Permintaan dan Penawaran Agregat

advertisement
Permintaan dan
Penawaran Agregat
Copyright © 2004 South-Western
33
Fluktuasi Ekonomi Jangka Pendek
• Kegiatan ekonomi berfluktuasi dari tahun ke
tahun.
• Dalam beberapa tahun sebagian besar produksi
barang dan jasa naik.
• Rata-rata selama 50 tahun terakhir, produksi dalam
ekonomi AS telah tumbuh sekitar 3 persen per
tahun.
• Dalam beberapa tahun pertumbuhan normal tidak
terjadi, menyebabkan resesi.
Copyright © 2004 South-Western
Fluktuasi Ekonomi Jangka Pendek
• Resesi adalah periode penurunan pendapatan
riil, dan meningkatnya pengangguran
• Depresi adalah resesi yang parah.
Copyright © 2004 South-Western
TIGA FAKTA KUNCI TENTANG
FLUKTUASI EKONOMI
• Fluktuasi ekonomi tidak teratur dan tidak dapat
diprediksi.
• Fluktuasi ekonomi sering disebut siklus bisnis..
• Hampir semua variabel makroekonomi
berfluktuasi bersama-sama.
• Saat output turun, pengangguran meningkat.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 1 A Look At Short-Run Economic
Fluctuations
(a) Real GDP
Billions of
1996 Dollars
$10,000
9,000
Real GDP
8,000
7,000
6,000
5,000
4,000
3,000
2,000
1965
1970
1975
1980
1985
1990
1995
2000
Copyright © 2004 South-Western
TIGA FAKTA KUNCI TENTANG
FLUKTUASI EKONOMI
• Hampir semua variabel makroekonomi
berfluktuasi bersama-sama.
• Hampir semua variabel makroekonomi yang
mengukur beberapa jenis pendapatan atau produksi
berfluktuasi bersama-sama secara erat.
• Meskipun banyak variabel makroekonomi yang
berfluktuasi bersama-sama, mereka berfluktuasi
dengan jumlah yang berbeda.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 1 A Look At Short-Run Economic
Fluctuations
(b) Investment Spending
Billions of
1996 Dollars
$1,800
1,600
1,400
Investment spending
1,200
1,000
800
600
400
200
1965
1970
1975
1980
1985
1990
1995
2000
Copyright © 2004 South-Western
TIGA FAKTA KUNCI TENTANG
FLUKTUASI EKONOMI
• Saat Output turun, Pengangguran meningkat
• Perubahan PDB riil berbanding terbalik dengan
perubahan tingkat pengangguran.
• Selama masa resesi, pengangguran meningkat
secara substansial.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 1 A Look At Short-Run Economic
Fluctuations
(c) Unemployment Rate
Percent of
Labor Force
12
10
Unemployment rate
8
6
4
2
0
1965
1970
1975
1980
1985
1990
1995
2000
Copyright © 2004 South-Western
PENJELASAN FLUKTUASI
EKONOMI JANGKA PENDEK
• Bagaimana Jangka Pendek Berbeda dari Jangka
Panjang
• Sebagian besar ekonom percaya bahwa teori klasik
menggambarkan dunia dalam jangka panjang tetapi
tidak dalam jangka pendek.
• Perubahan jumlah uang beredar mempengaruhi variabel
nominal tetapi tidak variabel riil dalam jangka panjang.
• Asumsi netralitas moneter tidak tepat ketika mempelajari
perubahan tahun-ke-tahun dalam perekonomian.
Copyright © 2004 South-Western
Model Dasar Fluktuasi Ekonomi
• Dua variabel digunakan untuk mengembangkan
sebuah model untuk menganalisis fluktuasi
jangka pendek.
• Output barang dan jasa suatu perekonomian diukur
oleh PDB riil.
• Tingkat harga keseluruhan diukur oleh IHK(CPI)
atau deflator PDB.
Copyright © 2004 South-Western
Model Dasar Fluktuasi Ekonomi
• Model Dasar Permintaan Agregat dan
Penawaran Agregat
• Ekonom menggunakan model permintaan agregat
dan penawaran agregat untuk menjelaskan fluktuasi
jangka pendek dalam aktivitas ekonomi di sekitar
trend jangka panjang nya
Copyright © 2004 South-Western
Model Dasar Fluktuasi Ekonomi
• Model Dasar Permintaan Agregat dan
Penawaran Agregat
• Kurva permintaan agregat menunjukkan jumlah
barang dan jasa yang ingin dibeli oleh rumah
tangga, perusahaan, dan pemerintah pada setiap
tingkat harga.
Copyright © 2004 South-Western
Model Dasar Fluktuasi Ekonomi
• Model Dasar Permintaan Agregat dan
Penawaran Agregat
• Kurva penawaran agregat menunjukkan jumlah
barang dan jasa yang dipilih perusahaan untuk
diproduksi dan dijual pada setiap tingkat harga.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 2 Permintaan Agregat dan Penawaran
Agregat
Price
Level
Aggregate
supply
Equilibrium
price level
Aggregate
demand
0
Equilibrium
output
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
KURVA PERMINTAAN AGREGAT
• Empat komponen PDB (Y) berkontribusi pada
permintaan agregat untuk barang dan jasa.
Y = C + I + G + NX
Copyright © 2004 South-Western
Figure 3 Kurva Permintaan Agregat
Price
Level
P
P2
1. A decrease
in the price
level . . .
0
Aggregate
demand
Y
Y2
Quantity of
Output
2. . . . increases the quantity of
goods and services demanded.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat
Bergradien Negatif
• Tingkat Harga dan Konsumsi: Efek Kekayaan
• Tingkat Harga dan Investasi: Efek Suku Bunga
• Tingkat Harga dan Ekspor Neto: Efek Nilai
Tukar
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat
Bergradien Negatif
• Tingkat Harga dan Konsumsi: Efek Kekayaan
• Penurunan tingkat harga membuat konsumen
merasa lebih kaya, yang pada gilirannya mendorong
mereka untuk berbelanja lebih banyak.
• Peningkatan dalam belanja konsumen berarti
jumlah yang lebih besar dari barang dan jasa yang
diminta.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat
Bergradien Negatif
• Tingkat Harga dan Investasi: Efek Suku Bunga
• Tingkat harga yang lebih rendah mengurangi
tingkat suku bunga, yang mendorong pengeluaran
yang lebih besar pada barang-barang investasi.
• Peningkatan pengeluaran investasi berarti jumlah
yang lebih besar dari barang dan jasa yang diminta.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat
Bergradien Negatif
• Tingkat Harga dan Ekspor Neto: Efek Nilai
Tukar
• Ketika penurunan tingkat harga US menyebabkan
suku bunga AS turun, nilai tukar riil terdepresiasi,
yang merangsang ekspor neto AS.
• Peningkatan pengeluaran ekspor neto berarti jumlah
yang lebih besar dari barang dan jasa yang diminta.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat Dapat
Bergeser
• Kemiringan ke bawah dari kurva permintaan
agregat menunjukkan bahwa penurunan tingkat
harga meningkatkan jumlah keseluruhan barang
dan jasa yang diminta.
• Banyak faktor lain, bagaimanapun,
mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang
diminta pada setiap tingkat harga tertentu.
• Ketika salah satu dari faktor-faktor lain ini
berubah, kurva permintaan agregat bergeser.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Permintaan Agregat Dapat
Bergeser
• Pergeseran muncul dari
•
•
•
•
Konsumsi
Investasi
Pembelian pemerintah
Ekspor Neto
Copyright © 2004 South-Western
Pergeseran pada Kurva Permintaan
Agregat
Price
Level
P1
D2
Aggregate
demand, D1
0
Y1
Y2
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
KURVA PENAWARAN AGREGAT
• Dalam jangka panjang, kurva penawaran
agregat vertikal.
• Dalam jangka pendek, kurva penawaran agregat
miring ke atas.
Copyright © 2004 South-Western
KURVA PENAWARAN AGREGAT
• Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang
• Dalam jangka panjang, produksi barang dan jasa
suatu perekonomian tergantung pada pasokan atas
tenaga kerja, modal, dan sumber daya alam dan
teknologi yang tersedia yang digunakan untuk
mengubah faktor-faktor produksi menjadi barang
dan jasa.
• Tingkat harga tidak mempengaruhi variabelvariabel ini dalam jangka panjang.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 4 Kurva Penawaran Agregat Jangka
Panjang
Price
Level
Long-run
aggregate
supply
P
P2
2. . . . does not affect
the quantity of goods
and services supplied
in the long run.
1. A change
in the price
level . . .
0
Natural rate
of output
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
KURVA PENAWARAN AGREGAT
• Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang
• kurva penawaran agregat jangka-panjang adalah
vertikal pada tingkat output alamiah.
• Tingkat produksi ini juga disebut sebagai output
potensial atau output dengan full-employment
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Agregat Jangka
Panjang Dapat Bergeser
• Setiap perubahan dalam perekonomian yang
mengubah tingkat output alamiah menggeser
kurva penawaran agregat jangka-panjang.
• Pergeseran tersebut dapat dikategorikan sesuai
dengan berbagai faktor dalam model klasik
yang mempengaruhi output.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Agregat Jangka
Panjang Dapat Bergeser
• Pergeseran berasal dari
•
•
•
•
Tenaga kerja
Modal
Sumber Daya Alam
Pengetahuan Teknologi
Copyright © 2004 South-Western
Figure 5 Pertumbuhan Jangka Panjang dan Inflasi
2. . . . and growth in the
money supply shifts
aggregate demand . . .
Long-run
aggregate
supply,
LRAS1980 LRAS1990 LRAS2000
Price
Level
1. In the long run,
technological
progress shifts
long-run aggregate
supply . . .
P2000
4. . . . and
ongoing inflation.
P1990
Aggregate
Demand, AD2000
P1980
AD1990
AD1980
0
Y1980
Y1990
Quantity of
Output
3. . . . leading to growth
in output . . .
Y2000
Copyright © 2004 South-Western
Cara Baru untuk Menggambarkan
Pertumbuhan Jangka Panjang dan Inflasi
• Fluktuasi jangka pendek dalam output dan
tingkat harga harus dipandang sebagai
penyimpangan dari trend jangka panjang
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Aggregat
Bergradien Positif pada Jangka Pendek
• Dalam jangka pendek, peningkatan tingkat
harga dalam perekonomian cenderung
meningkatkan jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan.
• Penurunan tingkat harga cenderung mengurangi
jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 6 Kurva Penawaran Agregat Jangka
Pendek
Price
Level
Short-run
aggregate
supply
P
P2
2. . . . reduces the quantity
of goods and services
supplied in the short run.
1. A decrease
in the price
level . . .
0
Y2
Y
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Aggregat
Bergradien Positif pada Jangka Pendek
• Teori Misperceptions
• Teori Sticky-Wage
• Teori Sticky-Price
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Aggregat
Bergradien Positif pada Jangka Pendek
• Teori Misperceptions
• Perubahan dalam tingkat harga keseluruhan yang
sementara menyesatkan pemasok tentang apa yang
terjadi di pasar di mana mereka menjual output
mereka :
• Tingkat harga yang lebih rendah menyebabkan
kesalahan persepsi tentang harga relatif.
• Mispersepsi ini mendorong pemasok untuk mengurangi
jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Kurva Penawaran Aggregat
Bergradien Positif pada Jangka Pendek
• Teori Sticky-Wage
• Upah nominal lambat untuk menyesuaikan, atau
"lengket" dalam jangka pendek :
• Upah tidak segera menyesuaikan dengan penurunan
tingkat harga.
• Tingkat harga yang lebih rendah membuat kerja dan
produksi kurang menguntungkan.
• Hal ini mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah
barang dan jasa yang ditawarkan
Copyright © 2004 South-Western
Teori Sticky-Price
• Harga beberapa barang dan jasa menyesuaikan
dengan lamban dalam menanggapi perubahan
kondisi ekonomi :
• Penurunan tak terduga dalam tingkat harga meninggalkan
beberapa perusahaan dengan l harga lebih tinggi dari
yang diinginkan.
• Penjualan yang tertekan ini, yang mendorong perusahaan
untuk mengurangi jumlah barang dan jasa yang mereka
hasilkan.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Penawaran Agregat Jangka
Pendek Dapat Bergeser
• Pergeseran berasal dari
•
•
•
•
•
tenaga kerja
Modal
Sumber Daya Alam.
Teknologi.
Tingkat Harga yang Diharapkan.
Copyright © 2004 South-Western
Mengapa Penawaran Agregat Jangka
Pendek Dapat Bergeser
• Kenaikan tingkat harga yang diharapkan
mengurangi jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan dan menggeser kurva penawaran
agregat jangka pendek ke kiri.
• Penurunan tingkat harga yang diharapkan
meningkatkan jumlah barang dan jasa yang
ditawarkan dan menggeser kurva penawaran
agregat jangka pendek ke kanan.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 7 Keseimbangan Jangka Panjang
Price
Level
Long-run
aggregate
supply
Short-run
aggregate
supply
A
Equilibrium
price
Aggregate
demand
0
Natural rate
of output
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
Figure 8 Kontraksi pada Permintaan Agregat
2. . . . causes output to fall in the short run . . .
Price
Level
Long-run
aggregate
supply
Short-run aggregate
supply, AS
AS2
3. . . . but over
time, the short-run
aggregate-supply
curve shifts . . .
A
P
B
P2
P3
1. A decrease in
aggregate demand . . .
C
Aggregate
demand, AD
AD2
0
Y2
Y
4. . . . and output returns
to its natural rate.
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
DUA PENYEBAB FLUKTUASI
EKONOMI
• Pergeseran pada Permintaan Agregat
• Dalam jangka pendek, pergeseran permintaan
agregat menyebabkan fluktuasi dalam output barang
dan jasa suatu perekonomian.
• Dalam jangka panjang, pergeseran permintaan
agregat mempengaruhi tingkat harga keseluruhan
tetapi tidak mempengaruhi output.
Copyright © 2004 South-Western
DUA PENYEBAB FLUKTUASI
EKONOMI
• Pergeseran yang merugikan dalam Penawaran
Agregat
• Penurunan salah satu penentu dari penawaran
agregat menggeser kurva ke kiri :
• Output turun di bawah tingkat alamiah pekerja
• pengangguran meningkat.
• Tingkat harga naik.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 10 Pergeseran YANG merugikan dalam
Penawaran Agregat
1. An adverse shift in the shortrun aggregate-supply curve . . .
Price
Level
Long-run
aggregate
supply
AS2
Short-run
aggregate
supply, AS
B
P2
A
P
3. . . . and
the price
level to rise.
Aggregate demand
0
Y2
2. . . . causes output to fall . . .
Y
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
Efek Pergeseran Pada Penawaran Agregat
• Stagflasi
• Pergeseran yang merugikan pada penawaran
agregat menyebabkan stagflasi-masa resesi dan
inflasi.
• Output jatuh dan harga naik.
• Pembuat kebijakan yang dapat mempengaruhi
permintaan agregat tidak dapat mengimbangi kedua efek
samping secara bersamaan.
Copyright © 2004 South-Western
Efek Pergeseran Pada Penawaran Agregat
• Kebijakan untuk Merespon Resesi
• Para pembuat kebijakan dapat merespon resesi
dengan salah satu cara berikut ini :
• Tidak melakukan apa-apa dan menunggu harga dan upah
menyesuaikan.
• Mengambil tindakan untuk meningkatkan permintaan
agregat dengan menggunakan kebijakan moneter dan
fiskal.
Copyright © 2004 South-Western
Figure 11 Mengakomodasi suatu Pergeseran
Merugikan dalam Penawaran Agregat
1. When short-run aggregate
supply falls . . .
Price
Level
Long-run
aggregate
supply
P3
C
P2
A
3. . . . which P
causes the
price level
to rise
further . . .
0
4. . . . but keeps output
at its natural rate.
Natural rate
of output
Short-run
aggregate
supply, AS
AS2
2. . . . policymakers can
accommodate the shift
by expanding aggregate
demand . . .
AD2
Aggregate demand, AD
Quantity of
Output
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• All societies experience short-run economic
fluctuations around long-run trends.
• These fluctuations are irregular and largely
unpredictable.
• When recessions occur, real GDP and other
measures of income, spending, and production
fall, and unemployment rises.
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• Economists analyze short-run economic
fluctuations using the aggregate demand and
aggregate supply model.
• According to the model of aggregate demand
and aggregate supply, the output of goods and
services and the overall level of prices adjust to
balance aggregate demand and aggregate
supply.
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• The aggregate-demand curve slopes downward
for three reasons: a wealth effect, an interest
rate effect, and an exchange rate effect.
• Any event or policy that changes consumption,
investment, government purchases, or net
exports at a given price level will shift the
aggregate-demand curve.
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• In the long run, the aggregate supply curve is
vertical.
• The short-run, the aggregate supply curve is
upward sloping.
• The are three theories explaining the upward
slope of short-run aggregate supply: the
misperceptions theory, the sticky-wage theory,
and the sticky-price theory.
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• Events that alter the economy’s ability to
produce output will shift the short-run
aggregate-supply curve.
• Also, the position of the short-run aggregatesupply curve depends on the expected price
level.
• One possible cause of economic fluctuations is
a shift in aggregate demand.
Copyright © 2004 South-Western
Rangkuman
• A second possible cause of economic
fluctuations is a shift in aggregate supply.
• Stagflation is a period of falling output and
rising prices.
Copyright © 2004 South-Western
Download