PRIMARY REFRIGERANT

advertisement
BY
Drs. E D I A L
MOH. ARIS AS’ARI, S.Pd
REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING TECHNICAL SKILL PROGRAM
SMK NEGERI 1 CIREBON
Visit us on : http//ptu.smkn1-cirebon.sch.id
PREFACE
NORMAL BOILING POINT (NBP)
CONTOH NBP BEBERAPA REFRIGERAN!
JENIS-JENIS REFRIGERAN
 Kelompok Halocarbon contohnya R-11 (CCl3F) , R-12(CCl2F2), R22(CHClF2), dll.
 Kelompok Cyclic Organic contohnya R-C316 (C4Cl2F6), R-C317 (C4ClF7),
dan R-C318 (C4F8).
 Kelompok Azeotropes contohnya R-500 (R-12+R-152a), R-501 (R-22+R12), R-502 (R-11+R-115).
 Kelompok Hydrocarbon contohnya R-50(methane), R-170 (ethane), R-290
(propane), dll.
 Kelompok Oxygen contohnya R-610 (Ethyl Ether), R-611(Methyl Formate)
 Kelompok Sulfur contohnya R-620
 Kelompok Nitrogen contohnya R-630 (Methyl amine), R-631 (Ethyl amine).
 Kelompok Inorganic contohnya R-717 (NH4), R-718 (H2O), R-729 (Udara),
R-744 (CO2) dll
 Kelompok Unsaturated Organic contohnya R-1112a (CCl2==CF2), R1113(CClF==CF2) dll
REFRIGERAN DAN MERK DAGANG YANG
TELAH BEREDAR DI INDONESIA
KODE WARNA REFRIGERAN
REFRIGERANT CANE
PERTIMBANGAN DALAM MEMILIH REFRIGERAN
KRITERIA REFRIGERAN IDEAL
 FAKTOR THERMOFISIKA
 FAKTOR THERMODINAMIKA
 FAKTOR KEAMANAN DAN EFEK TERHADAP
LINGKUNGAN
FAKTOR THERMOFISIKA DAN THERMODINAMIKA
1. Tekanan suction
 Refrigeran yang ideal harus memiliki tekanan suction
yang tinggi sehingga akan menurunkan compressor
displacement.
2. Tekanan discharge
 Refrigeran yang ideal harus memiliki tekanan discharge
yang rendah sehingga akan memungkinkan pemilihan
kompresor dan kondensor yang lebih ringan dan murah.
3. Pressure ratio
 Refrigeran yang ideal harus memiliki pressure ratio yang
rendah sehingga akan menaikkan efesiensi volumetric
dan penggunaan energy yang lebih sedikit.
FAKTOR THERMOFISIKA DAN THERMODINAMIKA
4. Panas latent penguapan
 Refrigeran yang ideal harus memiliki panas latent
penguapan yang tinggi sehingga jumlah refrigeran yang
masuk ke evaporator lebih sedikit.
5. Konduktivitas thermal
 Refrigeran yang ideal harus memiliki konduktivitas
thermal yang tinggi pada fasa cair maupun gas sehingga
akan menaikkan proses transfer panas.
6. Viscositas
 Refrigeran yang ideal harus memiliki viskositas yang
rendah baik pada fasa cair dan gas untuk mengurangi
penurunan tekanan (pressure drop).
FAKTOR KEAMANAN DAN EFEK TERHADAP
LINGKUNGAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Ozone Depletion Potential (ODP)
Global Warming Potential (GWP)
Total Equivalent Warming Impact (TEWI)
Toxicity
Flammability
Chemical stability
Compatibility
Miscibility with lubricating oils
Dielectric strength
Ease of leak detection
1. Ozone Depletion Potential (ODP)
 Ukuran potensi perusakan lapisan ozon disebut
dengan ODP (Ozone Depletion Potential).
 Berdasarkan Montreal Protocol, nilai ODP refrigeran
seharusnya adalan nol, jadi tiap refrigeran tidak boleh
bersifat merusak lapisan ozon.
 Semakin rendah nilai ODP maka semakin baik sifat
refrigeran tersebut dan sebaliknya, semakin tinggi
nilai ODP suatu refrigeran maka semakin buruk efek
refrigeran tersebut terhadap lingkungan.
 Berdasarkan hasil penelitian, Chlorine dan Bromine
merupakan substan dari refrigeran yang menyebabkan
penipisan lapisan ozone.
 Dengan reaksi di atas, maka 1 atom Cl dapat merusak seratus ribuan atom ozon.
 Setelah pada tahun 1989 protokol Montreal disetujui, maka pada tahun 1996 jumlah
Chlorine di atmosphere turun, namun berdasarkan perhitungan para ahli butuh
waktu 50 tahun untuk menentralkan jumlah chlorine pada level yang aman.
DAMPAK RUSAKNYA LAPISAN OZONE
SKIN CANCER
EYES CATARACT
2. Global Warming Potential (GWP)
 Semakin rendah nilai GWP maka semakin baik sifat refrigeran
tersebut karena dengan rendahnya nilai GWP maka efek
penggunaan refrigeran tersebut terhadap pemanasan global
akan rendah.
3. Total Equivalent Warming Impact (TEWI)
 Nilai TEWI merupakan gabungan dari efek refrigeran terhadap
lingkungan baik itu efek langsung (kerusakan di atmosfer) dan
tidak langsung (green house effect) yang berkontribusi
terhadap pemanasan global. Suatu refrugeran dengan nilai
TEWI rendah nilai akan lebih baik daripada refrigeran yang
mempunyai nilai GWP yang rendah. Jadi semakin rendah nilai
TEWI maka semakin baik sifat refrigeran tersebut, dan
EFFECT OF GLOBAL WARMING
 Ice is melting worldwide, especially at the Earth’s poles. This





includes mountain glaciers, ice sheets covering West Antarctica
and Greenland, and Arctic sea ice.
Researcher Bill Fraser has tracked the decline of the Adélie
penguins on Antarctica, where their numbers have fallen from
32,000 breeding pairs to 11,000 in 30 years.
Sea level rise became faster over the last century.
Some butterflies, foxes, and alpine plants have moved farther
north or to higher, cooler areas.
Precipitation (rain and snowfall) has increased across the globe,
on average.
Spruce bark beetles have boomed in Alaska thanks to 20 years of
warm summers. The insects have chewed up 4 million acres of
spruce trees.
EFFECT OF GLOBAL WARMING
Other effects could happen later this century, if warming continues.
 Sea levels are expected to rise between 7 and 23 inches (18 and 59 centimeters)
by the end of the century, and continued melting at the poles could add
between 4 and 8 inches (10 to 20 centimeters).
 Hurricanes and other storms are likely to become stronger.
 Floods and droughts will become more common. Rainfall in Ethiopia, where
droughts are already common, could decline by 10 percent over the next 50
years.
 Less fresh water will be available. If the Quelccaya ice cap in Peru continues to
melt at its current rate, it will be gone by 2100, leaving thousands of people who
rely on it for drinking water and electricity without a source of either.
 Some diseases will spread, such as malaria carried by mosquitoes.
 Ecosystems will change—some species will move farther north or become more
successful; others won’t be able to move and could become extinct. Wildlife
research scientist Martyn Obbard has found that since the mid-1980s, with less
ice on which to live and fish for food, polar bears have gotten considerably
skinnier. Polar bear biologist Ian Stirling has found a similar pattern in
Hudson Bay. He fears that if sea ice disappears, the polar bears will as well.
PERCENTAGE CFC USE
 CFC in commercially they are
well known as FREON's.
 CFC's were used, for
example, as refrigerants, as
solvents in the electronic
industry, as aerosol
propellants, in fire
extinguishers, as dry cleaning
solvents, as degreasing agents
and in foam packing and
insulation materials.
Information from the US
Environmental Protection Agency
 Toxicity
 Toxicity merupakan sifat beracun suatu refrigeran.
Sebenarnya semua refrigeran beracun (kecuali udara) dan
sifat toxicity refrigeran sangat relative karena sifat racun
refrigeran akan timbul ketika konsentrasinya dalam udara
sangat tinggi.
 Refrigeran seperti CFC dan HCFC tidak akan beracun
ketika bercampur dengan udara sekitar, namun jika CFC
dan HCFC terbakar maka akan menghasilkan gas yang
sangat beracun (phosgene-COCl2).
 Flammability
 Flammability merupakan sifat mudah terbakarnya suatu
refrigeran. Refrigeran yang ideal haruslah tidak mudah terbakar.
Berdasar standar ASHRAE (American Society Heating,
Refrigerating and Air Conditioning Engineer), refrigeran terbagi
menjadi 6 group berdasarkan faktor keamanannya yaitu dari
group A1-A3 dan B1-B3. Refrigeran pada group A1 (ex. R11, R12,
R22, R744, R718) merupakan refrigeran dengan tingkat terbakar
yang rendah sedangkan pada group B3 (ex. R1140) merupakan
refrigeran dengan tingkat terbakar yang tinggi.
 Chemical stability
 Refrigeran harus memiliki kestabilan unsur kimia yang baik
sehingga ketika digunakan pada sistem refrigerasi tidak
mengalami perubahan unsur kimianya dalam waktunya yang
lama.
 Compatibility
 Maksud compatibility disini adalah kemampuan refrigeran untuk





digunakan dengan material konstruksi yang lain jadi tidak
mempengaruhi unsur dari material lainnya. Contohnya penggunaan
R12 dengan instalasi pemipaan menggunakan tembaga. Namun jika
menggunakan Ammoniac maka tidak menggunakan instalasi
pemipaan tembaga karena dapatb menyebabkan korosi jadi
menggunakan instalasi pemipaan baja.
Mudah bercampur dengan oli
Refrigeran yang ideal harus mudah bercampur dengan oli sehingga
ketika didalam sistem refrigerasi, refrigeran dan oli bisa kembali ke
compressor. Sedangkan untuk refrigeran yang tidak bisa bercampur
dengan oli, bisa menggunakan oil separator.
Kekuatan dielektrik
Refrigeran yang ideal harus memiliki kekuatan dielektrik yang tinggi
untuk menghindari kerusakan di motor kompresor.
Mudah dalam medeteksi kebocoran
Download