX SIGMA
Konsep Lean didasarkan pada pro produksi Henry Ford’s
production process yang disempurnakan pada awal 1900-an
dan yang menjadi bagian dari Total Quality Management dan
metodologi Six Sigma.
Konsep lean adalah sekumpulan peralatan dan metode yang
dirancang untuk mengeliminasi waste, mengurangi waktu
tunggu, memperbaiki performance dan mengurangi biaya. Lean
adalah suatu upaya terus menerus untuk menghilangkan
pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value
added) produk (barang dan/atau jasa) agar memberikan nilai
kepada pelanggan. Tujuan dari lean adalah untuk
mengeliminasi waste semua proses dan memaksimalkan
efisiensi proses. Lean berfokus pada peningkatan terus menerus
customer value melalui identifikasi dan eliminasi aktifitas yang
tidak bernilai tambah yang merupakan pemborosan (waste).
Lean Six Sigma Level
Lean Six Sigma Master Black Belt
Individu yang memiliki pengalaman luas dalam
menerapkan Six Sigma dan yang telah menguasai
metodologi Six Sigma. Selain itu, individuindividu ini harus mampu mengajari metodologi
Six Sigma kepada semua tingkat personil dan
untuk berurusan dengan manajemen eksekutif
dalam melatih mereka pada perubahan budaya
dalam organisasi.
Lean Six Sigma Black Belt
Individu yang telah memiliki pelatihan lanjutan
dengan penekanan khusus pada aplikasi statistik
dan pendekatan pemecahan masalah. Individuindividu ini sangat kompeten untuk melayani
sebagai konsultan dan pelatih di tempat untuk
penerapan metodologi Six Sigma.
Lean Six Sigma Green Belt
Individu yang telah menyelesaikan pelatihan Six
Sigma, mampu melayani di tim proyek Six Sigma,
dan mengelola proyek Six Sigma sederhana. Sabuk
hijau adalah pengelola area yang paling terlibat
dalam masalah. Namun, sangat sulit bagi manajer
untuk memimpin atau bahkan melayani di LSST
kecuali mereka dibebaskan dari tugas manajemen
mereka
Lean Six Sigma Yellow Belt
Individu yang telah dilatih untuk melakukan
sebagai anggota Six Sigma digunakan untuk
mengumpulkan data, berpartisipasi dalam
pemecahan masalah, dan membantu dalam
pelaksanaan kegiatan perbaikan individu. Sabuk
kuning akan memiliki pemahaman praktis tentang
banyak alat pemecahan masalah dasar dan
metodologi DMAIC
Lean Six Sigma Blue Belt
Individu yang dilatih dalam pemecahan masalah
dasar dan alat-alat tim, dengan tujuan membangun
pendekatan perbaikan bersama di seluruh
organisasi. Semua karyawan harus minimal di level
Sabuk Biru. Semua karyawan harus dilatih sebagai
LSS Blue Belts sebagai praktik standar
Lima Tahapan Proyek Perbaikan Lean Six Sigma
Ada lima fase yang harus melalui proyek
peningkatan Lean Six Sigma:
Fase I: Fase penjualan
Tahap II: Tahap perencanaan dan pelatihan
Fase III: Fase peluncuran
Fase IV: Pengukuran fase hasil
Fase V: Mempertahankan konsep dan menahan fase
penguatan
SARAN
Agar peningkatan dapat terus dilakukan, ada beberapa
saran yang dapat dilakukan yaitu :
1. Kunci dari keberhasilan proyek lean six sigma adalah
konsisten terhadap tindakan perbaikan. Maka harus
melakukan pengawasan secara terus-menerus dan
terkontrol terhadap kinerja pegawai yang terlibat
langsung dengan tindakan perbaikan meskipun sudah
membentuk tim dengan kualitas hebat.
2. Selalu mengadakan sesi sharing secara berkala
sebagai alat ukur untuk mengevaluasi kendala yang
terjadi di lapangan, sehingga masalah dapat
diselesaikan lebih dini tanpa menunggu keadaan
menjadi lebih buruk.
Download
Related flashcards
Create Flashcards