Sejarah Sosial Keagamaan
Learning to Faucoult
Didin Nurul Rosidin
Presented at the Workshop on The Research Methodology for Lecturers
at IAIN Syekh Nurjati Cirebon
8 March 2012
Mengalami Peristiwa Sejarah (History as
what happened in the past)
 Memahami Fakta Sejarah, Membaca Fakta
Sejarah dan Membaca Tulisan tentang
Sejarah (History as Knowledge or Historical
Knowledge)
 Menulis dan Mempresentasikan Sejarah
(History as a production of Historians or
Historiography)
 Mengajarkan Sejarah (History as a part of
education or Historical Education)

The Uses of History






Sejarah berkaitan dengan sesuatu yang kadaluawarsa (out of date).
Sejarah sebagai Ingatan Bersama (collective memory or the storehouse of
experiences) .
Sejarah sebagai sebuah kajian pengetahuan (History confined to academic
circles and powerless to influence society).
Sejarah sebagai referensi nilai untuk membangun kesadaran sosial (History as
forms of social consciousness offering precedence and yielding prediction
about the future)
Sejarah sebagai arena otoritas dan kekuasaan (History is a political
battleground)
Sejarah sebagai media pendidikan (History as to train mind, enlarge the
symphaties and provide a much-needed historical perspective on some of the
most pressing problems of our time).
Definition
The past is not discovered or
found', … 'it is created and
represented by the historian as
text, which is in turn
consumed by the reader.
Scott Wilson, ‘Historicism” in Kate McGowan (ed.), The Year's Work
in Critical and Cultural Theory, Oxford University Press, n.d., hal.
53.
“History is not the past, nor the surviving past. It is a
reconstruction of certain parts of the past (from
surviving evidence) which in some way have had
relevance for the present circumstances of the
historian who reconstructed them” (Gordon CornellSmith and Howell Lloyd)
“Historical Knowledge is not and cannot be objective”
(John Tosh)
“The writing of history is one of the fullest and most
rewarding expressions of an individual personality”
(Richard Cobb)
SUMBER, FAKTA DAN SEJARAWAN
Sejarah sebagaimana ilmu lainnya berkaitan dengan
data dan sumber data (otentisitas, jenis-jenis,
metode pengumpulan hingga analisanya)
 Sumber data mulai dari dokumen tertulis, angka,
lisan hingga landscape dan film
 Sumber data memberikan fakta.
 Dua macam fakta: Fakta Masa Lalu (Facts of the
past which are limitless and in their entirety
unknowable) dan Fakta Sejarah (facts of history
which are a selection made by historians for the
purpose of historical reconstruction and explanation)
 Sejarawan as a painter and not a photographic
camera.

The essence of historical enquiry
is selection of “relevant”
sources, of “historical” facts and
of “significant” interpretation
John Tosh, The Pursuit of History: Aims, Methods and New Directions in the
Study of Modern History, p. 117
Michel Faucoult
 Michel Faucoult (1926-1984) salah seorang Filosof
besar Perancis Abad 20
 Karya-karya utamanya antara lain Madness and
Civilisation: A History of Insanity in the Age of
Reason, The Order of Things: An Archaeology of
Human Sciences, The Archaeology of Knowledge,
Discipline and Punish: The Birth of the Prison, the
Birth of the Clinic dan The History of Sexuality
 Beberapa konsep utamanya adalah Discourse,
Power,
Knowledge, Episteme, Archaeology,
Genealogy dan Metode Observasi.
Lanjutan …
• Bagi Faucoult, Sejarah tentang sistem pengetahuan manusia dan
bagaimana sistem itu berubah dari satu masa ke masa.
• Setiap periode sejarah memiliki intellectual rules (episteme) yang
berfungsi untuk membangun pengetahuan yang benar
• Dengan Episteme, Faucoult menolak prinsip continuity dalam
sejarah dan mengusung ide discontinuity.
• Representasi bahasa pengetahuan itu akan menjadi discourse
sebagai elemen utama dalam membangun power.
• Power ini dalam konteks Foucault bukan sebuah institusi, struktur
atau kekuatan tertentu yang dimiliki oleh seseorang atau
sekelompok orang tetapi lebih sebagai gambaran akan hubungan
yang komplex yang ada pada masyarakat tertentu.
Lanjutan ….
• Dalam menganalisa perkembangan pengetahuan
dalam sejarah ini, Faucoult menggunakan
metode yang ia sebut Archaeology and
Genealogy.
• Yang pertama melakukan explorasi terhadap
pola dimana satu epistem secara bertahap
menggantikan epistem yang lain.
• Yang kedua diarahkan untuk menguji faktor
kausalitas yang berperan terhadap bagaimana
ide atau epistem berubah dan muncul.
“It
is a question of what governs
statements, and the way in which
they govern each other so as to
constitute a set of propositions
which are scientifically acceptable,
and hence capable of being verified
or falsified”
Faucoult’s Ways
 Dalam
mengumpulkan dan mengolah data ia
menggunakan apa yang ia sebut “The Questioning of
the document” as the way for the reconstitution of
the history.
 Documen atau data dilihat sebagai the language of a
voice.
 Dalam penelitiannya Ia lebih cenderung kepada
pendekatan “case study” seperti kasus Kegilaan,
Seksualitas, Penjara dan lain-lain.
 Dalam beberapa hal ia juga menggunakan metode
observasi.
“In the past, history undertook to
memorise the monuments of the
past, transform them into
documents, which are often not
verbal. Now, history is that which
transforms documents into
monuments”
Michel Faucoult, The Archaeology of Knowledge, p. 7
W
A
S
S
A
L
A
M
Wa al-Lahu ‘Alam bi al-Showab

Sejarah Sosial Keagamaan terbaru