Hasil Pertemuan Tahunan IMF-WB di Bali 2018

advertisement
HASIL PERTEMUAN IMF-WORLD BANK 2018 DI BALI :
PENGEMBANGAN SDM MELALUI KERJA SAMA DENGAN
ALIBABA
Indonesia sukses menggelar pertemuan tahunan International Monetary Fund-World
Bank Group (IMF-WBG) 2018. Dari hajatan yang berlangsung tujuh hari di Bali itu Indonesia
meraih pujian dari pemimpin negara dan lembaga perbankan dunia. Pertemuan tersebut tentu
menghasilkan banyak kesepakatan dalam berbagai bidang, mulai dari bantuan sosial untuk Palu,
Lombok, dan NTB hingga penerbitan green sukuk. Di Antara hasil pertemuan tersebut, yang
akan saya bahas terkait Human Capital.
Hingga akhir abad ke-20, Sumber Daya Manausia dan tenaga kerja masih menjadi
masalah utama di Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia sedang menjalankan Revolusi
Industri Keempat dan sedang dalam tahap pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals)
2030 yang akan sangat mempengaruhi pasar tenaga kerja Indonesia. Tidak dapat dihindari
automasi dan digitalisasi yang dibawa oleh Revolusi Industri Keempat, dimana cepat atau
lambat tenaga kerja kasar akan segera tergantikan oleh robot. Dilihat secara efisiensi,
menggunakan robot akan lebih cepat dan meminimalisir error yang mungkin dapat disebabkan
oleh manusia
Bahkan sebelum tenaga kerja kasar akan digantikan oleh robot, Indonesia pun masih
memiliki angkatan kerja yang mengangur. Data dari Bank Dunia (2017) menunjukkan bahwa
tingkat pengangguran di Indonesia berada pada tingkat 5,6%, meningkat dari 2,59% pada tahun
1991. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (2013) menyebutkan bahwa dari jumlah
tersebut, 71,3% dari angka tersebut merupakan generasi muda usia produktif. Salah satu
penyebabnya yaitu masih kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia
Penyebab lainnya di yaitu kurangnya skill atau kompetensi dari Sumber Daya Manusia
atau Angkatan Kerja. Dapat dilihat data dari Kementerian Ketenagakerjaan, Tenaga Kerja
Asing yang masuk ke Indonesia kebanyakan menduduki jabatan sebagai tenaga ahli,
professional, manajer, dan pekerjaan yang membutuhkan skill tinggi. Dibandingkan dengan
data Tenaga Kerja Indonesia yang ke Luar negeri, kebanyakan bekerja sebagai Pembantu
Rumah Tangga, Supir, Tukang kebun, dan pekerjaan yang sejenis.
Oleh karena itu, harus segera dipersiapkan strategi dan solusi agar dapat bertahan di
tengah Revolusi Industri Keempat dan tantangan SDGs ini. SDGs dan Revolusi Industri
Keempat membutuhkan tenaga kerja yang lebih berkualitas dengan kompetensi/skill dengan
kualifikasi tinggi. Selain itu, Indonesia juga membutuhkan tenaga kerja yang berjiwa wirausaha,
dimana diharapkan bisnis yang dibangun akan menyerap banyak tenaga kerja yang
menganggur.
Salah satu solusi yang tepat yaitu dengan melakukan kerja sama dengan negara lain
yang lebih maju. Pertemuan IMF-WB di Bali merupakan momentum yang pas bagi Indonesia.
Salah satu kesepakatan yang dihasilkan yaitu bantuan pengembangan SDM (sumber daya
manusia) guna mengerek human capital index Indonesia. Salah satu perusahaan teknologi
terbesar di Tiongkok, Alibaba, akan membantu pengembangan SDM Indonesia dengan
program 1.000 pengusaha bidang digital. Alibaba mengundang anak muda dan pelaku usaha
mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk belajar bisnis digital di Tiongkok.
Kerja sama ini akan sangat menguntungkan, khususnya bagi Indonesia. Kerja sama
dengan Alibaba berupa undangan belajar bisnis tersebut akan meningkatkan skill, baik
kompetensi menjalankan bisnis maupun jiwa berwirausaha dari tenaga kerja yang terlibat.
Dengan demikian, ini diharapkan dapat menjadi saat yang tepat dalam alih teknologi dan
informasi/pengetahuan. Skill yang diperoleh dapat diaplikasikan saat bekerja yang akan
mendorong produktivitas. Jiwa berwirausaha yang semakin terasah dan terlatih dapat
mendorong terciptanya lapangan kerja yang baru di Indonesia. Kedua bentuk hasil kerja sama
tersebut tetap dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Namun, yang perlu ditekankan yaitu apabila tenaga kerja tersebut telah selesai dan
sudah siap untuk membangun digital bisnis di Indonesia, dukungan dan bantuan Pemerintah
akan sangat dibutuhkan. Dukungan dapat berupa materil maupun nonmateril. Ini juga
merupakan salah satu solusi untuk mendorong generasi muda untuk lebih produktif. Laporan
hasil pembelajaran tenaga kerja Indonesia di China akan menjadi acuan pemerintah dalam
mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki kualitas SDM-nya, salah satu melalui anggaran
pendidikan 20%, tutur Sri Mulyani (2018).
Download
Related flashcards
Create Flashcards