Formulating the Research Design

advertisement
Chapter 5
Formulating the Research Design
Seorang peneliti harus dapat menjelaskan mengapa memilih desain penelitian
tertentu. Pembenaran ini harus didasarkan pada pertanyaan dan tujuan penelitian dan
juga harus konsisten dengan filosofi penelitiannya. Terdapat 2 jenis penelitian yaitu
studi eksplorasi dan studi deskriptif. Studi eksplorasi adalah cara untuk mengajukan
pertanyaan terbuka untuk menemukan apa yang sedang terjadi dan mendapatkan
wawasan baru tentang suatu subjek yang menarik. Melakukan penelitian eksploratif
berguna ketika seseorang ingin memahami sesuatu atau ingin menilai fenomena.
Cara untuk melakukan penelitian eksplorasi adalah mencari literatur, mewawancarai
para ahli dan melakukan wawancara kelompok fokus atau wawancara individu.
Sedangkan studi deskriptif untuk memperoleh profil yang akurat tentang kejadian,
orang atau situasi. Hal ini dimungkinkan untuk studi deskriptif, eksplanatori dan
eksploratori untuk hidup berdampingan dalam satu proyek penelitian, di mana
mereka dapat memperluas satu sama lain. Ketika mendorong penelitian deskriptif
seseorang harus berhati-hati, karena studi deskriptif dapat menjadi terlalu deskriptif
dan karena itu dapat menyebabkan hasil yang tidak berharga. Ini juga alasan
mengapa kebanyakan studi deskriptif sering dikombinasikan dengan studi
eksploratori karena setelah menjelaskan sesuatu menggunakan studi eksploratori,
pencarian akan memberikan penjelasan yang berharga. Saat melakukan eksperimen,
hipotesis nol diuji secara statistik. Hipotesis nol akan diterima ketika probabilitas
bahwa tidak ada perbedaan statistik lebih besar dari nilai yang ditentukan (sebagian
besar kali 0,05). Dalam hal ini hipotesis alternatif akan ditolak. Ada berbagai desain
eksperimental yaitu eksperimen klasik dan percobaan kuasi - menggunakan
kelompok eksperimen dan control. Sedangkan survei merupakan strategi penelitian
yang dikaitkan dengan pendekatan penelitian deduktif. Survei sering digunakan
untuk penelitian eksploratif dan deskriptif. Karena sebagian besar survei
menggunakan kuesioner, mudah bagi orang untuk memahami dan menjelaskan.
Inilah alasan mengapa desain penelitian semacam ini sangat populer. Selain melalui
kuesioner, data untuk strategi survei juga dapat dikumpulkan melalui observasi
terstruktur dan wawancara terstruktur. Dengan survei, data kuantitatif dikumpulkan
dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Ketika
menggunakan sampel seseorang harus yakin bahwa sampel tersebut mewakili
seluruh populasi. Adapula metode studi kasus. Penelitian studi kasus dapat
menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif seperti kuesioner dan wawancara.
Selain itu metode pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan untuk
mempelajari kelompok orang tertentu. Ketika melakukan penelitian etnografi,
peneliti ingin mengeksplorasi dan menganalisis orang dalam kelompok yang berbagi
ruang yang sama (ini bisa menjadi jalan yang sama, kelompok kerja, organisasi atau
bahkan masyarakat) dan yang berinteraksi satu sama lain. Cunliffe membedakan tiga
strategi etnografi yaitu etnografi realis, etnografi interpretasi, dan etnografi kritis.
Banyak desain penelitian manajemen dan bisnis yang cenderung menggabungkan
elemen kualitatif dan kuantitatif. Ini karena beberapa data yang berasal dari
penelitian kualitatif dapat dianalisis secara kuantitatif, atau dapat digunakan untuk
menginformasikan desain pertanyaan lain. Penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat
dilihat sebagai dua ujung kontinum. Karakteristiknya yaitu sering dikaitkan dengan
realisme kritis, karena filosofi ini menganjurkan bahwa sementara ada realitas
obyektif untuk dunia yang ditinggali, cara masing-masing dipahami dan ditafsirkan
akan dipengaruhi oleh pengondisian sosial masyarakat. Hal tersebut juga bisa
dikaitkan dengan pragmatisme. Metode ini dapat menggunakan pendekatan induktif
atau deduktif. Seringkali kedua pendekatan digunakan. Gambar 5.2 di halaman 165
menunjukkan gambar dari berbagai pilihan metodelogi sosial yang dapat dibuat: •
Metode mono: memilih studi kuantitatif atau kualitatif • Berbagai metode: memilih
metode kualitatif dan kualitatif studyo Multi: lebih dari satu teknik pengumpulan data
digunakan tetapi ini terbatas pada desain kualitatif atau kuantitatif. Metode
campuran: baik desain kualitatif maupun kuantitatif dicampur dalam desain
penelitian
Download
Related flashcards
Create Flashcards